Departemen

Psikolog



Psikolog

Pada tahun 1957 woodworth dan marquis ( dalam zulfan sam, sri wahyuni 2014) mendefinisikan psikologi sebagai berikut:
” psychology is the scientific studies of individual activities relation to the inverontment” Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari aktivitas individu dalam hubungannnya dengan lingkungan.


Psikolog adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi gejala yang berasal dari faktor sosial, budaya, dan lingkungan. Ia melakukan pemeriksaan berdasarkan pola pikir yang mempengaruhi kerja otak dan kesehatan emosional.

Psikiater bisa dikenal juga sebagai dokter spesialis kedokteran jiwa, yaitu bertanggung jawab dengan gangguan mental dengan memberikan diagnosis dan pengobatan.

Diagnosis
Saat melakukan diagnosis, psikolog mempersilahkan kliennya untuk bercerita mengenai masalah yang dihadapi. Kemudian, psikolog mempersilahkan klien untuk melakukan cognitive behavioural test guna melihat perilaku dan emosional.

Tes tersebut bergantung pada masalah yang dimiliki klien. Model tes seperti kuesioner, tes IQ, hingga neuropsikologi guna melihat perkembangan kognitif dan memori. Jika gangguan mental semakin parah, psikolog akan merekomendasikan Anda untuk kontrol lebih lanjut dengan psikiater.

Psikiater umumnya melakukan diagnosis gangguan kejiwaan yang lebih kompleks. Apabila gangguan tersebut mengganggu aktivitas dan menimbulkan gejala pada fungsi tubuh, dokter dapat memberi rekomendasi obat-obatan atau terapi untuk proses penyembuhan.

Jenis gangguan mental yang terdiagnosis

Psikolog tidak bisa melakukan diagnosis gangguan mental yang dimiliki kliennya. Lebih lanjut, klien melakukan konseling terhadap gejala yang dihadapi dari suatu kejadian, seperti masalah pekerjaan, hubungan keluarga, percintaan, kecanduan terhadap sesuatu. Untuk terapi yang direkomendasikan juga sebatas kegiatan dan aktivitas, seperti meditasi, journaling, olahraga, dan melatih sugesti serta pola pikir.

Psikiater atau dokter kejiwaan mengidentifikasi gangguan mental berdasarkan akibat dari sebuah kondisi.

Saat merasa tidak nyaman dengan diri sendiri, kadang kita belum memahami siapa yang harus kita akses, apakah psikiater atau psikolog klinis. Berikut beberapa panduan untuk kita lebih memahami dan menyesuaikan dengan kebutuhan kita. Seorang psikolog klinis akan menjadi sosok pendengar atas apa yang kita pikirkan, rasakan, dan alami. Kita akan dibantu oleh psikolog klinis untuk merefleksikan dan menyadari kondisi sebenarnya yang kita alami, karena tidak jarang saat dihadapkan pada suatu persoalan, pikiran kita hanya terfokus pada persepsi pribadi dan emosi negatif yang justru membuat semakin tidak nyaman. Psikolog klinis pun juga memungkinkan kita untuk menjadi teman diskusi saat kita membutuhkan bantuan untuk mengenali potensi dalam rangka untuk mengembangkan diri. Lalu, bagaimana dengan psikiater? Prinsipnya, ketika kita merasakan kondisi yang tidak nyaman dan dirasa mengganggu fungsi keseharian dan atau sudah mengarah pada perilaku beresiko (membahayakan), maka kita dapat melakukan sesi konsultasi dengan psikiater agar mendapatkan penanganan medis yang tepat. Pada prinsipnya, psikiater maupun psikolog klinis sifatnya saling melengkapi.



Seorang psikolog umum dapat mendalami bidang psikologi yang berbeda-beda setelah lulus dari program pendidikan sarjana psikologi. Ada beragam bidang psikologi yang dapat dipelajari lebih dalam, misalnya psikologi industri dan organisasi, psikologi klinis anak dan dewasa, serta psikologi pendidikan.

Berikut ini adalah penjelasan tentang jenis-jenis psikolog:

1. Psikolog industri dan organisasi
Psikolog industri dan organisasi (PIO) memiliki fokus pada perilaku di tempat kerja dan membantu proses penyaringan karyawan yang sesuai untuk posisi tertentu, serta meningkatkan produktivitas karyawan di suatu perusahaan atau organisasi.

Selain itu, PIO juga mempunyai tugas untuk membuat program pelatihan bagi karyawan perusahaan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan, memaksimalkan efisiensi, dan mengurangi kerugian perusahaan.

2. Psikolog pendidikan
Seorang psikolog pendidikan mempelajari dan mengamati bagaimana seseorang belajar. Psikolog dalam bidang ini dapat ikut serta dalam membuat instruksi dan strategi untuk mengajar.

Sebagian besar psikolog pendidikan juga mempelajari mengenai bakat dan masalah kemampuan belajar seseorang serta bagaimana faktor sosial, kognitif, dan emosional berpengaruh pada kemampuan belajar seseorang.

3. Psikolog klinis
Psikolog klinis memeriksa, mendiagnosis, serta merawat pasien yang menderita masalah kesehatan mental dan tekanan psikologis dengan psikoterapi dan konseling. Biasanya, seorang psikolog klinis bekerja di rumah sakit, klinik kesehatan mental, atau tempat praktik sendiri.

Psikolog klinis dapat memiliki keahlian spesifik di bidang kesehatan mental dewasa dan anak atau memiliki spesialisasi dalam bidang pengobatan terhadap penyalahgunaan obat-obatan.

4. Psikolog sosial
Psikolog sosial mempelajari dan menelaah perilaku dan pola pikir suatu kelompok masyarakat. Ahli psikologi sosial juga dapat meneliti bagaimana sikap, penilaian, cara komunikasi, hubungan interpersonal, dan perilaku agresif yang dapat muncul di suatu kelompok masyarakat.

Kondisi atau Masalah yang Dapat Ditangani Psikolog
Psikolog memiliki pengetahuan mendalam tentang pencegahan, diagnosis, dan penanganan terkait masalah kesehatan mental.

Selain itu, psikolog juga dapat mencari tahu, menganalisis penyebab, dan memberikan solusi terhadap permasalahan psikologis yang dialami seseorang melalui perubahan sikap atau gaya hidupnya.


DOKTER KAMI



Ratih Paramitha Chandra, M.Psi



Wenika Agustitia, M.Psi




MOTO


hidup bahagia dengan mengetahui cara membahagiakan diri

Lihat Jadwal Praktek

Cek jadwal praktek dokter terbaru kami dengan klik link disamping

logo putih-01-01-01

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2024 | Managed by Markbro