INFO UNTUK ANDA

HEPATITIS.jpg
07/Oct/2025

Hepatitis adalah peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, obat-obatan tertentu, atau gangguan autoimun. Penyakit ini memiliki berbagai jenis, masing-masing dengan karakteristik, penyebab, dan tingkat keparahan yang berbeda.

Jenis-Jenis Hepatitis

1. Hepatitis A (HAV)

  • Penyebab: Virus hepatitis A.
  • Penularan: Melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi feses penderita.
  • Gejala: Demam, mual, muntah, nyeri perut, dan penyakit kuning.
  • Keparahan: Mayoritas ringan dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus.

2. Hepatitis B (HBV)

  • Penyebab: Virus hepatitis B.
  • Penularan: Melalui darah, cairan tubuh, hubungan seksual, dan dari ibu ke bayi saat persalinan.
  • Gejala: Sering tanpa gejala awal; dapat berkembang menjadi penyakit kuning, kelelahan, dan nyeri sendi.
  • Keparahan: Dapat menjadi kronis, menyebabkan sirosis, dan meningkatkan risiko kanker hati.

3. Hepatitis C (HCV)

  • Penyebab: Virus hepatitis C.
  • Penularan: Kontak dengan darah yang terinfeksi, seperti melalui transfusi darah atau penggunaan jarum suntik bersama.
  • Gejala: Sering tanpa gejala; jika kronis, dapat menyebabkan kerusakan hati serius.
  • Keparahan: Sering menjadi kronis dan merupakan penyebab utama sirosis dan kanker hati.

4. Hepatitis D (HDV)

  • Penyebab: Virus hepatitis D.
  • Penularan: Hanya terjadi pada individu yang sudah terinfeksi hepatitis B.
  • Gejala: Mirip dengan hepatitis B, tetapi lebih parah.
  • Keparahan: Dapat memperburuk kondisi hepatitis B dan meningkatkan risiko komplikasi hati.

5. Hepatitis E (HEV)

  • Penyebab: Virus hepatitis E.
  • Penularan: Melalui konsumsi air yang terkontaminasi feses penderita.
  • Gejala: Demam, mual, muntah, dan penyakit kuning.
  • Keparahan: Biasanya ringan, tetapi dapat berbahaya bagi ibu hamil.

Pencegahan dan Pengobatan

  • Vaksinasi: Tersedia untuk hepatitis A dan B.
  • Higiene: Menjaga kebersihan makanan dan minuman untuk mencegah hepatitis A dan E.
  • Penggunaan Jarum Suntik: Menghindari penggunaan jarum suntik bersama untuk mencegah hepatitis B dan C.
  • Pengobatan: Tergantung pada jenis hepatitis; beberapa memerlukan pengobatan antivirus atau transplantasi hati.

Memahami perbedaan jenis-jenis hepatitis penting untuk pencegahan dan penanganan yang tepat. Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan atau memiliki faktor risiko, konsultasikan dengan tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Kerap-Menimbulkan-Perdebatan-Sebenarnya-Kapan-Waktu-Paling-Tepat-untuk-Tummy-Time.jpeg
02/Oct/2025

Tummy Time atau latihan tengkurap pada bayi sering kali menjadi perdebatan di kalangan orang tua, terutama mengenai kapan waktu yang tepat untuk memulainya. Namun, berdasarkan rekomendasi dari berbagai sumber medis terpercaya, tummy time sebaiknya dimulai sejak dini dan dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan bayi.

Apa Itu Tummy Time?

Tummy time adalah aktivitas menempatkan bayi dalam posisi tengkurap saat ia terjaga dan diawasi. Tujuannya adalah untuk memperkuat otot leher, bahu, lengan, dan punggung, serta mencegah kondisi kepala datar (plagiocephaly) akibat terlalu lama dalam posisi telentang. Aktivitas ini juga membantu perkembangan motorik kasar bayi, seperti kemampuan untuk berguling, duduk, merangkak, dan berjalan.

 

Kapan Waktu yang Tepat untuk Memulai Tummy Time?

Menurut American Academy of Pediatrics, tummy time dapat dimulai beberapa hari setelah bayi lahir, bahkan saat usia 2 minggu, asalkan bayi dalam kondisi sehat dan diawasi dengan baik.

Untuk bayi yang lahir prematur atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulai tummy time.

 

Durasi Tummy Time Sesuai Usia

Durasi tummy time sebaiknya ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan usia dan toleransi bayi. Berikut adalah panduan umum :

  • Usia 0–1 bulan: 2–3 menit per sesi, 2–3 kali sehari.
  • Usia 2–3 bulan: 20–30 menit per hari, dibagi dalam beberapa sesi.
  • Usia 4–6 bulan: 1–2 jam per hari, dibagi dalam beberapa sesi.
  • Usia >6 bulan: Lebih dari 2 jam per hari, tergantung kenyamanan bayi.

Durasi ini bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kenyamanan serta kesiapan bayi.

 

Tips Melakukan Tummy Time

Agar tummy time menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi bayi, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

  1. Pilih Waktu yang Tepat: Lakukan tummy time saat bayi dalam kondisi terjaga dan tenang, seperti setelah bangun tidur atau mengganti popok. Hindari melakukannya setelah menyusui untuk mencegah risiko muntah.
  2. Gunakan Alas yang Nyaman: Letakkan bayi di atas permukaan datar yang aman dan nyaman, seperti matras atau selimut tebal.
  3. Pendekatan Bertahap: Mulailah dengan durasi singkat dan tingkatkan secara bertahap sesuai dengan toleransi bayi.
  4. Interaksi Positif: Ajak bayi berbicara, bernyanyi, atau gunakan mainan berwarna cerah untuk menarik perhatiannya selama tummy time.
  5. Gunakan Cermin: Meletakkan cermin di depan bayi dapat merangsang minatnya dan mendorongnya untuk mengangkat kepala.
  6. Pengawasan Ketat: Selalu awasi bayi selama tummy time dan jangan biarkan ia tertidur dalam posisi tengkurap untuk menghindari risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).

Kesimpulan

Tummy time merupakan aktivitas penting yang mendukung perkembangan motorik dan fisik bayi. Memulainya sejak dini, dengan durasi dan frekuensi yang sesuai, dapat memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang Si Kecil. Namun, selalu perhatikan kenyamanan dan respons bayi, serta konsultasikan dengan dokter jika terdapat kekhawatiran atau kondisi kesehatan khusus.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Kenali-Ikterus-Neonatorum-Penyakit-Kuning-pada-Bayi-Baru-Lahir.jpeg
27/Sep/2025

Sobat eRSIy, pernahkah melihat bayi baru lahir yang kulitnya tampak kuning? Kondisi ini dikenal dengan istilah ikterus neonatorum atau penyakit kuning pada bayi. Ikterus neonatorum atau kondisi bayi kuning adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan perubahan warna kuning pada kulit atau bagian putih mata akibat penumpukan bilirubin (zat berwarna kuning) dalam darah. Secara klinis, warna kuning ini mulai terlihat di area wajah ketika kadar bilirubin mencapai 5–7 mg/dL.

Walaupun umumnya merupakan kondisi yang normal dan dapat membaik dengan sendirinya, orang tua tetap perlu memahami penyebab bayi kuning agar dapat memberikan perawatan yang sesuai. Beberapa penyebab umum ikterus neonatorum antara lain:

  • Ikterus fisiologis: Jenis yang paling sering terjadi, biasanya muncul pada hari ke-2 hingga ke-4 setelah lahir dan hilang dalam 1–2 minggu.
  • Ikterus akibat ASI: Bisa disebabkan oleh faktor dalam ASI (ikterus ASI) atau karena bayi tidak cukup menyusu.
  • Inkompatibilitas golongan darah: Jika golongan darah ibu dan bayi berbeda, bisa terjadi pemecahan sel darah merah yang berlebihan.
  • Infeksi atau gangguan hati: Pada kasus tertentu, ikterus bisa menjadi tanda adanya infeksi, kelainan hati, atau penyakit metabolik.
  • Kelahiran Prematur: Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu lebih berisiko mengalami kuning karena fungsi hati mereka belum sepenuhnya matang. Selain itu, sel darah merah pada bayi prematur cenderung lebih mudah pecah, sehingga produksi bilirubin menjadi lebih tinggi.

Bayi yang mengalami kuning umumnya tidak membutuhkan pengobatan khusus dan kondisi ini biasanya akan membaik dalam waktu 10 hingga 14 hari. Namun, jika pemeriksaan menunjukkan bahwa kadar bilirubin dalam darah terlalu tinggi, maka perawatan medis perlu segera diberikan.

Beberapa metode penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kuning pada bayi antara lain:

  1. Memberikan ASI atau susu secara rutin, minimal 8–12 kali dalam sehari untuk membantu proses pengeluaran bilirubin.
  2. Fototerapi (filtered sunlight), yaitu terapi menggunakan cahaya khusus berwarna biru yang disinarkan ke tubuh bayi, baik melalui lampu maupun selimut khusus.
  3. Transfusi tukar, yaitu prosedur medis untuk mengganti darah bayi dengan darah donor yang memiliki kadar bilirubin normal.

Meski dalam beberapa kasus paparan sinar matahari dapat membantu mengurangi gejala kuning, menjemur bayi di pagi hari sebenarnya kurang efektif dalam menurunkan kadar bilirubin. Selain itu, bayi usia 0–6 bulan yang terkena sinar matahari langsung tanpa pelindung berisiko mengalami iritasi atau luka bakar pada kulit. Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk memantau kondisi kuning pada bayi dua kali sehari, terutama dengan melihat perubahan warna pada putih mata dan kulit, guna memastikan apakah kondisinya membaik atau justru semakin parah.

Kondisi Bayi yang Memerlukan Pemeriksaan Dokter Segera:

  1. Warna kuning pada kulit bayi tampak semakin intens atau menyebar luas.
  2. Bayi tampak lemah, tidak mengalami pertambahan berat badan, atau menolak untuk menyusu.
  3. Bayi menangis dengan suara yang nyaring, melengking, dan tidak biasa.
  4. Gejala kuning tidak menghilang setelah lebih dari tiga minggu sejak kelahiran.

 

 

Sobat eRSIy dapat berkonsultasi di Poli Anak RSI Surabaya A Yani apabila buah hati mengalami gejala seperti di atas.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Kulit-Mengeras-dan-Terasa-ketat-ini-bisa-jadi-tanda-scleroderma-kulit.jpeg
24/Sep/2025

Sobat eRSIy, kulit yang terasa kencang dan mengeras bisa menjadi tanda scleroderma, penyakit langka yang mempengaruhi kualitas hidup. Skleroderma terjadi ketika sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melawan infeksi, malah menyerang jaringan ikat. Hal ini menyebabkan sel-sel dalam jaringan ikat menghasilkan kolagen secara berlebihan. Kolagen adalah protein penting yang membentuk struktur jaringan ikat.

Scleroderma diduga dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, seperti masalah pada sistem kekebalan tubuh, faktor genetik, dan faktor lingkungan. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya scleroderma antara lain:

  • Jenis kelamin wanita
  • Usia antara 35–55 tahun
  • Memiliki riwayat keluarga dengan scleroderma atau penyakit autoimun lainnya
  • Mengalami kondisi autoimun lain, seperti lupus atau sindrom Sjögren (penyakit autoimun yang memengaruhi kelenjar air mata dan saliva)
  • Sedang menjalani kemoterapi
  • Terpapar senyawa kimia berbahaya dalam jangka panjang

Gejala pertama muncul pada kulit, yang ditandai dengan pengerasan dan penebalan kulit, terutama di area mulut, hidung, jari, dan kulit yang melapisi tulang. Seiring perkembangan penyakit, gejala lainnya yang dapat muncul antara lain:

  • Rambut rontok
  • Deposit kalsium di bawah kulit yang muncul sebagai benjolan putih
  • Pembuluh darah membesar di bawah permukaan kulit
  • Nyeri sendi
  • Sesak napas dan batuk kering
  • Gangguan pencernaan, seperti diare, konstipasi, dan kesulitan menelan
  • Refluks esophagus (asam lambung naik ke kerongkongan)

Gejala khas lainnya adalah spasme pembuluh darah di jari tangan dan kaki, yang menyebabkan perubahan warna menjadi putih dan pucat, terutama saat stres atau terpapar udara dingin.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan scleroderma sepenuhnya. Namun, penderita dapat melakukan perawatan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Beberapa metode penanganan untuk skleroderma antara lain:

  • Perawatan kulit: Krim dan pelembab untuk mencegah kulit kering.
  • Terapi fisik (fisioterapi): Membantu mengembalikan fungsi gerak anggota tubuh.
  • Fototerapi: Terapi cahaya UV untuk mengobati kondisi kulit.
  • Transplantasi sel punca: Mengganti sel darah yang rusak dengan sel donor yang sehat.
  • Gaya hidup sehat: Olahraga rutin, Menghindari angkat beban berat, Menggunakan pelembab kulit,Tidur cukup, Makan makanan sehat dan bergizi seimbang, Menghindari makanan yang dapat memicu asam lambung naik

Scleroderma adalah kondisi jangka panjang yang memerlukan penanganan karena berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Penderita perlu mengelola gejalanya untuk waktu yang lama, bahkan mungkin sepanjang hidup.

Oleh karena itu sobat eRSIy apabila mengalami gejala scleroderma segera konsultasikan ke Poli Penyakit Dalam Sub Spesialis Alergi dan Imunologi RSI Surabaya A Yani

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Sulit-Mengontrol-Gerakan-Tubuh-Kenali-Lebih-Dekat-Penyakit-Huntington.jpeg
22/Sep/2025

Sobat eRSIy, pernah merasa tubuh bergerak tanpa kendali atau suasana hati berubah tiba-tiba? Bisa jadi itu gejala penyakit Huntington. Penyakit Huntington merupakan kelainan genetik yang mengakibatkan kerusakan pada sel-sel saraf di otak. Kondisi ini berdampak pada kemampuan gerak, fungsi kognitif, serta emosi penderitanya. Penyakit ini diturunkan secara autosomal dominan, artinya cukup satu salinan gen yang bermutasi untuk menyebabkan seseorang mengembangkan gangguan ini.

 

Penyebab

Penyakit Huntington disebabkan oleh kelainan pada gen yang berperan dalam produksi protein di otak. Kondisi ini diwariskan dari orang tua yang memiliki riwayat penyakit Huntington. Berbeda dari kebanyakan kelainan genetik yang membutuhkan gen cacat dari kedua orang tua, penyakit Huntington bisa diwariskan meskipun hanya satu orang tua yang membawa gen tersebut. Dengan demikian, anak yang memiliki salah satu atau kedua orang tua penderita penyakit Huntington memiliki kemungkinan sekitar 50% untuk mengalami penyakit ini.

 

Walaupun penyakit Huntington adalah kelainan genetik, gejalanya biasanya tidak langsung tampak sejak lahir. Kebanyakan kasus menunjukkan gejala saat penderita memasuki usia 30 tahun ke atas. Karena penyakit ini menimbulkan kerusakan pada otak, tanda-tanda yang muncul bisa beragam, seperti:

  • Gangguan memori dan kesulitan dalam mengambil keputusan
  • Masalah keseimbangan serta gerakan tubuh yang tidak terkendali
  • Kesulitan berbicara dan menelan
  • Perubahan kepribadian, depresi, serta rasa cemas yang berlebihan

Penyakit Huntington bersifat progresif, yang berarti kerusakan otak akan semakin meluas seiring waktu. Dalam jangka panjang, penderita biasanya memerlukan bantuan penuh untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Pada tahap lanjut, penderita lebih sering terbaring di tempat tidur, mengalami kesulitan menelan, mengalami penurunan berat badan drastis, malnutrisi, dan berisiko tinggi untuk tersedak.

Metode penanganan penyakit Huntington yang bisa dilakukan oleh dokter meliputi:

  • Penggunaan obat-obatan untuk mengurangi gangguan gerak, seperti obat untuk mengendalikan gerakan tak terkendali (chorea) dan meningkatkan kenyamanan pasien.
  • Psikoterapi dapat membantu pasien penyakit Huntington yang kesulitan mengontrol emosi. Terapi ini mengajarkan cara mengelola emosi dan berpikir lebih positif.
  • Terapi Fisik Pasien akan disarankan menjalani terapi fisik untuk meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan tubuh, sehingga bisa bergerak lebih aktif dan mengurangi risiko cedera.
  • Terapi Okupasi membantu pasien belajar melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri dengan bantuan alat khusus, seperti alat makan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika:

  • Mengalami gejala yang mirip dengan penyakit Huntington d
  • Memiliki orang tua yang menderita penyakit Huntington, dan
  • Memiliki riwayat keluarga penyakit Huntington dan sedang merencanakan kehamilan.

Apabila sobat eRSIy ingin berkonsultasi mengenai penyakit huntington, konsultasikan dengan Poli Saraf RSI Surabaya A Yani, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Nyeri-Siku-yang-Mengganggu-Aktivitas-Sehari-hari-Waspadai-Tennis-Elbow.jpg
17/Sep/2025

Sobat eRSIy, nyeri pada siku yang tak kunjung hilang bisa menjadi tanda adanya tennis elbow, sebuah kondisi yang sering terabaikan namun bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Tennis elbow adalah kondisi medis yang menyebabkan rasa sakit pada bagian luar siku, terutama di tendon yang menghubungkan otot ke tulang. Kondisi ini, yang dikenal sebagai lateral epicondylitis, biasanya terjadi akibat penggunaan siku yang berlebihan, menyebabkan ketegangan, peradangan, dan robekan pada tendon.

Penggunaan berlebihan ini dapat merusak atau menyebabkan peradangan pada tendon, yang berujung pada rasa sakit dan ketidaknyamanan. beberapa faktor risikonya antara lain:

  1. Melakukan olahraga tertentu: Olahraga yang melibatkan gerakan berulang pada siku dan lengan atas, seperti tenis atau bulu tangkis.
  2. Melakukan pekerjaan tertentu: Pekerjaan yang melibatkan gerakan berulang pada siku dan lengan atas, seperti pekerjaan mekanik atau konstruksi, dapat meningkatkan risiko terjadinya tennis elbow.
  3. Faktor usia: Risiko terkena tennis elbow meningkat seiring bertambahnya usia, karena tendon dan otot menjadi lebih rentan terhadap kerusakan seiring waktu.

Penderita tennis elbow umumnya merasakan gejala nyeri di bagian luar siku yang dapat menjalar ke lengan bawah hingga pergelangan tangan. Rasa nyeri ini biasanya dimulai ringan dan bisa memburuk seiring waktu, berlangsung antara 6 bulan hingga 2 tahun. Nyeri tersebut sering muncul saat melakukan aktivitas seperti:

  • Nyeri yang memburuk saat melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan siku dan lengan atas.
  • Kesulitan saat melakukan gerakan, seperti memegang benda atau menekan tombol ponsel.
  • Kekakuan pada area siku dan lengan bagian atas.

Meskipun tennis elbow tergolong sulit dicegah karena siku merupakan bagian tubuh yang sering digunakan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah gejala memburuk dan menghindari kekambuhan. Beberapa langkah pencegahannya antara lain:

  • Hindari penggunaan siku secara berlebihan, terutama dalam gerakan yang berulang.
  • Gunakan alat kerja atau raket yang ringan untuk mengurangi beban pada siku.
  • Kenakan kain penahan (brace) khusus saat berolahraga, terutama tenis atau bulu tangkis.
  • Tingkatkan kekuatan otot lengan bawah dengan latihan yang dibimbing oleh fisioterapis.
  • Batasi aktivitas yang memicu nyeri atau memberi tekanan berlebih pada siku dan pergelangan tangan.
  • Lakukan latihan rutin untuk menjaga kekuatan dan fleksibilitas otot lengan bawah.
  • Lakukan pemanasan dan peregangan dengan benar sebelum olahraga.
  • Setelah aktivitas fisik yang berat, gunakan kompres dingin pada area siku untuk mengurangi peradangan.

Dengan langkah-langkah ini, sobat eRSIy dapat mengurangi risiko kekambuhan dan menjaga fungsi siku tetap optimal.

 

Jika sobat eRSIy mengalami tanda-tanda tennis elbow dan keluhannya tidak membaik dalam beberapa hari, sebaiknya segera periksakan diri ke Poli Ortopedi RSI Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


buah-yang-rasanya-masam.jpeg
15/Sep/2025

Sobat eRSIy pasti masih ada yang beranggapan bahwa rasa masam pada buah menandakan kandungan vitamin C yang tinggi. Padahal, tidak semua buah asam otomatis mengandung vitamin C dalam jumlah besar. Rasa masam bisa berasal dari jenis asam organik seperti asam sitrat atau asam malat, bukan semata-mata karena kandungan vitamin C. Vitamin C, yang juga dikenal sebagai asam askorbat (AA), merupakan senyawa larut air yang terdapat pada makhluk hidup. Peran vitamin C sangat penting bagi kesehatan tubuh karena mengandung berbagai nutrisi penting yang mendukung proses metabolisme tubuh.

 

Agar kebutuhan vitamin C terpenuhi, sobat eRSIy bisa konsumsi buah-buahan berikut ini:

  1. Strawberry
    merupakan salah satu sumber vitamin C yang cukup baik. Dalam 125 ml stroberi, terkandung sekitar 52 mg vitamin C. Vitamin C dalam stroberi berfungsi sebagai antioksidan yang penting untuk memperkuat sistem imun dan menjaga kesehatan kulit, menjaga kesehatan gusi serta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai infeksi.
  2. Jambu Klutuk / Jambu Biji
    mengandung vitamin C dalam jumlah sangat tinggi, yaitu sekitar 228,3 mg per 100 gram. Vitamin C dalam jambu ini berperan dalam pembentukan kolagen dan berfungsi sebagai antioksidan, yang membantu mencegah penuaan dini pada kulit.
  3. Kiwi
    Dalam setiap 100 gram buah kiwi, terkandung sekitar 92,7 mg vitamin C, hampir dua kali lebih banyak dibandingkan kandungan vitamin C pada jeruk. Kandungan vitamin C yang tinggi ini membuat kiwi sangat bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh melawan penyakit, termasuk flu dan infeksi ringan lainnya.
  4. Pepaya
    Pepaya mengandung sekitar 88,3 mg vitamin C per porsi. Vitamin C dalam pepaya bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan kulit, serta melindungi dari penuaan dini karena sifat antioksidannya. Selain itu, serat dalam pepaya membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan jantung.
  5. Nanas
    Nanas mengandung sekitar 78,9 mg vitamin C, yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu melawan infeksi. Buah ini juga mengandung enzim bromelain yang bersifat antiinflamasi, bermanfaat untuk mengurangi peradangan. Selain itu, serat dalam nanas mendukung kesehatan pencernaan, membantu mencegah sembelit, dan bisa mendukung program penurunan berat badan.
  6. Mangga
    Mangga mengandung sekitar 122,3 mg vitamin C per porsi, yang berperan penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh dengan merangsang produksi sel imun. Selain itu, vitamin A dalam mangga bermanfaat untuk kesehatan mata, sedangkan seratnya mendukung pencernaan sehat dan mencegah sembelit. Mangga juga kaya antioksidan seperti beta-karoten yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
  7. Jeruk
    Jeruk mengandung vitamin C yang dapat membantu menurunkan kadar hormon stres kortisol dan tekanan darah saat merasa cemas. Selain itu, vitamin C dalam jeruk juga memiliki sifat antiinflamasi, yang penting untuk mencegah peradangan kronis yang dapat memicu kondisi serius seperti diabetes, penyakit jantung, radang sendi, kanker, dan penyakit Alzheimer.

 

Dengan mengonsumsi berbagai buah tersebut secara rutin, kita tidak hanya mendapatkan asupan vitamin C yang optimal, tetapi juga manfaat lain seperti melawan radikal bebas, memperbaiki fungsi organ, dan mengurangi risiko penyakit kronis. Jadi, pastikan untuk menambahkannya dalam pola makan sehat sehari-hari agar tubuh tetap bugar dan terlindungi dari gangguan kesehatan.

Jika sobat eRSIy ingin berkonsultasi lebih lanjut tentang konsumsi vitamin c hingga dosis vitamin c yang sesuai, silahkan berknsultasi ke klinik gizi RSI Suarbaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya

 


Penumonia--1200x1200.jpg
11/Sep/2025

Sobat eRSIy, pernahkah mengalami batuk berkepanjangan disertai sesak napas? Bisa jadi itu bukan flu biasa, melainkan gejala awal pneumonia. Pneumonia, atau paru-paru basah, adalah peradangan paru yang menyebabkan alveolus terisi cairan dan mengganggu pertukaran oksigen. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa memburuk dan menyebabkan cairan menumpuk di selaput paru-paru.

Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, dan protozoa. Selain itu, sejumlah faktor langsung juga dapat memicu terjadinya penyakit ini.

Penyebab penyakit pneumonia

  1. Kebiasaan merokok dapat merusak jaringan paru-paru dan melemahkan sistem imun, sehingga membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi seperti pneumonia.
  2. Penyakit jantung kronis dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga memperbesar kemungkinan seseorang terkena pneumonia.
  3. Diabetes Melitus, kondisi ini dapat melemahkan sistem imun, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi, termasuk pneumonia.
  4. Lemahnya Struktur Organ Pernapasan struktur pernapasan yang lemah dapat mengganggu fungsi paru-paru dan membuatnya lebih mudah terinfeksi, termasuk oleh penyebab pneumonia.
  5. Tingkat Kesadaran Menurun, Kondisi ini dapat memicu aspirasi, sehingga meningkatkan risiko terkena pneumonia.

 

Gejala yang muncul pada penyakit pneumonia:

  1. Demam disertai sakit kepala dan menggigil
  2. Batuk kering atau berdahak dengan cairan kuning bernanah
  3. Nyeri dada saat bernapas dan sesak napas
  4. Mual, muntah, dan diare
  5. Nyeri otot, sendi, dan mudah lelah
  6. Denyut nadi melemah, mencapai 100 kali/menit

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah pneumonia:

  1. Pemberian Vaksin
    Vaksin merupakan upaya pencegahan paling efektif terhadap pneumonia. Vaksin pneumokokus dan influenza dapat melindungi dari jenis pneumonia tertentu.
  2. Menjaga Kebersihan Tangan
    Mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air bersih membantu mengurangi resiko penyebaran kuman penyebab pneumonia.
  3. Gaya Hidup Sehat
    Menjalani pola hidup sehat seperti berhenti merokok, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan bergizi dapat memperkuat daya tahan tubuh terhadap infeksi.
  4. Menghindari Paparan Penyakit
    Usahakan untuk tidak melakukan kontak langsung dengan orang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan agar risiko tertular pneumonia dapat diminimalkan.

Jaga kesehatan paru-paru dengan pola hidup sehat, serta lakukan vaksinasi. Jika sobat eRSy mengalami kesulitan bernapas atau terjadi peningkatan frekuensi napas, segera konsultasikan ke Poli Penyakit Dalam RSI Surabaya A Yani

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya

 


PHBS-di-Lingkungan-Keluarga-mencakup-apa-saja-sih.jpeg
08/Sep/2025

Sobat eRSIy menjaga kesehatan keluarga nggak selalu harus dimulai dari hal besar tapi bisa dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan rumah tangga dapat membantu menciptakan keluarga yang sehat serta mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan. Beberapa manfaatnya antara lain adalah meningkatnya kesejahteraan setiap anggota keluarga, daya tahan tubuh yang lebih baik sehingga tidak mudah terserang penyakit, serta meningkatnya produktivitas karena kondisi tubuh yang sehat.

 

Selain itu, kebiasaan hidup sehat juga akan tertanam dalam keseharian keluarga, yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik dari segi kesehatan maupun pemenuhan gizinya. Berikut ini 10 indikator PHBS pada tingkatan rumah tangga :

  1. Persalinan yang ditolong tenaga kesehatan
    Persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan, seperti dokter, bidan, atau paramedis, mengikuti standar penggunaan peralatan yang higienis, steril, dan aman. Prosedur ini dapat mencegah terjadinya infeksi serta mengurangi risiko yang membahayakan keselamatan ibu dan bayi.
  2. Pemberian ASI Eksklusif
    Pemberian ASI eksklusif bagi bayi usia 0 hingga 6 bulan merupakan salah satu indikator keberhasilan penerapan PHBS di tingkat rumah tangga.
  3. Menimbang Bayi dan Balita Secara Berkala
    Penimbangan bayi dan balita secara rutin bertujuan untuk memantau pertumbuhan mereka secara berkala. Kegiatan ini dilakukan di Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) sejak bayi berusia 1 bulan hingga 5 tahun. Hasil penimbangan kemudian dicatat dalam buku KMS (Kartu Menuju Sehat), yang berfungsi sebagai alat pemantau perkembangan bayi dan balita.
  4. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan Benar
    Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir membantu menjaga kebersihan diri dan mencegah penularan penyakit melalui tangan yang bersih dari kuman.
  5. Menggunakan Air Bersih
    Penggunaan air bersih untuk memasak, mandi, dan minum penting untuk menjaga kesehatan. Air yang layak dan higienis membantu mencegah berbagai penyakit.
  6. Gunakan Jamban Sehat
    Jamban sehat adalah jamban yang tidak mencemari lingkungan, bebas bau, aman dari hewan, mudah dibersihkan, dan nyaman digunakan.
  7. Memberantas Jentik Nyamuk secara Rutin
    Nyamuk adalah vektor berbagai penyakit, sehingga memutus siklus hidupnya menjadi langkah penting dalam pencegahan. Lakukan pemeriksaan jentik secara rutin di lingkungan tempat tinggal.
  8. Konsumsi Buah dan Sayur
    Buah dan sayur kaya vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh sehat dan optimal.
  9. Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari
    Aktivitas fisik sehari-hari bisa berupa olahraga ringan, jalan kaki, jogging, berkebun, dan sejenisnya.
  10. Tidak Merokok Di Lingkungan Keluarga
    Perokok aktif bisa membahayakan kesehatan perokok pasif. Berhenti merokok atau tidak merokok di dalam rumah membantu melindungi keluarga dari risiko penyakit.

 

Dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan keluarga, kita turut menciptakan rumah yang sehat, mencegah berbagai penyakit, dan meningkatkan kualitas hidup seluruh anggota keluarga. Mulailah dari hal sederhana, karena perubahan kecil yang konsisten akan membawa dampak besar bagi kesehatan keluarga.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Apa-yang-akan-terjadi-di-tubuh-kita-jika-kita-kecanduan-obat-obatan-terlarang.jpeg
03/Sep/2025

Sobat eRSIy narkoba atau obat-obatan terlarang mungkin terlihat sepele tapi dampaknya bisa sangat berbahaya apabila disalahgunakan. Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan yang bersifat alami, sintetis, atau semi sintetis. Zat ini dapat menurunkan kesadaran dan meredam rangsangan. Awalnya digunakan untuk pengobatan, namun penyalahgunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kecanduan dan membahayakan kesehatan fisik serta mental.

 

Bahaya Narkoba atau Obat-obatan Terlarang Bagi Tubuh

  1. Kerusakan pada Otak
    Narkoba dapat merangsang otak sehingga pengguna merasa semangat dan percaya diri. Namun, konsumsi berlebih memicu kerja otak berlebihan, menyebabkan gangguan tidur, serta peningkatan detak jantung dan tekanan darah.
  2. Kerusakan Hati
    Penggunaan narkoba melalui suntikan dapat menyebabkan infeksi Hepatitis B, Hepatitis C, hingga gagal hati akibat penggunaan jarum yang tidak steril, yang berisiko merusak organ hati secara serius.
  3. Kerusakan Paru-paru
    Beberapa narkoba seperti ganja dan kokain dapat mengiritasi paru-paru dan meningkatkan risiko infeksi pernapasan serta bronkitis kronis.
  4. Penyakit Kardiovaskular
    Obat terlarang seperti kokain, amfetamin, dan heroin dapat memicu gangguan irama jantung, tekanan darah tinggi, dan penyempitan pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.
  5. Depresi serta Gangguan Kecemasan
    Narkoba sering digunakan untuk meredakan stres dan cemas, namun efeknya hanya sementara. Penggunaan jangka panjang justru dapat memperburuk gangguan mental, seperti depresi dan serangan panik.
  6. Merusak daya pikir, konsentrasi, dan fungsi otak.
    Penggunaan narkoba jangka panjang dapat merusak sel saraf otak, menurunkan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan mengambil keputusan. Stimulan seperti metamfetamin dan ekstasi juga berdampak buruk pada fungsi belajar dan fokus.
  7. Ketergantungan Emosional dan Perubahan Suasana Hati.
    Narkoba memengaruhi otak dan memicu perasaan senang sementara. Saat efeknya hilang, pengguna cenderung ingin mengulanginya, yang lama-kelamaan dapat menyebabkan ketergantungan emosional atau kecanduan.
  8. Perubahan Perilaku
    Pengguna narkoba sering kehilangan kontrol diri, cenderung agresif, dan berisiko menyakiti diri atau bunuh diri, terutama pada remaja dengan mental yang rentan.

 

Setelah memahami berbagai bahaya yang ditimbulkan oleh narkoba, penting bagi kita untuk mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyalahgunaannya.

Pencegahan Narkoba terutama untuk kaum muda:

  • Dukungan moral dari keluarga dan lingkungan sekitar berperan penting dalam membentuk pemahaman generasi muda tentang bahaya narkoba.
  • Dukungan dari lembaga pendidikan Selain keluarga, sekolah memiliki peran penting dalam mensosialisasikan pencegahan narkoba.
  • Edukasi sejak dini, Kasus penyalahgunaan narkoba oleh anak-anak menunjukkan bahwa edukasi mengenai bahaya narkoba perlu diberikan sedini mungkin untuk melindungi generasi muda.
  • Hindari membatasi anak secara berlebihan. Orang tua sebaiknya tidak terlalu mengekang anak, karena aturan yang terlalu ketat justru bisa memicu pemberontakan dan menjerumuskan anak pada perilaku negatif.
  • Bantu anak mengembangkan potensinya. Tak hanya memberi informasi soal bahaya narkoba, dukung juga minat positif mereka demi masa depan yang lebih baik.

Dengan kesadaran, dukungan, dan tindakan nyata dari semua pihak, kita bisa melindungi generasi muda dari ancaman narkoba dan membangun masa depan yang lebih sehat dan cerah.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?