INFO UNTUK ANDA

waspada-ISK.jpg
18/Dec/2025

Infeksi Saluran Kemih (ISK)
 Ini adalah infeksi yang terjadi pada bagian saluran kemih, yaitu :

  • Uretra (saluran tempat keluarnya urine)
  • Kandung kemih
  • Ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih)
  • Bahkan bisa sampai ke ginjal

Penyebab paling sering adalah bakteri, terutama E. coli dari usus, yang masuk ke saluran kencing.

Gejala ISK diantaranya :

  • Nyeri atau panas saat buang air kecil
  • Sering merasa ingin kencing, tapi urine keluar sedikit
  • Urine keruh atau berbau tidak sedap
  • Kadang disertai demam (bila infeksi sudah sampai ginjal)

Yuk kenali beberapa faktor penyebabnya agar sobat eRSIy dapat lebih waspada!

1. Bakteri dari Area Sekitar

Sebagian besar ISK disebabkan oleh bakteri E. coli yang biasanya hidup di usus. Bakteri ini bisa berpindah ke saluran kencing, terutama bila kebersihan area genital tidak dijaga dengan baik.

2. Wanita Lebih Rentan

Kenapa wanita lebih sering kena ISK? Karena saluran kencing wanita lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih. Selain itu, setelah menopause, kadar hormon estrogen menurun dan membuat perlindungan alami tubuh berkurang.

3. Menahan Kencing

Sering menunda ke toilet? Hati-hati, hal ini memberi waktu bagi bakteri untuk berkembang biak di kandung kemih.

4. Kurang Minum Air Putih

Kalau jarang minum, urine jadi sedikit dan jarang keluar. Akibatnya, bakteri tidak terbilas dan lebih mudah menempel di saluran kencing. Minumlah cukup air putih, minimal 2 liter per hari.

5. Faktor Medis

Beberapa kondisi bisa meningkatkan risiko ISK, misalnya:

  • Pemakaian kateter urine (selang kencing).
  • Penyakit seperti diabetes atau batu ginjal.
  • Pada pria, pembesaran prostat bisa membuat urine tidak keluar tuntas.

6. Usia dan Daya Tahan Tubuh

  • Anak-anak bisa terkena ISK bila kebersihan kurang terjaga.
  • Lansia lebih berisiko karena daya tahan tubuh melemah.

Kesimpulan

ISK bisa dicegah dengan cara sederhana: cukup minum air putih, tidak menahan kencing, jaga kebersihan area genital, serta kontrol penyakit yang sudah ada seperti diabetes atau batu ginjal. Jika Sobat eRSIy mengalami gejala seperti nyeri dan sering kencing namun sedikit-sedikit jangan ragu untuk memeriksakan diri ke Poli Urologi RSI Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


anak-picky-eater.jpeg
11/Dec/2025

Halo Sobat Ersiy,Si kecil suka pilih-pilih makanan? Tenang, ini fase normal kok! Tapi, jangan sampai dibiarkan ya, karena bisa memengaruhi tumbuh kembangnya. Yuk, kita bahas cara tepat menghadapi anak picky eater.!

Picky eater atau kecenderungan memilih milih makanan pada anak-anak. Kondisi ketika anak mencoba jenis makanan baru dikenal atau jenis makanan yang sudah dikenal tetapi menolak konsumsi dalam jumlah yang cukup.

 

Normal ga sih?

Kebiasaan pilih pilih makanan ini normal dan sering terjadi pada usia 1-3 tahun, pada awal tahap pengenalan makanan atau proses transisi dari ASI dan MPASI. Walaupun normal tetapi hal ini akan membuat orang tua takut mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anaknya terganggu karena kekurangan zat gizi tertentu; takut stunting, takut tidak pintar dan tidak bisa tinggi. anak enggan untuk makan buah dan sayur, sukanya makanan instan atau jajanan kemasan yang banyak pengawet, penyedap dan pewarna.

 

Apa sih picky eater itu sebenarnya ?

Picky eater sebenarnya adalah fase normal pada tahap awal perkembangan anak, tetapi kebiasaan memilih milih makanan jika dibiarkan terus menerus akan menjadi penolakan makanan atau enggan makan makanan tertentu (selective eater) ketika remaja dan dewasa.

 

sikap orang tua yang bagaimana sih yang salah dalam menghadapi anak picky eater?

Sebagai orang tua ketika menghadapi anak yang memilih milih makanan, tidak boleh dengan amarah, memasukkan makanan dengan paksa ke mulut anak, hal ini akan membuat anak trauma.

 

Apa Solusinya ?

Carilah faktor penyebab mengapa anak demikian, apa karena rasa, tekstur, pengaruh lingkungan, kepribadian anak dan paparan makanan lainnya.

 

Bagaimana Peran Orang tua menghadapi anak picky eater yang benar?

  1. Menyajikan makanan dalam porsi kecil agar tidak terlalu banyak atau enek, lebih baik nambah lagi jika kurang daripada membuang sisanya
  2. Berikan contoh teladan ke anak, anak biasanya melihat kebiasaan orang tua. Ketika seorang anak melihat orang tuanya tidak suka sayur dan buah maka ada kecenderungan anak untuk mencontoh kebiasaan orang tuanya
  3. Memberikan akses yang mudah ke anak untuk mengambil makanan, misalkan menaruh makanan di meja yang tidak tinggi dan terlihat
  4. Memberikan contoh makan yang menyenangkan, misalkan ketika makan dengan ekspresi senang (lahap) dan merasa menikmati makanan lezat. Bisa juga dengan memberikan contoh saudara atau  kakak yang sedang makan makanan yang sama
  5. Mengenalkan makanan baru harus sabar dan berkali-kali, jika terjadi penolakan harus terus dicoba
  6. Konsultasi ke dokter anak atau ahli gizi

Penutup

Itu dia, Sobat eRSIy, kunci menghadapi anak picky eater adalah sabar, jangan memaksa, dan beri contoh yang baik. Jika mengalami keluhan atau ingin berkonsultasi, jangan ragu untuk datang ke Poli Anak Rumah Sakit Islam Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Tanda-Bahaya-kehamilan.jpeg
08/Dec/2025

Kehamilan adalah anugerah yang ditunggu oleh setiap pasangan suami istri, yang tentunya membawa harapan dan kebahagiaan. Namun, tidak semua kehamilan berjalan lancar. Beberapa kondisi tertentu bisa menjadi tanda bahaya yang perlu dikenali sejak dini.

Apa yang Dimaksud dengan Tanda Bahaya Kehamilan?

Tanda bahaya kehamilan adalah gejala atau kondisi yang menunjukkan adanya gangguan pada kehamilan yang bisa berisiko tinggi bagi keselamatan ibu dan bayi dalam kandungan.

Jenis Tanda Bahaya Kehamilan

1. Perdarahan dari Jalan Lahir

Perdarahan selama kehamilan, terutama dalam jumlah banyak atau disertai nyeri, bisa menjadi pertanda keguguran, plasenta previa (plasenta menutupi sebagian/seluruh jalan lahir), atau solusio plasenta (plasenta terlepas sebelum bayi lahir).

2. Nyeri Perut Hebat atau Kram Terus-Menerus

Nyeri hebat yang menetap di perut bagian bawah, jika disertai dengan perdarahan, risikonya menjadi lebih tinggi.

3. Gerakan Janin Berkurang atau Tidak Terasa

Janin mulai aktif bergerak di usia kehamilan 18–24 minggu. Jika ibu merasakan penurunan atau tidak ada gerakan janin sama sekali selama lebih dari 12 jam setelah usia kehamilan 24 minggu, segera periksakan diri.

4. Sakit Kepala Berat, Pandangan Kabur, dan Bengkak Parah

Gejala tersebut bisa menunjukkan preeklamsia, yaitu kondisi tekanan darah tinggi yang berbahaya pada kehamilan. Jika tidak ditangani, dapat berkembang menjadi eklamsia yang mengancam jiwa.

5. Demam Tinggi

Demam yang tidak kunjung reda bisa menandakan adanya infeksi yang berbahaya bagi ibu dan janin, termasuk infeksi saluran kemih atau infeksi sistemik lainnya.

6. Keluar Cairan dari Vagina Sebelum Waktunya

Jika cairan ketuban keluar sebelum waktu persalinan, ini bisa menjadi tanda ketuban pecah dini yang meningkatkan risiko infeksi dan kelahiran prematur.

7. Kejang atau Keadaan Tidak Sadar

Kejang selama kehamilan merupakan tanda bahaya serius, terutama jika berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menjadi pertanda eklamsia dan memerlukan penanganan segera.

8. Mual dan Muntah Berlebihan

Meski mual dan muntah umum terjadi di awal kehamilan, jika terjadi secara berlebihan hingga ibu tidak bisa makan atau minum sama sekali (hiperemesis gravidarum), maka perlu penanganan medis agar tidak terjadi dehidrasi dan gangguan elektrolit.

 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Tanda Bahaya?

Jika ibu mengalami satu atau lebih dari tanda di atas:

  • Jangan menunggu : segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.
  • Catat gejala dan waktunya : hal ini membantu tenaga medis memahami kondisi lebih cepat.
  • Bawa buku KIA atau catatan kehamilan : untuk memudahkan penanganan.

Setiap ibu hamil dan keluarga perlu memahami gejala-gejala yang mengindikasikan tanda bahaya kehamilan. Jangan ragu untuk periksakan kehamilan bunda secara rutin di Poli Kandungan Rumah Sakit Islam Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Yuk-Intip-Rahasia-Membangun-Otot-dengan-Sumber-Protein-Sehat.jpeg
02/Dec/2025

Protein merupakan komponen esensial dalam proses pembentukan dan pemeliharaan massa otot. Ketika tubuh mengalami aktivitas fisik seperti olahraga, terutama latihan kekuatan, kebutuhan protein meningkat untuk membantu pemulihan jaringan otot dan mendukung pertumbuhan otot baru. Namun, tidak semua sumber protein memberikan manfaat yang sama. Pemilihan sumber protein yang sehat dan berkualitas tinggi sangat penting untuk hasil yang optimal.

Mengapa Protein Penting untuk Otot?

Protein terdiri dari asam amino, yang merupakan komponen penyusun otot. Konsumsi protein setelah aktivitas fisik dapat meningkatkan sintesis protein otot dan mencegah pemecahan otot. Asupan protein yang cukup setiap hari, disertai latihan yang konsisten, berkontribusi pada peningkatan massa dan kekuatan otot.

Kriteria Sumber Protein Sehat

Sumber protein yang baik untuk membangun otot harus mengandung:

  • Asam amino esensial lengkap, terutama leusin yang sangat berperan dalam stimulasi pertumbuhan otot.
  • Nilai biologis tinggi, artinya protein tersebut mudah dicerna dan diserap oleh tubuh.
  • Rendah lemak jenuh dan kolesterol, untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Sumber Protein Sehat yang Direkomendasikan

1. Telur

Telur merupakan salah satu sumber protein dengan nilai biologis tertinggi. Satu butir telur menyediakan sekitar 6–7 gram protein lengkap. Selain itu, telur juga mengandung vitamin B12 dan kolin yang mendukung metabolisme energi. Studi dalam American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa konsumsi telur utuh pasca-latihan meningkatkan sintesis protein lebih baik dibanding putih telur saja.

2. Daging Tanpa Lemak

Daging sapi, ayam, dan kalkun tanpa lemak mengandung protein tinggi dengan kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibanding daging olahan. Protein hewani dari daging tanpa lemak sangat efektif untuk mendukung hipertrofi otot jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.

3. Ikan Berlemak

Ikan seperti salmon dan tuna menyediakan protein berkualitas tinggi serta asam lemak omega-3 yang memiliki efek antiinflamasi. Omega-3 dapat meningkatkan sensitivitas otot terhadap protein dan membantu pemulihan setelah latihan intensif (Journal of the International Society of Sports Nutrition, 2018).

4. Produk Susu Rendah Lemak

Susu, yogurt, dan keju rendah lemak merupakan sumber protein kasein dan whey. Protein whey dikenal cepat diserap dan efektif dalam merangsang sintesis otot, sedangkan kasein menyediakan pelepasan asam amino yang lambat dan stabil. Penelitian dari Nutrition & Metabolism menunjukkan bahwa kombinasi whey dan latihan resistensi mempercepat peningkatan massa otot.

5. Kacang-Kacangan dan Biji-Bijian

Meskipun protein nabati umumnya tidak lengkap, mengombinasikan beberapa jenis kacang-kacangan dan biji-bijian (misalnya kacang merah dengan nasi atau quinoa) dapat menyediakan spektrum asam amino esensial. Selain itu, mereka mengandung serat dan lemak sehat yang baik untuk kesehatan jantung.

6. Tahu dan Tempe

Sebagai sumber protein nabati dari kedelai, tahu dan tempe mengandung protein lengkap dan merupakan pilihan utama bagi vegetarian. Tempe juga mengandung probiotik hasil fermentasi yang dapat mendukung kesehatan pencernaan.

Tips Konsumsi Protein untuk Membangun Otot

  • Distribusi seimbang: Bagi asupan protein secara merata sepanjang hari (sekitar 20–30 gram per makan).
  • Konsumsi pasca-latihan: Waktu terbaik mengonsumsi protein adalah dalam 30–60 menit setelah latihan.
  • memberikan efek optimal terhadap Gabungkan dengan latihan beban: Asupan protein tanpa aktivitas fisik tidak akan massa otot.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Yuk-Ketahui-Manfaat-Sensory-Play-untuk-Anak.jpg
27/Nov/2025

Apa Itu Sensory Play?

Sensory play merupakan permainan atau aktivitas yang merangsang satu atau lebih indera anak, termasuk juga indera keseimbangan dan kesadaran tubuh.

 

Mengapa Kegiatan Sensory Play Penting untuk Anak?

  1. Sebagian besar perkembangan otak terjadi sebelum usia 3 tahun
  2. Sensory play memperkuat koneksi saraf, meningkatkan fungsi ngatan, fokus, regulasi emosi, dan membantu anak dalam pemecahan masalahnya
  3. Bermain sensory membantu otak memproses rangsangan pancaindra, sekaligus melatih motorik halus dan kasar

Contoh Aktivitas Sensory Play yang Bisa Diberikan kepada Anak

  • Bermain dengan adonan kue, slime, atau pasir, untuk mengajarkan anak beragam tekstur
  • Bermain dengan jenis kacang yang berbeda bentuk dan warna, untuk mengajarkan anak beragam warna dan bentuk
  • Membiarkan anak untuk makan sendiri, bermain tebak rasa, bentuk, atau warna buah, untuk mengenalkan bau, tekstur, warna, hingga rasa makanan
  • Bermain dengan menumpuk gelas plastik berwarna untuk mengajarkan anak tentang beragam warna
  • Bermain dengan alat musik atau benda yang bisa mengeluarkan suara ketika dipukul, misalnya panci, ember, atau baskom

Manfaat Utama Sensory Play

  1. Interaksi dengan berbagai media (warna, tekstur, rasa) memperluas kosakata dan kemampuan deskriptif saat anak dan orang tua berdiskusi .
  2. Aktivitas seperti mencubit, menuang, atau memindahkan benda memperkuat koordinasi tangan-mata, sedangkan bermain di luar (lompat, lari, naik sepeda) memperbaiki keseimbangan dan kekuatan otot besar
  3. Sensory play mendorong pemecahan masalah (misal, mengelompokkan bentuk/warna), meningkatkan ingatan, konsentrasi, dan kemampuan berpikir fleksibel

Bermain bersama teman atau orang tua mengasah empati, kerjasama, keterampilan regulasi emosi seperti kesabaran dan kepercayaan diri

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


waspada-hiperkolesterolemia.jpeg
21/Nov/2025

Hiperkolesterolemia terjadi saat kadar kolesterol darah (terutama LDL atau “jahat”) melewati batas normal, memperbesar risiko timbulnya aterosklerosis, penyakit jantung koroner, pankreatitis, diabetes, gangguan tiroid, hingga penyakit hati dan ginjal

Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kolesterol

  • Usia dan jenis kelamin: Risiko kolesterol meningkat seiring bertambahnya usia dan lebih rentan pada pria dan wanita usia 40–60 tahun .
  • IMT tinggi (obesitas): Peningkatan berat badan berbanding lurus dengan kenaikan kadar LDL dan total kolesterol
  • Tekanan darah tinggi: Hipertensi sering bersamaan dengan kadar kolesterol yang tinggi
  • Merokok & aktivitas fisik rendah: Kedua faktor ini meningkatkan risiko hiperkolesterolemia

Strategi Mengendalikan Kolesterol

Perubahan Gaya Hidup (Therapeutic Lifestyle Changes – TLC), Strategi ini meliputi :

  1. Kurangi lemak jenuh dan kolesterol makanan
     Setiap pengurangan 1% kalori dari lemak jenuh dapat menurunkan LDL sebesar ~2%
  2. Pilih bahan yang bantu kadar LDL
     Konsumsi sterol/tanaman stanol, serat larut, dan protein kedelai dapat menurunkan LDL
  3. Turunkan berat badan bila perlu
     Menurunkan berat badan membantu memperbaiki profil lipid .
  4. Aktivitas fisik rutin
     Latihan aerobik moderat hingga intensif secara konsisten membantu membakar lemak dan menurunkan LDL

Pencegahan dan  pengelolaan Kolesterol

  • Jaga berat badan ideal (IMT 18,5–24,9 kg/m²).
  • Rutin olahraga minimal 150 menit/minggu.
  • Kurangi merokok dan asupan lemak jenuh.
  • Perlu deteksi dini melalui pemeriksaan kolesterol darah secara berkala.

Kesimpulan

Mengendalikan kolesterol tinggi membutuhkan pendekatan terpadu: perubahan pola makan, penurunan berat badan & peningkatan aktivitas fisik, serta pengobatan bila diperlukan. Strategi TLC dan dukungan dari Kemenkes serta jurnal medis telah menunjukkan efektivitas dalam menurunkan LDL dan risiko penyakit kardiovaskular.

Jika sobat eRSIy mengalami keluhan atau ingin berkonsultasi dapat mengunjungi Poli Penyakit Dalam RSI Surabaya A Yani

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


sering-pusing-merasa-berputar-saat-berjalan-waspadai-gejala-vertigo.jpeg
19/Nov/2025

Apa Itu Vertigo?

Pernahkah Anda merasakan dunia “berputar” padahal Anda diam? Itulah vertigo: ilusi gerakan tubuh sendiri atau lingkungan sekitarnya—yang bukan disebabkan oleh gerakan nyata . Ini berbeda dari pusing ringan: vertigo disertai mual, kesulitan menyeimbangkan diri, dan gerakan mata tak terkendali (nistagmus)

 

Penyebab Vertigo

Vertigo muncul ketika sistem keseimbangan terganggu, baik di telinga dalam, otak, maupun indera proprioseptif (otot dan sendi). Secara umum, vertigo dibagi menjadi dua:

1. Vertigo perifer – masalah pada telinga bagian dalam seperti:

  • BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo): kristal otolit lepas menyebabkan sensasi berputar saat ganti posisi
  • Vestibular neuritis/labyrinthitis: peradangan saraf vestibular, biasanya akibat virus .
  • Penyakit Meniere: kelebihan cairan di telinga dalam, ditandai dengan vertigo, tinnitus, dan gangguan pendengaran .

 

2. Vertigo sentral – gangguan di batang otak atau serebelum, misalnya akibat stroke atau tumor.

Gejala Vertigo yang Harus Diwaspadai

Tanda khas vertigo mencakup:

  • Sensasi berputar atau ruang seperti bergoyang
  • Mual atau muntah
  • Mata bergerak tak terkendali (nistagmus)
  • Sulit berjalan lurus atau koordinasi buruk (ataxia)
  • Gejala timbul saat bergerak atau berganti posisi

Pencegahan & Manajemen Jangka Panjang

  • Ikuti Latihan Vestibular secara rutin
  • Hindari perubahan posisi leher dan kepala yang cepat
  • Diet sehat: rendah garam, hindari pemicu Meniere atau migrain vestibular
  • Kurangi stres dan konsumsi kafein/alkohol
  • Segera konsultasi bila gejala persisten atau disertai tanda bahaya

Kesimpulan

Vertigo adalah kondisi medis serius yang mempengaruhi sistem keseimbangan. Diagnosis tepat dan penanganan seperti manuver reposisi BPPV, rehabilitasi vestibular, dan obat sesuai penyebabnya terbukti efektif. Untuk hasil terbaik, segeralah periksakan diri ke dokter dan jalani terapi rutin. Jika vertigo disertai tanda neurologis (misalnya kesulitan bicara, mati rasa, kelemahan otot), segera konsultasikan ke poli saraf RSI Surabaya A Yani.

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya

 


Mengapa-Minum-Teh-Setelah-Makan-Tidak-Dianjurkan.jpeg
17/Nov/2025

Minum teh setelah makan adalah kebiasaan yang umum di Indonesia. Namun, para ahli kesehatan menyarankan untuk menghindari kebiasaan ini karena dapat berdampak negatif pada penyerapan nutrisi dan kesehatan pencernaan. Berikut penjelasannya

1. Menghambat Penyerapan Zat Besi

Teh mengandung senyawa tanin dan polifenol yang dapat mengikat zat besi non-heme (zat besi dari sumber nabati) dalam makanan, sehingga menghambat penyerapannya oleh tubuh. Hal ini dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi besi, terutama pada remaja putri dan wanita usia subur yang memiliki kebutuhan zat besi lebih tinggi.

2. Meningkatkan Risiko Anemia

Kebiasaan minum teh setelah makan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko anemia. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh setelah makan dapat menurunkan penyerapan zat besi hingga 64%.

3. Memicu Gangguan Pencernaan

Kandungan kafein dalam teh dapat merangsang produksi asam lambung berlebih, yang berpotensi menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan. Hal ini dapat memicu gejala seperti mual, mulas, dan diare, terutama jika teh dikonsumsi dalam jumlah besar atau saat perut kosong.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Minum Teh?

Untuk meminimalkan dampak negatif terhadap penyerapan nutrisi, disarankan untuk memberikan jeda waktu antara makan dan minum teh. Idealnya, konsumsi teh dilakukan setidaknya satu jam setelah makan. Hal ini memungkinkan tubuh menyerap nutrisi penting dari makanan sebelum tanin dalam teh mengikatnya.

 

Kesimpulan

Meskipun teh memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti kandungan antioksidan dan efek relaksasi, konsumsi teh segera setelah makan dapat menghambat penyerapan zat besi dan meningkatkan risiko anemia serta gangguan pencernaan. Oleh karena itu, sebaiknya hindari minum teh langsung setelah makan dan berikan jeda waktu untuk memastikan penyerapan nutrisi yang optimal.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Cuci-Hidung-Anak-Aman-Gak-Ya.jpeg
12/Nov/2025

Cuci hidung atau irigasi nasal merupakan metode yang aman dan efektif untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan anak. Praktik ini direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) sebagai bagian dari penanganan berbagai gangguan pernapasan.

Manfaat Cuci Hidung pada Anak

  1. Mengurangi Gejala Hidung Tersumbat
     Cuci hidung membantu membersihkan lendir, debu, dan alergen dari rongga hidung, sehingga mengurangi gejala hidung tersumbat akibat selesma, rinitis alergi, dan rhinosinusitis akut maupun kronik.
  2. Menurunkan Risiko Infeksi
     Dengan membersihkan rongga hidung secara rutin, cuci hidung dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan virus penyebab infeksi saluran pernapasan atas.
  3. Mengurangi Penggunaan Obat-obatan
     Praktik ini dapat mengurangi kebutuhan akan obat-obatan seperti dekongestan dan antibiotik, karena membantu meredakan gejala secara alami.
  4. Meningkatkan Fungsi Mukosiliar
     Cuci hidung memperbaiki fungsi mukosiliar hidung, yaitu mekanisme alami tubuh untuk membersihkan partikel asing, sehingga meningkatkan pertahanan terhadap infeksi.
  5. Membantu Penyaluran Obat
     Dalam beberapa kasus, cuci hidung dapat membantu dalam penyaluran obat ke dalam sinus, meningkatkan efektivitas pengobatan.

Cara Melakukan Cuci Hidung pada Anak

  • Persiapan: Gunakan larutan salin isotonik (NaCl 0,9%) yang steril. Siapkan alat seperti spuit atau alat semprot khusus cuci hidung.
  • Prosedur: Dengan anak dalam posisi duduk atau sedikit menunduk, semprotkan larutan ke salah satu lubang hidung dan biarkan cairan keluar melalui lubang hidung lainnya. Ulangi pada sisi yang berlawanan.
  • Frekuensi: Lakukan 1–2 kali sehari atau sesuai anjuran dokter, terutama saat anak mengalami gejala hidung tersumbat.

Kesimpulan

Cuci hidung adalah metode yang aman dan bermanfaat untuk anak dalam menjaga kesehatan saluran pernapasan. Dengan melakukan cuci hidung secara rutin, dapat membantu mengurangi gejala hidung tersumbat, menurunkan risiko infeksi, dan meningkatkan kualitas hidup anak. Konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan panduan yang sesuai dengan kondisi anak Anda

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Sistitis-Ketika-Buang-Air-Kecil-Jadi-Tidak-Nyaman-1200x1200.jpeg
11/Nov/2025

Pernahkah Anda merasa ingin terus-menerus buang air kecil, tetapi setiap kali ke kamar mandi justru hanya keluar sedikit dan terasa nyeri atau panas? Bila iya, bisa jadi itu adalah sistitis kondisi radang kandung kemih yang sering disebabkan infeksi bakteri.

Sistitis bukan hanya sekadar “anyang-anyangan” dan sebaiknya tidak dianggap sepele. Jika tidak ditangani, infeksi bisa menjalar hingga ginjal dan memicu komplikasi serius.

 

Apa Itu Sistitis?

Sistitis adalah peradangan pada lapisan kandung kemih yang paling sering disebabkan infeksi bakteri, khususnya Escherichia coli (E. coli).

Bakteri ini biasanya berasal dari area anus dan naik ke saluran kemih hingga ke kandung kemih.

 

Penyebab dan Faktor Risiko

Sebagian besar kasus sistitis terjadi karena infeksi bakteri, terutama E. coli. Namun bakteri lain seperti Staphylococcus, Klebsiella, dan Pseudomonas juga bisa menjadi penyebab.

Hal-hal berikut meningkatkan risiko sistitis:

  • Aktivitas seksual
  • Penggunaan spermisida atau diafragma
  • Kehamilan atau menopause
  • Diabetes Mellitus
  • Riwayat infeksi saluran kemih (ISK)
  • Kurang minum air putih
  • Menahan kencing
  • Penggunaan kateter urine
  • Batu ginjal atau kelainan saluran kencing

 

Bagaimana Gejalanya?

Sistitis biasanya ditandai dengan:

  • Dorongan kuat untuk buang air kecil
  • Rasa terbakar saat buang air kecil
  • Buang air kecil sedikit namun sering
  • Urin keruh atau berbau menyengat
  • Darah dalam urin (hematuria)
  • Nyeri panggul atau rasa tertekan di bawah pusar

Pada beberapa orang, gejalanya mungkin tidak tajam, sehingga sering disangka masalah ringan.

 

Apa yang Harus Dilakukan Saat Mengalami Sistitis?

Jika merasakan gejala sistitis, lakukan langkah berikut:

  1. Jangan menahan buang air kecil
  2. Minum banyak air untuk membantu “membilas” bakteri
  3. Jangan minum antibiotik sembarangan harus dengan resep dokter
  4. Segera ke fasilitas kesehatan jika gejala menetap
  5. Bila sering kambuh, konsultasikan ke dokter spesialis urologi

 

Pencegahan Sistitis

Cara sederhana untuk mencegah sistitis:

  • Jaga kebersihan area genital (bersihkan dari depan ke belakang)
  • Minum 8 gelas air per hari
  • Jangan menahan kencing
  • Buang air kecil sebelum dan setelah hubungan seksual
  • Bilas area kelamin sebelum dan sesudah berhubungan

Mitos vs Fakta Sistitis

MitosFakta
Sistitis sembuh sendiriSalah — bisa menyebar ke ginjal jika tidak diobati
Makanan pedas penyebab sistitisTidak — hanya memperburuk gejala
Minum banyak air tidak membantuFaktanya membantu membilas bakteri
Sistitis selalu menyebabkan nyeri hebatTidak, gejala bisa bervariasi

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera ke dokter bila:

  • Nyeri semakin berat
  • Demam dan menggigil
  • Urin berdarah
  • Gejala berulang
  • Anda sedang hamil atau memiliki penyakit kronis seperti diabetes

 

Sistitis adalah kondisi yang umum, terutama pada wanita, namun jangan disepelekan. Dengan kebiasaan hidup bersih, cukup minum, dan pemeriksaan tepat waktu, kita dapat mencegah dan mengatasinya sebelum menjadi lebih parah

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?