INFO UNTUK ANDA

Silent-Depression_-Bahagia-di-Luar-Berjuang-di-Dalam.png
14/Oct/2026

Halo, Sobat ERSIY!

Pernahkah Anda bertemu seseorang yang selalu tersenyum, aktif beraktivitas, dan terlihat baik-baik saja, tetapi ternyata sedang menyimpan beban emosional yang berat?

Kondisi seperti ini sering disebut silent depression atau depresi yang tidak tampak jelas dari luar. Istilah tersebut bukan diagnosis medis resmi, tetapi digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mengalami gejala depresi namun tetap berusaha menjalani rutinitas seperti biasa.

ㅤ

Apa Itu Silent Depression?

Tidak semua orang dengan depresi akan terlihat murung atau menarik diri sepenuhnya. Ada yang tetap bekerja, belajar, bersosialisasi, bahkan tampak ceria di hadapan orang lain. Namun, di balik aktivitas tersebut, mereka mungkin sedang merasakan kesedihan, kehampaan, kelelahan, atau kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya disukai.

Sebagian orang juga memilih menyembunyikan perasaannya karena takut dianggap lemah, tidak ingin merepotkan orang lain, atau merasa harus selalu terlihat kuat.

 

Tanda-Tanda yang Perlu Diperhatikan

Mengenali perubahan kecil dapat membantu kita lebih peka terhadap kondisi diri sendiri maupun orang terdekat. Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain :

1. Tetap terlihat ceria, tetapi merasa kosong di dalam

Seseorang mungkin tetap tersenyum dan bercanda, meskipun sebenarnya sedang merasa sedih atau tidak bersemangat.

2. Mudah lelah dan kehilangan energi

Rasa lelah yang terus berlangsung dapat menjadi salah satu gejala depresi, terutama ketika tidak membaik meskipun sudah beristirahat.

3. Perubahan pola tidur

Kesulitan tidur, sering terbangun, atau justru tidur terlalu lama dapat terjadi pada seseorang yang mengalami depresi.

4. Kehilangan minat terhadap aktivitas yang dulu disukai

Hal-hal yang sebelumnya menyenangkan bisa terasa biasa saja dan tidak lagi memberikan kepuasan.

5. Sulit berkonsentrasi

Seseorang mungkin lebih mudah kehilangan fokus, sulit mengambil keputusan, atau merasa pikirannya terus dipenuhi berbagai hal.

6. Mulai menjauh dari orang lain

Meski masih berkomunikasi dan beraktivitas seperti biasa, seseorang dapat perlahan mengurangi interaksi sosial atau memilih menyendiri.

7. Sering merasa tidak berharga atau putus asa

Perasaan bersalah berlebihan, tidak berdaya, tidak berharga, atau kehilangan harapan juga dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan.

ㅤ

Apa yang Bisa Dilakukan?

Menghadapi kondisi emosional yang berat tidak harus dilakukan sendirian. Beberapa langkah sederhana yang dapat membantu antara lain :

  • Cerita kepada orang yang dipercaya. Tidak perlu memendam semua masalah seorang diri.
  • Tetap aktif bergerak. Aktivitas fisik secara rutin dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang mendukung kesehatan mental.
  • Jaga pola tidur dan makan. Rutinitas yang lebih teratur dapat membantu menjaga kondisi tubuh dan kesejahteraan secara keseluruhan.
  • Kurangi kebiasaan membandingkan diri. Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat membuat seseorang semakin tertekan.
  • Cari bantuan profesional. Psikolog atau psikiater dapat membantu menilai kondisi dan menentukan penanganan yang sesuai.

Perlu diingat, mengalami beberapa tanda tersebut tidak otomatis berarti seseorang mengalami depresi. Diagnosis perlu dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan melihat gejala, durasi, serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

ㅤ

Jangan Abaikan Perasaan yang Terus Mengganggu

Sobat ERSIY, seseorang tidak harus terlihat sedih untuk sedang mengalami masalah kesehatan mental. Karena itu, penting untuk lebih peka terhadap perubahan pada diri sendiri maupun orang di sekitar.

Bila perasaan sedih, kosong, kehilangan minat, sulit tidur, kelelahan, atau putus asa berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Terlebih lagi, bila muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau mengakhiri hidup, bantuan segera sangat diperlukan.

Bagi Sobat ERSIY yang merasa sedang berada di titik lelah atau mengalami tanda-tanda yang mengkhawatirkan, Anda tidak sendirian. Jangan hanya bertanya “Apakah saya terlihat baik-baik saja?” tetapi juga tanyakan, “Apakah saya benar-benar baik-baik saja?” Karena kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

ㅤ

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Makan-Malam-di-Atas-Jam-9_-Benarkah-Bisa-Picu-Penyakit-Metabolik.png
13/Oct/2026

Halo, Sobat ERSIY!

Siapa yang sering baru sempat makan malam setelah jam 9 karena pekerjaan atau aktivitas yang padat? Sesekali makan larut malam mungkin bukan masalah besar. Namun, jika menjadi kebiasaan, terutama disertai makanan tinggi kalori, gula, garam, atau lemak, hal ini dapat memengaruhi kesehatan metabolisme.

Tubuh memiliki ritme sirkadian yang mengatur waktu tidur, hormon, pencernaan, dan metabolisme. Pada malam hari, tubuh mulai bersiap untuk beristirahat. Karena itu, makan dalam jumlah besar terlalu dekat dengan waktu tidur sebaiknya dihindari.

 

Apa Itu Penyakit Metabolik?

Penyakit metabolik merupakan kondisi yang berkaitan dengan gangguan tubuh dalam mengolah dan menggunakan energi. Beberapa contohnya Adalah :

  • Diabetes melitus tipe 2
  • Obesitas
  • Kolesterol atau lemak darah tinggi
  • Hipertensi
  • Sindrom metabolik

Jika faktor risikonya tidak dikendalikan, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

 

Mengapa Makan Larut Malam Perlu Diperhatikan?

Makan di atas jam 9 malam tidak otomatis menyebabkan penyakit metabolik. Namun, kebiasaan makan terlalu larut dapat menjadi bagian dari pola hidup yang kurang sehat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan :

1. Mengganggu Ritme Sirkadian

Makan pada waktu yang tidak sesuai dengan jam biologis tubuh dapat memengaruhi pengaturan metabolisme.

2. Mudah Mengonsumsi Kalori Berlebih

Rasa lapar setelah seharian beraktivitas dapat membuat seseorang memilih makanan cepat saji, gorengan, atau camilan tinggi kalori.

3. Mengganggu Kualitas Tidur

Makan dalam porsi besar terlalu dekat dengan waktu tidur dapat menyebabkan rasa begah dan membuat tidur kurang nyaman.

4. Memengaruhi Kesehatan Metabolik

Jika dilakukan terus-menerus dan disertai pola makan yang tidak sehat, kebiasaan makan larut malam dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme.

 

Bagaimana Cara Menjaga Metabolisme Tetap Sehat?

Sobat ERSIY bisa mulai dengan beberapa kebiasaan sederhana :

  • Usahakan makan secara teratur dan tidak terlalu larut.
  • Beri jarak sekitar 2–3 jam antara makan malam dan waktu tidur.
  • Pilih makanan bergizi seimbang dan batasi makanan tinggi gula, garam, serta lemak.
  • Tetap aktif bergerak atau berolahraga secara rutin.
  • Cukupi waktu tidur dan jaga pola istirahat.

 

Jangan Hanya Fokus pada Jam Makan!

Kesehatan metabolisme tidak hanya ditentukan oleh jam makan. Kualitas makanan, jumlah asupan, aktivitas fisik, berat badan, tidur, dan kebiasaan sehari-hari juga berperan penting.

Jika Anda sering mengalami mudah lelah, haus berlebihan, perubahan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau memiliki tekanan darah maupun gula darah tinggi, sebaiknya jangan diabaikan. Konsultasikan kondisi Anda dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.

Yuk, Sobat ERSIY, mulai jaga kesehatan metabolisme dari sekarang! Atur waktu makan, pilih makanan bergizi, tetap aktif, dan jangan lupa beristirahat dengan cukup. Jaga pola makan hari ini untuk kesehatan tubuh yang lebih baik di masa depan!

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Berhenti-Merokok-Sekarang-Kenali-Perubahan-Paru-Paru-dalam-24-Jam.png
08/Oct/2026

Hai, Sobat eRSIy!

Tahukah kamu? Berhenti merokok tidak harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan manfaatnya. Tubuh mulai mengalami perubahan positif sejak rokok terakhir dihisap.

Asap rokok mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat mengganggu kerja paru-paru dan meningkatkan risiko berbagai penyakit. Ketika kebiasaan merokok dihentikan, tubuh perlahan mulai memperbaiki diri dan memulihkan fungsi yang sebelumnya terganggu.

Lalu, apa saja yang terjadi pada tubuh dan paru-paru setelah berhenti merokok?

 

Apa yang Terjadi Setelah Berhenti Merokok?

1. Dalam 20 Menit Pertama

Beberapa menit setelah berhenti merokok, tubuh mulai menunjukkan respons positif. Denyut jantung dan tekanan darah yang sebelumnya meningkat akibat nikotin mulai menurun.

Sirkulasi darah juga perlahan membaik. Meski perubahan ini mungkin belum terasa secara langsung, tubuh sebenarnya sudah mulai beradaptasi setelah tidak lagi mendapatkan paparan nikotin dari rokok.

2. Setelah Beberapa Jam

Karbon monoksida dari asap rokok dapat mengurangi kemampuan darah membawa oksigen. Setelah berhenti merokok, kadar karbon monoksida dalam darah secara bertahap menurun sehingga kadar oksigen dapat kembali membaik.

Dengan suplai oksigen yang lebih baik, organ-organ tubuh termasuk jantung dan paru-paru dapat bekerja dengan lebih optimal.

3. Setelah 24 Jam

Memasuki 24 jam pertama, manfaat berhenti merokok terus berlanjut. Risiko serangan jantung mulai menurun dibandingkan ketika seseorang masih aktif merokok.

Paru-paru juga mulai menghadapi proses pemulihan dari paparan asap rokok. Saluran pernapasan yang sebelumnya terus-menerus terpapar zat iritan perlahan mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki kondisinya.

Pada sebagian orang, batuk atau dahak justru dapat terasa lebih banyak untuk sementara waktu. Kondisi ini dapat terjadi karena saluran pernapasan mulai mengeluarkan lendir dan kotoran yang sebelumnya menumpuk.

4. Dalam Beberapa Hari Berikutnya

Setelah beberapa hari tanpa rokok, kadar karbon monoksida dalam darah dapat kembali mendekati tingkat orang yang tidak merokok.

Indera penciuman dan perasa juga dapat mulai membaik. Aroma makanan menjadi lebih mudah dikenali dan rasa makanan bisa terasa lebih kuat.

Namun, jangan khawatir jika pada tahap awal muncul keinginan kuat untuk kembali merokok. Rasa ingin merokok merupakan salah satu bagian dari proses berhenti, terutama karena tubuh sedang beradaptasi tanpa nikotin.

5. Dalam Beberapa Minggu hingga Bulan

Manfaat berhenti merokok semakin terasa seiring berjalannya waktu. Sirkulasi darah dan fungsi paru-paru dapat membaik, sehingga aktivitas seperti berjalan, menaiki tangga, atau berolahraga dapat terasa lebih ringan.

Keluhan seperti batuk dan sesak juga dapat berkurang secara bertahap. Pemulihan ini membutuhkan waktu dan dapat berbeda pada setiap orang, terutama tergantung pada lama serta jumlah rokok yang dikonsumsi sebelumnya.

 

Apa Dampaknya bagi Paru-Paru?

Berhenti merokok memberikan kesempatan bagi paru-paru untuk mengurangi paparan zat berbahaya yang berasal dari asap rokok.

Salah satu bagian penting dalam proses pemulihan adalah silia, yaitu rambut-rambut halus yang terdapat di saluran pernapasan. Silia membantu mengeluarkan lendir dan partikel asing dari saluran napas. Paparan asap rokok dapat merusak fungsi silia, tetapi setelah berhenti merokok, fungsi tersebut perlahan dapat membaik.

Berhenti merokok juga dapat membantu :

  • Mengurangi batuk dan produksi lendir berlebih.
  • Membantu pernapasan terasa lebih nyaman.
  • Meningkatkan fungsi paru-paru secara bertahap.
  • Mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan.
  • Menurunkan risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Menurunkan risiko kanker paru-paru dalam jangka panjang.

Semakin lama seseorang tidak merokok, semakin besar pula manfaat yang dapat diperoleh. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk berhenti.

 

Sulit Berhenti Merokok? Jangan Menyerah!

Berhenti merokok memang tidak selalu mudah. Ketergantungan terhadap nikotin dapat membuat seseorang mengalami keinginan kuat untuk merokok, mudah gelisah, sulit berkonsentrasi, atau mengalami perubahan suasana hati ketika mulai berhenti.

Jika kamu ingin berhenti merokok tetapi merasa kesulitan, jangan menghadapinya sendirian. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan informasi dan bantuan yang sesuai.

Yuk, berhenti merokok mulai sekarang! Setiap rokok yang tidak kamu hisap adalah satu langkah untuk menjaga paru-paru dan memberikan kesempatan bagi tubuh untuk menjadi lebih sehat.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Waspadai-Chikungunya-di-Musim-Hujan.png
06/Oct/2026

Halo, Sobat eRSIy!

Musim hujan bukan hanya membuat udara menjadi lebih sejuk, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Salah satunya adalah chikungunya, penyakit akibat infeksi virus yang dapat menyebabkan demam dan nyeri sendi sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Yuk, kenali gejala dan cara mencegah chikungunya agar kamu dan keluarga tetap sehat!

 

Mengenal Penyakit Chikungunya

Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus chikungunya dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi, terutama Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Nyamuk tersebut juga dapat berkembang biak di berbagai tempat yang menampung air. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko penularan.

 

Tanda dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala chikungunya umumnya muncul beberapa hari setelah seseorang digigit nyamuk yang membawa virus. Beberapa tanda yang dapat terjadi antara lain :

  • Demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba
  • Nyeri sendi, terutama pada tangan dan kaki
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Tubuh terasa lemas
  • Mudah merasa lelah

Salah satu ciri yang cukup khas adalah nyeri sendi yang dapat terasa cukup berat. Pada sebagian orang, keluhan ini dapat bertahan lebih lama meskipun demam sudah mereda sehingga aktivitas sehari-hari masih dapat terganggu.

 

Cara Mencegah Chikungunya

Belum tersedia obat antivirus khusus untuk mengatasi chikungunya. Karena itu, mencegah gigitan nyamuk dan mengurangi tempat perkembangbiakannya merupakan langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain :

  • Menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin
  • Menutup rapat wadah yang dapat menampung air
  • Menghindari atau membersihkan genangan air di sekitar rumah
  • Menjaga kebersihan lingkungan
  • Menggunakan obat atau losion antinyamuk sesuai petunjuk
  • Mengenakan pakaian yang menutupi kulit saat berada di tempat yang banyak nyamuk
  • Memasang kasa atau kelambu untuk membantu mencegah gigitan nyamuk

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara rutin, jumlah nyamuk dan risiko penularan chikungunya dapat dikurangi.

 

Kapan Perlu Periksa ke Dokter?

Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami :

  • Demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba
  • Nyeri sendi yang cukup berat
  • Demam disertai nyeri otot, sakit kepala, atau tubuh terasa sangat lemas
  • Keluhan yang tidak membaik atau semakin berat
  • Gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari

Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk membantu memastikan penyebab gejala. Hal ini penting karena chikungunya dapat memiliki gejala yang mirip dengan beberapa penyakit lain yang ditularkan oleh nyamuk.

Chikungunya merupakan penyakit akibat virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan dapat menyebabkan demam serta nyeri sendi. Risiko keberadaan nyamuk dapat meningkat ketika terdapat banyak tempat yang menampung air, termasuk setelah hujan.

Yuk, lindungi diri dan keluarga dengan 3M Plus, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari gigitan nyamuk. Ingat, pencegahan penyakit dimulai dari lingkungan yang bersih dan kebiasaan hidup sehat!

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Skabies.png
28/Sep/2026

Halo, Sobat eRSIy!

Skabies atau yang dikenal juga sebagai kudis merupakan penyakit kulit menular yang masih sering ditemukan di masyarakat. Penyakit ini disebabkan oleh tungau kecil bernama Sarcoptes scabiei yang hidup dan berkembang biak di lapisan kulit. Meski terlihat sederhana, skabies dapat menimbulkan rasa gatal hebat dan mengganggu aktivitas sehari-hari apabila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali gejala skabies serta cara mencegah penularannya sejak dini.

 

Apa Itu Skabies?

Skabies adalah penyakit kulit yang terjadi akibat infestasi tungau Sarcoptes scabiei. Tungau ini membuat terowongan kecil di bawah permukaan kulit sehingga menimbulkan reaksi alergi berupa rasa gatal dan ruam kemerahan. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, terutama pada lingkungan yang padat dan kebersihannya kurang terjaga.

 

Gejala Skabies yang Perlu Diwaspadai

Gejala skabies biasanya muncul beberapa minggu setelah seseorang terinfeksi. Berikut beberapa tanda yang sering dialami penderita:

  • Rasa gatal hebat, terutama pada malam hari
  • Muncul ruam merah atau bentol kecil pada kulit
  • Adanya garis tipis seperti terowongan di permukaan kulit
  • Luka atau lecet akibat garukan berlebihan
  • Kulit terasa kering dan iritasi

Bagian tubuh yang sering terkena skabies antara lain sela-sela jari, pergelangan tangan, ketiak, pinggang, bokong, dan area lipatan tubuh lainnya. Pada bayi dan anak-anak, skabies juga dapat muncul di kepala, wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.

 

Bagaimana Skabies Menular?

Skabies sangat mudah menular melalui kontak langsung dengan kulit penderita. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui penggunaan barang pribadi secara bersama-sama, seperti:

  • Handuk
  • Pakaian
  • Selimut
  • Sprei
  • Tempat tidur

Risiko penularan lebih tinggi di lingkungan padat seperti asrama, pesantren, panti asuhan, atau rumah dengan banyak penghuni.

Cara Efektif Mencegah Penularan Skabies

Berdasarkan anjuran Kementerian Kesehatan RI, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan skabies:

1. Menjaga Kebersihan Diri

Mandi secara rutin dan menjaga kebersihan tubuh membantu mengurangi risiko penyebaran tungau penyebab skabies.

2. Tidak Bertukar Barang Pribadi

Hindari penggunaan pakaian, handuk, selimut, atau tempat tidur secara bersama-sama dengan orang lain.

3. Rajin Mencuci Pakaian dan Sprei

Cuci pakaian, handuk, selimut, dan sprei menggunakan air bersih, kemudian jemur di bawah sinar matahari agar tungau mati.

4. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Pastikan rumah memiliki ventilasi yang baik dan lingkungan tetap bersih agar tidak menjadi tempat berkembangnya tungau.

5. Mengobati Seluruh Kontak Serumah

Apabila ada anggota keluarga yang terkena skabies, seluruh penghuni rumah dianjurkan ikut diperiksa dan diobati untuk mencegah penularan ulang.

 

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang tidak boleh dianggap sepele. Rasa gatal yang muncul tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat menurunkan kualitas hidup dan mudah menular kepada orang di sekitar. Dengan menjaga kebersihan diri, lingkungan, serta menghindari penggunaan barang pribadi secara bersama-sama, penularan skabies dapat dicegah sejak dini.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


KENALI-SINUSITIS.png
10/Sep/2026

Sobat eRSIy, tahukah kalian apa itu sinusitis? Sinusitis merupakan peradangan pada rongga sinus yang terletak di sekitar hidung. Kondisi ini cukup sering dialami masyarakat, terutama saat daya tahan tubuh menurun atau akibat infeksi saluran pernapasan. Walaupun terdengar sepele, sinusitis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena menyebabkan rasa tidak nyaman di wajah dan hidung.

Sinus terjadi ketika rongga sinus mengalami peradangan atau infeksi. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh virus, bakteri, atau alergi. Sinus yang normal seharusnya berisi udara, namun ketika tersumbat, cairan dapat menumpuk sehingga memicu pertumbuhan kuman.

 

Gejala Sinusitis yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala umum yang sering muncul yaitu :

  1. Hidung tersumbat atau berair
  2. Nyeri dan Tekanan di sekitar hidung, mata, atau dahi
  3. Sakit kepala yang semakin berat saat menunduk
  4. Demam atau rasa lelah
  5. Indera penciuman berkurang

Apabila gejala berlangsung lebih dari 2 minggu, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter THT.

 

Faktor risiko sinusitis:

  1. Riwayat alergi (misalnya rhinitis alergi)
  2. Infeksi saluran pernapasan berulang
  3. Polip hidung
  4. Lingkungan berdebu atau polusi udara tinggi

 

Pencegahan sinusitis

Menjaga kesehatan saluran pernapasan dapat membantu mencegah sinusitis. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain.

  1. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  2. Menghindari paparan asap rokok dan polusi
  3. Memperbanyak minum air putih
  4. Istirahat cukup untuk menjaga daya tahan tubuh
  5. Segera obati alergi atau flu agar tidak berkembang menjadi sinusitis

 

Oleh karena itu sobat eRSIy, Sinusitis memang sering dianggap penyakit ringan, namun jika tidak ditangani dengan baik dapat berulang bahkan menjadi kronis. Dengan mengenali gejalanya sejak dini, masyarakat dapat melakukan pencegahan dan mencari penanganan medis yang tepat.

 

Jika Anda mengalami keluhan sinusitis atau gangguan pernapasan lainnya, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis THT di RS Islam Surabaya Ahmad Yani. Pelayanan medis yang profesional siap membantu Anda mendapatkan penanganan yang optimal.

Untuk informasi lebih lanjut, Bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505

+62 811-363-670 (customer care)

 

Atau anda bisa mengunjungi RSI Surabaya A.Yani di JL. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya

 


IMG_1525.png
26/Aug/2026

Halo, Sobat eRSIy!

Pernah merasa kurang percaya diri karena muncul garis-garis pembuluh darah yang terlihat jelas di kaki? Banyak orang menganggap varises hanya masalah penampilan dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Padahal, varises bukan sekadar membuat kaki terlihat kurang mulus. Kondisi ini berkaitan dengan fungsi pembuluh darah balik yang tidak bekerja secara optimal. Yuk, kenali varises lebih jauh!

 

Apa Itu Varises?

Varises terjadi ketika pembuluh darah vena, terutama di kaki, mengalami pelebaran dan tidak dapat mengalirkan darah kembali ke jantung secara optimal.

Di dalam pembuluh darah vena terdapat katup yang membantu menjaga agar darah tetap mengalir ke arah jantung. Ketika katup tersebut melemah atau tidak berfungsi dengan baik, darah dapat lebih mudah menumpuk di kaki.

Akibatnya, pembuluh darah vena dapat menjadi lebih melebar dan terlihat menonjol di permukaan kulit.

Jadi, varises bukan hanya persoalan estetika. Kondisi ini dapat menjadi tanda bahwa sistem pembuluh darah balik di kaki sedang tidak bekerja sebagaimana mestinya.

 

Varises Bukan Kondisi yang Jarang

Mungkin ada yang mengira varises hanya dialami oleh sebagian kecil orang.

Padahal, berdasarkan materi kesehatan global yang digunakan, sekitar 10–30 persen populasi dunia mengalami varises sepanjang hidupnya.

Dalam studi klasifikasi CEAP, varises juga termasuk salah satu gangguan vena yang sering ditemukan, dengan prevalensi varises sekitar 19 persen dalam klasifikasi tersebut.

Artinya, varises merupakan kondisi yang cukup umum dan dapat dialami oleh banyak orang.

Apa yang Terjadi Jika Varises Dibiarkan?

Varises tidak selalu langsung menimbulkan keluhan. Namun, pada sebagian orang, kondisi ini dapat berkembang dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain:

  • Nyeri dan rasa tidak nyaman pada kaki
  • Kaki terasa bengkak
  • Kram, terutama pada malam hari
  • Kulit terasa gatal
  • Perubahan warna kulit
  • Pada kondisi tertentu, muncul luka yang sulit sembuh

Karena itu, jangan hanya melihat varises dari tampilannya. Keluhan yang muncul juga perlu diperhatikan, terutama jika mulai mengganggu aktivitas atau semakin bertambah.

 

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Varises?

Varises dapat dialami oleh siapa saja. Namun, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risikonya.

  1. Terlalu Lama Berdiri atau Duduk

Pekerjaan yang membuat seseorang berada dalam posisi berdiri atau duduk dalam waktu lama dapat menjadi salah satu faktor risiko.

Misalnya guru, kasir, perawat, hingga pekerja kantoran yang banyak menghabiskan waktu dalam posisi yang sama.

  1. Memiliki Riwayat Keluarga

Jika anggota keluarga memiliki varises, seseorang dapat memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa.

  1. Kehamilan

Kehamilan dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di area kaki sehingga risiko terjadinya varises juga dapat meningkat.

  1. Kelebihan Berat Badan

Berat badan berlebih dapat memberikan tekanan tambahan pada pembuluh darah vena di kaki.

  1. Bertambahnya Usia

Seiring bertambahnya usia, fungsi katup pada pembuluh darah vena dapat mengalami perubahan sehingga risiko varises juga meningkat.

Varises juga diketahui lebih sering ditemukan pada perempuan dibandingkan laki-laki. Kondisi ini juga lebih banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut dan orang yang pekerjaannya menuntut posisi statis dalam waktu lama.

 

Jangan Tunggu Sampai Mengganggu Aktivitas

Varises mungkin awalnya hanya terlihat seperti garis atau pembuluh darah yang menonjol di kaki. Namun, jika mulai disertai nyeri, bengkak, kram, perubahan kulit, atau luka yang sulit sembuh, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.

Mengenali tanda dan faktor risikonya sejak awal dapat membantu seseorang lebih memperhatikan kesehatan pembuluh darahnya.

Jadi, varises bukan sekadar “penampilan kaki yang kurang mulus”. Kondisi ini merupakan sinyal dari tubuh yang layak diperhatikan lebih awal, sebelum keluhan berkembang dan semakin mengganggu kenyamanan sehari-hari.

Jika Bunda atau Sobat eRSIy memiliki keluhan yang mengarah pada varises, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar kondisi dapat diperiksa dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


IMG_1515.png
24/Aug/2026

Halo, Sobat eRSIy!

Pernah mendengar istilah ERACS, tetapi masih bingung apa bedanya dengan operasi sesar biasa? ERACS bukan sekadar istilah baru dalam persalinan. Pendekatan ini merupakan bagian dari perawatan berbasis bukti ilmiah yang dirancang untuk membantu ibu menjalani proses operasi sesar hingga masa pemulihan dengan lebih optimal.

Yuk, kenali lebih jauh apa itu ERACS dan bagaimana pendekatan ini dapat membantu proses pemulihan setelah operasi sesar!

 

Apa Itu ERACS?

ERACS merupakan singkatan dari Enhanced Recovery After Cesarean Surgery. Konsep ini diadaptasi dari prinsip Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) yang sebelumnya banyak digunakan dalam penanganan berbagai operasi besar, kemudian dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan khusus dalam bidang obstetri.

Sederhananya, ERACS merupakan pendekatan yang mengatur seluruh rangkaian perawatan ibu, mulai dari sebelum operasi, saat operasi, hingga setelah operasi.

Tujuannya adalah membantu mengurangi stres pada tubuh akibat operasi dan mendukung proses pemulihan ibu agar dapat berlangsung lebih baik.

 

Apa Bedanya dengan Operasi Sesar Konvensional?

Pendekatan ERACS membawa perubahan dalam berbagai tahapan perawatan sebelum dan sesudah operasi.

Jika sebelumnya ibu mungkin harus menjalani puasa lebih lama dan beristirahat di tempat tidur dalam waktu yang cukup panjang, pada pendekatan ERACS proses tersebut dirancang agar lebih terencana dan sesuai dengan kondisi ibu.

Dalam materi ERACS, periode puasa dapat dipersingkat. Makanan ringan masih dapat diperbolehkan hingga 6 jam sebelum operasi, sedangkan cairan bening hingga 2 jam sebelum anestesi, sesuai dengan protokol dan kondisi medis ibu.

Setelah operasi, ibu juga didorong untuk melakukan mobilisasi lebih awal. Manajemen nyeri direncanakan dengan lebih baik agar ibu dapat merasa nyaman selama proses pemulihan.

Selain itu, inisiasi menyusui secara dini juga menjadi salah satu bagian penting dalam pendekatan ERACS.

 

Kenapa Mobilisasi Lebih Cepat Penting?

Setelah menjalani operasi sesar, tubuh tentu membutuhkan waktu untuk memulihkan diri. Namun, terlalu lama tidak bergerak juga bukan bagian dari tujuan pemulihan yang optimal.

Dalam pendekatan ERACS, ibu didorong untuk melakukan mobilisasi lebih awal sesuai dengan kondisi dan penilaian tim medis.

Dengan pendekatan yang terencana, proses pemulihan tidak hanya berfokus pada luka operasi, tetapi juga bagaimana kondisi ibu secara keseluruhan dapat kembali beraktivitas secara bertahap.

 

Bukan Hanya Saat Operasi, Persiapan Dimulai Sejak Kehamilan

ERACS bukan hanya tentang apa yang dilakukan di ruang operasi.

Pembaruan panduan dari ERAS Society menekankan pentingnya mengoptimalkan kondisi ibu sejak masa kehamilan. Salah satunya adalah melakukan skrining dan penanganan anemia.

Mengapa anemia perlu diperhatikan?

Karena kondisi tubuh ibu sebelum operasi dapat berpengaruh terhadap proses pemulihan setelah persalinan. Bahkan setelah melahirkan, kondisi anemia pada masa nifas tetap perlu mendapatkan perhatian.

Artinya, pemulihan ibu tidak dimulai setelah operasi selesai. Persiapannya sudah dilakukan sejak sebelum persalinan.

 

ERACS Adalah Perawatan yang Menyeluruh

Jika disederhanakan, ERACS bukan hanya tentang “bagaimana operasi dilakukan”, tetapi juga tentang bagaimana ibu dipersiapkan dan didampingi selama proses pemulihan.

Mulai dari persiapan sebelum operasi, pengaturan puasa, manajemen nyeri, mobilisasi lebih awal, hingga dukungan menyusui setelah persalinan, semuanya menjadi bagian dari rangkaian perawatan.

Setiap langkah dirancang agar kebutuhan ibu selama proses persalinan dan pemulihan dapat diperhatikan secara menyeluruh.

 

Apakah ERACS Cocok untuk Semua Ibu?

ERACS merupakan pendekatan dalam perawatan operasi sesar, tetapi penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu.

Dokter dan tim medis akan mempertimbangkan kondisi kesehatan, kehamilan, serta kebutuhan medis sebelum menentukan perawatan yang paling sesuai.

Karena itu, jika Bunda sedang mempersiapkan persalinan melalui operasi sesar dan ingin mengetahui apakah pendekatan ERACS sesuai untuk kondisi Bunda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

 

Pemulihan yang Dipersiapkan Sejak Awal

Persalinan melalui operasi sesar bukan hanya tentang tindakan di ruang operasi. Proses sebelum dan sesudah operasi juga memiliki peran penting dalam membantu ibu menjalani masa pemulihan.

Melalui pendekatan ERACS, setiap tahapan dirancang secara lebih terencana agar ibu tidak hanya menjalani operasi, tetapi juga mendapatkan pendampingan selama proses pemulihan.

Layanan ERACS kami dirancang mengikuti standar dan pembaruan protokol terkini, sehingga Bunda tidak hanya “dioperasi”, tetapi juga dipersiapkan dan didampingi sepanjang proses pemulihan.

Jika Bunda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai ERACS dan apakah pendekatan ini sesuai dengan kondisi kehamilan Bunda, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter dan tim medis kami.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Sleep-Call-Setiap-Malam_-Hati-Hati-Dampaknya-bagi-Kesehatan-Tubuh.jpg.jpeg
29/Jun/2026

Halo, Sobat eRSIy!
Pernah melakukan sleep call hingga tertidur saat sedang berkomunikasi melalui telepon atau aplikasi? Kebiasaan ini cukup sering dilakukan, terutama di kalangan anak muda. Meskipun terlihat sepele, sleep call yang dilakukan secara terus-menerus dapat memengaruhi kualitas tidur dan kesehatan tubuh. Yuk, kita bahas bersama!

 

Apa Itu Sleep Call?

Sleep call adalah kebiasaan melakukan panggilan suara atau video dalam waktu lama hingga tertidur. Aktivitas ini biasanya dilakukan pada malam hari sebagai bentuk komunikasi atau kebiasaan sebelum tidur.

Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini dapat mengganggu waktu dan kualitas istirahat.

 

Dampak Sleep Call terhadap Kualitas Tidur

Tidur yang berkualitas sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Kebiasaan sleep call dapat memengaruhi kualitas tidur karena:

  • Waktu tidur menjadi lebih larut
  • Tidur menjadi kurang nyenyak
  • Otak tetap menerima rangsangan dari suara atau cahaya layar
  • Pola tidur menjadi tidak teratur

Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan istirahat yang optimal.

 

Dampak terhadap Kesehatan Tubuh

Jika dilakukan secara terus-menerus, sleep call dapat berdampak pada kesehatan, antara lain:

  • Mudah merasa lelah saat bangun
  • Sulit berkonsentrasi
  • Penurunan produktivitas
  • Perubahan suasana hati
  • Gangguan pola tidur

Kurangnya kualitas tidur juga dapat memengaruhi keseimbangan aktivitas sehari-hari.

 

Cara Mengurangi Kebiasaan Sleep Call

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas tidur antara lain:

  • Mengatur waktu tidur yang konsisten
  • Menghindari penggunaan gadget sebelum tidur
  • Mengakhiri komunikasi sebelum waktu istirahat
  • Menciptakan suasana tidur yang nyaman
  • Membiasakan tidur tanpa gangguan dari perangkat elektronik

Dengan membiasakan pola tidur yang sehat, tubuh dapat beristirahat dengan lebih optimal.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami:

  • Gangguan tidur yang berlangsung lama
  • Sulit tidur tanpa menggunakan gadget
  • Kelelahan yang mengganggu aktivitas sehari-hari

Pemeriksaan diperlukan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

 

Penutup

Kebiasaan sleep call memang dapat menjadi bagian dari komunikasi sehari-hari, tetapi perlu dilakukan dengan bijak agar tidak mengganggu kesehatan.

Dengan menjaga kualitas tidur dan mengatur penggunaan gadget, kesehatan tubuh dapat tetap terjaga. Jika mengalami keluhan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Overstimulation-dan-Brain-Rot_-Dampak-Konsumsi-Konten-Digital-Berlebihan-terhadap-Kesehatan-Mental.jpg.jpeg
17/Jun/2026

Halo, Sobat eRSIy!
Pernah merasa sulit fokus, cepat lelah, atau tanpa sadar terus menggulir media sosial dalam waktu lama? Di era digital seperti sekarang, berbagai informasi dapat diakses dengan mudah dan cepat. Namun, jika tidak dikendalikan dengan baik, kebiasaan ini dapat berdampak pada kesehatan mental. Salah satunya adalah kondisi yang sering dikenal sebagai overstimulation dan brain rot. Yuk, kita bahas bersama!

Apa Itu Overstimulation dan Brain Rot?

Overstimulation adalah kondisi ketika otak menerima terlalu banyak rangsangan dalam waktu yang singkat, misalnya dari video pendek, notifikasi, atau berbagai konten digital yang terus berganti.

Sementara itu, brain rot merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan penurunan kemampuan fokus dan konsentrasi akibat terlalu sering mengonsumsi konten ringan secara berlebihan.

Meskipun bukan istilah medis, kondisi ini berkaitan dengan kelelahan mental yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Penyebab Overstimulation dalam Kehidupan Sehari-hari

Beberapa kebiasaan yang dapat memicu kondisi ini antara lain:

  • Terlalu lama menggunakan media sosial tanpa jeda
  • Sering berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain
  • Mengonsumsi konten digital secara terus-menerus
  • Kurangnya waktu istirahat dari penggunaan gadget

Kebiasaan tersebut dapat membuat otak terus bekerja tanpa waktu untuk beristirahat secara optimal.

Dampak terhadap Kesehatan Mental

Paparan konten digital yang berlebihan dapat memengaruhi kondisi mental, di antaranya:

  • Sulit berkonsentrasi
  • Mudah terdistraksi
  • Kelelahan mental
  • Penurunan produktivitas
  • Gangguan kualitas tidur
  • Perubahan suasana hati

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan aktivitas dan kualitas hidup.

Cara Mengelola Konsumsi Konten Digital

Penggunaan gadget tetap dapat dilakukan dengan bijak apabila disertai pengaturan yang tepat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membatasi waktu penggunaan media sosial
  • Memberikan jeda istirahat dari layar secara berkala
  • Mengurangi konsumsi konten digital yang berlebihan
  • Mengatur waktu tidur yang cukup dan teratur
  • Melakukan aktivitas tanpa gadget, seperti olahraga atau membaca

Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dalam menggunakan teknologi agar tidak berlebihan dan tetap menjaga kesehatan mental.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami:

  • Sulit berkonsentrasi dalam jangka waktu lama
  • Gangguan tidur yang tidak kunjung membaik
  • Kelelahan mental yang mengganggu aktivitas sehari-hari

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol dapat berdampak pada kesehatan mental.

Dengan mengatur konsumsi konten digital secara bijak serta menjaga keseimbangan aktivitas, risiko kelelahan mental dapat diminimalkan. Jika keluhan mulai dirasakan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2026. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?