INFO UNTUK ANDA

cacar-air.jpg
14/Jan/2026

Cacar air atau varicella adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, namun juga bisa terjadi pada orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau belum mendapat vaksin cacar air. Meski sering tergolong ringan, cacar air tetap perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan komplikasi bila tidak ditangani dengan baik

 

Gejala Cacar Air

Gejala awal biasanya berupa demam, badan terasa lemas, dan nafsu makan menurun. Setelah itu muncul ruam yang berkembang bertahap, mulai dari bintik merah, lenting berisi cairan, hingga akhirnya mengering menjadi keropeng. Ruam umumnya menyebar dari badan ke wajah dan anggota tubuh lain

 

Cara Penularan

Cacar air sangat mudah menular melalui percikan batuk atau bersin, kontak langsung dengan cairan lenting, serta benda yang terkontaminasi. Penularan dapat terjadi sejak dua hari sebelum ruam muncul hingga semua bintik mengering

 

Perawatan dan Pencegahan

Perawatan cacar air bertujuan meredakan gejala, seperti istirahat cukup, menjaga kebersihan tubuh, dan menghindari menggaruk bintik cacar. Pencegahan terbaik adalah vaksinasi varicella, disertai perilaku hidup bersih dan menghindari kontak dengan penderita

 

Cacar air merupakan penyakit menular yang umumnya sembuh sendiri, namun tetap perlu perhatian agar tidak menimbulkan komplikasi dan penularan lebih luas. Mengenali gejala sejak dini dan melakukan pencegahan yang tepat menjadi langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


presbiakusis.jpeg
06/Jan/2026

 

Presbiakusis adalah gangguan pendengaran yang terjadi secara bertahap akibat proses penuaan. Kondisi ini umum dialami oleh lansia dan ditandai dengan menurunnya kemampuan mendengar, terutama terhadap suara bernada tinggi. Meski sering dianggap sebagai bagian alami dari bertambahnya usia, presbiakusis tetap perlu dikenali dan ditangani agar tidak menurunkan kualitas hidup penderitanya

 

Apa Itu Presbiakusis?

Presbiakusis merupakan jenis gangguan pendengaran sensorineural yang disebabkan oleh kerusakan sel-sel rambut halus di telinga bagian dalam atau jalur saraf pendengaran. Kerusakan ini bersifat progresif dan umumnya terjadi pada kedua telinga secara bersamaan. Seiring waktu, kemampuan telinga untuk menangkap dan menerjemahkan suara menjadi sinyal ke otak akan semakin berkurang

 

Penyebab Presbiakusis

Beberapa faktor berperan dalam terjadinya presbiakusis, antara lain:

  • Proses penuaan alami, yang menyebabkan penurunan fungsi sel-sel pendengaran.
  • Paparan suara bising jangka panjang, seperti lingkungan kerja yang bising.
  • Faktor genetik, di mana riwayat gangguan pendengaran dalam keluarga meningkatkan risiko.
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes atau gangguan pembuluh darah.
  • Efek samping obat-obatan ototoksik yang dapat merusak saraf pendengaran

 

Gejala yang Sering Dirasakan

Presbiakusis berkembang secara perlahan, sehingga sering tidak disadari pada tahap awal. Gejala yang umum meliputi:

  • Sulit mendengar percakapan, terutama di tempat ramai
  • Kesulitan memahami ucapan meski suara terdengar cukup keras
  • Lebih sering meminta lawan bicara mengulang perkataan
  • Telinga terasa berdenging (tinnitus)
  • Cenderung menaikkan volume televisi atau radio

 

Dampak Presbiakusis terhadap Kualitas Hidup

Gangguan pendengaran yang tidak ditangani dapat berdampak luas, mulai dari kesulitan berkomunikasi, penurunan interaksi sosial, hingga meningkatkan risiko depresi dan penurunan fungsi kognitif pada lansia. Oleh karena itu, presbiakusis tidak sebaiknya dianggap sepele

 

Cara Diagnosis Presbiakusis

Diagnosis presbiakusis dilakukan melalui pemeriksaan pendengaran oleh tenaga medis, seperti tes audiometri. Pemeriksaan ini bertujuan menilai tingkat dan jenis gangguan pendengaran serta membantu menentukan penanganan yang tepat

 

Penanganan dan Pencegahan

Hingga saat ini, kerusakan pendengaran akibat presbiakusis tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. Namun, beberapa langkah dapat membantu memperbaiki fungsi komunikasi, antara lain:

  • Penggunaan alat bantu dengar
  • Latihan komunikasi dan rehabilitasi pendengaran
  • Menghindari paparan suara bising berlebihan
  • Menjaga kesehatan secara umum, termasuk mengontrol penyakit kronis

 

Pemeriksaan ke dokter dianjurkan jika gangguan pendengaran mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, komunikasi, atau menyebabkan ketidaknyamanan seperti telinga berdenging terus-menerus. Deteksi dan penanganan dini dapat membantu mencegah dampak yang lebih serius.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Ulkus-Kornea-Luka-pada-Mata-yang-Bisa-Berujung-Kebutaan.jpeg
24/Dec/2025

Ulkus kornea merupakan salah satu penyakit mata serius yang perlu diwaspadai. Kondisi ini ditandai dengan luka terbuka pada kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata yang berperan penting dalam proses penglihatan. Ulkus kornea dapat disebabkan oleh infeksi maupun cedera, dan jika tidak ditangani dengan tepat, berisiko menimbulkan gangguan penglihatan permanen.

 

Apa Itu Ulkus Kornea?

Ulkus kornea adalah kerusakan atau luka pada selaput bening mata (kornea) yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, parasit, atau akibat trauma pada mata. Luka ini membuat kornea tidak lagi jernih sehingga cahaya tidak dapat masuk dengan baik ke dalam mata.

 

Penyebab Ulkus Kornea

Berdasarkan infografik, beberapa penyebab utama ulkus kornea meliputi:

  • Cedera atau trauma pada mata
  • Paparan bahan kimia
  • Infeksi bakteri, virus, atau jamur
  • Penggunaan lensa kontak yang tidak higienis

Cedera mata akibat kemasukan benda asing, tusukan lidi, sedotan, atau goresan tanaman juga dapat menjadi pintu masuk kuman penyebab infeksi.

 

Siapa yang Berisiko Mengalami Ulkus Kornea?

Tidak semua orang memiliki risiko yang sama. Kelompok yang lebih rentan mengalami ulkus kornea antara lain:

  • Pengguna lensa kontak
  • Orang yang sering berenang atau mencuci lensa kontak dengan air tidak steril
  • Penderita gangguan saraf yang membuat kelopak mata tidak bisa menutup sempurna
  • Orang dengan riwayat infeksi mata sebelumnya
  • Penderita penyakit mata tertentu seperti grave oftalmopati

 

Tanda dan Gejala Ulkus Kornea

Gejala ulkus kornea biasanya muncul cukup jelas dan tidak boleh diabaikan, antara lain:

  • Mata terasa nyeri
  • Mata merah dan berair
  • Pandangan kabur atau mengganjal
  • Sensitif terhadap cahaya (silau)
  • Kelopak mata membengkak
  • Muncul bercak putih pada kornea

Jika mengalami keluhan tersebut, segera periksakan diri ke dokter mata.

 

Jenis-Jenis Ulkus Kornea

Ulkus kornea dapat dibedakan berdasarkan penyebabnya, di antaranya:

  • Ulkus kornea bakterialis
  • Ulkus kornea virus
  • Ulkus kornea jamur
  • Ulkus kornea Acanthamoeba
  • Ulkus kornea Mooren
  • Ulkus kornea marginalis

Setiap jenis memerlukan penanganan yang berbeda sesuai penyebabnya.

 

Bahaya Ulkus Kornea Jika Tidak Diobati

Ulkus kornea yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti:

  • Infeksi yang semakin menyebar
  • Kornea berlubang
  • Membutuhkan operasi transplantasi kornea
  • Risiko kebutaan permanen

Oleh karena itu, ulkus kornea tidak boleh dianggap sebagai iritasi mata biasa.

 

Peran Lensa Kontak dalam Ulkus Kornea

Lensa kontak merupakan alat bantu penglihatan yang diletakkan langsung di permukaan kornea. Namun, penggunaan dan perawatan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko ulkus kornea.

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Tidak mencuci tangan sebelum memakai lensa kontak
  • Membersihkan atau menyimpan lensa dengan cairan yang tidak sesuai
  • Mengganti lensa tidak sesuai jadwal
  • Tidur menggunakan lensa kontak
  • Perawatan dan kebersihan lensa yang kurang baik

 

Cara Merawat Lensa Kontak dengan Benar

Untuk mengurangi risiko infeksi mata, pengguna lensa kontak disarankan untuk:

  • Selalu mencuci tangan sebelum menyentuh lensa
  • Menggunakan cairan pembersih khusus lensa kontak
  • Membersihkan dan menyimpan lensa dengan benar
  • Rutin mengganti tempat penyimpanan lensa
  • Menghindari penggunaan lensa terlalu lama
  • Melakukan pemeriksaan mata secara berkala

 

Ulkus kornea adalah penyakit mata serius yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan jika tidak ditangani dengan cepat. Menjaga kebersihan mata, menggunakan lensa kontak dengan benar, serta segera memeriksakan mata saat muncul keluhan merupakan langkah penting untuk mencegah kondisi ini. Edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan mata.

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Sama-Sama-disebabkan-oleh-Nyamuk-Apa-Perbedaan-DBD-dan-Malaria.jpeg
26/Aug/2025

Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria adalah dua penyakit yang sering ditemui di Indonesia dan sama-sama ditularkan melalui gigitan nyamuk. Meskipun memiliki beberapa kesamaan, keduanya disebabkan oleh agen penyebab yang berbeda dan memiliki karakteristik yang unik.

Penyebab dan Penularan

  • Demam Berdarah Dengue (DBD): Disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Nyamuk ini biasanya aktif menggigit pada siang hari, terutama saat matahari terbit dan terbenam.
  • Malaria: Disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles Nyamuk ini lebih aktif menggigit pada malam hari, terutama setelah matahari terbenam hingga fajar.

Masa Inkubasi

  • DBD: Gejala biasanya muncul dalam 4–10 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi.
  • Malaria: Gejala biasanya muncul dalam 7–30 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi, tergantung pada spesies Plasmodium yang menginfeksi.

Gejala Klinis

  • DBD: Ditandai dengan demam tinggi mendadak, nyeri kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, ruam kulit, dan dalam beberapa kasus, perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah.
  • Malaria: Gejala utama meliputi demam yang disertai menggigil, keringat berlebihan, nyeri kepala, nyeri otot, mual, muntah, diare, dan dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan anemia, gangguan kesadaran, atau bahkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.

 

Pencegahan

Pencegahan kedua penyakit ini terutama difokuskan pada pengendalian populasi nyamuk dan menghindari gigitan nyamuk. Langkah-langkah yang dapat diambil antara lain:

  • DBD:
    • Menguras dan membersihkan tempat-tempat penampungan air secara rutin untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes.
    • Menutup rapat penampungan air.
    • Menggunakan kelambu atau obat nyamuk saat tidur, terutama di siang hari.
  • Malaria:
    • Menggunakan kelambu berinsektisida saat tidur.
    • Mengaplikasikan obat nyamuk pada kulit yang terpapar.
    • Menghindari aktivitas luar ruangan pada malam hari atau menggunakan pakaian pelindung.

Meskipun DBD dan malaria sama-sama ditularkan oleh nyamuk, memahami perbedaan antara keduanya sangat penting untuk penanganan dan pencegahan yang tepat.

Jika sobat eRSIy membutuhkan penanganan untuk penyakit Malaria, Anda bisa datang ke UGD RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Lingkungan-Kita-Mempengaruhi-Kesehatan-Kita-Loh-Kok-Bisa.jpg
23/Aug/2025

Sobat eRSIy tanpa disadari, lingkungan sekitar punya peran besar dalam menentukan kondisi kesehatan kita. Lingkungan yang tidak bersih bisa menjadi sarang mikroorganisme penyebab berbagai penyakit. Kesehatan Lingkungan adalah upaya pencegahan penyakit dan/atau gangguan kesehatan dari faktor risiko lingkungan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik, kimia, biologi, maupun sosial. Untuk mencapai kondisi kesehatan yang optimal, dibutuhkan kesadaran dalam menjaga lingkungan.

 

Langkah menjaga lingkungan tetap sehat:

1. Mengurangi Pemakaian Plastik

Gantilah plastik sekali pakai dengan tas kain, botol isi ulang, dan wadah makanan yang bisa dipakai ulang. Daur ulang plastik juga langkah bijak kurangi limbah dan jaga lingkungan.

2. Hemat Konsumsi Energi

Gunakan listrik secara bijak dengan mematikan alat yang tidak dipakai, memakai lampu hemat energi, dan memanfaatkan energi terbarukan.

3. Hindari Penggunaan Bahan Kimia Berbahaya

Hindari penggunaan produk yang mengandung bahan kimia berbahaya, seperti pestisida, insektisida, dan bahan pembersih beracun. Beralihlah ke produk yang ramah lingkungan dan alami.

4. Prioritaskan Transportasi yang Ramah Lingkungan

Kurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan naik transportasi umum, jalan kaki, atau bersepeda. Selain ramah lingkungan, cara ini juga baik untuk kesehatan dan kebugaran tubuh.

5. Daur Ulang dan Kelola Sampah dengan Benar

Usahakan memilah dan mendaur ulang sampah. Olah sampah organik jadi kompos dan manfaatkan barang yang masih bisa dipakai. Pahami juga sistem pengelolaan sampah di lingkungan dan ikuti aturannya.

6. Melakukan Penanaman Pohon dan Tanaman Hijau

Tanam pohon di sekitar rumah atau ikut kegiatan penanaman pohon. Pohon berperan penting dalam menyaring udara, menjaga ekosistem, dan jadi habitat bagi berbagai makhluk hidup.

7. Menggunakan Produk Ramah Lingkungan

Pilih produk ramah lingkungan, seperti yang organik, berlabel ramah lingkungan, atau dari bahan daur ulang. Ini membantu mengurangi pencemaran dan mendukung gaya hidup sehat.

 

Manfaat menjaga lingkungan tetap sehat

1.      Lingkungan Sehat Mencegah Berbagai Penyakit

Kebersihan punya peran penting dalam menjaga kesehatan. Lingkungan yang bersih membantu melindungi tubuh dari penyakit, sementara lingkungan yang kotor bisa menjadi sarang nyamuk dan bakteri penyebab berbagai gangguan kesehatan.

2.      Lingkungan Sehat Mendukung Kesehatan Mental

Lingkungan yang sehat turut mendukung kesehatan mental. Udara bersih, ruang hijau, dan sanitasi yang baik meningkatkan kualitas hidup dan membantu mengurangi risiko gangguan mental.

3.      Lingkungan Sehat Lebih Nyaman untuk Ditinggali

Lingkungan yang bersih menciptakan rasa nyaman untuk tinggal dan menetap dalam jangka waktu lama. Selain itu, kebersihan lingkungan juga membuat orang lain merasa betah dan tidak ragu untuk berkunjung.

4.      Lingkungan Sehat  Turut Menjaga Kualitas Makanan.

Sebagian besar makanan berasal dari lahan pertanian. Jika ditanam dengan bahan kimia berbahaya, akan mengganggu nutrisi di dalamnya. Karena itu, menjaga lingkungan penting agar makanan tetap aman dan sehat untuk dikonsumsi.

 

Itulah berbagai manfaat menjaga lingkungan bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan sekitar. Ingat, lingkungan yang bersih berperan besar dalam menunjang kesehatan dan kualitas hidup kita.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


jangan-sepelekan-kenali-masa-kritis-dalam-kasus-dbd.jpeg
20/Aug/2025

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini dapat menjadi sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan baik, terutama saat memasuki fase kritis. Fase ini sering kali membuat orang tua dan pasien lengah karena suhu tubuh yang menurun, padahal inilah saat paling berisiko.

Mengenal Fase Kritis dalam DBD

DBD umumnya berlangsung dalam tiga fase utama:

  1. Fase Demam – Terjadi selama 2–7 hari dengan gejala utama demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan munculnya ruam merah pada kulit.
  2. Fase Kritis – Suhu tubuh menurun mendekati normal, namun inilah periode paling berbahaya karena risiko kebocoran plasma dan perdarahan meningkat.
  3. Fase Pemulihan – Tubuh mulai membaik, plasma yang bocor kembali ke pembuluh darah, dan kondisi pasien perlahan pulih.

Fase kritis biasanya terjadi antara hari ke-3 hingga ke-7 setelah gejala pertama muncul dan berlangsung selama 24–48 jam. Pada tahap ini, tubuh mengalami kebocoran plasma yang bisa menyebabkan syok, yaitu kondisi di mana tekanan darah turun drastis dan organ vital kekurangan pasokan darah. Jika tidak segera ditangani, syok dengue bisa berakibat fatal.

Tanda dan Gejala Fase Kritis

Selama fase kritis, pasien mungkin mengalami beberapa gejala berikut:

Selama fase kritis, penderita DBD mungkin mengalami:

  • Penurunan Suhu Tubuh: Suhu tubuh turun di bawah 38 derajat Celsius, yang bisa menyesatkan karena tampak seperti pemulihan.
  • Gejala Perdarahan: Munculnya bintik-bintik merah pada kulit, mimisan, atau perdarahan pada gusi.
  • Nyeri Perut Hebat dan Muntah Terus-Menerus: Gejala ini menunjukkan kemungkinan perdarahan internal atau kebocoran plasma.
  • Penurunan Jumlah Trombosit: Jumlah trombosit menurun drastis, meningkatkan risiko perdarahan serius.
  • Risiko Syok Dengue: Kondisi ini ditandai dengan kulit dingin dan lembap, nadi lemah, tekanan darah rendah, dan penurunan kesadaran.

Pentingnya Pengawasan Medis Selama Fase Kritis

Selama fase kritis, pemantauan ketat oleh tenaga medis sangat penting. Cairan tubuh harus dijaga seimbang untuk mencegah dehidrasi atau kelebihan cairan yang dapat menyebabkan komplikasi seperti edema paru atau gagal jantung. Penanganan medis yang tepat dapat mencegah kondisi fatal seperti syok atau perdarahan hebat.

Jangan sepelekan DBD! Waspadai fase kritis agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan lebih awal

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Punya-Kolesterol-Tinggi-Waspada-Fatty-Liver.jpg
15/Aug/2025

Perlemakan hati, atau fatty liver, adalah kondisi di mana terjadi penumpukan lemak berlebih di dalam hati. Salah satu penyebab utama dari kondisi ini adalah tingginya kadar kolesterol dalam tubuh.

Secara alami, hati memang mengandung sedikit lemak. Namun, jika jumlah lemak dalam hati meningkat secara signifikan, kondisi ini perlu diwaspadai. Lalu, apa saja penyebab perlemakan hati, bagaimana gejalanya, dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk cari tahu!

Fatty liver bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Namun, jika tidak ditangani, kondisi ini bisa semakin parah dan berkembang melalui beberapa tahap:

  1. Peradangan hati (steatohepatitis) yang merusak jaringan hati.
  2. Fibrosis hati, yaitu terbentuknya jaringan parut di area hati yang rusak.
  3. Sirosis hati, dimana jaringan parut menggantikan jaringan sehat, yang bisa berujung pada komplikasi serius seperti kanker hati.

Jenis dan Penyebab Fatty Liver

1. Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD)

Perlemakan hati yang tidak terkait dengan konsumsi alkohol. Meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko NAFLD antara lain:

  • Kolesterol tinggi
  • Konsumsi makanan tinggi kalori
  • Kekurangan nutrisi dan gizi seimbang
  • Diabetes dan obesitas

2. Alcoholic Fatty Liver Disease (AFLD)

Disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan, yang dapat memicu peradangan dan merusak sel hati. Jika tidak diatasi, kondisi ini bisa berkembang menjadi hepatitis alkoholik dan sirosis hati.

Faktor Risiko Fatty Liver

Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko fatty liver meliputi:

  • Obesitas dan diabetes tipe 2
  • Gangguan metabolisme
  • Kolesterol dan tekanan darah tinggi
  • Gangguan hormon seperti hipotiroidisme dan hipopituitarisme
  • Resistensi insulin
  • Hepatitis C
  • Penggunaan obat tertentu seperti kortikosteroid

Gejala Fatty Liver

Pada tahap awal, fatty liver sering tidak menimbulkan gejala. Namun, seiring waktu, beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:

  • Nyeri di bagian kanan atas perut
  • Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
  • Pembengkakan pada perut dan kaki
  • Rasa lelah dan lemas berkepanjangan
  • Perut terasa kembung
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penyakit kuning (kulit dan mata menguning)

Pencegahan Fatty Liver

Untuk mengurangi resiko fatty liver, beberapa kebiasaan sehat yang dapat diterapkan antara lain:

  • Membatasi atau menghentikan konsumsi alkohol
  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengonsumsi makanan bergizi dan menghindari lemak jenuh, lemak trans, serta karbohidrat olahan
  • Mengontrol kadar gula darah, trigliserida, dan kolesterol
  • Mengikuti perawatan sesuai anjuran dokter bagi penderita diabetes
  • Berolahraga secara teratur minimal 30 menit per hari

Fatty liver adalah kondisi serius yang dapat berdampak pada kesehatan hati. Namun, dengan pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, serta menghindari alkohol, kondisi ini dapat dicegah dan dikelola dengan lebih baik.

jika Sobat eRSIy memiliki keluhan gejala di atas dan ingin mengetahui informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi ke Poli Penyakit Dalam RSI Surabaya A Yani

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Kenali-Hemofilia-sejak-Dini.jpg
12/Aug/2025

Hemofilia adalah kondisi langka yang membuat darah sulit membeku. Jika seseorang sering mimisan dan sulit berhenti, bisa jadi itu tanda hemofilia.

Apa Itu Hemofilia?

Hemofilia adalah gangguan darah yang menyebabkan tubuh kesulitan menghentikan perdarahan. Penyakit ini bersifat keturunan, artinya bisa diturunkan dari orang tua ke anak.

Berdasarkan tingkat keparahannya, hemofilia dibagi menjadi tiga:

  • Ringan: Faktor pembekuan darah pada tubuh penderitanya berada di kisaran 5-40%
  • Sedang: Faktor pembekuan darah pada tubuh penderitanya berada di kisaran 1-5%.
  • Berat: Faktor pembekuan darah pada tubuh penderitanya berada di kisaran kurang dari 1%.

Penyebab Hemofilia

Hemofilia terjadi karena adanya mutasi gen yang menyebabkan tubuh kekurangan protein pembeku darah. Penyakit ini berkaitan dengan kromosom X, sehingga lebih sering terjadi pada pria. Wanita biasanya hanya menjadi pembawa gen tanpa mengalami gejala.

Gejala Hemofilia 

Tanda utama hemofilia adalah darah sulit berhenti saat terluka. Gejala lainnya meliputi:

  • Mudah memar.
  • Mimisan atau luka yang sulit berhenti berdarah.
  • BAB berdarah.
  • Nyeri dan bengkak di sendi.
  • Perdarahan di mulut dan gusi.

Hemofilia juga bisa menyebabkan perdarahan dalam kepala jika terjadi benturan keras. Ini bisa berakibat serius, bahkan mengancam nyawa. Gejalanya meliputi sakit kepala hebat, muntah, penglihatan kabur, hingga kelumpuhan wajah.

 

Cara Mencegah Perdarahan dan Komplikasi

Karena hemofilia tidak bisa dicegah, penting bagi penderita untuk menjaga kesehatan dan menghindari cedera. Beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Hindari aktivitas berat atau gunakan pelindung tubuh saat berolahraga.
  • Konsumsi makanan sehat dan pastikan ikan yang dimakan bebas duri.
  • Rutin periksa kesehatan.
  • Lakukan olahraga ringan seperti yoga, berenang, atau jalan pagi.

Apabila memiliki riwayat hemofilia dalam keluarga, ibu hamil bisa melakukan pemeriksaan sejak trimester pertama untuk mendeteksi kondisi bayi lebih awal.

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit hemofilia, Anda bisa berkonsultasi ke Poli Penyakit Dalam RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Epilepsi-Bisa-Dicegah-Simak-Penyebab-Gejala-dan-Pertolongan-Pertamanya.jpg
08/Jul/2025

Apa itu epilepsy?

Epilepsy merupakan penyakit kronis dibagian otak yang tidak menular yang ditandai dengan kejang berulang, yaitu episode singkat Gerakan tak sadar yang dapat melibatkan sebaigan tubuh atau seluruh tubuh dan tekadang disertai dengan hilangnya kesadara dan control fungsi usus atau kandung kemih

 

Apa penyebab epilepsy

  • Epilepsi Primer (Idiopatik)

Epilepsi ini penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Diduga karena factor genetic (keturunan)

  • Epilepsi Sekunder (Simptomatik)

Jenis epilepsi ini penyebabnya karena beberaoa factor seperti luka berat di kepala, tumor otak, kelainan kongenital/bawaan, gangguan peredaran darah otak.

 

Faktor yang mempengaruhi

  • Usia

Epilepsi umumnya dialami oleh usia anak-anak dan lansia. Meski demikian, kondisi ini juga dapat dialami oleh semua kalangan yang memiliki risiko terkena epilepsi.

  • Genetik

Genetic Riwayat kesehatan yang dialami oleh anggota keluarga dapat menjadi pemicu penyebab epilepsi.

  • Cedera Pada Kepala

Cedera kepala dapat menjadi penyebab epilepsi.

  • Stroke dan Penyakit Vaskular

Stroke dan Penyakit pembuluh darah (vascular) lainnya dapat menyebabkan kerusakan otak yang dapat memicu kondisi ini.

  • Demensia

Penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir.

  • Infeksi Otak

Peradangan pada otak atau sumsum tulang belakang dapat meningkatkan risiko terkena epilepsi.

  • Riwayat Kejang Di Masa Kecil

Kejang dapat disebabkan oleh demam tinggi. Pada kondisi ini, anak lebih rentan mengalami epilepsi.

 

 

Jenis epilepsi

  • Epilepsi Umum

Kondisi ini terjadi di kedua bagian otak yang berisiko menyebabkan hilang kesadaran.

  • Epilepsi Parsial

Kondisi ini terjadi pada bagian otak tertentu sehingga menimbulkan gejala yang mungkin berkaitan dengan masalah Indera, kejang pada jari-jari, kaki, dan tremor

 

Tanda dan Gejala Epilepsi

Pada Sebagian besar kasus, gejala epilepsy adalah kejang yang terjadi secara spontan dan tidak berlangsung lama, tetapi berulang. Berikut beberapa gejala lain yang dirasakan oleh penderita epilepsi:

  1. Tatapan kosong
  2. Gejala psikis
  3. Otot kaku
  4. Merasa kebingungan sementara
  5. Gerakan menyentak pada kaki dan tangan yang tak terkendali
  6. Kejang atau tremor pada Sebagian atau keseluruhan
  7. Mengalami kejang yang disertai dengan tubuh menegang dan hilang kesadaran secaran spontan sehingga penderitanya tiba-tiba terjatuh.

 

Pencegahan Epilepsi

Menurut WHO 2024 diperkirakan 25% kasus epilapsi berpontensi dicegah:

  1. Mencegah cedera kepala, misalnya mengurangi kejadian terjatuh, kecelakaan lalu lintas, cedera olahraga.
  2. Perawatan perinatal yang memadai dapat mengurangi kasus baru epilepsi yang disebabkan oleh cederan lahir.
  3. Penggunaan obat-obatan dan metode lain untuk menurunkan suhu tubuh anak yang demam dapat mengurangi risiko kejang demam.
  4. Infeksi sistem saraf pusat merupakan penyebab umum epilepsi di daerah tropis, tempat banyak negara berpendapatan rendah dan menengah terkonsentrasi.

 

Untuk membantu penderita epilepsi, berikut adalah pertolongan pertama yang dapat dilakukan

  • Amankan kepala penderita.
  • Longgarkan baju penderita.
  • Memiringkan badan penderita.
  • Catat durasi kejang.
  • Jika gejala melebihi 5 menit, segera panggil bantuan.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


DB.jpeg
24/May/2025

3M Plus adalah gerakan pemberantasan sarang nyamuk untuk mencegah demam berdarah (DBD). 3M Plus terdiri dari tiga kegiatan utama, yaitu menguras, menutup, dan mengubur. Selain itu, ada juga kegiatan tambahan yang disebut “Plus”.

Berikut adalah kegiatan 3M Plus:

  • Menguras: Menguras tempat-tempat penampungan air yang jarang digunakan atau tidak terpakai.
  • Menutup: Menutup rapat-rapat tempat penampungan air yang digunakan sehari-hari.
  • Mengubur: Mengubur atau memusnahkan benda-benda bekas yang dapat menampung air hujan, seperti kaleng bekas, botol bekas, atau ban bekas.

Selain 3M, ada juga kegiatan tambahan yang disebut “Plus”. Kegiatan tambahan tersebut, antara lain: Menggunakan kelambu saat tidur, Menggunakan lotion anti nyamuk, Menanam tanaman anti nyamuk, Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, Memberikan larvasida pada penampungan air yang sulit dibersihkan.

Selain 3M Plus, cara lain untuk mencegah DBD adalah dengan memberikan vaksin DBD.


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?