Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan Penderita Maag Saat Puasa, Agar Maag Tidak Kambuh Dan Puasanya Lancar

May 11, 2019 by RSI A.YANI
maag.jpg

Maag merupakan masalah yang paling sering muncul saat bulan suci Ramadhan. Maag atau radang lambung adalah gejalah penyakit yang menyerang lambung karena terjadi luka atau peradangan. Akibatnya seseorang yang menderita maag akan merasa sakit, mulas dan perih pada bagian perut. Gejala maag biasanya ditandai dengan nyeri di perut, mual, kembung, serta dada terasa perih. Namun, selama ada niat untuk tetap berpuasa pasti akan selalu ada jalan untuk mengatasi kondisi ini. Berikut ini adalah hal yang harus diperhatikan penderita maag saat puasa.

Segera berbuka saat tiba waktunya

Penderita maag dianjurkan untuk segera berbuka puasa setelah menahan makan dan minum selama lebih dari 12 jam.Sebab, durasi berpuasa yang lama dikhawatirkan akan membuat asam lambungpenderita maag naik.

Maka dari itu, penderita maag sangat disarankan untuk segera makan dan minum jika sudah tiba waktunya berbuka puasa. Hal ini sangat perlu diperhatikan karena perut seorang penderita maag harus segera terisi setelah hampir seharian berpuasa.

Makan makanan secara perlahan

Walaupun penderita maag dianjurkan untuk segera berbuka, mereka tak boleh langsung terburu-buru saat makan. Penderita maag disarankan untuk berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan secara perlahan.

Sebab, makan terburu-buru dengan porsi besar justru akan membuat perut seorang penderita maag terasa sakit. Maka dari itu mulailah berbuka dengan camilan ringan berupa kurma atau roti dan segelas air hangat.

Konsumsi lebih banyak karbohidrat

Karbohidrat dipercaya menjadi salah satu sumber makanan yang cukup lambat dicerna oleh tubuh. Hal ini akan lebih menguntungkan untuk mereka yang memiliki gejala maag atau malah maag akut jika tetap ingin berpuasa.

Dengan mengonsumsi lebih banyak karbohidrat, terutama saat sahur, kita jadi tidak akan merasa cepat lapar. Selain itu, karbohidrat juga merupakan sumber tenaga bagi tubuh hingga saat puasa kita cenderung tidak akan lemas di siang hari.

Namun ingat, pilihlah karbohidrat yang tidak mengandung zat tinggi tepung. Contohnya makan makanan yang lambat dicerna adalah yang mengandung karbohidrat tinggi serat seperti gandum dan nasi merah. Dua makanan tersebut memungkinkan akan bertahan lama di perut dan membuat rasa lapar berkurang.

Hindari makanan yang digoreng

Dalam proses penggorengan, makanan akan mengalami peningkatan kadar lemak. Hal ini bukan hanya memicu masalah pada kesehatan jantung tapi juga menimbulkan masalah pada tukak lambung. Rasa nyeri akibat masalah tukak lambung inilah yang kemudian juga membuat kadar asam lambung meningkat dan memicu kambuhnya maag.

Ada baiknya mulai memasak dengan cara dipanggang atau dikukus saja. Bila ingin goreng-gorengan, lebih baik memasaknya sendiri dengan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun.

Hindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung

Memiliki riwayat maag memang harus lebih pilih-pilih makanan, terlebih saat akan berpuasa seperti sekarang ini. Sebagai salah satu usaha pencegahan, ada baiknya kita yang sudah memiliki riwayat gangguan maag mulai menghindari makanan yang memicu peningkatan asam lambung.

Beberapa di antaranya seperti cokelat, makanan berlemak, gorengan, dan beberapa jenis buah yang mengandung asam.

Jangan langsung tidur setelah makan sahur

Biasanya setelah makan, terutama makan sahur, kita memilih untuk kembali tidur. Hal ini justru tidak boleh dilakukan terlebih bagi penderita maag.

Tidur sesaat setelah makan dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung yang menjadi gejala utama kambuhnya maag. Ada baiknya lakukan beberapa kegiatan atau ibadah sunah terlebih dulu setelah makan sahur atau makan malam.

Minum segelas susu saat sahur

Selain menghindari beberapa makanan yang memicu peningkatan asam lambung, usaha pencegahan lain dapat dilakukan dengan minum susu saat sahur.

Namun kita juga perlu hati-hati dalam memilih susu. Pada umumnya susu memiliki kandungan lemak tinggi yang justru dapat memicu gejala maag. Para penderita maag lebih disarankan untuk mengonsumsi susu nabati seperti susu kedelai atau almond karena dapat membantu menetralkan cairan asam lambung dan merupakan minuman yang dianggap paling aman.

Menjaga asupan cairan bagi tubuh

Perbanyak minum air putih memang selalu digaung-gaungkan demi menjaga kestabilan cairan tubuh kita. Terutama dalam kondisi sedang berpuasa, cairan akan semakin banyak berkurang. Oleh karenanya, perlu trik untuk menjaga asupan air putih saat sahur dan berbuka. Hal ini perlu lebih ditekankan bagi penderita maag.

Bukan hanya air putih, kita juga perlu memperbanyak asupan cairan lain seperti jus buah dan minunan tinggi kandungan kalium.

Jika diperlukan, minum obat maag saat sahur dan berbuka

Obat menjadi salah satu solusi jika seseorang sudah menderita penyakit maag yang cukup parah. Apalagi jika memang berniat untuk puasa, jangan sampai lupa untuk minum obat. Di samping untuk mengobati, minum obat maag juga dapat dijadikan cara untuk mencegah maag kembali kambuh.

Namun perlu diketahui, konsumsi obat penderita maag juga harus melalui tahap konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dengan demikian, penderita maag akan mengetahui takaran obat yang harus dikonsumsi pada waktu berbuka dan sahur sesuai dengan resep dokter.

logo putih-01-01-01

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

Copyright by Markbro 2018. All rights reserved.