Sakit Maag Juga Bisa Menjadi Tanda Serangan Jantung

May 6, 2024 by RSI A.YANI
artikel-2024-05-06T101458.082.png

Jantung adalah bagian tubuh yang sangat penting yang bekerja sepanjang hidup seseorang. Jantung memompa darah ke seluruh tubuh, yang sangat penting untuk kelangsungan hidup.

Semua orang harus waspada terhadap sakit maag dan serangan jantung karena keduanya memiliki gejala yang mirip. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang sakit maag dan serangan jantung, serta bagaimana mengenali dan membedakan keduanya.

Sakit maag, juga dikenal sebagai dispepsia, adalah penyakit yang disebabkan oleh masalah pada lambung. Rasa tidak nyaman pada perut bagian tengah atas atau di sekitar ulu hati adalah gejala umum sakit maag. Beberapa gejala lain yang sering terjadi adalah perut kembung, mual, sensasi terbakar pada ulu hati, dan cepat kenyang. Penyakit ini biasanya tidak berbahaya, tetapi dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang yang menderitanya.

Mereka yang tidak makan tepat waktu sering mengalami sakit maag. Apakah Anda tahu bahwa sakit maag bukan hanya gejala masalah pencernaan? Penyakit ini juga bisa menjadi salah satu gejala serangan jantung, ternyata.

 

Hubungan Antara Maag Dengan Penyakit Jantung

Penyumbatan pembuluh darah koroner, yang menyuplai darah ke jantung, menyebabkan serangan jantung, atau infark miokard. Ketika pembuluh darah ini tertutup, aliran darah yang mengandung oksigen dan nutrisi ke jantung terhenti. Bisa menyebabkan kematian sel otot jantung jika situasi ini tidak ditangani.

Nyeri di dada sebelah kiri adalah gejala serangan jantung yang paling umum. Nyeri ini, yang seringkali terasa seperti ketiban benda berat, dapat menjalar ke leher, rahang, kedua lengan, atau punggung bagian atas. Biasanya, nyeri ini akan menjadi lebih buruk saat Anda beristirahat. Gejala lain seperti sesak napas, keringat dingin, badan lemas, pusing, dan bahkan pingsan juga dapat menjadi tanda serangan jantung.

 

Gejala Serangan Jantung yang Serupa dengan Sakit Maag

Serangan jantung juga dapat disebabkan oleh beberapa masalah pencernaan. Sakit maag, muntah, mual, dan nyeri ulu hati adalah beberapa gejala yang sering dikaitkan dengan serangan jantung. Gejala tambahan seperti sesak napas, keringat dingin, badan lemas, pusing, dan pingsan seringkali disertai dengan gejala-gejala ini. Wanita lebih rentan mengalami serangan jantung yang ditandai dengan sakit maag, terutama karena perubahan hormon atau gaya hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak mengabaikan gejala ini dan segera mendapatkan bantuan medis jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan.

 

Perbedaan Maag dan Serangan Jantung

Meskipun gejala sakit maag dan serangan jantung mirip, ada beberapa hal yang membedakan keduanya:

  • Rasa Nyeri
    Jika Anda mengalami sakit maag karena masalah pencernaan, Anda akan mengalami nyeri setelah makan dan menjadi lebih parah saat berbaring. Nyeri ini biasanya akan berkurang setelah Anda mengambil obat pereda maag. Anda juga mungkin merasa kenyang meskipun hanya makan sedikit. Selain itu, orang yang menderita sakit maag seringkali buang angin atau bersendawa.
    Sebaliknya, serangan jantung ditandai dengan nyeri dada yang terasa seperti ditekan. Nyeri ini dapat menjalar ke leher, rahang, kedua lengan, atau punggung bagian atas. Nyeri dada akibat serangan jantung tidak berhubungan dengan makan atau berkurang setelah mengambil obat pereda maag.
  • Gejala-gejala Penyerta
    Selain nyeri dada, gejala serangan jantung lainnya termasuk sesak napas, keringat dingin, badan terasa lemas, pusing, dan bahkan pingsan. Beberapa penderita juga mengalami mual atau muntah. Gejala-gejala ini seringkali disertai dengan gejala lain yang menunjukkan bahwa ada masalah dengan jantung. Namun, gejala sakit maag biasanya tidak disertai dengan sesak napas, keringat dingin, atau pingsan. Mereka lebih sering mengalami keluhan seperti mual, sendawa, dan perut terasa begah.
  • Saat Gejala Muncul
    Bagaimana gejala muncul adalah perbedaan lain antara sakit maag dan serangan jantung. Sakit maag biasanya menyebabkan nyeri dada beberapa saat setelah makan, atau bahkan jika tidak makan sama sekali. Serangan jantung, di sisi lain, dapat terjadi kapan saja, bahkan saat istirahat atau bahkan saat tidur.
  • Respon terhadap Penggunaan Obat
    Selain itu, respons terhadap obat dapat membantu membedakan antara sakit maag dan serangan jantung. Obat golongan nitrat yang diletakkan di bawah lidah dapat membuat nyeri dada akibat serangan jantung membaik. Jika nyeri dada tidak membaik setelah mengonsumsi obat ini, Anda harus segera periksa ke rumah sakit untuk memantau kondisi jantung Anda.
  • Identitas Penderita
    Karakteristik penderita juga dapat membedakan sakit maag dari serangan jantung. Pasien dengan diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan obesitas lebih sering mengalami serangan jantung, sementara ibu hamil, orang dengan kebiasaan makan yang tidak sehat, dan orang yang obesitas lebih sering mengalami sakit maag.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya

logo putih-01-01-01

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2024 | Managed by Markbro