INFO UNTUK ANDA

cscr.jpeg
18/Mar/2026

Hai Sobat Ersiy,
Pernahkah Sobat merasakan penglihatan tiba-tiba menjadi kabur atau melihat garis lurus tampak bergelombang? Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada retina yang disebut Central Serous Chorioretinopathy (CSCR). Penyakit mata ini sering terjadi tanpa rasa nyeri, tetapi dapat mengganggu penglihatan jika tidak diperhatikan dengan baik. Yuk, kenali lebih jauh tentang CSCR agar kita bisa lebih waspada!

 

Apa Itu Central Serous Chorioretinopathy (CSCR)?

CSCR adalah gangguan pada retina, yaitu lapisan peka cahaya yang berada di bagian belakang bola mata dan berfungsi penting dalam proses melihat. Pada kondisi ini, terjadi kebocoran cairan dari pembuluh darah di lapisan koroid (lapisan pembuluh darah di bawah retina). Cairan tersebut kemudian menumpuk di bawah retina bagian tengah yang disebut makula, sehingga menyebabkan penglihatan menjadi kabur atau terdistorsi.

Dalam istilah medis, kondisi ini juga dikenal sebagai serous retinal detachment, yaitu pelepasan retina akibat penumpukan cairan di area makula.

 

Siapa yang Rentan Mengalami CSCR?

CSCR dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering ditemukan pada orang dewasa usia produktif. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami CSCR antara lain:

  • Lebih sering terjadi pada pria usia 20–50 tahun
  • Stres tinggi atau kepribadian yang mudah tegang
  • Penggunaan obat kortikosteroid (tablet, salep, semprot hidung, atau suntikan)
  • Gangguan hormon stres seperti peningkatan kortisol
  • Tekanan darah tinggi atau gangguan tidur
  • Merokok dan konsumsi kafein berlebihan

Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi aliran darah pada pembuluh mata dan meningkatkan risiko kebocoran cairan di bawah retina.

 

Bagaimana CSCR Bisa Terjadi?

CSCR terjadi melalui beberapa proses di dalam mata, yaitu:

  • Pembuluh darah pada lapisan koroid menjadi lebih mudah bocor.
  • Lapisan epitel pigmen retina yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan mengalami gangguan.
  • Cairan merembes ke ruang di bawah retina.
  • Retina bagian tengah (makula) terangkat sehingga penglihatan menjadi kabur.

Kondisi ini sering dipicu oleh stres berat atau penggunaan steroid, karena keduanya dapat meningkatkan hormon kortisol yang membuat pembuluh darah menjadi lebih permeabel atau mudah bocor.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala yang sering dirasakan oleh penderita CSCR antara lain:

  • Penglihatan tiba-tiba kabur pada satu mata
  • Garis lurus terlihat melengkung atau bergelombang
  • Warna tampak lebih pudar atau gelap
  • Sulit membaca huruf kecil atau fokus pada objek
  • Muncul bintik gelap di tengah penglihatan

Biasanya kondisi ini tidak menimbulkan rasa nyeri, sehingga sering kali baru disadari setelah penglihatan terganggu.

 

Bagaimana Cara Mengetahui CSCR?

Untuk memastikan diagnosis, dokter spesialis mata biasanya melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Optical Coherence Tomography (OCT) untuk melihat penumpukan cairan di bawah retina
  • Fluorescein Angiography (FA) untuk mengetahui lokasi kebocoran pada retina
  • Indocyanine Green Angiography (ICG) untuk menilai kondisi pembuluh darah koroid
  • Tes Amsler Grid, yaitu tes sederhana menggunakan pola kotak untuk memantau perubahan penglihatan sentral

 

Apakah CSCR Bisa Sembuh?

Kabar baiknya, Sobat Ersiy! Sebagian besar kasus CSCR dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu sekitar 2–4 bulan tanpa pengobatan khusus. Namun, pada beberapa kondisi tertentu, penanganan medis diperlukan, misalnya jika:

  • Cairan tidak hilang setelah lebih dari 3 bulan
  • Penyakit sering kambuh
  • Gangguan penglihatan cukup berat

Jika tidak ditangani dengan baik, CSCR yang kronis atau berulang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada makula dan penurunan penglihatan menetap.

 

Tips Mencegah CSCR

Sobat Ersiy juga bisa melakukan beberapa langkah sederhana untuk menjaga kesehatan mata, antara lain:

  • Kelola stres dengan baik, misalnya dengan olahraga ringan atau relaksasi
  • Hindari penggunaan obat steroid tanpa pengawasan dokter
  • Jaga tekanan darah dan pola tidur yang sehat
  • Batasi konsumsi kafein dan hindari merokok
  • Lakukan pemeriksaan mata secara rutin, terutama jika pernah mengalami CSCR sebelumnya

 

Ingat ya, Sobat Ersiy, gangguan penglihatan yang tiba-tiba tidak boleh dianggap sepele. CSCR memang sering dapat membaik dengan sendirinya, tetapi tetap perlu perhatian karena bisa menimbulkan gangguan penglihatan yang lebih serius jika berulang atau berlangsung lama.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Benign-Paroxysmal-Positional-Vertigo.jpeg
10/Mar/2026

Halo Sobat eRSIy!
Pernah nggak sih tiba-tiba merasa pusing berputar saat bangun tidur, menoleh, atau menengadah? Rasanya seperti dunia ikut berputar dan bikin tubuh nggak nyaman. Banyak orang langsung panik dan mengira itu tanda penyakit serius. Padahal, kondisi tersebut bisa jadi disebabkan oleh Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), lho!

Yuk, kita kenalan lebih dekat dengan BPPV supaya tidak salah paham dan tahu cara menyikapinya

 

Apa Itu BPPV?

BPPV adalah salah satu penyebab paling umum dari vertigo atau pusing berputar. Kondisi ini biasanya muncul secara tiba-tiba dan dipicu oleh perubahan posisi kepala, seperti saat bangun dari tidur, berbaring, atau menoleh cepat.

Meski terasa mengganggu dan bikin panik, BPPV sebenarnya bersifat jinak dan tidak berbahaya, asalkan ditangani dengan tepat.

 

Kenapa BPPV Bisa Terjadi?

Di dalam telinga bagian dalam terdapat sistem keseimbangan yang membantu tubuh tetap stabil. Di area ini ada kristal kalsium kecil yang seharusnya berada di tempat tertentu. Nah, pada BPPV, kristal ini bisa berpindah ke saluran yang tidak semestinya.

Saat kepala bergerak, kristal yang “nyasar” tersebut mengirim sinyal yang salah ke otak. Akibatnya, otak mengira tubuh sedang berputar, padahal sebenarnya tidak. Inilah yang menyebabkan sensasi pusing berputar mendadak.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

BPPV biasanya ditandai dengan:

  • Pusing berputar yang muncul tiba-tiba
  • Mual, bahkan sampai muntah
  • Keringat dingin
  • Telinga berdenging
  • Gerakan mata yang tidak terkendali
  • Rasa tidak seimbang atau ingin jatuh

Gejala ini biasanya berlangsung singkat, tapi bisa muncul berulang dan cukup mengganggu aktivitas harian.

 

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami BPPV?

BPPV bisa dialami siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada:

  • Lansia
  • Orang yang pernah mengalami benturan atau cedera kepala
  • Mereka yang lama berbaring, misalnya setelah operasi
  • Orang dengan riwayat infeksi telinga bagian dalam

 

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Walaupun BPPV tergolong tidak berbahaya, disarankan segera ke fasilitas kesehatan jika pusing disertai dengan:

  • Lemah pada salah satu sisi tubuh
  • Bicara pelo
  • Penglihatan ganda
  • Penurunan kesadaran

Gejala tersebut bisa mengarah ke kondisi serius lain dan bukan BPPV, sehingga perlu penanganan medis segera.

 

Bagaimana Cara Mengatasi dan Mencegah BPPV?

Kabar baiknya, BPPV bisa ditangani dengan manuver atau latihan posisi kepala tertentu yang dilakukan oleh tenaga medis untuk mengembalikan kristal ke tempat semula.

Agar tidak mudah kambuh, dapat melakukan beberapa hal antara lain :

  • Menghindari gerakan kepala yang terlalu mendadak
  • Cukup istirahat dan kelola stres
  • Minum air putih yang cukup
  • Bangun dari posisi tidur secara perlahan

 

BPPV memang bisa membuat pusing berputar yang tidak nyaman, tetapi kondisi ini tidak berbahaya dan dapat ditangani. Yang terpenting, jangan panik dan jangan mendiagnosis diri sendiri. Jika pusing sering muncul atau mengganggu aktivitas, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan.

Yuk, lebih peduli dengan sinyal dari tubuh kita sendiri. Tetap sehat dan waspada.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Ancaman-Serangan-Jantung.jpeg
29/Jan/2026

Dulu, serangan jantung dikenal sebagai penyakit orang tua. Namun, kini anak muda usia 20-40 tahun juga mulai terancam. Gaya hidup modern seperti pola makan tidak sehat, kurang olahraga, stres, serta kebiasaan merokok dan begadang membuat serangan jantung bisa datang lebih cepat. Serangan jantung tak lagi menunggu usia tua; ia bisa menyerang siapa saja yang abai menjaga kesehatannya.

 

Penyebab Utama Ada di Kebiasaan Sehari-hari

  • Pola makan cepat saji, konsumsi kopi berlebih, begadang, dan kurang olahraga.
  • Stres kronis dari pekerjaan, sosial, dan tekanan hidup.
  • Kebiasaan merokok dan vaping yang mempercepat kerusakan pembuluh darah.
  • Faktor genetik & kolesterol tinggi tetap berisiko meski tubuh terlihat sehat.

 Gejala Sering Tidak Terasa Berat

  • Nyeri dada ringan, lengan kiri pegal, napas pendek, mual.
  • Sering disangka masuk angin atau kelelahan.

Akibat Keterlambatan Penanganan

  • Banyak kasus anak muda kolaps mendadak di tempat kerja atau saat berolahraga.
  • Keterlambatan mengenali gejala menyebabkan kondisi memburuk cepat.

Edukasi & Pencegahan Sejak Dini Sangat Penting

  • Rutin periksa kesehatan dan kenali riwayat keluarga.
  • Terapkan pola hidup sehat (makan bergizi, olahraga rutin, tidur cukup).
  • Hindari rokok, alkohol, dan kebiasaan duduk terlalu lama.

Jaga Ritme Jantung, Dengarkan Tanda Tubuh

  • Jantung memberi tanda, tapi sering diabaikan.
  • Kesehatan adalah kebutuhan saat ini, bukan investasi masa depan saja.
  • Generasi muda adalah aset, jangan sampai potensinya hilang sia-sia.

 

PENUTUP

Sobat eRSIy, serangan jantung di usia muda adalah ancaman nyata yang sering kali datang tanpa tanda besar. Jangan tunggu sampai tubuh memberi alarm bahaya. Mulailah peduli sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat, rutin memeriksa kesehatan, dan mendengarkan setiap sinyal dari tubuh. Jantung sehat adalah kunci agar masa depan penuh potensi tidak terhenti tiba-tiba. Karena menjaga jantung berarti menjaga hidup.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Rokok-Elektrik.jpeg
26/Jan/2026

Hai Sobat Ersiy,Rokok elektrik kini semakin populer dengan berbagai varian rasa yang menggoda. Banyak yang mengira rokok elektrik lebih aman dibandingkan rokok tembakau. Padahal, di balik rasa manis dan aroma menarik, rokok elektrik menyimpan bahaya yang tak kalah serius. Yuk, kenali bahaya terselubung dibalik rokok elektrik!

 

Rokok Sebagai Ancaman Kesehatan:

  • Menyebabkan ±6 juta kematian/tahun.
  • 600 ribu kematian akibat asap rokok (perokok pasif).
  • Efek adiksi rokok sangat kuat, bahkan melebihi kebutuhan primer.

Rokok Elektrik Sebagai Alternatif:

  • Populer sebagai “cara aman” berhenti merokok.
  • Diklaim lebih ramah lingkungan dan lebih aman dari tembakau.
  • Perokok pemula tertarik karena dianggap tidak berbahaya.

Fakta Kandungan Rokok Elektrik:

  • Mengandung nikotin cair, propilen glikol, gliserol, asam benzoate, dan penambah rasa.
  • Takaran kandungan tidak jelas karena tidak melewati uji BPOM.
  • Regulasi di Indonesia masih belum jelas.

Bahaya Konsumsi Berlebihan:

  • Konsumsi harian rokok elektrik sulit diukur (tidak seperti batang rokok).
  • Perokok cenderung tidak sadar jumlah hisapan karena merasa “aman”.
  • Potensi konsumsi zat berbahaya lebih tinggi dari rokok tembakau.

Rasa dan Bentuk yang Menjebak:

  • Varian rasa membuat perokok lebih percaya diri merokok di mana saja.
  • Residu rokok elektrik meningkatkan perokok pasif.
  • Bentuk dan rasa menarik meningkatkan perokok pemula, terutama remaja.

 

Ingat ya, Sobat Ersiy, baik rokok tembakau maupun elektrik, keduanya sama-sama berbahaya bagi kesehatan. Jangan sampai tertipu dengan rasa dan bentuknya yang menarik. Berhenti merokok adalah pilihan terbaik untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar kita. jIka merasa sulit, jangan ragu memeriksakan diri di poli paru Rumah Sakit Islam Surabaya A Yani

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


cacar-air.jpg
14/Jan/2026

Cacar air atau varicella adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, namun juga bisa terjadi pada orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau belum mendapat vaksin cacar air. Meski sering tergolong ringan, cacar air tetap perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan komplikasi bila tidak ditangani dengan baik

 

Gejala Cacar Air

Gejala awal biasanya berupa demam, badan terasa lemas, dan nafsu makan menurun. Setelah itu muncul ruam yang berkembang bertahap, mulai dari bintik merah, lenting berisi cairan, hingga akhirnya mengering menjadi keropeng. Ruam umumnya menyebar dari badan ke wajah dan anggota tubuh lain

 

Cara Penularan

Cacar air sangat mudah menular melalui percikan batuk atau bersin, kontak langsung dengan cairan lenting, serta benda yang terkontaminasi. Penularan dapat terjadi sejak dua hari sebelum ruam muncul hingga semua bintik mengering

 

Perawatan dan Pencegahan

Perawatan cacar air bertujuan meredakan gejala, seperti istirahat cukup, menjaga kebersihan tubuh, dan menghindari menggaruk bintik cacar. Pencegahan terbaik adalah vaksinasi varicella, disertai perilaku hidup bersih dan menghindari kontak dengan penderita

 

Cacar air merupakan penyakit menular yang umumnya sembuh sendiri, namun tetap perlu perhatian agar tidak menimbulkan komplikasi dan penularan lebih luas. Mengenali gejala sejak dini dan melakukan pencegahan yang tepat menjadi langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


toxic-neurophaty.jpg
29/Dec/2025

Toxic neuropathy atau neuropati toksik adalah kondisi gangguan saraf tepi yang terjadi akibat paparan zat beracun tertentu. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan saraf dalam menghantarkan sinyal ke otot maupun organ sensorik, sehingga menimbulkan berbagai keluhan seperti kesemutan, nyeri, hingga kelemahan otot.

Neuropati toksik umumnya berkembang secara bertahap, terutama bila seseorang terpapar zat berbahaya dalam jangka waktu lama, baik melalui lingkungan kerja, obat-obatan, maupun konsumsi zat tertentu.

 

Apa Itu Toxic Neuropathy?

Toxic neuropathy merupakan kerusakan saraf yang disebabkan oleh paparan bahan kimia atau toksin yang bersifat neurotoksik. Zat-zat ini dapat merusak struktur atau fungsi sel saraf, terutama saraf tepi (peripheral nerve), yang berperan dalam sensasi dan gerakan tubuh.

Berdasarkan mekanismenya, toksin dapat:

  • Mengganggu metabolisme sel saraf
  • Merusak mielin (selubung pelindung saraf)
  • Menyebabkan degenerasi akson saraf

 

Penyebab Toxic Neuropathy

Beberapa penyebab umum neuropati toksik meliputi:

  1. Paparan logam berat
    Seperti timbal, merkuri, arsenik, dan talium yang sering ditemukan di lingkungan industri atau akibat kontaminasi lingkungan.
  2. Zat kimia industri
    Termasuk pelarut organik (misalnya n-heksana), pestisida, dan bahan kimia tertentu yang dapat merusak saraf bila terhirup atau terserap kulit.
  3. Obat-obatan tertentu
    Beberapa obat kemoterapi, antibiotik, dan obat antikejang dapat menimbulkan efek samping neuropati bila digunakan jangka panjang atau dosis tinggi.
  4. Alkohol
    Konsumsi alkohol kronis dapat menyebabkan kerusakan saraf secara langsung serta memperburuk kekurangan nutrisi penting bagi saraf.

 

Gejala yang Dapat Muncul

Gejala toxic neuropathy bervariasi tergantung jenis toksin, lama paparan, dan saraf yang terdampak. Keluhan yang sering dialami antara lain:

  • Kesemutan atau rasa baal di tangan dan kaki
  • Nyeri seperti terbakar atau tertusuk
  • Kelemahan otot
  • Gangguan koordinasi dan keseimbangan
  • Penurunan refleks
  • Sensitivitas berkurang terhadap suhu atau nyeri

Pada kondisi berat, gangguan dapat berkembang menjadi kesulitan berjalan atau aktivitas sehari-hari terganggu secara signifikan.

 

Bagaimana Toxic Neuropathy Didiagnosis?

Diagnosis dilakukan melalui kombinasi:

  • Riwayat paparan toksin, termasuk pekerjaan dan penggunaan obat
  • Pemeriksaan fisik dan neurologis
  • Pemeriksaan penunjang, seperti elektromiografi (EMG), nerve conduction study (NCS), serta tes laboratorium untuk mendeteksi zat beracun dalam tubuh

Pemeriksaan menyeluruh penting untuk membedakan neuropati toksik dengan jenis neuropati lain.

 

Penanganan dan Pengobatan

Penanganan toxic neuropathy berfokus pada:

  1. Menghentikan paparan toksin
    Langkah paling penting untuk mencegah kerusakan saraf lebih lanjut.
  2. Terapi simptomatik
    Pemberian obat untuk mengurangi nyeri saraf, seperti analgesik atau obat neuropatik.
  3. Rehabilitasi dan fisioterapi
    Membantu mempertahankan kekuatan otot dan fungsi gerak.
  4. Perbaikan status nutrisi
    Terutama vitamin B kompleks yang berperan penting dalam kesehatan saraf.

Pemulihan dapat berlangsung lambat dan bergantung pada tingkat kerusakan saraf serta kecepatan penghentian paparan toksin.

 

Pencegahan Toxic Neuropathy

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menggunakan alat pelindung diri di lingkungan kerja berisiko
  • Menghindari paparan zat kimia berbahaya tanpa pengamanan
  • Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, terutama bagi pekerja industri

 

Toxic neuropathy adalah gangguan saraf serius yang disebabkan oleh paparan zat beracun, baik dari lingkungan, obat-obatan, maupun kebiasaan tertentu. Deteksi dini dan penghentian paparan toksin menjadi kunci utama dalam mencegah kerusakan saraf yang lebih berat. Dengan penanganan yang tepat dan gaya hidup sehat, gejala dapat dikendalikan dan kualitas hidup tetap terjaga.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Ulkus-Kornea-Luka-pada-Mata-yang-Bisa-Berujung-Kebutaan.jpeg
24/Dec/2025

Ulkus kornea merupakan salah satu penyakit mata serius yang perlu diwaspadai. Kondisi ini ditandai dengan luka terbuka pada kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata yang berperan penting dalam proses penglihatan. Ulkus kornea dapat disebabkan oleh infeksi maupun cedera, dan jika tidak ditangani dengan tepat, berisiko menimbulkan gangguan penglihatan permanen.

 

Apa Itu Ulkus Kornea?

Ulkus kornea adalah kerusakan atau luka pada selaput bening mata (kornea) yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, parasit, atau akibat trauma pada mata. Luka ini membuat kornea tidak lagi jernih sehingga cahaya tidak dapat masuk dengan baik ke dalam mata.

 

Penyebab Ulkus Kornea

Berdasarkan infografik, beberapa penyebab utama ulkus kornea meliputi:

  • Cedera atau trauma pada mata
  • Paparan bahan kimia
  • Infeksi bakteri, virus, atau jamur
  • Penggunaan lensa kontak yang tidak higienis

Cedera mata akibat kemasukan benda asing, tusukan lidi, sedotan, atau goresan tanaman juga dapat menjadi pintu masuk kuman penyebab infeksi.

 

Siapa yang Berisiko Mengalami Ulkus Kornea?

Tidak semua orang memiliki risiko yang sama. Kelompok yang lebih rentan mengalami ulkus kornea antara lain:

  • Pengguna lensa kontak
  • Orang yang sering berenang atau mencuci lensa kontak dengan air tidak steril
  • Penderita gangguan saraf yang membuat kelopak mata tidak bisa menutup sempurna
  • Orang dengan riwayat infeksi mata sebelumnya
  • Penderita penyakit mata tertentu seperti grave oftalmopati

 

Tanda dan Gejala Ulkus Kornea

Gejala ulkus kornea biasanya muncul cukup jelas dan tidak boleh diabaikan, antara lain:

  • Mata terasa nyeri
  • Mata merah dan berair
  • Pandangan kabur atau mengganjal
  • Sensitif terhadap cahaya (silau)
  • Kelopak mata membengkak
  • Muncul bercak putih pada kornea

Jika mengalami keluhan tersebut, segera periksakan diri ke dokter mata.

 

Jenis-Jenis Ulkus Kornea

Ulkus kornea dapat dibedakan berdasarkan penyebabnya, di antaranya:

  • Ulkus kornea bakterialis
  • Ulkus kornea virus
  • Ulkus kornea jamur
  • Ulkus kornea Acanthamoeba
  • Ulkus kornea Mooren
  • Ulkus kornea marginalis

Setiap jenis memerlukan penanganan yang berbeda sesuai penyebabnya.

 

Bahaya Ulkus Kornea Jika Tidak Diobati

Ulkus kornea yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti:

  • Infeksi yang semakin menyebar
  • Kornea berlubang
  • Membutuhkan operasi transplantasi kornea
  • Risiko kebutaan permanen

Oleh karena itu, ulkus kornea tidak boleh dianggap sebagai iritasi mata biasa.

 

Peran Lensa Kontak dalam Ulkus Kornea

Lensa kontak merupakan alat bantu penglihatan yang diletakkan langsung di permukaan kornea. Namun, penggunaan dan perawatan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko ulkus kornea.

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Tidak mencuci tangan sebelum memakai lensa kontak
  • Membersihkan atau menyimpan lensa dengan cairan yang tidak sesuai
  • Mengganti lensa tidak sesuai jadwal
  • Tidur menggunakan lensa kontak
  • Perawatan dan kebersihan lensa yang kurang baik

 

Cara Merawat Lensa Kontak dengan Benar

Untuk mengurangi risiko infeksi mata, pengguna lensa kontak disarankan untuk:

  • Selalu mencuci tangan sebelum menyentuh lensa
  • Menggunakan cairan pembersih khusus lensa kontak
  • Membersihkan dan menyimpan lensa dengan benar
  • Rutin mengganti tempat penyimpanan lensa
  • Menghindari penggunaan lensa terlalu lama
  • Melakukan pemeriksaan mata secara berkala

 

Ulkus kornea adalah penyakit mata serius yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan jika tidak ditangani dengan cepat. Menjaga kebersihan mata, menggunakan lensa kontak dengan benar, serta segera memeriksakan mata saat muncul keluhan merupakan langkah penting untuk mencegah kondisi ini. Edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan mata.

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


waspada-ISK.jpg
18/Dec/2025

Infeksi Saluran Kemih (ISK)
 Ini adalah infeksi yang terjadi pada bagian saluran kemih, yaitu :

  • Uretra (saluran tempat keluarnya urine)
  • Kandung kemih
  • Ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih)
  • Bahkan bisa sampai ke ginjal

Penyebab paling sering adalah bakteri, terutama E. coli dari usus, yang masuk ke saluran kencing.

Gejala ISK diantaranya :

  • Nyeri atau panas saat buang air kecil
  • Sering merasa ingin kencing, tapi urine keluar sedikit
  • Urine keruh atau berbau tidak sedap
  • Kadang disertai demam (bila infeksi sudah sampai ginjal)

Yuk kenali beberapa faktor penyebabnya agar sobat eRSIy dapat lebih waspada!

1. Bakteri dari Area Sekitar

Sebagian besar ISK disebabkan oleh bakteri E. coli yang biasanya hidup di usus. Bakteri ini bisa berpindah ke saluran kencing, terutama bila kebersihan area genital tidak dijaga dengan baik.

2. Wanita Lebih Rentan

Kenapa wanita lebih sering kena ISK? Karena saluran kencing wanita lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih. Selain itu, setelah menopause, kadar hormon estrogen menurun dan membuat perlindungan alami tubuh berkurang.

3. Menahan Kencing

Sering menunda ke toilet? Hati-hati, hal ini memberi waktu bagi bakteri untuk berkembang biak di kandung kemih.

4. Kurang Minum Air Putih

Kalau jarang minum, urine jadi sedikit dan jarang keluar. Akibatnya, bakteri tidak terbilas dan lebih mudah menempel di saluran kencing. Minumlah cukup air putih, minimal 2 liter per hari.

5. Faktor Medis

Beberapa kondisi bisa meningkatkan risiko ISK, misalnya:

  • Pemakaian kateter urine (selang kencing).
  • Penyakit seperti diabetes atau batu ginjal.
  • Pada pria, pembesaran prostat bisa membuat urine tidak keluar tuntas.

6. Usia dan Daya Tahan Tubuh

  • Anak-anak bisa terkena ISK bila kebersihan kurang terjaga.
  • Lansia lebih berisiko karena daya tahan tubuh melemah.

Kesimpulan

ISK bisa dicegah dengan cara sederhana: cukup minum air putih, tidak menahan kencing, jaga kebersihan area genital, serta kontrol penyakit yang sudah ada seperti diabetes atau batu ginjal. Jika Sobat eRSIy mengalami gejala seperti nyeri dan sering kencing namun sedikit-sedikit jangan ragu untuk memeriksakan diri ke Poli Urologi RSI Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Jangan-Sepelekan-Glaukoma-Kongenital-Bisa-Ganggu-Penglihatan-Si-Kecil-Sejak-Lahir.jpeg
27/Oct/2025

Tidak semua gangguan penglihatan muncul saat seseorang beranjak dewasa. Ada penyakit mata bawaan yang bisa menyerang bahkan sejak bayi lahir, salah satunya adalah glaukoma kongenital.

Kondisi ini memang jarang terjadi, tetapi dampaknya bisa sangat serius bila tidak segera ditangani mulai dari gangguan penglihatan hingga kebutaan permanen.

 

Apa Itu Glaukoma Kongenital?

Glaukoma kongenital adalah penyakit mata bawaan yang muncul sejak bayi lahir atau di awal masa kehidupannya.

Penyakit ini terjadi karena gangguan pada saluran pembuangan cairan mata (aqueous humor), sehingga tekanan di dalam bola mata meningkat. Tekanan tinggi inilah yang dapat merusak saraf optik, bagian penting yang mengirimkan sinyal visual ke otak.

Jika dibiarkan, peningkatan tekanan ini dapat menyebabkan penurunan penglihatan permanen bahkan kebutaan.

“Glaukoma kongenital bukan disebabkan oleh infeksi atau kesalahan perawatan orang tua. Ini murni akibat gangguan perkembangan saluran cairan mata,” jelas tim dokter muda dari FK UNUSA – RSI Surabaya dalam presentasinya.

 

Apa Penyebabnya?

Penyebab utama glaukoma kongenital adalah gangguan perkembangan pada sudut drainase mata (trabekular meshwork) saluran tempat cairan mata seharusnya keluar.

Beberapa kasus berkaitan dengan faktor genetik atau keturunan, meski sebagian besar penyebabnya belum diketahui secara pasti.

Hal penting untuk diketahui: penyakit ini tidak menular dan tidak disebabkan oleh kebersihan bayi atau tindakan orang tua.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Orang tua perlu memperhatikan tanda-tanda berikut pada bayi atau anak kecil:

  • Mata sering berair dan tampak sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
  • Bayi sering menutup kelopak mata atau terlihat tidak nyaman.
  • Pandangan tidak fokus, bayi tidak mengikuti arah benda atau wajah orang.
  • Pada tahap lanjut bisa muncul:
    • Kornea tampak keruh atau membesar.
    • Mata merah dan terlihat lebih besar dari normal.

Jika satu atau lebih tanda tersebut muncul, segera periksakan anak ke dokter spesialis mata anak.

 

Bagaimana Dokter Mendiagnosisnya?

Pemeriksaan dilakukan secara hati-hati menggunakan alat khusus untuk mengukur tekanan bola mata (tonometri) dan melihat struktur dalam mata.

Karena pasiennya masih bayi, pemeriksaan ini biasanya dilakukan dalam kondisi bius ringan agar anak tidak bergerak.

Deteksi dini sangat penting, semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin besar peluang penglihatan anak dapat diselamatkan.

 

Cara Mengobati Glaukoma Kongenital

Berbeda dengan glaukoma pada orang dewasa, penanganan utama pada glaukoma kongenital adalah operasi.

Beberapa prosedur yang biasa dilakukan meliputi:

  • Goniotomi dan trabekulotomi, yaitu operasi untuk memperbaiki saluran pembuangan cairan mata agar tekanan berkurang.
  • Obat tetes mata biasanya hanya digunakan sebagai terapi pendukung, bukan pengobatan utama.

Setelah operasi, anak perlu menjalani kontrol rutin untuk memantau hasil operasi dan mencegah tekanan bola mata naik kembali.

 

Peran Penting Orang Tua

Dukungan orang tua menjadi kunci keberhasilan perawatan glaukoma kongenital. Hal-hal yang perlu dilakukan antara lain:

  • Waspada sejak dini terhadap tanda-tanda kelainan mata pada bayi.
  • Segera konsultasi ke dokter mata anak bila ada gejala mencurigakan.
  • Rutin kontrol setelah operasi sesuai jadwal.
  • Memberikan obat sesuai anjuran dokter, tidak menghentikan terapi tanpa izin.

 

Glaukoma kongenital memang penyakit yang serius, tetapi bukan tanpa harapan. Dengan deteksi dini, tindakan medis yang tepat, dan peran aktif orang tua, anak dapat memiliki penglihatan yang lebih baik di masa depan.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Mengenal-Gangguan-Cemas-Menyeluruh-Saat-Pikiran-Tak-Pernah-Benar-Benar-Tenang.png
23/Oct/2025

Pernahkah kamu merasa cemas tanpa henti, bahkan untuk hal-hal kecil yang belum tentu terjadi? Jika rasa khawatir itu muncul hampir setiap hari dan sulit dikendalikan, bisa jadi kamu mengalami gangguan cemas menyeluruh atau dalam istilah medis disebut Generalized Anxiety Disorder (GAD).

Gangguan ini bukan sekadar gugup menjelang ujian atau khawatir menghadapi pekerjaan. Pada penderita GAD, kecemasan hadir hampir terus-menerus bahkan ketika tidak ada ancaman nyata.

 

Apa Itu Gangguan Cemas Menyeluruh?

Gangguan cemas menyeluruh adalah kondisi ketika seseorang mengalami kekhawatiran berlebihan, tidak realistis, dan sulit dikendalikan yang berlangsung hampir setiap hari selama berbulan-bulan.

Rasa cemas ini sering kali disertai berbagai keluhan fisik dan emosional yang membuat penderitanya sulit fokus, mudah lelah, dan tidak bisa menikmati kehidupan sehari-hari.

 

Gejala yang Perlu Diperhatikan

Ciri khas gangguan ini bukan hanya perasaan takut atau panik, tapi kombinasi gejala fisik dan psikis yang sering muncul bersamaan.

Beberapa gejala umum meliputi:

  • Kekhawatiran berlebihan terhadap hal kecil maupun besar.
  • Sulit berkonsentrasi dan merasa “selalu di ujung tanduk”.
  • Gelisah, mudah lelah, atau sulit untuk benar-benar rileks.
  • Keluhan fisik seperti sakit kepala, gemetaran, jantung berdebar, sesak napas, pusing, atau gangguan pencernaan.
  • Gangguan tidur seperti sulit tidur atau mudah terbangun.

Gejala-gejala ini sering disalahartikan sebagai “lelah” atau “banyak pikiran”, padahal bisa jadi menandakan masalah kesehatan mental yang lebih serius.

 

Penyebab Gangguan Cemas Menyeluruh

Menurut para ahli, penyebab GAD bersifat multifaktorial artinya, tidak ada satu penyebab tunggal, melainkan kombinasi dari berbagai faktor seperti:

  1. Ketidakseimbangan zat kimia otak yang memengaruhi suasana hati dan respons stres.
  2. Trauma atau stres berkepanjangan, seperti kehilangan, tekanan pekerjaan, atau konflik keluarga.
  3. Pola pikir negatif yang membuat seseorang sulit melihat hal dari sisi positif.
  4. Faktor genetik, jika dalam keluarga ada riwayat gangguan kecemasan atau depresi.

 

Apa yang Terjadi Jika Dibiarkan?

Bila tidak ditangani, gangguan cemas menyeluruh bisa berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks.
Kecemasan kronis dapat menyebabkan:

  • Gangguan tidur dan kelelahan fisik.
  • Masalah pencernaan seperti maag atau mual kronis.
  • Penurunan konsentrasi dan produktivitas.
  • Gangguan hubungan sosial karena penderita cenderung menarik diri.
  • Bahkan berisiko berkembang menjadi depresi, gangguan panik, atau penyalahgunaan zat.

 

Cara Mengatasi Gangguan Cemas Menyeluruh

Kabar baiknya, GAD bisa diatasi dengan kombinasi terapi psikologis, pengobatan, dan perubahan gaya hidup.

  1. Konsultasi dengan profesional kesehatan mental
    Psikiater atau psikolog dapat membantu mendiagnosis dan memberikan terapi yang sesuai.
  2. Terapi Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
    Terapi ini membantu mengubah pola pikir negatif menjadi lebih rasional dan positif.
  3. Manajemen stres
    Lakukan kegiatan relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, yoga, atau jalan santai.
  4. Pola hidup sehat
    Tidur cukup, makan bergizi, dan hindari konsumsi kafein atau alkohol berlebihan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera temui profesional kesehatan mental jika kamu mengalami hal berikut:

  • Merasa cemas hampir setiap hari selama lebih dari enam bulan.
  • Sulit menjalani aktivitas harian karena kecemasan.
  • Mengalami gangguan tidur, nyeri, atau keluhan fisik tanpa penyebab jelas.
  • Muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau perasaan putus asa.

 

Tips Menghadapi Kecemasan Sehari-hari

Bagi kamu yang sering merasa cemas, beberapa langkah sederhana ini bisa membantu:

  • Atur waktu istirahat dan beri tubuh kesempatan untuk pulih.
  • Bicarakan perasaanmu dengan orang yang kamu percaya.
  • Hindari overthinking, fokus pada hal yang bisa kamu kendalikan hari ini.

 

Gangguan cemas menyeluruh bukan akhir dari segalanya. Dengan kesadaran, dukungan, dan penanganan yang tepat, setiap orang memiliki kesempatan untuk hidup lebih tenang dan bermakna.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?