INFO UNTUK ANDA

Hantavirus.png

Halo, Sobat eRSIy!

Pernah melihat banyak tikus di lingkungan sekitar atau membersihkan tempat yang kotor dan berdebu? Hati-hati, ya! Kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko penularan Hantavirus, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Infeksi ini dapat menyebabkan gejala seperti demam, nyeri otot, batuk, hingga sesak napas apabila tidak ditangani dengan baik. Yuk, kenali lebih lanjut tentang hantavirus agar kita bisa lebih waspada dan menjaga kebersihan lingkungan bersama!

 

Apa Itu Hantavirus?

Penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus dalam kelompok genus Hantavirus dan famili Bunyaviridae serta ditularkan melalui rodensia seperti tikus dan mencit.

 

Bagaimana Hantavirus Menular? 

Penularan hantavirus biasanya terjadi melalui:

  • Menghirup debu yang tercampur kotoran atau urine tikus
  • Menyentuh benda yang terkontaminasi virus lalu menyentuh wajah
  • Gigitan tikus yang terinfeksi
  • Kontak dengan lingkungan yang kotor dan banyak tikus

Risiko penularan lebih tinggi pada lingkungan yang kurang bersih atau tempat penyimpanan barang yang jarang dibersihkan.

 

Gejala Hantavirus

Infeksi Hantavirus biasanya diawali dengan gejala ringan yang mirip flu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, mual, dan muntah. Namun jika tidak segera ditangani, kondisi dapat berkembang menjadi lebih serius seperti:

  • Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)

Pada tahap ini, penderita dapat mengalami gangguan ginjal, tekanan darah menurun, hingga perdarahan pada kondisi tertentu.

  • Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

Kondisi ini menyerang paru-paru dan pernapasan, ditandai dengan batuk, sesak napas, paru-paru terisi cairan, serta gangguan jantung dan aliran darah.

 

Bahaya Hantavirus

Jika tidak ditangani dengan cepat, hantavirus dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Gangguan paru-paru
  • Kesulitan bernapas
  • Penurunan tekanan darah
  • Gangguan fungsi organ tubuh

Karena itu, penting untuk mengenali gejala sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

 

Cara Mencegah Hantavirus

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan di antaranya :

 

  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan
  • Menutup tempat makanan agar tidak didatangi tikus
  • Membuang sampah secara rutin
  • Menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan area kotor
  • Menghindari kontak langsung dengan tikus atau kotorannya
  • Menutup lubang atau celah yang menjadi jalan masuk tikus

Lingkungan yang bersih dapat membantu mengurangi risiko berkembangnya tikus pembawa penyakit.

 

Kapan Harus Ke Dokter?

Segera periksa ke tenaga kesehatan jika mengalami:

  • Demam disertai sesak napas
  • Batuk yang semakin berat
  • Tubuh sangat lemas
  • Riwayat kontak dengan tikus atau lingkungan yang kotor

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab penyakit dan mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Hantavirus merupakan infeksi zoonosis yang perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius. Menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, dan menerapkan pola hidup bersih merupakan langkah penting untuk mencegah penularan hantavirus.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


2.png

Halo, Sobat eRSIy! ????

Pernah merasa tidak percaya diri karena napas yang berbau tidak sedap? Kondisi tersebut dalam dunia medis disebut halitosis, atau lebih dikenal sebagai bau mulut. Meskipun sering dianggap masalah ringan, halitosis dapat memengaruhi kualitas hidup dan hubungan sosial jika tidak ditangani dengan tepat.

 

Apa itu Halitosis?

Halitosis atau bau mulut adalah kondisi bau atau odor yang tidak disukai sewaktu terhembus udara, tanpa melihat apakah substansi odor berasal dari oral ataupun berasal dari non-oral. Kondisi mulut yang memicu terjadi bau mulut ialah kurangnya aliran saliva, meningkatnya bakteri gram negatif Anaerob, meningkatnya jumlah protein makanan, pH rongga mulut yang lebih bersifat alkali / basa dan meningkatnya jumlah sel-sel mati dan sel epitel Nekrotik didalam mulut.

 

Penyebab Halitosis

  1. Makanan & Minuman
    Makanan berbau tajam seperti bawang, ikan, keju, dan makanan pedas dapat menyebabkan bau mulut.
  2. Kebersihan Mulut Buruk
     Jarang menyikat gigi menyebabkan sisa makanan dan plak menumpuk sehingga menimbulkan bau.
  3. Pola Makan Rendah Karbohidrat
    Pembakaran lemak sebagai sumber energi menghasilkan aroma napas asam.
  4. Infeksi Mulut
    Gigi berlubang, radang gusi, sariawan, atau gigi palsu tidak pas dapat memicu bau mulut.
  5. Mulut Kering
    Kurangnya air liur memudahkan bakteri berkembang dan menimbulkan bau.
  6. Merokok & Alkohol
    Menyebabkan mulut kering dan meninggalkan bau tidak sedap.
  7. Kondisi Kesehatan Tertentu
    Seperti radang tenggorokan, amandel, sinusitis, dan asam lambung.
  8. Penggunaan Obat-obatan
    Beberapa obat menyebabkan mulut kering sebagai efek samping.
  9. Kehamilan
    Perubahan hormon serta mual dan muntah dapat memicu bau mulut.

 

Cara Mengatasi Bau Mulut

  1. Atasi Penyebabnya
    Lakukan perawatan dan pengobatan gigi serta mulut bila terdapat infeksi atau penyakit.
  2. Tingkatkan Produksi Air Liur
     Kunyah permen karet tanpa gula untuk membantu membersihkan mulut secara alami.
  3. Cukupi Asupan Cairan
    Minum air putih minimal 8 gelas per hari agar mulut tetap lembap.
  4. Penuhi Vitamin C & Hindari Rokok
     Vitamin C membantu mengurangi bau mulut, sementara merokok justru memperparah kondisi.
  5. Jaga Kebersihan Gigi dan Lidah
    Sikat gigi dan lidah secara rutin, bisa menggunakan pasta gigi dengan baking soda.
  6. Bersihkan Sela Gigi
    Gunakan water flosser atau alat pembersih sela gigi.
  7. Gunakan Obat Kumur
    Pilih obat kumur yang mengandung penetral bau mulut.

  

Jenis Produk untuk Mengatasi Bau Mulut

  1. Penyegar Napas
    Mengandung mint atau kayu manis, berfungsi menutupi bau mulut sementara.
  2. Obat Pencuci Mulut
     Mengandung bahan antibakteri yang membantu mengurangi bau mulut dan plak gigi selama beberapa jam.
  3. Pencuci Mulut Antimikroba
    Mengandung zat aktif pembunuh bakteri, digunakan sesuai anjuran karena pemakaian berlebihan dapat mengiritasi gusi.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


cacingan.png

Halo, Sobat eRSIy!

Penyakit cacingan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan di Indonesia , terutama pada anak-anak usia sekolah. Menurut Kementerian Kesehatan RI, cacingan terjadi akibat infeksi cacing parasit yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, tanah, atau lingkungan yang terkontaminasi. Meski sering dianggap sepele, cacingan dapat berdampak pada kesehatan, pertumbuhan, dan kemampuan belajar anak. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali penyakit cacingan dan cara efektif mencegah penularannya.

Apa itu Penyakit Cacingan?

Cacingan adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit yang masuk ke tubuh manusia melalui tanah, makanan, atau permukaan yang terkontaminasi telur cacing. Ketika seseorang menderita cacingan, pemeriksaan tinja dapat menunjukkan adanya telur atau cacing.

 

Tanda dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Yuk, kenali tanda dan gejala penyakit cacingan agar dapat segera dicegah dan ditangani sejak dini:

  • Nafsu makan menurun
  • Berat badan sulit naik atau menurun
  • Perut sering terasa sakit atau kembung
  • Anak tampak lemas, mudah lelah, dan kurang aktif
  • Anemia (pucat) akibat kekurangan darah
  • Gatal di sekitar anus, terutama pada malam hari
  • Diare atau gangguan pencernaan
  • Konsentrasi menurun dan prestasi belajar terganggu

Gejala cacingan sering tidak disadari karena tampak ringan, namun jika dibiarkan dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

 

Dampak Penyakit Cacingan

  1. Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan
  • Nutrisi yang masuk diserap oleh cacing, bukan oleh tubuh
  • Anak mengalami berat badan rendah dan pertumbuhan terhambat
  • Risiko stunting meningkat bila berlangsung lama
  1. Anemia dan Kelelahan Kronis
  • Cacing menyebabkan kehilangan darah dan zat besi
  • Anak tampak pucat, lemas, mudah mengantuk, dan kurang bertenaga
  • Daya tahan tubuh menurun sehingga mudah sakit
  1. Penurunan Konsentrasi dan Prestasi Belajar
  • Kekurangan nutrisi memengaruhi fungsi otak
  • Anak sulit fokus, cepat lelah saat belajar
  • Prestasi akademik dan keaktifan di sekolah menurun
  1. Gangguan Sistem Pencernaan
  • Nyeri perut, diare, mual, dan perut kembung
  • Nafsu makan menurun atau tidak teratur
  • Dalam kasus berat, dapat menyebabkan sumbatan usus
  1. Penurunan Kualitas Hidup Anak
  • Anak menjadi kurang aktif bermain
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari dan perkembangan sosial
  • Menurunkan rasa percaya diri anak

 

 

Cara Efektif Mencegah Penularan Cacingan

  1. Menjaga Kebersihan Diri
  • Cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan setelah buang air besar
  • Potong kuku secara rutin dan jaga kebersihannya
  • Hindari kebiasaan memasukkan tangan ke mulut
  1. Menggunakan Jamban Sehat
  • Buang air besar di jamban, bukan di tanah atau sungai
  • Jamban yang bersih mencegah pencemaran tanah oleh telur cacing
  1. Mengonsumsi Makanan dan Air Bersih
  • Cuci sayur dan buah hingga bersih sebelum dikonsumsi
  • Masak makanan sampai matang sempurna
  • Minum air yang sudah direbus atau air layak minum
  1. Menggunakan Alas Kaki
  • Selalu memakai sandal atau sepatu saat bermain di tanah
  • Mencegah larva cacing masuk melalui kulit kaki
  1. Pemberian Obat Cacing Secara Berkala
  • Minum obat cacing setiap 6 bulan sekali
  • Terutama untuk anak usia sekolah dan kelompok berisiko
  • Dilakukan sesuai anjuran petugas kesehatan
  1. Peran Keluarga dan Sekolah
  • Orang tua membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat
  • Sekolah menyediakan fasilitas sanitasi dan edukasi kesehatan
  • Edukasi rutin tentang pentingnya kebersihan

 

 

Cacingan bukan penyakit ringan jika dibiarkan tanpa penanganan. Dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan, risiko cacingan pada anak dapat diminimalkan. Mari bersama menjaga kesehatan anak demi tumbuh kembang yang optimal.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Gigi-Sehat-Senyum-Percaya-Diri.png

Hai Sobat ERSIY!
Senyum yang indah bukan hanya soal penampilan, tapi juga tentang kesehatan gigi dan mulut yang terjaga. Gigi yang sehat membuat kita percaya diri saat berbicara, tertawa, dan berinteraksi dengan orang lain. Namun, tahukah kamu bahwa menjaga gigi bukan hanya agar tampak putih dan rapi, tetapi juga untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh?

 

Kenapa Kesehatan Gigi Itu Penting?

Kesehatan gigi dan mulut memiliki hubungan erat dengan kesehatan organ lain. Infeksi pada gusi atau gigi berlubang bisa menjadi pintu masuk bakteri ke dalam aliran darah, memicu peradangan yang dapat mempengaruhi jantung, paru-paru, bahkan sistem metabolisme tubuh.. Masalah gigi seperti karang gigi, gusi berdarah, napas tak sedap, hingga gigi berlubang sering kali dianggap sepele. Padahal, jika dibiarkan, bisa menyebabkan infeksi serius dan menurunkan kepercayaan diri seseorang dalam berkomunikasi.

 

Langkah Sederhana Menuju Gigi Sehat dan Senyum Cerah

Menjaga kesehatan gigi tidak sulit, asal dilakukan dengan rutin dan benar. Yuk, mulai dari langkah kecil ini:

  1. Sikat gigi dua kali sehari (pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur) dengan pasta gigi berfluoride.
  2. Gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan disela gigi.
  3. Batasi konsumsi makanan manis dan minuman bersoda yang dapat merusak enamel gigi.
  4. Hindari kebiasaan merokok, karena dapat menyebabkan gigi kuning dan penyakit gusi.
  5. Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, bahkan jika tidak ada keluhan.

Senyum tulus mencerminkan rasa percaya diri dan kesehatan. Gigi yang bersih, nafas yang segar, dan gusi yang sehat membantu kita berkomunikasi dengan nyaman tanpa rasa khawatir. Ingat, menjaga gigi bukan hanya urusan estetika, tetapi bagian dari mencintai diri sendiri.

 

Jika kamu mengalami keluhan seperti gusi bengkak, gigi berlubang, nyeri saat mengunyah, atau karang gigi yang menumpuk, sebaiknya konsultasikan ke dokter gizi atau dokter penyakit dalam RSI Surabaya Ahmad Yani agar mendapatkan arahan yang tepat.

Untuk lebih lanjutnya hubungi kami +62 811-363-670 (Customer care) atau sobat ersiy bisa mengunjungi RSI Surabaya A.Yani di JL. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Batasi-Kafein-Sayangi-Jantungmu.png

Hai Sobat ERSIY!

Siapa yang tidak suka aroma kopi di pagi hari? Bagi banyak orang, secangkir kopi menjadi penyemangat untuk memulai aktivitas. Namun, dibalik kenikmatan rasa dan aromanya, terlalu banyak mengkonsumsi kafein bisa memberi dampak yang kurang baik bagi kesehatan, terutama untuk jantungmu.

 

Kopi dan Kafein

Kafein merupakan zat stimulan alami yang dapat meningkatkan fokus dan membuat tubuh terasa lebih segar. Meski memiliki manfaat, konsumsi berlebihan dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular. Kafein berlebihan dapat memicu detak jantung tidak teratur (aritmia), peningkatan tekanan darah, dan gangguan tidur yang berujung pada stres tubuh. Orang yang sensitif terhadap kafein bahkan bisa merasakan jantung berdebar setelah hanya satu cangkir kopi. Kondisi ini bisa lebih berisiko bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi, penyakit jantung, atau gangguan kecemasan. Para ahli kesehatan menyarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 400 mg kafein per hari — setara dengan sekitar 2-3 cangkir kopi seduh. Namun, setiap orang memiliki tingkat toleransi berbeda. Jika kamu merasa gelisah, sulit tidur, atau jantung berdebar setelah minum kopi, sebaiknya mulai mengurangi takaran atau memilih kopi rendah kafein.

 

Tips Aman Menikmati Kopi Tanpa Ganggu Jantung

Agar tetap bisa menikmati kopi tanpa khawatir, cobalah beberapa langkah sederhana ini:

1.     Pilih kopi tanpa tambahan gula atau krimer berlebih.

2.     Batasi konsumsi kopi maksimal 2 cangkir per hari.

3.     Hindari minum kopi sebelum tidur agar pola istirahat tetap terjaga.

4.     Minum air putih yang cukup untuk membantu metabolisme tubuh.

5.     Kombinasikan dengan gaya hidup sehat seperti olahraga teratur dan makan makanan bergizi.

 

Jika sobat ersiy  sering merasakan jantung berdebar, tekanan darah naik setelah minum kopi, atau mengalami gangguan tidur yang berkepanjangan,jangan ragu untuk berkonsultasi ke Poli Jantung RSI Surabaya Ahmad Yani.

Untuk lebih lanjutnya hubungi kami di:

0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya

 


Pentingnya-Perawatan-Mata-Sehari-hari-di-Era-Digital.png

Hai Sobat Ersiy!

Pernahkah kamu merasa mata cepat lelah, kering, atau buram setelah menatap layar gadget terlalu lama?

Jika iya, kamu tidak sendirian! Di era digital seperti sekarang, hampir semua aktivitas — mulai dari bekerja, belajar, hingga hiburan — dilakukan di depan layar komputer atau ponsel. Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan mata, seperti mata kering, iritasi, bahkan rabun jauh (miopia) yang muncul lebih cepat.

 

Mengenal Dampak Era Digital terhadap Mata

Menatap layar terlalu lama membuat mata harus fokus secara terus-menerus.
Cahaya biru (blue light) dari layar ponsel, komputer, atau televisi dapat membuat mata cepat lelah dan mengganggu produksi air mata, sehingga menimbulkan keluhan:

  1. Mata terasa kering atau panas 
  2. Penglihatan kabur atau ganda 
  3. Kepala terasa pusing
  4. Mata berair dan sulit fokus

Kondisi ini dikenal sebagai Digital Eye Strain atau Computer Vision Syndrome gangguan mata yang kini banyak dialami masyarakat modern. 

 

Langkah Sederhana Menjaga Kesehatan Mata Setiap Hari

Tidak perlu khawatir! Ada beberapa cara mudah yang bisa kamu lakukan setiap hari untuk menjaga mata tetap sehat, bahkan di tengah kesibukan digital:

  1. Terapkan Aturan 20-20-20
    Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter).
  2. Jaga Jarak Pandang Aman
    Posisikan layar gadget sekitar 40–60 cm dari mata, dan atur ketinggian layar sejajar atau sedikit di bawah garis pandang.
  3. Hindari Menatap Layar Terlalu Lama Tanpa Berkedip
    Saat fokus, kita cenderung jarang berkedip — padahal berkedip membantu melembabkan mata secara alami.
  4. Gunakan Pencahayaan yang Cukup
    Hindari menatap layar di tempat gelap atau terlalu terang. Pencahayaan yang seimbang membantu mata tidak cepat lelah.
  5. Konsumsi Makanan Bergizi untuk Mata
    Perbanyak makanan yang mengandung vitamin A, C, dan E, serta omega-3, seperti wortel, bayam, ikan salmon, dan alpukat.
    Nutrisi ini membantu menjaga retina dan mencegah rabun.

Jika sobat ersiy  sering merasakan Penglihatan kabur atau menurun secara tiba-tiba, Mata terasa nyeri, merah, atau bengkak, Sering merasa silau atau sulit fokus dan Kelopak mata bengkak atau keluar kotoran berlebihan, jangan ragu untuk berkonsultasi ke Poli mata RSI Surabaya Ahmad Yani.

Untuk lebih lanjutnya hubungi kami +62 811-363-670 (Customer care) atau sobat ersiy bisa mengunjungi RSI Surabaya A.Yani di JL. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Gangguan-Demielinasi.png

Hai Sobat ERSIY,
Tahukah kalian bahwa di balik gejala ringan seperti kesemutan, kelelahan, atau gangguan penglihatan, bisa jadi tersembunyi suatu kondisi serius yang menyerang sistem saraf, yaitu gangguan demielinasi?

 

Apa Itu Gangguan Demielinasi?

Gangguan demielinasi terjadi ketika lapisan pelindung saraf (mielin) yang berfungsi seperti isolasi pada kabel listrik agar sinyal saraf berjalan cepat dan efisien mengalami kerusakan atau hilang. Akibatnya, komunikasi antar sel saraf terganggu, dan tubuh tidak dapat bekerja seoptimal biasanya. Beberapa jenis gangguan demielinasi yang perlu dikenali antara lain:

  1. Multiple Sclerosis (MS) penyakit autoimun yang menyerang myelin di otak dan sumsum tulang belakang.
  2. Polineuropati Demielinasi Inflamasi Kronis (CIDP) mempengaruhi saraf tepi secara perlahan dan progresif.
  3. Neuromyelitis Optica (NMO) — menyerang saraf penglihatan dan sumsum tulang belakang.

 

Gejala dan Dampaknya pada Otak

Gejala gangguan demielinasi bisa berbeda-beda, tergantung area saraf yang terdampak. Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain:

  • Kelemahan otot atau kesulitan menggerakkan anggota tubuh
  • Gangguan penglihatan seperti kabur atau kehilangan penglihatan sementara
  • Sensasi kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki
  • Kelelahan berat, perubahan suasana hati, hingga gangguan konsentrasi

Kerusakan mielin juga berdampak besar pada fungsi otak, terutama di bagian memori, koordinasi, dan penglihatan. Studi menunjukkan bahwa gangguan pada area otak seperti hipokampus dan korteks prefrontal dapat menyebabkan penurunan daya ingat, kesulitan belajar, serta fleksibilitas berpikir yang menurun. Selain itu, bila kerusakan terjadi di sumsum tulang belakang, pasien bisa mengalami gangguan berjalan, kehilangan keseimbangan, atau spastisitas.

 

Sobat ERSIY, gangguan demielinasi memang jarang dikenal dan jarang dibicarakan tetapi dampaknya sangat serius. Karena itu, penting untuk tidak mengabaikan gejala ringan seperti kesemutan atau gangguan penglihatan. Oleh karena itu sobat eRSIy apabila anda mengalami gejala kesemutan atau gangguan penglihatan yang berkepanjangan

konsultasikan ke Poli saraf RSI Surabaya A.Yani

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Sobat Ersiy bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Lebih-Sehat-Makan-Buah-Langsung-atau-Dijus-Ini-Faktanya2.png

Sobat eRSIy, Buah adalah sumber vitamin, mineral, dan serat yang sangat penting bagi kesehatan. Namun sering muncul pertanyaan di masyarakat: apakah buah sebaiknya dimakan langsung atau dijadikan jus? Keduanya tentu sama-sama bermanfaat, tetapi ada perbedaan dalam kandungan dan manfaatnya bagi tubuh.

 

Kelebihan Makan Buah Langsung

  1. Kaya Serat
    Buah yang dimakan utuh memiliki serat yang lebih tinggi sehingga baik untuk pencernaan dan membuat kenyang lebih lama.
  2. Gula Lebih Terkontrol
    Gula alami dari buah dilepas lebih lambat, sehingga tidak cepat meningkatkan kadar gula darah.
  3. Nutrisi Lebih Utuh
    Vitamin dan mineral pada buah lebih terjaga dibandingkan saat diolah menjadi jus.

 

Kelebihan Mengonsumsi Buah dalam Bentuk Jus

  1. Praktis dan Cepat
    Jus mudah dikonsumsi, terutama bagi anak-anak atau orang yang sulit makan buah utuh.
  2. Lebih Segar
    Jus buah memberikan sensasi segar dan dapat membantu mencukupi cairan tubuh.
  3. Mudah Dikombinasikan
    Berbagai buah bisa dicampur dalam satu gelas jus sehingga lebih bervariasi gizinya.

 

Kekurangan Jus Buah

  • Serat berkurang karena biasanya ampas tidak ikut diminum
  • Kadar gula lebih tinggi terutama jika ditambah gula atau susu kental manis.
  • Kalori lebih banyak jika porsi jus besar atau ditambah pemanis.

 

Tips Sehat Mengkonsumsi Buah

  • Pilih buah segar dan cuci bersih sebelum dikonsumsi.
  • Jika membuat jus, sebaiknya tanpa gula tambahan dan minum segera agar nutrisinya tidak berkurang.
  • Kombinasikan cara konsumsi: makan buah segar sehari-hari, dan sesekali variasikan dengan jus.
  • Usahakan konsumsi buah minimal 2–3 porsi per hari sesuai anjuran Kemenkes.

Baik dimakan langsung maupun dijus, buah tetap memberikan manfaat kesehatan yang besar. Namun, untuk mendapatkan serat yang optimal dan menjaga kadar gula tetap stabil, makan buah utuh lebih dianjurkan. Sementara jus bisa menjadi pilihan praktis sesekali, asalkan tanpa tambahan gula berlebih.

 

Sobat eRSIy, biasakan konsumsi buah setiap hari untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit. RS Islam Surabaya Ahmad Yani siap mendampingi Anda dalam mewujudkan pola hidup sehat.

Untuk informasi lebih lanjut, Bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505

+62 811-363-670 (customer care)

 

Atau anda bisa mengunjungi RSI Surabaya A.Yani di JL. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Yuk-ketahui-rekomendasi-nutrisi-pasien-kanker-dan-penyakit-kronis-apa-yang-boleh-dan-tidak.png

Sobat eRSIy, Makan bukan sekadar mengisi perut — bagi pasien kanker, penyakit ginjal, atau liver, asupan makanan bisa menjadi bagian dari terapi. Nutrisi yang baik membantu memperkuat tubuh, mendukung efek obat, dan mengurangi efek samping. Di sini, kita akan bahas panduan apa yang boleh & tidak agar tubuh tetap berdaya saat menjalani pengobatan.

Apa yang Boleh Dimakan & Disarankan

  1. Protein Berkualitas
    • Ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, tempe — pilih yang mudah dicerna.
    • Memberi “bahan baku” untuk memperbaiki sel tubuh.
  2. Karbohidrat Kompleks
    • Beras merah, oatmeal, ubi, kentang yang dimasak dengan baik.
    • Energi stabil dan tidak meningkatkan gula darah drastis.
  3. Buah & Sayur Ringan
    • Pilih buah rendah gula bila pasien juga punya masalah gula darah.
    • Sayuran yang dimasak ringan agar mudah dicerna dan tetap kandungan nutrisinya.
  4. Cukup Cairan
    • Air putih, sup bening, air perasan buah (tanpa gula tambahan).
    • Bagi pasien ginjal, perlu disesuaikan dengan instruksi dokter.
  5. Makanan Antioksidan & Mineral Seimbang
    • Kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran warna-warni.
    • Membantu melawan radikal bebas yang dihasilkan proses pengobatan.

Pantangan & Makanan yang Harus Diwaspadai

  1. Makanan Tinggi Gula atau Pemanis Tambahan
    • Kue manis, minuman bersoda, sirup manis.
    • Bisa membebani metabolisme dan memperparah kondisi gula darah.
  2. Makanan Terlalu Asin / Garam Tinggi
    • Makanan kaleng, makanan cepat saji, keripik kemasan.
    • Menambah beban ginjal dan tekanan darah.
  3. Lemak Jenuh & Makanan Gorengan
    • Daging berlemak, makanan cepat saji, santan kental, gorengan.
    • Bisa memicu radang dan membebani liver.
  4. Makanan Mentah / Kurang Higienis
    • Salad mentah, sushi, telur setengah matang, makanan dari luar tanpa kebersihan.
    • Pasien kanker & mereka yang menjalani kemoterapi punya imunitas menurun — rawan infeksi.
  5. Minuman Alkohol & Kafein Berlebihan
    • Jika diperbolehkan, konsumsi sangat dibatasi atau dihindari.
    • Alkohol & kafein bisa memicu efek samping obat atau memperberat kerja organ.

Tips Praktis Agar Nutrisi Terjaga

  • Bagi porsi kecil, waktu makan sering (misalnya 5–6 kali porsi kecil).
  • Memasak dengan metode sehat: kukus, rebus, panggang ringan.
  • Gunakan bumbu alami, hindari MSG/penyedap berlebihan.
  • Konsultasi rutin dengan dokter gizi/ahli gizi agar menu disesuaikan kondisi pasien.
  • Catat reaksi tubuh: jika mual, diare, atau tak bisa makan — laporkan ke tim medis.

Nutrisi bukan hanya soal “boleh atau tidak” tetapi soal memilih apa yang mendukung tubuh melawan penyakit. Dengan pola makan yang tepat, pasien kanker atau penyakit kronis bisa lebih kuat, mengurangi komplikasi, dan mendukung proses pengobatan.

 

Apabila Anda atau keluarga menghadapi kondisi seperti kanker, penyakit ginjal, atau liver, sebaiknya konsultasikan segera ke dokter gizi atau tim medis di RSI Surabaya A. Yani agar menu makanan Anda disesuaikan secara personal.

Untuk informasi lebih lanjut, Bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505

+62 811-363-670 (customer care)

 

Atau anda bisa mengunjungi RSI Surabaya A.Yani di JL. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya

 


Asap-Debu-Diam-diam-Mengancam-Paru.png

Sobat eRSIy, Asap dan debu di Perkotaan seperti Surabaya yang setiap hari terpapar partikel debu, asap kendaraan, dan polutan dari aktivitas industri. Meskipun “terlihat biasa”, polusi udara ini adalah ancaman yang serius bagi sistem pernapasan kita. Perlahan memicu penyakit akut hingga kronis.

 

Apa itu polusi Udara?

Polusi udara adalah campuran partikel padat, cair, an gas berbahaya di udara. Beberapa komponen utama polusi yang berdampak terhadap kesehatan adalah. Partikulat halus sangat berbahaya karena mampu menembus hingga alveoli paru dan gas-gas pencemar seperti nitrogen, dioksida, sulfur dioksida, karbon monoksida, dan ozon.

 

Sumber sumber polusi sangat beragam antara lain :

  1. Emisi kendaraan bermotor
  2. Asap dari industri atau pembakaran
  3. Debu jalanan yang bertebangan akibat aktvitas transportasi dan pembuangan
  4. Pembakaran sampah yang masih banyak terjadi di perkotaan

 

Dampak polusi udara

  • Iritasi saluran pernapasan -> batuk, bersin, tenggorokan gatal
  • Asma Kambuh atau memperparah gejala asma
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terutama pada anak-anak
  • Risiko jangka panjang berupa kerusakan paru, penurunan fungsi paru, hingga kanker paru.

Tenang Sobat eRSIy, ada langkah pencegahan yang bisa dilakukan loh, yaitu

  1. Memperbanyak penggunaan masker
  2. Menjaga jarak (jika berada di area polusi)
  3. Menutup ventilasi saat kondisi polusi
  4. Mengurangi aktivitas luar
  5. Memantau kualitas udara
  6. Menjaga ketahanan tubuh
  7. Siaga gejala penyakit pernapasan

 

Asap dan debu kota mungkin tampak sepele, tapi efeknya bisa jauh lebih besar dari yang kita kira, terutama terhadap paru-paru dan jalan napas. Dengan mengetahui bahaya, mengenali gejala, dan menerapkan langkah perlindungan sederhana, kita bisa meminimalkan risiko.

 

Oleh karena itu sobat eRSIy apabila anda mengalami gejala seperti batuk terus menerus, dahak berlebih, sesak nafas, suara napas “mengi”, atau gejala ISPA yang berkepanjangan konsultasikan ke Poli Paru RSI Surabaya A.Yani

 

JIka anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI Surabaya A.Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505

+62 811-363-670  (customer care)

Atau anda bisa mengunjungi RSI Surabaya A.Yani di JL. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya

 


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2026. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?