Kulit Mengeras dan Terasa Ketat? Ini Bisa Jadi Tanda Scleroderma Kulit

September 24, 2025 by RSI A.YANI
Kulit-Mengeras-dan-Terasa-ketat-ini-bisa-jadi-tanda-scleroderma-kulit.jpeg

Sobat eRSIy, kulit yang terasa kencang dan mengeras bisa menjadi tanda scleroderma, penyakit langka yang mempengaruhi kualitas hidup. Skleroderma terjadi ketika sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melawan infeksi, malah menyerang jaringan ikat. Hal ini menyebabkan sel-sel dalam jaringan ikat menghasilkan kolagen secara berlebihan. Kolagen adalah protein penting yang membentuk struktur jaringan ikat.

Scleroderma diduga dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, seperti masalah pada sistem kekebalan tubuh, faktor genetik, dan faktor lingkungan. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya scleroderma antara lain:

  • Jenis kelamin wanita
  • Usia antara 35–55 tahun
  • Memiliki riwayat keluarga dengan scleroderma atau penyakit autoimun lainnya
  • Mengalami kondisi autoimun lain, seperti lupus atau sindrom Sjögren (penyakit autoimun yang memengaruhi kelenjar air mata dan saliva)
  • Sedang menjalani kemoterapi
  • Terpapar senyawa kimia berbahaya dalam jangka panjang

Gejala pertama muncul pada kulit, yang ditandai dengan pengerasan dan penebalan kulit, terutama di area mulut, hidung, jari, dan kulit yang melapisi tulang. Seiring perkembangan penyakit, gejala lainnya yang dapat muncul antara lain:

  • Rambut rontok
  • Deposit kalsium di bawah kulit yang muncul sebagai benjolan putih
  • Pembuluh darah membesar di bawah permukaan kulit
  • Nyeri sendi
  • Sesak napas dan batuk kering
  • Gangguan pencernaan, seperti diare, konstipasi, dan kesulitan menelan
  • Refluks esophagus (asam lambung naik ke kerongkongan)

Gejala khas lainnya adalah spasme pembuluh darah di jari tangan dan kaki, yang menyebabkan perubahan warna menjadi putih dan pucat, terutama saat stres atau terpapar udara dingin.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan scleroderma sepenuhnya. Namun, penderita dapat melakukan perawatan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Beberapa metode penanganan untuk skleroderma antara lain:

  • Perawatan kulit: Krim dan pelembab untuk mencegah kulit kering.
  • Terapi fisik (fisioterapi): Membantu mengembalikan fungsi gerak anggota tubuh.
  • Fototerapi: Terapi cahaya UV untuk mengobati kondisi kulit.
  • Transplantasi sel punca: Mengganti sel darah yang rusak dengan sel donor yang sehat.
  • Gaya hidup sehat: Olahraga rutin, Menghindari angkat beban berat, Menggunakan pelembab kulit,Tidur cukup, Makan makanan sehat dan bergizi seimbang, Menghindari makanan yang dapat memicu asam lambung naik

Scleroderma adalah kondisi jangka panjang yang memerlukan penanganan karena berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Penderita perlu mengelola gejalanya untuk waktu yang lama, bahkan mungkin sepanjang hidup.

Oleh karena itu sobat eRSIy apabila mengalami gejala scleroderma segera konsultasikan ke Poli Penyakit Dalam Sub Spesialis Alergi dan Imunologi RSI Surabaya A Yani

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya

rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?