Benarkah Buka Puasa Harus Makan yang Manis-Manis Dulu?

Halo, sobat eRSIy ????
Saat adzan Magrib berkumandang, banyak dari kita langsung mencari kolak, es buah, atau minuman manis untuk berbuka puasa. Bahkan, muncul anggapan bahwa buka puasa “harus” diawali dengan yang manis. Tapi, benarkah itu yang paling baik untuk kesehatan?
Yuk, kita bahas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Apa yang Terjadi pada Tubuh Setelah Puasa?
Selama berpuasa sekitar 12–14 jam, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman. Akibatnya, kadar gula darah menurun dan tubuh menggunakan cadangan energi untuk tetap beraktivitas. Inilah sebabnya mengapa menjelang berbuka kita sering merasa lemas, pusing, atau kurang fokus.
Saat berbuka, tubuh memang membutuhkan energi kembali. Namun, cara mengembalikan energi ini juga perlu diperhatikan, agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.
Apakah Harus Selalu yang Manis?
- Dalam jangka panjang, berisiko mengganggu kesehatan metabolik
Artinya, manis boleh, tapi tidak harus berlebihan dan tidak selalu jadi pilihan pertama.
Pilihan Lebih Sehat Saat Berbuka Puasa
Agar tubuh beradaptasi lebih baik setelah puasa, sobat eRSIy disarankan untuk tidak langsung “menghantam” lambung dengan gula tinggi. Berikut urutan berbuka yang lebih ramah untuk tubuh:
- Awali dengan air putih
Air membantu mengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa dan mempersiapkan sistem pencernaan. - Konsumsi buah atau sayur terlebih dahulu
Buah dan sayur mengandung serat alami yang membantu:
- Menahan lonjakan gula darah
- Membuat kenyang lebih stabil
- Menyiapkan pencernaan sebelum makan utama
Pilihan buah yang baik misalnya pepaya, apel, pir, atau potongan buah segar tanpa tambahan gula.
- Lanjutkan dengan makanan utama bergizi seimbang
Pastikan ada karbohidrat, protein, sayur, dan lemak sehat dalam porsi yang wajar. - Makanan manis boleh, tapi secukupnya
Kolak, takjil, atau minuman manis tetap boleh dinikmati, asal tidak berlebihan dan sebaiknya dikonsumsi setelah perut terisi makanan yang lebih seimbang.
Kesimpulan
Sobat eRSIy, berbuka puasa tidak harus selalu dimulai dengan yang manis-manis. Yang terpenting adalah cara dan urutannya.
Memulai buka puasa dengan air putih, buah, dan sayur justru membantu tubuh beradaptasi lebih baik dan mencegah kenaikan gula darah secara drastis.
Ingat, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga momen untuk lebih peduli pada kesehatan tubuh. Jika sobat eRSIy ingin berkonsultasi terkait gizi seimbang selama berpuasa jangan ragu untuk datang ke Klinik Gizi RSI Surabaya A Yani.
Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.
Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:
(031) 8284505
0811363670 (customer care)
Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya





