INFO UNTUK ANDA

WhatsApp-Image-2025-03-04-at-08.48.41.jpeg
04/Mar/2025

Bayi baru lahir yang diletakkan di perut atau dada ibunya secara alami dapat mencari air susu ibu (ASI) dan menyusui sendiri. Proses penting ini disebut inisiasi menyusui dini (IMD). ASI telah terbukti berguna sebagai sumber makanan utama karena membangun sistem kekebalan bayi baru lahir dan melindunginya dari berbagai penyakit. Proses menyusui ini sebenarnya dapat dimulai dan dikuatkan dengan inisiasi menyusui dini.

WHO merekomendasikan menyusui dini dalam satu jam pertama setelah bayi lahir. Setelah bayi keluar dari jalan lahir, dia diletakkan di dada ibunya.

Manfaat IMD Bagi Ibu dan Bayi

Meningkatkan kesempatan bayi mendapatkan kolostrum ibu

Kolostrum adalah makanan pertama untuk bayi baru lahir yang keluar dari payudara ibu, sebelum air susu ibu (ASI). Kolostrum memiliki banyak manfaat untuk kesehatan bayi, salah satunya adalah membantu memperkuat daya tahan tubuh bayi. Kolostrum sudah mulai diproduksi sejak masa kehamilan hingga 2–4 hari setelah melahirkan. Kolostrum berwarna kuning keemasan dan teksturnya lebih kental.

Mendukung keberhasilan asi eksklusif 

Inisiasi menyusui dini diketahui menunjang keberhasilan ASI eksklusif hingga setidaknya bayi berusia 4 bulan.

Memperkuat hubungan ibu dan bayi

IMD yang mengharuskan kulit ibu bersentuhan langsung dengan kulit bayi dapat menjadi cara yang efektif dalam menenangkan bayi

Meningkatkan daya tahan tubuh bayi

Inisiasi menyusui dini dapat mengurangi angka kematian bayi baru lahir. Selain itu, dapat meningkatkan kesehatan, tumbuh kembang, dan membantu membangun daya tahan tubuh bayi. Selain itu, ASI juga sangat baik untuk kesehatan sistem pencernaan bayi.

Bagaimana Cara Melakukan IMD? 

Letakkan bayi di dada ibu dan biarkan bayi mencari puting sendiri selama 1 jam untuk menyusu, tanpa intervensi

Bagaimana IMD Dikatakan Berhasil? 

Jika bayi mampu menemukan puting ibu dan mulai menyusu secara mandiri dan proses menyusui dapat berjalan lancar

 

Jika sobat eRSIy ingin menerapkan IMD atau berkonsultasi terkait ilmu laktasi dapat berkunjung ke Poli Laktasi di RSI Surabaya A Yani. 

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-5.png
20/Feb/2025

Apa yang dimaksud dengan gangguan mental pada lansia? 

Gangguan mental pada lansia merupakan kondisi yang dapat memengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku lansia. Gangguan ini dapat menyebabkan lansia kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti di keluarga, pekerjaan, dan kegiatan sosial.

 

Beberapa gangguan mental yang sering terjadi pada lansia, antara lain yaitu : 

  • Depresi
    Gangguan suasana hati yang membuat lansia merasa sedih dan kehilangan minat. Depresi pada lansia sering terjadi bersamaan dengan masalah kesehatan fisik lainnya. 
  • Gangguan kecemasan
    Gangguan yang menyebabkan lansia merasa cemas berlebihan dan mudah khawatir. Gangguan kecemasan pada lansia sering terjadi bersamaan dengan depresi. 
  • Demensia
    Gangguan psikologis yang bersifat kronis dan memengaruhi kemampuan lansia untuk memproses pikiran. 
  • Gangguan bipolar
    Gangguan yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem, seperti merasa sangat bahagia dan sedih. 
  • Gangguan makan
    Gangguan psikologis yang dapat berupa bulimia atau anoreksia nervosa. 

Beberapa faktor risiko yang dapat menjadi penyebab gangguan mental pada lansia 

  1. Tidak memiliki aktivitas yang dapat meningkatkan produktivitas
  2. Kehilangan orang terdekat 
  3. Penyakit fisik yang memburuk
  4. Efek samping penggunaan obat
  5. Kesepian atau tidak ada pembimbing rohani
  6. Isolasi sosial 

Komplikasi gangguan mental pada lansia 

  1. Kualitas hidup memburuk
  2. Kondisi kesehatan menurun

 

Lansia yang menderita gangguan kejiwaan umumnya enggan memberitahukan kondisinya pada orang lain, oleh karena itu, keluarga harus mendampingi setiap aktivitas yang dilakukan oleh lansia untuk memastikan bahwa lansia dalam kondisi aman.

Jika sobat eRSIy memiliki orang tua atau kerabat yang memiliki kondisi tersebut, jangan ragu untuk segera konsultasikan pasien ke poli Jiwa di RSI Surabaya A Yani

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-4.png
18/Feb/2025

Untuk penderita asam urat tinggi, diet rendah purin akan membantu mengontrol kadar asam urat dalam tubuh, mencegah kekambuhan, dan mengurangi gejala asam urat, seperti bengkak dan nyeri pada sendi. 

 

Purin dihasilkan secara alami oleh tubuh dan berfungsi untuk mengatur pertumbuhan sel untuk menghasilkan energi jika ada dalam jumlah yang cukup dalam tubuh.

 

Namun, terlalu banyak purin dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah, menyebabkan kristal asam urat pada persendian atau bahkan ginjal. Pada akhirnya, ini dapat menyebabkan radang sendi atau batu ginjal.

 

Penderita asam urat harus mengontrol asupan purin mereka dengan mengikuti diet rendah purin untuk mencegah keluhan yang disebabkan oleh asam urat tinggi dalam darah.

Tips Diet Rendah Purin

  • Minum air yang cukup yaitu sebanyak 2L setiap harinya

Asupan air yang cukup dapat membantu tubuh mengeluarkan zat asam urat berlebih melalui urine sehingga mencegah pembentukan kristal asam urat.

  • Konsumsi buah dan sayuran 

Saat menjalani diet rendah purin, mengonsumsi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan segar juga dapat dilakukan. Ini karena sayur dapat membantu tubuh secara keseluruhan, termasuk mengontrol tingkat asam urat dalam tubuh.Selain itu, buah-buahan yang tinggi vitamin C sangat bermanfaat bagi mereka yang menjalani diet rendah purin karena memiliki sifat antioksidan yang dapat meredakan peradangan yang disebabkan oleh asam urat. Namun, karena sayuran hijau seperti asparagus, kol, bayam, jamur, dan kacang hijau dapat meningkatkan tingkat purin dalam tubuh Anda, Anda harus tetap membatasi konsumsi sayuran ini.

  • Hindari Minuman Beralkohol 

Selama diet rendah purin, sangat penting untuk menghindari minuman beralkohol. Ini karena minuman beralkohol, terutama bir, dapat meningkatkan risiko asam urat hingga 6,5 persen.

  • Hindari makanan kaleng dan siap saji 

Saat Anda menjalani diet rendah purin, hindari makanan kaleng atau siap saji seperti ikan sarden dan daging asap. Dibandingkan dengan makanan kaleng dan siap saji, Anda bisa mengonsumsi daging ayam segar dan dimasak hingga matang tentunya dengan jumlah yang terkontrol.

  • Konsumsi susu rendah lemak 

Ini karena protein susu dapat membantu mengeluarkan asam urat dari tubuh melalui urine.

  • Batasi penggunaan saus siap pakai 

Saat memasak makanan untuk diet rendah purin, Anda harus membatasi penggunaan saus siap pakai karena mengandung purin yang tinggi, meningkatkan risiko penyakit asam urat

  • Hindari makanan yang tinggi gula

Menurut beberapa penelitian, jika Anda mengikuti diet rendah purin, Anda harus menghindari mengonsumsi gula yang berlebihan. Ini karena makanan dan minuman manis mengandung zat purin tinggi, yang dapat meningkatkan kadar asam urat dan menyebabkan kristal asam urat mengendap di persendian dan ginjal.

Selain itu, menjalani diet rendah purin juga membantu Anda makan lebih banyak makanan yang sehat, seperti roti gandum, nasi merah, kacang-kacangan, dan minyak sehat.

 

Jika Anda menderita asam urat tinggi dan telah menjalankan diet rendah purin, tetapi gejala Anda sering kambuh atau tidak hilang, konsultasikan kembali ke dokter spesialis penyakit dalam RSI Surabaya A Yani.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-3-1.png
14/Feb/2025

APA ITU KONJUNGTIVITIS?

Salah satu penyait mata merah karena adanya peradangan/ infeksi pada selaput yang melapisi selaput bola mata.

 

JENIS-JENIS KONJUNGTIVITIS

  • Alergi
  • Virus
  • Bakteri
  • Iritasi bahan kimia

 

APAKAH KONJUNGTIVITIS MENULAR?

Konjungtivitis yang disebabkan oleh virus atau bakteri dapat menular melalui kontak langsung seperti handuk, saputangan yang dipakai bersama.

 

BAGAIMANA TANDA DAN GEJALANYA

  • Mata merah dan berair
  • Gatal dan kadang nyeri
  • Biasanya mengenai kedua mata
  • Pembengkakan kelopak mata
  • Produksi kotoran meningkat terutama saat bangun tidur

 

APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA MERASAKAN GEJALA KONJUNGTIVITIS?

  • Segera mencuci tangan setelah mata
  • Hindari mengucek mata
  • Bersihkan kelopak mata dengan air hangat
  • Bawa ke dokter untuk mendapat terapi sesuai keluhan
  • Hindari mencuci mata menggunakan air daun sirih
  • Hindari penggunaan lensa kontak sementara waktu

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-1.png
11/Feb/2025

DEFINISI

Bekas luka yang tumbuh secara berlebihan, melampaui batas luka akibat proses penyembuhan yang tidak normal

 

GEJALA

  • Area tersering: bahu, dada, rahang, lengan
  • Benjolan yang menebal kadang kenyal di bekas luka
  • Berwarna merah muda hingga ungu dan kecoklatan
  • Batasnya jelas
  • Nyeri atau gatal yang berlebihan
  • Bias semakin luas seiring bertambahnya waktu

 

FAKTOR RISIKO

Internal

  • Faktor genetic (tipe kulit)
  • Usia tua
  • Keadaan penurunan imunitas
  • Penyakit kronis

Eksternal

  • Paparan sinar matahari yang berlebihan
  • Radiasi
  • Malnutrisi
  • Merokok
  • Penggunaan obat-obatan tertentu

 

APA SAJA PENYEBABNYA?

  • Trauma kulit: tato, luka bakar, bekas suntikan, tindik telinga, pembedahan
  • Gangguan peradangan kulit: jerawat, gigitan nyamuk, infeksi

 

BAGAIMANA BISA TERJADI

  • Fase peradangan yang berlebihan
  • Produksi kolagen yang tidak terkendali
  • Disregulasi faktor pertumbuhan
  • Gangguan proses pembentukan jaringan baru

 

BAGAIMANA PENCEGAHANNYA?

  • Tidak menggaruk atau mengorek luka yang belum sembuh
  • Tidak membuat lubang anting, tindikan, atau tato
  • Segera merawat luka dengan baik walaupun luka ringan
  • Berhhati-hati ketika bercukur agar kulit tidak tergores

 

TERAPINYA APA?

  • Injeksi kortikosteroid
  • Terapi laser
  • Eksisi bedah

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel.png
08/Feb/2025

Penyakit Crohn atau Crohn’s Disease merupakan salah satu penyakit radang usus dan merupakan kondisi jangka panjang.

Peradangan dapat terjadi pada seluruh lapisan dinding usus, mulai dari mulut hingga ke anus. Namun, peradangan lebih sering terjadi pada bagian akhir usus kecil (ileum) atau usus besar.

Kondisi ini bisa terasa menyakitkan, membuat tubuh merasa lemah, dan terkadang bisa menyebabkan komplikasi yang berakibat fatal.

Pengidap crohn’s disease ini bisa tidak mengalami gejala apapun atau hanya mengalami gejala ringan. Namun, ada masa kambuh sehingga dapat mempersulit kesehatan pengidapnya.

 

Penyebab utama dari Crohn’s disease masih belum diketahui secara pasti. Namun, faktor yang memungkinkan terjadinya penyakit ini adalah : 

  1. Diet
  2. Stres
  3. Reaksi autoimun
  4. Lingkungan
  5. Faktor makanan tertentu
  6. Faktor obat tertentu

Selain itu, beberapa faktor risiko juga menyebabkan terjadinya Crohn’s Disease, yaitu : 

  1. Genetika
  2. Infeksi
  3. Usia
  4. Merokok
  5. Sistem kekebalan tubuh yang lemah 

 

Gejala Crohn’s Disease

Gejala crohn’s disease bisa berbeda-beda di setiap orang, mulai dari ringan hingga sangat parah. Gejala penyakit ini juga bisa terjadi pada bagian mana saja di sistem pencernaan, diantaranya yaitu :

  • Merasa sangat kelelahan.
  • Sakit perut dan kram.
  • Diare.
  • Tinja bercampur lendir dan darah.
  • Penurunan selera makan.
  • Penurunan berat badan yang ekstrem.
  • Demam.

Pada anak-anak dengan crohn’s disease, mereka bisa mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan. Segera temui dokter apabila :

  • Munculnya darah dalam feses.
  • Diare yang tidak kunjung sembuh.
  • Penurunan berat badan.
  • Sakit atau kram perut dalam waktu yang lama.

Pencegahan Crohn’s Disease

Hal yang bisa dilakukan untuk menurunkan risikonya adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat.

Hal ini juga dapat meredakan gejala dan mengurangi kemungkinan terjadi kembali. Berikut beberapa caranya:

  • Berhenti merokok.
  • Lakukan pola makan sehat dan menjaga kesehatan lambung dengan makanan tinggi serat.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Mengelola stres dengan benar.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


IMG_2380.png
06/Feb/2025

Pengertian Trauma

Trauma adalah respons tubuh ketika dihadapkan dengan peristiwa buruk yang dapat membahayakan kondisi fisik maupun mental. Dengan demikian, kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat agar tidak menimbulkan efek berkepanjangan yang dapat mengganggu kualitas hidup penderitanya.

 

Penanganan Luka Bakar

Luka Bakar Ringan

Luka bakar ringan merupakan luka bakar yang paling sering terjadi. Biasanya, luka bakar ringan terjadi di rumah saat memasak ataupun yang lainnya. Berikut cara menangani luka bakar:

  • Hindari memberikan sesuatu yang bisa memicu timbulnya iritasi, misalnya mengoleskan pasta gigi
  • Ambil handuk dan basahi dengan air dingin
  • Letakkan handuk tersebut pada luka
  • Diamkan handuk tersebut pada luka selama kurang lebih 15 menit
  • Konsumsi obat pereda nyeri bila rasa sakit yang dialami tidak tertahankan.

Luka Bakar Sedang

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menangani luka bakar sedang, yaitu:

  • Ambil handuk dan basahi dengan air dingin
  • Dinginkan luka dengan meletakkan handuk tersebut di area luka selama kurang lebih 15 menit
  • Jika ada luka melepuh, usahakan tidak memecahkan luka lepuh
  • untuk menghindari risiko infeksi
  • Lakukan pemeriksaan ke dokter bila luka lepuh disertai dengan
  • tanda infeksi seperti bengkak, merah, timbul nanah ataupun rasa sakit yang semakin parah
  • Kemudian, apabila luka bakar yang terjadi cukup luas perlu mendapatkan penanganan langsung dari dokter, biasanya akan memberikan pengobatan berupa antibiotik atau antinyeri baik itu berupa salep ataupun obat minum.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Penanganan pada orang yang mengalami trauma :

  • Aman Diri
  • Aman Korban
  • Aman Lingkungan

Perbedaan Kompres Hangat dan Kompres Dingin

Kompres dilakukan dengan menempelkan handuk hangat/dingin pada permukaan kulit seseorang. Suhu panas/dingin pada kompres dapat memengaruhi tubuh, terutama pembuluh darah.

Pada kompres panas/hangat, pembuluh darah dapat melebar. Sebaliknya, kompres dingin akan mempersempit pembuluh darah. Kompres hangat/dingin akan merangsang reseptor mengirimkan sinyal pada otak bahwa permukaan tubuh sedang mengalami perubahan suhu. Hipotalamus akan bereaksi sesuai dengan kondisi yang terjadi.

Kompres Hangat

  • Demam, melakukan kompres hangat pada lipatan tubuh, seperti ketek, selangkangan, lipatan lutut dan siku.
  • Kaku sendi dan otot, suhu panas pada kompres hangat akan melebarkan pembuluh darah.
  • Cedera olahraga yg sudah melewati fase akut, yang sudah melewati fase akut, biasanya 72 jam pasca cedera.
  • Kaku leher : Kompres hangat pada leher yang kaku dapat mengurangi kekakuan otot dan nyeri kepala.
  • Kram Menstruasi : Kram atau kaku pada saat menstruasi dapat diringankan dengan kompres hangat.

Kompres Dingin

Kompres dingin dapat menurunkan aliran darah pada area cedera sehingga dapat memperlambat laju inflamasi dan mengurangi bengkak, mengurangi nyeri

serta mengurangi perdarahan dengan menyempitkan pembuluh darah. Jangan gunakan kompres dingin ketika :

  • Kram
  • Demam
  • Luka terbuka/kulit yang melepuh/luka bakar
  • Sebelum olahraga
  • Nyeri punggung

Penanganan luka bakar berat

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk korban luka bakar berat, yaitu:

  • Amankan korban dari sumber kebakaran.
  • Baringkan korban di tempat yang datar dengan kaki terangkat setidaknya 40 cm.
  • Lepaskan aksesoris yang digunakan korban.
  • Pastikan korban tetap bernapas
  • dengan baik.
  • Tutupi tubuh korban dengan selimut ataupun mantel
  • Upayakan tidak mengoleskan salep atau obat di area yang terbakar tanpa anjuran dokter
  • Jangan menempelkan es di area yang terbakar, karena hal tersebut dapat membahayakan jaringan kulit yang terbakar
  • Untuk mencegah hipotermia, hindari memberikan air dingin pada luka bakar yang luas, hal ini penting untuk diperhatikan demi mencegah tekanan darah ataupun aliran darah yang menurun secara drastis.

 

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-7.jpg
28/Jan/2025

APA ITU DERMATITIS SEBOROIK?

Penyakit kulit dengan gejala klinis kulit kemerahan, bersisik, dan gatal, terutama di area berminyak seperti kulit kepala dan area wajah.

 

APA PENYEBAB DERMATITIS SEBOROIK?

  • Produksi minyak dari kelenjar kulit yang terlalu banyak
  • Pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebihan
  • Reaksi sistem kekebalan tubuh

 

BAGAIMANA GEJALANYA?

  • Adanya sisik kuning berminyak disertai gatal
  • Ketombe dapat menjadi tanda awal gejala Dermatitis Seboroik
  • Menyebabkan kerontokan pada rambut
  • Lokasi terserang seperti di lipatan kulit, dada dan punggung, lipatan paha dan daerah kelamin, wajah, alis, dan disekitar area hidung dan telinga

 

PENGOBATAN

  • Penggunaan pelembab
  • Menjaga kelembapan dan kebersihan area kepala yang sering berkeringat
  • Anti jamur topikal
  • Obat topikal, korticosteroid

 

APA SAJA PENCEGAHAN?

  • Cuci rambut dan wajah secara teratur
  • Gunakan shampo khusus
  • Hindari stress
  • Perhatikan pola makan
  • Jaga kelembapan kulit
  • Paparan sinar matahari yang cukup

 

KOMPLIKASI

Bisa terjadi infeksi tambahan, terutama pada ipatan kulit dan area yang lembap. Bisa terjadi infeksi jamur atau bakteri

 

TINGKAT KESEMBUHAN

  • Pada bayi: biasanya sembuh sendiri
  • Pada dewasa: bisa muncul terus-menerus atau kronis sehingga memerlukan perawatan rutin

 

DERMATITIS SEBOROIK PADA BAYI DAN DEWASA ITU BEDA, LHO

Pada bayi, dermatitis seboroik sering disebut “Cradle cap” atau “Kepala Kudis”, berupa sisik kekuningan berminyak dan tidak gatal

Pada dewasa, cenderung kronis dan kambuhan, sering muncul di kulit kepala, wajah, dada, dan punggung. Area kulit kemerahan biasanya gatal

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-6.jpg
17/Jan/2025

Retinopati Diabetikum

Retinopati diabetikum merupakan kelainan retina (retinopati) yang ditemukan pada penderita diabetes melitus.

 

Pemeriksaan pada retinopati Diabetikum

GDA: Pemerksaan GDA (Glukosa Darah Acak) adalah tes untuk mengukur kadar glukosa dalam darah tanpa memperhatikan waktu makan.

GDP: (Glukosa Darah Puaasa) adalah tes yang mengukur kadar glukosa dalam darah setelah pasien tidak makan atau minum selama setidaknya 8 jam

GDA (Glukosa Darah Acak)

  • Range normal: 70 – 140 mg/dL.
  • Kadar di atas 200 mg/dL biasanya menunjukkan kemungkinan diabetes.

GDP (Glukosa Darah Puasa)

  • Range normal: 70 – 99 mg/dL.
  • Kadar antara 100 – 125 mg/dL menujukkan pra-diabetes, sedangkan di atas 126 mg/dL dapat mengindikasikan diabetes.

 

Faktor Resiko

  • Durasi diabet
  • Kontrol gula darah yang buruk
  • Hipertensi
  • Dislipidemia
  • Merokok
  • Keturunan
  • Kehamilan
  • Usia tua
  • Obesitas

 

Kondisi Mata

Kondisi mata pada diabetes dan non-diabetes memiliki beberapa perbedaan penting:

  • Retinopati Diabetik: Ini adalah komplikasi umum pada penderita diabetes, di mana kerusakan pada pembuluh darah retina dapat menyebabkan gangguan penglihatan atau kebutaan. Pada non-diabtes, kondisi ini tidak terjadi.
  • Katarak: Penderita diabetes cenderung mengalami katarak lebih awal dibandingkan dengan individu non-diabetes. Katarak adalah lensa mata yang menjadi keruh dan dapat mengganggu penglihatan.
  • Glaucoma: Risiko glaucoma juga lebih tinggi pada penderita diabetes, yang dapat menyebabkan kerusakan pada saraf optik dan kehilangan penglihatan.
  • Pembuluh Darah Retina: Pada orang dengan diabetes, pembuluh darah di retina bisa mengalami kebocoran atau penyumbatan, sedangkan pada non-diabetes, pebuluh darah biasanya lebih sehat.
  • Penglihatan Kabur: Pada penderita diabetes, penlihatan kabur bisa muncul secara tiba-tiba akibat fluktasi kadar gula darah. Ini tidak umum pada non-diabetes.
  • Penting bagi penderita diabetes untuk rutin memerksakan mata untuk mencegah dan mengelola komplikasi.

 

Edukasi

Edukasi untuk pasien yang terkena retinopati diabetic meliputi:

  • Pemahamam penyakit: menjelaskan tentang retinopati diabetic, penyebab, dan dampaknya terhadap penglihatan.
  • Pentingnya kontol diabetes:menkankan perlunya menjaga kadar glukosa darah dalam rentang normal melalui diet, olahraga, dan pengobatan.
  • Pemeriksaan rutin: menyarankan pemeriksaan mata secara berkala untuk mendeteksi perubahan lebih awal
  • Pengelolaan risiko lain: mengontrol ekanan darah dan kolesterol dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-4-1.jpg
11/Jan/2025

Apa Itu Kencing Batu?

Kencing batu merupakan kondisi dimana terbentuknya batu baik di ginjal, ureter (saluran dari ginjal menuju kandung kemih), kandung kemih, hingga saluran kencing.

 

Apa Penyebab Kencing Batu ?

  • Kurang minum
  • Sering menahan kencing sehingga terbentuk endapan
  • Banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat mencetuskan batu
  • Pengendapan asam urat pada penderita asam urat
  • Infeksi/radang pada saluran kemih

 

Jenis-jenis Batu

  • Batu kalsium
  • Batu struvit
  • Batu asam urat
  • Batu Cystine

 

Apa akibatnya jika kencing batu tidak tertangani?

  • Dapat menyebabkan gejala dari ringan seperti nyeri dan perasaan tidak tuntas saat Buang Air Kecil
  • Berpotensi menimbulkan penyakit berat seperti gagal ginjal
  • Berisiko mencetuskan infeksi pada saluran kemih

 

Tanda & Gejala Kencing Batu

  • Buang air lebih sering dari biasanya
  • Ada batu yang keluar bersama air seni
  • Nyeri saat Buang Air Kecil
  • Urine berwarna gelap
  • Darah dalam air seni
  • Nyeri di perut bawah
  • Nyeri di pinggang
  • Mual dan muntah

 

Penyembuhan Kencing Batu?

  • Minum obat pereda nyeri sesuai anjuran
  • Menghindari makanan dan minuman yang dapat memicu terbentuknya batu
  • Operasi pengeluaran batu

 

Makanan dan Minuman yang harus dihindari

  • Minuman seperti teh, coklat, kopi, dan minuman bersoda
  • Makanan yang tinggi garam
  • Jeroan
  • Processed Food (Makanan Olahan)
  • Sayuran seperti bayam dan kembang kol (Dibatasi)
  • Buah seperti stroberi, buah bit, dan anggur

 

Pencegahan Kencing Batu?

  • Minum air 2-3 liter setiap hari Jangan menunda kencing
  • Hindari makanan tinggi kandungan garam dan gula

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?