Hai Sobat Ersiy, Mata bayi yang terus berair memang sering bikin orang tua cemas. Salah satu penyebab yang cukup sering terjadi adalah obstruksi ductus nasolakrimalis atau yang dikenal sebagai dakriostenosis. Meski umumnya tidak berbahaya dan bisa membaik seiring pertumbuhan si kecil, kondisi ini tetap perlu dikenali sejak dini agar tidak menimbulkan masalah lanjutan. Yuk, kenali lebih dekat penyebab mata bayi berair agar penanganannya tepat
Apa Itu Obstruksi Ductus Nasolakrimalis?
Obstruksi ductus nasolakrimalis adalah kondisi tersumbat atau menyempitnya saluran air mata (duktus nasolakrimal), sehingga air mata tidak dapat mengalir dengan normal ke rongga hidung. Akibatnya, air mata menumpuk dan keluar berlebihan dari mata.
Kondisi ini paling sering bersifat kongenital (sejak lahir) akibat sistem drainase air mata yang belum berkembang sempurna. Namun, pada beberapa kasus dapat pula terjadi karena faktor yang didapat, seperti trauma atau peradangan sistemik.
Seberapa Sering Terjadi?
Obstruksi ductus nasolakrimalis tergolong cukup sering ditemukan pada bayi. Sekitar 6–20% bayi mengalami gangguan aliran air mata pada tahun pertama kehidupan. Bahkan, sekitar 20% bayi sehat dapat menunjukkan gejala mata berair pada usia awal.
Kabar baiknya, kondisi ini memiliki angka kesembuhan spontan yang tinggi. Sekitar 70% bayi bebas gejala pada usia 3 bulan, dan lebih dari 90% sembuh sebelum usia 1 tahun tanpa tindakan operasi.
Tanda dan Gejala yang Perlu Diperhatikan
Gejala biasanya mulai muncul beberapa hari hingga minggu setelah bayi lahir dan dapat memburuk saat bayi mengalami infeksi saluran napas atas atau terpapar udara dingin. Beberapa tanda yang sering ditemukan meliputi:
- Mata berair terus-menerus meskipun bayi tidak menangis
- Air mata berlebihan hingga tampak “banjir”
- Penumpukan cairan mukoid atau mukopurulen (mirip nanah)
- Timbul kerak pada kelopak mata
- Kemerahan atau iritasi kulit di sekitar mata akibat gesekan air mata
Penyebab Terjadinya Sumbatan
Pada sebagian besar bayi, obstruksi disebabkan oleh saluran nasolakrimal yang belum terbuka sempurna. Kondisi ini biasanya akan membaik secara alami seiring pertumbuhan. Namun, bila terjadi sumbatan menetap, air mata yang tertahan dapat memicu infeksi, seperti dakriosistitis.
Penanganan dan Perawatan di Rumah
Penanganan utama obstruksi ductus nasolakrimalis tanpa komplikasi adalah pijat nasolakrimal, yang bertujuan membantu membuka sumbatan agar air mata dapat mengalir normal.
Selain itu, perawatan yang dianjurkan meliputi:
- Pijat nasolakrimal secara rutin
- Membersihkan kelopak mata dengan air hangat
- Pemberian antibiotik topikal bila terdapat tanda infeksi, sesuai anjuran dokter
Cara Melakukan Pijat Nasolakrimal
Pijat dapat dilakukan oleh orang tua di rumah dengan langkah-langkah berikut:
- Cuci tangan hingga bersih
- Posisikan bayi dengan kepala sedikit menengadah
- Temukan titik pijat di atas kantung lakrimal (sudut dalam mata)
- Gunakan jari telunjuk atau kelingking, lalu tekan perlahan ke arah bawah mengikuti sisi hidung
- Lakukan gerakan memijat dari sudut mata ke bawah sebanyak 5–10 kali per sesi
- Pijat dapat dilakukan 2–4 kali sehari secara rutin
Ingat ya, Sobat Ersiy, meski obstruksi ductus nasolakrimalis tergolong kondisi yang sering terjadi pada bayi dan umumnya bisa membaik dengan sendirinya, perawatan yang tepat dan pemantauan rutin tetap sangat penting. Dengan pemahaman yang baik, orang tua dapat membantu meminimalkan risiko komplikasi sejak dini. Jika mata si kecil terus berair atau muncul tanda infeksi, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter agar penanganannya lebih optimal
Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.
Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:
(031) 8284505
0811363670 (customer care)
Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya















