INFO UNTUK ANDA

kelopak-mata-turun.jpeg
14/Apr/2026

Halo, sobat eRSIy
Pernahkah kamu melihat kelopak mata tampak turun, sehingga mata terlihat selalu mengantuk atau bahkan sebagian tertutup? Banyak orang mengira hal ini hanya karena kelelahan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda ptosis.

Apa Itu Ptosis?

Ptosis adalah kondisi turunnya kelopak mata atas, baik pada satu mata maupun kedua mata. Kelopak mata yang turun ini dapat menutupi sebagian pupil, sehingga membuat mata terlihat lebih kecil dan mengganggu penglihatan.

Apa Penyebab Ptosis?

Ptosis bisa terjadi karena berbagai faktor, di antaranya:

  • Pertambahan usia, yang menyebabkan otot pengangkat kelopak mata melemah
  • Kelainan saraf atau otot
  • Ptosis bawaan sejak lahir
  • Cedera pada mata
  • Efek samping dari operasi mata tertentu

Apa Dampak Ptosis Jika Dibiarkan?

Ptosis yang ringan mungkin hanya memengaruhi penampilan. Namun jika cukup berat, kondisi ini dapat:

  • Mengganggu lapang pandang
  • Membuat mata cepat lelah
  • Menyebabkan sakit kepala
  • Pada anak, berisiko menghambat perkembangan penglihatan

Apakah Ptosis Bisa Diobati?

Kabar baiknya, ptosis bisa ditangani. Penanganan tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Mulai dari pemantauan rutin, penggunaan alat bantu tertentu, hingga tindakan medis atau operasi apabila diperlukan. Oleh karena itu, pemeriksaan oleh dokter mata sangat dianjurkan.

Kapan Harus Periksa ke Dokter Mata?

Segera periksakan diri jika kelopak mata terlihat turun terus-menerus, semakin berat, atau mulai mengganggu penglihatan. Deteksi dan penanganan dini dapat membantu mencegah masalah penglihatan di kemudian hari. Jika sobat eRSIy mengalami keluhan atau ingin berkonsultasi, jangan ragu untuk datang ke Poli Mata RSI Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Jantung-Sering-Berdebar-karena-Aritmia-Masih-Amankah-Berolahraga.jpeg
09/Apr/2026

Halo, sobat eRSIy!
Pernahkah merasa jantung tiba-tiba berdetak cepat dan tidak teratur tanpa sebab? Kondisi ini bisa menjadi tanda aritmia, yaitu gangguan irama jantung. Banyak orang dengan aritmia akhirnya takut berolahraga karena khawatir olahraga dapat memperburuk kondisi.
Yuk, kita pahami bersama apakah sebenarnya penderita aritmia masih boleh berolahraga?

Apa Itu Aritmia?

Aritmia adalah kondisi ketika jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Masalah ini terjadi karena gangguan pada sistem listrik jantung yang mengatur irama.

Beberapa jenis aritmia yang sering ditemui:

  • Palpitasi (jantung berdebar)
  • Atrial fibrillation
  • Premature beats
  • Tachycardia atau bradycardia

Tidak semua aritmia berbahaya, tapi beberapa dapat meningkatkan risiko komplikasi serius.

Kenapa Aritmia Membuat Jantung Berdebar?

Gangguan sinyal listrik jantung membuat detak jantung menjadi tidak stabil.
Akibatnya:

  • Merasa jantung berdebar cepat
  • Tubuh terasa lemas
  • Sesak atau dada terasa tidak nyaman
  • Kadang disertai pusing atau hampir pingsan

Gejala inilah yang membuat banyak orang ragu untuk berolahraga.

Apakah Penderita Aritmia Boleh Berolahraga?

Jawabannya: bisa, tapi harus sesuai anjuran dokter dan jenis aritmia yang dialami.
Pada banyak kasus, olahraga ringan hingga sedang justru dapat membantu memperkuat jantung dan menstabilkan irama.

Namun, ada beberapa kondisi yang membutuhkan evaluasi dokter terlebih dahulu, misalnya:

  • Aritmia yang menyebabkan pingsan
  • Aritmia yang belum terdiagnosis penyebabnya
  • Aritmia berisiko tinggi seperti ventricular tachycardia
  • Aritmia disertai penyakit jantung struktural

Jadi, keamanan olahraga sangat tergantung pada jenis aritmia, gejala, dan hasil pemeriksaan jantung.

Manfaat Olahraga untuk Penderita Aritmia

Jika dokter menyatakan aman, olahraga dapat memberikan banyak manfaat:

 1. Menguatkan otot jantung

Aktivitas fisik membantu jantung memompa darah lebih efisien.

 2. Mengurangi stres

Stres dapat memicu aritmia, sehingga olahraga ringan dapat membantu menenangkannya.

 3. Meningkatkan kualitas tidur

Tidur lebih baik membantu menstabilkan sistem saraf otonom yang berpengaruh pada irama jantung.

 4. Mengontrol faktor risiko

Seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, dan berat badan.

Jenis Olahraga yang Disarankan

Penderita aritmia umumnya aman melakukan:

  • Jalan kaki santai
  • Bersepeda ringan
  • Yoga dan latihan pernapasan
  • Renang ringan
  • Aerobik intensitas rendah

Mulailah perlahan dan tingkatkan intensitas secara bertahap.
Selalu hentikan olahraga jika muncul keluhan seperti berdebar hebat, pusing, atau sesak.

Olahraga yang Sebaiknya Dihindari

Hindari olahraga dengan intensitas sangat tinggi seperti:

  • Lari cepat jarak jauh
  • Angkat beban sangat berat
  • Olahraga intensitas tinggi (HIIT) yang memacu adrenalin

Jenis olahraga tersebut dapat memicu lonjakan detak jantung yang tidak stabil bagi penderita aritmia tertentu.

Kapan Harus Ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter bila kamu mengalami:

  • Jantung berdebar disertai pingsan
  • Nyeri dada
  • Sesak berat
  • Aritmia yang sering kambuh
  • Ingin memulai program olahraga tetapi memiliki riwayat aritmia

Kesimpulan

Aritmia bukan berarti kamu tidak boleh berolahraga.
Banyak penderita aritmia tetap bisa aktif dan sehat dengan olahraga yang tepat.
Kuncinya adalah mengetahui jenis aritmia, memahami batas tubuh, dan mengikuti saran dokter.

Sobat eRSIy, tetap jaga kesehatan jantungmu dan jangan ragu untuk berkonsultasi sebelum memulai aktivitas fisik baru, ya!

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rambut-rontok.jpeg
31/Mar/2026

Halo, sobat eRSIy!
Pernah merasa rambut rontok makin banyak setiap hari, sampai bikin cemas? Sebenarnya, rambut rontok bisa saja normal. Namun, pada kondisi tertentu, kerontokan berlebih bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Yuk, kita bahas bersama.

Rambut Rontok Normal, Seberapa Banyak?

Secara alami, manusia dapat mengalami kerontokan sekitar 50–100 helai rambut per hari. Hal ini merupakan bagian dari siklus pertumbuhan rambut dan umumnya tidak perlu dikhawatirkan selama rambut masih tumbuh kembali dengan normal.

Penyebab Rambut Rontok yang Masih Normal

  1. Perubahan hormon
    Kehamilan, melahirkan, atau menopause dapat memicu rambut rontok sementara.
    2. Stres fisik dan emosional
     Kurang tidur, kelelahan, atau stres berat dapat menyebabkan rambut rontok sementara (telogen effluvium).
    3. Pola makan tidak seimbang
     Kekurangan protein, zat besi, atau vitamin tertentu dapat memengaruhi kekuatan rambut.
    4. Perawatan rambut berlebihan
     Sering mencatok, mewarnai, atau mengikat rambut terlalu kencang dapat mempercepat kerontokan.

Kapan Rambut Rontok Perlu Diwaspadai?

Rambut rontok bisa menjadi tanda masalah serius bila disertai dengan:

  • Rambut menipis drastis atau muncul kebotakan
  • Rontok lebih dari 100 helai per hari dan berlangsung lama
  • Disertai gatal, nyeri, atau luka di kulit kepala
  • Mudah lelah, berat badan turun, atau gangguan siklus haid

Kondisi ini bisa berkaitan dengan anemia, gangguan tiroid, penyakit autoimun, infeksi kulit kepala, atau efek samping obat tertentu.

Cara Mengurangi dan Mencegah Rambut Rontok

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, kaya protein, zat besi, dan vitamin
  • Kelola stres dengan baik dan cukup istirahat
  • Gunakan produk perawatan rambut yang lembut
  • Hindari mengikat rambut terlalu kencang
  • Konsultasi ke dokter bila kerontokan tidak membaik

Kesimpulan

Rambut rontok tidak selalu berbahaya, tetapi kerontokan berlebih dan berkepanjangan patut diwaspadai. Mengenali penyebabnya sejak dini dapat membantu mencegah masalah yang lebih serius dan menjaga kesehatan rambut secara optimal. Jika sobat eRSIy memiliki keluhan mengenai rambut rontok, dapat berkonsultasi ke Poli Kulit dan Kelamin RSI Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Kesehatan-Tubuh-Cerminan-dari-Kesehatan-Pikiran.jpeg
28/Mar/2026

Yuk Mulai Mindful Life yang Tenang dan Bahagia!

Halo, sobat eRSIy!
Pernah nggak sih kamu merasa tubuh cepat lelah, sulit tidur, atau mudah sakit padahal pola makan sudah cukup baik?
Ternyata, kesehatan tubuh itu sangat dipengaruhi oleh kesehatan pikiran. Saat pikiran penuh tekanan, tubuh merespons lewat berbagai keluhan fisik. Inilah sebabnya sangat penting untuk mulai menerapkan mindful life, hidup dengan kesadaran penuh, agar tubuh dan pikiran tetap seimbang.

 

Bagaimana Pikiran Mempengaruhi Kesehatan Tubuh?

1. Stres Bisa Menurunkan Imunitas

Saat stres, tubuh mengeluarkan hormon kortisol berlebih yang jika dibiarkan terus-menerus dapat melemahkan daya tahan tubuh. Akibatnya, sobat eRSIy jadi lebih mudah terserang flu, gangguan pencernaan, atau kelelahan.

2. Pikiran Tak Tenang Bisa Ganggu Tidur

Kecemasan dan kekhawatiran sering membuat seseorang sulit tertidur atau tidur tidak nyenyak. Padahal kualitas tidur sangat penting untuk pemulihan tubuh.

3. Emosi Tertahan Bisa Muncul sebagai Keluhan Fisik

Beberapa orang merasakan pusing, nyeri otot, dada sesak, maag kambuh, atau jantung berdebar saat kondisi emosional sedang tidak stabil.

4. Mood Berpengaruh pada Pola Makan & Aktivitas

Saat sedang stres, seseorang bisa kehilangan nafsu makan atau justru makan berlebih. Motivasi untuk bergerak atau berolahraga pun bisa menurun.

 

Apa Itu Mindful Life?

Mindful life adalah cara menjalani setiap momen dengan lebih sadar. Dengan mindfulness, pikiran jadi lebih tenang, emosi lebih stabil, dan tubuh merasakan efek positifnya.

 

Manfaat Mindful Life untuk Kesehatan Tubuh & Pikiran

  • Mengurangi stres dan kecemasan
  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Membantu mengontrol emosi
  • Meningkatkan fokus dan produktivitas
  • Membuat tubuh lebih rileks dan responsif terhadap kebutuhan diri

 

Cara Memulai Mindful Life dengan Langkah Sederhana

1. Atur Napas dan Luangkan “Pause Time” 5 Menit Sehari tanpa distraksi apapun

2. Sadari Tubuhmu

3. Mindful Eating dengan nikmati makanan dengan perlahan, perhatikan rasa, tekstur, dan aroma tanpa terburu-buru.

4. Tulis Perasaan dalam Jurnal

 

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Ahli?

Jika sobat eRSIy merasa stres berkepanjangan, sering cemas, mudah marah, sulit tidur, sulit mengontrol perasaan, atau aktivitas harian mulai terganggu, jangan ragu mencari bantuan profesional.
Ingat, mencari bantuan bukan tanda lemah, melainkan bentuk keberanian untuk mencintai diri sendiri.

Yuk, Jaga Pikiran & Tubuh Sehat Bersama!

Sobat eRSIy, kalau ingin berdiskusi, curhat, atau mendapatkan penanganan yang lebih tepat terkait kondisi emosional atau kesehatan mental, Psikolog dan Poli Psikiatri RSI Surabaya A. Yani siap membantu dengan layanan profesional, ramah, dan penuh empati.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


cscr.jpeg
18/Mar/2026

Hai Sobat Ersiy,
Pernahkah Sobat merasakan penglihatan tiba-tiba menjadi kabur atau melihat garis lurus tampak bergelombang? Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada retina yang disebut Central Serous Chorioretinopathy (CSCR). Penyakit mata ini sering terjadi tanpa rasa nyeri, tetapi dapat mengganggu penglihatan jika tidak diperhatikan dengan baik. Yuk, kenali lebih jauh tentang CSCR agar kita bisa lebih waspada!

 

Apa Itu Central Serous Chorioretinopathy (CSCR)?

CSCR adalah gangguan pada retina, yaitu lapisan peka cahaya yang berada di bagian belakang bola mata dan berfungsi penting dalam proses melihat. Pada kondisi ini, terjadi kebocoran cairan dari pembuluh darah di lapisan koroid (lapisan pembuluh darah di bawah retina). Cairan tersebut kemudian menumpuk di bawah retina bagian tengah yang disebut makula, sehingga menyebabkan penglihatan menjadi kabur atau terdistorsi.

Dalam istilah medis, kondisi ini juga dikenal sebagai serous retinal detachment, yaitu pelepasan retina akibat penumpukan cairan di area makula.

 

Siapa yang Rentan Mengalami CSCR?

CSCR dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering ditemukan pada orang dewasa usia produktif. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami CSCR antara lain:

  • Lebih sering terjadi pada pria usia 20–50 tahun
  • Stres tinggi atau kepribadian yang mudah tegang
  • Penggunaan obat kortikosteroid (tablet, salep, semprot hidung, atau suntikan)
  • Gangguan hormon stres seperti peningkatan kortisol
  • Tekanan darah tinggi atau gangguan tidur
  • Merokok dan konsumsi kafein berlebihan

Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi aliran darah pada pembuluh mata dan meningkatkan risiko kebocoran cairan di bawah retina.

 

Bagaimana CSCR Bisa Terjadi?

CSCR terjadi melalui beberapa proses di dalam mata, yaitu:

  • Pembuluh darah pada lapisan koroid menjadi lebih mudah bocor.
  • Lapisan epitel pigmen retina yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan mengalami gangguan.
  • Cairan merembes ke ruang di bawah retina.
  • Retina bagian tengah (makula) terangkat sehingga penglihatan menjadi kabur.

Kondisi ini sering dipicu oleh stres berat atau penggunaan steroid, karena keduanya dapat meningkatkan hormon kortisol yang membuat pembuluh darah menjadi lebih permeabel atau mudah bocor.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala yang sering dirasakan oleh penderita CSCR antara lain:

  • Penglihatan tiba-tiba kabur pada satu mata
  • Garis lurus terlihat melengkung atau bergelombang
  • Warna tampak lebih pudar atau gelap
  • Sulit membaca huruf kecil atau fokus pada objek
  • Muncul bintik gelap di tengah penglihatan

Biasanya kondisi ini tidak menimbulkan rasa nyeri, sehingga sering kali baru disadari setelah penglihatan terganggu.

 

Bagaimana Cara Mengetahui CSCR?

Untuk memastikan diagnosis, dokter spesialis mata biasanya melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Optical Coherence Tomography (OCT) untuk melihat penumpukan cairan di bawah retina
  • Fluorescein Angiography (FA) untuk mengetahui lokasi kebocoran pada retina
  • Indocyanine Green Angiography (ICG) untuk menilai kondisi pembuluh darah koroid
  • Tes Amsler Grid, yaitu tes sederhana menggunakan pola kotak untuk memantau perubahan penglihatan sentral

 

Apakah CSCR Bisa Sembuh?

Kabar baiknya, Sobat Ersiy! Sebagian besar kasus CSCR dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu sekitar 2–4 bulan tanpa pengobatan khusus. Namun, pada beberapa kondisi tertentu, penanganan medis diperlukan, misalnya jika:

  • Cairan tidak hilang setelah lebih dari 3 bulan
  • Penyakit sering kambuh
  • Gangguan penglihatan cukup berat

Jika tidak ditangani dengan baik, CSCR yang kronis atau berulang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada makula dan penurunan penglihatan menetap.

 

Tips Mencegah CSCR

Sobat Ersiy juga bisa melakukan beberapa langkah sederhana untuk menjaga kesehatan mata, antara lain:

  • Kelola stres dengan baik, misalnya dengan olahraga ringan atau relaksasi
  • Hindari penggunaan obat steroid tanpa pengawasan dokter
  • Jaga tekanan darah dan pola tidur yang sehat
  • Batasi konsumsi kafein dan hindari merokok
  • Lakukan pemeriksaan mata secara rutin, terutama jika pernah mengalami CSCR sebelumnya

 

Ingat ya, Sobat Ersiy, gangguan penglihatan yang tiba-tiba tidak boleh dianggap sepele. CSCR memang sering dapat membaik dengan sendirinya, tetapi tetap perlu perhatian karena bisa menimbulkan gangguan penglihatan yang lebih serius jika berulang atau berlangsung lama.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Mengenal-Crao-stroke-mata-yang-bisa-menyebabkan-kebutaan-mendadak.jpeg
13/Mar/2026

Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba merupakan kondisi yang perlu diwaspadai. Salah satu penyebabnya adalah Central Retinal Artery Occlusion (CRAO), yaitu penyumbatan pada arteri retina yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan berat bahkan kebutaan.

CRAO sering disebut sebagai “stroke mata” karena mekanismenya mirip dengan stroke pada otak, yaitu terhentinya aliran darah akibat sumbatan pada pembuluh darah. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan segera.

 

Apa Itu CRAO?

Central Retinal Artery Occlusion (CRAO) adalah kondisi ketika arteri retina sentralis mengalami sumbatan, sehingga aliran darah menuju retina terganggu. Retina merupakan bagian mata yang berfungsi menerima cahaya dan meneruskannya ke otak untuk diproses menjadi penglihatan.

Jika aliran darah ke retina terhenti, jaringan retina dapat mengalami kerusakan dengan cepat. Akibatnya, penderita bisa mengalami kehilangan penglihatan secara mendadak pada satu mata.

 

Gejala CRAO yang Perlu Diwaspadai

Gejala utama CRAO biasanya muncul secara tiba-tiba. Beberapa tanda yang dapat terjadi antara lain:

  • Kehilangan penglihatan secara mendadak
  • Penglihatan menjadi sangat kabur atau bahkan kebutaan dalam waktu singkat
  • Pada beberapa kasus, gangguan penglihatan dapat membaik sementara kemudian memburuk kembali
  • Gejala yang berkaitan dengan peradangan arteri seperti sakit kepala, nyeri sendi, penurunan berat badan, atau demam

Gejala tersebut tidak boleh diabaikan, karena dapat menandakan adanya gangguan serius pada pembuluh darah mata.

 

Penyebab Terjadinya CRAO

CRAO terjadi ketika aliran darah ke retina terhambat. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan sumbatan tersebut antara lain:

  • Penumpukan plak pada pembuluh darah arteri
  • Adanya gelembung udara pada pembuluh darah arteri
  • Peradangan pada arteri retina
  • Pengaruh penggunaan obat tertentu seperti pengencer darah

Sumbatan tersebut menyebabkan jaringan retina tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga fungsi penglihatan terganggu.

 

Faktor Risiko CRAO

Beberapa kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami CRAO, di antaranya:

  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Diabetes mellitus
  • Penyakit jantung

Orang dengan penyakit tersebut perlu lebih waspada dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, karena gangguan pembuluh darah dapat memicu masalah pada mata.

 

Pemeriksaan untuk Mendiagnosis CRAO

Untuk memastikan diagnosis CRAO, dokter mata biasanya melakukan beberapa pemeriksaan, di antaranya:

  1. Funduskopi

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat kondisi retina secara langsung. Pada kasus CRAO, dokter dapat menemukan tanda khas yang disebut “cherry-red spot” pada retina.

  1. Optical Coherence Tomography (OCT)

OCT merupakan pemeriksaan pencitraan retina yang dapat menunjukkan perubahan pada jaringan retina, termasuk peningkatan refleksitas pada area retina yang mengalami kerusakan atau nekrosis.

Pemeriksaan tersebut membantu dokter menilai tingkat kerusakan retina dan menentukan penanganan yang tepat.

 

Cara Mencegah CRAO

Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko terjadinya CRAO, antara lain:

  • Tidak merokok
  • Mengurangi konsumsi gula dan garam
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur
  • Mengontrol tekanan darah secara rutin

Gaya hidup sehat berperan penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah, termasuk pembuluh darah pada mata.

 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Muncul Gejala?

Jika seseorang mengalami gejala seperti kehilangan penglihatan mendadak, langkah yang perlu dilakukan adalah:

  1. Tetap tenang dan segera mencari bantuan
  2. Segera menuju fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat

Penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah kerusakan retina yang lebih berat.

 

Pentingnya Deteksi dan Penanganan Dini

CRAO merupakan kondisi serius yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen jika tidak ditangani dengan cepat. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengenali gejalanya serta menjaga kesehatan pembuluh darah dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Jika mengalami gangguan penglihatan mendadak, segera konsultasikan dengan dokter mata agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Benign-Paroxysmal-Positional-Vertigo.jpeg
10/Mar/2026

Halo Sobat eRSIy!
Pernah nggak sih tiba-tiba merasa pusing berputar saat bangun tidur, menoleh, atau menengadah? Rasanya seperti dunia ikut berputar dan bikin tubuh nggak nyaman. Banyak orang langsung panik dan mengira itu tanda penyakit serius. Padahal, kondisi tersebut bisa jadi disebabkan oleh Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), lho!

Yuk, kita kenalan lebih dekat dengan BPPV supaya tidak salah paham dan tahu cara menyikapinya

 

Apa Itu BPPV?

BPPV adalah salah satu penyebab paling umum dari vertigo atau pusing berputar. Kondisi ini biasanya muncul secara tiba-tiba dan dipicu oleh perubahan posisi kepala, seperti saat bangun dari tidur, berbaring, atau menoleh cepat.

Meski terasa mengganggu dan bikin panik, BPPV sebenarnya bersifat jinak dan tidak berbahaya, asalkan ditangani dengan tepat.

 

Kenapa BPPV Bisa Terjadi?

Di dalam telinga bagian dalam terdapat sistem keseimbangan yang membantu tubuh tetap stabil. Di area ini ada kristal kalsium kecil yang seharusnya berada di tempat tertentu. Nah, pada BPPV, kristal ini bisa berpindah ke saluran yang tidak semestinya.

Saat kepala bergerak, kristal yang “nyasar” tersebut mengirim sinyal yang salah ke otak. Akibatnya, otak mengira tubuh sedang berputar, padahal sebenarnya tidak. Inilah yang menyebabkan sensasi pusing berputar mendadak.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

BPPV biasanya ditandai dengan:

  • Pusing berputar yang muncul tiba-tiba
  • Mual, bahkan sampai muntah
  • Keringat dingin
  • Telinga berdenging
  • Gerakan mata yang tidak terkendali
  • Rasa tidak seimbang atau ingin jatuh

Gejala ini biasanya berlangsung singkat, tapi bisa muncul berulang dan cukup mengganggu aktivitas harian.

 

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami BPPV?

BPPV bisa dialami siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada:

  • Lansia
  • Orang yang pernah mengalami benturan atau cedera kepala
  • Mereka yang lama berbaring, misalnya setelah operasi
  • Orang dengan riwayat infeksi telinga bagian dalam

 

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Walaupun BPPV tergolong tidak berbahaya, disarankan segera ke fasilitas kesehatan jika pusing disertai dengan:

  • Lemah pada salah satu sisi tubuh
  • Bicara pelo
  • Penglihatan ganda
  • Penurunan kesadaran

Gejala tersebut bisa mengarah ke kondisi serius lain dan bukan BPPV, sehingga perlu penanganan medis segera.

 

Bagaimana Cara Mengatasi dan Mencegah BPPV?

Kabar baiknya, BPPV bisa ditangani dengan manuver atau latihan posisi kepala tertentu yang dilakukan oleh tenaga medis untuk mengembalikan kristal ke tempat semula.

Agar tidak mudah kambuh, dapat melakukan beberapa hal antara lain :

  • Menghindari gerakan kepala yang terlalu mendadak
  • Cukup istirahat dan kelola stres
  • Minum air putih yang cukup
  • Bangun dari posisi tidur secara perlahan

 

BPPV memang bisa membuat pusing berputar yang tidak nyaman, tetapi kondisi ini tidak berbahaya dan dapat ditangani. Yang terpenting, jangan panik dan jangan mendiagnosis diri sendiri. Jika pusing sering muncul atau mengganggu aktivitas, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan.

Yuk, lebih peduli dengan sinyal dari tubuh kita sendiri. Tetap sehat dan waspada.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


pernah-kepikiran-kalau-makanan-lezat-bisa-jadi-musuh-pencernaan.jpeg
27/Feb/2026

Halo Sobat eRSIy!Siapa sih yang tidak suka menikmati makanan lezat? Tapi, tahukah kamu bahwa tidak semua makanan yang menggoda lidah itu baik untuk kesehatan pencernaan kita? Kadang tanpa disadari, makanan yang terlihat enak dan menggugah selera justru bisa menjadi penyebab gangguan pada lambung, usus, atau sistem cerna secara keseluruhan. Yuk, kenali lebih dalam bagaimana menjaga pencernaan tetap sehat tanpa harus mengorbankan kenikmatan makan!

Apa Hubungan Makanan dengan Kesehatan Pencernaan?

Pencernaan yang sehat adalah kunci utama bagi tubuh yang bugar. Namun, kebiasaan makan yang tidak seimbang seperti terlalu banyak konsumsi makanan pedas, berlemak, tinggi gula, atau olahan cepat saji dapat membuat sistem pencernaan bekerja ekstra keras. Akibatnya, muncul keluhan seperti perut kembung, nyeri ulu hati, sembelit, bahkan diare. Selain itu, makanan yang tidak higienis atau sudah tidak layak konsumsi juga berpotensi membawa bakteri dan racun yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Jadi, jangan hanya tergoda rasa, tapi perhatikan juga kualitas dan kebersihannya, ya Sobat eRSIy!

Bagaimana Ciri-Ciri Makanan yang Sudah Tidak Layak Konsumsi?

Tenang dulu, Sobat eRSIy! Tidak sulit kok untuk mengenali makanan yang sebaiknya tidak kamu makan lagi. Berikut tanda-tandanya:

  • Makanan berbau asam, tengik, atau tidak sedap adalah tanda awal kerusakan.
  • Tekstur yang aneh misalnya daging atau sayuran yang berlendir atau lembek menandakan mulai busuk.
  • Rasa yang tidak wajar, sebaiknya jangan dilanjutkan.
  • Periksa tanggal pada kemasan sebelum dikonsumsi.
    Hati-hati juga dengan makanan yang tampak masih baik tapi disimpan terlalu lama di suhu ruang, terutama yang mengandung santan, susu, atau telur.

Tips Aman Memilih dan Mengkonsumsi Makanan

Agar pencernaan tetap sehat, yuk terapkan langkah-langkah sederhana ini:

  1. Pilih bahan makanan segar dan simpan sesuai petunjuk.
  2. Masak hingga matang sempurna untuk membunuh bakteri berbahaya.
  3. Hindari makan berlebihan, lebih baik porsi kecil tapi sering.
  4. Perbanyak konsumsi serat dari sayur dan buah.
  5. Minum air putih yang cukup setiap hari.
  6. Batasi makanan berlemak, pedas, dan bersoda.

Kesehatan pencernaan berperan penting bagi daya tahan, metabolisme, dan keseimbangan tubuh. Jika terganggu, penyerapan nutrisi menurun dan risiko penyakit meningkat. Jadi, nikmati makanan lezat dengan tetap memastikan kebersihan dan gizinya agar tubuh tetap sehat dan bugar.

Jika Sobat eRSIy mengalami gangguan pencernaan seperti nyeri perut, maag kambuh, mual, atau gangguan buang air, jangan biarkan berlarut-larut. Segera konsultasikan ke Poli Penyakit Dalam (Spesialis Penyakit Dalam) RSI Surabaya A. Yani untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


beda-keputihan-normal-atau-tidak-normal.jpeg
26/Feb/2026

Halo Sobat eRSIy!Keputihan atau vaginal discharge merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap wanita. Cairan lendir bening dan kental ini sebenarnya adalah cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan area kewanitaan, sekaligus melindungi dari infeksi. Namun, tahukah kamu bahwa tidak semua keputihan itu normal?

Dalam kondisi tertentu, keputihan bisa menjadi tanda adanya gangguan atau penyakit pada organ reproduksi. Yuk, kenali perbedaannya agar Sobat eRSIy bisa menjaga kesehatan reproduksi dengan lebih baik!

Kapan Keputihan Dikatakan Normal?

Keputihan normal biasanya muncul sebagai respon tubuh terhadap perubahan hormon. Cairan ini berfungsi membawa sel mati dan bakteri keluar dari vagina, sehingga membantu menjaga kebersihan dan kesehatannya.
Keputihan yang normal memiliki ciri-ciri:

  • Berwarna bening atau putih susu.
  • Tidak berbau menyengat.
  • Tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri.
  • Teksturnya bisa berubah tergantung siklus menstruasi.

Ciri Keputihan yang Tidak Normal

Nah, keputihan dikatakan tidak normal (abnormal) bila disertai gejala seperti:

  • Cairan berubah warna (kuning, hijau, abu-abu, atau kecokelatan).
  • Mengeluarkan bau tidak sedap atau amis.
  • Menyebabkan gatal, perih, atau rasa terbakar di sekitar vagina.
  • Disertai nyeri di panggul atau saat buang air kecil.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau penyakit menular seksual (PMS) seperti trikomoniasis, gonore, atau chlamydia. Bahkan, pada kasus tertentu, keputihan abnormal juga bisa menjadi tanda kanker serviks atau rahim.

Faktor Penyebab Keputihan Abnormal

  • Mengonsumsi pil KB atau obat kortikosteroid.
  • Menderita diabetes atau daya tahan tubuh lemah (misalnya akibat HIV/AIDS).
  • Sering berganti pasangan seksual atau tidak menggunakan kondom.
  • Terlalu sering membersihkan vagina dengan sabun berpewangi atau antiseptik.
  • Menopause yang menyebabkan dinding vagina menipis.

 

Jika sobat eRSIy yang mengalami keluhan keputihan tidak normal, nyeri panggul, atau gangguan organ reproduksi lainnya dapat melakukan pemeriksaan di Poli Kandungan (Spesialis Obgyn) RSI Surabaya A. Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Manfaat-puasa-untuk-tubuh-tak-hanya-sekedar-ibadah.jpeg
25/Feb/2026

Halo, sobat eRSIy
Puasa sering dipahami sebagai bentuk ibadah dan pengendalian diri. Namun tahukah sobat eRSIy, di balik menahan lapar dan haus, puasa juga menyimpan banyak manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh? Yuk, kita bahas bersama dari sisi medis dengan bahasa yang mudah dipahami.

1. Memberi Waktu Istirahat untuk Sistem Pencernaan

Saat berpuasa, organ pencernaan tidak bekerja terus-menerus seperti biasanya. Kondisi ini memberi kesempatan bagi lambung dan usus untuk “beristirahat”, sehingga proses regenerasi sel pencernaan dapat berjalan lebih optimal.

2. Membantu Mengontrol Berat Badan

Puasa yang dilakukan dengan pola makan seimbang saat sahur dan berbuka dapat membantu mengatur asupan kalori. Selain itu, tubuh akan menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, sehingga berperan dalam menjaga berat badan tetap ideal.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Puasa terbukti dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah. Jika dilakukan dengan benar, puasa juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, yang tentunya baik untuk kesehatan jantung.

4. Membantu Mengontrol Gula Darah

Saat puasa, sensitivitas insulin dalam tubuh dapat meningkat. Hal ini membantu tubuh mengatur kadar gula darah dengan lebih baik, terutama jika saat berbuka tidak berlebihan mengonsumsi makanan manis.

5. Meningkatkan Fungsi Otak dan Konsentrasi

Puasa dapat memicu peningkatan hormon dan protein yang berperan dalam kesehatan sel otak. Tak heran jika sebagian orang merasa lebih fokus dan jernih pikirannya saat berpuasa.

6. Mendukung Proses Detoksifikasi Alami Tubuh

Ketika tidak ada asupan makanan selama beberapa jam, tubuh akan lebih fokus membersihkan sel-sel rusak dan racun melalui mekanisme alami. Proses ini membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

7. Melatih Pengendalian Diri dan Kesehatan Mental

Selain manfaat fisik, puasa juga berdampak positif bagi kesehatan mental. Mengatur emosi, menahan keinginan, serta memperbanyak refleksi diri dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.

 Tips Agar Manfaat Puasa Optimal

  • Pilih makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka
  • Perbanyak konsumsi air putih
  • Dahulukan buah dan sayur saat berbuka
  • Hindari makan berlebihan dan terlalu manis
  • Tetap lakukan aktivitas fisik ringan

Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momen memperbaiki gaya hidup agar tubuh lebih sehat dan seimbang. Dengan menjalani puasa secara tepat, manfaatnya bisa dirasakan secara menyeluruh, baik fisik maupun mental.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?