MENGHINDARI NYERI PUNGGUNG BAWAH (LOW BACK PAIN) DI TEMPAT KERJA.

Nyeri punggung bawah menjadi salah satu keluhan yang paling sering dirasakan kaum urban masa kini dimana kemajuan teknologi berbanding terbalik dengan mobilitas tubuh. Tak heran dengan tuntutan jam kerja yang tinggi disertai posisi tubuh yang tidak ergonomis akan menghasilkan keluhan nyeri punggung bawah. Walaupun kasus terbanyak didapatkan pada rentang usia 50-55 tahun, namun nyeri punggung bawah dapat terjadi pada berbagai usia. Nyeri punggung dapat membuat produktivitas sehari-hari menjadi menurun, membuat rentang gerak menjadi terbatas hingga dapat menyebabkan perubahan mood pada kasus nyeri yang kronik. Nyeri punggung bawah merupakan salah satu kondisi medis paling umum, dimana 80% dari penduduk dunia diperkirakan setidaknya pernah mengalami keluhan nyeri punggung bawah semasa hidupnya.
Lalu, pencegahan apa yang sebaiknya dilakukan? Dan apakah semua nyeri punggung itu penyebabnya sama?
Apa itu nyeri punggung bawah?
Nyeri punggung bawah adalah nyeri yang terjadi di antara tulang rusuk bawah dan lipatan bokong bawah. Pada beberapa kasus, nyeri bisa terasa hingga ke bokong atau paha bahkan menjalar hingga ke kaki.
Klasifikasi berdasarkan onset
Nyeri pinggang bawah dapat diklasifikasikan sesuai onsetnya yaitu nyeri pinggang bawah akut (< 6 minggu ), subakut ( 6 minggu – 3 bulan ) dan kronis ( > 3 bulan ).
Gejala nyeri punggung belakang
– Nyeri punggung bawah terasa seperti di tusuk atau tersetrum listrik.
– Nyeri dapat dirasakan di punggung saja atau menjalar ke bagian tubuh lain, misal ke kaki.
– Nyeri timbul saat berada pada posisi tertentu.
– Nyeri punggung bawah kambuh atau semakin memberat setelah mengangkat benda berat.
– Nyeri punggung bawah dapat disertai kedutan otot (spasme)
Penyebab Nyeri punggung bawah
Selain karena postur tubuh yang tidak ergonomis dalam durasi lama, nyeri punggung bawah dapat disebabkan oleh berbagai penyebab lain yaitu :
- Proses non-mekanik : seperti nyeri karena kelainan pada ginjal
- Proses degenerative
- Angkat barang berat dengan postur/cara yang salah
- Cedera/trauma
- Postur duduk yang buruk
- Infeksi pada saraf atau tulang punggung
- Tumor/kanker pada saraf atau tulang punggung belakang
- Skoliosis mayor (derajat >80)
Faktor resiko yang dapat memperburuk nyeri punggung bawah:
- Obesitas
- Merokok
- Usia tua
- Wanita
- Aktivitas fisik yang berlebihan dalam jangka waktu yang panjang
- Sedentary work (duduk dalam jangka waktu yang lama)
- Stressful job: Anxiety, depression
Red flag atau tanda bahaya nyeri punggung bawah:
Beberapa kondisi yang perlu di waspadai ketika mendapati gejala red flag nyeri punggung bawah di bawah ini dan dianjurkan segera memeriksakan diri ke rumah sakit untuk mendapatkan diagnose dan terapi yang tepat.
- Usia di bawah 15 tahun, usia di atas 50 tahun.
- Demam
- Penurunan berat badan
- Mengalami trauma atau terjatuh
- Nyeri punggung di malam hari atau saat istrirahat
- Memiliki Riwayat: penyakit tumor atau kanker, Osteoporosis, pengguna obat-obatan terlarang intravena, konsumsi obat steroid, konsumsi obat immunosupresan.
- Gejala neurologis : sensasi kesemutan di tungkai kaki, inkontinensia urin/fecal, kelemahan tungkai

Mengingat berbagai etiologi serta beban akibat penyakit dari nyeri pinggang bawah, perlu dilakukan penegakan diagnosis yang tepat dan akurat agar pasien segera mendapatkan tatalaksana terapi yang sesuai dengan kondisinya. Tujuan dari terapi nyeri punggung bawah adalah untuk menghilangkan nyeri, menghambat progresivitas dan meningkatkan aktivitas maupun mobilitas untuk meningkatkan fungsi hidup pasien serta disabilitas yang dapat ditimbulkan oleh kondisi ini. Terapi farmakologi, fisioterapi atau rehabilitasi medik, terapi psikiatrik, terapi intervensi nyeri merupakan pilihan terapi yang relevan. Seluruh modalitas terapi harus didasari dengan rekomendasi untuk tidak melakukan bed rest, tetap aktif dan melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya.
Faktor resiko penyebab nyeri punggung bawah juga sebaiknya segera di atasi, contohnya postur tubuh yang baik saat bekerja (seperti posisi duduk yang ergonomis, jarak dan posisi kepala ke layar komputer, cara mengangkat barang yang benar) akan mengurangi resiko terjadinya nyeri punggung bawah di tempat kerja
Beberapa posisi ergonomis yang direkomendasikan untuk menghindari nyeri punggung bawah di tempat kerja







