INFO UNTUK ANDA

Batasi-Kafein-Sayangi-Jantungmu.png

Hai Sobat ERSIY!

Siapa yang tidak suka aroma kopi di pagi hari? Bagi banyak orang, secangkir kopi menjadi penyemangat untuk memulai aktivitas. Namun, dibalik kenikmatan rasa dan aromanya, terlalu banyak mengkonsumsi kafein bisa memberi dampak yang kurang baik bagi kesehatan, terutama untuk jantungmu.

 

Kopi dan Kafein

Kafein merupakan zat stimulan alami yang dapat meningkatkan fokus dan membuat tubuh terasa lebih segar. Meski memiliki manfaat, konsumsi berlebihan dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular. Kafein berlebihan dapat memicu detak jantung tidak teratur (aritmia), peningkatan tekanan darah, dan gangguan tidur yang berujung pada stres tubuh. Orang yang sensitif terhadap kafein bahkan bisa merasakan jantung berdebar setelah hanya satu cangkir kopi. Kondisi ini bisa lebih berisiko bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi, penyakit jantung, atau gangguan kecemasan. Para ahli kesehatan menyarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 400 mg kafein per hari — setara dengan sekitar 2-3 cangkir kopi seduh. Namun, setiap orang memiliki tingkat toleransi berbeda. Jika kamu merasa gelisah, sulit tidur, atau jantung berdebar setelah minum kopi, sebaiknya mulai mengurangi takaran atau memilih kopi rendah kafein.

 

Tips Aman Menikmati Kopi Tanpa Ganggu Jantung

Agar tetap bisa menikmati kopi tanpa khawatir, cobalah beberapa langkah sederhana ini:

1.     Pilih kopi tanpa tambahan gula atau krimer berlebih.

2.     Batasi konsumsi kopi maksimal 2 cangkir per hari.

3.     Hindari minum kopi sebelum tidur agar pola istirahat tetap terjaga.

4.     Minum air putih yang cukup untuk membantu metabolisme tubuh.

5.     Kombinasikan dengan gaya hidup sehat seperti olahraga teratur dan makan makanan bergizi.

 

Jika sobat ersiy  sering merasakan jantung berdebar, tekanan darah naik setelah minum kopi, atau mengalami gangguan tidur yang berkepanjangan,jangan ragu untuk berkonsultasi ke Poli Jantung RSI Surabaya Ahmad Yani.

Untuk lebih lanjutnya hubungi kami di:

0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya

 


Pentingnya-Perawatan-Mata-Sehari-hari-di-Era-Digital.png

Hai Sobat Ersiy!

Pernahkah kamu merasa mata cepat lelah, kering, atau buram setelah menatap layar gadget terlalu lama?

Jika iya, kamu tidak sendirian! Di era digital seperti sekarang, hampir semua aktivitas — mulai dari bekerja, belajar, hingga hiburan — dilakukan di depan layar komputer atau ponsel. Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan mata, seperti mata kering, iritasi, bahkan rabun jauh (miopia) yang muncul lebih cepat.

 

Mengenal Dampak Era Digital terhadap Mata

Menatap layar terlalu lama membuat mata harus fokus secara terus-menerus.
Cahaya biru (blue light) dari layar ponsel, komputer, atau televisi dapat membuat mata cepat lelah dan mengganggu produksi air mata, sehingga menimbulkan keluhan:

  1. Mata terasa kering atau panas 
  2. Penglihatan kabur atau ganda 
  3. Kepala terasa pusing
  4. Mata berair dan sulit fokus

Kondisi ini dikenal sebagai Digital Eye Strain atau Computer Vision Syndrome gangguan mata yang kini banyak dialami masyarakat modern. 

 

Langkah Sederhana Menjaga Kesehatan Mata Setiap Hari

Tidak perlu khawatir! Ada beberapa cara mudah yang bisa kamu lakukan setiap hari untuk menjaga mata tetap sehat, bahkan di tengah kesibukan digital:

  1. Terapkan Aturan 20-20-20
    Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter).
  2. Jaga Jarak Pandang Aman
    Posisikan layar gadget sekitar 40–60 cm dari mata, dan atur ketinggian layar sejajar atau sedikit di bawah garis pandang.
  3. Hindari Menatap Layar Terlalu Lama Tanpa Berkedip
    Saat fokus, kita cenderung jarang berkedip — padahal berkedip membantu melembabkan mata secara alami.
  4. Gunakan Pencahayaan yang Cukup
    Hindari menatap layar di tempat gelap atau terlalu terang. Pencahayaan yang seimbang membantu mata tidak cepat lelah.
  5. Konsumsi Makanan Bergizi untuk Mata
    Perbanyak makanan yang mengandung vitamin A, C, dan E, serta omega-3, seperti wortel, bayam, ikan salmon, dan alpukat.
    Nutrisi ini membantu menjaga retina dan mencegah rabun.

Jika sobat ersiy  sering merasakan Penglihatan kabur atau menurun secara tiba-tiba, Mata terasa nyeri, merah, atau bengkak, Sering merasa silau atau sulit fokus dan Kelopak mata bengkak atau keluar kotoran berlebihan, jangan ragu untuk berkonsultasi ke Poli mata RSI Surabaya Ahmad Yani.

Untuk lebih lanjutnya hubungi kami +62 811-363-670 (Customer care) atau sobat ersiy bisa mengunjungi RSI Surabaya A.Yani di JL. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Gangguan-Demielinasi.png

Hai Sobat ERSIY,
Tahukah kalian bahwa di balik gejala ringan seperti kesemutan, kelelahan, atau gangguan penglihatan, bisa jadi tersembunyi suatu kondisi serius yang menyerang sistem saraf, yaitu gangguan demielinasi?

 

Apa Itu Gangguan Demielinasi?

Gangguan demielinasi terjadi ketika lapisan pelindung saraf (mielin) yang berfungsi seperti isolasi pada kabel listrik agar sinyal saraf berjalan cepat dan efisien mengalami kerusakan atau hilang. Akibatnya, komunikasi antar sel saraf terganggu, dan tubuh tidak dapat bekerja seoptimal biasanya. Beberapa jenis gangguan demielinasi yang perlu dikenali antara lain:

  1. Multiple Sclerosis (MS) penyakit autoimun yang menyerang myelin di otak dan sumsum tulang belakang.
  2. Polineuropati Demielinasi Inflamasi Kronis (CIDP) mempengaruhi saraf tepi secara perlahan dan progresif.
  3. Neuromyelitis Optica (NMO) — menyerang saraf penglihatan dan sumsum tulang belakang.

 

Gejala dan Dampaknya pada Otak

Gejala gangguan demielinasi bisa berbeda-beda, tergantung area saraf yang terdampak. Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain:

  • Kelemahan otot atau kesulitan menggerakkan anggota tubuh
  • Gangguan penglihatan seperti kabur atau kehilangan penglihatan sementara
  • Sensasi kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki
  • Kelelahan berat, perubahan suasana hati, hingga gangguan konsentrasi

Kerusakan mielin juga berdampak besar pada fungsi otak, terutama di bagian memori, koordinasi, dan penglihatan. Studi menunjukkan bahwa gangguan pada area otak seperti hipokampus dan korteks prefrontal dapat menyebabkan penurunan daya ingat, kesulitan belajar, serta fleksibilitas berpikir yang menurun. Selain itu, bila kerusakan terjadi di sumsum tulang belakang, pasien bisa mengalami gangguan berjalan, kehilangan keseimbangan, atau spastisitas.

 

Sobat ERSIY, gangguan demielinasi memang jarang dikenal dan jarang dibicarakan tetapi dampaknya sangat serius. Karena itu, penting untuk tidak mengabaikan gejala ringan seperti kesemutan atau gangguan penglihatan. Oleh karena itu sobat eRSIy apabila anda mengalami gejala kesemutan atau gangguan penglihatan yang berkepanjangan

konsultasikan ke Poli saraf RSI Surabaya A.Yani

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Sobat Ersiy bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Lebih-Sehat-Makan-Buah-Langsung-atau-Dijus-Ini-Faktanya2.png

Sobat eRSIy, Buah adalah sumber vitamin, mineral, dan serat yang sangat penting bagi kesehatan. Namun sering muncul pertanyaan di masyarakat: apakah buah sebaiknya dimakan langsung atau dijadikan jus? Keduanya tentu sama-sama bermanfaat, tetapi ada perbedaan dalam kandungan dan manfaatnya bagi tubuh.

 

Kelebihan Makan Buah Langsung

  1. Kaya Serat
    Buah yang dimakan utuh memiliki serat yang lebih tinggi sehingga baik untuk pencernaan dan membuat kenyang lebih lama.
  2. Gula Lebih Terkontrol
    Gula alami dari buah dilepas lebih lambat, sehingga tidak cepat meningkatkan kadar gula darah.
  3. Nutrisi Lebih Utuh
    Vitamin dan mineral pada buah lebih terjaga dibandingkan saat diolah menjadi jus.

 

Kelebihan Mengonsumsi Buah dalam Bentuk Jus

  1. Praktis dan Cepat
    Jus mudah dikonsumsi, terutama bagi anak-anak atau orang yang sulit makan buah utuh.
  2. Lebih Segar
    Jus buah memberikan sensasi segar dan dapat membantu mencukupi cairan tubuh.
  3. Mudah Dikombinasikan
    Berbagai buah bisa dicampur dalam satu gelas jus sehingga lebih bervariasi gizinya.

 

Kekurangan Jus Buah

  • Serat berkurang karena biasanya ampas tidak ikut diminum
  • Kadar gula lebih tinggi terutama jika ditambah gula atau susu kental manis.
  • Kalori lebih banyak jika porsi jus besar atau ditambah pemanis.

 

Tips Sehat Mengkonsumsi Buah

  • Pilih buah segar dan cuci bersih sebelum dikonsumsi.
  • Jika membuat jus, sebaiknya tanpa gula tambahan dan minum segera agar nutrisinya tidak berkurang.
  • Kombinasikan cara konsumsi: makan buah segar sehari-hari, dan sesekali variasikan dengan jus.
  • Usahakan konsumsi buah minimal 2–3 porsi per hari sesuai anjuran Kemenkes.

Baik dimakan langsung maupun dijus, buah tetap memberikan manfaat kesehatan yang besar. Namun, untuk mendapatkan serat yang optimal dan menjaga kadar gula tetap stabil, makan buah utuh lebih dianjurkan. Sementara jus bisa menjadi pilihan praktis sesekali, asalkan tanpa tambahan gula berlebih.

 

Sobat eRSIy, biasakan konsumsi buah setiap hari untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit. RS Islam Surabaya Ahmad Yani siap mendampingi Anda dalam mewujudkan pola hidup sehat.

Untuk informasi lebih lanjut, Bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505

+62 811-363-670 (customer care)

 

Atau anda bisa mengunjungi RSI Surabaya A.Yani di JL. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


KENALI-SINUSITIS.png

Sobat eRSIy, tahukah kalian apa itu sinusitis? Sinusitis merupakan peradangan pada rongga sinus yang terletak di sekitar hidung. Kondisi ini cukup sering dialami masyarakat, terutama saat daya tahan tubuh menurun atau akibat infeksi saluran pernapasan. Walaupun terdengar sepele, sinusitis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena menyebabkan rasa tidak nyaman di wajah dan hidung.

Sinus terjadi ketika rongga sinus mengalami peradangan atau infeksi. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh virus, bakteri, atau alergi. Sinus yang normal seharusnya berisi udara, namun ketika tersumbat, cairan dapat menumpuk sehingga memicu pertumbuhan kuman.

 

Gejala Sinusitis yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala umum yang sering muncul yaitu :

  1. Hidung tersumbat atau berair
  2. Nyeri dan Tekanan di sekitar hidung, mata, atau dahi
  3. Sakit kepala yang semakin berat saat menunduk
  4. Demam atau rasa lelah
  5. Indera penciuman berkurang

Apabila gejala berlangsung lebih dari 2 minggu, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter THT.

 

Faktor risiko sinusitis:

  1. Riwayat alergi (misalnya rhinitis alergi)
  2. Infeksi saluran pernapasan berulang
  3. Polip hidung
  4. Lingkungan berdebu atau polusi udara tinggi

 

Pencegahan sinusitis

Menjaga kesehatan saluran pernapasan dapat membantu mencegah sinusitis. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain.

  1. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  2. Menghindari paparan asap rokok dan polusi
  3. Memperbanyak minum air putih
  4. Istirahat cukup untuk menjaga daya tahan tubuh
  5. Segera obati alergi atau flu agar tidak berkembang menjadi sinusitis

 

Oleh karena itu sobat eRSIy, Sinusitis memang sering dianggap penyakit ringan, namun jika tidak ditangani dengan baik dapat berulang bahkan menjadi kronis. Dengan mengenali gejalanya sejak dini, masyarakat dapat melakukan pencegahan dan mencari penanganan medis yang tepat.

 

Jika Anda mengalami keluhan sinusitis atau gangguan pernapasan lainnya, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis THT di RS Islam Surabaya Ahmad Yani. Pelayanan medis yang profesional siap membantu Anda mendapatkan penanganan yang optimal.

Untuk informasi lebih lanjut, Bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505

+62 811-363-670 (customer care)

 

Atau anda bisa mengunjungi RSI Surabaya A.Yani di JL. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya

 


Yuk-ketahui-rekomendasi-nutrisi-pasien-kanker-dan-penyakit-kronis-apa-yang-boleh-dan-tidak.png

Sobat eRSIy, Makan bukan sekadar mengisi perut — bagi pasien kanker, penyakit ginjal, atau liver, asupan makanan bisa menjadi bagian dari terapi. Nutrisi yang baik membantu memperkuat tubuh, mendukung efek obat, dan mengurangi efek samping. Di sini, kita akan bahas panduan apa yang boleh & tidak agar tubuh tetap berdaya saat menjalani pengobatan.

Apa yang Boleh Dimakan & Disarankan

  1. Protein Berkualitas
    • Ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, tempe — pilih yang mudah dicerna.
    • Memberi “bahan baku” untuk memperbaiki sel tubuh.
  2. Karbohidrat Kompleks
    • Beras merah, oatmeal, ubi, kentang yang dimasak dengan baik.
    • Energi stabil dan tidak meningkatkan gula darah drastis.
  3. Buah & Sayur Ringan
    • Pilih buah rendah gula bila pasien juga punya masalah gula darah.
    • Sayuran yang dimasak ringan agar mudah dicerna dan tetap kandungan nutrisinya.
  4. Cukup Cairan
    • Air putih, sup bening, air perasan buah (tanpa gula tambahan).
    • Bagi pasien ginjal, perlu disesuaikan dengan instruksi dokter.
  5. Makanan Antioksidan & Mineral Seimbang
    • Kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran warna-warni.
    • Membantu melawan radikal bebas yang dihasilkan proses pengobatan.

Pantangan & Makanan yang Harus Diwaspadai

  1. Makanan Tinggi Gula atau Pemanis Tambahan
    • Kue manis, minuman bersoda, sirup manis.
    • Bisa membebani metabolisme dan memperparah kondisi gula darah.
  2. Makanan Terlalu Asin / Garam Tinggi
    • Makanan kaleng, makanan cepat saji, keripik kemasan.
    • Menambah beban ginjal dan tekanan darah.
  3. Lemak Jenuh & Makanan Gorengan
    • Daging berlemak, makanan cepat saji, santan kental, gorengan.
    • Bisa memicu radang dan membebani liver.
  4. Makanan Mentah / Kurang Higienis
    • Salad mentah, sushi, telur setengah matang, makanan dari luar tanpa kebersihan.
    • Pasien kanker & mereka yang menjalani kemoterapi punya imunitas menurun — rawan infeksi.
  5. Minuman Alkohol & Kafein Berlebihan
    • Jika diperbolehkan, konsumsi sangat dibatasi atau dihindari.
    • Alkohol & kafein bisa memicu efek samping obat atau memperberat kerja organ.

Tips Praktis Agar Nutrisi Terjaga

  • Bagi porsi kecil, waktu makan sering (misalnya 5–6 kali porsi kecil).
  • Memasak dengan metode sehat: kukus, rebus, panggang ringan.
  • Gunakan bumbu alami, hindari MSG/penyedap berlebihan.
  • Konsultasi rutin dengan dokter gizi/ahli gizi agar menu disesuaikan kondisi pasien.
  • Catat reaksi tubuh: jika mual, diare, atau tak bisa makan — laporkan ke tim medis.

Nutrisi bukan hanya soal “boleh atau tidak” tetapi soal memilih apa yang mendukung tubuh melawan penyakit. Dengan pola makan yang tepat, pasien kanker atau penyakit kronis bisa lebih kuat, mengurangi komplikasi, dan mendukung proses pengobatan.

 

Apabila Anda atau keluarga menghadapi kondisi seperti kanker, penyakit ginjal, atau liver, sebaiknya konsultasikan segera ke dokter gizi atau tim medis di RSI Surabaya A. Yani agar menu makanan Anda disesuaikan secara personal.

Untuk informasi lebih lanjut, Bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505

+62 811-363-670 (customer care)

 

Atau anda bisa mengunjungi RSI Surabaya A.Yani di JL. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya

 


Asap-Debu-Diam-diam-Mengancam-Paru.png

Sobat eRSIy, Asap dan debu di Perkotaan seperti Surabaya yang setiap hari terpapar partikel debu, asap kendaraan, dan polutan dari aktivitas industri. Meskipun “terlihat biasa”, polusi udara ini adalah ancaman yang serius bagi sistem pernapasan kita. Perlahan memicu penyakit akut hingga kronis.

 

Apa itu polusi Udara?

Polusi udara adalah campuran partikel padat, cair, an gas berbahaya di udara. Beberapa komponen utama polusi yang berdampak terhadap kesehatan adalah. Partikulat halus sangat berbahaya karena mampu menembus hingga alveoli paru dan gas-gas pencemar seperti nitrogen, dioksida, sulfur dioksida, karbon monoksida, dan ozon.

 

Sumber sumber polusi sangat beragam antara lain :

  1. Emisi kendaraan bermotor
  2. Asap dari industri atau pembakaran
  3. Debu jalanan yang bertebangan akibat aktvitas transportasi dan pembuangan
  4. Pembakaran sampah yang masih banyak terjadi di perkotaan

 

Dampak polusi udara

  • Iritasi saluran pernapasan -> batuk, bersin, tenggorokan gatal
  • Asma Kambuh atau memperparah gejala asma
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terutama pada anak-anak
  • Risiko jangka panjang berupa kerusakan paru, penurunan fungsi paru, hingga kanker paru.

Tenang Sobat eRSIy, ada langkah pencegahan yang bisa dilakukan loh, yaitu

  1. Memperbanyak penggunaan masker
  2. Menjaga jarak (jika berada di area polusi)
  3. Menutup ventilasi saat kondisi polusi
  4. Mengurangi aktivitas luar
  5. Memantau kualitas udara
  6. Menjaga ketahanan tubuh
  7. Siaga gejala penyakit pernapasan

 

Asap dan debu kota mungkin tampak sepele, tapi efeknya bisa jauh lebih besar dari yang kita kira, terutama terhadap paru-paru dan jalan napas. Dengan mengetahui bahaya, mengenali gejala, dan menerapkan langkah perlindungan sederhana, kita bisa meminimalkan risiko.

 

Oleh karena itu sobat eRSIy apabila anda mengalami gejala seperti batuk terus menerus, dahak berlebih, sesak nafas, suara napas “mengi”, atau gejala ISPA yang berkepanjangan konsultasikan ke Poli Paru RSI Surabaya A.Yani

 

JIka anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI Surabaya A.Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505

+62 811-363-670  (customer care)

Atau anda bisa mengunjungi RSI Surabaya A.Yani di JL. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya

 


IMG_1570.png

Mendengar kata operasi tulang belakang mungkin langsung membuat sebagian orang merasa takut. Salah satu kekhawatiran yang paling sering muncul adalah kemungkinan mengalami kelumpuhan setelah operasi. Kekhawatiran ini wajar, mengingat tulang belakang memiliki hubungan erat dengan saraf dan sumsum tulang belakang.

Namun, anggapan bahwa operasi tulang belakang pasti menyebabkan kelumpuhan adalah mitos.

 

Risiko Kelumpuhan Memang Ada, tetapi Rendah

Setiap tindakan operasi memiliki risiko, termasuk operasi tulang belakang. Namun, kelumpuhan permanen setelah operasi bukanlah sesuatu yang pasti terjadi.

Sebuah studi terhadap 11.817 operasi tulang belakang pada pasien dewasa menemukan 21 kasus defisit neurologis mayor yang muncul segera setelah operasi, atau sekitar 0,178 persen. Dalam studi tersebut, angkanya berbeda berdasarkan lokasi operasi: sekitar 0,293 persen pada area servikal, 0,488 persen pada torakal, dan 0,0745 persen pada lumbal atau sakral.

Artinya, risiko komplikasi neurologis serius memang ada, tetapi relatif rendah dan jauh dari anggapan bahwa operasi tulang belakang pasti membuat seseorang lumpuh.

 

Mengapa Risiko Bisa Rendah?

Perkembangan teknologi dan teknik operasi turut membantu dokter melakukan tindakan dengan lebih terarah. Dalam operasi tulang belakang, dokter dapat menggunakan berbagai pendekatan sesuai kondisi pasien, termasuk teknik minimal invasif dan neuromonitoring untuk membantu memantau fungsi saraf selama tindakan.

Namun, teknologi bukan berarti risiko dapat dihilangkan sepenuhnya. Setiap operasi tetap memiliki kemungkinan komplikasi dan membutuhkan pertimbangan medis yang matang.

Area Operasi Juga Berpengaruh

Risiko komplikasi neurologis dapat berbeda tergantung bagian tulang belakang yang ditangani dan jenis operasinya. Data penelitian menunjukkan adanya perbedaan angka defisit neurologis antara operasi pada area servikal, torakal, dan lumbal.

Karena itu, risiko tidak bisa disamaratakan untuk semua pasien. Kondisi penyakit, lokasi masalah, jenis tindakan, riwayat kesehatan, dan kompleksitas operasi perlu dipertimbangkan secara individual.

 

Jangan Menunda Pengobatan karena Takut

Ketakutan terhadap kelumpuhan memang dapat membuat seseorang ragu menjalani operasi. Hal ini juga terlihat dalam pemberitaan mengenai Hotman Paris yang mengaku sempat takut lumpuh sebelum menjalani operasi tulang belakang akibat saraf terjepit. Setelah operasi, ia mengalami masa pemulihan dan tetap membutuhkan pemeriksaan lanjutan karena keluhan nyeri kembali muncul setelah beraktivitas terlalu cepat.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa proses operasi dan pemulihan setiap pasien dapat berbeda. Bahkan setelah tindakan, mengikuti instruksi dokter selama masa pemulihan tetap menjadi bagian penting dari proses penyembuhan.

 

Jadi, operasi tulang belakang tidak berarti pasti lumpuh. Risiko memang tetap ada, tetapi besarnya bergantung pada kondisi dan jenis operasi yang dilakukan.

Jika Anda atau keluarga memiliki masalah tulang belakang dan dokter menyarankan tindakan operasi, jangan hanya mengambil keputusan berdasarkan rasa takut. Diskusikan risiko, manfaat, pilihan terapi, serta kemungkinan komplikasi secara langsung dengan dokter spesialis Orthopaedi di RS Islam Surabaya A. Yani agar dapat menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


IMG_1571.png

Masih mengira laparoskopi hanya digunakan untuk operasi ringan seperti usus buntu? Anggapan tersebut sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan teknologi bedah saat ini. Laparoskopi telah digunakan untuk berbagai jenis tindakan operasi, termasuk pada organ pencernaan, kandungan, hingga urologi.

Dengan teknik ini, dokter melakukan tindakan melalui beberapa sayatan kecil menggunakan alat khusus dan kamera untuk melihat area yang akan ditangani.

Laparoskopi Bisa untuk Operasi Apa Saja?

Penggunaan laparoskopi kini semakin luas. Tidak hanya untuk usus buntu, metode ini dapat digunakan dalam berbagai kondisi.

  1. Operasi pada Sistem Pencernaan

Dalam bidang digestif, laparoskopi dapat digunakan untuk menangani berbagai kondisi, seperti:

  • Pengangkatan kandung empedu.
  • Sebagian operasi usus besar, termasuk pada kasus tertentu seperti divertikulitis dan kanker kolorektal.
  • Penanganan GERD kronis yang tidak membaik dengan obat.
  • Prosedur pada lambung, hati, dan pankreas.

Bahkan, untuk pengangkatan kandung empedu, teknik laparoskopi telah menjadi salah satu pendekatan standar dalam dunia medis.

  1. Operasi di Bidang Kandungan

Laparoskopi juga dapat digunakan dalam berbagai tindakan ginekologi, antara lain untuk menangani:

  • Kista ovarium.
  • Mioma.
  • Endometriosis.
  • Kondisi tertentu yang berkaitan dengan gangguan menstruasi dan masalah kesuburan.

Sayatan yang lebih kecil membuat metode ini menjadi salah satu pilihan dalam berbagai prosedur kandungan tertentu.

  1. Kondisi Lain

Penggunaan laparoskopi juga mencakup sejumlah prosedur lain, seperti penanganan hernia yang kambuh, pengangkatan limpa, serta berbagai tindakan dalam bidang urologi.

Artinya, penggunaan laparoskopi tidak terbatas pada satu jenis penyakit atau satu organ saja.

Mengapa Laparoskopi Banyak Dipilih?

Dibandingkan dengan metode bedah terbuka konvensional, laparoskopi memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya:

  • Nyeri setelah operasi cenderung lebih ringan.
  • Waktu rawat inap dapat lebih singkat.
  • Risiko infeksi dapat lebih rendah.
  • Bekas luka operasi lebih kecil.
  • Pemulihan dapat berlangsung lebih cepat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat.

Meski begitu, hasil dan proses pemulihan setiap pasien dapat berbeda, tergantung kondisi dan jenis operasi yang dilakukan.

Tidak Semua Pasien Bisa Menjalani Laparoskopi

Meskipun menawarkan berbagai keunggulan, laparoskopi bukan berarti selalu menjadi pilihan untuk semua pasien dan semua kondisi.

Dokter perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien, riwayat operasi sebelumnya, tingkat kompleksitas penyakit, serta hasil pemeriksaan penunjang sebelum menentukan metode operasi yang paling sesuai.

Karena itu, jangan menentukan pilihan tindakan hanya berdasarkan anggapan bahwa operasi dengan sayatan kecil pasti lebih baik untuk semua kondisi.

Teknologi laparoskopi terus berkembang dan telah digunakan untuk berbagai prosedur medis. Jika Anda atau keluarga membutuhkan tindakan operasi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis untuk mengetahui metode yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Konsultasikan kebutuhan kesehatan Anda dan keluarga bersama dokter spesialis di RS Islam Surabaya A. Yani.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


IMG_1525.png

Halo, Sobat eRSIy!

Pernah merasa kurang percaya diri karena muncul garis-garis pembuluh darah yang terlihat jelas di kaki? Banyak orang menganggap varises hanya masalah penampilan dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Padahal, varises bukan sekadar membuat kaki terlihat kurang mulus. Kondisi ini berkaitan dengan fungsi pembuluh darah balik yang tidak bekerja secara optimal. Yuk, kenali varises lebih jauh!

 

Apa Itu Varises?

Varises terjadi ketika pembuluh darah vena, terutama di kaki, mengalami pelebaran dan tidak dapat mengalirkan darah kembali ke jantung secara optimal.

Di dalam pembuluh darah vena terdapat katup yang membantu menjaga agar darah tetap mengalir ke arah jantung. Ketika katup tersebut melemah atau tidak berfungsi dengan baik, darah dapat lebih mudah menumpuk di kaki.

Akibatnya, pembuluh darah vena dapat menjadi lebih melebar dan terlihat menonjol di permukaan kulit.

Jadi, varises bukan hanya persoalan estetika. Kondisi ini dapat menjadi tanda bahwa sistem pembuluh darah balik di kaki sedang tidak bekerja sebagaimana mestinya.

 

Varises Bukan Kondisi yang Jarang

Mungkin ada yang mengira varises hanya dialami oleh sebagian kecil orang.

Padahal, berdasarkan materi kesehatan global yang digunakan, sekitar 10–30 persen populasi dunia mengalami varises sepanjang hidupnya.

Dalam studi klasifikasi CEAP, varises juga termasuk salah satu gangguan vena yang sering ditemukan, dengan prevalensi varises sekitar 19 persen dalam klasifikasi tersebut.

Artinya, varises merupakan kondisi yang cukup umum dan dapat dialami oleh banyak orang.

Apa yang Terjadi Jika Varises Dibiarkan?

Varises tidak selalu langsung menimbulkan keluhan. Namun, pada sebagian orang, kondisi ini dapat berkembang dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain:

  • Nyeri dan rasa tidak nyaman pada kaki
  • Kaki terasa bengkak
  • Kram, terutama pada malam hari
  • Kulit terasa gatal
  • Perubahan warna kulit
  • Pada kondisi tertentu, muncul luka yang sulit sembuh

Karena itu, jangan hanya melihat varises dari tampilannya. Keluhan yang muncul juga perlu diperhatikan, terutama jika mulai mengganggu aktivitas atau semakin bertambah.

 

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Varises?

Varises dapat dialami oleh siapa saja. Namun, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risikonya.

  1. Terlalu Lama Berdiri atau Duduk

Pekerjaan yang membuat seseorang berada dalam posisi berdiri atau duduk dalam waktu lama dapat menjadi salah satu faktor risiko.

Misalnya guru, kasir, perawat, hingga pekerja kantoran yang banyak menghabiskan waktu dalam posisi yang sama.

  1. Memiliki Riwayat Keluarga

Jika anggota keluarga memiliki varises, seseorang dapat memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa.

  1. Kehamilan

Kehamilan dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di area kaki sehingga risiko terjadinya varises juga dapat meningkat.

  1. Kelebihan Berat Badan

Berat badan berlebih dapat memberikan tekanan tambahan pada pembuluh darah vena di kaki.

  1. Bertambahnya Usia

Seiring bertambahnya usia, fungsi katup pada pembuluh darah vena dapat mengalami perubahan sehingga risiko varises juga meningkat.

Varises juga diketahui lebih sering ditemukan pada perempuan dibandingkan laki-laki. Kondisi ini juga lebih banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut dan orang yang pekerjaannya menuntut posisi statis dalam waktu lama.

 

Jangan Tunggu Sampai Mengganggu Aktivitas

Varises mungkin awalnya hanya terlihat seperti garis atau pembuluh darah yang menonjol di kaki. Namun, jika mulai disertai nyeri, bengkak, kram, perubahan kulit, atau luka yang sulit sembuh, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.

Mengenali tanda dan faktor risikonya sejak awal dapat membantu seseorang lebih memperhatikan kesehatan pembuluh darahnya.

Jadi, varises bukan sekadar “penampilan kaki yang kurang mulus”. Kondisi ini merupakan sinyal dari tubuh yang layak diperhatikan lebih awal, sebelum keluhan berkembang dan semakin mengganggu kenyamanan sehari-hari.

Jika Bunda atau Sobat eRSIy memiliki keluhan yang mengarah pada varises, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar kondisi dapat diperiksa dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2026. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?