Perhatikan Hal Ini sebelum Mendaki Gunung! Mengenal Kondisi Hipotermia

January 28, 2026 by RSI A.YANI
Kenali-Hipotermia.jpeg

Hipotermia saat mendaki gunung adalah kondisi tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya untuk memproduksinya, menyebabkan suhu tubuh turun drastis di bawah normal (di bawah 35°C). Kondisi ini sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

 

Penyebab Hipotermia:

Hipotermia umumnya terjadi akibat paparan suhu dingin dalam waktu lama, baik di lingkungan terbuka maupun tertutup. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko hipotermia meliputi:

  1. Paparan cuaca dingin (misalnya saat mendaki gunung atau tersesat di lingkungan bersalju).
  2. Terendam air dingin (seperti jatuh ke laut atau sungai yang bersuhu rendah).
  3. Pakaian yang tidak memadai dalam cuaca dingin.
  4. Gangguan kesehatan tertentu, seperti diabetes, hipotiroidisme, atau malnutrisi, yang dapat menghambat produksi panas tubuh.
  5. Konsumsi alkohol atau obat-obatan yang dapat mengganggu regulasi suhu tubuh.

 

MENGAPA PENDAKI GUNUNG RENTAN TERKENA HIPOTERMIA?

Pendaki gunung termasuk kelompok yang paling rentan mengalami hipotermia karena beberapa faktor, antara lain:

  • Kondisi Cuaca yang Tidak Terduga: Suhu di pegunungan dapat berubah secara drastis, terutama pada malam hari atau saat terjadi badai.
  • Pakaian yang Tidak Sesuai: Pendaki pemula sering kali kurang memahami pentingnya pakaian berlapis (layering) yang mampu menjaga suhu tubuh.
  • Kelelahan Fisik: Aktivitas fisik yang berat membuat tubuh lebih cepat kehilangan panas, terutama jika tidak diimbangi dengan asupan makanan dan minuman yang cukup.
  • Efek Ketinggian: Pada ketinggian tertentu, tubuh mengalami kesulitan dalam mengatur suhu dan produksi panas, meningkatkan risiko hipotermia.
  • Kurangnya Adaptasi terhadap Dingin: Pendaki yang tidak terbiasa dengan lingkungan bersuhu rendah lebih cepat mengalami kehilangan panas tubuh.

Gejala Hipotermia

Gejala hipotermia berkembang secara bertahap dan dapat bervariasi tergantung tingkat keparahannya:

  • Ringan (32–35°C): Menggigil, kulit pucat, kelelahan, kebingungan ringan, bicara melantur, dan kesulitan menggerakkan tubuh.
  • Sedang (28–32°C): Berhenti menggigil, gangguan koordinasi yang parah, kantuk berlebihan, denyut jantung dan pernapasan melambat.
  • Parah (<28°C): Hilang kesadaran, denyut jantung dan pernapasan hampir tidak terdeteksi, pupil melebar, dan berisiko henti jantung.

Penanganan Hipotermia

Jika seseorang mengalami hipotermia, segera lakukan langkah-langkah berikut sebelum bantuan medis datang :

  1. Pindahkan ke tempat yang lebih hangat dan kering.
  2. Lepaskan pakaian basah dan ganti dengan pakaian kering dan hangat.
  3. Gunakan selimut tebal atau sumber panas seperti botol air hangat yang dibungkus kain di area leher, dada, atau selangkangan.
  4. Berikan minuman hangat yang tidak mengandung alkohol atau kafein.
  5. Hindari pemanasan langsung seperti menggunakan penghangat ruangan dengan suhu tinggi karena dapat menyebabkan syok.
  6. Jika korban tidak sadar, segera lakukan CPR jika tidak ada detak jantung atau napas.

Pencegahan Hipotermia

Untuk mencegah hipotermia, penting untuk:

  • Gunakan pakaian yang sesuai saat berada di lingkungan dingin, termasuk pakaian berlapis, jaket tahan air, dan topi.
  • Tetap kering dan hindari kontak langsung dengan air dingin.
  • Konsumsi makanan bergizi untuk menjaga energi tubuh
  • Hindari konsumsi alkohol.
  • Selalu bawa perlengkapan darurat, terutama jika beraktivitas di alam terbuka.

Pastikan tubuh pendaki dalam keadaan yang prima sebelum memutuskan untuk mendaki gunung dengan melakukan MCU di RSI Surabaya A Yani.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya

rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?