Penyebab, Gejala, Dan Penanganan Hyperopia

May 3, 2019 by RSI A.YANI0
2050-50-penduduk-dunia-beresiko-rabun-dekat-215249-1.jpg

Rabun dekat (mata jauh), atau dikenal juga dengan hipermetropi atau hyperopia, adalah kondisi mata di mana penderita dapat melihat benda yang berada di kejauhan dengan jelas, namun tidak dapat melihat dengan jelas benda yang dekat. Pada beberapa kasus rabun jauh yang serius, penderita hanya dapat melihat benda yang terletak sangat jauh.

Secara teknis Rabun dekat atau hiperopia muncul jika mata lebih pendek (pipih) dibanding ukuran normal. Bentuk seperti ini membuat bayangan benda jatuh di belakang retina, bukan pada retina. Kondisi ini banyak dijumpai dan umumnya diturunkan dari orang tua kepada anak. Karena kondisi yang demikian, lensa mata harus bekerja berat untuk menjaga bayangan benda tetap jatuh pada retina.

Penyebab

Beberapa faktor yang bisa membuat mata menjadi rabun dekat ialah. Genetika, karena Sebagian orang dapat mewarisi penyakit rabun dekat oleh orang tua dan Usia, Rabun dekat lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 40 tahun namun masih ada kemungkinan bisa dialami oleh usia berapa saja.

Faktor lain yang walaupun jarang namun bisa menyebabkan terjadinya rabun dekat, yaitu tumor di sekitar mata, diabetes, masalah pembuluh darah di retina atau foveal hypoplasia, dan mata yang tidak berkembang sempurna saat bayi masih di dalam kandungan atau disebut sindrom mata kecil. Bayi dan anak-anak biasanya sedikit mengalami rabun dekat; setelah mata mereka tumbuh dan bentuknya menjadi lebih panjang, rabun dekatnya akan hilang dengan sendirinya, biasanya pada usia tujuh atau delapan tahun. Remaja dewasa yang matanya tetap rabun dekat umumnya tidak menyadari kondisi ini karena mata mereka masih cukup lentur untuk mengoreksi penglihatan tanpa bantuan kacamata atau lensa kontak.

Gejala

Awalnya gejala rabun dekat sulit dideteksi atau hampir tidak disadari. Seiring bertambahnya usia, penderita baru sadar semakin sulit bagi mereka untuk melihat benda yang jaraknya dekat, dan akhirnya benda yang jauh pun tampak buram. Tapi ada beberapa gejala-gejala umum seperti,
•Objek jauh terlihat jelas, tapi objek dekat tampak tidak fokus dan buram.
•Mata terasa lelah usai melihat objek dekat, seperti menggunakan komputer atau membaca
•Harus mengerlingkan mata untuk melihat dengan jelas.
•Kesulitan membaca.
•Mata terasa panas dan gatal.
•Sakit kepala.

Penanganan

Rabun dekat mudah diatasi, dan mata yang termasuk mata jauh sesungguhnya sehat. Kondisi rabun dekat terjadi ketika bayangan benda jatuh di belakang retina; karena itu koreksinya adalah dengan membuat bayangan benda jatuh kembali pada retina mata. Metode yang umum dipakai untuk koreksi penglihatan antara lain:
•Menggunakan kaca mata dan lensa kontak : metode yang paling sederhana dan paling banyak dipilih untuk memperbaiki penglihatan.
•Melakukan Operasi : Koreksi penglihatan untuk mengatasi rabun dekat dapat dilakukan dengan beberapa jenis operasi, namun metode ini biasanya memakan biaya besar, dan risikonya lebih besar dibanding metode koreksi dengan kacamata atau lensa kontak. Operasi dilakukan dengan teknologi laser atau insisi kecil untuk mengembalikan bentuk kornea pada mata yang bermasalah.

Rabun dekat tidak dapat dicegah, namun Anda dapat membantu melindungi mata dan penglihatan Anda dengan tips-tips berikut:

•Periksakan mata secara rutin
•Jaga kondisi kronis Anda, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, karena dapat mempengaruhi penglihatan Anda
•Kenali gejala untuk dapat segera mencari bantuan medis
•Gunakan kacamata dan lensa kontak yang tepat
•Gaya hidup dan pola makan yang sehat, serta hindari rokok untuk melindungi mata Anda, juga ingatlah untuk bekerja atau belajar dengan pencahayaan yang baik.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


logo putih-01-01-01

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

Recent Posts

Copyright by Markbro 2018. All rights reserved.