INFO UNTUK ANDA

artikel-2024-06-13T142750.269.png
13/Jun/2024

Kesehatan sangat penting bagi setiap orang. Orang yang sehat dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Mereka akan kesulitan melakukan tugas mereka jika mereka tidak memiliki kondisi kesehatan yang baik. Banyak gerakan dibutuhkan saat bergerak, seperti berjalan, berlari, menekuk, membungkuk, mengangkat, dll. Banyak gerakan berpotensi menyebabkan keluhan, salah satunya low back pain (LBP). LBP adalah suatu kondisi nyeri yang dirasakan biasanya pada bagian punggung bawah hingga kaki. Usia, postur tubuh, cedera, obesitas, atau kondisi medis tertentu adalah beberapa penyebab LBP. LBP biasanya diobati dengan fisioterapi, latihan, obat, atau pembedahan, serta terapi penunjang seperti korset elastis.

Salah satu alat bantu yang digunakan untuk LBP adalah korset, yang berbeda-beda tergantung pada bahan yang digunakan dan tujuan penggunaannya. Korset elastis, yang diberi penyangga oleh bar atau plat alumunium, adalah yang paling umum digunakan untuk LBP.

 

Cara Pemakaian Korset Elastis

Korset elastis digunakan sepanjang hari, kecuali saat tidur dan mandi, untuk meningkatkan postur punggung bagian bawah dan mengurangi nyeri. Ada beberapa aturan untuk memakai korset elastis dengan benar:

  • Pilih korset elastis yang tepat ukurannya.
  • Jika Anda hipersensitif terhadap bahan korset elastis, lapisi tubuh Anda dengan kaos dalam atau kain sebelum menggunakannya.
  • Berhati-hatilah untuk membedakan bagian atas dan bawah korset elastis.
  • Sesuaikan bar belakang dengan lekukan punggung bawah.
  • Pasang korset elastis dengan bar di belakang punggung bawah.
  • Perketat bagian depan perut.
  • Tarik perekat yang digunakan pada korset elastis disesuaikan dengan ukuran tubuh kita.

 

Perawatan Korset Elastis

Tips untuk menjaga korset elastis agar tetap nyaman dan awet:

  • Agar tidak mudah kotor karena keringat, hindari kontak langsung dengan kulit.
  • Jika korset elastis basah cukup diangin-anginkan
  • Untuk mencegah kerusakan elastis, hindari menjemur korset elastis di bawah sinar matahari langsung.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-06-12T111618.359.png
12/Jun/2024

Istilah “mager” atau malas gerak sekarang populer di kalangan remaja. Anak-anak sering memilih untuk menghabiskan waktu luang mereka dengan berbaring atau duduk-duduk dan memainkan perangkat elektronik mereka. Meskipun pola hidup mager, juga dikenal sebagai pola hidup sedenter, dapat memiliki banyak dampak negatif jika keterusan, terutama dengan paparan screen time yang berlebihan, seperti gawai atau TV. Anak-anak yang menjalani pola hidup sedenter akan mengalami kelelahan saat beraktivitas, kurang kebugaran, dan kurang daya tahan. Di sisi lain, paparan screen time yang berlebihan akan mengganggu fokus, prestasi akademik, dan bahkan kemampuan untuk mengelola emosi.

 

Manfaat Aktivitas Fisik Untuk Anak

Sebagai orang tua, kita harus berhati-hati untuk mendorong anak-anak kita untuk hidup aktif. Dimulai dengan bermain saat bayi lahir dan dipertahankan selama perkembangan anak hingga dewasa. Bermain memiliki banyak manfaat bagi anak, termasuk:

  • Melatih koordinasi dan keseimbangan
  • Kekuatan dan kelenturan otot dilatih
  • Menambah kepadatan tulang
  • Melatih kemampuan indra
  • Meningkatkan kemampuan motorik
  • Melatih daya ingat, fokus, dan kemampuan akademik
  • Meningkatkan kesehatan paru-paru dan jantung
  • Kemampuan untuk bersosialisasi dan berkomunikasi
  • Mengoptimalkan kualitas tidur

Bermain harus sesuai dengan tahapan perkembangan anak dan kemampuan mereka. Orang tua, misalnya, dapat mengajak anak usia 8 bulan yang baru belajar merangkak untuk bermain dengan meletakkan boneka di tempat yang agak jauh dan berlomba-lomba untuk meraihnya. Selain penting untuk membangun hubungan antara orang tua dan anak, aktivitas bermain ini juga membantu anak mengoptimalkan perkembangan motorik dan komunikasi mereka.

Si kecil tidak perlu menggunakan alat yang mahal atau mainan khusus untuk bermain; mereka dapat bermain kapan saja mereka mau. Untuk mengajak anak bermain dan bereksplorasi, kita dapat menggunakan benda-benda di sekitar kita. Bermain di luar rumah bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk anak-anak di usia dua hingga tiga tahun. Anak-anak dapat belajar mengayuh sepeda, bermain petak umpet, atau lempar bola. Selain melatih kemampuan motorik anak, berbagai aktivitas di luar ruangan ini juga mengajarkan mereka cara berinteraksi dengan orang lain selain keluarga mereka. Anak-anak akan belajar beradaptasi dengan tempat baru, memahami aturan sosial, dan sabar menunggu giliran. Untuk anak-anak dan remaja, bermain dapat digabungkan dengan aktivitas yang terorganisir atau berolahraga. Kita semua tahu banyak manfaat dari berolahraga secara teratur. Oleh karena itu, jangan ditunda lagi. Anak-anak harus segera bermain dan berhenti ngemil.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-06-07T152402.873.png
07/Jun/2024

Salah satu faktor yang meningkatkan kemungkinan gigi keropos adalah terkikisnya enamel di gigi, yang biasanya disebabkan oleh zat asam. Selain itu, individu yang menderita kondisi medis tertentu, seperti mulut kering, penyakit asam lambung, atau orang yang mengonsumsi obat antihistamin juga berisiko mengalami gigi keropos. Lapisan terluar gigi yang disebut enamel berfungsi untuk melindungi dan mencegah kerusakan gigi. Sayangnya, konsumsi makanan dan minuman tertentu akan mengikis lapisan enamel ini dengan waktu. Gigi ini dapat menjadi sensitif dan mudah patah jika rusak atau keropos. Bakteri yang merugikan di gigi berasal dari sisa makanan manis yang menumpuk, yang kemudian berubah menjadi plak yang menempel di gigi.

Setelah itu, bakteri akan mengeluarkan zat asam yang dapat mengikis lapisan gigi secara bertahap. Jika kita tetap tidak sadar akan kebersihan gigi kita, lapisan yang terkikis ini dapat semakin lebar dan membentuk lubang. Oleh karena itu, untuk mencegah plak yang menyebabkan gigi berlubang, gigi harus dibersihkan secara teratur. Gigi ini dapat menjadi sensitif dan mudah patah jika rusak atau keropos. Apa saja makanan dan minuman yang harus dihindari untuk mencegah lapisan enamel di gigi rusak?

 

Makanan dan Minuman Penyebab Gigi Keropos

Hindari makanan atau minuman berikut agar Anda tidak mengalami gigi keropos:

  • Roti
    Siapa yang mengira ternyata roti dapat menyebabkan gigi menjadi lebih buruk? Ini karena air liur di mulut memecah zat pati menjadi gula saat mengunyah roti. Sisa roti yang dikunyah dapat menempel di sela-sela gigi, menyebabkan bakteri yang menyebabkan gigi berlubang dan keropos.
  • Permen
    Makanan manis, seperti kue dan permen, dapat merusak gigi dan menyebabkan gigi keropos. Ini karena kandungan gula pada sisa makanan yang menempel di gigi dapat memicu hadirnya bakteri, yang mengolah gula sebagai sumber energi, sehingga terbentuk zat asam.
  • Buah dengan rasa asam
    Makanan asam, seperti jeruk dan lemon, dapat mengikis enamel gigi dan menyebabkan kerusakan gigi. Jadi, jika Anda ingin mengonsumsi buah-buahan yang asam atau minum air dengan perasan lemon, pastikan untuk membilas mulut Anda dengan air putih setelahnya.
  • Minuman berkarbonasi
    Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman bersoda terlalu sering dapat menyebabkan gigi keropos dan kerusakan gigi lainnya. Ini karena minuman tersebut memicu pembentukan plak gigi dan peningkatan produksi asam, yang pada gilirannya menyebabkan enamel gigi terkikis. Soda juga dapat menyebabkan mulut kering. Bakteri akan cepat berkembang biak dan merusak gigi.
  • Es batu
    Mengunyah sesuatu yang keras dan dingin, seperti es batu, dapat merusak enamel gigi. Jika enamel rusak, gigi dapat terkelupas atau patah.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-06-05T154842.720.png
05/Jun/2024

Jika masyarakat tidak tahu tentang penyakit radang usus, yang juga dikenal sebagai penyakit usus radang, penanganan penderita akan terlambat, menyebabkan kondisi mereka menjadi lebih buruk. Reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap saluran pencernaan adalah penyebab penyakit idiopatik yang dikenal sebagai radang usus. Diare, nyeri perut, dan penurunan berat badan adalah beberapa gejala radang usus. Melalui simbiosis mikroba, lingkungan usus yang sehat dapat membantu meningkatkan pencernaan makanan dan mempengaruhi mukosa sistem kekebalan tubuh.

Dianggap sebagai salah satu faktor pendorong utama peningkatan prevalensi penyakit radang usus (IBD) di negara-negara barat adalah perubahan faktor lingkungan, khususnya gaya hidup yang dipengaruhi oleh gaya hidup Barat, terutama perubahan pada pola makan. Pola makan ini melibatkan peningkatan jumlah protein dan lemak (tak jenuh) sambil mengurangi jumlah buah-buahan, sayuran, dan serat. “Westernisasi” kebiasaan makan di negara-negara berkembang sebanding dengan peningkatan kasus IBD di seluruh dunia.

 

Tipe Mayor Penyakit Radang Usus

  • Kolitis Ulseratif (KU)
    Kolitis ulseratif (KU) adalah peradangan yang terjadi di usus besar. KU dibedakan menurut lokasi, luas, dan intensitas peradangan. 

    • Inflamasi yang terbatas pada rektum disebut proktitis ulseratif.
    • Inflamasi yang terjadi pada rektum dan kolon sigmoid disebut proktosigmoiditis.
    • Infeksi yang menyerang seluruh kolon disebut kolonitis.
    • Inflamasi yang dikenal sebagai kolitis sisi kiri dimulai dari rektum dan menyebar ke kolon sigmoid dan kolon desendens.
    • Salah satu bentuk pankolitis yang paling parah adalah kolitis fulminan.
  • Crohn Disease (CD)
    Salah satu area dari saluran pencernaan, mulai dari mulut hingga dubur, dapat terkena penyakit Crohn.
  • Kolitis Collagenous
    Adanya kumpulan kolagen yang tebal dan tidak elastis di bawah lapisan usus besar adalah tanda peradangan yang disebut kolitis kolagen.
  • Kolitis Limfositik
    Ketika sel-sel darah putih (limfosit) meningkat dalam jaringan usus besar, ini disebut kolitis limfositik. Diare yang berair, tetapi tidak berdarah, adalah gejala penyakit ini.

 

Penyebab dan Gejala

Radang usus dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk pola makan yang terlalu banyak mengandung cabai atau makanan pedas, konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan, masalah dengan sistem kekebalan tubuh, dan stres yang berlebihan.

Penderita tampak cukup pucat, kehilangan berat badan, lelah, kehilangan nafsu makan, diare, atau mengalami pendarahan saat buang air besar. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk segera berobat agar kita dapat menghindari komplikasi yang lebih parah seperti anemia atau rendahnya kadar hemoglobin dalam darah. Ada juga pasien yang mengalami bisul di lidah dan bibir mereka.

 

Pencegahan

Untuk menjaga sistem pencernaan Anda tetap sehat, sangat penting untuk mengonsumsi makanan yang seimbang. Masalah radang usus atau peradangan dapat dihindari dengan makan buah-buahan dan sayuran hijau serta minum air putih yang cukup. Atas rekomendasi dokter, sistem kekebalan tubuh dapat dipulihkan melalui penggunaan berbagai jenis obat, termasuk “hidrokortison succinite” dan “kortikosteroid”, yang berfungsi untuk menghilangkan dan meredakan peradangan.

Dokter pasien juga meminta mereka mengonsumsi zat besi seperti “asam folat” jika mereka menderita kekurangan darah. Jangka waktu pemulihan dan pemulihan juga bergantung pada tingkat kesehatan pasien, dan mungkin cukup lama. Singkatnya, mengikuti kebiasaan makan yang seimbang dan bergizi dapat membantu kita menghindari penyakit radang usus. Selain itu, meluangkan waktu untuk rekreasi dan berolahraga setiap hari juga dapat membantu mengurangi stres. Hal ini dapat membantu kita menghindari makan berlebihan yang pada akhirnya berbahaya bagi kesehatan kita.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-06-04T131747.980.png
04/Jun/2024

Penyakit jantung koroner adalah masalah kesehatan yang serius bagi masyarakat dan dapat mengancam jiwa. Karena arteri koroner adalah pembuluh darah yang menyuplai aliran darah ke otot jantung, jika tersumbat, aliran darah ke otot jantung dapat berkurang. Kondisi ini dapat menyebabkan infark (kematian sel jantung) atau serangan jantung (terhentinya jantung memompa darah secara keseluruhan). Coronary artery bypass graft (CABG), juga disebut sebagai operasi pintas arteri koroner, dan percutaneous coronary intervention (PCI) adalah dua jenis operasi bedah yang paling umum untuk mengobati penyakit ini.

Revaskularisasi, atau kembalinya aliran darah melalui arteri koroner yang tersumbat, adalah tujuan dari baik CABG maupun PCI. Selama operasi terbuka yang dikenal sebagai CABG, dokter bedah memotong dada pasien untuk menyambungkan pembuluh darah baru dari aorta ke arteri koroner dengan melewati area arteri yang tersumbat. Dua metode CABG yang dapat digunakan selama prosedur ini adalah on-pump CABG, yang menggunakan mesin jantung-paru untuk menghentikan detak jantung; atau off-pump CABG, yang menggunakan mesin jantung-paru dan menjalankan prosedur dalam keadaan berdetak.

Sebaliknya, perkutan koroner (PCI) adalah prosedur non-invasif yang menggunakan kateter, selang kecil. Alat ini dimasukkan melalui pembuluh darah di pangkal paha atau pergelangan tangan dan kemudian didorong hingga mencapai arteri koroner yang tersumbat di jantung. Di ujung kateter, balon dibuat untuk membuka bagian arteri yang menyempit. Untuk mempertahankan pembuluh darah terbuka, ring jantung atau stent dapat dipasang di area yang tersumbat.

Masing-masing dari tindakan ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada pasien dengan penyakit jantung koroner yang lebih parah yang melibatkan tiga atau lebih arteri yang tersumbat, CABG biasanya lebih efektif daripada prosedur PCI. Di sisi lain, prosedur PCI lebih baik dilakukan pada pasien dengan penyakit jantung koroner yang tidak begitu parah, yang hanya meliba. PCI biasanya lebih cepat pulih dan tidak membutuhkan rawat inap yang lama. Namun, pada beberapa pasien, PCI sering kali memerlukan prosedur revaskularisasi lagi, dan efektivitasnya dapat terbatas pada pembuluh darah yang sangat kecil atau berbelok-belok.

Dokter dan pasien harus bekerja sama untuk membuat keputusan operasi yang tepat. Usia pasien, kesehatan umum, jumlah dan lokasi arteri yang tersumbat, dan preferensi pasien adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi keputusan ini. Pada beberapa pasien, CABG dipilih karena banyaknya arteri koroner yang tersumbat dan dapat menghindari kemungkinan pengulangan tindakan revaskularisasi di masa depan. Namun, bagi pasien yang lebih tua atau memiliki kondisi medis yang rumit, PCI mungkin lebih baik karena pemulihan yang lebih cepat dan risiko yang lebih rendah.

Pasien yang menjalani prosedur revaskularisasi dengan CABG atau PCI harus tetap menjaga pola makan yang sehat dan mengikuti program rehabilitasi jantung yang disarankan dokter mereka untuk meningkatkan hasil prosedur dan mencegah kondisi yang lebih buruk di masa depan.

Perawatan yang tepat diperlukan untuk memperbaiki kondisi pasien dengan penyakit jantung koroner, yang merupakan penyakit yang serius. Dalam beberapa kasus, tindakan revaskularisasi (baik melalui CABG maupun PCI) dapat menjadi pilihan yang baik untuk mengobati kondisi ini. Ini tergantung pada karakteristik pasien. Oleh karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan tindakan apa yang paling sesuai untuk kondisi Anda.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-06-03T145433.774.png
03/Jun/2024

Infeksi virus dengue menyebabkan demam berdarah dengue (DBD), yang merupakan penyakit akut dengan gejala perdarahan dan syok yang berpotensi fatal. DBD disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dalam famili Flaviviridae, Flavivirus, yang sangat berbeda sehingga tidak ada proteksi silang dan wabah yang disebabkan oleh salah satu serotipe (hiperendemisitas). Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus adalah cara virus dapat masuk ke dalam tubuh manusia. Kecuali pada ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut, kedua jenis nyamuk ini dapat ditemukan hampir di seluruh Indonesia.

Kecuali daerah di atas ketinggian 100 meter di atas permukaan laut, seluruh wilayah di Indonesia rentan terjangkit penyakit demam berdarah dengue karena virus dan nyamuk penyebabnya tersebar luas di rumah dan tempat umum. Penyakit Demam Berdarah Dengue dapat menyerang semua orang, meskipun pada saat ini lebih sering menyerang anak-anak. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, lebih banyak orang dewasa yang menderita penyakit ini.

 

Gejala yang timbul Akibat Demam Berdarah Dengue

Patokan gejala klinis penyakit demam berdarah dengue disebutkan oleh World Health Organization (WHO), badan organisasi PBB yang menangani masalah kesehatan:

  • Demam tinggi dengan cepat dan terus-menerus selama dua hingga tujuh hari.
  • Manifestasi pendarahan, yang mencakup setidaknya uji torniket positif dan salah satu jenis perdarahan tambahan, yaitu:
    • Petaka (bintik-bintik merah yang disebabkan oleh pendarahan di dalam atau di bawah kulit)
    • Purpura, yang berarti ada perdarahan di kulit.
    • Ekimosis, yang ditandai dengan bercak perdarahan pada kulit dan selaput lendir.
    • Epistaksis, yang merupakan mimisan, dan perdarahan dari gusi
    • hematemesis, atau muntah darah
    • Melen, yang memiliki tinja berwarna hitam karena perdarahan.
  • Peningkatan ukuran hati
  • Ada atau tidak ada renjatan atau syok.
  • Trombositopeni adalah kondisi di mana jumlah trombosit dalam darah kurang dari 1.000.000 trombosit per ul.
  • Pembesaran plasma, juga dikenal sebagai hematokonsentrasi, dapat didefinisikan sebagai peningkatan nilai hematocrit, yang mecermintan perembesan plasma, sebanyak 20% atau lebih dibandingkan dengan nilai hematocrit selama masa konvalesan, atau masa penyembuhan.

 

Faktor Risiko Demam Berdarah Dengue

Faktor risiko penyebab kejadian demam berdarah dengue termasuk nyamuk Aedes aegypti sebagai komponen utama penyebaran virus dengue, kebutuhan kita untuk menjaga kekebalan kita agar kita tidak mudah terkena penyakit demam berdarah dengue, lingkungan sekitar rumah sangat memengaruhi perkembangbiakan dan pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti, dan tindakan manusia dalam memerangi nyamuk dan larva Aedes aegypti adalah hal-hal yang harus diperhatikan untuk mencegah dan menghentikan penyebaran virus.

 

Penularan Demam Berdarah Dengue

Infeksi virus dengue ditularkan oleh manusia, virus, dan vektor perantara. Virus dengue ditularkan kepada manusia melalui nyamuk Aedes aegypti. Spesies lain seperti Aedes albopictus, Aedes polynesiensis, dan beberapa spesies lainnya juga dapat menularkan virus ini, tetapi vektornya lebih kecil. Saat Aedes menggigit orang, mereka membawa virus dengue. Setelah itu, dalam waktu 8–10 hari (masa inkubasi eksternal), virus berkembang biak di kelenjar liur sebelum dapat ditularkan kembali kepada orang lain pada gigitan berikutnya.

Sekali virus dapat masuk dan berkembang biak di dalam tubuh nyamuk, ia dapat menularkan virus selama hidupnya (infektif). Dalam tubuh manusia, virus memerlukan waktu inkubasi internal empat hingga enam hari sebelum menyebabkan penyakit. Jika seseorang digigit oleh nyamuk, virus dapat menyebar dari orang ke orang.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-05-22T104037.413.png
22/May/2024

Setiap orang memiliki kebiasaan minum yang unik, jadi jumlah air yang mereka keluarkan juga berbeda-beda tergantung pada jumlah air yang mereka minum. Namun demikian, orang dewasa normal mengeluarkan 1000 hingga 2000 mililiter urine setiap hari. Jika jumlah air seni yang dikeluarkan kurang dari jumlah ini, itu disebut oliguria, istilah medis untuk kondisi penurunan volume urine atau air kencing yang keluar dari tubuh. Oliguria adalah gejala dari kondisi di mana volume urine sangat sedikit, yaitu kurang dari 400 mL per 24 jam. Ini dapat menjadi gejala dari berbagai masalah kesehatan, termasuk dehidrasi dan penyakit ginjal. Semua orang dapat mengalami produksi urine yang rendah. Jenis penyakit ginjal tertentu yang dapat menyebabkan cedera ginjal akut membuat kondisi ini lebih mungkin terjadi.

Pada episode hipovolemia, tubuh manusia melakukan tindakan fisiologis normal untuk menyimpan cairan dan elektrolit. Mekanisme ini dikendalikan secara ketat oleh neurohormon dan dapat diperbaiki tanpa menyebabkan kerusakan ginjal berikutnya. Dengan minum cukup (sekitar 8–10 gelas per hari), orang dengan ginjal yang sehat dapat menghasilkan sekitar 800–2.000 mL urine setiap hari. Jika ginjal seseorang menghasilkan volume urine kurang dari jumlah tersebut, orang tersebut dapat mengalami oliguria. Usia menentukan batasan oligouria. Jumlah urine yang dapat dianggap oligouria adalah kurang dari 400 mL per 24 jam untuk orang dewasa, kurang dari 0,5 mL/kg berat badan/jam (mL/kg BB/jam) untuk anak-anak, dan kurang dari 1 mL/kg BB/jam untuk bayi.

 

Penyabab Oliguria

Perubahan aliran darah menuju ginjal (prerenal), kerusakan ginjal (renal), atau penyumbatan saluran urine (postrenal) dapat menyebabkan oliguria.

  • Gangguan pada aliran darah ke ginjal
    Oleguria prerenal adalah hasil dari hambatan aliran darah ke ginjal. Beberapa kondisi yang menyebabkannya adalah: 

    • Perdarahan, dehidrasi yang parah, muntah, dan diare menyebabkan penurunan drastis jumlah darah atau cairan di dalam tubuh.
    • Reaksi alergi yang signifikan atau syok anafilaksis
    • Hipertensi tidak dapat dikendalikan.
    • Sepsis
    • Luka bakar yang parah
    • Gagal menerima
    • Gangguan jantung
  • Kerusakan Ginjal
    Oliguria dapat disebabkan oleh cedera atau kerusakan ginjal, seperti: 

    • Kerusakan pada sel-sel tubulus ginjal, yang juga dikenal sebagai nefropati diabetik,
    • Glomerulonefritis adalah peradangan pada glomerulus atau saringan ginjal.
    • Gagal ginjal yang akut
    • Penyakit autoimun yang dapat menyerang ginjal, seperti skleroderma
    • Hipertensi maligna adalah kondisi di mana tekanan darah meningkat dengan cepat melebihi ambang batas normal.
    • Kumpulan gejala yang disebabkan oleh pecahnya sel darah merah dan rusaknya bagian dalam dinding pembuluh darah.
    • Penumpukan mioglobin dalam urine, yang dikenal sebagai mioglobinuria, terjadi, misalnya, ketika seseorang terkena kesetrum parah atau kecelakaan yang dipecahkan.
    • Keracunan logam berat, cyclosporin, aminoglikosida, atau amphotericin B
    • Eklamsia
  • Saluran urine tersumbat
    Oliguria postrenal terjadi ketika ginjal normal berfungsi tetapi ada sumbatan di saluran urine setelah ginjal, yaitu di ureter, kandung kemih, atau uretra. Beberapa penyakit atau kondisi yang dapat menyebabkan oliguria postrenal meliputi: 

    • Batu dalam ginjal
    • Peningkatan prostat, juga dikenal sebagai benign prostatic hyperplasia (BPH),
    • Gangguan saraf di kandung kemih
    • Tumor di ginjal atau saluran kemih
    • Jaringan yang patah karena operasi saluran kemih
    • Infeksi yang disebabkan oleh cacing skistosoma.

Orang dengan diabetes, hipertensi, atau penyakit kritis lebih mungkin mengalami oligouria.

 

Gejala Oliguria

Seperti yang telah dijelaskan, oliguria adalah kondisi di mana volume urine hanya berkisar antara 100 hingga 400 mL per hari. Jika volume urine lebih rendah dari angka ini, yaitu kurang dari 100 mL per hari atau bahkan sama sekali tidak ada urine, kondisi tersebut disebut anuria. Selain volume urine yang lebih kecil, orang yang menderita oliguria juga mungkin mengalami gejala-gejala berikut:

  • Tekanan darah tinggi, juga dikenal sebagai hipertensi
  • Bengkak di kaki, atau edema
  • Sesak dada
  • Putih
  • Anoreksia, atau kekurangan nafsu makan
  • Sakit pinggang yang parah
  • Takikardia, atau detak jantung yang cepat
  • Mual dan muntah secara signifikan
  • Bibir mengering
  • Melemah

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-05-21T090451.910.png
21/May/2024

Semua orang suka kopi, dan ada beberapa orang yang percaya bahwa Anda harus minum kopi setiap hari. Kandungan polifenol, kalium, dan kafein dalam kopi membuatnya sering dikaitkan dengan risiko seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol darah. Kafein bisa disebut sebagai penyebab banyak penyakit, terutama hipertensi. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kebiasaan kopi seseorang adalah lingkungan; secara tidak langsung, kita akan minum kopi saat ada orang lain yang melakukannya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Hill Ansley pada tahun 2018 menunjukkan bahwa peningkatan toleransi kafein seseorang terhadap kopi menyebabkan korelasi antara konsumsi kopi secara teratur dan efek pada tekanan darah. Seseorang dapat mengalami peningkatan tekanan darah setelah meminum secangkir kopi, terutama jika jarang meminumnya. Namun, jika seseorang menjadi lebih terbiasa mengonsumsi kopi seiring berjalannya waktu, tubuhnya akan menjadi lebih tahan terhadap efek stimulan kafein yang terkandung dalam kopi.

Untuk tubuh kita, kopi memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai antioksidan, dengan kandungan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan teh dan coklat.  Kopi juga dapat merangsang sel kanker dan fungsi otak (Farida, 2013).  Kafein dapat membuat orang yang menyukai kopi merasa lebih segar dan hangat. Jika ditambahkan krim atau susu, kopi tidak memiliki nutrisi yang diperlukan tubuh. Dengan menggunakan keuntungan ini, berbagai aktivitas dapat dilakukan dengan paling baik, berbagai jenis minuman dapat dipilih, dan kanker prostat dapat dicegah. Bayi prematur juga sering diberi kafein untuk mengurangi apnea pernapasan.

Kafein dapat meningkatkan kinerja aspirin dan obat penghilang rasa sakit lainnya. Kandungan kopi yang unik memiliki tujuan tambahan untuk meningkatkan fungsi sistem saraf, yang dapat memperbaiki mood dan meningkatkan konsentrasi. Karena mengandung kafein dan asam organik yang tinggi, kopi memiliki kekurangan.  Kandungan kafein biji kopi bervariasi tergantung pada jenis kopi dan kondisi geografis. Kandungan kafein dan asam yang berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan. Kopi dapat menyebabkan sakit perut bagi orang yang memiliki lambung sensitif.

Tekanan yang diberikan pada dinding arteri tubuh dikenal sebagai tekanan darah. Penyakit seperti serangan jantung, gagal ginjal, dan stroke dimulai dengan hipertensi. Tekanan darah yang tinggi di pembuluh darah dikenal sebagai hipertensi. Peningkatan tekanan darah yang tidak normal dalam pembuluh darah arteri selama lebih dari satu waktu dikenal sebagai tekanan darah tinggi, yang juga dikenal sebagai hipertensi. Tekanan darah sitolik 140 mmHg dan tekanan darah diastolic 90 mmHg dalam tiga kasus berbeda dikenal sebagai hipertensi. Di setiap tahun, populasi yang memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi meningkat.

Hipertensi dapat disebabkan oleh etnis, penggunaan kontrasepsi hormonal, merokok, Napza (obat-obatan, psikotropika, dan zat adiktif), alkohol, dan kafein, perubahan gaya hidup, penyakit degenerative jangka panjang, dan bertambahnya usia. Laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki risiko mengalami hipertensi, tetapi perempuan pada usia 65 tahun lebih berisiko daripada perempuan.

Menurut World Health Organization (WHO), 1,13 miliar orang di seluruh dunia mengalami hipertensi; ini berarti 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis menderita hipertensi, dan hanya 36,8% di antaranya minum obat. Jumlah penderita hipertensi diperkirakan akan meningkat setiap tahun hingga tahun 2025. Selain itu, komplikasi hipertensi dan hipertensi diperkirakan menyebabkan 9,4 juta kematian setiap tahun.

Karena kandungan polifenol, potasium, dan kafein dalam kopi, ada perdebatan tentang potensi pengaruh kopi terhadap tekanan darah tinggi (Palmer, 2007).

Mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak dapat menyebabkan hipertensi. Makanan ini sangat disukai, jadi tidak mengherankan bahwa banyak orang menderita hipertensi. Merokok, kopi, dan alkohol dapat merusak pembuluh darah, menyebabkan tekanan darah meningkat. Makanan siap saji dan makanan lainnya yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi Kopi, salah satu minuman yang paling banyak mengandung kafein, memiliki banyak manfaat, seperti menurunkan berat badan, meningkatkan hasil olahraga, mencegah penurunan fungsi otak, berfungsi sebagai antioksidan yang baik, dan membantu menghilangkan stres.

Kafein juga dapat berbahaya bagi janin dan bayi, mengurangi kesuburan, gelisah, insomnia, dan gangguan kardiovaskuler termasuk meningkatkan tekanan darah. Jantung bekerja lebih cepat, menghasilkan lebih banyak cairan setiap detik. Seperti yang ditunjukkan oleh penelitian Difran & Yadis (2018), mengonsumsi kopi secara teratur akan berdampak pada peningkatan tekanan darah. Ini menunjukkan bahwa kebiasaan minum kopi bukanlah satu-satunya alasan ketidakstabilan tekanan darah.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-05-20T092024.161.png
20/May/2024

Tanaman Moringa oleifera (MOI), juga dikenal sebagai kelor, telah lama dikenal karena manfaat kesehatannya yang luar biasa. Tanaman ini telah digunakan secara tradisional dalam berbagai budaya sebagai obat herbal, dan berasal dari wilayah tropis dan subtropis. Berdasarkan pengalaman empiris, berbagai bagian dari tanaman ini, seperti akar, daun, dan biji, digunakan untuk mengobati berbagai penyakit inflamasi, infeksi, gangguan pencernaan, dan masalah jantung. Minyak biji MOI umumnya mengandung fenol, termasuk flavonoid, yang memiliki sifat antiradikal. Kemampuan kelor untuk meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah adalah salah satu manfaat utamanya yang semakin dikenal.

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui bagaimana kelor mempengaruhi kesehatan, terutama kesehatan jantung dan pembuluh darah. Penelitian eksperimental pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak tanaman kelor mengandung bahan aktif seperti coumarin dan polyphenol, yang memiliki sifat antioksidan dan anti inflamasi, yang membantu memperbaiki dan mencegah penyakit jantung.

Studi lain menunjukkan bahwa kandungan bioaktif pada daun MOI, seperti flovanoid, memiliki efek antioksidan yang membantu mengobati penyakit yang terkait dengan reaksi oksidatif, termasuk penyakit jantung dan pembuluh darah. Quercetin, yang diekstrak dari daun kering MOI, menurunkan kolesterol dan lemak jahat, menurunkan tekanan darah tinggi, dan memiliki efek antidiabetik pada hewan yang obesitas.

Kandungan karoten dalam ekstrak daun kelor melindungi membran lipid dari peroksidasi dan mencegah reaksi rantai radikal bebas terjadi. Selain itu, ekstrak daun kelor mengandung beta sitosterol, yang berfungsi untuk mengurangi kadar kolesterol melalui penurunan konsentrasi LDL dalam plasma dan mencegah reabsorbsi kolesterol dari sumber endogen. Kandungan flavonoid dan polyphenols memiliki kemampuan untuk meningkatkan Superoxide Dismutase (SOD) dan katalase serta menurunkan kadar lipid peroksidase, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penurunan kadar kolesterol.

Pada penelitian hewan yang mengalami kerusakan otot jantung, ekstrak butalonic dari MOI memiliki kandungan bioaktif yang melindungi jantung. Pada hewan studi yang memiliki tekanan darah tinggi, daun MOI dengan kandungan aktif niarzimin A, niarzimin B, dan niazimincin menurunkan kadar kolesterol.

Penelitian lebih lanjut dilakukan pada hewan studi (tikus) untuk mengetahui mekanisme oksidatif osmosis (MOI) yang menurunkan tekanan darah melalui peningkatan produksi nitrit oksida (NO). Pemberian ekstrak air MOI melalui cairan infus menunjukkan efek penurunan tekanan darah dalam jangka waktu yang lebih lama.

Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa temuan penelitian yang berbeda belum cukup untuk membuat rekomendasi resmi tentang kesehatan. Jika seseorang memiliki hipertensi atau masalah kesehatan lainnya, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum mengonsumsi suplemen atau mengubah pengobatan yang sudah diresepkan.

Untuk menghindari efek samping, moringa oleifera dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dari sumber yang dapat diandalkan dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum membuat keputusan tentang penggunaan moringa oleifera sebagai suplemen atau sebagai bagian dari pengobatan.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-05-18T090829.496.png
18/May/2024

Salah satu faktor yang meningkatkan kemungkinan gigi keropos adalah terkikisnya enamel di gigi, yang biasanya disebabkan oleh zat asam. Selain itu, individu yang menderita kondisi medis tertentu, seperti mulut kering, penyakit asam lambung, atau orang yang mengonsumsi obat antihistamin juga berisiko mengalami gigi keropos. Lapisan terluar gigi yang disebut enamel berfungsi untuk melindungi dan mencegah kerusakan gigi. Sayangnya, konsumsi makanan dan minuman tertentu akan mengikis lapisan enamel ini dengan waktu. Gigi ini dapat menjadi sensitif dan mudah patah jika rusak atau keropos. Bakteri yang merugikan di gigi berasal dari sisa makanan manis yang menumpuk, yang kemudian berubah menjadi plak yang menempel di gigi.

Setelah itu, bakteri akan mengeluarkan zat asam yang dapat mengikis lapisan gigi secara bertahap. Jika kita tetap tidak sadar akan kebersihan gigi kita, lapisan yang terkikis ini dapat semakin lebar dan membentuk lubang. Oleh karena itu, untuk mencegah plak yang menyebabkan gigi berlubang, gigi harus dibersihkan secara teratur. Gigi ini dapat menjadi sensitif dan mudah patah jika rusak atau keropos. Apa saja makanan dan minuman yang harus dihindari untuk mencegah lapisan enamel di gigi rusak?

 

Makanan dan Minuman Penyebab Gigi Keropos

Hindari makanan atau minuman berikut agar Anda tidak mengalami gigi keropos:

  • Roti
    Siapa yang mengira ternyata roti dapat menyebabkan gigi menjadi lebih buruk? Ini karena air liur di mulut memecah zat pati menjadi gula saat mengunyah roti. Sisa roti yang dikunyah dapat menempel di sela-sela gigi, menyebabkan bakteri yang menyebabkan gigi berlubang dan keropos.
  • Permen
    Makanan manis, seperti kue dan permen, dapat merusak gigi dan menyebabkan gigi keropos. Ini karena kandungan gula pada sisa makanan yang menempel di gigi dapat memicu hadirnya bakteri, yang mengolah gula sebagai sumber energi, sehingga terbentuk zat asam.
  • Buah dengan rasa asam
    Makanan asam, seperti jeruk dan lemon, dapat mengikis enamel gigi dan menyebabkan kerusakan gigi. Jadi, jika Anda ingin mengonsumsi buah-buahan yang asam atau minum air dengan perasan lemon, pastikan untuk membilas mulut Anda dengan air putih setelahnya.
  • Minuman berkarbonasi
    Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman bersoda terlalu sering dapat menyebabkan gigi keropos dan kerusakan gigi lainnya. Ini karena minuman tersebut memicu pembentukan plak gigi dan peningkatan produksi asam, yang pada gilirannya menyebabkan enamel gigi terkikis. Soda juga dapat menyebabkan mulut kering. Bakteri akan cepat berkembang biak dan merusak gigi.
  • Es batu
    Mengunyah sesuatu yang keras dan dingin, seperti es batu, dapat merusak enamel gigi. Jika enamel rusak, gigi dapat terkelupas atau patah.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


logo putih-01-01-01

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2024 | Managed by Markbro