INFO UNTUK ANDA

Jaga-Tulang-Sejak-Dini-Cegah-Osteoporosis-di-Masa-Tua.png
09/Oct/2026

Hai, Sobat eRSIy!

Tahukah kamu? Tulang yang kuat di usia lanjut sebenarnya mulai dibentuk sejak usia muda. Banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan tulang ketika mulai mengalami nyeri, tubuh menjadi lebih bungkuk, tinggi badan berkurang, atau bahkan patah tulang akibat benturan ringan.

Padahal, kesehatan tulang dapat dijaga sejak dini melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan yang tepat. Semakin awal kebiasaan baik dilakukan, semakin besar kesempatan untuk mempertahankan tulang tetap kuat hingga usia lanjut.

 

Apa Itu Osteoporosis?

Osteoporosis adalah kondisi ketika kepadatan dan kualitas tulang menurun sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan mudah patah.

Osteoporosis sering disebut sebagai silent disease karena pada tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala yang khas. Seseorang bahkan bisa tidak menyadari bahwa kepadatan tulangnya sudah menurun sampai terjadi patah tulang.

Kondisi ini memang lebih sering ditemukan pada wanita setelah menopause, tetapi pria juga tetap memiliki risiko mengalami osteoporosis, terutama jika memiliki faktor risiko tertentu.

 

Mengapa Kesehatan Tulang Perlu Dijaga Sejak Dini?

Masa kanak-kanak, remaja, hingga dewasa muda merupakan periode penting untuk membangun kepadatan tulang. Setelah mencapai sekitar usia 30 tahun, massa tulang umumnya mulai berkurang secara perlahan.

Karena itu, menjaga kesehatan tulang sejak muda dapat membantu :

  • Mempertahankan kepadatan tulang seiring bertambahnya usia.
  • Mengurangi risiko tulang mudah patah.
  • Membantu menjaga postur tubuh tetap baik.
  • Mendukung tubuh agar tetap aktif saat memasuki usia lanjut.
  • Membantu meningkatkan kualitas hidup di masa tua.

 

Langkah Sederhana Menjaga Kesehatan Tulang

1. Konsumsi Makanan Kaya Kalsium dan Vitamin D

Kalsium berperan penting dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang, sedangkan vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dengan lebih baik.

Sumber kalsium dapat diperoleh dari susu dan produk olahannya, ikan tertentu, tahu, tempe, serta sayuran hijau. Pastikan kebutuhan nutrisi harian terpenuhi melalui pola makan yang seimbang.

2. Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik membantu menjaga kekuatan tulang dan otot. Pilih olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh, seperti berjalan kaki, naik tangga, latihan kekuatan, atau aktivitas fisik lainnya.

Tidak perlu langsung melakukan olahraga berat. Yang terpenting adalah rutin dan dilakukan secara bertahap.

3. Hindari Rokok dan Batasi Alkohol

Kebiasaan merokok dapat berdampak buruk terhadap kesehatan tulang. Karena itu, berhenti merokok merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Jika mengonsumsi alkohol, sebaiknya batasi sesuai anjuran tenaga kesehatan.

4. Dapatkan Paparan Sinar Matahari yang Cukup

Tubuh membutuhkan vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium. Salah satu sumber vitamin D adalah paparan sinar matahari.

Namun, tetap perhatikan waktu dan durasi paparan serta lindungi kulit dari paparan sinar matahari berlebihan.

5. Periksa Kesehatan Tulang Secara Berkala

Jangan menunggu sampai terjadi patah tulang untuk mulai memperhatikan kesehatan tulang. Pemeriksaan dapat dipertimbangkan terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko osteoporosis, seperti usia lanjut, riwayat patah tulang, berat badan rendah, atau faktor risiko lainnya.

Dengan pemeriksaan yang tepat, kondisi kepadatan tulang dapat diketahui lebih awal sehingga langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

 

Jangan Tunggu Tulang Rapuh!

Menjaga tulang bukan hanya dilakukan ketika memasuki usia lanjut. Kebiasaan yang dilakukan sejak sekarang dapat menjadi bekal untuk mempertahankan tulang tetap kuat di kemudian hari.

Jika Sobat eRSIy memiliki keluhan seperti nyeri tulang atau punggung, perubahan postur tubuh menjadi lebih bungkuk, pernah mengalami patah tulang akibat benturan ringan, atau memiliki faktor risiko osteoporosis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Yuk, mulai jaga kesehatan tulang dari sekarang agar tetap kuat dan aktif di masa depan!

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Berhenti-Merokok-Sekarang-Kenali-Perubahan-Paru-Paru-dalam-24-Jam.png
08/Oct/2026

Hai, Sobat eRSIy!

Tahukah kamu? Berhenti merokok tidak harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan manfaatnya. Tubuh mulai mengalami perubahan positif sejak rokok terakhir dihisap.

Asap rokok mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat mengganggu kerja paru-paru dan meningkatkan risiko berbagai penyakit. Ketika kebiasaan merokok dihentikan, tubuh perlahan mulai memperbaiki diri dan memulihkan fungsi yang sebelumnya terganggu.

Lalu, apa saja yang terjadi pada tubuh dan paru-paru setelah berhenti merokok?

 

Apa yang Terjadi Setelah Berhenti Merokok?

1. Dalam 20 Menit Pertama

Beberapa menit setelah berhenti merokok, tubuh mulai menunjukkan respons positif. Denyut jantung dan tekanan darah yang sebelumnya meningkat akibat nikotin mulai menurun.

Sirkulasi darah juga perlahan membaik. Meski perubahan ini mungkin belum terasa secara langsung, tubuh sebenarnya sudah mulai beradaptasi setelah tidak lagi mendapatkan paparan nikotin dari rokok.

2. Setelah Beberapa Jam

Karbon monoksida dari asap rokok dapat mengurangi kemampuan darah membawa oksigen. Setelah berhenti merokok, kadar karbon monoksida dalam darah secara bertahap menurun sehingga kadar oksigen dapat kembali membaik.

Dengan suplai oksigen yang lebih baik, organ-organ tubuh termasuk jantung dan paru-paru dapat bekerja dengan lebih optimal.

3. Setelah 24 Jam

Memasuki 24 jam pertama, manfaat berhenti merokok terus berlanjut. Risiko serangan jantung mulai menurun dibandingkan ketika seseorang masih aktif merokok.

Paru-paru juga mulai menghadapi proses pemulihan dari paparan asap rokok. Saluran pernapasan yang sebelumnya terus-menerus terpapar zat iritan perlahan mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki kondisinya.

Pada sebagian orang, batuk atau dahak justru dapat terasa lebih banyak untuk sementara waktu. Kondisi ini dapat terjadi karena saluran pernapasan mulai mengeluarkan lendir dan kotoran yang sebelumnya menumpuk.

4. Dalam Beberapa Hari Berikutnya

Setelah beberapa hari tanpa rokok, kadar karbon monoksida dalam darah dapat kembali mendekati tingkat orang yang tidak merokok.

Indera penciuman dan perasa juga dapat mulai membaik. Aroma makanan menjadi lebih mudah dikenali dan rasa makanan bisa terasa lebih kuat.

Namun, jangan khawatir jika pada tahap awal muncul keinginan kuat untuk kembali merokok. Rasa ingin merokok merupakan salah satu bagian dari proses berhenti, terutama karena tubuh sedang beradaptasi tanpa nikotin.

5. Dalam Beberapa Minggu hingga Bulan

Manfaat berhenti merokok semakin terasa seiring berjalannya waktu. Sirkulasi darah dan fungsi paru-paru dapat membaik, sehingga aktivitas seperti berjalan, menaiki tangga, atau berolahraga dapat terasa lebih ringan.

Keluhan seperti batuk dan sesak juga dapat berkurang secara bertahap. Pemulihan ini membutuhkan waktu dan dapat berbeda pada setiap orang, terutama tergantung pada lama serta jumlah rokok yang dikonsumsi sebelumnya.

 

Apa Dampaknya bagi Paru-Paru?

Berhenti merokok memberikan kesempatan bagi paru-paru untuk mengurangi paparan zat berbahaya yang berasal dari asap rokok.

Salah satu bagian penting dalam proses pemulihan adalah silia, yaitu rambut-rambut halus yang terdapat di saluran pernapasan. Silia membantu mengeluarkan lendir dan partikel asing dari saluran napas. Paparan asap rokok dapat merusak fungsi silia, tetapi setelah berhenti merokok, fungsi tersebut perlahan dapat membaik.

Berhenti merokok juga dapat membantu :

  • Mengurangi batuk dan produksi lendir berlebih.
  • Membantu pernapasan terasa lebih nyaman.
  • Meningkatkan fungsi paru-paru secara bertahap.
  • Mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan.
  • Menurunkan risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Menurunkan risiko kanker paru-paru dalam jangka panjang.

Semakin lama seseorang tidak merokok, semakin besar pula manfaat yang dapat diperoleh. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk berhenti.

 

Sulit Berhenti Merokok? Jangan Menyerah!

Berhenti merokok memang tidak selalu mudah. Ketergantungan terhadap nikotin dapat membuat seseorang mengalami keinginan kuat untuk merokok, mudah gelisah, sulit berkonsentrasi, atau mengalami perubahan suasana hati ketika mulai berhenti.

Jika kamu ingin berhenti merokok tetapi merasa kesulitan, jangan menghadapinya sendirian. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan informasi dan bantuan yang sesuai.

Yuk, berhenti merokok mulai sekarang! Setiap rokok yang tidak kamu hisap adalah satu langkah untuk menjaga paru-paru dan memberikan kesempatan bagi tubuh untuk menjadi lebih sehat.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Yuk-Kenali-Hepatitis-Pahami-Faktanya.png
08/Oct/2026

Halo, Sobat eRSIy!

Pernah mendengar tentang hepatitis? Penyakit ini berkaitan dengan peradangan pada hati dan dapat disebabkan oleh berbagai hal, termasuk infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, penggunaan obat-obatan tertentu, hingga gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Hepatitis memiliki beberapa jenis, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Setiap jenis memiliki cara penularan, gejala, serta risiko komplikasi yang berbeda.

Yuk, kenali jenis-jenis hepatitis dan cara mencegahnya agar kesehatan hati tetap terjaga!

 

Mengenal Jenis-Jenis Hepatitis

1. Hepatitis A

Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Penularannya dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi virus dari tinja orang yang terinfeksi.

Gejala yang dapat muncul antara lain :

  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Nyeri perut
  • Tubuh terasa lemas
  • Kulit dan mata menguning atau penyakit kuning

Pada umumnya, hepatitis A bersifat akut dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa menyebabkan infeksi kronis.

2. Hepatitis B

Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus ini dapat menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, termasuk melalui hubungan seksual serta dari ibu kepada bayi saat proses persalinan.

Hepatitis B terkadang tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Jika muncul, gejalanya dapat berupa :

  • Mudah lelah
  • Penyakit kuning
  • Nyeri sendi
  • Mual
  • Nyeri perut

Jika berlangsung dalam jangka panjang, hepatitis B dapat berkembang menjadi penyakit hati kronis, sirosis, hingga meningkatkan risiko kanker hati.

3. Hepatitis C

Hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV) dan terutama ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi.

Sama seperti hepatitis B, hepatitis C sering kali tidak menimbulkan gejala pada awal infeksi. Namun, infeksi yang berlangsung lama dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain sirosis dan kanker hati.

4. Hepatitis D

Hepatitis D disebabkan oleh virus hepatitis D (HDV). Berbeda dari jenis hepatitis lainnya, virus ini hanya dapat menginfeksi orang yang juga memiliki infeksi hepatitis B.

Hepatitis D dapat menimbulkan gejala yang menyerupai hepatitis B. Namun, infeksi ini dapat memperburuk kerusakan hati dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.

5. Hepatitis E

Hepatitis E disebabkan oleh virus hepatitis E (HEV). Penularannya umumnya berkaitan dengan konsumsi air atau makanan yang telah terkontaminasi.

Gejala yang dapat muncul meliputi :

  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Nyeri perut
  • Tubuh terasa lemas
  • Penyakit kuning

Pada sebagian besar orang, hepatitis E dapat sembuh tanpa menyebabkan penyakit kronis. Namun, infeksi ini dapat menjadi lebih serius pada kelompok tertentu, termasuk ibu hamil.

 

Bagaimana Cara Mencegah Hepatitis?

Pencegahan hepatitis dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat serta menghindari perilaku yang meningkatkan risiko penularan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain :

  • Melakukan vaksinasi hepatitis A dan hepatitis B sesuai anjuran tenaga kesehatan
  • Menjaga kebersihan makanan dan minuman untuk membantu mencegah hepatitis A dan E
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet
  • Tidak menggunakan jarum suntik secara bersama-sama
  • Menghindari kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi
  • Menerapkan hubungan seksual yang aman untuk mengurangi risiko penularan hepatitis B
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan apabila memiliki faktor risiko hepatitis

 

Kapan Perlu Periksa ke Dokter?

Segera konsultasikan kondisi kesehatan kepada tenaga medis apabila mengalami gejala yang mengarah pada hepatitis, seperti :

  • Kulit atau mata tampak menguning
  • Urine berwarna lebih gelap
  • Mudah lelah
  • Mual atau muntah
  • Nyeri perut
  • Demam
  • Memiliki riwayat atau faktor risiko terpapar hepatitis

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai. Beberapa jenis hepatitis juga dapat tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga pemeriksaan menjadi penting bagi orang yang memiliki faktor risiko.

Hepatitis bukan hanya satu jenis penyakit. Hepatitis A, B, C, D, dan E memiliki cara penularan serta risiko komplikasi yang berbeda. Dengan memahami perbedaannya, kita dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Yuk, jaga kesehatan hati mulai dari sekarang! Terapkan pola hidup bersih dan sehat, lakukan vaksinasi sesuai anjuran, serta jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika memiliki keluhan atau faktor risiko hepatitis.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Waspadai-Chikungunya-di-Musim-Hujan.png
06/Oct/2026

Halo, Sobat eRSIy!

Musim hujan bukan hanya membuat udara menjadi lebih sejuk, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Salah satunya adalah chikungunya, penyakit akibat infeksi virus yang dapat menyebabkan demam dan nyeri sendi sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Yuk, kenali gejala dan cara mencegah chikungunya agar kamu dan keluarga tetap sehat!

 

Mengenal Penyakit Chikungunya

Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus chikungunya dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi, terutama Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Nyamuk tersebut juga dapat berkembang biak di berbagai tempat yang menampung air. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko penularan.

 

Tanda dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala chikungunya umumnya muncul beberapa hari setelah seseorang digigit nyamuk yang membawa virus. Beberapa tanda yang dapat terjadi antara lain :

  • Demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba
  • Nyeri sendi, terutama pada tangan dan kaki
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Tubuh terasa lemas
  • Mudah merasa lelah

Salah satu ciri yang cukup khas adalah nyeri sendi yang dapat terasa cukup berat. Pada sebagian orang, keluhan ini dapat bertahan lebih lama meskipun demam sudah mereda sehingga aktivitas sehari-hari masih dapat terganggu.

 

Cara Mencegah Chikungunya

Belum tersedia obat antivirus khusus untuk mengatasi chikungunya. Karena itu, mencegah gigitan nyamuk dan mengurangi tempat perkembangbiakannya merupakan langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain :

  • Menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin
  • Menutup rapat wadah yang dapat menampung air
  • Menghindari atau membersihkan genangan air di sekitar rumah
  • Menjaga kebersihan lingkungan
  • Menggunakan obat atau losion antinyamuk sesuai petunjuk
  • Mengenakan pakaian yang menutupi kulit saat berada di tempat yang banyak nyamuk
  • Memasang kasa atau kelambu untuk membantu mencegah gigitan nyamuk

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara rutin, jumlah nyamuk dan risiko penularan chikungunya dapat dikurangi.

 

Kapan Perlu Periksa ke Dokter?

Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami :

  • Demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba
  • Nyeri sendi yang cukup berat
  • Demam disertai nyeri otot, sakit kepala, atau tubuh terasa sangat lemas
  • Keluhan yang tidak membaik atau semakin berat
  • Gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari

Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk membantu memastikan penyebab gejala. Hal ini penting karena chikungunya dapat memiliki gejala yang mirip dengan beberapa penyakit lain yang ditularkan oleh nyamuk.

Chikungunya merupakan penyakit akibat virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan dapat menyebabkan demam serta nyeri sendi. Risiko keberadaan nyamuk dapat meningkat ketika terdapat banyak tempat yang menampung air, termasuk setelah hujan.

Yuk, lindungi diri dan keluarga dengan 3M Plus, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari gigitan nyamuk. Ingat, pencegahan penyakit dimulai dari lingkungan yang bersih dan kebiasaan hidup sehat!

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Waspadai-Polio-pada-Anak.png
06/Oct/2026

Halo, Sobat eRSIy!

Tahukah kamu bahwa polio merupakan penyakit menular yang dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan? Penyakit ini perlu diwaspadai karena pada sebagian orang dapat diawali dengan gejala ringan, seperti demam, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas. Pada kondisi tertentu, infeksi polio dapat berkembang dan menyebabkan kelemahan otot hingga kelumpuhan.

Yuk, kenali tanda dan gejala polio sejak dini agar kita dapat melindungi anak-anak dengan menjaga kebersihan dan memastikan imunisasi mereka lengkap!

 

Apa Itu Polio?

Polio atau poliomyelitis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio. Virus ini dapat menyerang sistem saraf dan pada sebagian kasus dapat menyebabkan kelemahan otot atau kelumpuhan, terutama pada anggota gerak.

Virus polio dapat menyebar terutama melalui jalur fecal-oral, yaitu ketika seseorang terpapar tinja yang mengandung virus, misalnya melalui tangan, makanan, atau air yang terkontaminasi.

Anak yang belum mendapatkan imunisasi polio secara lengkap memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit ini.

 

Tanda dan Gejala Polio pada Anak

Tidak semua orang yang terinfeksi virus polio mengalami gejala. Jika muncul, gejalanya dapat bervariasi dari ringan hingga berat.

Beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai antara lain :

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri tenggorokan
  • Tubuh terasa lelah atau lemas
  • Mual dan muntah
  • Nyeri otot
  • Leher atau punggung terasa kaku
  • Kelemahan pada tangan atau kaki
  • Kesulitan berjalan
  • Kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu

Kelumpuhan akibat polio dapat terjadi secara tiba-tiba dan biasanya disertai kelemahan otot. Jika anak mengalami kelemahan pada tangan atau kaki secara mendadak, segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.

 

Bagaimana Polio Menyebar?

Virus polio dapat menyebar terutama melalui :

  • Kontak dengan tinja yang mengandung virus polio
  • Makanan atau minuman yang terkontaminasi
  • Tangan yang tidak dicuci dengan baik setelah menggunakan toilet atau setelah kontak dengan sumber kontaminasi
  • Lingkungan dengan sanitasi dan kebersihan yang kurang baik

Virus dapat menyebar dengan mudah apabila kebersihan tangan, makanan, air, dan lingkungan tidak terjaga.

Karena itu, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sangat penting untuk membantu mencegah penyebaran polio.

 

Cara Mencegah Polio

Pencegahan polio dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut :

  • Melengkapi imunisasi polio sesuai jadwal
  • Rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih
  • Menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari
  • Menjaga kebersihan toilet dan lingkungan
  • Menerapkan pola hidup bersih dan sehat
  • Mengikuti anjuran imunisasi tambahan apabila terdapat program imunisasi polio di wilayah tempat tinggal

Imunisasi merupakan salah satu cara utama untuk memberikan perlindungan terhadap polio. Pastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan anak ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami :

  • Kelemahan pada tangan atau kaki
  • Kesulitan berjalan
  • Demam disertai kelemahan otot
  • Leher atau tubuh terasa kaku
  • Kelumpuhan yang muncul secara tiba-tiba
  • Kesulitan bernapas
  • Gejala yang semakin memburuk

Pemeriksaan sedini mungkin penting untuk mengetahui penyebab gejala dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

 

Polio merupakan penyakit menular yang perlu diwaspadai karena pada kondisi tertentu dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan. Orang tua perlu mengenali tanda dan gejalanya serta segera mencari pertolongan medis apabila anak mengalami kelemahan anggota gerak secara tiba-tiba.

Yuk, lindungi anak dari polio dengan melengkapi imunisasi, menjaga kebersihan tangan, makanan, air, dan lingkungan!

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Mengenal-Penyakit-Kaki-Gajah-dan-Cara-Mencegahnya.png
05/Oct/2026

Halo, Sobat eRSIy!

Pernah mendengar tentang penyakit kaki gajah? Penyakit yang juga dikenal sebagai filariasis ini merupakan infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Jika tidak dicegah dan ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki maupun bagian tubuh lainnya.

Yuk, kenali gejalanya dan lakukan langkah pencegahan untuk melindungi diri dari penyakit kaki gajah!

 

Apa Itu Penyakit Kaki Gajah?

Penyakit kaki gajah atau filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria dan dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi.

Infeksi ini dapat mengganggu sistem limfatik dan menyebabkan pembengkakan pada kaki, tangan, atau bagian tubuh tertentu. Pembengkakan yang berlangsung lama dapat membuat kulit menjadi lebih tebal dan berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

Gejala Penyakit Kaki Gajah

Gejala filariasis dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa keluhan yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Demam yang dapat muncul berulang
  • Nyeri pada otot atau sendi
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Pembengkakan pada kaki, tangan, atau bagian tubuh tertentu
  • Kulit menjadi lebih tebal pada area yang mengalami pembengkakan

Gejala dapat berkembang secara bertahap. Pada awalnya, seseorang mungkin mengalami demam atau nyeri tubuh, kemudian dapat muncul pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.

Jika pembengkakan terus berlangsung atau semakin parah, sebaiknya segera diperiksakan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

 

Apa Penyebab Penyakit Kaki Gajah?

Penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing filaria yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk yang membawa larva cacing tersebut.

Penularan dapat lebih mudah terjadi di lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk, terutama jika kebersihan lingkungan dan pengelolaan tempat penampungan air tidak terjaga.

Karena itu, mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk dan melindungi diri dari gigitan nyamuk merupakan bagian penting dalam pencegahan filariasis.

 

Cara Mencegah Penyakit Kaki Gajah

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit kaki gajah antara lain :

  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar
  • Menguras dan menutup tempat penampungan air
  • Menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan losion antinyamuk atau kelambu
  • Mengenakan pakaian yang menutupi tubuh, terutama saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari
  • Mengikuti program pemberian obat pencegahan filariasis yang diselenggarakan pemerintah

Selain melindungi diri dari gigitan nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan juga penting untuk membantu mengurangi risiko penularan penyakit.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami:

  • Pembengkakan pada kaki atau bagian tubuh yang tidak kunjung membaik
  • Demam yang terjadi berulang
  • Nyeri pada otot atau bagian tubuh tertentu
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Keluhan yang semakin memburuk

Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.

 

Penyakit kaki gajah atau filariasis merupakan penyakit menular akibat infeksi cacing filaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki dan bagian tubuh lainnya jika tidak dicegah dan ditangani dengan tepat.

 

Yuk, cegah penyakit kaki gajah dengan menjaga kebersihan lingkungan, melindungi diri dari gigitan nyamuk, dan mengikuti program pencegahan filariasis yang dianjurkan!

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Hantavirus.png
29/Sep/2026

Halo, Sobat eRSIy!

Pernah melihat banyak tikus di lingkungan sekitar atau membersihkan tempat yang kotor dan berdebu? Hati-hati, ya! Kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko penularan Hantavirus, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Infeksi ini dapat menyebabkan gejala seperti demam, nyeri otot, batuk, hingga sesak napas apabila tidak ditangani dengan baik. Yuk, kenali lebih lanjut tentang hantavirus agar kita bisa lebih waspada dan menjaga kebersihan lingkungan bersama!

 

Apa Itu Hantavirus?

Penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus dalam kelompok genus Hantavirus dan famili Bunyaviridae serta ditularkan melalui rodensia seperti tikus dan mencit.

 

Bagaimana Hantavirus Menular? 

Penularan hantavirus biasanya terjadi melalui:

  • Menghirup debu yang tercampur kotoran atau urine tikus
  • Menyentuh benda yang terkontaminasi virus lalu menyentuh wajah
  • Gigitan tikus yang terinfeksi
  • Kontak dengan lingkungan yang kotor dan banyak tikus

Risiko penularan lebih tinggi pada lingkungan yang kurang bersih atau tempat penyimpanan barang yang jarang dibersihkan.

 

Gejala Hantavirus

Infeksi Hantavirus biasanya diawali dengan gejala ringan yang mirip flu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, mual, dan muntah. Namun jika tidak segera ditangani, kondisi dapat berkembang menjadi lebih serius seperti:

  • Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)

Pada tahap ini, penderita dapat mengalami gangguan ginjal, tekanan darah menurun, hingga perdarahan pada kondisi tertentu.

  • Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

Kondisi ini menyerang paru-paru dan pernapasan, ditandai dengan batuk, sesak napas, paru-paru terisi cairan, serta gangguan jantung dan aliran darah.

 

Bahaya Hantavirus

Jika tidak ditangani dengan cepat, hantavirus dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Gangguan paru-paru
  • Kesulitan bernapas
  • Penurunan tekanan darah
  • Gangguan fungsi organ tubuh

Karena itu, penting untuk mengenali gejala sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

 

Cara Mencegah Hantavirus

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan di antaranya :

 

  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan
  • Menutup tempat makanan agar tidak didatangi tikus
  • Membuang sampah secara rutin
  • Menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan area kotor
  • Menghindari kontak langsung dengan tikus atau kotorannya
  • Menutup lubang atau celah yang menjadi jalan masuk tikus

Lingkungan yang bersih dapat membantu mengurangi risiko berkembangnya tikus pembawa penyakit.

 

Kapan Harus Ke Dokter?

Segera periksa ke tenaga kesehatan jika mengalami:

  • Demam disertai sesak napas
  • Batuk yang semakin berat
  • Tubuh sangat lemas
  • Riwayat kontak dengan tikus atau lingkungan yang kotor

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab penyakit dan mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Hantavirus merupakan infeksi zoonosis yang perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius. Menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, dan menerapkan pola hidup bersih merupakan langkah penting untuk mencegah penularan hantavirus.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Skabies.png
28/Sep/2026

Halo, Sobat eRSIy!

Skabies atau yang dikenal juga sebagai kudis merupakan penyakit kulit menular yang masih sering ditemukan di masyarakat. Penyakit ini disebabkan oleh tungau kecil bernama Sarcoptes scabiei yang hidup dan berkembang biak di lapisan kulit. Meski terlihat sederhana, skabies dapat menimbulkan rasa gatal hebat dan mengganggu aktivitas sehari-hari apabila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali gejala skabies serta cara mencegah penularannya sejak dini.

 

Apa Itu Skabies?

Skabies adalah penyakit kulit yang terjadi akibat infestasi tungau Sarcoptes scabiei. Tungau ini membuat terowongan kecil di bawah permukaan kulit sehingga menimbulkan reaksi alergi berupa rasa gatal dan ruam kemerahan. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, terutama pada lingkungan yang padat dan kebersihannya kurang terjaga.

 

Gejala Skabies yang Perlu Diwaspadai

Gejala skabies biasanya muncul beberapa minggu setelah seseorang terinfeksi. Berikut beberapa tanda yang sering dialami penderita:

  • Rasa gatal hebat, terutama pada malam hari
  • Muncul ruam merah atau bentol kecil pada kulit
  • Adanya garis tipis seperti terowongan di permukaan kulit
  • Luka atau lecet akibat garukan berlebihan
  • Kulit terasa kering dan iritasi

Bagian tubuh yang sering terkena skabies antara lain sela-sela jari, pergelangan tangan, ketiak, pinggang, bokong, dan area lipatan tubuh lainnya. Pada bayi dan anak-anak, skabies juga dapat muncul di kepala, wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.

 

Bagaimana Skabies Menular?

Skabies sangat mudah menular melalui kontak langsung dengan kulit penderita. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui penggunaan barang pribadi secara bersama-sama, seperti:

  • Handuk
  • Pakaian
  • Selimut
  • Sprei
  • Tempat tidur

Risiko penularan lebih tinggi di lingkungan padat seperti asrama, pesantren, panti asuhan, atau rumah dengan banyak penghuni.

Cara Efektif Mencegah Penularan Skabies

Berdasarkan anjuran Kementerian Kesehatan RI, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan skabies:

1. Menjaga Kebersihan Diri

Mandi secara rutin dan menjaga kebersihan tubuh membantu mengurangi risiko penyebaran tungau penyebab skabies.

2. Tidak Bertukar Barang Pribadi

Hindari penggunaan pakaian, handuk, selimut, atau tempat tidur secara bersama-sama dengan orang lain.

3. Rajin Mencuci Pakaian dan Sprei

Cuci pakaian, handuk, selimut, dan sprei menggunakan air bersih, kemudian jemur di bawah sinar matahari agar tungau mati.

4. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Pastikan rumah memiliki ventilasi yang baik dan lingkungan tetap bersih agar tidak menjadi tempat berkembangnya tungau.

5. Mengobati Seluruh Kontak Serumah

Apabila ada anggota keluarga yang terkena skabies, seluruh penghuni rumah dianjurkan ikut diperiksa dan diobati untuk mencegah penularan ulang.

 

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang tidak boleh dianggap sepele. Rasa gatal yang muncul tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat menurunkan kualitas hidup dan mudah menular kepada orang di sekitar. Dengan menjaga kebersihan diri, lingkungan, serta menghindari penggunaan barang pribadi secara bersama-sama, penularan skabies dapat dicegah sejak dini.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


2.png
28/Sep/2026

Halo, Sobat eRSIy! ????

Pernah merasa tidak percaya diri karena napas yang berbau tidak sedap? Kondisi tersebut dalam dunia medis disebut halitosis, atau lebih dikenal sebagai bau mulut. Meskipun sering dianggap masalah ringan, halitosis dapat memengaruhi kualitas hidup dan hubungan sosial jika tidak ditangani dengan tepat.

 

Apa itu Halitosis?

Halitosis atau bau mulut adalah kondisi bau atau odor yang tidak disukai sewaktu terhembus udara, tanpa melihat apakah substansi odor berasal dari oral ataupun berasal dari non-oral. Kondisi mulut yang memicu terjadi bau mulut ialah kurangnya aliran saliva, meningkatnya bakteri gram negatif Anaerob, meningkatnya jumlah protein makanan, pH rongga mulut yang lebih bersifat alkali / basa dan meningkatnya jumlah sel-sel mati dan sel epitel Nekrotik didalam mulut.

 

Penyebab Halitosis

  1. Makanan & Minuman
    Makanan berbau tajam seperti bawang, ikan, keju, dan makanan pedas dapat menyebabkan bau mulut.
  2. Kebersihan Mulut Buruk
     Jarang menyikat gigi menyebabkan sisa makanan dan plak menumpuk sehingga menimbulkan bau.
  3. Pola Makan Rendah Karbohidrat
    Pembakaran lemak sebagai sumber energi menghasilkan aroma napas asam.
  4. Infeksi Mulut
    Gigi berlubang, radang gusi, sariawan, atau gigi palsu tidak pas dapat memicu bau mulut.
  5. Mulut Kering
    Kurangnya air liur memudahkan bakteri berkembang dan menimbulkan bau.
  6. Merokok & Alkohol
    Menyebabkan mulut kering dan meninggalkan bau tidak sedap.
  7. Kondisi Kesehatan Tertentu
    Seperti radang tenggorokan, amandel, sinusitis, dan asam lambung.
  8. Penggunaan Obat-obatan
    Beberapa obat menyebabkan mulut kering sebagai efek samping.
  9. Kehamilan
    Perubahan hormon serta mual dan muntah dapat memicu bau mulut.

 

Cara Mengatasi Bau Mulut

  1. Atasi Penyebabnya
    Lakukan perawatan dan pengobatan gigi serta mulut bila terdapat infeksi atau penyakit.
  2. Tingkatkan Produksi Air Liur
     Kunyah permen karet tanpa gula untuk membantu membersihkan mulut secara alami.
  3. Cukupi Asupan Cairan
    Minum air putih minimal 8 gelas per hari agar mulut tetap lembap.
  4. Penuhi Vitamin C & Hindari Rokok
     Vitamin C membantu mengurangi bau mulut, sementara merokok justru memperparah kondisi.
  5. Jaga Kebersihan Gigi dan Lidah
    Sikat gigi dan lidah secara rutin, bisa menggunakan pasta gigi dengan baking soda.
  6. Bersihkan Sela Gigi
    Gunakan water flosser atau alat pembersih sela gigi.
  7. Gunakan Obat Kumur
    Pilih obat kumur yang mengandung penetral bau mulut.

  

Jenis Produk untuk Mengatasi Bau Mulut

  1. Penyegar Napas
    Mengandung mint atau kayu manis, berfungsi menutupi bau mulut sementara.
  2. Obat Pencuci Mulut
     Mengandung bahan antibakteri yang membantu mengurangi bau mulut dan plak gigi selama beberapa jam.
  3. Pencuci Mulut Antimikroba
    Mengandung zat aktif pembunuh bakteri, digunakan sesuai anjuran karena pemakaian berlebihan dapat mengiritasi gusi.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


cacingan.png
26/Sep/2026

Halo, Sobat eRSIy!

Penyakit cacingan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan di Indonesia , terutama pada anak-anak usia sekolah. Menurut Kementerian Kesehatan RI, cacingan terjadi akibat infeksi cacing parasit yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, tanah, atau lingkungan yang terkontaminasi. Meski sering dianggap sepele, cacingan dapat berdampak pada kesehatan, pertumbuhan, dan kemampuan belajar anak. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali penyakit cacingan dan cara efektif mencegah penularannya.

Apa itu Penyakit Cacingan?

Cacingan adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit yang masuk ke tubuh manusia melalui tanah, makanan, atau permukaan yang terkontaminasi telur cacing. Ketika seseorang menderita cacingan, pemeriksaan tinja dapat menunjukkan adanya telur atau cacing.

 

Tanda dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Yuk, kenali tanda dan gejala penyakit cacingan agar dapat segera dicegah dan ditangani sejak dini:

  • Nafsu makan menurun
  • Berat badan sulit naik atau menurun
  • Perut sering terasa sakit atau kembung
  • Anak tampak lemas, mudah lelah, dan kurang aktif
  • Anemia (pucat) akibat kekurangan darah
  • Gatal di sekitar anus, terutama pada malam hari
  • Diare atau gangguan pencernaan
  • Konsentrasi menurun dan prestasi belajar terganggu

Gejala cacingan sering tidak disadari karena tampak ringan, namun jika dibiarkan dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

 

Dampak Penyakit Cacingan

  1. Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan
  • Nutrisi yang masuk diserap oleh cacing, bukan oleh tubuh
  • Anak mengalami berat badan rendah dan pertumbuhan terhambat
  • Risiko stunting meningkat bila berlangsung lama
  1. Anemia dan Kelelahan Kronis
  • Cacing menyebabkan kehilangan darah dan zat besi
  • Anak tampak pucat, lemas, mudah mengantuk, dan kurang bertenaga
  • Daya tahan tubuh menurun sehingga mudah sakit
  1. Penurunan Konsentrasi dan Prestasi Belajar
  • Kekurangan nutrisi memengaruhi fungsi otak
  • Anak sulit fokus, cepat lelah saat belajar
  • Prestasi akademik dan keaktifan di sekolah menurun
  1. Gangguan Sistem Pencernaan
  • Nyeri perut, diare, mual, dan perut kembung
  • Nafsu makan menurun atau tidak teratur
  • Dalam kasus berat, dapat menyebabkan sumbatan usus
  1. Penurunan Kualitas Hidup Anak
  • Anak menjadi kurang aktif bermain
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari dan perkembangan sosial
  • Menurunkan rasa percaya diri anak

 

 

Cara Efektif Mencegah Penularan Cacingan

  1. Menjaga Kebersihan Diri
  • Cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan setelah buang air besar
  • Potong kuku secara rutin dan jaga kebersihannya
  • Hindari kebiasaan memasukkan tangan ke mulut
  1. Menggunakan Jamban Sehat
  • Buang air besar di jamban, bukan di tanah atau sungai
  • Jamban yang bersih mencegah pencemaran tanah oleh telur cacing
  1. Mengonsumsi Makanan dan Air Bersih
  • Cuci sayur dan buah hingga bersih sebelum dikonsumsi
  • Masak makanan sampai matang sempurna
  • Minum air yang sudah direbus atau air layak minum
  1. Menggunakan Alas Kaki
  • Selalu memakai sandal atau sepatu saat bermain di tanah
  • Mencegah larva cacing masuk melalui kulit kaki
  1. Pemberian Obat Cacing Secara Berkala
  • Minum obat cacing setiap 6 bulan sekali
  • Terutama untuk anak usia sekolah dan kelompok berisiko
  • Dilakukan sesuai anjuran petugas kesehatan
  1. Peran Keluarga dan Sekolah
  • Orang tua membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat
  • Sekolah menyediakan fasilitas sanitasi dan edukasi kesehatan
  • Edukasi rutin tentang pentingnya kebersihan

 

 

Cacingan bukan penyakit ringan jika dibiarkan tanpa penanganan. Dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan, risiko cacingan pada anak dapat diminimalkan. Mari bersama menjaga kesehatan anak demi tumbuh kembang yang optimal.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2026. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?