INFO UNTUK ANDA

EP-FEB-5-Kenali-Anosmia-Sang-Pencuri-Indra-Penciuman.jpeg
16/May/2025

Anosmia adalah ketika seseorang kehilangan kemampuan untuk mencium bau. Selain itu, kondisi ini menyebabkan penderitanya tidak bisa menikmati makanan seperti biasa. Keseharian seseorang dapat terganggu karena anosmia atau kehilangan indra penciuman. Penderita anosmia tidak hanya tidak dapat menikmati rasa makanan, tetapi mereka juga akan merasa hambar. Kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, kekurangan nutrisi, dan depresi. Anomsia yang disebabkan oleh pilek atau alergi biasanya bersifat sementara, tetapi anosmia yang berkelanjutan juga merupakan tanda penyakit serius yang memerlukan perawatan medis.

Penyebab Anosmia: Proses penciuman terjadi ketika suatu zat, seperti aroma bunga, masuk ke hidung, merangsang sel-sel saraf penciuman. Sel-sel saraf ini kemudian mengirimkan sinyal ke otak untuk diproses dan dikirim kembali, sehingga kita dapat mengetahui bau dari sesuaitu yang dicium.

 

Gangguan di dinding dalam hidung

Gangguan di dinding dalam hidung bisa berupa iritasi atau hidung tersumbat, yang disebabkan oleh:

Penyumbatan di rongga hidung

Sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan penyumbatan rongga hidung adalah:

  • Kelainan tulang hidung
  • Polip hidung
  • Tumor
  • Kerusakan pada otak dan sistem saraf

Pencegahan Anosmia:

Tidak semua kasus anosmia dapat dicegah, terutama yang disebabkan oleh kelainan lahir. Namun, dengan melakukan beberapa hal berikut, orang dapat mencegah anosmia yang disebabkan oleh gangguan kesehatan:

  • Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,
  • tidak berada di sekitar orang sakit,
  • hindari paparan zat alergen, dan hindari paparan bahan kimia berbahaya.
  • Tidak merokok dan hindari paparan asap rokok. Menggunakan alat pelindung saat berolahraga.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Sering-Disamakan-Yuk-Ketahui-Perbedaan-Kalazion-dan-Hordeolum.jpg
08/May/2025

Hordeolum (bintitan) dan kalazion adalah peradangan pada kelopak mata yang berbeda dalam penyebab, gejala, dan lokasi: 

  • Hordeolum
    Disebabkan oleh infeksi bakteri staphylococcus pada kelenjar kelopak mata. Gejala yang muncul antara lain: 

    • Benjolan kemerahan di kelopak mata 
    • Benjolan terasa nyeri 
    • Rasa gatal dan mengganjal di mata 
    • Mata berair 
  • Kalazion
    Disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak (meibom) di kelopak mata. Gejala yang muncul antara lain: 

    • Benjolan di kelopak mata yang tidak terasa nyeri 
    • Mata merah 
    • Mata berair 
    • Penglihatan kabur 
    • Kelopak mata membengkak 
    • Keterbatasan pergerakan bola mata 

Hordeolum yang tidak diobati dengan benar dapat berkembang menjadi kalazion. Keduanya juga berkaitan dengan faktor kebersihan. 

Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya Hordeolum dan Kalazion, sangat penting untuk menghapus riasan sekitar mata dan pastikan peralatan yang digunakan juga dalam kondisi bersih, mencuci tangan setiap akan menyentuh mata, menggunakan lensa kontak steril dengan jangka waktu dan melepasnya saat tidur.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


WhatsApp-Image-2025-04-29-at-09.14.41.jpeg
03/May/2025

Apa yang dimaksud dengan gangguan mental pada lansia? 

Gangguan mental pada lansia merupakan kondisi yang dapat memengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku lansia. Gangguan ini dapat menyebabkan lansia kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti di keluarga, pekerjaan, dan kegiatan sosial.

 

Beberapa gangguan mental yang sering terjadi pada lansia, antara lain yaitu : 

  • Depresi
    Gangguan suasana hati yang membuat lansia merasa sedih dan kehilangan minat. Depresi pada lansia sering terjadi bersamaan dengan masalah kesehatan fisik lainnya. 
  • Gangguan kecemasan
    Gangguan yang menyebabkan lansia merasa cemas berlebihan dan mudah khawatir. Gangguan kecemasan pada lansia sering terjadi bersamaan dengan depresi. 
  • Demensia
    Gangguan psikologis yang bersifat kronis dan memengaruhi kemampuan lansia untuk memproses pikiran. 
  • Gangguan bipolar
    Gangguan yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem, seperti merasa sangat bahagia dan sedih. 
  • Gangguan makan
    Gangguan psikologis yang dapat berupa bulimia atau anoreksia nervosa. 

Beberapa faktor risiko yang dapat menjadi penyebab gangguan mental pada lansia 

  1. Tidak memiliki aktivitas yang dapat meningkatkan produktivitas
  2. Kehilangan orang terdekat 
  3. Penyakit fisik yang memburuk
  4. Efek samping penggunaan obat
  5. Kesepian atau tidak ada pembimbing rohani
  6. Isolasi sosial 

Komplikasi gangguan mental pada lansia 

  1. Kualitas hidup memburuk
  2. Kondisi kesehatan menurun

 

Lansia yang menderita gangguan kejiwaan umumnya enggan memberitahukan kondisinya pada orang lain, oleh karena itu, keluarga harus mendampingi setiap aktivitas yang dilakukan oleh lansia untuk memastikan bahwa lansia dalam kondisi aman.

Jika sobat eRSIy memiliki orang tua atau kerabat yang memiliki kondisi tersebut, jangan ragu untuk segera konsultasikan pasien ke poli Jiwa di RSI Surabaya A Yani

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Kanker-Paru-Sang-Penyebab-Kematian-Akibat-Kanker-Terbesar-di-Kalangan-Pria.jpg
28/Apr/2025

Pada tahun 2022, jumlah kasus kanker paru di Indonesia mencapai 38.904 kasus.

Suatu kondisi di mana sel tumbuh secara tidak terkendali di dalam organ paru-paru disebut kanker paru. Fungsi organ ini adalah menyebarkan oksigen ke dalam darah saat menghirup napas dan membuang karbondioksida saat menghela napas. 

Terdapat 2 jenis kanker paru, yaitu 

Merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru, karena rokok mengandung zat penyebab kanker (karsinogen) yang merusak sel pelapis paru-paru. Perokok berat mengalami kerusakan sel dan jaringan pelapis paru-paru akibat paparan berulang. 

 

Gejala Kanker Paru

Sebagian besar gejala kanker terjadi dalam organ paru, tapi juga mungkin dialami di beberapa bagian tubuh lain jika sel abnormal sudah menyebar. Gejala juga dibedakan berdasarkan intensitas keparahan penyakit. 

  • Ketidaknyamanan atau nyeri di dada.
  • Batuk yang tidak hilang atau semakin memburuk dari waktu ke waktu.
  • Masalah pernapasan.
  • Mengi.
  • Darah dalam dahak.
  • Suara serak.
  • Masalah dalam menelan.
  • Kehilangan selera makan.
  • Kehilangan berat badan tanpa alasan.
  • Merasa sangat lelah.
  • Peradangan atau sumbatan di paru-paru.
  • Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening di daerah paru-paru.

Komplikasi Kanker Paru

Kanker paru yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menimbulkan beberapa komplikasi, antara lain: 

  • Sesak napas. Kondisi ini terjadi akibat kanker memblokir saluran udara utama, sehingga menyebabkan cairan menumpuk di sekitar paru-paru.
  • Rasa sakit. Kondisi ini terjadi akibat kanker telah menyebar ke lapisan paru-paru atau ke area tubuh lain, seperti tulang.
  • Cairan di dada (efusi pleura). Kondisi ini terjadi akibat penumpukan cairan di ruang yang mengelilingi paru-paru (pleura).
  • Metastasis. Kondisi ini terjadi ketika sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain, seperti otak dan tulang.

Pencegahan Kanker Paru

Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker. Namun, kamu dapat menurunkan risikonya dengan melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Berhenti merokok. 
  • Hindari asap rokok.
  • Hindari paparan karsinogen. 
  • Konsumsi buah dan sayuran..
  • Berolahraga secara rutin 30 menit sehari

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Apasih-Rematik-Itu.jpg
25/Apr/2025

Penyakit rematik adalah suatu kondisi medis yang mencakup sekumpulan penyakit (lebih dari 80 jenis) yang menyebabkan kelainan pada otot, sendi, dan struktur yang mengelilingi mereka. Berikut ini adalah dua kategori rematik yang berbeda:

  1. Rematik autoimun: rheumatoid arthritis (peradangan pada area sendi yang terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang persendian yang sehat) dan lupus (peradangan autoimun yang dapat menyerang organ tertentu, seperti sendi, kulit, dan ginjal).
  2. Rematik non-autoimun: Osteoarthritis (pengapuran sendi yang disebabkan oleh kerusakan tulang rawan) dan gout arthritis (asam urat tubuh yang terlalu tinggi yang menyebabkan radang sendi) 

 

Apakah Benar, Mandi Malam sebabkan Rematik? 

Mandi di malam hari tidak menyebabkan rematik, melainkan mitos. Namun, mandi malam dengan air dingin dapat memperparah kondisi seseorang yang sudah mengidap rematik

Hal ini dikarenakan udara dingin atau air dingin dapat mengakibatkan perubahan konsistensi cairan sendi yang dapat memperparah kekakuan otot dan sendi. 

Untuk mencegah terjadinya rematik, anda dapat melakukan : 

  1. Gaya hidup bersih dan sehat
  2. Jaga berat badan ideal
  3. Rutin berolahraga, selain untuk mencegah rematik, olahraga juga dapat mencegah osteoarthritis dan menjaga kesehatn sendi
  4. Kelola stres
  5. Hindari merokok atau asapnya, sebab Rokok mengandung zat kimia yang dapat menyebabkan peradangan pada sinovium, atau jaringan yang melapisi persendian, 
  6. Untuk mencegah rematik, Anda juga dapat mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3 dan vitamin D, mengurangi jumlah gula, garam, dan minuman bersoda yang Anda konsumsi, dan menghindari minuman beralkohol. 

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


WhatsApp-Image-2025-04-23-at-16.08.00.jpeg
24/Apr/2025

Lepra, juga dikenal sebagai kusta, adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae.  Penyakit kusta dapat menyebar melalui percikan ludah ketika pengidapnya batuk atau bersin. Kusta adalah jenis penyakit kulit yang dapat ditangani dan jarang menjadi penyebab kematian, tetapi infeksi bakteri yang menyebabkan kusta dapat menyebabkan kecacatan.Bakteri ini dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui droplet.

Bakteri ini membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang biak dalam tubuh pengidapnya. 

 

Selain penyebab utama di atas, beberapa faktor dapat menyebabkan kusta :

  • Sistem kekebalan tubuh terganggu
  • Berkunjung atau menetap ke kawasan endemik kusta
  • Bersentuhan dengan hewan yang dapat menyebarkan bakteri kusta, seperti armadillo

 

Jenis-jenis Kusta

Kusta terbagi menjadi enam jenis berdasarkan tingkat keparahan gejalanya, berikut masing-masing penjelasannya.

  • Lepromatous leprosy
  • Borderline lepromatous leprosy
  • Mid-borderline leprosy
  • Tuberculoid leprosy
  • Borderline tuberculoid leprosy
  • Intermediate leprosy

 

Gejala penyakit kusta

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bakteri kusta memerlukan waktu yang lama untuk berkembang biak, sehingga gejalanya biasanya tidak jelas pada awalnya dan muncul secara bertahap.

  • Anhidrosis adalah keadaan di mana kulit tidak mengeluarkan keringat.
  • Luka pada telapak kaki tidak terasa nyeri.
  • Kulit menjadi mati rasa, termasuk kehilangan kemampuan untuk merasakan sentuhan, tekanan, suhu, bahkan rasa nyeri. 
  • Kulit terasa kering dan kaku. 
  • Saraf membesar, biasanya pada lutut dan siku. 
  • Alis dan bulu mata rontok permanen. 
  • Mimisan. 
  • Timbul bercak dengan warna lebih terang
  • Terdapat benjolan atau bengkak pada wajah dan telinga. 
  • Otot pada kaki dan tangan melemah.
  • Mata kering dan jarang mengedip

 

Diagnosis Kusta 

Dokter melakukan diagnosis kusta dengan menanyakan gejala atau keluhan pasien lalu melihat apakah ada luka pada kulit. Dokter biasanya melakukan pemeriksaan pendukung jika kusta sudah cukup parah untuk mengetahui apakah bakteri telah menyebar ke organ lain. Yaitu dengan : 

  • Hitung darah lengkap
  • Pemeriksaan fungsi hati atau liver
  • Tes kreatinin
  • Menjalani biopsi saraf

 

Pengobatan Kusta

Dalam pengobatan kusta, metode utama adalah pemberian antibiotik. Penderita kusta akan diberi antibiotik selama 1-2 tahun, dan durasi, jenis, dan dosis antibiotik tersebut akan disesuaikan dengan jenis kusta yang diderita.

Pengobatan kusta yang paling umum di Indonesia adalah metode Multidrug Therapy (MDT), yang menggabungkan dua antibiotik atau lebih. Operasi biasanya dilakukan dengan tujuan jika dibutuhkan penanganan lanjutan:

  • Menormalkan fungsi tubuh
  • memperbaiki saraf dan bentuk tubuh yang rusak

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL2.jpg
17/Apr/2025

Pasti ada diantara Sobat eRSIy yang pernah mendengar rumor tentang pencabutan gigi yang menyebabkan terjadinya kebutaan. Akibatnya, masyarakat menjadi takut apabila akan mencabut giginya. Namun, apakah rumor tersebut benar adanya? 

Kondisi-kondisi yang Membutuhkan Tindakan Pencabutan Gigi

Pencabutan gigi merupakan salah satu tindakan yang paling banyak dilakukan oleh dokter gigi. Biasanya pencabutan dilakukan karena kondisi gigi berlubang yang sudah tidak dapat ditambal atau dipertahankan lagi, sehingga apabila tidak dilakukan pencabutan bisa membahayakan kesehatan jaringan di sekitarnya dan membahayakan kesehatan tubuh. 

 

Selain itu, berikut ini beberapa kondisi yang membutuhkan tindakan pencabutan gigi seperti 

 

  • Perawatan kawat gigi untuk memenuhi kebutuhan ruang
  • Gigi yang berada di garis fraktur atau patahan tulang rahang, agar tidak menghambat penyembuhan atau menyebabkan infeksi
  • Gigi yang mengalami overeruption (kelainan posisi)
  • Gigi yang patah atau retak
  • Penyakit periodental
  • Gigi yang mengalami gangguan pertumbuhan, seperti yang biasa terjadi pada geraham bungsu
  • Gigi supernumerary (gigi dengan jumlah yang berlebih)

Rumor di masyarakat yang menyebut bahwa cabut gigi, terutama gigi atas, bisa menyebabkan kebutaan adalah mitos belaka. Ini karena gigi dan mata tidak berhubungan secara langsung dengan cabang saraf yang berbeda. 

Saraf mata adalah saraf Optalmikus, sedangkan saraf gigi rahang atas adalah saraf Maksilaris dan saraf gigi rahang bawah adalah saraf Mandibularis. Saraf mata dan gigi keluar dari otak dalam keadaan terpisah juga melewati jalur yang berbeda. Sehingga, tindakan pencabutan gigi tidak akan terkait langsung dengan komplikasi yang melibatkan organ mata.

 

Pencabutan gigi yang dilakukan sesuai prosedur tidak akan menimbulkan efek negatif pada pasien asalkan pasien menginformasikan kepada dokter terkait riwayat penyakitnya seperti diabetes, hipertensi, ataupun penyakit jantung yang mungkin akan berpengaruh pada tindakan pencabutan yang berguna untuk mempersiapkan kondisi tubuh yang prima pada saat pencabutan gigi pasien. 

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-5.jpg
12/Apr/2025

Stroke adalah gangguan aliran darah ke otak akibat pembekuan darah (iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (hemoragik). Stroke dapat menyebabkan kematian sel otak dalam hitungan menit.

Bagian tubuh yang dikontrol oleh bagian otak yang rusak akan kehilangan kemampuan untuk berfungsi. Stroke biasanya terjadi pada orang di atas 60 tahun, tetapi stroke juga dapat terjadi pada usia muda. 

Penyebab Stroke di Usia Muda : 

  • Gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan minum alkohol
  • Tidak berolahraga
  • Konsumsi makanan instan terlalu sering
  • Konsumsi gorengan atau junk food berlebihan
  • Memiliki riwayat penyakit degeneratif, seperti diabetes, hipertensi, obesitas
  • Stres berat 

Namun, WHO menyatakan bahwa gejala klinis penyakit stroke dapat berkembang cepat, memberat, dan bertahan selama lebih dari satu hari. 

Stroke dapat menyebabkan kerusakan otak, kecacatan, atau bahkan kematian jika tidak ditangani segera.

 

Banyak mitos yang beredar tentang stroke, salah satunya adalah bahwa stroke hanya menyerang usia lanjut. Namun, stroke dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal usia. Maka, sobat eRSIy juga harus waspada ketika terdapat gejala sebagai berikut, yaitu : 

Gejala Stroke: 

  1. Wajah melemah satu sisi, tidak dapat tersenyum, dan mata terkulai
  2. Lengan melemah dan mati rasa
  3. Cara bicara tidak jelas atau kacau dan sulit memahami apa yang orang lain katakan
  4. Sulit berjalan karena kehilangan keseimbangan 
  5. Sakit kepala secara tiba-tiba

Namun, Sobat eRSIy tidak perlu khawatir, Stroke di usia muda dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti :

  • Mengonsumsi makanan sehat, seperti buah dan sayuran segar, serta makanan rendah lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol 
  • Membatasi konsumsi gula dan garam
  • Berolahraga secara teratur, seperti aerobik minimal 3 kali seminggu 
  • Menjaga kualitas dan waktu tidur, yaitu antara 7−8 jam sehari 
  • Menghindari asap rokok dan vape 
  • Mengelola stres 
  • Cek kesehatan secara rutin

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-4.jpg
10/Apr/2025

Human Metapneumo Virus (HMPV)

Human Metapneumovirus (HMPV) adalah virus RNA yang menyebabkan infeksi pernapasan pada manusia. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001 di Belanda.

 

Gejala Infeksi HMPV

  1. Batuk
  2. Pilek
  3. Demam
  4. Sakit tenggorokan
  5. Kesulitan bernapas (pada kasus yang parah)
  6. Bronkiolitis (peradangan saluran udara kecil)
  7. Pneumonia

 

Kelompok Rentan

  1. Anak-anak di bawah 5 tahun
  2. Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas
  3. Pasien dengan sistem imun lemah
  4. Pasien dengan penyakit pernapasan kronis

 

Cara Penularan

  1. Kontak langsung dengan penderita
  2. Udara (droplet)
  3. Sentuhan dengan permukaan terkontaminasi

 

Pencegahan

  1. Mencuci tangan secara teratur
  2. Menggunakan masker
  3. Menghindari kerumunan
  4. Vaksinasi (belum tersedia secara luas)
  5. Menggunakan disinfektan

 

Pengobatan

  1. Istirahat
  2. Hidrasi
  3. Obat antivirus (untuk kasus berat)
  4. Oksigenasi
  5. Perawatan suportif

 

Situasi Terkini

  1. Peningkatan Kasus: China melaporkan peningkatan kasus HMPV, terutama di kalangan anak-anak dan warga emas (lansia)¹.
  2. Pengawasan: Negara-negara seperti Hong Kong dan Jepang memperketat pemantauan dan mengambil langkah pencegahan ¹.
  3. Tidak Ada Vaksin: Belum ada vaksin untuk HMPV, sehingga pencegahan dan pengobatan fokus pada gejala.

 

Sumber

  1. WHO (World Health Organization)
  2. CDC (Centers for Disease Control and Prevention)
  3. Kementerian Kesehatan RI

 

Berikut beberapa penelitian dan informasi terbaru tentang Human Metapneumovirus (HMPV) pada tahun 2025:

 

# Penyebaran HMPV

– HMPV sedang merebak di China, terutama di wilayah utara, dengan peningkatan kasus yang signifikan.

– Virus ini menyebar dengan cepat melalui droplet yang dihasilkan saat seseorang batuk atau bersin, serta melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi 

 

# Gejala dan Komplikasi

– Gejala HMPV bervariasi, mulai dari ringan seperti batuk dan pilek, hingga lebih serius seperti pneumonia dan kegagalan pernapasan 

– Komplikasi berat seperti bronkiolitis dan pneumonia dapat memicu sesak napas, demam tinggi, dan mengi yang mengganggu aktivitas sehari-hari

 

# Pencegahan

– Tidak ada vaksin untuk HMPV, sehingga pencegahan menjadi kunci utama 

– Langkah-langkah pencegahan meliputi mencuci tangan secara teratur, menggunakan masker di tempat umum, dan membersihkan permukaan yang sering disentuh 

 

# Pengobatan

– Pengobatan antivirus spesifik untuk HMPV belum tersedia 

– Penanganan utama berfokus pada meredakan gejala dengan obat pereda nyeri dan demam seperti paracetamol atau ibuprofen

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-9.jpg
21/Mar/2025

Pemberian makanan tambahan pendamping ASI dimulai ketika usia bayi menginjak 6 bulan menurut WHO (World Health Organization), makanan pendamping ASI (MPASI) yang diberikan kepada bayi juga  harus mengandung proporsi karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin dan mineral.

Hal ini penting untuk bayi yang sedang mengalami masa pertumbuhan mereka. Pengolahan dan penyajian makanan harus dilakukan secara higienis. Berikut adalah contoh variasi bahan makanan di sekitar kita yang bisa diolah menjadi MPASI bernutrisi:

  • Nasi, ubi, singkong, kentang, dan gandum sebagai sumber karbohidrat.
  • Sumber protein hewani, seperti telur, ayam, hati ayam, ceker, daging sapi, ikan mas, ikan kembung, kerapu, dan udang, serta susu dan produk turunannya, seperti yogurt dan keju.
  • Sumber protein nabati terdapat dalam kacang-kacangan, seperti kacang polong, buncis, kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, dan olahan kedelai, seperti tahu dan tempe.
  • Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral, terutama vitamin A, vitamin C, zat besi, dan fosfor. Jenis sayuran yang bisa diolah menjadi makanan pendamping ASI misalnya bayam, kangkung, labu siam, labu kuning, wortel, brokoli, buncis, dan tomat.
  • Buah-buahan merupakan sumber vitamin A, B, B1, B6, mineral, dan serat. Utamakan memberi buah yang lunak atau berair seperti pisang, alpukat, papaya, manga, jeruk, melon, semangka.
  • Asam lemak, seperti dalam minyak zaitun, minyak kelapa, lemak sapi, dan brutu ayam juga dibutuhkan oleh bayi untuk menambah kalori dan mendukung perkembangan otak, saraf, menyerap vitamin, serta produksi hormon.

Tips MPASI agar bayi selalu lahap : 

  1. Sobat eRSIy bisa berkreasi dengan cara mengukus, merebus, atau menumis dengan tambahan bumbu aromatik, seperti bawang merah, bawang putih, serai, dan daun salam.
  2. Hindari menambahkan garam dan gula pada makanan bayi.
  3. Berikan makanan pendamping ASI 2-3  kali sehari, bersama dengan 1–2 kali makanan selingan. Porsinya dimulai dengan 3 sendok makan dan kemudian naik perlahan hingga 125 ml. 
  4. Sobat eRSIy dapat mulai menaikkan tekstur MPASI menjadi cincang halus hanya setelah Si Kecil berusia 9 bulan. Jika Si Kecil sudah terbiasa, teksturnya dapat dinaikkan menjadi cincang kasar. Perubahan tekstur dan porsi makan yang dilakukan secara bertahap akan membuat Si Kecil lebih mudah menyesuaikan diri dengan makanan keluarga di usia satu tahun.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?