INFO UNTUK ANDA

LOW-BACK-PAIN.jpg
31/May/2025

Nyeri punggung bawah menjadi salah satu keluhan yang paling sering dirasakan kaum urban masa kini dimana kemajuan teknologi berbanding terbalik dengan mobilitas tubuh. Tak heran dengan tuntutan jam kerja yang tinggi disertai posisi tubuh yang tidak ergonomis akan menghasilkan keluhan nyeri punggung bawah. Walaupun kasus terbanyak didapatkan pada rentang usia 50-55 tahun, namun nyeri punggung bawah dapat terjadi pada berbagai usia. Nyeri punggung dapat membuat produktivitas sehari-hari menjadi menurun, membuat rentang gerak menjadi terbatas hingga dapat menyebabkan perubahan mood pada kasus nyeri yang kronik. Nyeri punggung bawah merupakan salah satu kondisi medis paling umum, dimana 80% dari penduduk dunia diperkirakan setidaknya pernah mengalami keluhan nyeri punggung bawah semasa hidupnya.

Lalu, pencegahan apa yang sebaiknya dilakukan? Dan apakah semua nyeri punggung itu penyebabnya sama?

 

Apa itu nyeri punggung bawah?

Nyeri punggung bawah adalah nyeri yang terjadi di antara tulang rusuk bawah dan lipatan bokong bawah. Pada beberapa kasus, nyeri bisa terasa hingga ke bokong atau paha bahkan menjalar hingga ke kaki.

 

Klasifikasi berdasarkan onset

Nyeri pinggang bawah dapat diklasifikasikan sesuai onsetnya yaitu nyeri pinggang bawah akut (< 6 minggu ), subakut ( 6 minggu – 3 bulan ) dan kronis ( > 3 bulan ).

Gejala nyeri punggung belakang

– Nyeri punggung bawah terasa seperti di tusuk atau tersetrum listrik.

– Nyeri dapat dirasakan di punggung saja atau menjalar ke bagian tubuh lain, misal ke kaki.

– Nyeri timbul saat berada pada posisi tertentu.

– Nyeri punggung bawah kambuh atau semakin memberat setelah mengangkat benda berat.

– Nyeri punggung bawah dapat disertai kedutan otot (spasme)

 

Penyebab Nyeri punggung bawah

Selain karena postur tubuh yang tidak ergonomis dalam durasi lama, nyeri punggung bawah dapat disebabkan oleh berbagai penyebab lain yaitu :

  1. Proses non-mekanik : seperti nyeri karena kelainan pada ginjal
  2. Proses degenerative
  3. Angkat barang berat dengan postur/cara yang salah
  4. Cedera/trauma
  5. Postur duduk yang buruk
  6. Infeksi pada saraf atau tulang punggung
  7. Tumor/kanker pada saraf atau tulang punggung belakang
  8. Skoliosis mayor (derajat >80)

 

Faktor resiko yang dapat memperburuk nyeri punggung bawah:

  1. Obesitas
  2. Merokok
  3. Usia tua
  4. Wanita
  5. Aktivitas fisik yang berlebihan dalam jangka waktu yang panjang
  6. Sedentary work (duduk dalam jangka waktu yang lama)
  7. Stressful job: Anxiety, depression

 

Red flag atau tanda bahaya nyeri punggung bawah:

Beberapa kondisi yang perlu di waspadai ketika mendapati gejala red flag nyeri punggung bawah di bawah ini dan dianjurkan segera memeriksakan diri ke rumah sakit untuk mendapatkan diagnose dan terapi yang tepat.

  1. Usia di bawah 15 tahun, usia di atas 50 tahun.
  2. Demam
  3. Penurunan berat badan
  4. Mengalami trauma atau terjatuh
  5. Nyeri punggung di malam hari atau saat istrirahat
  6. Memiliki Riwayat: penyakit tumor atau kanker, Osteoporosis, pengguna obat-obatan terlarang intravena, konsumsi obat steroid, konsumsi obat immunosupresan.
  7. Gejala neurologis : sensasi kesemutan di tungkai kaki, inkontinensia urin/fecal, kelemahan tungkai

 

Kondisi nyeri punggung bawah dapat bergejala ringan hingga berat, beberapa kondisi yang dapat menyebabkan nyeri punggung bawah berat: Cauda equina syndrome, Osteomyelitis, Herniated Nucleus Pulposus (HNP), Spinal canal stenosis, Spinal tumor.

Mengingat berbagai etiologi serta beban akibat penyakit dari nyeri pinggang bawah, perlu dilakukan penegakan diagnosis yang tepat dan akurat agar pasien segera mendapatkan tatalaksana terapi yang sesuai dengan kondisinya. Tujuan dari terapi nyeri punggung bawah adalah untuk menghilangkan nyeri, menghambat progresivitas dan meningkatkan aktivitas maupun mobilitas untuk meningkatkan fungsi hidup pasien serta disabilitas yang dapat ditimbulkan oleh kondisi ini. Terapi farmakologi, fisioterapi atau rehabilitasi medik, terapi psikiatrik, terapi intervensi nyeri merupakan pilihan terapi yang relevan. Seluruh modalitas terapi harus didasari dengan rekomendasi untuk tidak melakukan bed rest, tetap aktif dan melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya.

Faktor resiko penyebab nyeri punggung bawah juga sebaiknya segera di atasi, contohnya postur tubuh yang baik saat bekerja (seperti posisi duduk yang ergonomis, jarak dan posisi kepala ke layar komputer, cara mengangkat barang yang benar) akan mengurangi resiko terjadinya nyeri punggung bawah di tempat kerja

 

Beberapa posisi ergonomis yang direkomendasikan untuk menghindari nyeri punggung bawah di tempat kerja


Jam-tidur.jpeg
28/May/2025

Mengapa Orang Sering Menunda Tidur?

Banyak orang merasa bahwa waktu mereka di siang hari habis untuk pekerjaan, tugas, atau kewajiban lainnya, sehingga tidak memiliki kesempatan untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai. Sebagai kompensasi, mereka memilih untuk begadang dan menikmati waktu pribadi (me time) di malam hari, entah itu dengan menonton serial favorit, bermain game, atau sekadar berselancar di media sosial.

Meskipun tampaknya memberikan kepuasan, kebiasaan ini justru bisa mengganggu kesehatan tubuh. Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk menjaga keseimbangan fisik serta mental.

Apa Itu Revenge Bedtime Procrastination?

Fenomena ini dikenal sebagai revenge bedtime procrastination, yaitu kebiasaan menunda tidur dengan sengaja demi mendapatkan waktu bersantai setelah menjalani hari yang melelahkan. Kebiasaan ini banyak dialami oleh orang-orang yang memiliki tingkat stres tinggi dan jam kerja panjang. Namun, remaja dan mahasiswa yang sibuk dengan tugas sekolah atau kuliah juga rentan mengalami hal serupa.

Biasanya, kebiasaan ini dimulai dengan sekadar membuka ponsel sebelum tidur. Awalnya hanya berniat untuk melihat media sosial selama 10–15 menit, tetapi tanpa sadar bisa berlanjut hingga berjam-jam, bahkan sampai tidak tidur sama sekali.

Dampak Psikologis dari Revenge Bedtime Procrastination

Secara psikologis, kebiasaan ini dianggap sebagai bentuk kegagalan seseorang dalam mengatur waktu dan mengendalikan diri. Meskipun sadar akan dampak buruknya, banyak orang tetap melakukannya sebagai bentuk “balas dendam” atas kurangnya waktu bebas di siang hari.

Selain itu, fenomena ini juga menunjukkan bahwa banyak orang merasa memiliki sedikit kendali atas hidup mereka, terutama bagi mereka yang jadwalnya padat dan memiliki sedikit waktu untuk bersantai. Dengan begadang, mereka merasa bisa mendapatkan kembali kontrol atas waktu pribadi mereka, meskipun akhirnya harus mengorbankan kesehatan.

Bahaya Menunda Waktu Tidur

Menunda tidur secara terus-menerus bisa berdampak buruk bagi kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Beberapa dampaknya antara lain:

  • Kelelahan dan sulit fokus – Kurang tidur bisa menyebabkan tubuh terasa lelah, mengantuk di siang hari, sulit berkonsentrasi, dan menurunkan produktivitas kerja.
  • Mood yang mudah berubah – Kurang tidur bisa membuat seseorang lebih mudah marah, cemas, atau stres.
  • Gangguan kesehatan – Jika berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, gangguan hormonal, hingga depresi.

Cara Mengatasi Kebiasaan Menunda Tidur

Jika anda merasa kebiasaan ini mulai mengganggu, ada beberapa cara yang bisa anda coba untuk mengatasinya:

  1. Tetapkan jadwal tidur yang konsisten – Cobalah tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan.
  2. Kurangi penggunaan gadget sebelum tidur – Hindari penggunaan ponsel atau perangkat elektronik setidaknya 30 menit hingga 1 jam sebelum tidur.
  3. Lakukan aktivitas yang menenangkan – Sebelum tidur, anda bisa mencoba membaca buku, meditasi, atau melakukan peregangan ringan untuk membantu tubuh lebih rileks.
  4. Hindari konsumsi kafein di sore atau malam hari – Minuman berkafein seperti kopi atau teh bisa membuat  sulit tidur, jadi batasi konsumsinya setelah sore hari.
  5. Ciptakan suasana kamar yang nyaman – Atur pencahayaan kamar agar lebih redup, gunakan wewangian seperti essential oil, dan pastikan suhu kamar cukup nyaman untuk tidur.

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


auto-imun.jpeg
26/May/2025

Apa itu Penyakit Autoimun?

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan infeksi justru menyerang sel-sel sehat. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dikontrol agar penderita tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal.

Gejala Penyakit Autoimun

Gejala penyakit autoimun beragam, tergantung organ yang terdampak, seperti:

  • Anemia: Jika menyerang darah, bisa menyebabkan tubuh mudah lelah dan mengantuk.
  • Nyeri sendi: Jika menyerang sendi, bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan.
  • Penurunan berat badan: Umum terjadi pada diabetes tipe 1.
  • Gangguan ginjal dan otak: Lupus bisa menyebabkan kejang atau kerusakan ginjal.

Penyebab dan Jenis Penyakit Autoimun

Penyebab pasti penyakit autoimun belum diketahui, tetapi faktor genetik dan lingkungan berperan penting. Beberapa jenis penyakit autoimun yang umum antara lain:

  • Lupus: Menyerang berbagai organ, seperti kulit, ginjal, dan otak.
  • Rheumatoid Arthritis (RA): Menyerang sendi, menyebabkan nyeri dan bengkak.
  • Diabetes Tipe 1: Sistem imun merusak sel penghasil insulin, menyebabkan kadar gula darah tinggi.
  • Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP): Menyerang sel darah trombosit, menyebabkan mudah berdarah dan memar.

Dampak Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun bisa mempengaruhi berbagai organ tubuh. Misalnya, jika menyerang ginjal, bisa menyebabkan gagal ginjal. Jika menyerang kulit, bisa timbul ruam. Jika tidak dikontrol, penyakit ini bisa memicu komplikasi serius seperti kerusakan organ.

 

Cara Mengontrol dan Mencegah Penyakit Autoimun

Penderita autoimun harus menjalani pola hidup sehat dan mengikuti perawatan dokter. Cara mengontrolnya meliputi:

  • Makan makanan bergizi seimbang.
  • Mengelola stres dan berolahraga secara rutin.
  • Menghindari makanan yang mengandung gluten.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Rutin kontrol ke dokter dan konsumsi obat sesuai anjuran.

Meskipun tidak bisa disembuhkan, dengan pengelolaan yang tepat, penderita autoimun tetap bisa hidup sehat dan aktif.

Jika sobat eRSIy memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk Autoimun , Anda bisa berkunjung ke Poli Alergi imunologi RSI Surabaya A. Yani

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


DB.jpeg
24/May/2025

3M Plus adalah gerakan pemberantasan sarang nyamuk untuk mencegah demam berdarah (DBD). 3M Plus terdiri dari tiga kegiatan utama, yaitu menguras, menutup, dan mengubur. Selain itu, ada juga kegiatan tambahan yang disebut “Plus”.

Berikut adalah kegiatan 3M Plus:

  • Menguras: Menguras tempat-tempat penampungan air yang jarang digunakan atau tidak terpakai.
  • Menutup: Menutup rapat-rapat tempat penampungan air yang digunakan sehari-hari.
  • Mengubur: Mengubur atau memusnahkan benda-benda bekas yang dapat menampung air hujan, seperti kaleng bekas, botol bekas, atau ban bekas.

Selain 3M, ada juga kegiatan tambahan yang disebut “Plus”. Kegiatan tambahan tersebut, antara lain: Menggunakan kelambu saat tidur, Menggunakan lotion anti nyamuk, Menanam tanaman anti nyamuk, Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, Memberikan larvasida pada penampungan air yang sulit dibersihkan.

Selain 3M Plus, cara lain untuk mencegah DBD adalah dengan memberikan vaksin DBD.


EP-FEB-5-Kenali-Anosmia-Sang-Pencuri-Indra-Penciuman.jpeg
16/May/2025

Anosmia adalah ketika seseorang kehilangan kemampuan untuk mencium bau. Selain itu, kondisi ini menyebabkan penderitanya tidak bisa menikmati makanan seperti biasa. Keseharian seseorang dapat terganggu karena anosmia atau kehilangan indra penciuman. Penderita anosmia tidak hanya tidak dapat menikmati rasa makanan, tetapi mereka juga akan merasa hambar. Kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, kekurangan nutrisi, dan depresi. Anomsia yang disebabkan oleh pilek atau alergi biasanya bersifat sementara, tetapi anosmia yang berkelanjutan juga merupakan tanda penyakit serius yang memerlukan perawatan medis.

Penyebab Anosmia: Proses penciuman terjadi ketika suatu zat, seperti aroma bunga, masuk ke hidung, merangsang sel-sel saraf penciuman. Sel-sel saraf ini kemudian mengirimkan sinyal ke otak untuk diproses dan dikirim kembali, sehingga kita dapat mengetahui bau dari sesuaitu yang dicium.

 

Gangguan di dinding dalam hidung

Gangguan di dinding dalam hidung bisa berupa iritasi atau hidung tersumbat, yang disebabkan oleh:

Penyumbatan di rongga hidung

Sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan penyumbatan rongga hidung adalah:

  • Kelainan tulang hidung
  • Polip hidung
  • Tumor
  • Kerusakan pada otak dan sistem saraf

Pencegahan Anosmia:

Tidak semua kasus anosmia dapat dicegah, terutama yang disebabkan oleh kelainan lahir. Namun, dengan melakukan beberapa hal berikut, orang dapat mencegah anosmia yang disebabkan oleh gangguan kesehatan:

  • Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,
  • tidak berada di sekitar orang sakit,
  • hindari paparan zat alergen, dan hindari paparan bahan kimia berbahaya.
  • Tidak merokok dan hindari paparan asap rokok. Menggunakan alat pelindung saat berolahraga.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Sering-Disamakan-Yuk-Ketahui-Perbedaan-Kalazion-dan-Hordeolum.jpg
08/May/2025

Hordeolum (bintitan) dan kalazion adalah peradangan pada kelopak mata yang berbeda dalam penyebab, gejala, dan lokasi: 

  • Hordeolum
    Disebabkan oleh infeksi bakteri staphylococcus pada kelenjar kelopak mata. Gejala yang muncul antara lain: 

    • Benjolan kemerahan di kelopak mata 
    • Benjolan terasa nyeri 
    • Rasa gatal dan mengganjal di mata 
    • Mata berair 
  • Kalazion
    Disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak (meibom) di kelopak mata. Gejala yang muncul antara lain: 

    • Benjolan di kelopak mata yang tidak terasa nyeri 
    • Mata merah 
    • Mata berair 
    • Penglihatan kabur 
    • Kelopak mata membengkak 
    • Keterbatasan pergerakan bola mata 

Hordeolum yang tidak diobati dengan benar dapat berkembang menjadi kalazion. Keduanya juga berkaitan dengan faktor kebersihan. 

Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya Hordeolum dan Kalazion, sangat penting untuk menghapus riasan sekitar mata dan pastikan peralatan yang digunakan juga dalam kondisi bersih, mencuci tangan setiap akan menyentuh mata, menggunakan lensa kontak steril dengan jangka waktu dan melepasnya saat tidur.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


WhatsApp-Image-2025-04-29-at-09.14.41.jpeg
03/May/2025

Apa yang dimaksud dengan gangguan mental pada lansia? 

Gangguan mental pada lansia merupakan kondisi yang dapat memengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku lansia. Gangguan ini dapat menyebabkan lansia kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti di keluarga, pekerjaan, dan kegiatan sosial.

 

Beberapa gangguan mental yang sering terjadi pada lansia, antara lain yaitu : 

  • Depresi
    Gangguan suasana hati yang membuat lansia merasa sedih dan kehilangan minat. Depresi pada lansia sering terjadi bersamaan dengan masalah kesehatan fisik lainnya. 
  • Gangguan kecemasan
    Gangguan yang menyebabkan lansia merasa cemas berlebihan dan mudah khawatir. Gangguan kecemasan pada lansia sering terjadi bersamaan dengan depresi. 
  • Demensia
    Gangguan psikologis yang bersifat kronis dan memengaruhi kemampuan lansia untuk memproses pikiran. 
  • Gangguan bipolar
    Gangguan yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem, seperti merasa sangat bahagia dan sedih. 
  • Gangguan makan
    Gangguan psikologis yang dapat berupa bulimia atau anoreksia nervosa. 

Beberapa faktor risiko yang dapat menjadi penyebab gangguan mental pada lansia 

  1. Tidak memiliki aktivitas yang dapat meningkatkan produktivitas
  2. Kehilangan orang terdekat 
  3. Penyakit fisik yang memburuk
  4. Efek samping penggunaan obat
  5. Kesepian atau tidak ada pembimbing rohani
  6. Isolasi sosial 

Komplikasi gangguan mental pada lansia 

  1. Kualitas hidup memburuk
  2. Kondisi kesehatan menurun

 

Lansia yang menderita gangguan kejiwaan umumnya enggan memberitahukan kondisinya pada orang lain, oleh karena itu, keluarga harus mendampingi setiap aktivitas yang dilakukan oleh lansia untuk memastikan bahwa lansia dalam kondisi aman.

Jika sobat eRSIy memiliki orang tua atau kerabat yang memiliki kondisi tersebut, jangan ragu untuk segera konsultasikan pasien ke poli Jiwa di RSI Surabaya A Yani

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Kanker-Paru-Sang-Penyebab-Kematian-Akibat-Kanker-Terbesar-di-Kalangan-Pria.jpg
28/Apr/2025

Pada tahun 2022, jumlah kasus kanker paru di Indonesia mencapai 38.904 kasus.

Suatu kondisi di mana sel tumbuh secara tidak terkendali di dalam organ paru-paru disebut kanker paru. Fungsi organ ini adalah menyebarkan oksigen ke dalam darah saat menghirup napas dan membuang karbondioksida saat menghela napas. 

Terdapat 2 jenis kanker paru, yaitu 

Merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru, karena rokok mengandung zat penyebab kanker (karsinogen) yang merusak sel pelapis paru-paru. Perokok berat mengalami kerusakan sel dan jaringan pelapis paru-paru akibat paparan berulang. 

 

Gejala Kanker Paru

Sebagian besar gejala kanker terjadi dalam organ paru, tapi juga mungkin dialami di beberapa bagian tubuh lain jika sel abnormal sudah menyebar. Gejala juga dibedakan berdasarkan intensitas keparahan penyakit. 

  • Ketidaknyamanan atau nyeri di dada.
  • Batuk yang tidak hilang atau semakin memburuk dari waktu ke waktu.
  • Masalah pernapasan.
  • Mengi.
  • Darah dalam dahak.
  • Suara serak.
  • Masalah dalam menelan.
  • Kehilangan selera makan.
  • Kehilangan berat badan tanpa alasan.
  • Merasa sangat lelah.
  • Peradangan atau sumbatan di paru-paru.
  • Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening di daerah paru-paru.

Komplikasi Kanker Paru

Kanker paru yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menimbulkan beberapa komplikasi, antara lain: 

  • Sesak napas. Kondisi ini terjadi akibat kanker memblokir saluran udara utama, sehingga menyebabkan cairan menumpuk di sekitar paru-paru.
  • Rasa sakit. Kondisi ini terjadi akibat kanker telah menyebar ke lapisan paru-paru atau ke area tubuh lain, seperti tulang.
  • Cairan di dada (efusi pleura). Kondisi ini terjadi akibat penumpukan cairan di ruang yang mengelilingi paru-paru (pleura).
  • Metastasis. Kondisi ini terjadi ketika sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain, seperti otak dan tulang.

Pencegahan Kanker Paru

Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker. Namun, kamu dapat menurunkan risikonya dengan melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Berhenti merokok. 
  • Hindari asap rokok.
  • Hindari paparan karsinogen. 
  • Konsumsi buah dan sayuran..
  • Berolahraga secara rutin 30 menit sehari

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Apasih-Rematik-Itu.jpg
25/Apr/2025

Penyakit rematik adalah suatu kondisi medis yang mencakup sekumpulan penyakit (lebih dari 80 jenis) yang menyebabkan kelainan pada otot, sendi, dan struktur yang mengelilingi mereka. Berikut ini adalah dua kategori rematik yang berbeda:

  1. Rematik autoimun: rheumatoid arthritis (peradangan pada area sendi yang terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang persendian yang sehat) dan lupus (peradangan autoimun yang dapat menyerang organ tertentu, seperti sendi, kulit, dan ginjal).
  2. Rematik non-autoimun: Osteoarthritis (pengapuran sendi yang disebabkan oleh kerusakan tulang rawan) dan gout arthritis (asam urat tubuh yang terlalu tinggi yang menyebabkan radang sendi) 

 

Apakah Benar, Mandi Malam sebabkan Rematik? 

Mandi di malam hari tidak menyebabkan rematik, melainkan mitos. Namun, mandi malam dengan air dingin dapat memperparah kondisi seseorang yang sudah mengidap rematik

Hal ini dikarenakan udara dingin atau air dingin dapat mengakibatkan perubahan konsistensi cairan sendi yang dapat memperparah kekakuan otot dan sendi. 

Untuk mencegah terjadinya rematik, anda dapat melakukan : 

  1. Gaya hidup bersih dan sehat
  2. Jaga berat badan ideal
  3. Rutin berolahraga, selain untuk mencegah rematik, olahraga juga dapat mencegah osteoarthritis dan menjaga kesehatn sendi
  4. Kelola stres
  5. Hindari merokok atau asapnya, sebab Rokok mengandung zat kimia yang dapat menyebabkan peradangan pada sinovium, atau jaringan yang melapisi persendian, 
  6. Untuk mencegah rematik, Anda juga dapat mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3 dan vitamin D, mengurangi jumlah gula, garam, dan minuman bersoda yang Anda konsumsi, dan menghindari minuman beralkohol. 

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


WhatsApp-Image-2025-04-23-at-16.08.00.jpeg
24/Apr/2025

Lepra, juga dikenal sebagai kusta, adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae.  Penyakit kusta dapat menyebar melalui percikan ludah ketika pengidapnya batuk atau bersin. Kusta adalah jenis penyakit kulit yang dapat ditangani dan jarang menjadi penyebab kematian, tetapi infeksi bakteri yang menyebabkan kusta dapat menyebabkan kecacatan.Bakteri ini dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui droplet.

Bakteri ini membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang biak dalam tubuh pengidapnya. 

 

Selain penyebab utama di atas, beberapa faktor dapat menyebabkan kusta :

  • Sistem kekebalan tubuh terganggu
  • Berkunjung atau menetap ke kawasan endemik kusta
  • Bersentuhan dengan hewan yang dapat menyebarkan bakteri kusta, seperti armadillo

 

Jenis-jenis Kusta

Kusta terbagi menjadi enam jenis berdasarkan tingkat keparahan gejalanya, berikut masing-masing penjelasannya.

  • Lepromatous leprosy
  • Borderline lepromatous leprosy
  • Mid-borderline leprosy
  • Tuberculoid leprosy
  • Borderline tuberculoid leprosy
  • Intermediate leprosy

 

Gejala penyakit kusta

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bakteri kusta memerlukan waktu yang lama untuk berkembang biak, sehingga gejalanya biasanya tidak jelas pada awalnya dan muncul secara bertahap.

  • Anhidrosis adalah keadaan di mana kulit tidak mengeluarkan keringat.
  • Luka pada telapak kaki tidak terasa nyeri.
  • Kulit menjadi mati rasa, termasuk kehilangan kemampuan untuk merasakan sentuhan, tekanan, suhu, bahkan rasa nyeri. 
  • Kulit terasa kering dan kaku. 
  • Saraf membesar, biasanya pada lutut dan siku. 
  • Alis dan bulu mata rontok permanen. 
  • Mimisan. 
  • Timbul bercak dengan warna lebih terang
  • Terdapat benjolan atau bengkak pada wajah dan telinga. 
  • Otot pada kaki dan tangan melemah.
  • Mata kering dan jarang mengedip

 

Diagnosis Kusta 

Dokter melakukan diagnosis kusta dengan menanyakan gejala atau keluhan pasien lalu melihat apakah ada luka pada kulit. Dokter biasanya melakukan pemeriksaan pendukung jika kusta sudah cukup parah untuk mengetahui apakah bakteri telah menyebar ke organ lain. Yaitu dengan : 

  • Hitung darah lengkap
  • Pemeriksaan fungsi hati atau liver
  • Tes kreatinin
  • Menjalani biopsi saraf

 

Pengobatan Kusta

Dalam pengobatan kusta, metode utama adalah pemberian antibiotik. Penderita kusta akan diberi antibiotik selama 1-2 tahun, dan durasi, jenis, dan dosis antibiotik tersebut akan disesuaikan dengan jenis kusta yang diderita.

Pengobatan kusta yang paling umum di Indonesia adalah metode Multidrug Therapy (MDT), yang menggabungkan dua antibiotik atau lebih. Operasi biasanya dilakukan dengan tujuan jika dibutuhkan penanganan lanjutan:

  • Menormalkan fungsi tubuh
  • memperbaiki saraf dan bentuk tubuh yang rusak

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?