Batasi Konsumsi Fruktosa Demi Kesehatan Anda

February 17, 2024 by RSI A.YANI
artikel-2024-02-17T112734.616.png

Fruktosa, seperti sukrosa dan gula pasir, banyak digunakan dalam makanan dan minuman kemasan karena 1,5 kali lebih manis dan lebih murah daripada gula pasir. Namun, karena rasanya tidak semanis, konsumsi fruktosa yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Sebenarnya, fruktosa adalah gula atau karbohidrat yang ditemukan secara alami dalam buah-buahan, sayuran, dan madu; namun, jumlah fruktosa yang ditemukan secara alami sangat kecil, dan fruktosa biasanya diperoleh dari tebu, jagung, dan bit untuk membuat makanan dan minuman kemasan.

 

Dampak Mengkonsumsi Fruktosa Berlebihan Bagi Kesehatan

Setelah diproses secara kimiawi, fruktosa berbentuk kristal padat atau bubuk berwarna putih, sangat manis, tidak berbau, dan larut dalam air. Konsumsi fruktosa yang berlebihan selama jangka waktu yang lama sering dikaitkan dengan kondisi medis berikut:

  • Obesitas
    Resistensi leptin dapat terjadi karena konsumsi fruktosa yang berlebihan, yang kemudian mengganggu pengaturan lemak tubuh dan meningkatkan risiko obesitas. Leptin adalah hormon yang bertanggung jawab untuk mengirim sinyal ke hipotalamus otak sehingga otak memproses sinyal lapar dan kenyang. Selain itu, leptin juga bertanggung jawab untuk memberi tahu otak bahwa tubuh memiliki simpanan lemak yang cukup, sehingga Anda tidak perlu makan berlebihan, yang menyebabkan nafsu makan tidak terkontrol dan menyebabkan obesitas.
  • Penyakit jantung
    Konsumsi fruktosa berlebihan tidak hanya meningkatkan tekanan darah tetapi juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menyebabkan penumpukan lemak di sekitar organ dalam (lemak visceral). Semua faktor ini adalah faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Malabsorbsi fruktosa
    Sebagian orang tidak dapat menyerap fruktosa karena sel-sel di usus kecil tidak dapat menyerapnya, sehingga fruktosa menumpuk di saluran cerna.
    Ketidakseimbangan bakteri di usus, asupan makanan olahan yang berlebihan, sindrom iritasi usus besar, dan radang usus adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan malabsorbsi fruktosa. Gangguan pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut, perut kembung, dan diare adalah beberapa gejala yang paling sering dilaporkan.
  • Hipertensi
    Jika Anda menderita hipertensi, konsumsi fruktosa yang berlebihan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan peningkatan penyerapan natrium di usus dan ginjal. Ketika ada kadar natrium yang tinggi dalam tubuh, air lebih banyak menarik ke dalam pembuluh darah, meningkatkan volume darah. Karena aliran darah yang lebih besar ini, jantung bekerja lebih keras untuk mengpompa darah ke seluruh tubuh, yang menyebabkan tekanan darah tinggi. Studi menunjukkan bahwa konsumsi sedang fruktosa dan natrium dapat meningkatkan tekanan darah secara signifikan.
  • Diabetes
    Fruktosa dan glukosa adalah golongan gula monosakarida, yang merupakan jenis gula yang paling kecil dan tidak dapat dipecah lagi. Sementara itu, gula pasir, juga dikenal sebagai sukrosa, terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa.
    Fruktosa memiliki rasa paling manis di antara dua jenis gula lainnya, tetapi memiliki efek gula darah yang paling sedikit. Namun, ini tidak berarti konsumsi fruktosa tidak terkait dengan diabetes. Resistensi insulin, salah satu penyebab diabetes, dapat disebabkan oleh peningkatan kadar asam urat yang disebabkan oleh konsumsi fruktosa.
  • Kerusakan ginjal
    Fruktosa dan glukosa adalah golongan gula monosakarida, yang merupakan jenis gula yang paling kecil dan tidak dapat dipecah lagi. Sementara itu, gula pasir, juga dikenal sebagai sukrosa, terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa.
    Fruktosa memiliki rasa paling manis di antara dua jenis gula lainnya, tetapi memiliki efek gula darah yang paling sedikit. Namun, ini tidak berarti konsumsi fruktosa tidak terkait dengan diabetes. Resistensi insulin, salah satu penyebab diabetes, dapat disebabkan oleh peningkatan kadar asam urat yang disebabkan oleh konsumsi fruktosa.
  • Perlemakan hati
    Hati harus mengubah fruktosa menjadi glukosa untuk dapat digunakan sebagai energi agar bisa dicerna. Jika fruktosa terlalu banyak, ini dapat membebani kerja hati dan meningkatkan kadar asam urat, yang berkontribusi pada akumulasi lemak di hati. Dalam kebanyakan kasus, perlemakan hati tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan perubahan gaya hidup. Namun, terkadang perlemakan hati dapat menyebabkan jaringan parut pada hati. Kondisi ini dapat menyebabkan sirosis, yang membuat Anda lebih rentan terhadap gagal hati dan kanker hati.
  • Asam urat
    Satu-satunya karbohidrat yang selama proses penyerapan menghasilkan asam urat adalah asam urat fruktosa. Menurut penelitian, konsumsi fruktosa berlebihan meningkatkan kadar asam urat. Pembentukan kristal di sendi terjadi ketika asam urat menumpuk di persendian. Kristal ini dapat menyebabkan peradangan, yang dapat ditunjukkan dengan nyeri dan kemerahan pada jari dan pembengkakan pada sendi. Ini adalah gejala penyakit asam urat.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya

logo putih-01-01-01

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2024 | Managed by Markbro