INFO UNTUK ANDA

Overstimulation-dan-Brain-Rot_-Dampak-Konsumsi-Konten-Digital-Berlebihan-terhadap-Kesehatan-Mental.jpg.jpeg

Halo, Sobat eRSIy!
Pernah merasa sulit fokus, cepat lelah, atau tanpa sadar terus menggulir media sosial dalam waktu lama? Di era digital seperti sekarang, berbagai informasi dapat diakses dengan mudah dan cepat. Namun, jika tidak dikendalikan dengan baik, kebiasaan ini dapat berdampak pada kesehatan mental. Salah satunya adalah kondisi yang sering dikenal sebagai overstimulation dan brain rot. Yuk, kita bahas bersama!

Apa Itu Overstimulation dan Brain Rot?

Overstimulation adalah kondisi ketika otak menerima terlalu banyak rangsangan dalam waktu yang singkat, misalnya dari video pendek, notifikasi, atau berbagai konten digital yang terus berganti.

Sementara itu, brain rot merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan penurunan kemampuan fokus dan konsentrasi akibat terlalu sering mengonsumsi konten ringan secara berlebihan.

Meskipun bukan istilah medis, kondisi ini berkaitan dengan kelelahan mental yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Penyebab Overstimulation dalam Kehidupan Sehari-hari

Beberapa kebiasaan yang dapat memicu kondisi ini antara lain:

  • Terlalu lama menggunakan media sosial tanpa jeda
  • Sering berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain
  • Mengonsumsi konten digital secara terus-menerus
  • Kurangnya waktu istirahat dari penggunaan gadget

Kebiasaan tersebut dapat membuat otak terus bekerja tanpa waktu untuk beristirahat secara optimal.

Dampak terhadap Kesehatan Mental

Paparan konten digital yang berlebihan dapat memengaruhi kondisi mental, di antaranya:

  • Sulit berkonsentrasi
  • Mudah terdistraksi
  • Kelelahan mental
  • Penurunan produktivitas
  • Gangguan kualitas tidur
  • Perubahan suasana hati

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan aktivitas dan kualitas hidup.

Cara Mengelola Konsumsi Konten Digital

Penggunaan gadget tetap dapat dilakukan dengan bijak apabila disertai pengaturan yang tepat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membatasi waktu penggunaan media sosial
  • Memberikan jeda istirahat dari layar secara berkala
  • Mengurangi konsumsi konten digital yang berlebihan
  • Mengatur waktu tidur yang cukup dan teratur
  • Melakukan aktivitas tanpa gadget, seperti olahraga atau membaca

Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dalam menggunakan teknologi agar tidak berlebihan dan tetap menjaga kesehatan mental.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami:

  • Sulit berkonsentrasi dalam jangka waktu lama
  • Gangguan tidur yang tidak kunjung membaik
  • Kelelahan mental yang mengganggu aktivitas sehari-hari

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol dapat berdampak pada kesehatan mental.

Dengan mengatur konsumsi konten digital secara bijak serta menjaga keseimbangan aktivitas, risiko kelelahan mental dapat diminimalkan. Jika keluhan mulai dirasakan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Sering-Pakai-Headset-Ini-Batas-Aman-Volume-Durasi-yang-Wajib-Kamu-Tahu.jpg.jpeg

Halo Sobat eRSIy

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Pendengaran Sedunia yang diperingati setiap tanggal 3 Maret oleh World Health Organization, yuk kita lebih peduli terhadap kesehatan telinga kita.

Di era sekarang, penggunaan headset dan earphone sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan kebutuhan kerja, mulai dari meeting online, nonton film, hingga mendengarkan musik. Tapi, tahukah Sobat eRSIy bahwa penggunaan yang tidak tepat bisa menyebabkan gangguan pendengaran permanen?

Kenapa Headset Bisa Berbahaya?

Paparan suara keras dalam waktu lama dapat merusak sel rambut halus di dalam koklea (rumah siput) telinga. Sayangnya, sel ini tidak bisa tumbuh kembali jika sudah rusak.

Kondisi yang sering terjadi akibat kebiasaan ini disebut :

  • Noise-Induced Hearing Loss (NIHL)
  • Tinnitus (telinga berdenging)
  • Penurunan pendengaran bertahap

Batas Aman Penggunaan Headset per Hari

Para ahli menyarankan aturan sederhana:

Aturan 60–60

  • Maksimal 60% dari volume tertinggi

  • Digunakan tidak lebih dari 60 menit dalam sekali pemakaian

Setelah 60 menit, istirahatkan telinga minimal 5–10 menit.

Batas Volume yang Aman

Sebagai gambaran:

  • 60 dB → suara percakapan normal (aman)
  • 85 dB → mulai berisiko jika lebih dari 8 jam
  • 100 dB → bisa merusak dalam 15 menit

Sebagian besar smartphone pada volume maksimal bisa mencapai 100–110 dB. Idealnya, volume berada di bawah 80 dB untuk penggunaan harian.

Tanda Telinga Mulai Bermasalah

Segera waspada jika mengalami:

  • Telinga berdenging setelah pakai headset
  • Suara terasa teredam
  • Harus menaikkan volume lebih tinggi dari biasanya
  • Sulit mendengar percakapan di tempat ramai

Jika gejala ini sering muncul, sebaiknya periksa ke dokter spesialis THT di RSI Surabaya A Yani.

Tips Aman Menggunakan Earphone

  • Gunakan fitur pembatas volume di smartphone
  • Pilih headset dengan noise-cancelling agar tidak perlu volume tinggi
  • Hindari tidur dengan earphone terpasang
  • Jangan gunakan di tempat sangat bising
  • Rutin periksa pendengaran jika sering menggunakan headset

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


perut-buncit-padahal-badan-kecil-bisa-jadi-karena-visceral.jpeg

Halo, Sobat eRSIy!
Tubuh terlihat kurus belum tentu bebas dari risiko penumpukan lemak berbahaya. Pernah melihat seseorang dengan badan kecil tetapi perut tampak buncit? Kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh visceral fat atau lemak visceral.

Berbeda dengan lemak biasa yang berada di bawah kulit, visceral fat tersimpan jauh di dalam rongga perut dan mengelilingi organ-organ penting tubuh. Jika jumlahnya berlebihan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

Yuk, kenali lebih jauh tentang visceral fat dan cara mencegahnya!

 

Apa Itu Visceral Fat?

Visceral fat adalah lemak yang berada di dalam rongga perut dan mengelilingi organ vital seperti hati, pankreas, dan usus.

Dalam jumlah normal, lemak ini sebenarnya membantu melindungi organ tubuh. Namun, jika menumpuk berlebihan, visceral fat dapat memicu gangguan metabolisme dan meningkatkan risiko penyakit kronis.

Karena letaknya tidak selalu terlihat jelas dari luar, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki penumpukan visceral fat.

 

Mengapa Visceral Fat Berbahaya?

Sobat eRSIy, visceral fat bukan sekadar lemak biasa. Lemak ini aktif menghasilkan zat pemicu peradangan dan hormon tertentu yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh.

Jika berlebihan, visceral fat dapat meningkatkan risiko:

  • Resistensi insulin
  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Peradangan kronis
  • Gangguan metabolisme

Itulah sebabnya perut buncit tidak boleh dianggap sepele, meskipun berat badan terlihat normal.

 

Apa Penyebab Visceral Fat Menumpuk?

Ada beberapa kebiasaan yang dapat memicu penumpukan visceral fat, antara lain:

Pola Makan Tinggi Gula dan Lemak

Terlalu sering mengonsumsi makanan manis, minuman tinggi gula, serta makanan olahan dapat mempercepat penumpukan lemak di area perut.

Kurang Aktivitas Fisik

Jarang bergerak atau terlalu lama duduk membuat pembakaran kalori tidak optimal sehingga lemak lebih mudah menumpuk.

Stres Berkepanjangan

Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol yang dapat memicu penumpukan lemak visceral.

Kurang Tidur

Kurang tidur dapat mengganggu metabolisme tubuh dan meningkatkan nafsu makan.

Gaya Hidup Sedentari

Kebiasaan rebahan atau duduk terlalu lama tanpa aktivitas fisik juga meningkatkan risiko visceral fat.

 

Tanda yang Perlu Diwaspadai

Beberapa tanda yang sering dikaitkan dengan visceral fat antara lain:

  • Lingkar perut membesar
  • Perut tampak buncit meski badan tidak gemuk
  • Mudah Lelah
  • Berat badan sulit terkontrol
  • Pola makan kurang sehat dan jarang olahraga

Jika mengalami kondisi tersebut, penting untuk mulai memperbaiki pola hidup sejak dini.

 

Cara Mencegah Visceral Fat

Kabar baiknya, visceral fat dapat dikurangi dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Rutin olahraga, terutama kardio dan latihan kekuatan
  • Perbanyak makanan tinggi protein dan serat
  • Kurangi makanan ultra-proses dan tinggi gula
  • Tidur cukup 7–8 jam per hari
  • Kelola stres dengan baik
  • Perbanyak aktivitas fisik harian

Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan tubuh.

 

Sobat eRSIy, badan kurus bukan berarti bebas dari risiko penumpukan lemak berbahaya. Visceral fat dapat menumpuk secara diam-diam dan meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.

Karena itu, penting untuk menjaga pola makan, aktif bergerak, dan menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. Jangan tunggu sampai muncul gangguan kesehatan, yuk mulai perhatikan kesehatan tubuh dari sekarang!

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Si-kecil-Siap-MPASI.jpeg

Halo, Sobat eRSIy!

Memasuki usia 6 bulan, banyak orang tua mulai bertanya-tanya: “Apakah si kecil sudah siap makan selain ASI?” Momen pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) memang penting, karena menjadi langkah awal bayi belajar mengenal rasa, tekstur, dan pola makan yang sehat.

Namun, MPASI tidak hanya soal usia. Ada beberapa tanda kesiapan yang perlu diperhatikan agar proses makan berjalan aman dan menyenangkan.

Yuk, kenali tanda-tandanya!

1. Usia Sudah Menginjak 6 Bulan

Menurut rekomendasi organisasi kesehatan dunia seperti World Health Organization, bayi dianjurkan mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan. Setelah itu, kebutuhan energi dan zat gizi meningkat sehingga perlu tambahan MPASI.

Jika usia si kecil sudah 6 bulan, ini adalah waktu yang tepat untuk mulai memperhatikan tanda kesiapan lainnya.

2. Kepala Sudah Tegak dan Leher Kuat

Sobat eRSIy, bayi yang siap MPASI biasanya sudah mampu menegakkan kepala dan duduk dengan bantuan. Kontrol kepala dan leher yang baik penting untuk mencegah risiko tersedak saat makan.

3. Refleks Menjulurkan Lidah Berkurang

Bayi baru lahir memiliki refleks mendorong benda keluar dari mulut dengan lidah (tongue thrust reflex). Jika refleks ini mulai berkurang, artinya si kecil sudah lebih siap menerima makanan dengan sendok.

4. Tertarik dengan Makanan

Pernahkah si kecil memperhatikan makanan yang Sobat eRSIy pegang? Atau mencoba meraih makanan di piring? Ketertarikan ini menjadi salah satu tanda bahwa ia mulai ingin mencoba makanan selain ASI.

5. Membuka Mulut Saat Disuapi

Saat diberikan sendok kosong atau makanan, bayi yang siap MPASI biasanya akan membuka mulut dan tampak antusias. Ini tanda koordinasi mulut dan kesiapan makan mulai berkembang.

6. Berat Badan Meningkat Dua Kali Lipat dari Berat Lahir

Secara umum, kesiapan juga dapat dilihat dari pertumbuhan. Jika berat badan bayi sudah sekitar dua kali berat lahir dan pertumbuhannya baik sesuai kurva, biasanya ia sudah siap menerima makanan pendamping.

7.  Jangan Terlalu Cepat atau Terlambat

Sobat eRSIy, memberikan MPASI terlalu dini (sebelum 6 bulan) bisa meningkatkan risiko gangguan pencernaan dan alergi. Sebaliknya, jika terlalu terlambat, bayi bisa mengalami kekurangan zat gizi seperti zat besi.

Yang terpenting, perhatikan tanda kesiapan, bukan hanya usia semata.

Tips Awal Memulai MPASI

✔️ Mulai dengan tekstur lembut (puree atau lumat halus)
✔️ Berikan satu jenis makanan baru setiap 2–3 hari
✔️ Hindari gula dan garam berlebih
✔️ Perhatikan tanda alergi seperti ruam atau muntah
✔️ Tetap lanjutkan pemberian ASI

Kesimpulan

Sobat eRSIy, kesiapan MPASI bukan hanya soal umur, tetapi juga perkembangan motorik dan minat si kecil terhadap makanan. Dengan mengenali tanda-tandanya, proses MPASI bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan aman.

Jika masih ragu, jangan sungkan berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan tumbuh kembang si kecil optimal.

Yuk, dampingi buah hati belajar makan dengan penuh cinta dan kesabaran ????

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rambut-rontok.jpeg
31/Mar/2026

Halo, sobat eRSIy!
Pernah merasa rambut rontok makin banyak setiap hari, sampai bikin cemas? Sebenarnya, rambut rontok bisa saja normal. Namun, pada kondisi tertentu, kerontokan berlebih bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Yuk, kita bahas bersama.

Rambut Rontok Normal, Seberapa Banyak?

Secara alami, manusia dapat mengalami kerontokan sekitar 50–100 helai rambut per hari. Hal ini merupakan bagian dari siklus pertumbuhan rambut dan umumnya tidak perlu dikhawatirkan selama rambut masih tumbuh kembali dengan normal.

Penyebab Rambut Rontok yang Masih Normal

  1. Perubahan hormon
    Kehamilan, melahirkan, atau menopause dapat memicu rambut rontok sementara.
    2. Stres fisik dan emosional
     Kurang tidur, kelelahan, atau stres berat dapat menyebabkan rambut rontok sementara (telogen effluvium).
    3. Pola makan tidak seimbang
     Kekurangan protein, zat besi, atau vitamin tertentu dapat memengaruhi kekuatan rambut.
    4. Perawatan rambut berlebihan
     Sering mencatok, mewarnai, atau mengikat rambut terlalu kencang dapat mempercepat kerontokan.

Kapan Rambut Rontok Perlu Diwaspadai?

Rambut rontok bisa menjadi tanda masalah serius bila disertai dengan:

  • Rambut menipis drastis atau muncul kebotakan
  • Rontok lebih dari 100 helai per hari dan berlangsung lama
  • Disertai gatal, nyeri, atau luka di kulit kepala
  • Mudah lelah, berat badan turun, atau gangguan siklus haid

Kondisi ini bisa berkaitan dengan anemia, gangguan tiroid, penyakit autoimun, infeksi kulit kepala, atau efek samping obat tertentu.

Cara Mengurangi dan Mencegah Rambut Rontok

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, kaya protein, zat besi, dan vitamin
  • Kelola stres dengan baik dan cukup istirahat
  • Gunakan produk perawatan rambut yang lembut
  • Hindari mengikat rambut terlalu kencang
  • Konsultasi ke dokter bila kerontokan tidak membaik

Kesimpulan

Rambut rontok tidak selalu berbahaya, tetapi kerontokan berlebih dan berkepanjangan patut diwaspadai. Mengenali penyebabnya sejak dini dapat membantu mencegah masalah yang lebih serius dan menjaga kesehatan rambut secara optimal. Jika sobat eRSIy memiliki keluhan mengenai rambut rontok, dapat berkonsultasi ke Poli Kulit dan Kelamin RSI Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Kesehatan-Tubuh-Cerminan-dari-Kesehatan-Pikiran.jpeg
28/Mar/2026

Yuk Mulai Mindful Life yang Tenang dan Bahagia!

Halo, sobat eRSIy!
Pernah nggak sih kamu merasa tubuh cepat lelah, sulit tidur, atau mudah sakit padahal pola makan sudah cukup baik?
Ternyata, kesehatan tubuh itu sangat dipengaruhi oleh kesehatan pikiran. Saat pikiran penuh tekanan, tubuh merespons lewat berbagai keluhan fisik. Inilah sebabnya sangat penting untuk mulai menerapkan mindful life, hidup dengan kesadaran penuh, agar tubuh dan pikiran tetap seimbang.

 

Bagaimana Pikiran Mempengaruhi Kesehatan Tubuh?

1. Stres Bisa Menurunkan Imunitas

Saat stres, tubuh mengeluarkan hormon kortisol berlebih yang jika dibiarkan terus-menerus dapat melemahkan daya tahan tubuh. Akibatnya, sobat eRSIy jadi lebih mudah terserang flu, gangguan pencernaan, atau kelelahan.

2. Pikiran Tak Tenang Bisa Ganggu Tidur

Kecemasan dan kekhawatiran sering membuat seseorang sulit tertidur atau tidur tidak nyenyak. Padahal kualitas tidur sangat penting untuk pemulihan tubuh.

3. Emosi Tertahan Bisa Muncul sebagai Keluhan Fisik

Beberapa orang merasakan pusing, nyeri otot, dada sesak, maag kambuh, atau jantung berdebar saat kondisi emosional sedang tidak stabil.

4. Mood Berpengaruh pada Pola Makan & Aktivitas

Saat sedang stres, seseorang bisa kehilangan nafsu makan atau justru makan berlebih. Motivasi untuk bergerak atau berolahraga pun bisa menurun.

 

Apa Itu Mindful Life?

Mindful life adalah cara menjalani setiap momen dengan lebih sadar. Dengan mindfulness, pikiran jadi lebih tenang, emosi lebih stabil, dan tubuh merasakan efek positifnya.

 

Manfaat Mindful Life untuk Kesehatan Tubuh & Pikiran

  • Mengurangi stres dan kecemasan
  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Membantu mengontrol emosi
  • Meningkatkan fokus dan produktivitas
  • Membuat tubuh lebih rileks dan responsif terhadap kebutuhan diri

 

Cara Memulai Mindful Life dengan Langkah Sederhana

1. Atur Napas dan Luangkan “Pause Time” 5 Menit Sehari tanpa distraksi apapun

2. Sadari Tubuhmu

3. Mindful Eating dengan nikmati makanan dengan perlahan, perhatikan rasa, tekstur, dan aroma tanpa terburu-buru.

4. Tulis Perasaan dalam Jurnal

 

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Ahli?

Jika sobat eRSIy merasa stres berkepanjangan, sering cemas, mudah marah, sulit tidur, sulit mengontrol perasaan, atau aktivitas harian mulai terganggu, jangan ragu mencari bantuan profesional.
Ingat, mencari bantuan bukan tanda lemah, melainkan bentuk keberanian untuk mencintai diri sendiri.

Yuk, Jaga Pikiran & Tubuh Sehat Bersama!

Sobat eRSIy, kalau ingin berdiskusi, curhat, atau mendapatkan penanganan yang lebih tepat terkait kondisi emosional atau kesehatan mental, Psikolog dan Poli Psikiatri RSI Surabaya A. Yani siap membantu dengan layanan profesional, ramah, dan penuh empati.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


beda-keputihan-normal-atau-tidak-normal.jpeg
26/Feb/2026

Halo Sobat eRSIy!Keputihan atau vaginal discharge merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap wanita. Cairan lendir bening dan kental ini sebenarnya adalah cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan area kewanitaan, sekaligus melindungi dari infeksi. Namun, tahukah kamu bahwa tidak semua keputihan itu normal?

Dalam kondisi tertentu, keputihan bisa menjadi tanda adanya gangguan atau penyakit pada organ reproduksi. Yuk, kenali perbedaannya agar Sobat eRSIy bisa menjaga kesehatan reproduksi dengan lebih baik!

Kapan Keputihan Dikatakan Normal?

Keputihan normal biasanya muncul sebagai respon tubuh terhadap perubahan hormon. Cairan ini berfungsi membawa sel mati dan bakteri keluar dari vagina, sehingga membantu menjaga kebersihan dan kesehatannya.
Keputihan yang normal memiliki ciri-ciri:

  • Berwarna bening atau putih susu.
  • Tidak berbau menyengat.
  • Tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri.
  • Teksturnya bisa berubah tergantung siklus menstruasi.

Ciri Keputihan yang Tidak Normal

Nah, keputihan dikatakan tidak normal (abnormal) bila disertai gejala seperti:

  • Cairan berubah warna (kuning, hijau, abu-abu, atau kecokelatan).
  • Mengeluarkan bau tidak sedap atau amis.
  • Menyebabkan gatal, perih, atau rasa terbakar di sekitar vagina.
  • Disertai nyeri di panggul atau saat buang air kecil.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau penyakit menular seksual (PMS) seperti trikomoniasis, gonore, atau chlamydia. Bahkan, pada kasus tertentu, keputihan abnormal juga bisa menjadi tanda kanker serviks atau rahim.

Faktor Penyebab Keputihan Abnormal

  • Mengonsumsi pil KB atau obat kortikosteroid.
  • Menderita diabetes atau daya tahan tubuh lemah (misalnya akibat HIV/AIDS).
  • Sering berganti pasangan seksual atau tidak menggunakan kondom.
  • Terlalu sering membersihkan vagina dengan sabun berpewangi atau antiseptik.
  • Menopause yang menyebabkan dinding vagina menipis.

 

Jika sobat eRSIy yang mengalami keluhan keputihan tidak normal, nyeri panggul, atau gangguan organ reproduksi lainnya dapat melakukan pemeriksaan di Poli Kandungan (Spesialis Obgyn) RSI Surabaya A. Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Manfaat-puasa-untuk-tubuh-tak-hanya-sekedar-ibadah.jpeg
25/Feb/2026

Halo, sobat eRSIy
Puasa sering dipahami sebagai bentuk ibadah dan pengendalian diri. Namun tahukah sobat eRSIy, di balik menahan lapar dan haus, puasa juga menyimpan banyak manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh? Yuk, kita bahas bersama dari sisi medis dengan bahasa yang mudah dipahami.

1. Memberi Waktu Istirahat untuk Sistem Pencernaan

Saat berpuasa, organ pencernaan tidak bekerja terus-menerus seperti biasanya. Kondisi ini memberi kesempatan bagi lambung dan usus untuk “beristirahat”, sehingga proses regenerasi sel pencernaan dapat berjalan lebih optimal.

2. Membantu Mengontrol Berat Badan

Puasa yang dilakukan dengan pola makan seimbang saat sahur dan berbuka dapat membantu mengatur asupan kalori. Selain itu, tubuh akan menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, sehingga berperan dalam menjaga berat badan tetap ideal.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Puasa terbukti dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah. Jika dilakukan dengan benar, puasa juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, yang tentunya baik untuk kesehatan jantung.

4. Membantu Mengontrol Gula Darah

Saat puasa, sensitivitas insulin dalam tubuh dapat meningkat. Hal ini membantu tubuh mengatur kadar gula darah dengan lebih baik, terutama jika saat berbuka tidak berlebihan mengonsumsi makanan manis.

5. Meningkatkan Fungsi Otak dan Konsentrasi

Puasa dapat memicu peningkatan hormon dan protein yang berperan dalam kesehatan sel otak. Tak heran jika sebagian orang merasa lebih fokus dan jernih pikirannya saat berpuasa.

6. Mendukung Proses Detoksifikasi Alami Tubuh

Ketika tidak ada asupan makanan selama beberapa jam, tubuh akan lebih fokus membersihkan sel-sel rusak dan racun melalui mekanisme alami. Proses ini membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

7. Melatih Pengendalian Diri dan Kesehatan Mental

Selain manfaat fisik, puasa juga berdampak positif bagi kesehatan mental. Mengatur emosi, menahan keinginan, serta memperbanyak refleksi diri dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.

 Tips Agar Manfaat Puasa Optimal

  • Pilih makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka
  • Perbanyak konsumsi air putih
  • Dahulukan buah dan sayur saat berbuka
  • Hindari makan berlebihan dan terlalu manis
  • Tetap lakukan aktivitas fisik ringan

Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momen memperbaiki gaya hidup agar tubuh lebih sehat dan seimbang. Dengan menjalani puasa secara tepat, manfaatnya bisa dirasakan secara menyeluruh, baik fisik maupun mental.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


benarkah-puasa-harus-berbuka-dengan-yang-manis.jpeg
24/Feb/2026

Halo, sobat eRSIy ????
Saat adzan Magrib berkumandang, banyak dari kita langsung mencari kolak, es buah, atau minuman manis untuk berbuka puasa. Bahkan, muncul anggapan bahwa buka puasa “harus” diawali dengan yang manis. Tapi, benarkah itu yang paling baik untuk kesehatan?

Yuk, kita bahas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Apa yang Terjadi pada Tubuh Setelah Puasa?

Selama berpuasa sekitar 12–14 jam, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman. Akibatnya, kadar gula darah menurun dan tubuh menggunakan cadangan energi untuk tetap beraktivitas. Inilah sebabnya mengapa menjelang berbuka kita sering merasa lemas, pusing, atau kurang fokus.

Saat berbuka, tubuh memang membutuhkan energi kembali. Namun, cara mengembalikan energi ini juga perlu diperhatikan, agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Apakah Harus Selalu yang Manis?

  • Dalam jangka panjang, berisiko mengganggu kesehatan metabolik

Artinya, manis boleh, tapi tidak harus berlebihan dan tidak selalu jadi pilihan pertama.

Pilihan Lebih Sehat Saat Berbuka Puasa

Agar tubuh beradaptasi lebih baik setelah puasa, sobat eRSIy disarankan untuk tidak langsung “menghantam” lambung dengan gula tinggi. Berikut urutan berbuka yang lebih ramah untuk tubuh:

  1. Awali dengan air putih
    Air membantu mengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa dan mempersiapkan sistem pencernaan.
  2. Konsumsi buah atau sayur terlebih dahulu
    Buah dan sayur mengandung serat alami yang membantu:
  • Menahan lonjakan gula darah
  • Membuat kenyang lebih stabil
  • Menyiapkan pencernaan sebelum makan utama

Pilihan buah yang baik misalnya pepaya, apel, pir, atau potongan buah segar tanpa tambahan gula.

  1. Lanjutkan dengan makanan utama bergizi seimbang
    Pastikan ada karbohidrat, protein, sayur, dan lemak sehat dalam porsi yang wajar.
  2. Makanan manis boleh, tapi secukupnya
    Kolak, takjil, atau minuman manis tetap boleh dinikmati, asal tidak berlebihan dan sebaiknya dikonsumsi setelah perut terisi makanan yang lebih seimbang.

Kesimpulan

Sobat eRSIy, berbuka puasa tidak harus selalu dimulai dengan yang manis-manis. Yang terpenting adalah cara dan urutannya.
Memulai buka puasa dengan air putih, buah, dan sayur justru membantu tubuh beradaptasi lebih baik dan mencegah kenaikan gula darah secara drastis.

Ingat, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga momen untuk lebih peduli pada kesehatan tubuh. Jika sobat eRSIy ingin berkonsultasi terkait gizi seimbang selama berpuasa jangan ragu untuk datang ke Klinik Gizi RSI Surabaya A Yani.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Asap-Debu-Kota-Ancaman-Tersembunyi-untuk-Kesehatan-Pernapasan.jpeg
16/Feb/2026

Sobat eRSIy, Asap dan debu di Perkotaan seperti Surabaya yang setiap hari terpapar partikel debu, asap kendaraan, dan polutan dari aktivitas industri. Meskipun “terlihat biasa”, polusi udara ini adalah ancaman yang serius bagi sistem pernapasan kita. Perlahan memicu penyakit akut hingga kronis.

 

Apa itu polusi Udara?

Polusi udara adalah campuran partikel padat, cair, an gas berbahaya di udara. Beberapa komponen utama polusi yang berdampak terhadap kesehatan adalah. Partikulat halus sangat berbahaya karena mampu menembus hingga alveoli paru dan gas-gas pencemar seperti nitrogen, dioksida, sulfur dioksida, karbon monoksida, dan ozon.

 

Sumber sumber polusi sangat beragam antara lain :

  1. Emisi kendaraan bermotor
  2. Asap dari industri atau pembakaran
  3. Debu jalanan yang bertebangan akibat aktvitas transportasi dan pembuangan
  4. Pembakaran sampah yang masih banyak terjadi di perkotaan

 

Dampak polusi udara

  • Iritasi saluran pernapasan -> batuk, bersin, tenggorokan gatal
  • Asma Kambuh atau memperparah gejala asma
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terutama pada anak-anak
  • Risiko jangka panjang berupa kerusakan paru, penurunan fungsi paru, hingga kanker paru.

Tenang Sobat eRSIy, ada langkah pencegahan yang bisa dilakukan loh, yaitu

  1. Memperbanyak penggunaan masker
  2. Menjaga jarak (jika berada di area polusi)
  3. Menutup ventilasi saat kondisi polusi
  4. Mengurangi aktivitas luar
  5. Memantau kualitas udara
  6. Menjaga ketahanan tubuh
  7. Siaga gejala penyakit pernapasan

 

Asap dan debu kota mungkin tampak sepele, tapi efeknya bisa jauh lebih besar dari yang kita kira, terutama terhadap paru-paru dan jalan napas. Dengan mengetahui bahaya, mengenali gejala, dan menerapkan langkah perlindungan sederhana, kita bisa meminimalkan risiko.

 

Oleh karena itu sobat eRSIy apabila anda mengalami gejala seperti batuk terus menerus, dahak berlebih, sesak nafas, suara napas “mengi”, atau gejala ISPA yang berkepanjangan konsultasikan ke Poli Paru RSI Surabaya A.Yani

Jika anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI Surabaya A.Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505

0811363670 / 47 (customer care)

Atau anda bisa mengunjungi RSI Surabaya A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya.


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?