Mimisan Tak Kunjung Berhenti? Kenali Cara Pertolongannya!

Halo, Sobat eRSIy!
Mimisan atau epistaksis merupakan kondisi ketika terjadi perdarahan dari dalam hidung. Keluhan ini cukup sering terjadi dan pada banyak kasus dapat berhenti dengan sendirinya. Namun, mimisan yang berlangsung lama, darah mengalir cukup banyak, atau muncul setelah benturan pada kepala dan wajah perlu mendapat perhatian lebih.
Saat mimisan terjadi, jangan panik dan jangan langsung menengadahkan kepala. Ada langkah sederhana yang dapat dilakukan sebagai pertolongan awal, yaitu metode Trotter.
Apa Itu Mimisan?
Mimisan adalah perdarahan yang keluar melalui hidung. Kondisi ini dapat berkaitan dengan berbagai penyebab, mulai dari cedera atau benturan pada kepala dan hidung hingga kondisi tertentu yang memengaruhi tubuh.
Beberapa penyebab mimisan yang dapat terjadi antara lain :
- Trauma atau cedera pada kepala dan hidung
- Kelainan struktur anatomi hidung
- Paparan infeksi virus atau bakteri
- Masuknya benda asing ke dalam hidung
- Penyakit sistemik tertentu
- Faktor hormonal, seperti pada ibu hamil atau saat menopause
- Kelainan darah, misalnya anemia atau trombositopenia
Sebagian mimisan dapat berhenti sendiri. Namun, penting untuk mengetahui cara menangani perdarahan dengan benar agar kondisi tidak semakin berat.
Bagaimana Melakukan Metode Trotter?
Metode Trotter merupakan salah satu langkah pertolongan awal yang dapat dilakukan ketika mimisan.
Caranya sebagai berikut :
- Duduk dengan posisi tegak, kemudian condongkan tubuh sedikit ke depan.
- Jepit bagian lunak atau pangkal cuping hidung menggunakan ibu jari dan telunjuk.
- Bernapas melalui mulut sambil mempertahankan tekanan pada hidung selama sekitar 10-15 menit.
- Jika perdarahan belum berhenti, metode ini dapat diulangi sebanyak 2-3 kali.
Posisi tubuh yang condong ke depan penting agar darah tidak mengalir ke bagian belakang tenggorokan.
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Mimisan?
Kesalahan saat memberikan pertolongan pertama justru dapat membuat kondisi menjadi kurang nyaman. Saat mimisan, hindari beberapa hal berikut :
- Jangan menengadahkan kepala.
- Jangan berbaring telentang.
- Jangan memasukkan sesuatu terlalu dalam ke dalam hidung.
- Jangan meniup atau mengorek hidung setelah perdarahan berhenti.
- Jangan menunda mencari pertolongan ketika perdarahan tergolong berat.
Tetap tenang dan lakukan penekanan pada hidung dengan posisi yang tepat.
Waspadai Tanda Bahaya
Mimisan perlu segera diperiksakan apabila disertai tanda-tanda seperti :
- Perdarahan tidak berhenti setelah 15-20 menit
- Darah keluar cukup banyak dan mengalir ke tenggorokan
- Pusing, lemas, atau sesak
- Mimisan terjadi setelah benturan pada kepala atau wajah
- Mimisan berulang atau disertai tekanan darah yang sangat tinggi
Pada kondisi tersebut, sebaiknya segera mencari pertolongan medis agar penyebab perdarahan dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pemeriksaan apabila mimisan sulit berhenti atau terjadi berulang kali. Pemeriksaan diperlukan terutama ketika perdarahan muncul setelah cedera, jumlah darah cukup banyak, atau kondisi tubuh mulai terasa lemas dan pusing.
Mimisan memang sering kali bukan kondisi yang serius, tetapi cara penanganannya tetap perlu diperhatikan. Metode Trotter dapat menjadi salah satu pertolongan awal dengan posisi duduk tegak, tubuh sedikit condong ke depan, dan menekan bagian lunak hidung selama 10-15 menit.
Yuk, tetap tenang saat mimisan dan lakukan pertolongan awal dengan cara yang tepat. Jangan ragu mencari bantuan medis bila perdarahan tidak kunjung berhenti atau muncul tanda bahaya!
Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.
Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:
(031) 8284505
0811363670 (customer care)
Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya





