INFO UNTUK ANDA

artikel-2024-04-06T092209.877.png
06/Apr/2024

Salah satu jenis gangguan penglihatan yang disebut amblyopia (juga dikenal sebagai “mata malas”) terjadi pada salah satu atau kedua mata. Gangguan ini terjadi karena perkembangan visual kortikal salah satu atau kedua mata terhambat oleh penyakit okular selama masa kanak-kanak. Mata yang disebut “malas” memiliki kekuatan yang lebih besar daripada mata lainnya. Meskipun anak-anak dengan amblyopia tidak malas, mereka tidak dapat mengontrol cara mata mereka bekerja.

Ambilopia dapat muncul sejak masa kanak-kanak. 3% anak di seluruh dunia mengalami amblyopia. Untuk mencegah efek jangka panjang amblyopia pada anak, skrining dini dilakukan pada usia 3 hingga 5 tahun. Anak-anak di bawah 7 tahun lebih baik mendapatkan terapi amblyopia.

Anak-anak yang mengalami amblyopia biasanya menghadapi kesulitan untuk menjelaskan seberapa jauh atau dekat suatu barang. Ketika anak perlu melakukan tindakan seperti menyipitkan mata, memiringkan kepala, dan menutup satu mata, orang tua biasanya menyadarinya.

 

Faktor Mata Malas pada Anak

Beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan mengembangkan amblyopia pada anak antara lain:

  • Kelahiran bayi sebelum waktunya (Prematur)
  • Riwayat keluarga amblyopia, katarak juvenile, dan sebagainya
  • Syarat pertumbuhan

 

Penyebab Mata Malas pada Anak

Pada saat normal, otak mengirim sinyal ke kedua mata untuk melihat. Namun, jika salah satu mata memiliki sinyal yang lebih buruk daripada yang lain, otak merespon dengan mematikan sinyal mata yang lemah dan memindahkan sinyal ke mata yang lain. Amblyopia dapat disebabkan oleh kondisi mata berikut:

  • Sebelum usia tiga tahun, pergerakan mata yang tidak bersamaan dikenal sebagai strabismus atau mata juling.
  • Katarak, yaitu adanya kabut pada lensa mata yang membuat mata tampak kabur.
  • Masalah refraksi Terdiri dari masalah pandangan ganda, astigmatisma, myopia, dan hypermetropia. Kacamata atau kontak lensa biasanya dapat diatasi. Namun, jika pengobatan tidak dilakukan, otak akan mulai bergantung pada kekuatan mata yang lebih kuat.

 

Pengobatan Mata Malas pada Anak

Pengobatan amblyopia yang disebabkan oleh strabismus dan gangguan refraksi: Untuk anak dengan myopia, hipermitropia, dan astigmatisma, dokter biasanya merekomendasikan kaca mata atau lensa kontak. Anak akan didiagnosa dengan amblyopia jika dia tidak dapat melihat penuh (visus 6/6) setelah koreksi kacamata. Terapi berikutnya adalah:

  • Dengan menggunakan penutup mata pada mata yang memiliki penglihatan yang kuat, otak akan terbiasa mengirimkan sinyal ke mata yang memiliki penglihatan yang lemah. Mereka yang mengalami amblyopia harus menggunakan penutup mata dua jam sehari.
  • Mengobati mata yang kuat dengan atropine tetes mata. Terapi penglihatan mata anak Anda harus dilanjutkan untuk mencegah kekambuhan amblyopia, dan penglihatannya diharapkan pulih dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-04-05T094418.925.png
05/Apr/2024

Di dunia kontemporer saat ini, ada beberapa cara bagi orang untuk menjaga kesehatan fisik. Para ahli gizi menganjurkan untuk menyiapkan, menyajikan, dan mengonsumsi berbagai menu makanan guna mencapai kesehatan yang maksimal. Seiring dengan meluasnya pengetahuan masyarakat mengenai layanan kesehatan, varian kuliner menjadi lebih umum, baik di televisi maupun di media.

Semuanya tampak indah dan gurih. Dari menu klasik hingga kekinian, bahkan makanan inventif yang sering membuat orang tergiur untuk mencobanya. Hal ini bukan hal yang salah selama masyarakat bisa mengatur konsumsi makanannya. Menurut temuan penelitian, jika seseorang mengonsumsi lebih dari yang dibutuhkan tubuhnya, “ada risiko terserang penyakit, seperti penyakit jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, radang sendi, batu empedu, dan penyakit lainnya.”

Ahli gizi telah menawarkan berbagai kebiasaan makan yang diterima masyarakat umum sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Pola hidup sehat diartikan sebagai “menerapkan pola makan sehat secara konsisten dan berolahraga yang cukup”. Pola makan sehat terdiri dari makanan seimbang yang memenuhi kebutuhan setiap individu. Bagi orang yang lebih banyak bekerja di meja kerja, misalnya, “mungkin hanya membutuhkan makanan yang mengandung 1.700 – 1.900 kalori, dan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, makanan yang dikonsumsi meliputi karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin dan mineral.”

Beberapa program atau pedoman kebiasaan makan yang dipimpin oleh ahli gizi mungkin memiliki gagasan dan tujuan yang berbeda. Salah satunya adalah food compounding, yang mengacu pada “pola makan yang selaras dengan mekanisme alami fungsi tubuh manusia”. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pencernaan dan penggunaan energi agar lebih efisien.

 

Hal-hal yang Mempengaruhi Pola Makan Sehat

Beberapa variabel mempengaruhi perilaku makan, antara lain:

  • Budaya
  • Agama/Keyakinan
  • Status Sosial Ekonomi dan Preferensi Pribadi
  • Pertimbangan kesehatan meliputi rasa lapar, nafsu makan, dan kenyang.

 

Apa Saja Manfaat Polah Hidup Sehat

  • Setiap orang dan rumah tangga meningkatkan kesehatannya dan mengurangi kerentanan terhadap penyakit.
  • Anak-anak tumbuh menjadi sehat dan cerdas.
  • Produktivitas kerja anggota keluarga meningkat. Karena dana layanan kesehatan yang telah dialokasikan sebelumnya mungkin dialihkan ke alasan lain.

Banyak penyakit, termasuk pencernaan, kolesterol, diabetes, dan obesitas, kini menyerang usia muda. Semua kondisi tersebut merupakan akibat dari gaya hidup yang buruk, terutama pola makan yang tidak teratur. Disiplin dengan makanan Anda adalah salah satu cara untuk menjalani hidup bebas penyakit.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-04-04T134632.160.png
04/Apr/2024

Apakah Anda tahu? Menonton TV terus-menerus, seperti menonton serial TV atau drakor (baca: drama korea), dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung.  Menonton TV dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko gumpalan darah. Menonton TV secara marathon berdampak buruk pada kesehatan Anda, menurut sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 2020, itu berarti menonton beberapa episode TV dalam satu duduk. Namun, definisi istilah tersebut masih belum disepakati. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2019 menemukan bahwa orang yang jarang menonton televisi dan juga aktif secara fisik memiliki umur yang lebih panjang tanpa penyakit jantung koroner, stroke, atau gagal jantung.

Namun, penyebaran layanan streaming dan daya tarik menu menonton tanpa batas dari beberapa musim serial televisi membuat kebiasaan menonton televisi tidak mungkin berubah dalam waktu dekat. Pada tahun 2016, penyedia streaming terbesar Netflix mengungkapkan bahwa anggotanya lebih suka menyelesaikan seluruh musim dalam satu minggu daripada menonton satu episode dalam seminggu. Saat pandemi COVID-19, banyak orang menggunakan layanan streaming.

 

Apa Dampak Menonton Marathon Bagi Kesehatan Jantung

Salah satu hal yang harus diperhatikan saat menonton maraton adalah duduk terlalu lama. Setelah sekitar satu jam duduk terlalu lama, cairan dan darah mulai mengendap di kaki, mengurangi peredaran darah dan meningkatkan tekanan darah untuk membantu mengembalikan darah ke jantung. Dampak menonton maraton terhadap kesehatan jantung adalah sebagai berikut:

  • Peningkatan kemungkinan terjadinya pembekuan darah
    Menonton maraton dikaitkan dengan kemungkinan lebih besar terkena gumpalan darah. Jika Anda duduk terlalu lama, darah dan cairan dapat mengendap di kaki Anda. Ini menghambat peredaran darah dan meningkatkan risiko gumpalan darah.
  • Risiko yang lebih tinggi untuk penyakit kardiovaskular
    Studi menunjukkan bahwa duduk terlalu lama dan tidak bergerak terkait dengan risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal jantung.
  • Penurunan tekanan darah
    Jika Anda duduk terlalu lama, aliran darah dapat terhambat dan tekanan darah meningkat untuk mengembalikan darah ke jantung. Tekanan darah tinggi yang berkepanjangan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
  • Menurunnya tingkat aktivitas fisik
    Menonton maraton berarti menghabiskan banyak waktu duduk tanpa bergerak. Ini dapat menyebabkan penurunan kebugaran secara keseluruhan.

Periksa berapa lama Anda duduk dan bergerak secara teratur jika Anda ingin tetap sehat. Untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular Anda, berdiri, berjalan-jalan, atau melakukan gerakan ringan setiap tiga puluh menit untuk mengurangi waktu yang dihabiskan duduk terlalu lama. Selain itu, meningkatkan aktivitas fisik secara keseluruhan dan mengurangi waktu yang dihabiskan duduk. Jangan lupa untuk menjaga postur tubuh yang baik saat duduk. Untuk mengurangi tekanan pada jantung dan pembuluh darah, duduk dengan punggung tegak dan bahu rileks.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-04-03T094229.567.png
03/Apr/2024

Setiap orang tua harus tahu tentang keadaan gizi balita mereka. Didasarkan pada kenyataan bahwa kekurangan gizi pada usia balita bersifat irreversible, atau tidak dapat pulih, dan kekurangan gizi dapat berdampak pada perkembangan otak anak, tumbuh kembang anak di usia balita memerlukan perhatian lebih besar. Umur, berat badan (BB), dan tinggi badan adalah faktor yang menentukan status gizi balita. Gizi sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan balita dan terkait erat dengan kesehatan dan kecerdasan. Sumber daya pembangunan masyarakat akan dikurangi dengan gizi yang buruk, terutama untuk anak-anak.

Gizi sangat erat kaitannya dengan kesehatan seseorang. Konsumsi gizi harus sesuai dengan kebutuhan tubuh agar fungsinya dapat berjalan dengan baik. Gizi kurang terjadi ketika tubuh mengkonsumsi lebih banyak zat gizi daripada yang diperlukan, sedangkan gizi berlebihan terjadi ketika tubuh mengkonsumsi lebih sedikit zat gizi daripada yang diperlukan.

 

Penyebab Kurang Gizi Pada Anak

Bisa dilihat dari penyebab langsung dan tidak langsung, serta dari pokok masalah dan akar masalah. Makanan tidak seimbang dan infeksi adalah penyebab langsung, sedangkan ketahanan pangan keluarga, pola pengasuhan anak, layanan kesehatan anak, dan lingkungan adalah penyebab tidak langsung.

Kondisi sosial ekonomi, seperti pendidikan dan pekerjaan ibu, jumlah anak, pengetahuan dan pola asuh ibu, dan kondisi ekonomi orang tua, juga memengaruhi status gizi anak balita. Status gizi adalah keadaan tubuh yang disebabkan oleh konsumsi, penyerapan, dan penggunaan makanan. Dalam pengertian lain, status gizi dapat digambarkan sebagai ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu, atau sebagai representasi dari status tubuh yang berhubungan dengan gizi dalam bentuk variabel tertentu.

 

Masalah Gizi yang Harus Diatasi

Sampai saat ini, empat masalah gizi utama di Indonesia perlu ditangani melalui program perbaikan gizi, yaitu. masalah dengan kekurangan energi protein (KEP), kekurangan vitamin A, anemia zat gizi, dan gangguan akibat kekurangan yodium.

Sampai saat ini, kurang energi protein (KEP) masih merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. KEP sendiri diklasifikasikan menjadi 2 (dua) kategori: kurang gizi (bila berat badan menurut umur di bawah 2 SD) dan gizi buruk (bila berat badan menurut umur di bawah 3 SD). Balita kekurangan gizi tidak terjadi secara tiba-tiba; itu dimulai dengan kenaikan berat badan yang tidak cukup. Perubahan berat badan anak dari waktu ke waktu dapat menunjukkan bahwa status gizi mereka berubah.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-04-02T103114.301.png
02/Apr/2024

Kondisi kelahiran setiap anak berbeda. Sebagian orang dilahirkan dengan kekurangan fisik atau mental, sementara yang lain dilahirkan dengan sempurna. Kemampuan berkomunikasi dan perkembangan anak yang terlahir sempurna pasti akan baik. Namun, berbeda dengan individu yang dilahirkan dengan kelainan. Anak yang disebut anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki karakteristik fisik, mental, dan perilaku sosial yang berbeda dari rata-rata anak normal. Ada manfaat dan kekurangan dari perbedaan. Adanya perbedaan ini akan memiliki efek yang berbeda bagi penyandangnya.

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki ciri-ciri unik yang berbeda dari anak biasa tanpa selalu menunjukkan kekurangan fisik, mental, atau emosi. Anak-anak dengan autisme dan ADHD adalah contoh anak dengan kebutuhan khusus. Namun demikian, keduanya jelas berbeda dalam hal kelainan yang diidapnya.

Autisme adalah gangguan perkembangan anak yang disebabkan oleh masalah pada sistem syaraf pusat yang mengganggu perilaku, komunikasi, dan interaksi sosial. Karena ADHD selalu berubah, terkadang lebih dikenal dengan istilah anak hiperaktif. Tidak dapat melakukan kegiatan yang diberikan kepadanya dengan duduk diam di satu tempat selama ± 5–10 menit.

 

Seperti Apakah ADHD dan Autisme Itu?

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perilaku yang ditandai dengan gangguan pemusatan perhatian, pembicaraan yang lepas kontrol, dan perilaku hiperaktif. ADHD adalah pola tetap yang mengganggu perhatian atau perilaku hiperaktif dan impulsif yang lebih sering dan lebih parah daripada yang biasa terlihat pada orang lain.

ADHD adalah gangguan kronis (menahun) yang dapat dimulai pada bayi dan dapat berlanjut sampai dewasa. Ini dapat memengaruhi kehidupan anak di sekolah, di rumah, dan di komunitasnya.  Ketika seseorang mengalami gejala ADHD, mereka mungkin kurang fokus, hiperaktif, dan implusif, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam sebagian besar aktivitas mereka.

Sebaliknya, autisme adalah kelainan perkembangan yang secara signifikan memengaruhi interaksi sosial dan komunikasi verbal, nonverbal, yang berdampak pada keberhasilan belajar individu tersebut. Melakukan kegiatan berulang dan gerakan stereotype, menolak perubahan lingkungan, dan memberikan respons yang tidak semestinya terhadap pengalaman sensori adalah tanda lain dari autisme.  Selain itu, autis dapat diartikan sebagai gangguan perkembangan komunikasi, kognitif, perilaku, sosialisasi, kemampuan belajar, dan sensoris. Ada sikap antisosial, gangguan perilaku, dan hambatan motorik kasar pada beberapa anak autis.

Autisme, juga dikenal sebagai Autistic Spectrum Disorder (ASD), adalah gangguan perkembangan fungsi otak yang kompleks dan sangat bervariasi, yang biasanya mencakup kemampuan berimajinasi, komunikasi, dan interaksi sosial. Salah satu jenis gangguan tumbuh kembang yang dikenal sebagai autisme terdiri dari sekumpulan gejala yang disebabkan oleh kelainan syaraf tertentu yang menyebabkan fungsi otak tidak bekerja secara normal, yang berdampak pada perkembangan, kemampuan komunikasi, dan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain.

 

Karakteristik ADHD dan Autisme

  • Karakteristik Attentions Deficit  Hyperactivity  Disorder  (ADHD):
    • Seseorang dengan ketunaan ini mungkin mengalami gangguan pemusatan perhatian karena indera atau perasaan yang muncul saat itu sangat tidak dapat diprediksi.
    • Gangguan pengendalian diri menyebabkan tindakan yang tidak sesuai dengan pemikiran. Seseorang yang mengalami ketunaan ADHD akan sangat terpengaruh oleh perasaan mereka dan akan bereaksi dengan cepat tanpa mempertimbangkan banyak hal.
    • Gangguan aktivitas yang berlebihan dapat dikenali sejak usia dini, dengan selalu ada gerakan dan biasanya sulit untuk tenang.
  • Karakteristik Autisme
    Sebagian orang dengan gangguan autisme mulai menunjukkan tanda-tandanya sejak bayi. Ciri yang paling menonjol adalah tidak melakukan kontak mata dan tidak menunjukkan reaksi yang signifikan terhadap ibunya atau pengasuhnya. Dengan bertambahnya usia, ciri ini semakin jelas. Perkembangannya sudah “relatif normal” pada sebagian kecil lainnya dari orang dengan autisme. Bayi mulai mengoceh, menatap, dan cukup menunjukkan reaksi pada orang lain, tetapi pertumbuhannya berhenti pada suatu titik sebelum usia tiga tahun dan terjadi kemunduran.
    Ia mulai menjauh dari orang lain, berhenti mengoceh, dan tidak bereaksi terhadap mereka.Oleh karena itu, diketahui bahwa seseorang baru dikatakan mengalami gangguan perkembangan dalam tiga aspek: keterbatasan dalam interaksi sosial dan emosional, keterbatasan dalam komunikasi timbal balik, dan minat yang terbatas disertai dengan gerakan-gerakan tanpa tujuan yang berulang.Mereka harus terlihat sebelum anak berusia tiga tahun. Mengingat fakta bahwa tiga komponen gangguan perkembangan di atas muncul dalam berbagai bentuk yang berbeda, dapat disimpulkan bahwa autisme sebenarnya adalah sekumpulan gejala dan ciri yang disebabkan oleh berbagai faktor yang sangat berbeda, saling berhubungan, dan unik untuk setiap anak.

 

Apa Perbedaan ADHD dan Autisme pada Anak

Anak-anak dengan ADHD memiliki gejala seperti gangguan pemusatan perhatian, gangguan pengendalian diri, dan gangguan aktivitas yang berlebihan, sementara beberapa kasus autisme menunjukkan tanda-tanda sejak bayi. Ciri yang paling menonjol adalah tidak melakukan kontak mata dan tidak menunjukkan reaksi yang signifikan terhadap ibunya atau pengasuhnya.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-04-01T085656.377.png
01/Apr/2024

Penyakit lidah atau gangguan lidah memang dapat menyebabkan rasa sakit yang menghalangi makan, menelan, dan bahkan berbicara. Lidah dapat sakit karena banyak penyakit. Ulasan lengkap dapat ditemukan di sini. Perubahan yang terlihat pada lidah dapat menunjukkan kondisi kesehatan kita secara keseluruhan. Namun, beberapa gangguan lidah membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Meskipun penyakit lidah mudah diperiksa, dokter terkadang menghadapi masalah dalam diagnosis dan pengobatannya, menurut penelitian American Family Physician. Untuk didiagnosa, riwayat kesehatan lengkap harus dikumpulkan, termasuk jangka waktu, gejala awal, dan penggunaan alkohol dan tembakau.

Sangat penting untuk memeriksa limfadenopati dan morfologi lidah. Senarai penyakit lidah yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut. Tidak menjaga lidah bersih hingga daya tahan tubuh yang lemah adalah beberapa alasan mengapa lidah mudah sakit. Untuk mencegah dan merawat penyakit lidah dengan benar, ketahuilah jenisnya. Orang memiliki kemampuan untuk mengecap, menelan, dan berbicara karena jaringan otot di lidah.

Selaput merah muda (mukosa) dan tonjolan-tonjolan kecil (papila lidah) melapisi organ pencernaan tidak bertulang ini. Ribuan saraf pengecap menciptakan tekstur kasar ini. Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, merokok, dan tidak menjaga lidah bersih dapat menyebabkan masalah lidah yang mengganggu fungsinya.

 

Macam-macam Jenis Penyakit Lidah

Ini adalah beberapa kondisi lidah yang mungkin terjadi, serta perawatan yang dapat dilakukan:

  • Leukoplakia
    Salah satu penyakit lidah yang disebut leukoplakia adalah bercak putih yang dapat muncul di permukaan lidah, gusi, dan dinding bagian dalam pipi. Penyakit ini dikaitkan dengan kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau, asam lambung, dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Pada kebanyakan kasus, leukoplakia akan sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus. Namun, Anda harus melihat dokter jika bercak putih tetap ada selama lebih dari dua minggu. Ini karena beberapa kasus leukopakia dapat menyebabkan kanker lidah.
  • Kandidiasis
    Jamur Candida albicans berkembang di lapisan lidah. Orang dengan daya tahan tubuh yang lemah atau yang sedang mengonsumsi kortikosteroid biasanya lebih rentan mengalami penyakit lidah ini. Orang tua, anak kecil, dan bayi juga lebih rentan mengalami penyakit lidah ini. Dokter akan memberikan pengobatan kandidiasis dengan obat antijamur.
  • Kanker Mulut
    Jika ada benjolan yang terus tumbuh atau membesar di lidah Anda, itu bisa menjadi pertanda kanker mulut. Perokok aktif dan orang yang mengonsumsi alkohol berlebihan lebih berisiko mengalami kanker mulut. Bentuk benjolan awal biasanya tidak sakit, tetapi penting untuk tidak mengabaikan fase ini.
  • Sindrom Lidah Perih
    Sindrom lidah perih, di mana lidah terasa seperti tersiram air panas, adalah masalah yang cukup umum. Sebagian wanita yang telah mengalami menopause juga dapat mengalami kondisi ini. Sindrom lidah perih biasanya hanya akibat dari masalah saraf ringan dan biasanya tidak berbahaya.
  • Lidah Hitam dan Berbulu
    Lidah Hitam dan Berbulu dapat memiliki penumpukan bakteri pada papila mereka. Bakteri inilah yang menyebabkan lidah berbulu dan hitam. Kondisi ini biasanya tidak dianggap serius. Meskipun demikian, Anda harus lebih memperhatikan kebersihan lidah dan mulut Anda. Kondisi ini lebih mungkin terjadi pada individu yang menjalani kemoterapi atau sering mengonsumsi antibiotik.
  • Glositis Atrofi
    Lidah membengkak dan kemerahan, dan teksturnya menjadi licin dan halus adalah tanda atrofi atau radang glositis pada lidah. Kekurangan vitamin B12, asam folat, atau zat besi dapat menyebabkan penyakit lidah ini. Menjaga kebersihan gigi dan mulut, memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, dan mengonsumsi obat antibiotik secukupnya dapat membantu menangani dan mencegah gejala glossitis atrofi. Penyakit lidah umu biasanya tidak serius dan dapat disembuhkan dengan cepat. Namun, jika Anda mengalami masalah dengan lidah atau mulut Anda, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter.
  • Cedera Lidah
    Tergigit tidak sengaja biasanya menyebabkan rasa sakit di lidah. Hal ini sangat mungkin terjadi saat Anda mengunyah. Selain itu, lidah juga kadang-kadang terasa sakit saat terluka, seperti ketika gigi Anda terjepit saat Anda terkena benturan, seperti kecelakaan atau jatuh. Selain itu, gangguan kejang seperti epilepsi juga dapat menyebabkan lidah terluka tanpa sadar. Berendam dengan air garam dapat meringankan rasa sakit dan mempercepat penyembuhan luka kecil. Namun, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat jika Anda mengalami cedera yang parah.
  • Sindrom Mulut Terbakar
    Ketika mulut Anda terasa panas tanpa henti tanpa alasan yang jelas, itu disebut sebagai sindrom mulut terbakar. Menurut Mayo Clinic, kondisi ini mempengaruhi semua bagian mulut, termasuk langit-langit mulut, bibir, gusi, bibir, dan lidah. Biasanya, sensasi terbakar cukup intens hingga terasa seperti melepuh. Kondisi ini biasanya memiliki gejala lain selain rasa sakit dan sensasi terbakar. seperti mulut kering dan haus hingga lidah memiliki rasa aneh seperti logam atau pahit Jika Anda mengalami salah satu penyakit lidah ini, segera kunjungi dokter terdekat Anda.
  • Lidah Stroberi
    Gejala demam berdarah adalah lapisan putih tebal dan papila merah cerah di lidah dalam beberapa hari pertama. Ketika pasien menunjukkan gejala seperti demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, muntah, dan sakit perut, kondisi ini juga mengkonfirmasi diagnosis. Pada hari kedua, bintik-bintik merah di dasar eritematosa, yang pertama muncul di leher dan dada, kemudian menyebar ke area lain. Dua hari kemudian, lapisan putih lidah terkelupas, meninggalkan warna merah dan papila yang menonjol tetap ada.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-03-30T090358.971.png
30/Mar/2024

Typhoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi tubuh dengan bakteri Salmonella typhi. Typhoid adalah infeksi akut yang biasanya menyerang saluran pencernaan dan memiliki gejala demam selama lebih dari 7 hari, masalah pencernaan, dan masalah kesadaran. Sangat sulit untuk membedakan penyakit ini dengan demam lainnya, tetapi penyakit ini biasanya diikuti oleh sakit kepala dan sakit perut, dan demam biasanya naik dan turun bergantian pada waktu tertentu, seperti saat tinggi pada malam hari.

Typhoid adalah penyakit infeksi yang terjadi di daerah tropis dan subtropis, terutama di daerah dengan sumber air yang tidak bersih dan sanitasi yang buruk. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi yang telah menyebar melalui makanan dan minuman yang tercemar. Orang yang menderita penyakit ini mungkin telah mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar ini.

 

Gejala Penyakit Typhoid

  • Demam meningkat setiap hari hingga 39–40 derajat Celcius
  • Serangan kepala
  • Lemah dan kelelahan
  • Menyerang otot
  • Berkeringat banyak
  • Batuk ringan
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan
  • Rasa sakit di perut
  • Diarrhea
  • Ruam pada kulit menyerupai bintik-bintik kecil merah muda
  • Menangis
  • Berbaring dengan kepala tegak dan mata setengah tertutup

 

Penularan Penyakit Typhoid

Infeksi typhoid melalui 5 F:

  • Makanan, termasuk makanan yang dikonsumsi dan didapati dari lingkungan yang tidak bersih, dapat menjadi sumber infeksi. Ini terutama benar jika kontaminasi terjadi karena pengolahan makanan yang tidak benar.
  • Penularan infeksi jari dapat terjadi jika jari tidak dicuci dengan benar setelah buang air kecil atau buang air besar.
  • Seseorang yang sudah terinfeksi bakteri penyebab typhoid, fomitus, dan bakteri yang muntahan dari penderita typhoid dapat menjadi cara lain untuk menularkan typhoid.
  • Lalat sangat suka hinggap di tempat dan benda yang kotor, yang dapat menjadi sarang bakteri Salmonella thypi. Lalat dapat membawa bakteri Salmonella thypi ke tempat dan benda kotor, yang kemudian masuk ke makanan dan menyebabkan kontaminasi.
  • Bakteri penyebab typhoid banyak ditemukan dalam kotoran dan feses pasien typhoid.

 

Komplikasi Penyakit Typhoid

  • Perdarahan yang terjadi di saluran pencernaan yang memerlukan transfusi darah
  • Kerusakan pada saluran pencernaan dapat menyebabkan peritonitis, yang dapat fatal.

Selain masalah yang disebutkan di atas, masalah tambahan mungkin muncul, antara lain:

  • Peradangan otot jantung, juga dikenal sebagai miokarditis
  • Endokarditis, atau peradangan selaput jantung dan katup
  • Pneumonia
  • Peradangan pankreas
  • Infeksi yang terjadi di kandung kemih
  • Peradangan selaput otak dan sumsum tulang belakang, juga dikenal sebagai meningitis

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-1-1.png
28/Mar/2024

Saat ini, zat-zat toksik lingkungan tidak termasuk dalam faktor risiko penyakit jantung yang sudah lama dikenal. Namun, bidang kardiologi lingkungan yang terus berkembang mengidentifikasi paparan terhadap polutan ini sebagai bahaya yang dapat diubah. Beberapa jenis logam beracun yang digunakan setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Dalam bidang kesehatan masyarakat, perhatian terhadap paparan logam ini, baik melalui sumber lingkungan maupun produk yang dikonsumsi sehari-hari, telah meningkat.

 

Macam-macam Logam Yang Beracun Bagi Jantung

Timbal, kadmium, merkuri, dan arsenik adalah beberapa logam beracun yang dikaitkan dengan risiko yang lebih besar bagi kesehatan jantung. Timbal, yang ditemukan dalam pipa air, tanah yang tercemar, dan cat lama, terkait dengan hipertensi dan risiko serangan jantung dan stroke. Sebuah hubungan telah ditemukan antara paparan kadmium melalui makanan, asap tembakau, dan emisi industri dan penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, penyakit arteri perifer, dan aterosklerosis.

Merkuri, terutama metil merkuri yang ditemukan dalam beberapa jenis ikan, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dan penyakit arteri koroner. Di sisi lain, paparan arsenik jangka panjang terhadap air yang tercemar dan beberapa jenis makanan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, aterosklerosis, dan penyakit arteri perifer.

 

Bagaimana Logam yang Beracun Bisa Merusak Jantung

Tubuh dapat memasukkan logam beracun ini melalui berbagai cara, seperti inhalasi, ingestasi, atau penyerapan melalui kulit. Logam-logam ini dapat menjadi toksik setelah masuk ke dalam tubuh dan menumpuk di organ dan jaringan, termasuk sistem kardiovaskular. Mereka dapat tinggal di tulang dan organ selama beberapa dekade. Stres oksidatif, inflamasi, disfungsi endotel, dan gangguan berbagai proses seluler mungkin merupakan faktor dalam kontribusi logam-logam ini terhadap penyakit kardiovaskular, meskipun mekanisme yang tepat masih dalam penelitian.

 

Bagaimana Cara Mengatasinya

Untuk mengurangi paparan terhadap logam beracun, tindakan pencegahan penting diambil. Ini termasuk menggunakan air minum yang aman, menghindari atau mengurangi konsumsi makanan yang terkontaminasi, berhenti merokok, dan meningkatkan kesadaran akan potensi paparan di lingkungan sekitar. Kebijakan dan regulasi kesehatan masyarakat sangat penting untuk mengendalikan dan mengurangi kadar logam beracun di lingkungan dan produk konsumen.

Saat ini, belum ada pengobatan medis konvensional yang dapat mengatasi efek logam pencemar pada vaskular; namun, upaya klinis untuk menghilangkan logam atau melemahkan dampaknya pada tubuh masih dikembangkan. Untuk melindungi kesehatan kardiovaskular, penting bagi masyarakat untuk memahami bahaya paparan logam beracun ini dan mengambil tindakan untuk mengurangi risikonya. Selain itu, pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana logam-logam ini menyebabkan penyakit kardiovaskular akan membantu kita mengatasi masalah ini dengan lebih baik.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-03-28T093436.487.png
28/Mar/2024

Di seluruh dunia, mortalitas dan morbiditas penyakit kardiovaskuler meningkat. Telah diketahui bahwa gaya hidup, yang termasuk pola makan yang tidak sehat, merokok, dan kurangnya aktivitas fisik, memengaruhi risiko penyakit kardiovaskuler. Pola makan yang tidak sehat adalah penyebab utama obesitas dan diabetes tipe 2, yang merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskuler. Oleh karena itu, menjaga pola hidup yang sehat sangat penting bagi mereka yang menderita penyakit jantung atau untuk mencegahnya terjadi.

 

Rekomendasi Diet Sehat Bagi Jantung

  • Konsumsi lebih banyak buah dan sayuran
    Terkait komposisi dan manfaatnya bagi kesehatan, konsumsi sayuran sangat penting untuk kesehatan jantung. Sayuran biasanya mengenyangkan, memiliki indeks glikemik yang rendah, dan penuh dengan mikronutrien bermanfaat seperti fitokimia, vitamin, mineral, dan serat. Diet yang kaya akan sayuran menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler secara signifikan karena memiliki manfaat antioksidan dan antiinflamasi pada karotenoid yang ditemukan dalam sayuran seperti bayam, wortel, ubi jalar, dan tomat. Karena efek antioksidan dan anti inflamasinya, buah juga disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita jantung. Karena smoothies atau jus sari buah mengandung gula atau serat yang lebih rendah, Anda harus mengonsumsi buah-buahan secara utuh.
  • Mengurangi atau menghindari konsumsi lemak trans
    Meskipun tubuh kita tidak membutuhkan lemak trans, beberapa jenis makanan mengandung lemak ini. Lemak jenuh dan lemak trans adalah dua jenis lemak yang paling berhubungan dengan dampak negatif pada sistem kardiovaskular. Lemak trans adalah lemak yang dihasilkan secara industri dari asam lemak tak jenuh yang dihidrogenasi oleh bakteri di usus hewan ruminansia, seperti sapi, domba, dan kambing, yang ditemukan dalam daging dan susu yang berlemak. Lemak trans yang dihasilkan secara industri juga ditemukan dalam lemak nabati seperti margarin, makanan yang digoreng, produk roti (seperti biskuit, kue kering, cookies, cake, dan donat). Namun, lemak trans alami yang ditemukan dalam daging dan susu hanya 6% dari total lemak. Selain itu, disarankan untuk produk fermentasi seperti yogurt karena dikaitkan dengan efek pencegahan diabetes dan penyakit jantung koroner (PJK).
  • Konsumsi ikan yang lebih banyak
    Konsumsi omega-3 dan konsumsi ikan menurunkan progresivitas sindrom koroner akut menjadi Miocard Infark (MI) dan komplikasi jantung, termasuk kematian. Makan lebih banyak ikan, terutama minyak ikan, adalah saran yang baik untuk kesehatan jantung, tetapi belum ada bukti yang jelas tentang manfaatnya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan dengan tingkat omega-3 yang lebih tinggi setiap minggu (sekitar 175 gram atau dua porsi) dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah untuk penyakit jantung dan kematian total di antara orang yang berisiko tinggi atau pasien dengan penyakit pembuluh darah.
  • Menurunkan konsumsi garam
    Peningkatan tekanan darah dan morbiditas kardiovaskuler disebabkan oleh konsumsi garam yang berlebihan.Sebuah meta analisis menunjukkan bahwa individu dengan hipertensi dan asupan natrium lebih dari 7 g/hari memiliki risiko 23% lebih besar terhadap penyakit jantung dan kematian selama 4,2 tahun median. Konsumsi natrium dan PJK telah dikaitkan secara signifikan dalam studi kohort observasional lainnya. Sesuai dengan diet DASH, menghindari penambahan garam dan makanan yang mengandung banyak garam dapat meningkatkan efek penurunan tekanan darah dari obat hipertensi. Selain itu, konsumsi kalium yang tinggi dapat memiliki efek yang lebih besar pada penurunan tekanan darah. Menurut penelitian, jumlah garam yang harus dikonsumsi setiap hari tidak boleh melebihi 2.300 mg, atau sekitar satu sendok teh. Namun, makanan terproses seperti makanan kaleng, makanan beku, dan makanan cepat saji menghasilkan sebagian besar garam yang kita konsumsi. Jangan makan saus tinggi natrium seperti kecap, saus tomat, dan mayones.
  • Konsumsi daging tanpa lemak secara moderat, tetapi tidak terlalu banyak daging olahan
    Ada hubungan antara konsumsi daging olahan, seperti sosis, kornet, daging asap, dan sebagainya, dan risiko penyakit kardiovaskuler. Di sisi lain, orang mengonsumsi daging merah dalam jumlah sedang dan menggantinya dengan seafood, unggas rendah lemak, atau kacang kacangan. Karena daging olahan mungkin memiliki kandungan lemak dan garam yang lebih tinggi, penelitian membedakan daging segar dari daging olahan. Suatu penelitian analisis menemukan bahwa tidak ada hubungan antara PJK dan daging yang tidak diproses. Sebaliknya, daging olahan dikaitkan dengan risiko PJK sebesar 42% jika konsumsi 50 g per hari.
  • Menurunkan jumlah minuman berpemanis
    Konsumsi gula tambahan lebih dari 10% menunjukkan peningkatan mortalitas penyakit kardiovaskuler dan hubungannya dengan peningkatan insiden diabetes tipe 2. Mengonsumsi 1 porsi gula setiap hari meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 6%.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-03-26T140740.593.png
26/Mar/2024

Semua orang yang beragama Islam diharuskan untuk tidak makan atau minum selama satu hari selama bulan Ramadhan. Selama berpuasa sepanjang hari, tubuh dapat kehilangan banyak cairan, menyebabkan dehidrasi. Untuk menghindari dehidrasi selama bulan Ramadhan, minum cukup air untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Disarankan untuk minum delapan gelas air setiap hari.

 

Cara Penuhi Cairan Tubuh Selama Puasa

Anda dapat mencoba menggunakan pola 2-4-2 untuk memenuhi kebutuhan cairan Anda saat puasa, yaitu:

  • Dua gelas air putih untuk berbuka puasa
    Setelah beraktivitas seharian, minum air putih membantu tubuh mengembalikan cairannya. Biasakan untuk berbuka puasa dengan air putih baru sebelum makanan lainnya. Minumlah setidaknya dua gelas air putih setiap hari. Ada dua gelas: satu saat adzan Maghrib dan satu lagi saat adzan Isya.
  • Empat Gelas Air Putih untuk Makan Malam
    Kemudian disarankan untuk minum air putih secara teratur setiap malam hingga menjelang tidur. Anda harus minum empat gelas air putih setiap malam, dengan dua gelas sebelum makan dan dua gelas menjelang tidur. Ini akan membantu Anda mengunyah makanan dengan lebih baik.
  • Dua Gelas Air Putih untuk Sahur
    Saat sahur, setidaknya minum dua gelas air putih—satu saat bangun tidur dan satu lagi setelah makan sahur—untuk memberi energi tubuh selama puasa.

Dengan memenuhi kebutuhan cairan kita selama berpuasa, tubuh kita diharapkan tidak dehidrasi. untuk menjalankan puasa dengan sehat dan penuh energi. Selain itu, berpuasa bukan alasan untuk meninggalkan gaya hidup sehat, seperti makan makanan yang sehat dan melakukan aktivitas fisik ringan setiap hari. Puasa yang sehat, aktivitas yang menggembirakan, dan ibadah yang lebih intens.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


logo putih-01-01-01

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

Recent Posts

CopyRight, 2024 | Managed by Markbro