INFO UNTUK ANDA

Mata-Bayi-Tampak-Berair-Terus-Bisa-Jadi-Obstruksi-Ductus-Nasolakrimalis.jpeg
23/Jan/2026

Hai Sobat Ersiy, Mata bayi yang terus berair memang sering bikin orang tua cemas. Salah satu penyebab yang cukup sering terjadi adalah obstruksi ductus nasolakrimalis atau yang dikenal sebagai dakriostenosis. Meski umumnya tidak berbahaya dan bisa membaik seiring pertumbuhan si kecil, kondisi ini tetap perlu dikenali sejak dini agar tidak menimbulkan masalah lanjutan. Yuk, kenali lebih dekat penyebab mata bayi berair agar penanganannya tepat

 

Apa Itu Obstruksi Ductus Nasolakrimalis?

Obstruksi ductus nasolakrimalis adalah kondisi tersumbat atau menyempitnya saluran air mata (duktus nasolakrimal), sehingga air mata tidak dapat mengalir dengan normal ke rongga hidung. Akibatnya, air mata menumpuk dan keluar berlebihan dari mata.

Kondisi ini paling sering bersifat kongenital (sejak lahir) akibat sistem drainase air mata yang belum berkembang sempurna. Namun, pada beberapa kasus dapat pula terjadi karena faktor yang didapat, seperti trauma atau peradangan sistemik.

 

Seberapa Sering Terjadi?

Obstruksi ductus nasolakrimalis tergolong cukup sering ditemukan pada bayi. Sekitar 6–20% bayi mengalami gangguan aliran air mata pada tahun pertama kehidupan. Bahkan, sekitar 20% bayi sehat dapat menunjukkan gejala mata berair pada usia awal.

Kabar baiknya, kondisi ini memiliki angka kesembuhan spontan yang tinggi. Sekitar 70% bayi bebas gejala pada usia 3 bulan, dan lebih dari 90% sembuh sebelum usia 1 tahun tanpa tindakan operasi.

 

Tanda dan Gejala yang Perlu Diperhatikan

Gejala biasanya mulai muncul beberapa hari hingga minggu setelah bayi lahir dan dapat memburuk saat bayi mengalami infeksi saluran napas atas atau terpapar udara dingin. Beberapa tanda yang sering ditemukan meliputi:

  • Mata berair terus-menerus meskipun bayi tidak menangis
  • Air mata berlebihan hingga tampak “banjir”
  • Penumpukan cairan mukoid atau mukopurulen (mirip nanah)
  • Timbul kerak pada kelopak mata
  • Kemerahan atau iritasi kulit di sekitar mata akibat gesekan air mata

 

Penyebab Terjadinya Sumbatan

Pada sebagian besar bayi, obstruksi disebabkan oleh saluran nasolakrimal yang belum terbuka sempurna. Kondisi ini biasanya akan membaik secara alami seiring pertumbuhan. Namun, bila terjadi sumbatan menetap, air mata yang tertahan dapat memicu infeksi, seperti dakriosistitis.

Penanganan dan Perawatan di Rumah

Penanganan utama obstruksi ductus nasolakrimalis tanpa komplikasi adalah pijat nasolakrimal, yang bertujuan membantu membuka sumbatan agar air mata dapat mengalir normal.

Selain itu, perawatan yang dianjurkan meliputi:

  • Pijat nasolakrimal secara rutin
  • Membersihkan kelopak mata dengan air hangat
  • Pemberian antibiotik topikal bila terdapat tanda infeksi, sesuai anjuran dokter

 

Cara Melakukan Pijat Nasolakrimal

Pijat dapat dilakukan oleh orang tua di rumah dengan langkah-langkah berikut:

  1. Cuci tangan hingga bersih
  2. Posisikan bayi dengan kepala sedikit menengadah
  3. Temukan titik pijat di atas kantung lakrimal (sudut dalam mata)
  4. Gunakan jari telunjuk atau kelingking, lalu tekan perlahan ke arah bawah mengikuti sisi hidung
  5. Lakukan gerakan memijat dari sudut mata ke bawah sebanyak 5–10 kali per sesi
  6. Pijat dapat dilakukan 2–4 kali sehari secara rutin

 

Ingat ya, Sobat Ersiy, meski obstruksi ductus nasolakrimalis tergolong kondisi yang sering terjadi pada bayi dan umumnya bisa membaik dengan sendirinya, perawatan yang tepat dan pemantauan rutin tetap sangat penting. Dengan pemahaman yang baik, orang tua dapat membantu meminimalkan risiko komplikasi sejak dini. Jika mata si kecil terus berair atau muncul tanda infeksi, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter agar penanganannya lebih optimal

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Perdarahan-Subkonjungtiva-Kondisi-Mata-Merah-yang-Umumnya-Tidak-Berbahaya.jpeg
22/Jan/2026

Perdarahan subkonjungtiva merupakan kondisi mata yang ditandai dengan munculnya bercak merah terang pada bagian putih mata (sklera). Kondisi ini terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil yang berada di bawah lapisan konjungtiva. Meski tampak mencolok dan sering menimbulkan kekhawatiran, perdarahan subkonjungtiva pada umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya.

 

Penyebab Perdarahan Subkonjungtiva

Beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya perdarahan subkonjungtiva antara lain:

  • Batuk, bersin, atau muntah yang kuat
  • Mengejan berlebihan
  • Cedera ringan pada mata
  • Mengucek mata terlalu keras
  • Tekanan darah tinggi
  • Penggunaan obat pengencer darah
  • Gangguan pembekuan darah
  • Operasi mata atau trauma sebelumnya

Pada sebagian kasus, perdarahan subkonjungtiva dapat terjadi tanpa penyebab yang jelas.

 

Gejala yang Umum Dirasakan

Gejala utama perdarahan subkonjungtiva adalah:

  • Bercak merah terang pada bagian putih mata
  • Tidak disertai nyeri
  • Tidak mengganggu penglihatan
  • Tidak terasa gatal atau perih yang berat

Warna merah dapat berubah menjadi kecokelatan atau kekuningan seiring proses penyembuhan, mirip seperti memar pada kulit.

 

Penanganan dan Perawatan

Sebagian besar kasus perdarahan subkonjungtiva tidak memerlukan pengobatan khusus. Darah akan diserap kembali oleh tubuh secara bertahap dalam waktu sekitar 1–2 minggu.

Langkah perawatan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Menghindari mengucek mata
  • Menggunakan obat tetes mata pelumas bila mata terasa tidak nyaman
  • Mengontrol tekanan darah secara rutin
  • Menghindari aktivitas yang dapat meningkatkan tekanan secara tiba-tiba

 

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun umumnya tidak berbahaya, pemeriksaan medis dianjurkan apabila:

  • Perdarahan sering berulang
  • Disertai nyeri hebat atau gangguan penglihatan
  • Terjadi setelah cedera berat pada mata
  • Disertai memar di bagian tubuh lain tanpa sebab yang jelas
  • Pasien memiliki riwayat gangguan pembekuan darah atau mengonsumsi obat pengencer darah

 

Perdarahan subkonjungtiva merupakan kondisi mata yang sering terlihat mengkhawatirkan namun umumnya tidak berbahaya. Dengan pemahaman yang tepat dan perawatan sederhana, kondisi ini dapat sembuh secara alami. Namun, pemeriksaan ke dokter mata tetap disarankan untuk memastikan tidak terdapat gangguan kesehatan lain yang mendasari.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


cacar-air.jpg
14/Jan/2026

Cacar air atau varicella adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, namun juga bisa terjadi pada orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau belum mendapat vaksin cacar air. Meski sering tergolong ringan, cacar air tetap perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan komplikasi bila tidak ditangani dengan baik

 

Gejala Cacar Air

Gejala awal biasanya berupa demam, badan terasa lemas, dan nafsu makan menurun. Setelah itu muncul ruam yang berkembang bertahap, mulai dari bintik merah, lenting berisi cairan, hingga akhirnya mengering menjadi keropeng. Ruam umumnya menyebar dari badan ke wajah dan anggota tubuh lain

 

Cara Penularan

Cacar air sangat mudah menular melalui percikan batuk atau bersin, kontak langsung dengan cairan lenting, serta benda yang terkontaminasi. Penularan dapat terjadi sejak dua hari sebelum ruam muncul hingga semua bintik mengering

 

Perawatan dan Pencegahan

Perawatan cacar air bertujuan meredakan gejala, seperti istirahat cukup, menjaga kebersihan tubuh, dan menghindari menggaruk bintik cacar. Pencegahan terbaik adalah vaksinasi varicella, disertai perilaku hidup bersih dan menghindari kontak dengan penderita

 

Cacar air merupakan penyakit menular yang umumnya sembuh sendiri, namun tetap perlu perhatian agar tidak menimbulkan komplikasi dan penularan lebih luas. Mengenali gejala sejak dini dan melakukan pencegahan yang tepat menjadi langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


presbiakusis.jpeg
06/Jan/2026

 

Presbiakusis adalah gangguan pendengaran yang terjadi secara bertahap akibat proses penuaan. Kondisi ini umum dialami oleh lansia dan ditandai dengan menurunnya kemampuan mendengar, terutama terhadap suara bernada tinggi. Meski sering dianggap sebagai bagian alami dari bertambahnya usia, presbiakusis tetap perlu dikenali dan ditangani agar tidak menurunkan kualitas hidup penderitanya

 

Apa Itu Presbiakusis?

Presbiakusis merupakan jenis gangguan pendengaran sensorineural yang disebabkan oleh kerusakan sel-sel rambut halus di telinga bagian dalam atau jalur saraf pendengaran. Kerusakan ini bersifat progresif dan umumnya terjadi pada kedua telinga secara bersamaan. Seiring waktu, kemampuan telinga untuk menangkap dan menerjemahkan suara menjadi sinyal ke otak akan semakin berkurang

 

Penyebab Presbiakusis

Beberapa faktor berperan dalam terjadinya presbiakusis, antara lain:

  • Proses penuaan alami, yang menyebabkan penurunan fungsi sel-sel pendengaran.
  • Paparan suara bising jangka panjang, seperti lingkungan kerja yang bising.
  • Faktor genetik, di mana riwayat gangguan pendengaran dalam keluarga meningkatkan risiko.
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes atau gangguan pembuluh darah.
  • Efek samping obat-obatan ototoksik yang dapat merusak saraf pendengaran

 

Gejala yang Sering Dirasakan

Presbiakusis berkembang secara perlahan, sehingga sering tidak disadari pada tahap awal. Gejala yang umum meliputi:

  • Sulit mendengar percakapan, terutama di tempat ramai
  • Kesulitan memahami ucapan meski suara terdengar cukup keras
  • Lebih sering meminta lawan bicara mengulang perkataan
  • Telinga terasa berdenging (tinnitus)
  • Cenderung menaikkan volume televisi atau radio

 

Dampak Presbiakusis terhadap Kualitas Hidup

Gangguan pendengaran yang tidak ditangani dapat berdampak luas, mulai dari kesulitan berkomunikasi, penurunan interaksi sosial, hingga meningkatkan risiko depresi dan penurunan fungsi kognitif pada lansia. Oleh karena itu, presbiakusis tidak sebaiknya dianggap sepele

 

Cara Diagnosis Presbiakusis

Diagnosis presbiakusis dilakukan melalui pemeriksaan pendengaran oleh tenaga medis, seperti tes audiometri. Pemeriksaan ini bertujuan menilai tingkat dan jenis gangguan pendengaran serta membantu menentukan penanganan yang tepat

 

Penanganan dan Pencegahan

Hingga saat ini, kerusakan pendengaran akibat presbiakusis tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. Namun, beberapa langkah dapat membantu memperbaiki fungsi komunikasi, antara lain:

  • Penggunaan alat bantu dengar
  • Latihan komunikasi dan rehabilitasi pendengaran
  • Menghindari paparan suara bising berlebihan
  • Menjaga kesehatan secara umum, termasuk mengontrol penyakit kronis

 

Pemeriksaan ke dokter dianjurkan jika gangguan pendengaran mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, komunikasi, atau menyebabkan ketidaknyamanan seperti telinga berdenging terus-menerus. Deteksi dan penanganan dini dapat membantu mencegah dampak yang lebih serius.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


toxic-neurophaty.jpg
29/Dec/2025

Toxic neuropathy atau neuropati toksik adalah kondisi gangguan saraf tepi yang terjadi akibat paparan zat beracun tertentu. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan saraf dalam menghantarkan sinyal ke otot maupun organ sensorik, sehingga menimbulkan berbagai keluhan seperti kesemutan, nyeri, hingga kelemahan otot.

Neuropati toksik umumnya berkembang secara bertahap, terutama bila seseorang terpapar zat berbahaya dalam jangka waktu lama, baik melalui lingkungan kerja, obat-obatan, maupun konsumsi zat tertentu.

 

Apa Itu Toxic Neuropathy?

Toxic neuropathy merupakan kerusakan saraf yang disebabkan oleh paparan bahan kimia atau toksin yang bersifat neurotoksik. Zat-zat ini dapat merusak struktur atau fungsi sel saraf, terutama saraf tepi (peripheral nerve), yang berperan dalam sensasi dan gerakan tubuh.

Berdasarkan mekanismenya, toksin dapat:

  • Mengganggu metabolisme sel saraf
  • Merusak mielin (selubung pelindung saraf)
  • Menyebabkan degenerasi akson saraf

 

Penyebab Toxic Neuropathy

Beberapa penyebab umum neuropati toksik meliputi:

  1. Paparan logam berat
    Seperti timbal, merkuri, arsenik, dan talium yang sering ditemukan di lingkungan industri atau akibat kontaminasi lingkungan.
  2. Zat kimia industri
    Termasuk pelarut organik (misalnya n-heksana), pestisida, dan bahan kimia tertentu yang dapat merusak saraf bila terhirup atau terserap kulit.
  3. Obat-obatan tertentu
    Beberapa obat kemoterapi, antibiotik, dan obat antikejang dapat menimbulkan efek samping neuropati bila digunakan jangka panjang atau dosis tinggi.
  4. Alkohol
    Konsumsi alkohol kronis dapat menyebabkan kerusakan saraf secara langsung serta memperburuk kekurangan nutrisi penting bagi saraf.

 

Gejala yang Dapat Muncul

Gejala toxic neuropathy bervariasi tergantung jenis toksin, lama paparan, dan saraf yang terdampak. Keluhan yang sering dialami antara lain:

  • Kesemutan atau rasa baal di tangan dan kaki
  • Nyeri seperti terbakar atau tertusuk
  • Kelemahan otot
  • Gangguan koordinasi dan keseimbangan
  • Penurunan refleks
  • Sensitivitas berkurang terhadap suhu atau nyeri

Pada kondisi berat, gangguan dapat berkembang menjadi kesulitan berjalan atau aktivitas sehari-hari terganggu secara signifikan.

 

Bagaimana Toxic Neuropathy Didiagnosis?

Diagnosis dilakukan melalui kombinasi:

  • Riwayat paparan toksin, termasuk pekerjaan dan penggunaan obat
  • Pemeriksaan fisik dan neurologis
  • Pemeriksaan penunjang, seperti elektromiografi (EMG), nerve conduction study (NCS), serta tes laboratorium untuk mendeteksi zat beracun dalam tubuh

Pemeriksaan menyeluruh penting untuk membedakan neuropati toksik dengan jenis neuropati lain.

 

Penanganan dan Pengobatan

Penanganan toxic neuropathy berfokus pada:

  1. Menghentikan paparan toksin
    Langkah paling penting untuk mencegah kerusakan saraf lebih lanjut.
  2. Terapi simptomatik
    Pemberian obat untuk mengurangi nyeri saraf, seperti analgesik atau obat neuropatik.
  3. Rehabilitasi dan fisioterapi
    Membantu mempertahankan kekuatan otot dan fungsi gerak.
  4. Perbaikan status nutrisi
    Terutama vitamin B kompleks yang berperan penting dalam kesehatan saraf.

Pemulihan dapat berlangsung lambat dan bergantung pada tingkat kerusakan saraf serta kecepatan penghentian paparan toksin.

 

Pencegahan Toxic Neuropathy

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menggunakan alat pelindung diri di lingkungan kerja berisiko
  • Menghindari paparan zat kimia berbahaya tanpa pengamanan
  • Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, terutama bagi pekerja industri

 

Toxic neuropathy adalah gangguan saraf serius yang disebabkan oleh paparan zat beracun, baik dari lingkungan, obat-obatan, maupun kebiasaan tertentu. Deteksi dini dan penghentian paparan toksin menjadi kunci utama dalam mencegah kerusakan saraf yang lebih berat. Dengan penanganan yang tepat dan gaya hidup sehat, gejala dapat dikendalikan dan kualitas hidup tetap terjaga.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Ulkus-Kornea-Luka-pada-Mata-yang-Bisa-Berujung-Kebutaan.jpeg
24/Dec/2025

Ulkus kornea merupakan salah satu penyakit mata serius yang perlu diwaspadai. Kondisi ini ditandai dengan luka terbuka pada kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata yang berperan penting dalam proses penglihatan. Ulkus kornea dapat disebabkan oleh infeksi maupun cedera, dan jika tidak ditangani dengan tepat, berisiko menimbulkan gangguan penglihatan permanen.

 

Apa Itu Ulkus Kornea?

Ulkus kornea adalah kerusakan atau luka pada selaput bening mata (kornea) yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, parasit, atau akibat trauma pada mata. Luka ini membuat kornea tidak lagi jernih sehingga cahaya tidak dapat masuk dengan baik ke dalam mata.

 

Penyebab Ulkus Kornea

Berdasarkan infografik, beberapa penyebab utama ulkus kornea meliputi:

  • Cedera atau trauma pada mata
  • Paparan bahan kimia
  • Infeksi bakteri, virus, atau jamur
  • Penggunaan lensa kontak yang tidak higienis

Cedera mata akibat kemasukan benda asing, tusukan lidi, sedotan, atau goresan tanaman juga dapat menjadi pintu masuk kuman penyebab infeksi.

 

Siapa yang Berisiko Mengalami Ulkus Kornea?

Tidak semua orang memiliki risiko yang sama. Kelompok yang lebih rentan mengalami ulkus kornea antara lain:

  • Pengguna lensa kontak
  • Orang yang sering berenang atau mencuci lensa kontak dengan air tidak steril
  • Penderita gangguan saraf yang membuat kelopak mata tidak bisa menutup sempurna
  • Orang dengan riwayat infeksi mata sebelumnya
  • Penderita penyakit mata tertentu seperti grave oftalmopati

 

Tanda dan Gejala Ulkus Kornea

Gejala ulkus kornea biasanya muncul cukup jelas dan tidak boleh diabaikan, antara lain:

  • Mata terasa nyeri
  • Mata merah dan berair
  • Pandangan kabur atau mengganjal
  • Sensitif terhadap cahaya (silau)
  • Kelopak mata membengkak
  • Muncul bercak putih pada kornea

Jika mengalami keluhan tersebut, segera periksakan diri ke dokter mata.

 

Jenis-Jenis Ulkus Kornea

Ulkus kornea dapat dibedakan berdasarkan penyebabnya, di antaranya:

  • Ulkus kornea bakterialis
  • Ulkus kornea virus
  • Ulkus kornea jamur
  • Ulkus kornea Acanthamoeba
  • Ulkus kornea Mooren
  • Ulkus kornea marginalis

Setiap jenis memerlukan penanganan yang berbeda sesuai penyebabnya.

 

Bahaya Ulkus Kornea Jika Tidak Diobati

Ulkus kornea yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti:

  • Infeksi yang semakin menyebar
  • Kornea berlubang
  • Membutuhkan operasi transplantasi kornea
  • Risiko kebutaan permanen

Oleh karena itu, ulkus kornea tidak boleh dianggap sebagai iritasi mata biasa.

 

Peran Lensa Kontak dalam Ulkus Kornea

Lensa kontak merupakan alat bantu penglihatan yang diletakkan langsung di permukaan kornea. Namun, penggunaan dan perawatan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko ulkus kornea.

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Tidak mencuci tangan sebelum memakai lensa kontak
  • Membersihkan atau menyimpan lensa dengan cairan yang tidak sesuai
  • Mengganti lensa tidak sesuai jadwal
  • Tidur menggunakan lensa kontak
  • Perawatan dan kebersihan lensa yang kurang baik

 

Cara Merawat Lensa Kontak dengan Benar

Untuk mengurangi risiko infeksi mata, pengguna lensa kontak disarankan untuk:

  • Selalu mencuci tangan sebelum menyentuh lensa
  • Menggunakan cairan pembersih khusus lensa kontak
  • Membersihkan dan menyimpan lensa dengan benar
  • Rutin mengganti tempat penyimpanan lensa
  • Menghindari penggunaan lensa terlalu lama
  • Melakukan pemeriksaan mata secara berkala

 

Ulkus kornea adalah penyakit mata serius yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan jika tidak ditangani dengan cepat. Menjaga kebersihan mata, menggunakan lensa kontak dengan benar, serta segera memeriksakan mata saat muncul keluhan merupakan langkah penting untuk mencegah kondisi ini. Edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan mata.

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


waspada-ISK.jpg
18/Dec/2025

Infeksi Saluran Kemih (ISK)
 Ini adalah infeksi yang terjadi pada bagian saluran kemih, yaitu :

  • Uretra (saluran tempat keluarnya urine)
  • Kandung kemih
  • Ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih)
  • Bahkan bisa sampai ke ginjal

Penyebab paling sering adalah bakteri, terutama E. coli dari usus, yang masuk ke saluran kencing.

Gejala ISK diantaranya :

  • Nyeri atau panas saat buang air kecil
  • Sering merasa ingin kencing, tapi urine keluar sedikit
  • Urine keruh atau berbau tidak sedap
  • Kadang disertai demam (bila infeksi sudah sampai ginjal)

Yuk kenali beberapa faktor penyebabnya agar sobat eRSIy dapat lebih waspada!

1. Bakteri dari Area Sekitar

Sebagian besar ISK disebabkan oleh bakteri E. coli yang biasanya hidup di usus. Bakteri ini bisa berpindah ke saluran kencing, terutama bila kebersihan area genital tidak dijaga dengan baik.

2. Wanita Lebih Rentan

Kenapa wanita lebih sering kena ISK? Karena saluran kencing wanita lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih. Selain itu, setelah menopause, kadar hormon estrogen menurun dan membuat perlindungan alami tubuh berkurang.

3. Menahan Kencing

Sering menunda ke toilet? Hati-hati, hal ini memberi waktu bagi bakteri untuk berkembang biak di kandung kemih.

4. Kurang Minum Air Putih

Kalau jarang minum, urine jadi sedikit dan jarang keluar. Akibatnya, bakteri tidak terbilas dan lebih mudah menempel di saluran kencing. Minumlah cukup air putih, minimal 2 liter per hari.

5. Faktor Medis

Beberapa kondisi bisa meningkatkan risiko ISK, misalnya:

  • Pemakaian kateter urine (selang kencing).
  • Penyakit seperti diabetes atau batu ginjal.
  • Pada pria, pembesaran prostat bisa membuat urine tidak keluar tuntas.

6. Usia dan Daya Tahan Tubuh

  • Anak-anak bisa terkena ISK bila kebersihan kurang terjaga.
  • Lansia lebih berisiko karena daya tahan tubuh melemah.

Kesimpulan

ISK bisa dicegah dengan cara sederhana: cukup minum air putih, tidak menahan kencing, jaga kebersihan area genital, serta kontrol penyakit yang sudah ada seperti diabetes atau batu ginjal. Jika Sobat eRSIy mengalami gejala seperti nyeri dan sering kencing namun sedikit-sedikit jangan ragu untuk memeriksakan diri ke Poli Urologi RSI Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


anak-picky-eater.jpeg
11/Dec/2025

Halo Sobat Ersiy,Si kecil suka pilih-pilih makanan? Tenang, ini fase normal kok! Tapi, jangan sampai dibiarkan ya, karena bisa memengaruhi tumbuh kembangnya. Yuk, kita bahas cara tepat menghadapi anak picky eater.!

Picky eater atau kecenderungan memilih milih makanan pada anak-anak. Kondisi ketika anak mencoba jenis makanan baru dikenal atau jenis makanan yang sudah dikenal tetapi menolak konsumsi dalam jumlah yang cukup.

 

Normal ga sih?

Kebiasaan pilih pilih makanan ini normal dan sering terjadi pada usia 1-3 tahun, pada awal tahap pengenalan makanan atau proses transisi dari ASI dan MPASI. Walaupun normal tetapi hal ini akan membuat orang tua takut mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anaknya terganggu karena kekurangan zat gizi tertentu; takut stunting, takut tidak pintar dan tidak bisa tinggi. anak enggan untuk makan buah dan sayur, sukanya makanan instan atau jajanan kemasan yang banyak pengawet, penyedap dan pewarna.

 

Apa sih picky eater itu sebenarnya ?

Picky eater sebenarnya adalah fase normal pada tahap awal perkembangan anak, tetapi kebiasaan memilih milih makanan jika dibiarkan terus menerus akan menjadi penolakan makanan atau enggan makan makanan tertentu (selective eater) ketika remaja dan dewasa.

 

sikap orang tua yang bagaimana sih yang salah dalam menghadapi anak picky eater?

Sebagai orang tua ketika menghadapi anak yang memilih milih makanan, tidak boleh dengan amarah, memasukkan makanan dengan paksa ke mulut anak, hal ini akan membuat anak trauma.

 

Apa Solusinya ?

Carilah faktor penyebab mengapa anak demikian, apa karena rasa, tekstur, pengaruh lingkungan, kepribadian anak dan paparan makanan lainnya.

 

Bagaimana Peran Orang tua menghadapi anak picky eater yang benar?

  1. Menyajikan makanan dalam porsi kecil agar tidak terlalu banyak atau enek, lebih baik nambah lagi jika kurang daripada membuang sisanya
  2. Berikan contoh teladan ke anak, anak biasanya melihat kebiasaan orang tua. Ketika seorang anak melihat orang tuanya tidak suka sayur dan buah maka ada kecenderungan anak untuk mencontoh kebiasaan orang tuanya
  3. Memberikan akses yang mudah ke anak untuk mengambil makanan, misalkan menaruh makanan di meja yang tidak tinggi dan terlihat
  4. Memberikan contoh makan yang menyenangkan, misalkan ketika makan dengan ekspresi senang (lahap) dan merasa menikmati makanan lezat. Bisa juga dengan memberikan contoh saudara atau  kakak yang sedang makan makanan yang sama
  5. Mengenalkan makanan baru harus sabar dan berkali-kali, jika terjadi penolakan harus terus dicoba
  6. Konsultasi ke dokter anak atau ahli gizi

Penutup

Itu dia, Sobat eRSIy, kunci menghadapi anak picky eater adalah sabar, jangan memaksa, dan beri contoh yang baik. Jika mengalami keluhan atau ingin berkonsultasi, jangan ragu untuk datang ke Poli Anak Rumah Sakit Islam Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Tanda-Bahaya-kehamilan.jpeg
08/Dec/2025

Kehamilan adalah anugerah yang ditunggu oleh setiap pasangan suami istri, yang tentunya membawa harapan dan kebahagiaan. Namun, tidak semua kehamilan berjalan lancar. Beberapa kondisi tertentu bisa menjadi tanda bahaya yang perlu dikenali sejak dini.

Apa yang Dimaksud dengan Tanda Bahaya Kehamilan?

Tanda bahaya kehamilan adalah gejala atau kondisi yang menunjukkan adanya gangguan pada kehamilan yang bisa berisiko tinggi bagi keselamatan ibu dan bayi dalam kandungan.

Jenis Tanda Bahaya Kehamilan

1. Perdarahan dari Jalan Lahir

Perdarahan selama kehamilan, terutama dalam jumlah banyak atau disertai nyeri, bisa menjadi pertanda keguguran, plasenta previa (plasenta menutupi sebagian/seluruh jalan lahir), atau solusio plasenta (plasenta terlepas sebelum bayi lahir).

2. Nyeri Perut Hebat atau Kram Terus-Menerus

Nyeri hebat yang menetap di perut bagian bawah, jika disertai dengan perdarahan, risikonya menjadi lebih tinggi.

3. Gerakan Janin Berkurang atau Tidak Terasa

Janin mulai aktif bergerak di usia kehamilan 18–24 minggu. Jika ibu merasakan penurunan atau tidak ada gerakan janin sama sekali selama lebih dari 12 jam setelah usia kehamilan 24 minggu, segera periksakan diri.

4. Sakit Kepala Berat, Pandangan Kabur, dan Bengkak Parah

Gejala tersebut bisa menunjukkan preeklamsia, yaitu kondisi tekanan darah tinggi yang berbahaya pada kehamilan. Jika tidak ditangani, dapat berkembang menjadi eklamsia yang mengancam jiwa.

5. Demam Tinggi

Demam yang tidak kunjung reda bisa menandakan adanya infeksi yang berbahaya bagi ibu dan janin, termasuk infeksi saluran kemih atau infeksi sistemik lainnya.

6. Keluar Cairan dari Vagina Sebelum Waktunya

Jika cairan ketuban keluar sebelum waktu persalinan, ini bisa menjadi tanda ketuban pecah dini yang meningkatkan risiko infeksi dan kelahiran prematur.

7. Kejang atau Keadaan Tidak Sadar

Kejang selama kehamilan merupakan tanda bahaya serius, terutama jika berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menjadi pertanda eklamsia dan memerlukan penanganan segera.

8. Mual dan Muntah Berlebihan

Meski mual dan muntah umum terjadi di awal kehamilan, jika terjadi secara berlebihan hingga ibu tidak bisa makan atau minum sama sekali (hiperemesis gravidarum), maka perlu penanganan medis agar tidak terjadi dehidrasi dan gangguan elektrolit.

 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Tanda Bahaya?

Jika ibu mengalami satu atau lebih dari tanda di atas:

  • Jangan menunggu : segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.
  • Catat gejala dan waktunya : hal ini membantu tenaga medis memahami kondisi lebih cepat.
  • Bawa buku KIA atau catatan kehamilan : untuk memudahkan penanganan.

Setiap ibu hamil dan keluarga perlu memahami gejala-gejala yang mengindikasikan tanda bahaya kehamilan. Jangan ragu untuk periksakan kehamilan bunda secara rutin di Poli Kandungan Rumah Sakit Islam Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Yuk-Intip-Rahasia-Membangun-Otot-dengan-Sumber-Protein-Sehat.jpeg
02/Dec/2025

Protein merupakan komponen esensial dalam proses pembentukan dan pemeliharaan massa otot. Ketika tubuh mengalami aktivitas fisik seperti olahraga, terutama latihan kekuatan, kebutuhan protein meningkat untuk membantu pemulihan jaringan otot dan mendukung pertumbuhan otot baru. Namun, tidak semua sumber protein memberikan manfaat yang sama. Pemilihan sumber protein yang sehat dan berkualitas tinggi sangat penting untuk hasil yang optimal.

Mengapa Protein Penting untuk Otot?

Protein terdiri dari asam amino, yang merupakan komponen penyusun otot. Konsumsi protein setelah aktivitas fisik dapat meningkatkan sintesis protein otot dan mencegah pemecahan otot. Asupan protein yang cukup setiap hari, disertai latihan yang konsisten, berkontribusi pada peningkatan massa dan kekuatan otot.

Kriteria Sumber Protein Sehat

Sumber protein yang baik untuk membangun otot harus mengandung:

  • Asam amino esensial lengkap, terutama leusin yang sangat berperan dalam stimulasi pertumbuhan otot.
  • Nilai biologis tinggi, artinya protein tersebut mudah dicerna dan diserap oleh tubuh.
  • Rendah lemak jenuh dan kolesterol, untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Sumber Protein Sehat yang Direkomendasikan

1. Telur

Telur merupakan salah satu sumber protein dengan nilai biologis tertinggi. Satu butir telur menyediakan sekitar 6–7 gram protein lengkap. Selain itu, telur juga mengandung vitamin B12 dan kolin yang mendukung metabolisme energi. Studi dalam American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa konsumsi telur utuh pasca-latihan meningkatkan sintesis protein lebih baik dibanding putih telur saja.

2. Daging Tanpa Lemak

Daging sapi, ayam, dan kalkun tanpa lemak mengandung protein tinggi dengan kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibanding daging olahan. Protein hewani dari daging tanpa lemak sangat efektif untuk mendukung hipertrofi otot jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.

3. Ikan Berlemak

Ikan seperti salmon dan tuna menyediakan protein berkualitas tinggi serta asam lemak omega-3 yang memiliki efek antiinflamasi. Omega-3 dapat meningkatkan sensitivitas otot terhadap protein dan membantu pemulihan setelah latihan intensif (Journal of the International Society of Sports Nutrition, 2018).

4. Produk Susu Rendah Lemak

Susu, yogurt, dan keju rendah lemak merupakan sumber protein kasein dan whey. Protein whey dikenal cepat diserap dan efektif dalam merangsang sintesis otot, sedangkan kasein menyediakan pelepasan asam amino yang lambat dan stabil. Penelitian dari Nutrition & Metabolism menunjukkan bahwa kombinasi whey dan latihan resistensi mempercepat peningkatan massa otot.

5. Kacang-Kacangan dan Biji-Bijian

Meskipun protein nabati umumnya tidak lengkap, mengombinasikan beberapa jenis kacang-kacangan dan biji-bijian (misalnya kacang merah dengan nasi atau quinoa) dapat menyediakan spektrum asam amino esensial. Selain itu, mereka mengandung serat dan lemak sehat yang baik untuk kesehatan jantung.

6. Tahu dan Tempe

Sebagai sumber protein nabati dari kedelai, tahu dan tempe mengandung protein lengkap dan merupakan pilihan utama bagi vegetarian. Tempe juga mengandung probiotik hasil fermentasi yang dapat mendukung kesehatan pencernaan.

Tips Konsumsi Protein untuk Membangun Otot

  • Distribusi seimbang: Bagi asupan protein secara merata sepanjang hari (sekitar 20–30 gram per makan).
  • Konsumsi pasca-latihan: Waktu terbaik mengonsumsi protein adalah dalam 30–60 menit setelah latihan.
  • memberikan efek optimal terhadap Gabungkan dengan latihan beban: Asupan protein tanpa aktivitas fisik tidak akan massa otot.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?