Nutrisi Tepat, Kunci Pemulihan Pasien TB dengan Diabetes

Tuberkulosis (TB) dan diabetes melitus (DM) merupakan dua penyakit kronis yang masih menjadi tantangan besar di bidang kesehatan. Ketika keduanya terjadi bersamaan pada satu pasien, kondisi ini dikenal sebagai beban ganda (double burden) yang dapat saling memperburuk. Oleh karena itu, selain pengobatan medis, pengaturan nutrisi yang tepat memegang peranan sangat penting dalam mendukung keberhasilan terapi dan proses pemulihan.
Hubungan Erat TB dan Diabetes
Diabetes melitus dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Kadar gula darah yang tinggi membuat sel imun tidak bekerja optimal, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi, termasuk TB. Tak hanya itu, diabetes juga dapat menurunkan efektivitas pengobatan TB.
Sebaliknya, infeksi TB merupakan stres berat bagi tubuh. Saat terinfeksi, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Kondisi ini membuat kontrol diabetes menjadi lebih sulit dan meningkatkan risiko komplikasi. Akibatnya, pasien dengan diabetes memiliki risiko hingga tiga kali lipat lebih tinggi untuk mengalami TB aktif.
Mengapa Nutrisi Sangat Penting?
Nutrisi yang tepat menjadi salah satu pilar utama untuk memutus “lingkaran setan” antara TB dan diabetes. Pola makan yang baik bertujuan untuk:
- Mengontrol kadar gula darah
- Meningkatkan status gizi
- Memperkuat sistem imun
- Mendukung efektivitas obat
- Mempercepat proses pemulihan
Tanpa asupan gizi yang adekuat, tubuh akan lebih sulit melawan infeksi dan merespons pengobatan dengan optimal.
Prinsip Pola Makan Sehat untuk Pasien TB dengan Diabetes
Pasien dianjurkan menerapkan prinsip 3J (Jumlah, Jenis, dan Jam makan) yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Pola makan seimbang dapat diterapkan melalui konsep piring sehat, yaitu:
- ½ piring diisi sayuran rendah karbohidrat
- ¼ piring diisi sumber karbohidrat kompleks
- ¼ piring diisi sumber protein tinggi
Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, atau singkong lebih dianjurkan dibandingkan karbohidrat sederhana seperti gula pasir atau sirup. Sementara itu, sumber protein sehat dapat diperoleh dari ikan, telur, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe.
Makanan yang Dianjurkan dan Perlu Dibatasi
Beberapa jenis makanan yang dianjurkan antara lain:
- Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan tomat
- Buah dengan indeks glikemik rendah seperti apel, pir, dan pepaya
- Lemak sehat dari alpukat dan kacang almond
- Minuman tanpa gula seperti air putih dan teh tawar
Sebaliknya, pasien sebaiknya membatasi konsumsi:
- Jeroan, kulit ayam, dan makanan berlemak tinggi
- Gorengan, santan, dan makanan cepat saji
- Minuman manis, kopi dengan gula, jus kemasan, serta buah kalengan
Contoh Jadwal Menu Sehari
Pola makan teratur membantu menjaga kestabilan gula darah dan energi tubuh. Contoh menu harian antara lain:
- Sarapan: nasi merah, ayam tanpa santan, dan tumis sayur
- Selingan pagi: buah apel dan kacang almond
- Makan siang: ubi rebus, pepes ikan, dan sayur bening
- Selingan sore: tahu rebus atau yogurt rendah lemak tanpa gula
- Makan malam: kentang rebus, telur, dan capcay sayuran
Tips Praktis agar Nutrisi Tetap Optimal
Pasien TB dengan diabetes disarankan untuk:
- Makan dalam porsi kecil tetapi sering jika nafsu makan menurun
- Mencukupi kebutuhan cairan, minimal 8–10 gelas per hari
- Mengonsumsi vitamin dan mineral sesuai anjuran dokter
- Tidak mengonsumsi suplemen sembarangan tanpa konsultasi medis
Nutrisi Adalah Bagian dari Pengobatan
Pada pasien TB dengan diabetes, nutrisi bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari terapi. Asupan energi dan protein yang cukup akan membantu tubuh melawan infeksi dan mempercepat pemulihan. Konsistensi dalam menjalankan pola makan sehat serta kepatuhan minum obat menjadi kunci utama keberhasilan pengobatan.
Dengan pengelolaan nutrisi yang tepat dan pendampingan tenaga kesehatan, pasien TB dengan diabetes tetap memiliki peluang besar untuk pulih dan menjalani hidup yang lebih sehat.
Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.
Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:
(031) 8284505
0811363670 (customer care)
Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya





