DBD pada Anak, Apakah Lebih Berbahaya?

Halo, Sobat eRSIy! ????
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak di Indonesia, terutama saat musim hujan. Banyak orang tua yang bertanya, apakah DBD pada anak lebih berbahaya dibandingkan pada orang dewasa?
Jawabannya, DBD pada anak memang perlu mendapat perhatian khusus, karena kondisi tubuh anak berbeda dengan orang dewasa dan gejalanya sering kali tidak disadari sejak awal.
Mengapa Anak Rentan Terkena DBD?
DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi.
Anak-anak lebih rentan terkena DBD karena:
- Sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang
- Sering beraktivitas di luar rumah
- Kurang menyadari gejala awal penyakit
Akibatnya, penyakit sering terlambat dikenali sehingga penanganannya menjadi lebih lambat.
Gejala DBD pada Anak
Sobat eRSIy perlu mengenali tanda-tanda DBD pada anak sejak dini. Gejala yang sering muncul antara lain:
????️ Demam tinggi mendadak hingga 39–40°C
???? Sakit kepala atau nyeri di belakang mata
???? Mual dan muntah
???? Nyeri otot dan sendi
???? Bintik-bintik merah pada kulit
???? Anak terlihat lemas dan kurang aktif
Pada beberapa kasus, anak juga dapat mengalami mimisan atau gusi berdarah.
Mengapa DBD Bisa Lebih Berbahaya pada Anak?
Pada anak, DBD dapat berkembang lebih cepat menjadi kondisi yang serius, seperti kebocoran plasma darah yang menyebabkan penurunan tekanan darah atau yang dikenal sebagai syok dengue.
Kondisi ini dapat menyebabkan:
- Anak menjadi sangat lemas
- Tangan dan kaki terasa dingin
- Nyeri perut hebat
- Muntah terus-menerus
- Penurunan kesadaran
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berbahaya bagi keselamatan anak.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami:
⚠️ Demam tinggi lebih dari 2 hari
⚠️ Anak sangat lemas atau tidak mau makan dan minum
⚠️ Muntah terus-menerus
⚠️ Muncul perdarahan seperti mimisan atau bintik merah di kulit
Pemeriksaan dokter dan tes darah sangat penting untuk memastikan diagnosis dan memantau kondisi anak.
Cara Mencegah DBD pada Anak
Sobat eRSIy, pencegahan tetap menjadi langkah terbaik untuk melindungi anak dari DBD. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
✔️ Melakukan 3M: menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air
✔️ Menggunakan kelambu atau lotion anti nyamuk
✔️ Memasang kawat kasa pada ventilasi rumah
✔️ Menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk
Penutup
Sobat eRSIy, DBD pada anak bisa menjadi kondisi yang berbahaya jika tidak dikenali dan ditangani sejak dini. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala awal serta segera memeriksakan anak ke tenaga kesehatan jika muncul tanda-tanda yang mencurigakan.
RSI Surabaya A. Yani siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi anak, mulai dari pemeriksaan hingga penanganan penyakit secara optimal.
Mari bersama menjaga kesehatan buah hati agar tetap tumbuh sehat dan aktif. ????
Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.
Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:
(031) 8284505
0811363670 (customer care)
Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya





