INFO UNTUK ANDA

2-2.jpg
26/Jun/2019

(Drg. Evy Syagran, Sp KGA)
Kenapa bayi tidak boleh menghisap jari?

Jangan biarkan bayi menghisap jari, ini adalah beberapa alasan kenapa larangan bayi menghisap jari dikarenakan
1. Pori2 jari memberikan enzim yg menurunkan produksi Lysine (enzim nafsu makan).
2. Jari juga akan memberikn pesan pd otak bhw “aku (baby)” sudh kenyang, shingga akan mngurangi nafsu makannya
3. Sedangkan menghisap pacifier, hanya memenuhi kepuasan oral fase nya sj, tanpa mmpengaruhi metabolisme sistemiknya
4.Walaupun jumlahx kecil, ada enzim addictive dari jari yang mnyebabkan baby ketagihan. Anatomi & konsistensi jari mrangsang baby utk menghisap lbih keras dibanding pacif
Oleh krn itu, mnghisap jari lebih berbahaya dibanding pacifier
Trutama utk ksehatan & pertumbuhan gigi & mulut baby
#rsi #rsislamayanisurabaya #rsisurabayaayani #rsislamayani #rsislamsurabayaayani #rsisurabaya #rsislamsurabaya #rsiayanisurabaya #rsiayani #healtheducation


20.jpg
20/Jun/2019

Memijat telapak kaki sendiri ternyata memiliki manfaat untuk tubuh kita, yaitu untuk memperlancar sirkulasi darah dan melepaskan stress.

#rsi #rsislamayanisurabaya #rsisurabayaayani #rsislamayani #rsislamsurabayaayani #rsisurabaya #rsislamsurabaya #rsiayanisurabaya #rsiayani #memijattelapakkaki #memijatkaki #telapakkaki #kaki #stress #healtheducation


19
19/Jun/2019

Sampai saat ini, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyakit paling ditakuti di dunia. Ini juga menjadi salah satu penyakit paling mematikan dan membunuh di dunia. Mengenai penyakit jantung sendiri, penyakit ini bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Mulai dari pola hidup yang tidak sehat, kurangnya waktu istirahat dan konsumsi makanan yang memang memicu meningkatkan risiko jantung.

Ada beberapa makanan enak yang bisa kita konsumsi setiap hari demi mencegah risiko jantung. Salah satu makanan tersebut adalah sebutir telur.

Studi terbaru yang dilakukan di Tiongkok dan Inggris pimpinan Profesor Liming Li dan Dr. Canqing Yu dari Sekolah Kesehatan Masyarakat, Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Peking menemukan bahwa ada hubungan erat antara konsumsi telur dan penyakit jantung.

Dari data yang ada, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi telur dalam porsi cukup setiap harinya yakni 1 butir telur, mereka lebih rendah terhadap risiko jantung. Penelitian ini dilakukan pada rentang tahun 2004 hingga 2008 dengan melibatkan setengah juta orang berusia 30 hingga 79 tahun di 10 wilayah di Tiongkok.

Selain menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi telur cukup terhindar dari risiko jantung, peneliti juga menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi telur juga akan terhindar dari risiko penyakit mematikan lain seperti stroke. Menariknya, orang-orang ini juga bisa memiliki berat badan ideal dan sistem kekebalan tubuh lebih baik.

“Penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan erat antara tingkat konsumsi telur secara sedang (hingga 1 telur setiap harinya) dan risiko penyakit jantung. Mereka yang mengonsumsi telur memiliki risiko jantung lebih rendah.” Tulis para peneliti.

Meski begitu, konsumsi telur saja tidak cukup untuk mencegah risiko jantung ladies. Menerapkan pola hidup sehat, memiliki istirahat dan olahraga cukup, menghindari rokok, menghindari stres dan konsumsi berbagai suplemen yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh tetap penting dilakukan demi terhindar dari risiko jantung. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

#rsi #rsislamayanisurabaya #rsisurabayaayani #rsislamayani #rsislamsurabayaayani #rsisurabaya #rsislamsurabaya #rsiayanisurabaya #rsiayani #telur #manfaattelur


19.jpg
17/Jun/2019

Pisang mengandung magnesium dan kalium yang membuat otot-otot jadi lebih rileks. Selain itu, pisang juga mengandung triptofan, yang memicu produksi serotonin di otak yaitu, hormon yang bisa membuat suasana hati jadi lebih baik. Dengan begitu, Anda bisa tidur dengan nyenyak.
#rsi #rsislamayanisurabaya #rsisurabayaayani #rsislamayani #rsislamsurabayaayani #rsisurabaya #rsislamsurabaya #rsiayanisurabaya #rsiayani #pisang #manfaatpisang


28-1200x1194.jpeg
12/Jun/2019

Secara alami, telinga memang memproduksi minyak lilin yang disebut serumen. Masyarakat menyebutnya dengan kotoran telinga. Kotoran telinga kering terjadi akibat penumpukan serumen. Sebenarnya kotoran telinga ini berfungsi melindungi telinga dari masuknya mikroorganisme, debu, dan benda-benda asing lainnya. Kotoran telinga juga berperan dalam melindungi kulit telinga dari iritasi karena kemasukan air. Pada kondisi normal, jika kotoran telinga berlebihan maka akan bergerak keluar dari liang telinga, sehingga membantu memastikan keadaan di dalam telinga tetap bersih. jika kotoran telinga kering menumpuk terlalu lama dan sulit dibersihkan sendiri di rumah, sebaiknya minta penanganan ke dokter. Dokter umum mungkin akan merujuk Anda pada dokter THT bila terdapat indikasi gangguan yang lebih berat. Hindari membersihkan kotoran telinga dengan cara menariknya dengan memasukkan benda tertentu ke dalam telinga. Pastikan Anda menanyakan dan memahami cara menjaga kebersihan telinga untuk menghindari keluhan kotoran telinga kering menumpuk terjadi kembali.
#healtheducation #rsi #rsislamayanisurabaya #rsisurabayaayani #rsislamayani #rsislamsurabayaayani #rsisurabaya #rsislamsurabaya #rsiayanisurabaya #rsiayani


30-1200x1193.jpeg
10/Jun/2019

1. Gunakan banyaknya garam sesuai usia AndaBanyaknya jumlah garam yang digunakan harus sesuai dengan usia Anda. Anak usia 6-12 tahun, gunakan 1-2 sendok teh garam. Anak di atas 12 tahun sampai dewasa, 2-6 sendok teh garam setiap hari. Perlu diingat bahwa anak di bawah usia 6 tahun tidak direkomendasikan menggunakan garam inggris untuk mengatasi konstipasi. Sebaiknya, lakukan konsultasi pada dokter agar lebih aman.

2. Campur garam inggris dengan air
Masukkan garam dalam teko besar dan campurkan dengan 8 gelas air. Anda bisa minum larutan ini kapan saja dalam sehari, namun jangan menambahkan dosis garam.

3. Boleh tambahkan perasa
Minum larutan garam tentu tidak seenak minum jus. Apalagi jika rasanya hanya asin. Supaya rasanya lebih enak, Anda bisa menambah perasan jeruk lemon.

#sembelit #garaminggris #rsi#rsislamayanisurabaya#rsisurabayaayani #rsislamayani

#rsislamsurabayaayani #rsisurabaya#rsislamsurabaya #rsiayanisurabaya#rsiayani


14
15
16
17
18
28/May/2019

Menjaga kesehatan saat bulan ramadhan sangat penting. Karena itu, terapkan pola hidup yang sehat untuk membuat tubuh tetap bugar dan kegiatan sehari-hari bisa berjalan normal seperti biasanya.

1. Berhenti merokok, saat berpuasa terjadi detoksifikasi atau proses pengeluaran racun ke luar tubuh termasuk nikotin.

2. Minum 8 gelas air per-hari, cukupi kebutuhan cairan tubuh di antara waktu berbuka sampai sahur.

3. Berbuka dengan yang manis alami tanpa gula, makan/minum manis saat berbuka cepat menggantikan kadar gula yang menjadi rendah saat berpuasa.

4. Aktivitas fisik ringan 30 menit, aktivitas fisik teratur dapat meningkatkan stamina, rasa percaya diri, daya ingat, mengurangi stress.

 

#menjagakesehatan #sehat #sehatdibulanpuasa #bukabersama #rsi #rsislamayanisurabaya #rsisurabayaayani #rsislamayani #rsislamsurabayaayani #rsisurabaya #rsislamsurabaya #rsiayanisurabaya #rsiayani


24/May/2019

Minuman berenergi memiliki kandungan utama berupa kafein, gula, vitamin, dan asam amino yang disebut taurin. Mengonsumsi minuman ini untuk berbuka puasa dapat menimbulkan efek sebagai berikut:

1. Badan terasa lemas

Sekaleng energy drink bisa mengandung 80-500 miligram kafein. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan secangkir kopi yang hanya mengandung 100 miligram.

Jumlah tersebut bahkan melebihi batas aman asupan kafein dalam sehari, yakni 400 miligram.

Setelah 10 menit Anda buka puasa dengan energy drink, kafein akan memasuki aliran darah dan meningkatkan denyut jantung.

Kemudian, 15-45 menit setelahnya, kadar kafein akan terus meningkat sehingga Anda lebih waspada, mudah berkonsentrasi, dan merasa gembira.

Namun, efek ini tidak bertahan lama. Satu jam setelah mengonsumsi energy drink, level energi akan mulai menurun. Akibatnya, Anda mudah merasa lelah saat harus melakukan kegiatan malam seperti beribadah.

2. Rasa tidak nyaman pada tubuh

Asupan kafein yang tinggi tidak selalu menimbulkan efek positif bagi tubuh. Pada beberapa orang, kafein dalam energy drink bisa menyebabkan sakit perut, tangan gemetar, rasa tidak enak badan, serta mulut kering.

Kafein juga dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh Anda. Pada sebuah penelitian yang dilakukan tahun 2018, konsumsi energy drink dalam jumlah banyak menyebabkan jantung berdebar, nyeri dada, badan lesu, serta insomnia.

Efek negatif energy drink dapat berlangsung selama tiga jam setelah Anda buka puasa atau meminumnya.

Dampak yang paling terasa adalah sulit tidur, padahal Anda harus tidur cukup sebelum bangun untuk sahur pada keesokan harinya.

3. Sering buang air kecil

Jika Anda sering minum energy drink untuk buka puasa, sebaiknya mulailah menghentikan kebiasaan ini.

Alih-alih memberikan asupan cairan bagi tubuh, minuman ini malah dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan.

Minuman berenergi memiliki efek diuretik, yang berarti memicu produksi urine.

Minum minuman berenergi saat buka puasa akan membuat Anda lebih sering buang air kecil. Tanpa disadari, kondisi ini dapat mengakibatkan dehidrasi ringan.

Selama puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup seperti biasanya. Maka dari itu, Anda perlu cermat dalam memilih minuman untuk berbuka puasa.

Bukannya mengganti cairan tubuh yang hilang, memilih minuman seperti kopi, teh, dan energy drink untuk buka puasa justru bisa memberikan efek sebaliknya.

4. Tubuh tidak mendapatkan energi yang diperlukan

Berkebalikan dengan namanya, energy drink tidak memberikan energi bagi tubuh walaupun Anda rutin minum saat buka puasa.

Kandungan taurin dan L-karnitin pada energy drink memang berperan dalam metabolisme energi, tapi kedua asam amino ini tidak dapat meningkatkan produksinya.

Energi yang Anda rasakan setelah minum energy drink sebenarnya berasal dari gula. Akan tetapi, efeknya tidak berlangsung lama karena tubuh akan mengubah gula menjadi energi dengan cepat.

Kandungan gula yang amat tinggi pada energy drink juga tidak baik bagi kesehatan. Mengonsumsi minuman ini secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, gangguan jantung, hingga diabetes.

Minuman terbaik untuk buka puasa haruslah bermanfaat bagi kesehatan, dan energy drink bukan salah satunya. Pilihlah minuman yang lebih menyehatkan seperti air putih atau jus buah tanpa pemanis tambahan.

Untuk mengembalikan energi tubuh, lengkapi menu sahur dan berbuka puasa Anda dengan makanan padat nutrisi.

Tak perlu minuman berenergi, kedua cara ini sudah cukup untuk menjaga tubuh tetap fit selama berpuasa.


maag.jpg
11/May/2019

Maag merupakan masalah yang paling sering muncul saat bulan suci Ramadhan. Maag atau radang lambung adalah gejalah penyakit yang menyerang lambung karena terjadi luka atau peradangan. Akibatnya seseorang yang menderita maag akan merasa sakit, mulas dan perih pada bagian perut. Gejala maag biasanya ditandai dengan nyeri di perut, mual, kembung, serta dada terasa perih. Namun, selama ada niat untuk tetap berpuasa pasti akan selalu ada jalan untuk mengatasi kondisi ini. Berikut ini adalah hal yang harus diperhatikan penderita maag saat puasa.

Segera berbuka saat tiba waktunya

Penderita maag dianjurkan untuk segera berbuka puasa setelah menahan makan dan minum selama lebih dari 12 jam.Sebab, durasi berpuasa yang lama dikhawatirkan akan membuat asam lambungpenderita maag naik.

Maka dari itu, penderita maag sangat disarankan untuk segera makan dan minum jika sudah tiba waktunya berbuka puasa. Hal ini sangat perlu diperhatikan karena perut seorang penderita maag harus segera terisi setelah hampir seharian berpuasa.

Makan makanan secara perlahan

Walaupun penderita maag dianjurkan untuk segera berbuka, mereka tak boleh langsung terburu-buru saat makan. Penderita maag disarankan untuk berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan secara perlahan.

Sebab, makan terburu-buru dengan porsi besar justru akan membuat perut seorang penderita maag terasa sakit. Maka dari itu mulailah berbuka dengan camilan ringan berupa kurma atau roti dan segelas air hangat.

Konsumsi lebih banyak karbohidrat

Karbohidrat dipercaya menjadi salah satu sumber makanan yang cukup lambat dicerna oleh tubuh. Hal ini akan lebih menguntungkan untuk mereka yang memiliki gejala maag atau malah maag akut jika tetap ingin berpuasa.

Dengan mengonsumsi lebih banyak karbohidrat, terutama saat sahur, kita jadi tidak akan merasa cepat lapar. Selain itu, karbohidrat juga merupakan sumber tenaga bagi tubuh hingga saat puasa kita cenderung tidak akan lemas di siang hari.

Namun ingat, pilihlah karbohidrat yang tidak mengandung zat tinggi tepung. Contohnya makan makanan yang lambat dicerna adalah yang mengandung karbohidrat tinggi serat seperti gandum dan nasi merah. Dua makanan tersebut memungkinkan akan bertahan lama di perut dan membuat rasa lapar berkurang.

Hindari makanan yang digoreng

Dalam proses penggorengan, makanan akan mengalami peningkatan kadar lemak. Hal ini bukan hanya memicu masalah pada kesehatan jantung tapi juga menimbulkan masalah pada tukak lambung. Rasa nyeri akibat masalah tukak lambung inilah yang kemudian juga membuat kadar asam lambung meningkat dan memicu kambuhnya maag.

Ada baiknya mulai memasak dengan cara dipanggang atau dikukus saja. Bila ingin goreng-gorengan, lebih baik memasaknya sendiri dengan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun.

Hindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung

Memiliki riwayat maag memang harus lebih pilih-pilih makanan, terlebih saat akan berpuasa seperti sekarang ini. Sebagai salah satu usaha pencegahan, ada baiknya kita yang sudah memiliki riwayat gangguan maag mulai menghindari makanan yang memicu peningkatan asam lambung.

Beberapa di antaranya seperti cokelat, makanan berlemak, gorengan, dan beberapa jenis buah yang mengandung asam.

Jangan langsung tidur setelah makan sahur

Biasanya setelah makan, terutama makan sahur, kita memilih untuk kembali tidur. Hal ini justru tidak boleh dilakukan terlebih bagi penderita maag.

Tidur sesaat setelah makan dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung yang menjadi gejala utama kambuhnya maag. Ada baiknya lakukan beberapa kegiatan atau ibadah sunah terlebih dulu setelah makan sahur atau makan malam.

Minum segelas susu saat sahur

Selain menghindari beberapa makanan yang memicu peningkatan asam lambung, usaha pencegahan lain dapat dilakukan dengan minum susu saat sahur.

Namun kita juga perlu hati-hati dalam memilih susu. Pada umumnya susu memiliki kandungan lemak tinggi yang justru dapat memicu gejala maag. Para penderita maag lebih disarankan untuk mengonsumsi susu nabati seperti susu kedelai atau almond karena dapat membantu menetralkan cairan asam lambung dan merupakan minuman yang dianggap paling aman.

Menjaga asupan cairan bagi tubuh

Perbanyak minum air putih memang selalu digaung-gaungkan demi menjaga kestabilan cairan tubuh kita. Terutama dalam kondisi sedang berpuasa, cairan akan semakin banyak berkurang. Oleh karenanya, perlu trik untuk menjaga asupan air putih saat sahur dan berbuka. Hal ini perlu lebih ditekankan bagi penderita maag.

Bukan hanya air putih, kita juga perlu memperbanyak asupan cairan lain seperti jus buah dan minunan tinggi kandungan kalium.

Jika diperlukan, minum obat maag saat sahur dan berbuka

Obat menjadi salah satu solusi jika seseorang sudah menderita penyakit maag yang cukup parah. Apalagi jika memang berniat untuk puasa, jangan sampai lupa untuk minum obat. Di samping untuk mengobati, minum obat maag juga dapat dijadikan cara untuk mencegah maag kembali kambuh.

Namun perlu diketahui, konsumsi obat penderita maag juga harus melalui tahap konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dengan demikian, penderita maag akan mengetahui takaran obat yang harus dikonsumsi pada waktu berbuka dan sahur sesuai dengan resep dokter.


Menu-buka-puasa.jpg
11/May/2019

Selain sebagai ibadah, tak sedikit orang yang berpuasa di bulan Ramadan untuk mendapatkan manfaat sehat, seperti mengontrol gula darah, kadar kolesterol, hingga penurunan berat badan. Namun sayangnya, puasa Ramadan justru bisa berdampak buruk terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh akibat pola dan asupan makanan yang kurang tepat saat sahur dan berbuka puasa. Perubahan pola makan selama bulan puasa pun seringkali memicu munculnya berbagai gangguan kesehatan. Ada lima gangguan kesehatan yang paling sering muncul selama bulan puasa yaitu penyakit lambung atau maag, dehidrasi, sembelit, gangguan pencernaan, dan radang tenggorokan. Kelima gangguan kesehatan itu umumnya muncul akibat kesalahan pola makan saat sahur dan berbuka puasa. Apa saja kesalahan yang paling sering dilakukan saat berbuka puasa dan sahur sehingga memicu gangguan kesehatan?

Memilih camilan yang tinggi kalori, gula dan lemak sebelum makan sahur

Agar asupan makan sahur lebih bergizi, ngemil sebelum makan utama sahur ternyata sangat dianjurkan, asalkan camilan yang dipilih adalah camilan yang padat gizi. Jika camilan yang dipilih adalah keripik, kue manis atau makanan yang digoreng, maka bukan tidak mungkin tubuh menjadi craving atau ingin terus menerus makan makanan tersebut, sehingga nafsu makan untuk makan utama saat sahur akan berkurang. Hasilnya tubuh akan merasa kenyang namun bukan kenyang yang bergizi melainkan hanya kenyang akan makanan yang cenderung miskin gizi. Hal ini juga akan berisiko menyebabkan tubuh cepat lapar saat puasa sehingga tubuh jadi cepat lemas. Jika Anda ingin mengonsumsi camilan saat sahur, pilihlah buah atau kacang-kacangan yang merupakan sumber vitamin, mineral dan serat.

Terlalu banyak minum

Minum air saat puasa memang penting, namun bukan berarti kita harus minum lebih dari 3-4 gelas saat sahur lho. Terlalu banyak minum saat sahur akan menyebabkan volume air mengisi sebagian besar lambung, sehingga nafsu makan sudah turun sebelum kita makan sahur. Hal ini akan membuat pemenuhan 30% energi dalam tubuh dari makan sahur akan sulit terpenuhi dan risiko tubuh merasa lemas akan semakin besar. Jika ingin memenuhi kebutuhan air dan menghindari haus saat puasa, cara paling jitu adalah dengan mengatur minum saat puasa dengan cara yang tepat mulai baru berbuka hingga setelah sahur.

Terlalu banyak makan dengan pembagian porsi yang tidak seimbang

Hal ini bisa disebut penyebab utama tubuh menjadi lemas seharian saat puasa lho. Menahan lapar dan dahaga sejak subuh hingga magrib tak jarang membuat orang membayangkan ingin menyantap aneka makanan saat berbuka. Padahal, sangat tidak disarankan berbuka puasa dengan “kalap”. Akibat makan secara berlebihan saat berbuka puasa bisa menyebabkan rasa begah, mual, dan muntah. Ya, porsi makan yang tidak tepat, misalnya terlalu banyak makan nasi, atau sayur yang terlalu sedikit akan menyebabkan tubuh menjadi lemas karena asupan makan yang tidak seimbang. Selain itu, total atau seluruh porsi makan yang terlalu banyak juga akan menyebabkan tubuh bekerja lebih keras sehingga menjadi mudah lemas. Untuk menghindarinya, makanlah secara bertahap. Misalnya dibagi dua sesi, saat berbuka puasa dibuka dengan makanan ringan dan manis. Lalu baru makan makanan berat setelah shalat tarawih.

Langsung Tidur

Kewajiban makan di waktu sahur mau tidak mau mengurangi waktu tidur malam sehingga setelah selesai makan sahur kebanyakan orang memilih tidur kembali. Padahal, langsung tidur setelah makan akan memicu asam lambung kembali naik ke kerongkongan san menyebabkan radang tenggorokan.

Banyak Lemak, Sedikit Sayur

Gorengan, makanan bersantan, dan makanan berlemak lainnya memang sangat menggoda untuk berbuka puasa sehingga orang melupakan makanan berserat seperti sayur dan buah-buahan segar. Padahal, kekurangan serat selama berpuasa dapat menyebabkan sembelit dan masalah pencernaan. Sebab serat berfungsi untuk memperbesar volume feses sehingga memperlancar BAB.

Minum Minuman Berkafein

Kesalahan lain yang sering dilakukan orang selama berpuasa adalah meminum minuman yang mengandung kafein seperti teh, kopi, dan minuman bersoda. Minuman berkafein dapat merangsang pengeluaran asam lambung dan memicu sering buang air kecil sehingga menyebabkan dehidrasi.

Konsumsi Karbohidrat Simpleks

Saat bulan puasa, konsumsi karbohudrat simpleks yang berasal dari makanan manis dan makanan yang terbuat dari tepung biasanya meningkat drastis. Memang, Anda butuh makanan manis untuk meningkatkan kadar gula darah saat berbuka puasa. Namun ingatlah konsumsi karbohidrat simpleks yang terlalu tinggi justru menyebabkan Anda cepat lapar dan lemas.


logo putih-01-01-01

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

Copyright by Markbro 2018. All rights reserved.