Apakah Anda Susah Fokus? Bisa Jadi Anda Mengidap ADHD

May 7, 2024 by RSI A.YANI
artikel-2024-05-07T135318.752.png

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah kondisi perilaku tidak normal yang bisa terjadi pada anak-anak, yang ditandai dengan aktivitas yang berlebihan atau biasa disebut hiperaktif. Anak-anak dengan ADHD juga cenderung memiliki konsentrasi yang rendah. Anak-anak yang didiagnosis dengan ADHD juga sering beraktivitas secara tiba-tiba atau implusif. Anak-anak dengan ADHD sering bergerak, berbicara tanpa henti, mengetuk-ketukan jari, menggoyangkan kaki, dan mendorong tubuh anak lain tanpa alasan. Anak-anak dengan ADHD juga mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi pada hal-hal yang sedang mereka lakukan pada waktu yang tepat.

Gangguan ini minimal terjadi dalam dua keadaan, yaitu di sekolah dan di rumah. ADHD dapat ditemukan di mana pun Anda berada dalam hidup Anda, mulai dari anak-anak hingga remaja dan dewasa. Selain itu, gangguan ini dapat meningkatkan kemungkinan kegagalan sekolah, penolakan teman sebaya, konflik dalam keluarga, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, perilaku menentang, prestasi kinerja yang buruk, depresi, dan resiko bunuh diri.

 

Ciri-ciri Pengidap ADHD

  • Gagal untuk focus
    Individu mudah teralihkan oleh rangsangan yang diterima oleh alat inderanya atau oleh perasaan yang muncul pada saat itu. Akibatnya, mereka hanya dapat mempertahankan suatu aktivitas atau tugas dalam jangka waktu yang singkat, yang berdampak pada proses penerimaan informasi dari lingkungannya.
  • Gagal dalam mengendalikan diri
    Tindakan tanpa pemikiran menunjukkan gangguan ini. Perasaan mereka membuat mereka sangat cepat bertindak. Sulit untuk menentukan kegiatan mana yang harus diprioritaskan dan sulit untuk mempertimbangkan atau memikirkan terlebih dahulu perilaku apa yang akan ditunjukkan. Hal ini biasanya berdampak pada kedua orang dan lingkungan sekitar mereka.
  • Stres akibat terlalu banyak aktivitas
    Ini dapat terlihat sejak bayi, dengan banyak gerakan dan sulit ditenangkan. Perilaku hiperaktif tampaknya tidak bertujuan dibandingkan dengan orang yang aktif tapi produktif. Mereka tidak dapat membedakan gerakan yang penting dan tidak penting karena mereka tidak mampu mengontrol dan melakukan koordinasi aktivitas motoriknya. Mereka mampu melakukan gerakan-gerakan ini terus-menerus tanpa lelah.

 

Faktor Pemicu ADHD

  • Faktor keturunan
    hubungan antara ADHD dan salah satu jenis gen reseptor dopamine, yang dikenal sebagai DRD4, yang memiliki bentuk seven-repeat. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam menimbulkan gejala perilaku ADHD adalah penurunan aktivitas dopaminergik. Selain itu, ditemukan bahwa jika orang tua memiliki ADHD, anak-anaknya memiliki resiko sebesar 60% untuk mengalaminya. Demikian pula, penelitian tentang anak kembar menunjukkan bahwa jika salah satu anak kembar mengalami ADHD, 70-80% dari anak kembar lainnya juga akan mengalami kondisi tersebut.
  • Kondisi Neurobiologis
    Studi neuroimaging (visualisasi otak) menggunakan MRI menemukan bahwa anak-anak dengan ADHD memiliki korteks prefrontal kanan yang lebih kecil dibandingkan anak-anak yang tidak memiliki ADHD. Mereka juga menunjukkan ketidaknormalan struktural di berbagai bagian basal ganglia. Ketidaknormalan struktur ini hanya terlihat pada anak-anak ADHD pada pasangan kembar identik, di mana hanya salah satu anak mengalami ADHD.
  • Diet, Makanan Alergi, dan Zat Timah
    Tidak hanya gula yang menyebabkan hiperaktivitas, tetapi zat-zat yang ditambahkan ke dalam masakan dan paparan terhadap zat timah juga tidak memiliki efek yang signifikan.
  • Faktor Sebelum Kehamilan
    Tidak ada hubungan langsung antara kondisi ibu selama hamil dan perkembangan ADHD pada bayi. Namun, makanan yang dikonsumsi ibu selama hamil dan gaya hidupnya jelas akan mempengaruhi perkembangan janin, termasuk perkembangan sistem neurologis, jaringan otak, dan kondisi fisik.

 

Pengobatan ADHD

  • Penyediaan Obat
    Obat untuk anak ADHD harus diberikan; obat ini tidak dimaksudkan untuk menyembuhkan ADHD, tetapi bertujuan untuk mengurangi gejala ADHD yang muncul. Semakin banyak bukti bahwa gejala ADHD biasanya tidak menghilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia anak, sehingga pemberian obat tersebut kadang-kadang dilanjutkan hingga remaja dan dewasa.
  • Psikotes
    Psikiater atau psikolog dapat melakukan psikoterapi. Terapi biasanya termasuk pelatihan keterampilan. Beberapa contoh psikoterapi adalah sebagai berikut:

    • Perawatan perilaku
      Untuk membantu anak mengendalikan gejala ADHD mereka, terapi perilaku biasanya digunakan.
    • Instruksi keterampilan social
      Untuk meningkatkan fungsi sosial anak dengan ADHD, pelatihan keterampilan sosial mencakup instruksi, contoh perilaku, permainan peran, dan umpan balik atau penguatan untuk meningkatkan perilaku yang diharapkan.
    • Konselor
      Terapi ini biasanya dilakukan untuk anak-anak yang lebih besar. Anak-anak dengan ADHD diminta untuk berbicara tentang masalah yang mengganggu mereka, mempelajari pola perilaku negatif, dan menemukan cara untuk mengatasi gejala mereka.
    • Pskopendidikan
      Terapi ini dapat digunakan untuk menangani ADHD pada anak-anak yang sudah beranjak remaja. Terapi ini akan membahas ADHD dan dampaknya pada kesehatan dan lingkungan sehingga anak-anak lebih memahami apa yang sedang mereka alami.
    • Pelatihan pengasuh anak
      Orang tua juga harus belajar keterampilan untuk menangani ADHD. Ini akan membantu mereka memahami dan membimbing anak mereka berperilaku dengan benar.
    • Perawatan keluarga
      ADHD memengaruhi anak-anak bukan hanya orang tua, tetapi juga anggota keluarga lainnya, terutama mereka yang tinggal satu rumah. Oleh karena itu, orang tua juga harus dilatih dan diterapi untuk dapat hidup bersama anak-anak dengan ADHD.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya

logo putih-01-01-01

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2024 | Managed by Markbro