INFO UNTUK ANDA

WhatsApp-Image-2019-12-06-at-09.27.01-1200x1197.jpeg
06/Dec/2019

Kesehatan sekarang sudah menjadi perhatian utama semua orang. Sudah banyak orang yang mau memulai mengonsumsi makanan sehat. Selain untuk menjaga kesehatan, seseorang mengonsumsi makanan sehat juga karena sedang menjalankan program diet.

Meski demikian, ada sebagian kalangan yang masih memercayai tentang mitos-mitos tertentu soal makanan sehat. Jika demikian apakah benar makanan yang dikonsumsi itu benar-benar makanan sehat?

Agar Anda tidak ragu dalam memilih makanan sehat, berikut mitos dan fakta tentang makanan sehat yang perlu Anda kenali:

  1. Sayur kubis adalah sayuran hijau yang paling sehat

Mitos. Center for Disease Control mengeluarkan daftar sayuran menurut densitas nutrisinya. Sayur kubis ternyata ada di urutan ke 15. Yang paling pertama adalah watercress atau yang biasa  disebut dengan selada air.

Namun, sayur kubis tetap mengandung banyak nutrisi seperti vitamin A, vitamin K, vitamin C, vitamin B6, mangan, kalsium dan folat.

  1. Roti multi grain lebih sehat daripada roti putih

Mitos. Roti multi grain sebenarnya tidak sesehat yang Anda pikirkan. Beberapa pabrik makanan menggunakan berbagai macam biji-bijian olahan untuk membuat roti tersebut. Sehingga sama saja proses tersebut membuang nutrisi penting seperti roti putih.

Seharusnya Anda mencari roti yang berlabel whole wheat. Roti jenis whole wheat mengandung nutrisi yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.

  1. Diet soda lebih baik daripada soda biasa

Mitos. Memang benar diet soda mengandung kalori yang lebih rendah dibandingkan soda biasa. Namun, diet soda mengandung pemanis buatan yang tidak baik untuk kesehatan tubuh dan gigi.

Pemanis buatan menyebabkan tubuh untuk lebih menginginkan gula. Akibatnya,  konsumen cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori. Jadi walaupun mengandung kalori lebih rendah, diet soda dan soda biasa sama-sama tidak baik untuk kesehatan.

 kesehatan.

  1. Sea salt lebih sehat dibandingkan garam dapur

Fakta. Sea salt merupakan garam alami yang terbentuk dari proses penguapan air laut. Hasilnya, sea salt dinilai lebih sehat dibandingkan garam dapur biasa.

Sea salt juga mengandung nutrisi lain seperti magnesium, potassium dan kalsium. Bentuk butiran sea salt biasanya seperti kristal dan ukurannya lebih besar dibandingkan garam dapur. Dengan ukuran ini konsumen bisa membatasi penggunaan garam.

  1. Kacang-kacangan merupakan camilan yang sehat

Fakta. Kacang-kacangan adalah sumber protein dan nutrisi lain yang sangat baik. Tapi tentu saja, Anda tetap harus menjaga porsinya.

Peneliti dari Harvard menemukan bahwa wanita yang makan satu porsi kacang-kacangan (segenggam tangan) sekitar lima kali seminggu, berisiko lebih rendah 20 persen terkena diabetes tipe 2 daripada mereka yang tidak mengonsumsinya. Selain itu, beberapa penelitian besar juga telah menemukan bahwa asupan kacang secara teratur bisa melindungi kesehatan dari penyakit jantung.

  1. Makanan tanpa lemak dan rendah lemak selalu lebih sehat

Mitos. Ketika berbicara tentang daging dan beberapa produk susu, umumnya benar bahwa semakin sedikit lemak, semakin sehat. Namun tidak demikian halnya dengan makanan olahan yang dikemas. Ketika produsen menghilangkan bahan tertentu (lemak) dari makanan tertentu (misalnya kudapan), mereka perlu mengimbangi rasanya dengan menambahkan bahan lain yang tidak terlalu sehat. Dan bahan yang biasanya dipakai adalah gula.

Perusahaan terus-menerus mengutak-atik rasio gula, lemak, garam dan bahan-bahan lain dalam makanan tersebut. Sekarang, sebagian besar ahli gizi percaya Anda lebih baik menghindari makanan yang bebas lemak secara buatan. Sebagai gantinya pilihlah makanan utuh dengan lemak sehat, seperti kacang-kacangan.

  1. Biji-bijian adalah superfood

Fakta. Makan hanya satu sendok makan biji chia (chia seed) akan memberi Anda 19 persen dari asupan serat harian yang disarankan selain kalsium, magnesium, zat besi, asam lemak esensial dan antioksidan. Biji rami kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6, vitamin B1, B2, dan B6, serta nutrisi lain yang membantu meningkatkan energi Anda dan menguntungkan sistem saraf, sistem kekebalan tubuh, dan darah Anda.

Sedankan biji labu yang biasanya dipanggang sebelum dikonsumsi, merupakan sumber seng, tembaga dan selenium. Mengonsumsi dua sendok makan biji labu akan memberi Anda sekitar 25% magnesium, mineral yang memainkan peran penting dalam sekitar 300 reaksi metabolisme dalam tubuh.

Dari daftar makanan di atas, mana makanan sehat yang biasa Anda konsumsi? Jika Anda tidak terjebak mitos, berarti pilihan makanan sehat yang Anda pilih sudah tepat.

Kini Anda hanya perlu meneruskan kebiasaan Anda memilih makanan sehat dengan mengenali fakta nutrisi yang ada. Jangan mau dibohongi dengan label makanan sehat. Karena terkadang makanan yang Anda pikir sehat belum tentu sehat lo. Jika Anda ingin lebih aman, konsultasikan pilihan makanan sehat  Anda dengan dokter atau ahli gizi yang berpengalaman.


WhatsApp-Image-2019-12-04-at-13.46.21-1200x1200.jpeg
04/Dec/2019

Apa penyebab rasa mual setelah olahraga?

1. Makanan tidak tercerna dengan baik sebelum olahraga

Menurut Joel Seedman, Ph.D., seorang spesialis kinerja atletik dan pemilik Advanced Human Performance di Amerika Serikat menyebutkan bahwa salah satu pemicu timbulnya rasa mual setelah olahraga yaitu kelebihan makanan dan cairan dalam lambung sebelum olahraga, yang tidak mampu dicerna secara optimal oleh sistem pencernaan. Hal ini bisa disebabkan karena peredaran darah di saluran pencernaan tidak bekerja dengan baik.

Untuk mengantisipasi hal ini, Anda disarankan memberi jeda antara waktu makan dan waktu mulai olahraga sekitar 30 menit sampai 3 jam. Di samping itu, usahakan untuk meminimalisasi konsumsi makanan berlemak tinggi sebelum memulai olahraga yang intensif.

Meskipun lemak dipercaya bisa membuat Anda kenyang lebih lama, tapi butuh waktu yang tidak sebentar untuk mencerna makanan ini. Sebagai gantinya, Anda bisa memfokuskan konsumsi pada makanan yang mengandung sumber protein dan karbohidrat guna memberi bahan bakar pada tubuh.

Selain itu, sebuah penelitian pada peserta olahraga dengan perut kosong menunjukkan hasil bahwa rasa mual akan lebih mungkin jika perut tidak mengonsumsi apapun sebelum melakukan olahraga.

2. Kadar gula darah rendah

Gula darah rendah, dalam bahasa medis disebut dengan hipoglikemia, merupakan kondisi saat seseorang memiliki kadar gula darah yang berada di bawah angka normal yakni 70 mg/dL. Padahal, gula dibutuhkan oleh organ-organ tubuh saat berolahraga untuk memperkuat otot.

Berolahraga dengan intens dan dalam jangka waktu yang lama dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Akibatnya, Anda mungkin mengalami gemetar, kelelahan, serta penglihatan kabur saat sedang olahraga. Kuncinya yaitu perbanyak konsumsi protein dan karbohidrat untuk mengatur kadar gula darah.

3. Olahraga dengan intensitas tinggi

Kemampuan tubuh untuk bisa melakukan berbagai jenis olahraga tidaklah sama. Sebaiknya jika Anda tidak terbiasa, jangan paksa tubuh Anda untuk melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Pasalnya, semakin keras kerja otot Anda, maka kebutuhan oksigen juga akan semakin banyak.

Namun, ketika tubuh tidak mendapatkan kebutuhan oksigen yang cukup untuk digunakan selama latihan dengan intensitas tinggi, maka tubuh Anda akan mulai menghasilkan limbah metabolik seperti ion, karbon dioksida, dan asam laktat. Hal ini juga bisa memicu timbulnya rasa lelah dan terbakar pada otot-otot tubuh.

Pada intinya, rasa mual setelah olahraga, merupakan tanda bahwa intensitas olahraga Anda terlalu berlebihan. Jika hal ini sering Anda alami, cobalah untuk mengurangi intensitas latihan Anda sedikit demi sedikit.

4. Sistem pencernaan tidak mendapat cukup pasokan darah

Waspada jika Anda melakukan olahraga dengan intensitas yang terlalu tinggi. Pasalnya, darah akan lebih banyak didistribusikan ke dalam otot untuk memasok oksigen dan nutrisi. Akibatnya, darah yang diedarkan ke perut dan usus tidak terlalu banyak lalu akan memicu rasa mual.

Bila hal ini sering terjadi pada Anda, ada baiknya Anda fokus pada olahraga intensitas tinggi di satu area tubuh tertentu saja. Misalnya, saat Anda melakukan olahraga berat yang mengutamakan bagian atas tubuh (upper body), maka harus lebih santai pada bagian bawah tubuh. Hal ini diharapkan dapat menyeimbangkan aliran darah ke sekujur tubuh.

Apa yang harus dilakukan jika merasa mual setelah olahraga?

Jangan khawatir, ada beberapa cara yang disarankan untuk Anda lakukan guna mengurangi sensasi mual usai berolahraga, di antaranya:

  • Bila hal ini sering Anda alami setelah selesai olahraga, sebaiknya kurangi intensitas olahraga Anda secara perlahan.
  • Menghentikan olahraga secara tiba-tiba bisa memicu keinginan untuk mual. Sebagai gantinya, jangan langsung berhenti olahraga, tapi mulailah berjalan perlahan dengan intensitas yang semakin lambat sampai Anda merasa nyaman untuk benar-benar berhenti.
  • Cobalah untuk berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi daripada perut. Fungsinya untuk membantu mengarahkan darah kembali ke jantung dan sistem pencernaan.
  • Konsumsi cairan yang cukup selama olahraga. Pasalnya, cairan mampu mempercepat pencernaan karbohidrat, yang pada akhirnya akan mengosongkan lambung untuk membantu meringankan gejala mual.

Nah, apabila mual setelah olahraga terjadi dalam frekuensi yang tidak normal, sebaiknya segera konsultasikan masalah ini pada dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat dengan kondisi kesehatan Anda.


2
02/Dec/2019

Kebiasaan telat makan memang terlihat sepele, tapi tahukah Anda jika kebiasaan buruk ini akan berdampak pada kesehatan tubuh?

1. Gampang lelah

Menurut Evelyn Tribole, penulis buku Eating on the Run, pasokan glukosa pada otak menjadi terganggu dalam waktu 4-6 jam sejak jam makan terakhir. Saat pasokan level glukosa rendah, berarti tubuh jadi kurang efisien untuk menjalankan fungsi normalnya. Nah, jika ini terjadi, Anda akan lebih rentan mengalami kelelahan, lemah, lesu, dan bahkan jadi sering murung. Hal ini dikarenakan gula darah yang rendah akan mempengaruhi memori, konsentrasi dan juga kinerja mental atau fisik Anda.

2. Metabolisme melambat

Metabolisme tubuh akan terus berjalan meskipun jila Anda sedang dalam kondisi beristirahat. Fungsinya untuk membakar kalori dan mengubahnya menjadi energi. Tingkat metabolisme tubuh ini ditunjang oleh asupan kalori. Itu sebabkan Anda mengonsumsi kalori dengan jumlah cukup untuk menunjang proses pembakaran energi. Nah, jika Anda telat makan, maka secara otomatis metabolisme tubuh jadi ikut melambat untuk menyimpan kalori dalam tubuh agar bisa dibakar dalam waktu yang lama. Dampaknya, Anda akan merasakan lemas dan tak bertenaga, sehingga aktivitas lainpun jadi ikut terganggu.

3. Sindrom iritasi usus (irritable bowel syndrome)

Makan teratur memiliki banyak manfaat untuk fisik dan juga pencernaan. Tapi, Banyak orang kerap menunda bahkan melewatkan waktu makan karena berpikiran hal tersebut bisa jadi jalan menurunkan berat badan. Padahal, hal ini justru berbahaya. Pasalnya, telat makan bisa menyebabkan gangguan sistem pencernaan seperti irritable bowel syndrome yang mengacu pada kumpulan gejala kronis distress lambung, termasuk kram perut dan nyeri, sembelit atau diare, serta kembung. Penyakit ini bisa disebabkan akibat adanya iritasi pada usus yang disebabkan karena pola makan yang salah.

4. Tukak lambung atau radang lambung

Selain perut kram, penyakit berbahaya lain yang bisa muncul jika Anda sering telat makan adalah tukak lambung atau peradangan pada lambung. Dalam kasus ini, lambung terluka atau mengalami iritasi yang ditimbulkan oleh cairan lambung pada mukosa lambung. Gejala yang terjadi, umumnya Anda akan mengalami nyeri hebat yang menjalar hingga ke ulu hati setelah makan. Seperti diungkapkan dalam Journal of the American Medical Association, stress akibat melewatkan waktu makan dan jam tidur yang salah berkontribusi meningkatkan beban asam duodenum atau usus 12 jari, yang menjadi penyebab berkembangnya atau memperburuk gejala penyakit tukak lambung.

5. Stress

Sering mengalami nyeri pada perut dan melewatkan waktu makan bisa jadi sebagai tanda-tanda bahwa Anda mengalami stress. Hal ini dikarenakan, saat berhadapan dengan faktor stress secara fisik maupun mental, tubuh akan merespon dengan reaksi perlawanan alami. Seperti diungkapkan oleh Georgetown University Helath Education Services, bahwa bentuk-bentuknya bisa seperti lupa makan, sakit kepala, cemas dan mengalami kram perut.

Jadi, bila Anda sering melupakan waktu makan, bisa jadi pertanda sedang mengalami stress. Untuk itu cobalah makan teratur, selain meningkatkan energi juga dapat meningkatkan energi positif dalam diri Anda.


6
18/Nov/2019

Sebenarnya, jika Anda alergi rumput laut, tak hanya ketika dimakan, tapi saat memengang tumbuhan ini Anda akan langsung mengalami gejala alergi. Jadi, hati-hati jika Anda berenang di pantai dan di sekitarnya ada rumput laut.

Jangan sampai terkena kulit atau bahkan memegangnya, bisa-bisa gejala berikut ini yang akan Anda alami:
1. Gatal-gatal
2. Rasa terbakar pada kulit
3. Iritasi kulit


41
14/Nov/2019

Hari Diabetes Sedunia (World Diabetes Day) diperingati setiap 14 November, dan menjadi bentuk kampanye kesadaran global atas penyakit diabetes mellitus.
Federasi Diabetes Internasional (IDF) biasanya membuat tema yang berkaitan dengan diabetes setiap tahunnya.
Diabetes yang merupakan penyakit tidak menular, yang dapat dicegah dan diobati dan mengalami. Penderita penyakit ini meningkat pesat di dunia, dipengaruhi gaya hidup dan pola makan.
Pertama kali, Hari Diabetes dunia diperingati pada 1991 oleh IDF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


26
12/Nov/2019

Hari Ayah Nasional atau peringatan Hari Ayah di Indonesia dirayakan setiap tanggal 12 November. Hari Ayah dirayakan dengan memberi hadiah bagi bapak dan berkumpul bersama anggota keluarga lainnya. Ungkapan terima kasih kepada ayah ini disampaikan atas perannya sebagai tulang punggung, sandaran dan pelindung dalam rumah tangga.


logo putih-01-01-01

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

Recent Posts

Copyright by Markbro 2018. All rights reserved.