Bingung ASI Belum Lancar? Yuk, Kenali Cara Stimulasi yang Tepat!

Halo, Sobat eRSIy!
Menyusui adalah momen yang sangat dinantikan setiap ibu setelah melahirkan. Namun, wajar jika sebagian ibu baru merasa khawatir ketika ASI belum keluar atau jumlahnya masih sedikit pada hari-hari pertama. Tenang ya, kondisi ini cukup sering terjadi dan umumnya bisa dibantu dengan stimulasi yang sesuai.
Yuk, kenali penyebab, cara merangsang, dan tanda ASI sudah cukup untuk si kecil!
Mengapa ASI Belum Keluar Lancar Setelah Melahirkan?
Tubuh sebenarnya sudah mulai menyiapkan ASI sejak masa kehamilan. Meski begitu, ASI tidak selalu langsung keluar banyak setelah persalinan. Pada hari-hari pertama, yang keluar biasanya kolostrum, yaitu ASI pertama yang berwarna kekuningan, jumlahnya sedikit, tetapi kaya zat kekebalan untuk bayi. Jumlah ASI biasanya meningkat dalam beberapa hari berikutnya.
Beberapa hal yang dapat memengaruhi kelancaran ASI antara lain :
- Stres dan rasa lelah setelah melahirkan
- Persalinan yang berlangsung lama atau melalui operasi caesar
- Bayi belum cukup sering menyusu pada hari-hari awal
- Posisi dan perlekatan bayi saat menyusu yang belum tepat
- Asupan cairan dan nutrisi ibu yang belum tercukupi
- Perubahan hormon yang belum stabil
Jadi, tidak perlu panik dulu, Sobat eRSIy. Tubuh ibu membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dan mulai memproduksi ASI secara optimal.
Bagaimana Cara Merangsang ASI Agar Cepat Keluar?
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba untuk membantu ASI keluar secara alami :
- Susui bayi sesering mungkin. Semakin sering payudara dihisap, semakin banyak ASI yang diproduksi. Tidak perlu menunggu payudara terasa penuh.
- Lakukan kontak kulit ke kulit (skin to skin). Sentuhan langsung antara kulit ibu dan bayi membantu memicu hormon oksitosin yang berperan dalam mengalirkan ASI. Kebiasaan ini juga membuat bayi lebih tenang dan lebih mudah mencari payudara.
- Pastikan posisi dan perlekatan sudah tepat. Mulut bayi sebaiknya menutupi sebagian besar area gelap di sekitar puting, bukan hanya ujung puting. Perlekatan yang baik membuat bayi menyusu lebih efektif dan mengurangi risiko puting lecet.
- Coba pijat laktasi. Teknik ini dapat membantu memperlancar aliran ASI dan mencegah sumbatan pada saluran payudara.
- Pertimbangkan memerah ASI. Jika bayi belum bisa menyusu langsung, misalnya karena dirawat terpisah, ibu dapat memerah ASI dengan tangan atau pompa agar payudara tetap terstimulasi.
- Penuhi kebutuhan gizi. Pilih makanan bergizi seperti sumber protein, sayuran hijau, dan buah segar, serta cukupi kebutuhan cairan setiap hari.
- Istirahat cukup dan kelola stres. Ibu yang lebih tenang dan cukup tidur cenderung lebih mudah mengalirkan ASI. Jangan sungkan meminta bantuan suami atau keluarga untuk urusan rumah agar ibu bisa beristirahat.
Tips Menjaga Produksi ASI Tetap Lancar
Agar produksi ASI terjaga, kebiasaan berikut bisa diterapkan setiap hari :
- Tetap susui bayi secara teratur, atau lakukan pumping bila bayi sedang tertidur dan belum menyusu
- Dekatkan bayi dengan ibu selama mungkin agar ibu lebih mudah mengenali tanda bayi lapar
- Hindari rokok dan batasi konsumsi kafein
- Kenakan bra yang nyaman dan tidak menekan payudara agar aliran darah tetap lancar
- Sempatkan waktu untuk relaksasi dan tidur yang cukup
Bagaimana Tahu ASI Sudah Cukup untuk Bayi?
Banyak ibu khawatir ASI-nya kurang hanya karena payudara terasa tidak penuh. Padahal, payudara yang lunak tidak selalu berarti ASI sedikit. Tanda-tanda berikut bisa membantu ibu menilai kecukupan ASI :
- Bayi menyusu dengan baik dan tampak tenang atau puas setelah menyusu
- Terdengar suara menelan saat bayi menyusu
- Popok bayi cukup sering basah dan buang air besar teratur
- Berat badan bayi naik sesuai anjuran tenaga kesehatan
- Bayi tampak aktif dan terjaga saat waktunya terjaga
Perlu diingat, bayi baru lahir memang sering menyusu, bahkan bisa berkali-kali dalam sehari. Hal ini normal dan justru membantu meningkatkan produksi ASI.
Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.
Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:
(031) 8284505
0811363670 (customer care)
Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya





