INFO UNTUK ANDA

rambut-rontok.jpeg
31/Mar/2026

Halo, sobat eRSIy!
Pernah merasa rambut rontok makin banyak setiap hari, sampai bikin cemas? Sebenarnya, rambut rontok bisa saja normal. Namun, pada kondisi tertentu, kerontokan berlebih bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Yuk, kita bahas bersama.

Rambut Rontok Normal, Seberapa Banyak?

Secara alami, manusia dapat mengalami kerontokan sekitar 50–100 helai rambut per hari. Hal ini merupakan bagian dari siklus pertumbuhan rambut dan umumnya tidak perlu dikhawatirkan selama rambut masih tumbuh kembali dengan normal.

Penyebab Rambut Rontok yang Masih Normal

  1. Perubahan hormon
    Kehamilan, melahirkan, atau menopause dapat memicu rambut rontok sementara.
    2. Stres fisik dan emosional
     Kurang tidur, kelelahan, atau stres berat dapat menyebabkan rambut rontok sementara (telogen effluvium).
    3. Pola makan tidak seimbang
     Kekurangan protein, zat besi, atau vitamin tertentu dapat memengaruhi kekuatan rambut.
    4. Perawatan rambut berlebihan
     Sering mencatok, mewarnai, atau mengikat rambut terlalu kencang dapat mempercepat kerontokan.

Kapan Rambut Rontok Perlu Diwaspadai?

Rambut rontok bisa menjadi tanda masalah serius bila disertai dengan:

  • Rambut menipis drastis atau muncul kebotakan
  • Rontok lebih dari 100 helai per hari dan berlangsung lama
  • Disertai gatal, nyeri, atau luka di kulit kepala
  • Mudah lelah, berat badan turun, atau gangguan siklus haid

Kondisi ini bisa berkaitan dengan anemia, gangguan tiroid, penyakit autoimun, infeksi kulit kepala, atau efek samping obat tertentu.

Cara Mengurangi dan Mencegah Rambut Rontok

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, kaya protein, zat besi, dan vitamin
  • Kelola stres dengan baik dan cukup istirahat
  • Gunakan produk perawatan rambut yang lembut
  • Hindari mengikat rambut terlalu kencang
  • Konsultasi ke dokter bila kerontokan tidak membaik

Kesimpulan

Rambut rontok tidak selalu berbahaya, tetapi kerontokan berlebih dan berkepanjangan patut diwaspadai. Mengenali penyebabnya sejak dini dapat membantu mencegah masalah yang lebih serius dan menjaga kesehatan rambut secara optimal. Jika sobat eRSIy memiliki keluhan mengenai rambut rontok, dapat berkonsultasi ke Poli Kulit dan Kelamin RSI Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Kesehatan-Tubuh-Cerminan-dari-Kesehatan-Pikiran.jpeg
28/Mar/2026

Yuk Mulai Mindful Life yang Tenang dan Bahagia!

Halo, sobat eRSIy!
Pernah nggak sih kamu merasa tubuh cepat lelah, sulit tidur, atau mudah sakit padahal pola makan sudah cukup baik?
Ternyata, kesehatan tubuh itu sangat dipengaruhi oleh kesehatan pikiran. Saat pikiran penuh tekanan, tubuh merespons lewat berbagai keluhan fisik. Inilah sebabnya sangat penting untuk mulai menerapkan mindful life, hidup dengan kesadaran penuh, agar tubuh dan pikiran tetap seimbang.

 

Bagaimana Pikiran Mempengaruhi Kesehatan Tubuh?

1. Stres Bisa Menurunkan Imunitas

Saat stres, tubuh mengeluarkan hormon kortisol berlebih yang jika dibiarkan terus-menerus dapat melemahkan daya tahan tubuh. Akibatnya, sobat eRSIy jadi lebih mudah terserang flu, gangguan pencernaan, atau kelelahan.

2. Pikiran Tak Tenang Bisa Ganggu Tidur

Kecemasan dan kekhawatiran sering membuat seseorang sulit tertidur atau tidur tidak nyenyak. Padahal kualitas tidur sangat penting untuk pemulihan tubuh.

3. Emosi Tertahan Bisa Muncul sebagai Keluhan Fisik

Beberapa orang merasakan pusing, nyeri otot, dada sesak, maag kambuh, atau jantung berdebar saat kondisi emosional sedang tidak stabil.

4. Mood Berpengaruh pada Pola Makan & Aktivitas

Saat sedang stres, seseorang bisa kehilangan nafsu makan atau justru makan berlebih. Motivasi untuk bergerak atau berolahraga pun bisa menurun.

 

Apa Itu Mindful Life?

Mindful life adalah cara menjalani setiap momen dengan lebih sadar. Dengan mindfulness, pikiran jadi lebih tenang, emosi lebih stabil, dan tubuh merasakan efek positifnya.

 

Manfaat Mindful Life untuk Kesehatan Tubuh & Pikiran

  • Mengurangi stres dan kecemasan
  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Membantu mengontrol emosi
  • Meningkatkan fokus dan produktivitas
  • Membuat tubuh lebih rileks dan responsif terhadap kebutuhan diri

 

Cara Memulai Mindful Life dengan Langkah Sederhana

1. Atur Napas dan Luangkan “Pause Time” 5 Menit Sehari tanpa distraksi apapun

2. Sadari Tubuhmu

3. Mindful Eating dengan nikmati makanan dengan perlahan, perhatikan rasa, tekstur, dan aroma tanpa terburu-buru.

4. Tulis Perasaan dalam Jurnal

 

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Ahli?

Jika sobat eRSIy merasa stres berkepanjangan, sering cemas, mudah marah, sulit tidur, sulit mengontrol perasaan, atau aktivitas harian mulai terganggu, jangan ragu mencari bantuan profesional.
Ingat, mencari bantuan bukan tanda lemah, melainkan bentuk keberanian untuk mencintai diri sendiri.

Yuk, Jaga Pikiran & Tubuh Sehat Bersama!

Sobat eRSIy, kalau ingin berdiskusi, curhat, atau mendapatkan penanganan yang lebih tepat terkait kondisi emosional atau kesehatan mental, Psikolog dan Poli Psikiatri RSI Surabaya A. Yani siap membantu dengan layanan profesional, ramah, dan penuh empati.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


beda-keputihan-normal-atau-tidak-normal.jpeg
26/Feb/2026

Halo Sobat eRSIy!Keputihan atau vaginal discharge merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap wanita. Cairan lendir bening dan kental ini sebenarnya adalah cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan area kewanitaan, sekaligus melindungi dari infeksi. Namun, tahukah kamu bahwa tidak semua keputihan itu normal?

Dalam kondisi tertentu, keputihan bisa menjadi tanda adanya gangguan atau penyakit pada organ reproduksi. Yuk, kenali perbedaannya agar Sobat eRSIy bisa menjaga kesehatan reproduksi dengan lebih baik!

Kapan Keputihan Dikatakan Normal?

Keputihan normal biasanya muncul sebagai respon tubuh terhadap perubahan hormon. Cairan ini berfungsi membawa sel mati dan bakteri keluar dari vagina, sehingga membantu menjaga kebersihan dan kesehatannya.
Keputihan yang normal memiliki ciri-ciri:

  • Berwarna bening atau putih susu.
  • Tidak berbau menyengat.
  • Tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri.
  • Teksturnya bisa berubah tergantung siklus menstruasi.

Ciri Keputihan yang Tidak Normal

Nah, keputihan dikatakan tidak normal (abnormal) bila disertai gejala seperti:

  • Cairan berubah warna (kuning, hijau, abu-abu, atau kecokelatan).
  • Mengeluarkan bau tidak sedap atau amis.
  • Menyebabkan gatal, perih, atau rasa terbakar di sekitar vagina.
  • Disertai nyeri di panggul atau saat buang air kecil.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau penyakit menular seksual (PMS) seperti trikomoniasis, gonore, atau chlamydia. Bahkan, pada kasus tertentu, keputihan abnormal juga bisa menjadi tanda kanker serviks atau rahim.

Faktor Penyebab Keputihan Abnormal

  • Mengonsumsi pil KB atau obat kortikosteroid.
  • Menderita diabetes atau daya tahan tubuh lemah (misalnya akibat HIV/AIDS).
  • Sering berganti pasangan seksual atau tidak menggunakan kondom.
  • Terlalu sering membersihkan vagina dengan sabun berpewangi atau antiseptik.
  • Menopause yang menyebabkan dinding vagina menipis.

 

Jika sobat eRSIy yang mengalami keluhan keputihan tidak normal, nyeri panggul, atau gangguan organ reproduksi lainnya dapat melakukan pemeriksaan di Poli Kandungan (Spesialis Obgyn) RSI Surabaya A. Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Manfaat-puasa-untuk-tubuh-tak-hanya-sekedar-ibadah.jpeg
25/Feb/2026

Halo, sobat eRSIy
Puasa sering dipahami sebagai bentuk ibadah dan pengendalian diri. Namun tahukah sobat eRSIy, di balik menahan lapar dan haus, puasa juga menyimpan banyak manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh? Yuk, kita bahas bersama dari sisi medis dengan bahasa yang mudah dipahami.

1. Memberi Waktu Istirahat untuk Sistem Pencernaan

Saat berpuasa, organ pencernaan tidak bekerja terus-menerus seperti biasanya. Kondisi ini memberi kesempatan bagi lambung dan usus untuk “beristirahat”, sehingga proses regenerasi sel pencernaan dapat berjalan lebih optimal.

2. Membantu Mengontrol Berat Badan

Puasa yang dilakukan dengan pola makan seimbang saat sahur dan berbuka dapat membantu mengatur asupan kalori. Selain itu, tubuh akan menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, sehingga berperan dalam menjaga berat badan tetap ideal.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Puasa terbukti dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah. Jika dilakukan dengan benar, puasa juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, yang tentunya baik untuk kesehatan jantung.

4. Membantu Mengontrol Gula Darah

Saat puasa, sensitivitas insulin dalam tubuh dapat meningkat. Hal ini membantu tubuh mengatur kadar gula darah dengan lebih baik, terutama jika saat berbuka tidak berlebihan mengonsumsi makanan manis.

5. Meningkatkan Fungsi Otak dan Konsentrasi

Puasa dapat memicu peningkatan hormon dan protein yang berperan dalam kesehatan sel otak. Tak heran jika sebagian orang merasa lebih fokus dan jernih pikirannya saat berpuasa.

6. Mendukung Proses Detoksifikasi Alami Tubuh

Ketika tidak ada asupan makanan selama beberapa jam, tubuh akan lebih fokus membersihkan sel-sel rusak dan racun melalui mekanisme alami. Proses ini membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

7. Melatih Pengendalian Diri dan Kesehatan Mental

Selain manfaat fisik, puasa juga berdampak positif bagi kesehatan mental. Mengatur emosi, menahan keinginan, serta memperbanyak refleksi diri dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.

 Tips Agar Manfaat Puasa Optimal

  • Pilih makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka
  • Perbanyak konsumsi air putih
  • Dahulukan buah dan sayur saat berbuka
  • Hindari makan berlebihan dan terlalu manis
  • Tetap lakukan aktivitas fisik ringan

Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momen memperbaiki gaya hidup agar tubuh lebih sehat dan seimbang. Dengan menjalani puasa secara tepat, manfaatnya bisa dirasakan secara menyeluruh, baik fisik maupun mental.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


benarkah-puasa-harus-berbuka-dengan-yang-manis.jpeg
24/Feb/2026

Halo, sobat eRSIy ????
Saat adzan Magrib berkumandang, banyak dari kita langsung mencari kolak, es buah, atau minuman manis untuk berbuka puasa. Bahkan, muncul anggapan bahwa buka puasa “harus” diawali dengan yang manis. Tapi, benarkah itu yang paling baik untuk kesehatan?

Yuk, kita bahas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Apa yang Terjadi pada Tubuh Setelah Puasa?

Selama berpuasa sekitar 12–14 jam, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman. Akibatnya, kadar gula darah menurun dan tubuh menggunakan cadangan energi untuk tetap beraktivitas. Inilah sebabnya mengapa menjelang berbuka kita sering merasa lemas, pusing, atau kurang fokus.

Saat berbuka, tubuh memang membutuhkan energi kembali. Namun, cara mengembalikan energi ini juga perlu diperhatikan, agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Apakah Harus Selalu yang Manis?

  • Dalam jangka panjang, berisiko mengganggu kesehatan metabolik

Artinya, manis boleh, tapi tidak harus berlebihan dan tidak selalu jadi pilihan pertama.

Pilihan Lebih Sehat Saat Berbuka Puasa

Agar tubuh beradaptasi lebih baik setelah puasa, sobat eRSIy disarankan untuk tidak langsung “menghantam” lambung dengan gula tinggi. Berikut urutan berbuka yang lebih ramah untuk tubuh:

  1. Awali dengan air putih
    Air membantu mengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa dan mempersiapkan sistem pencernaan.
  2. Konsumsi buah atau sayur terlebih dahulu
    Buah dan sayur mengandung serat alami yang membantu:
  • Menahan lonjakan gula darah
  • Membuat kenyang lebih stabil
  • Menyiapkan pencernaan sebelum makan utama

Pilihan buah yang baik misalnya pepaya, apel, pir, atau potongan buah segar tanpa tambahan gula.

  1. Lanjutkan dengan makanan utama bergizi seimbang
    Pastikan ada karbohidrat, protein, sayur, dan lemak sehat dalam porsi yang wajar.
  2. Makanan manis boleh, tapi secukupnya
    Kolak, takjil, atau minuman manis tetap boleh dinikmati, asal tidak berlebihan dan sebaiknya dikonsumsi setelah perut terisi makanan yang lebih seimbang.

Kesimpulan

Sobat eRSIy, berbuka puasa tidak harus selalu dimulai dengan yang manis-manis. Yang terpenting adalah cara dan urutannya.
Memulai buka puasa dengan air putih, buah, dan sayur justru membantu tubuh beradaptasi lebih baik dan mencegah kenaikan gula darah secara drastis.

Ingat, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga momen untuk lebih peduli pada kesehatan tubuh. Jika sobat eRSIy ingin berkonsultasi terkait gizi seimbang selama berpuasa jangan ragu untuk datang ke Klinik Gizi RSI Surabaya A Yani.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Asap-Debu-Kota-Ancaman-Tersembunyi-untuk-Kesehatan-Pernapasan.jpeg
16/Feb/2026

Sobat eRSIy, Asap dan debu di Perkotaan seperti Surabaya yang setiap hari terpapar partikel debu, asap kendaraan, dan polutan dari aktivitas industri. Meskipun “terlihat biasa”, polusi udara ini adalah ancaman yang serius bagi sistem pernapasan kita. Perlahan memicu penyakit akut hingga kronis.

 

Apa itu polusi Udara?

Polusi udara adalah campuran partikel padat, cair, an gas berbahaya di udara. Beberapa komponen utama polusi yang berdampak terhadap kesehatan adalah. Partikulat halus sangat berbahaya karena mampu menembus hingga alveoli paru dan gas-gas pencemar seperti nitrogen, dioksida, sulfur dioksida, karbon monoksida, dan ozon.

 

Sumber sumber polusi sangat beragam antara lain :

  1. Emisi kendaraan bermotor
  2. Asap dari industri atau pembakaran
  3. Debu jalanan yang bertebangan akibat aktvitas transportasi dan pembuangan
  4. Pembakaran sampah yang masih banyak terjadi di perkotaan

 

Dampak polusi udara

  • Iritasi saluran pernapasan -> batuk, bersin, tenggorokan gatal
  • Asma Kambuh atau memperparah gejala asma
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terutama pada anak-anak
  • Risiko jangka panjang berupa kerusakan paru, penurunan fungsi paru, hingga kanker paru.

Tenang Sobat eRSIy, ada langkah pencegahan yang bisa dilakukan loh, yaitu

  1. Memperbanyak penggunaan masker
  2. Menjaga jarak (jika berada di area polusi)
  3. Menutup ventilasi saat kondisi polusi
  4. Mengurangi aktivitas luar
  5. Memantau kualitas udara
  6. Menjaga ketahanan tubuh
  7. Siaga gejala penyakit pernapasan

 

Asap dan debu kota mungkin tampak sepele, tapi efeknya bisa jauh lebih besar dari yang kita kira, terutama terhadap paru-paru dan jalan napas. Dengan mengetahui bahaya, mengenali gejala, dan menerapkan langkah perlindungan sederhana, kita bisa meminimalkan risiko.

 

Oleh karena itu sobat eRSIy apabila anda mengalami gejala seperti batuk terus menerus, dahak berlebih, sesak nafas, suara napas “mengi”, atau gejala ISPA yang berkepanjangan konsultasikan ke Poli Paru RSI Surabaya A.Yani

Jika anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI Surabaya A.Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505

0811363670 / 47 (customer care)

Atau anda bisa mengunjungi RSI Surabaya A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya.


Tips-menjaga-kulit-lansia-1200x1200.jpeg
09/Feb/2026

Seiring bertambahnya usia, kulit mengalami berbagai perubahan alami yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup lansia. Data menunjukkan bahwa sekitar 60% lansia mengalami masalah kulit, seperti kulit kering, gatal, hingga luka yang sulit sembuh. Oleh karena itu, menjaga kesehatan kulit pada usia lanjut menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh

 

Perubahan Kulit pada Lansia

Proses penuaan menyebabkan beberapa perubahan pada struktur dan fungsi kulit, antara lain:

  • Penipisan lapisan epidermis, sehingga kulit menjadi lebih mudah lecet
  • Berkurangnya kolagen, yang menyebabkan kulit kendur dan keriput
  • Penurunan kelenjar minyak dan keringat, sehingga kulit menjadi lebih kering
  • Perubahan pigmentasi, seperti munculnya bercak cokelat atau bintik penuaan

Perubahan-perubahan ini membuat kulit lansia lebih rentan terhadap iritasi dan infeksi

 

Masalah Kulit yang Sering Terjadi pada Lansia

Beberapa gangguan kulit yang umum dialami pada usia lanjut meliputi:

  • Kulit kering dan gatal
  • Luka dan lecet yang sulit sembuh
  • Infeksi kulit akibat jamur atau bakteri
  • Bintik penuaan dan gangguan pigmentasi

Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal yang menyertai proses penuaan

 

Faktor Risiko Gangguan Kulit

Faktor yang meningkatkan risiko masalah kulit pada lansia antara lain:

  • Faktor internal: usia, diabetes, dan hipertensi
  • Faktor eksternal: paparan sinar matahari, polusi udara, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, kebersihan kulit yang kurang baik, serta asupan nutrisi yang tidak seimbang

Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat mempercepat penuaan kulit dan memperburuk kondisi kulit lansia

 

Tips Perawatan Kulit untuk Lansia

Untuk menjaga kulit tetap sehat dan nyaman, lansia dianjurkan melakukan perawatan sederhana namun konsisten, seperti:

  • Minum air putih yang cukup setiap hari
  • Menggunakan pakaian yang longgar dan nyaman
  • Memilih sabun yang mengandung pelembap
  • Mengoleskan pelembap secara rutin setelah mandi

Langkah-langkah ini membantu menjaga kelembapan kulit dan mencegah iritasi

 

Perlindungan Kulit dari Faktor Lingkungan

Paparan sinar matahari berlebih dapat mempercepat kerusakan kulit. Oleh karena itu, lansia disarankan untuk:

  • Menggunakan tabir surya saat beraktivitas di luar rumah
  • Memakai topi, kacamata hitam, dan pakaian tertutup
  • Menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama

Upaya perlindungan ini penting untuk mencegah kerusakan kulit lebih lanjut

 

Gaya Hidup Sehat untuk Kulit Lansia

Selain perawatan dari luar, kesehatan kulit juga dipengaruhi oleh gaya hidup, antara lain:

  • Mengonsumsi buah dan sayur secara rutin
  • Memenuhi kebutuhan protein dan cairan
  • Menghindari rokok dan alkohol
  • Melakukan olahraga ringan secara teratur

Gaya hidup sehat membantu menjaga fungsi kulit dan memperlambat proses penuaan

 

Kapan Lansia Perlu Berkonsultasi ke Dokter?

Lansia disarankan segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami:

  • Luka yang sulit sembuh
  • Gatal hebat atau menetap
  • Infeksi kulit yang berulang
  • Muncul bercak atau benjolan kulit yang mencurigakan

Pemeriksaan dini membantu mencegah komplikasi dan memastikan penanganan yang tepat

 

Kulit yang sehat membuat lansia merasa lebih nyaman, percaya diri, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Dengan perawatan yang tepat, perlindungan dari faktor lingkungan, serta gaya hidup sehat, kesehatan kulit dapat tetap terjaga hingga usia lanjut. Edukasi dan kesadaran akan pentingnya perawatan kulit menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas hidup lansia

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Ancaman-Serangan-Jantung.jpeg
29/Jan/2026

Dulu, serangan jantung dikenal sebagai penyakit orang tua. Namun, kini anak muda usia 20-40 tahun juga mulai terancam. Gaya hidup modern seperti pola makan tidak sehat, kurang olahraga, stres, serta kebiasaan merokok dan begadang membuat serangan jantung bisa datang lebih cepat. Serangan jantung tak lagi menunggu usia tua; ia bisa menyerang siapa saja yang abai menjaga kesehatannya.

 

Penyebab Utama Ada di Kebiasaan Sehari-hari

  • Pola makan cepat saji, konsumsi kopi berlebih, begadang, dan kurang olahraga.
  • Stres kronis dari pekerjaan, sosial, dan tekanan hidup.
  • Kebiasaan merokok dan vaping yang mempercepat kerusakan pembuluh darah.
  • Faktor genetik & kolesterol tinggi tetap berisiko meski tubuh terlihat sehat.

 Gejala Sering Tidak Terasa Berat

  • Nyeri dada ringan, lengan kiri pegal, napas pendek, mual.
  • Sering disangka masuk angin atau kelelahan.

Akibat Keterlambatan Penanganan

  • Banyak kasus anak muda kolaps mendadak di tempat kerja atau saat berolahraga.
  • Keterlambatan mengenali gejala menyebabkan kondisi memburuk cepat.

Edukasi & Pencegahan Sejak Dini Sangat Penting

  • Rutin periksa kesehatan dan kenali riwayat keluarga.
  • Terapkan pola hidup sehat (makan bergizi, olahraga rutin, tidur cukup).
  • Hindari rokok, alkohol, dan kebiasaan duduk terlalu lama.

Jaga Ritme Jantung, Dengarkan Tanda Tubuh

  • Jantung memberi tanda, tapi sering diabaikan.
  • Kesehatan adalah kebutuhan saat ini, bukan investasi masa depan saja.
  • Generasi muda adalah aset, jangan sampai potensinya hilang sia-sia.

 

PENUTUP

Sobat eRSIy, serangan jantung di usia muda adalah ancaman nyata yang sering kali datang tanpa tanda besar. Jangan tunggu sampai tubuh memberi alarm bahaya. Mulailah peduli sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat, rutin memeriksa kesehatan, dan mendengarkan setiap sinyal dari tubuh. Jantung sehat adalah kunci agar masa depan penuh potensi tidak terhenti tiba-tiba. Karena menjaga jantung berarti menjaga hidup.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Rokok-Elektrik.jpeg
26/Jan/2026

Hai Sobat Ersiy,Rokok elektrik kini semakin populer dengan berbagai varian rasa yang menggoda. Banyak yang mengira rokok elektrik lebih aman dibandingkan rokok tembakau. Padahal, di balik rasa manis dan aroma menarik, rokok elektrik menyimpan bahaya yang tak kalah serius. Yuk, kenali bahaya terselubung dibalik rokok elektrik!

 

Rokok Sebagai Ancaman Kesehatan:

  • Menyebabkan ±6 juta kematian/tahun.
  • 600 ribu kematian akibat asap rokok (perokok pasif).
  • Efek adiksi rokok sangat kuat, bahkan melebihi kebutuhan primer.

Rokok Elektrik Sebagai Alternatif:

  • Populer sebagai “cara aman” berhenti merokok.
  • Diklaim lebih ramah lingkungan dan lebih aman dari tembakau.
  • Perokok pemula tertarik karena dianggap tidak berbahaya.

Fakta Kandungan Rokok Elektrik:

  • Mengandung nikotin cair, propilen glikol, gliserol, asam benzoate, dan penambah rasa.
  • Takaran kandungan tidak jelas karena tidak melewati uji BPOM.
  • Regulasi di Indonesia masih belum jelas.

Bahaya Konsumsi Berlebihan:

  • Konsumsi harian rokok elektrik sulit diukur (tidak seperti batang rokok).
  • Perokok cenderung tidak sadar jumlah hisapan karena merasa “aman”.
  • Potensi konsumsi zat berbahaya lebih tinggi dari rokok tembakau.

Rasa dan Bentuk yang Menjebak:

  • Varian rasa membuat perokok lebih percaya diri merokok di mana saja.
  • Residu rokok elektrik meningkatkan perokok pasif.
  • Bentuk dan rasa menarik meningkatkan perokok pemula, terutama remaja.

 

Ingat ya, Sobat Ersiy, baik rokok tembakau maupun elektrik, keduanya sama-sama berbahaya bagi kesehatan. Jangan sampai tertipu dengan rasa dan bentuknya yang menarik. Berhenti merokok adalah pilihan terbaik untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar kita. jIka merasa sulit, jangan ragu memeriksakan diri di poli paru Rumah Sakit Islam Surabaya A Yani

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


cacar-air.jpg
14/Jan/2026

Cacar air atau varicella adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, namun juga bisa terjadi pada orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau belum mendapat vaksin cacar air. Meski sering tergolong ringan, cacar air tetap perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan komplikasi bila tidak ditangani dengan baik

 

Gejala Cacar Air

Gejala awal biasanya berupa demam, badan terasa lemas, dan nafsu makan menurun. Setelah itu muncul ruam yang berkembang bertahap, mulai dari bintik merah, lenting berisi cairan, hingga akhirnya mengering menjadi keropeng. Ruam umumnya menyebar dari badan ke wajah dan anggota tubuh lain

 

Cara Penularan

Cacar air sangat mudah menular melalui percikan batuk atau bersin, kontak langsung dengan cairan lenting, serta benda yang terkontaminasi. Penularan dapat terjadi sejak dua hari sebelum ruam muncul hingga semua bintik mengering

 

Perawatan dan Pencegahan

Perawatan cacar air bertujuan meredakan gejala, seperti istirahat cukup, menjaga kebersihan tubuh, dan menghindari menggaruk bintik cacar. Pencegahan terbaik adalah vaksinasi varicella, disertai perilaku hidup bersih dan menghindari kontak dengan penderita

 

Cacar air merupakan penyakit menular yang umumnya sembuh sendiri, namun tetap perlu perhatian agar tidak menimbulkan komplikasi dan penularan lebih luas. Mengenali gejala sejak dini dan melakukan pencegahan yang tepat menjadi langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?