Gigi Susu Berlubang Tidak Perlu Dirawat? Ini Mitos yang Masih Banyak Dipercaya

July 31, 2026 by Chondik faradilla
Gigi-Susu-Berlubang-Tidak-Perlu-Dirawat-Ini-Mitos-yang-Masih-Banyak-Dipercaya.jpg.jpeg

Hallo, Sobat eRSIy!

Masih menganggap gigi susu tidak perlu dirawat karena nantinya akan tanggal sendiri? Atau berpikir anak baru perlu menyikat gigi setelah semua gigi susunya tumbuh? Hati-hati, anggapan tersebut ternyata hanya mitos. Faktanya, kesehatan gigi susu sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, mulai dari kemampuan mengunyah, berbicara, hingga menjadi penuntun tumbuhnya gigi permanen. Oleh karena itu, penting bagi Ayah dan Bunda untuk mengenali fakta seputar kesehatan gigi anak agar si kecil tumbuh dengan senyum yang sehat dan percaya diri.

 

Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan Gigi Anak

Mitos: Gigi susu yang berlubang tidak perlu dirawat

Faktanya: Gigi susu tetap harus dirawat meskipun nantinya akan tanggal.

Gigi susu membantu anak mengunyah makanan, belajar berbicara, dan menjaga ruang bagi pertumbuhan gigi permanen. Jika gigi susu berlubang dibiarkan, anak dapat mengalami nyeri, kesulitan makan, gangguan tidur, hingga infeksi. Bahkan, kehilangan gigi susu terlalu dini dapat menyebabkan susunan gigi permanen menjadi tidak rapi.

 

Mitos: Anak baru perlu menyikat gigi setelah semua gigi susu tumbuh

Faktanya: Perawatan gigi dimulai sejak gigi pertama muncul.

Begitu gigi pertama erupsi, orang tua sudah perlu membersihkannya menggunakan sikat gigi anak dengan pasta gigi berfluoride sesuai usia. Kebiasaan ini membantu mencegah gigi berlubang sejak dini sekaligus membentuk rutinitas menjaga kebersihan mulut.

 

Mitos: Menyikat gigi terlalu keras membuat gigi lebih bersih

Faktanya: Menyikat terlalu keras justru dapat merusak gigi dan gusi.

Tekanan yang berlebihan tidak membuat gigi menjadi lebih bersih. Sebaliknya, kebiasaan ini dapat melukai gusi dan mengikis lapisan enamel gigi. Menyikat gigi dengan gerakan yang lembut dan teknik yang benar jauh lebih efektif.

 

Kapan Anak Perlu ke Dokter Gigi?

Organisasi American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) merekomendasikan agar anak menjalani pemeriksaan gigi pertama dalam enam bulan setelah gigi pertama tumbuh, atau paling lambat saat usia 1 tahun.

Pemeriksaan sejak dini membantu dokter menilai risiko gigi berlubang, memberikan edukasi kepada orang tua, serta mendeteksi masalah sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Jangan Tunggu Anak Mengeluh Sakit Gigi

Anak sering kali belum mampu mengungkapkan keluhan pada giginya. Karena itu, pemeriksaan gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Selamat Hari Anak Nasional. Mari bersama wujudkan senyum sehat untuk masa depan yang lebih cerah. Ayah dan Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis anak di RS Islam Surabaya A. Yani untuk mendapatkan pemeriksaan dan edukasi yang tepat sesuai kebutuhan buah hati.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya

rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2026. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?