INFO UNTUK ANDA

benarkah-puasa-harus-berbuka-dengan-yang-manis.jpeg
24/Feb/2026

Halo, sobat eRSIy ????
Saat adzan Magrib berkumandang, banyak dari kita langsung mencari kolak, es buah, atau minuman manis untuk berbuka puasa. Bahkan, muncul anggapan bahwa buka puasa “harus” diawali dengan yang manis. Tapi, benarkah itu yang paling baik untuk kesehatan?

Yuk, kita bahas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Apa yang Terjadi pada Tubuh Setelah Puasa?

Selama berpuasa sekitar 12–14 jam, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman. Akibatnya, kadar gula darah menurun dan tubuh menggunakan cadangan energi untuk tetap beraktivitas. Inilah sebabnya mengapa menjelang berbuka kita sering merasa lemas, pusing, atau kurang fokus.

Saat berbuka, tubuh memang membutuhkan energi kembali. Namun, cara mengembalikan energi ini juga perlu diperhatikan, agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Apakah Harus Selalu yang Manis?

  • Dalam jangka panjang, berisiko mengganggu kesehatan metabolik

Artinya, manis boleh, tapi tidak harus berlebihan dan tidak selalu jadi pilihan pertama.

Pilihan Lebih Sehat Saat Berbuka Puasa

Agar tubuh beradaptasi lebih baik setelah puasa, sobat eRSIy disarankan untuk tidak langsung “menghantam” lambung dengan gula tinggi. Berikut urutan berbuka yang lebih ramah untuk tubuh:

  1. Awali dengan air putih
    Air membantu mengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa dan mempersiapkan sistem pencernaan.
  2. Konsumsi buah atau sayur terlebih dahulu
    Buah dan sayur mengandung serat alami yang membantu:
  • Menahan lonjakan gula darah
  • Membuat kenyang lebih stabil
  • Menyiapkan pencernaan sebelum makan utama

Pilihan buah yang baik misalnya pepaya, apel, pir, atau potongan buah segar tanpa tambahan gula.

  1. Lanjutkan dengan makanan utama bergizi seimbang
    Pastikan ada karbohidrat, protein, sayur, dan lemak sehat dalam porsi yang wajar.
  2. Makanan manis boleh, tapi secukupnya
    Kolak, takjil, atau minuman manis tetap boleh dinikmati, asal tidak berlebihan dan sebaiknya dikonsumsi setelah perut terisi makanan yang lebih seimbang.

Kesimpulan

Sobat eRSIy, berbuka puasa tidak harus selalu dimulai dengan yang manis-manis. Yang terpenting adalah cara dan urutannya.
Memulai buka puasa dengan air putih, buah, dan sayur justru membantu tubuh beradaptasi lebih baik dan mencegah kenaikan gula darah secara drastis.

Ingat, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga momen untuk lebih peduli pada kesehatan tubuh. Jika sobat eRSIy ingin berkonsultasi terkait gizi seimbang selama berpuasa jangan ragu untuk datang ke Klinik Gizi RSI Surabaya A Yani.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Asap-Debu-Kota-Ancaman-Tersembunyi-untuk-Kesehatan-Pernapasan.jpeg
16/Feb/2026

Sobat eRSIy, Asap dan debu di Perkotaan seperti Surabaya yang setiap hari terpapar partikel debu, asap kendaraan, dan polutan dari aktivitas industri. Meskipun “terlihat biasa”, polusi udara ini adalah ancaman yang serius bagi sistem pernapasan kita. Perlahan memicu penyakit akut hingga kronis.

 

Apa itu polusi Udara?

Polusi udara adalah campuran partikel padat, cair, an gas berbahaya di udara. Beberapa komponen utama polusi yang berdampak terhadap kesehatan adalah. Partikulat halus sangat berbahaya karena mampu menembus hingga alveoli paru dan gas-gas pencemar seperti nitrogen, dioksida, sulfur dioksida, karbon monoksida, dan ozon.

 

Sumber sumber polusi sangat beragam antara lain :

  1. Emisi kendaraan bermotor
  2. Asap dari industri atau pembakaran
  3. Debu jalanan yang bertebangan akibat aktvitas transportasi dan pembuangan
  4. Pembakaran sampah yang masih banyak terjadi di perkotaan

 

Dampak polusi udara

  • Iritasi saluran pernapasan -> batuk, bersin, tenggorokan gatal
  • Asma Kambuh atau memperparah gejala asma
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terutama pada anak-anak
  • Risiko jangka panjang berupa kerusakan paru, penurunan fungsi paru, hingga kanker paru.

Tenang Sobat eRSIy, ada langkah pencegahan yang bisa dilakukan loh, yaitu

  1. Memperbanyak penggunaan masker
  2. Menjaga jarak (jika berada di area polusi)
  3. Menutup ventilasi saat kondisi polusi
  4. Mengurangi aktivitas luar
  5. Memantau kualitas udara
  6. Menjaga ketahanan tubuh
  7. Siaga gejala penyakit pernapasan

 

Asap dan debu kota mungkin tampak sepele, tapi efeknya bisa jauh lebih besar dari yang kita kira, terutama terhadap paru-paru dan jalan napas. Dengan mengetahui bahaya, mengenali gejala, dan menerapkan langkah perlindungan sederhana, kita bisa meminimalkan risiko.

 

Oleh karena itu sobat eRSIy apabila anda mengalami gejala seperti batuk terus menerus, dahak berlebih, sesak nafas, suara napas “mengi”, atau gejala ISPA yang berkepanjangan konsultasikan ke Poli Paru RSI Surabaya A.Yani

Jika anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI Surabaya A.Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505

0811363670 / 47 (customer care)

Atau anda bisa mengunjungi RSI Surabaya A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya.


Pentingnya-Kebutuhan-Vitamin-D.jpeg
10/Feb/2026

Sobat eRSIy, bayi membutuhkan vitamin D sejak hari pertama kelahirannya untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal. Vitamin D berperan penting dalam membantu perkembangan tulang, gigi, serta sistem kekebalan tubuh bayi agar kuat dan sehat.

 

Vitamin D tidak hanya penting untuk orang dewasa, tapi juga sangat diperlukan bayi, terutama yang mendapatkan ASI eksklusif. ASI memiliki nutrisi lengkap, namun kandungan vitamin D-nya relatif rendah sehingga seringkali bayi memerlukan asupan tambahan melalui suplemen.

 

Manfaat utama vitamin D bagi bayi:

  • Mendukung Pertumbuhan Tulang dan Gigi
    Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor, mineral penting yang memperkuat tulang dan gigi bayi. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rakitis, yaitu kondisi tulang lunak dan pertumbuhan terhambat.
  • Mendukung Perkembangan Otak
    Vitamin D juga berperan sebagai neurosteroid yang mendukung perkembangan dan fungsi otak bayi, termasuk membantu proses belajar, ingatan, dan pengaturan emosi.
  • Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
    Dengan vitamin D yang cukup, sistem imun bayi menjadi lebih kuat, sehingga risiko infeksi dan penyakit dapat berkurang.
  • Mencegah Risiko Penyakit Kronis di Masa Depan
    Cukup vitamin D sejak dini membantu metabolisme tubuh berjalan lancar, dan mendukung kesehatan jangka panjang bayi.

Bayi dianjurkan untuk mendapatkan 400 IU (10 mcg) vitamin D setiap hari dari berbagai sumber sejak lahir sampai usia 1 tahun. Selain dari sinar matahari yang cukup, makanan yang mengandung vitamin D juga penting. Beberapa sumber vitamin D yang baik adalah:

  • Kuning telur
  • Ikan berlemak seperti salmon dan sarden (jika usia bayi sudah memungkinkan)
  • Susu formula yang diperkaya vitamin D

Untuk bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, suplemen vitamin D biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk memastikan kebutuhan tubuh bayi terpenuhi

Pantau juga tanda-tanda gejala kekurangan vitamin D seperti pertumbuhan lambat, mudah sakit, atau kelainan bentuk tulang, dan konsultasikan dengan dokter bila perlu.

Memenuhi kebutuhan vitamin D sejak dini adalah investasi penting untuk kesehatan dan tumbuh kembang optimal buah hati anda.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505

0811363670 / 47 (customer care)

Atau anda bisa mengunjungi RSI Surabaya A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya.


Tips-menjaga-kulit-lansia-1200x1200.jpeg
09/Feb/2026

Seiring bertambahnya usia, kulit mengalami berbagai perubahan alami yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup lansia. Data menunjukkan bahwa sekitar 60% lansia mengalami masalah kulit, seperti kulit kering, gatal, hingga luka yang sulit sembuh. Oleh karena itu, menjaga kesehatan kulit pada usia lanjut menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh

 

Perubahan Kulit pada Lansia

Proses penuaan menyebabkan beberapa perubahan pada struktur dan fungsi kulit, antara lain:

  • Penipisan lapisan epidermis, sehingga kulit menjadi lebih mudah lecet
  • Berkurangnya kolagen, yang menyebabkan kulit kendur dan keriput
  • Penurunan kelenjar minyak dan keringat, sehingga kulit menjadi lebih kering
  • Perubahan pigmentasi, seperti munculnya bercak cokelat atau bintik penuaan

Perubahan-perubahan ini membuat kulit lansia lebih rentan terhadap iritasi dan infeksi

 

Masalah Kulit yang Sering Terjadi pada Lansia

Beberapa gangguan kulit yang umum dialami pada usia lanjut meliputi:

  • Kulit kering dan gatal
  • Luka dan lecet yang sulit sembuh
  • Infeksi kulit akibat jamur atau bakteri
  • Bintik penuaan dan gangguan pigmentasi

Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal yang menyertai proses penuaan

 

Faktor Risiko Gangguan Kulit

Faktor yang meningkatkan risiko masalah kulit pada lansia antara lain:

  • Faktor internal: usia, diabetes, dan hipertensi
  • Faktor eksternal: paparan sinar matahari, polusi udara, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, kebersihan kulit yang kurang baik, serta asupan nutrisi yang tidak seimbang

Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat mempercepat penuaan kulit dan memperburuk kondisi kulit lansia

 

Tips Perawatan Kulit untuk Lansia

Untuk menjaga kulit tetap sehat dan nyaman, lansia dianjurkan melakukan perawatan sederhana namun konsisten, seperti:

  • Minum air putih yang cukup setiap hari
  • Menggunakan pakaian yang longgar dan nyaman
  • Memilih sabun yang mengandung pelembap
  • Mengoleskan pelembap secara rutin setelah mandi

Langkah-langkah ini membantu menjaga kelembapan kulit dan mencegah iritasi

 

Perlindungan Kulit dari Faktor Lingkungan

Paparan sinar matahari berlebih dapat mempercepat kerusakan kulit. Oleh karena itu, lansia disarankan untuk:

  • Menggunakan tabir surya saat beraktivitas di luar rumah
  • Memakai topi, kacamata hitam, dan pakaian tertutup
  • Menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama

Upaya perlindungan ini penting untuk mencegah kerusakan kulit lebih lanjut

 

Gaya Hidup Sehat untuk Kulit Lansia

Selain perawatan dari luar, kesehatan kulit juga dipengaruhi oleh gaya hidup, antara lain:

  • Mengonsumsi buah dan sayur secara rutin
  • Memenuhi kebutuhan protein dan cairan
  • Menghindari rokok dan alkohol
  • Melakukan olahraga ringan secara teratur

Gaya hidup sehat membantu menjaga fungsi kulit dan memperlambat proses penuaan

 

Kapan Lansia Perlu Berkonsultasi ke Dokter?

Lansia disarankan segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami:

  • Luka yang sulit sembuh
  • Gatal hebat atau menetap
  • Infeksi kulit yang berulang
  • Muncul bercak atau benjolan kulit yang mencurigakan

Pemeriksaan dini membantu mencegah komplikasi dan memastikan penanganan yang tepat

 

Kulit yang sehat membuat lansia merasa lebih nyaman, percaya diri, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Dengan perawatan yang tepat, perlindungan dari faktor lingkungan, serta gaya hidup sehat, kesehatan kulit dapat tetap terjaga hingga usia lanjut. Edukasi dan kesadaran akan pentingnya perawatan kulit menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas hidup lansia

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Nutrisi-Tepat-Kunci-Pemulihan-Pasien-TB-dengan-Diabetes.png
05/Feb/2026

Tuberkulosis (TB) dan diabetes melitus (DM) merupakan dua penyakit kronis yang masih menjadi tantangan besar di bidang kesehatan. Ketika keduanya terjadi bersamaan pada satu pasien, kondisi ini dikenal sebagai beban ganda (double burden) yang dapat saling memperburuk. Oleh karena itu, selain pengobatan medis, pengaturan nutrisi yang tepat memegang peranan sangat penting dalam mendukung keberhasilan terapi dan proses pemulihan.

 

Hubungan Erat TB dan Diabetes

Diabetes melitus dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Kadar gula darah yang tinggi membuat sel imun tidak bekerja optimal, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi, termasuk TB. Tak hanya itu, diabetes juga dapat menurunkan efektivitas pengobatan TB.

Sebaliknya, infeksi TB merupakan stres berat bagi tubuh. Saat terinfeksi, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Kondisi ini membuat kontrol diabetes menjadi lebih sulit dan meningkatkan risiko komplikasi. Akibatnya, pasien dengan diabetes memiliki risiko hingga tiga kali lipat lebih tinggi untuk mengalami TB aktif.

 

Mengapa Nutrisi Sangat Penting?

Nutrisi yang tepat menjadi salah satu pilar utama untuk memutus “lingkaran setan” antara TB dan diabetes. Pola makan yang baik bertujuan untuk:

  1. Mengontrol kadar gula darah
  2. Meningkatkan status gizi
  3. Memperkuat sistem imun
  4. Mendukung efektivitas obat
  5. Mempercepat proses pemulihan

Tanpa asupan gizi yang adekuat, tubuh akan lebih sulit melawan infeksi dan merespons pengobatan dengan optimal.

 

Prinsip Pola Makan Sehat untuk Pasien TB dengan Diabetes

Pasien dianjurkan menerapkan prinsip 3J (Jumlah, Jenis, dan Jam makan) yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Pola makan seimbang dapat diterapkan melalui konsep piring sehat, yaitu:

  • ½ piring diisi sayuran rendah karbohidrat
  • ¼ piring diisi sumber karbohidrat kompleks
  • ¼ piring diisi sumber protein tinggi

Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, atau singkong lebih dianjurkan dibandingkan karbohidrat sederhana seperti gula pasir atau sirup. Sementara itu, sumber protein sehat dapat diperoleh dari ikan, telur, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe.

Makanan yang Dianjurkan dan Perlu Dibatasi

Beberapa jenis makanan yang dianjurkan antara lain:

  • Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan tomat
  • Buah dengan indeks glikemik rendah seperti apel, pir, dan pepaya
  • Lemak sehat dari alpukat dan kacang almond
  • Minuman tanpa gula seperti air putih dan teh tawar

Sebaliknya, pasien sebaiknya membatasi konsumsi:

  • Jeroan, kulit ayam, dan makanan berlemak tinggi
  • Gorengan, santan, dan makanan cepat saji
  • Minuman manis, kopi dengan gula, jus kemasan, serta buah kalengan

 

Contoh Jadwal Menu Sehari

Pola makan teratur membantu menjaga kestabilan gula darah dan energi tubuh. Contoh menu harian antara lain:

  • Sarapan: nasi merah, ayam tanpa santan, dan tumis sayur
  • Selingan pagi: buah apel dan kacang almond
  • Makan siang: ubi rebus, pepes ikan, dan sayur bening
  • Selingan sore: tahu rebus atau yogurt rendah lemak tanpa gula
  • Makan malam: kentang rebus, telur, dan capcay sayuran

 

Tips Praktis agar Nutrisi Tetap Optimal

Pasien TB dengan diabetes disarankan untuk:

  • Makan dalam porsi kecil tetapi sering jika nafsu makan menurun
  • Mencukupi kebutuhan cairan, minimal 8–10 gelas per hari
  • Mengonsumsi vitamin dan mineral sesuai anjuran dokter
  • Tidak mengonsumsi suplemen sembarangan tanpa konsultasi medis

 

Nutrisi Adalah Bagian dari Pengobatan

Pada pasien TB dengan diabetes, nutrisi bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari terapi. Asupan energi dan protein yang cukup akan membantu tubuh melawan infeksi dan mempercepat pemulihan. Konsistensi dalam menjalankan pola makan sehat serta kepatuhan minum obat menjadi kunci utama keberhasilan pengobatan.

Dengan pengelolaan nutrisi yang tepat dan pendampingan tenaga kesehatan, pasien TB dengan diabetes tetap memiliki peluang besar untuk pulih dan menjalani hidup yang lebih sehat.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Waspada-Penyakit-Leptospirosis.jpeg
30/Jan/2026

Sobat eRSIy, leptospirosis adalah penyakit yang dapat menyerang manusia melalui kontak dengan hewan yang terkontaminasi bakteri Leptospira. Lingkungan yang kotor dan tidak sehat bisa menjadi sarang bakteri ini, yang sering ditemukan di urine hewan seperti tikus, air kotor, atau lumpur. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk mencegah penularan penyakit ini.

 

Leptospirosis merupakan infeksi bakteri yang bisa masuk ke tubuh melalui luka atau selaput lendir ketika kita bersentuhan dengan air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan yang membawa bakteri Leptospira. Bakteri ini dapat bertahan lama di lingkungan yang basah dan kotor, terutama selama musim hujan dan ketika terjadi banjir.

 

Gejala Leptospirosis

Pada awalnya, leptospirosis sering kali tidak menunjukkan gejala atau bisa mirip flu, antara lain:

  • Demam tinggi dan menggigil
  • Sakit kepala dan nyeri otot, terutama pada betis dan punggung bawah
  • Mual, muntah, dan diare
  • Mata merah dan nyeri perut

Jika tidak diobati, penyakit ini dapat berkembang menjadi lebih serius, menyebabkan kuning pada kulit dan mata (jaundice), gangguan pernapasan, hingga kerusakan organ hati dan ginjal.

Langkah Mencegah Leptospirosis

  1. Menjaga Kebersihan Lingkungan
    Pastikan lingkungan rumah dan sekitarnya bersih dari kotoran hewan dan tumpukan sampah yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya tikus.
  2. Hindari Kontak dengan Air dan Tanah Tercemar
    Ketika banjir atau berada di area rawan leptospirosis, hindari kontak langsung dengan air dan lumpur yang berpotensi terkontaminasi.
  3. Gunakan Pelindung Diri
    Memakai alas kaki dan sarung tangan saat membersihkan area kotor atau saat bekerja di pertanian dan peternakan.
  4. Mengendalikan Populasi Tikus
    Lakukan pembersihan yang rutin dan pasang perangkap untuk mengurangi populasi tikus di sekitar rumah.
  5. Konsumsi Makanan dan Minuman Bersih
    Pastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi bebas dari kontaminasi kotoran hewan.

Manfaat Menjaga Lingkungan dari Leptospirosis

  1. Mencegah Penularan Penyakit Berbasis Lingkungan
    Lingkungan yang bersih mengurangi risiko kejadian leptospirosis dan penyakit infeksi lainnya.
  2. Mendukung Kesehatan Masyarakat Secara Keseluruhan
    Lingkungan yang sehat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi beban penyakit.
  3. Menjamin Keamanan dan Kenyamanan Tempat Tinggal
    Dengan mengelola sampah dan hewan pengerat, lingkungan menjadi aman dan nyaman untuk dihuni.

 

Itulah pentingnya menjaga lingkungan agar terhindar dari leptospirosis. Jika Sobat eRSIy mengalami gejala leptospirosis atau memerlukan informasi lebih lanjut, segera konsultasikan dengan dokter.

Terus jaga kesehatan otak dengan gaya hidup sehat agar tetap aktif dan produktif setiap hari

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505

0811363670 / 47 (customer care)

Atau anda bisa mengunjungi RSI Surabaya A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya.


Ancaman-Serangan-Jantung.jpeg
29/Jan/2026

Dulu, serangan jantung dikenal sebagai penyakit orang tua. Namun, kini anak muda usia 20-40 tahun juga mulai terancam. Gaya hidup modern seperti pola makan tidak sehat, kurang olahraga, stres, serta kebiasaan merokok dan begadang membuat serangan jantung bisa datang lebih cepat. Serangan jantung tak lagi menunggu usia tua; ia bisa menyerang siapa saja yang abai menjaga kesehatannya.

 

Penyebab Utama Ada di Kebiasaan Sehari-hari

  • Pola makan cepat saji, konsumsi kopi berlebih, begadang, dan kurang olahraga.
  • Stres kronis dari pekerjaan, sosial, dan tekanan hidup.
  • Kebiasaan merokok dan vaping yang mempercepat kerusakan pembuluh darah.
  • Faktor genetik & kolesterol tinggi tetap berisiko meski tubuh terlihat sehat.

 Gejala Sering Tidak Terasa Berat

  • Nyeri dada ringan, lengan kiri pegal, napas pendek, mual.
  • Sering disangka masuk angin atau kelelahan.

Akibat Keterlambatan Penanganan

  • Banyak kasus anak muda kolaps mendadak di tempat kerja atau saat berolahraga.
  • Keterlambatan mengenali gejala menyebabkan kondisi memburuk cepat.

Edukasi & Pencegahan Sejak Dini Sangat Penting

  • Rutin periksa kesehatan dan kenali riwayat keluarga.
  • Terapkan pola hidup sehat (makan bergizi, olahraga rutin, tidur cukup).
  • Hindari rokok, alkohol, dan kebiasaan duduk terlalu lama.

Jaga Ritme Jantung, Dengarkan Tanda Tubuh

  • Jantung memberi tanda, tapi sering diabaikan.
  • Kesehatan adalah kebutuhan saat ini, bukan investasi masa depan saja.
  • Generasi muda adalah aset, jangan sampai potensinya hilang sia-sia.

 

PENUTUP

Sobat eRSIy, serangan jantung di usia muda adalah ancaman nyata yang sering kali datang tanpa tanda besar. Jangan tunggu sampai tubuh memberi alarm bahaya. Mulailah peduli sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat, rutin memeriksa kesehatan, dan mendengarkan setiap sinyal dari tubuh. Jantung sehat adalah kunci agar masa depan penuh potensi tidak terhenti tiba-tiba. Karena menjaga jantung berarti menjaga hidup.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Kenali-Hipotermia.jpeg
28/Jan/2026

Hipotermia saat mendaki gunung adalah kondisi tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya untuk memproduksinya, menyebabkan suhu tubuh turun drastis di bawah normal (di bawah 35°C). Kondisi ini sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

 

Penyebab Hipotermia:

Hipotermia umumnya terjadi akibat paparan suhu dingin dalam waktu lama, baik di lingkungan terbuka maupun tertutup. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko hipotermia meliputi:

  1. Paparan cuaca dingin (misalnya saat mendaki gunung atau tersesat di lingkungan bersalju).
  2. Terendam air dingin (seperti jatuh ke laut atau sungai yang bersuhu rendah).
  3. Pakaian yang tidak memadai dalam cuaca dingin.
  4. Gangguan kesehatan tertentu, seperti diabetes, hipotiroidisme, atau malnutrisi, yang dapat menghambat produksi panas tubuh.
  5. Konsumsi alkohol atau obat-obatan yang dapat mengganggu regulasi suhu tubuh.

 

MENGAPA PENDAKI GUNUNG RENTAN TERKENA HIPOTERMIA?

Pendaki gunung termasuk kelompok yang paling rentan mengalami hipotermia karena beberapa faktor, antara lain:

  • Kondisi Cuaca yang Tidak Terduga: Suhu di pegunungan dapat berubah secara drastis, terutama pada malam hari atau saat terjadi badai.
  • Pakaian yang Tidak Sesuai: Pendaki pemula sering kali kurang memahami pentingnya pakaian berlapis (layering) yang mampu menjaga suhu tubuh.
  • Kelelahan Fisik: Aktivitas fisik yang berat membuat tubuh lebih cepat kehilangan panas, terutama jika tidak diimbangi dengan asupan makanan dan minuman yang cukup.
  • Efek Ketinggian: Pada ketinggian tertentu, tubuh mengalami kesulitan dalam mengatur suhu dan produksi panas, meningkatkan risiko hipotermia.
  • Kurangnya Adaptasi terhadap Dingin: Pendaki yang tidak terbiasa dengan lingkungan bersuhu rendah lebih cepat mengalami kehilangan panas tubuh.

Gejala Hipotermia

Gejala hipotermia berkembang secara bertahap dan dapat bervariasi tergantung tingkat keparahannya:

  • Ringan (32–35°C): Menggigil, kulit pucat, kelelahan, kebingungan ringan, bicara melantur, dan kesulitan menggerakkan tubuh.
  • Sedang (28–32°C): Berhenti menggigil, gangguan koordinasi yang parah, kantuk berlebihan, denyut jantung dan pernapasan melambat.
  • Parah (<28°C): Hilang kesadaran, denyut jantung dan pernapasan hampir tidak terdeteksi, pupil melebar, dan berisiko henti jantung.

Penanganan Hipotermia

Jika seseorang mengalami hipotermia, segera lakukan langkah-langkah berikut sebelum bantuan medis datang :

  1. Pindahkan ke tempat yang lebih hangat dan kering.
  2. Lepaskan pakaian basah dan ganti dengan pakaian kering dan hangat.
  3. Gunakan selimut tebal atau sumber panas seperti botol air hangat yang dibungkus kain di area leher, dada, atau selangkangan.
  4. Berikan minuman hangat yang tidak mengandung alkohol atau kafein.
  5. Hindari pemanasan langsung seperti menggunakan penghangat ruangan dengan suhu tinggi karena dapat menyebabkan syok.
  6. Jika korban tidak sadar, segera lakukan CPR jika tidak ada detak jantung atau napas.

Pencegahan Hipotermia

Untuk mencegah hipotermia, penting untuk:

  • Gunakan pakaian yang sesuai saat berada di lingkungan dingin, termasuk pakaian berlapis, jaket tahan air, dan topi.
  • Tetap kering dan hindari kontak langsung dengan air dingin.
  • Konsumsi makanan bergizi untuk menjaga energi tubuh
  • Hindari konsumsi alkohol.
  • Selalu bawa perlengkapan darurat, terutama jika beraktivitas di alam terbuka.

Pastikan tubuh pendaki dalam keadaan yang prima sebelum memutuskan untuk mendaki gunung dengan melakukan MCU di RSI Surabaya A Yani.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Rokok-Elektrik.jpeg
26/Jan/2026

Hai Sobat Ersiy,Rokok elektrik kini semakin populer dengan berbagai varian rasa yang menggoda. Banyak yang mengira rokok elektrik lebih aman dibandingkan rokok tembakau. Padahal, di balik rasa manis dan aroma menarik, rokok elektrik menyimpan bahaya yang tak kalah serius. Yuk, kenali bahaya terselubung dibalik rokok elektrik!

 

Rokok Sebagai Ancaman Kesehatan:

  • Menyebabkan ±6 juta kematian/tahun.
  • 600 ribu kematian akibat asap rokok (perokok pasif).
  • Efek adiksi rokok sangat kuat, bahkan melebihi kebutuhan primer.

Rokok Elektrik Sebagai Alternatif:

  • Populer sebagai “cara aman” berhenti merokok.
  • Diklaim lebih ramah lingkungan dan lebih aman dari tembakau.
  • Perokok pemula tertarik karena dianggap tidak berbahaya.

Fakta Kandungan Rokok Elektrik:

  • Mengandung nikotin cair, propilen glikol, gliserol, asam benzoate, dan penambah rasa.
  • Takaran kandungan tidak jelas karena tidak melewati uji BPOM.
  • Regulasi di Indonesia masih belum jelas.

Bahaya Konsumsi Berlebihan:

  • Konsumsi harian rokok elektrik sulit diukur (tidak seperti batang rokok).
  • Perokok cenderung tidak sadar jumlah hisapan karena merasa “aman”.
  • Potensi konsumsi zat berbahaya lebih tinggi dari rokok tembakau.

Rasa dan Bentuk yang Menjebak:

  • Varian rasa membuat perokok lebih percaya diri merokok di mana saja.
  • Residu rokok elektrik meningkatkan perokok pasif.
  • Bentuk dan rasa menarik meningkatkan perokok pemula, terutama remaja.

 

Ingat ya, Sobat Ersiy, baik rokok tembakau maupun elektrik, keduanya sama-sama berbahaya bagi kesehatan. Jangan sampai tertipu dengan rasa dan bentuknya yang menarik. Berhenti merokok adalah pilihan terbaik untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar kita. jIka merasa sulit, jangan ragu memeriksakan diri di poli paru Rumah Sakit Islam Surabaya A Yani

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Mata-Bayi-Tampak-Berair-Terus-Bisa-Jadi-Obstruksi-Ductus-Nasolakrimalis.jpeg
23/Jan/2026

Hai Sobat Ersiy, Mata bayi yang terus berair memang sering bikin orang tua cemas. Salah satu penyebab yang cukup sering terjadi adalah obstruksi ductus nasolakrimalis atau yang dikenal sebagai dakriostenosis. Meski umumnya tidak berbahaya dan bisa membaik seiring pertumbuhan si kecil, kondisi ini tetap perlu dikenali sejak dini agar tidak menimbulkan masalah lanjutan. Yuk, kenali lebih dekat penyebab mata bayi berair agar penanganannya tepat

 

Apa Itu Obstruksi Ductus Nasolakrimalis?

Obstruksi ductus nasolakrimalis adalah kondisi tersumbat atau menyempitnya saluran air mata (duktus nasolakrimal), sehingga air mata tidak dapat mengalir dengan normal ke rongga hidung. Akibatnya, air mata menumpuk dan keluar berlebihan dari mata.

Kondisi ini paling sering bersifat kongenital (sejak lahir) akibat sistem drainase air mata yang belum berkembang sempurna. Namun, pada beberapa kasus dapat pula terjadi karena faktor yang didapat, seperti trauma atau peradangan sistemik.

 

Seberapa Sering Terjadi?

Obstruksi ductus nasolakrimalis tergolong cukup sering ditemukan pada bayi. Sekitar 6–20% bayi mengalami gangguan aliran air mata pada tahun pertama kehidupan. Bahkan, sekitar 20% bayi sehat dapat menunjukkan gejala mata berair pada usia awal.

Kabar baiknya, kondisi ini memiliki angka kesembuhan spontan yang tinggi. Sekitar 70% bayi bebas gejala pada usia 3 bulan, dan lebih dari 90% sembuh sebelum usia 1 tahun tanpa tindakan operasi.

 

Tanda dan Gejala yang Perlu Diperhatikan

Gejala biasanya mulai muncul beberapa hari hingga minggu setelah bayi lahir dan dapat memburuk saat bayi mengalami infeksi saluran napas atas atau terpapar udara dingin. Beberapa tanda yang sering ditemukan meliputi:

  • Mata berair terus-menerus meskipun bayi tidak menangis
  • Air mata berlebihan hingga tampak “banjir”
  • Penumpukan cairan mukoid atau mukopurulen (mirip nanah)
  • Timbul kerak pada kelopak mata
  • Kemerahan atau iritasi kulit di sekitar mata akibat gesekan air mata

 

Penyebab Terjadinya Sumbatan

Pada sebagian besar bayi, obstruksi disebabkan oleh saluran nasolakrimal yang belum terbuka sempurna. Kondisi ini biasanya akan membaik secara alami seiring pertumbuhan. Namun, bila terjadi sumbatan menetap, air mata yang tertahan dapat memicu infeksi, seperti dakriosistitis.

Penanganan dan Perawatan di Rumah

Penanganan utama obstruksi ductus nasolakrimalis tanpa komplikasi adalah pijat nasolakrimal, yang bertujuan membantu membuka sumbatan agar air mata dapat mengalir normal.

Selain itu, perawatan yang dianjurkan meliputi:

  • Pijat nasolakrimal secara rutin
  • Membersihkan kelopak mata dengan air hangat
  • Pemberian antibiotik topikal bila terdapat tanda infeksi, sesuai anjuran dokter

 

Cara Melakukan Pijat Nasolakrimal

Pijat dapat dilakukan oleh orang tua di rumah dengan langkah-langkah berikut:

  1. Cuci tangan hingga bersih
  2. Posisikan bayi dengan kepala sedikit menengadah
  3. Temukan titik pijat di atas kantung lakrimal (sudut dalam mata)
  4. Gunakan jari telunjuk atau kelingking, lalu tekan perlahan ke arah bawah mengikuti sisi hidung
  5. Lakukan gerakan memijat dari sudut mata ke bawah sebanyak 5–10 kali per sesi
  6. Pijat dapat dilakukan 2–4 kali sehari secara rutin

 

Ingat ya, Sobat Ersiy, meski obstruksi ductus nasolakrimalis tergolong kondisi yang sering terjadi pada bayi dan umumnya bisa membaik dengan sendirinya, perawatan yang tepat dan pemantauan rutin tetap sangat penting. Dengan pemahaman yang baik, orang tua dapat membantu meminimalkan risiko komplikasi sejak dini. Jika mata si kecil terus berair atau muncul tanda infeksi, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter agar penanganannya lebih optimal

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?