INFO UNTUK ANDA

artikel-5.png
20/Feb/2025

Apa yang dimaksud dengan gangguan mental pada lansia? 

Gangguan mental pada lansia merupakan kondisi yang dapat memengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku lansia. Gangguan ini dapat menyebabkan lansia kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti di keluarga, pekerjaan, dan kegiatan sosial.

 

Beberapa gangguan mental yang sering terjadi pada lansia, antara lain yaitu : 

  • Depresi
    Gangguan suasana hati yang membuat lansia merasa sedih dan kehilangan minat. Depresi pada lansia sering terjadi bersamaan dengan masalah kesehatan fisik lainnya. 
  • Gangguan kecemasan
    Gangguan yang menyebabkan lansia merasa cemas berlebihan dan mudah khawatir. Gangguan kecemasan pada lansia sering terjadi bersamaan dengan depresi. 
  • Demensia
    Gangguan psikologis yang bersifat kronis dan memengaruhi kemampuan lansia untuk memproses pikiran. 
  • Gangguan bipolar
    Gangguan yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem, seperti merasa sangat bahagia dan sedih. 
  • Gangguan makan
    Gangguan psikologis yang dapat berupa bulimia atau anoreksia nervosa. 

Beberapa faktor risiko yang dapat menjadi penyebab gangguan mental pada lansia 

  1. Tidak memiliki aktivitas yang dapat meningkatkan produktivitas
  2. Kehilangan orang terdekat 
  3. Penyakit fisik yang memburuk
  4. Efek samping penggunaan obat
  5. Kesepian atau tidak ada pembimbing rohani
  6. Isolasi sosial 

Komplikasi gangguan mental pada lansia 

  1. Kualitas hidup memburuk
  2. Kondisi kesehatan menurun

 

Lansia yang menderita gangguan kejiwaan umumnya enggan memberitahukan kondisinya pada orang lain, oleh karena itu, keluarga harus mendampingi setiap aktivitas yang dilakukan oleh lansia untuk memastikan bahwa lansia dalam kondisi aman.

Jika sobat eRSIy memiliki orang tua atau kerabat yang memiliki kondisi tersebut, jangan ragu untuk segera konsultasikan pasien ke poli Jiwa di RSI Surabaya A Yani

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-4.png
18/Feb/2025

Untuk penderita asam urat tinggi, diet rendah purin akan membantu mengontrol kadar asam urat dalam tubuh, mencegah kekambuhan, dan mengurangi gejala asam urat, seperti bengkak dan nyeri pada sendi. 

 

Purin dihasilkan secara alami oleh tubuh dan berfungsi untuk mengatur pertumbuhan sel untuk menghasilkan energi jika ada dalam jumlah yang cukup dalam tubuh.

 

Namun, terlalu banyak purin dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah, menyebabkan kristal asam urat pada persendian atau bahkan ginjal. Pada akhirnya, ini dapat menyebabkan radang sendi atau batu ginjal.

 

Penderita asam urat harus mengontrol asupan purin mereka dengan mengikuti diet rendah purin untuk mencegah keluhan yang disebabkan oleh asam urat tinggi dalam darah.

Tips Diet Rendah Purin

  • Minum air yang cukup yaitu sebanyak 2L setiap harinya

Asupan air yang cukup dapat membantu tubuh mengeluarkan zat asam urat berlebih melalui urine sehingga mencegah pembentukan kristal asam urat.

  • Konsumsi buah dan sayuran 

Saat menjalani diet rendah purin, mengonsumsi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan segar juga dapat dilakukan. Ini karena sayur dapat membantu tubuh secara keseluruhan, termasuk mengontrol tingkat asam urat dalam tubuh.Selain itu, buah-buahan yang tinggi vitamin C sangat bermanfaat bagi mereka yang menjalani diet rendah purin karena memiliki sifat antioksidan yang dapat meredakan peradangan yang disebabkan oleh asam urat. Namun, karena sayuran hijau seperti asparagus, kol, bayam, jamur, dan kacang hijau dapat meningkatkan tingkat purin dalam tubuh Anda, Anda harus tetap membatasi konsumsi sayuran ini.

  • Hindari Minuman Beralkohol 

Selama diet rendah purin, sangat penting untuk menghindari minuman beralkohol. Ini karena minuman beralkohol, terutama bir, dapat meningkatkan risiko asam urat hingga 6,5 persen.

  • Hindari makanan kaleng dan siap saji 

Saat Anda menjalani diet rendah purin, hindari makanan kaleng atau siap saji seperti ikan sarden dan daging asap. Dibandingkan dengan makanan kaleng dan siap saji, Anda bisa mengonsumsi daging ayam segar dan dimasak hingga matang tentunya dengan jumlah yang terkontrol.

  • Konsumsi susu rendah lemak 

Ini karena protein susu dapat membantu mengeluarkan asam urat dari tubuh melalui urine.

  • Batasi penggunaan saus siap pakai 

Saat memasak makanan untuk diet rendah purin, Anda harus membatasi penggunaan saus siap pakai karena mengandung purin yang tinggi, meningkatkan risiko penyakit asam urat

  • Hindari makanan yang tinggi gula

Menurut beberapa penelitian, jika Anda mengikuti diet rendah purin, Anda harus menghindari mengonsumsi gula yang berlebihan. Ini karena makanan dan minuman manis mengandung zat purin tinggi, yang dapat meningkatkan kadar asam urat dan menyebabkan kristal asam urat mengendap di persendian dan ginjal.

Selain itu, menjalani diet rendah purin juga membantu Anda makan lebih banyak makanan yang sehat, seperti roti gandum, nasi merah, kacang-kacangan, dan minyak sehat.

 

Jika Anda menderita asam urat tinggi dan telah menjalankan diet rendah purin, tetapi gejala Anda sering kambuh atau tidak hilang, konsultasikan kembali ke dokter spesialis penyakit dalam RSI Surabaya A Yani.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel.png
08/Feb/2025

Penyakit Crohn atau Crohn’s Disease merupakan salah satu penyakit radang usus dan merupakan kondisi jangka panjang.

Peradangan dapat terjadi pada seluruh lapisan dinding usus, mulai dari mulut hingga ke anus. Namun, peradangan lebih sering terjadi pada bagian akhir usus kecil (ileum) atau usus besar.

Kondisi ini bisa terasa menyakitkan, membuat tubuh merasa lemah, dan terkadang bisa menyebabkan komplikasi yang berakibat fatal.

Pengidap crohn’s disease ini bisa tidak mengalami gejala apapun atau hanya mengalami gejala ringan. Namun, ada masa kambuh sehingga dapat mempersulit kesehatan pengidapnya.

 

Penyebab utama dari Crohn’s disease masih belum diketahui secara pasti. Namun, faktor yang memungkinkan terjadinya penyakit ini adalah : 

  1. Diet
  2. Stres
  3. Reaksi autoimun
  4. Lingkungan
  5. Faktor makanan tertentu
  6. Faktor obat tertentu

Selain itu, beberapa faktor risiko juga menyebabkan terjadinya Crohn’s Disease, yaitu : 

  1. Genetika
  2. Infeksi
  3. Usia
  4. Merokok
  5. Sistem kekebalan tubuh yang lemah 

 

Gejala Crohn’s Disease

Gejala crohn’s disease bisa berbeda-beda di setiap orang, mulai dari ringan hingga sangat parah. Gejala penyakit ini juga bisa terjadi pada bagian mana saja di sistem pencernaan, diantaranya yaitu :

  • Merasa sangat kelelahan.
  • Sakit perut dan kram.
  • Diare.
  • Tinja bercampur lendir dan darah.
  • Penurunan selera makan.
  • Penurunan berat badan yang ekstrem.
  • Demam.

Pada anak-anak dengan crohn’s disease, mereka bisa mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan. Segera temui dokter apabila :

  • Munculnya darah dalam feses.
  • Diare yang tidak kunjung sembuh.
  • Penurunan berat badan.
  • Sakit atau kram perut dalam waktu yang lama.

Pencegahan Crohn’s Disease

Hal yang bisa dilakukan untuk menurunkan risikonya adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat.

Hal ini juga dapat meredakan gejala dan mengurangi kemungkinan terjadi kembali. Berikut beberapa caranya:

  • Berhenti merokok.
  • Lakukan pola makan sehat dan menjaga kesehatan lambung dengan makanan tinggi serat.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Mengelola stres dengan benar.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


IMG_2380.png
06/Feb/2025

Pengertian Trauma

Trauma adalah respons tubuh ketika dihadapkan dengan peristiwa buruk yang dapat membahayakan kondisi fisik maupun mental. Dengan demikian, kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat agar tidak menimbulkan efek berkepanjangan yang dapat mengganggu kualitas hidup penderitanya.

 

Penanganan Luka Bakar

Luka Bakar Ringan

Luka bakar ringan merupakan luka bakar yang paling sering terjadi. Biasanya, luka bakar ringan terjadi di rumah saat memasak ataupun yang lainnya. Berikut cara menangani luka bakar:

  • Hindari memberikan sesuatu yang bisa memicu timbulnya iritasi, misalnya mengoleskan pasta gigi
  • Ambil handuk dan basahi dengan air dingin
  • Letakkan handuk tersebut pada luka
  • Diamkan handuk tersebut pada luka selama kurang lebih 15 menit
  • Konsumsi obat pereda nyeri bila rasa sakit yang dialami tidak tertahankan.

Luka Bakar Sedang

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menangani luka bakar sedang, yaitu:

  • Ambil handuk dan basahi dengan air dingin
  • Dinginkan luka dengan meletakkan handuk tersebut di area luka selama kurang lebih 15 menit
  • Jika ada luka melepuh, usahakan tidak memecahkan luka lepuh
  • untuk menghindari risiko infeksi
  • Lakukan pemeriksaan ke dokter bila luka lepuh disertai dengan
  • tanda infeksi seperti bengkak, merah, timbul nanah ataupun rasa sakit yang semakin parah
  • Kemudian, apabila luka bakar yang terjadi cukup luas perlu mendapatkan penanganan langsung dari dokter, biasanya akan memberikan pengobatan berupa antibiotik atau antinyeri baik itu berupa salep ataupun obat minum.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Penanganan pada orang yang mengalami trauma :

  • Aman Diri
  • Aman Korban
  • Aman Lingkungan

Perbedaan Kompres Hangat dan Kompres Dingin

Kompres dilakukan dengan menempelkan handuk hangat/dingin pada permukaan kulit seseorang. Suhu panas/dingin pada kompres dapat memengaruhi tubuh, terutama pembuluh darah.

Pada kompres panas/hangat, pembuluh darah dapat melebar. Sebaliknya, kompres dingin akan mempersempit pembuluh darah. Kompres hangat/dingin akan merangsang reseptor mengirimkan sinyal pada otak bahwa permukaan tubuh sedang mengalami perubahan suhu. Hipotalamus akan bereaksi sesuai dengan kondisi yang terjadi.

Kompres Hangat

  • Demam, melakukan kompres hangat pada lipatan tubuh, seperti ketek, selangkangan, lipatan lutut dan siku.
  • Kaku sendi dan otot, suhu panas pada kompres hangat akan melebarkan pembuluh darah.
  • Cedera olahraga yg sudah melewati fase akut, yang sudah melewati fase akut, biasanya 72 jam pasca cedera.
  • Kaku leher : Kompres hangat pada leher yang kaku dapat mengurangi kekakuan otot dan nyeri kepala.
  • Kram Menstruasi : Kram atau kaku pada saat menstruasi dapat diringankan dengan kompres hangat.

Kompres Dingin

Kompres dingin dapat menurunkan aliran darah pada area cedera sehingga dapat memperlambat laju inflamasi dan mengurangi bengkak, mengurangi nyeri

serta mengurangi perdarahan dengan menyempitkan pembuluh darah. Jangan gunakan kompres dingin ketika :

  • Kram
  • Demam
  • Luka terbuka/kulit yang melepuh/luka bakar
  • Sebelum olahraga
  • Nyeri punggung

Penanganan luka bakar berat

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk korban luka bakar berat, yaitu:

  • Amankan korban dari sumber kebakaran.
  • Baringkan korban di tempat yang datar dengan kaki terangkat setidaknya 40 cm.
  • Lepaskan aksesoris yang digunakan korban.
  • Pastikan korban tetap bernapas
  • dengan baik.
  • Tutupi tubuh korban dengan selimut ataupun mantel
  • Upayakan tidak mengoleskan salep atau obat di area yang terbakar tanpa anjuran dokter
  • Jangan menempelkan es di area yang terbakar, karena hal tersebut dapat membahayakan jaringan kulit yang terbakar
  • Untuk mencegah hipotermia, hindari memberikan air dingin pada luka bakar yang luas, hal ini penting untuk diperhatikan demi mencegah tekanan darah ataupun aliran darah yang menurun secara drastis.

 

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-6.jpg
17/Jan/2025

Retinopati Diabetikum

Retinopati diabetikum merupakan kelainan retina (retinopati) yang ditemukan pada penderita diabetes melitus.

 

Pemeriksaan pada retinopati Diabetikum

GDA: Pemerksaan GDA (Glukosa Darah Acak) adalah tes untuk mengukur kadar glukosa dalam darah tanpa memperhatikan waktu makan.

GDP: (Glukosa Darah Puaasa) adalah tes yang mengukur kadar glukosa dalam darah setelah pasien tidak makan atau minum selama setidaknya 8 jam

GDA (Glukosa Darah Acak)

  • Range normal: 70 – 140 mg/dL.
  • Kadar di atas 200 mg/dL biasanya menunjukkan kemungkinan diabetes.

GDP (Glukosa Darah Puasa)

  • Range normal: 70 – 99 mg/dL.
  • Kadar antara 100 – 125 mg/dL menujukkan pra-diabetes, sedangkan di atas 126 mg/dL dapat mengindikasikan diabetes.

 

Faktor Resiko

  • Durasi diabet
  • Kontrol gula darah yang buruk
  • Hipertensi
  • Dislipidemia
  • Merokok
  • Keturunan
  • Kehamilan
  • Usia tua
  • Obesitas

 

Kondisi Mata

Kondisi mata pada diabetes dan non-diabetes memiliki beberapa perbedaan penting:

  • Retinopati Diabetik: Ini adalah komplikasi umum pada penderita diabetes, di mana kerusakan pada pembuluh darah retina dapat menyebabkan gangguan penglihatan atau kebutaan. Pada non-diabtes, kondisi ini tidak terjadi.
  • Katarak: Penderita diabetes cenderung mengalami katarak lebih awal dibandingkan dengan individu non-diabetes. Katarak adalah lensa mata yang menjadi keruh dan dapat mengganggu penglihatan.
  • Glaucoma: Risiko glaucoma juga lebih tinggi pada penderita diabetes, yang dapat menyebabkan kerusakan pada saraf optik dan kehilangan penglihatan.
  • Pembuluh Darah Retina: Pada orang dengan diabetes, pembuluh darah di retina bisa mengalami kebocoran atau penyumbatan, sedangkan pada non-diabetes, pebuluh darah biasanya lebih sehat.
  • Penglihatan Kabur: Pada penderita diabetes, penlihatan kabur bisa muncul secara tiba-tiba akibat fluktasi kadar gula darah. Ini tidak umum pada non-diabetes.
  • Penting bagi penderita diabetes untuk rutin memerksakan mata untuk mencegah dan mengelola komplikasi.

 

Edukasi

Edukasi untuk pasien yang terkena retinopati diabetic meliputi:

  • Pemahamam penyakit: menjelaskan tentang retinopati diabetic, penyebab, dan dampaknya terhadap penglihatan.
  • Pentingnya kontol diabetes:menkankan perlunya menjaga kadar glukosa darah dalam rentang normal melalui diet, olahraga, dan pengobatan.
  • Pemeriksaan rutin: menyarankan pemeriksaan mata secara berkala untuk mendeteksi perubahan lebih awal
  • Pengelolaan risiko lain: mengontrol ekanan darah dan kolesterol dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-4.jpg
03/Jan/2025

APA ITU TUBERKULOSIS

Penyakit Tuberkulosis adalah Penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Orang dengan TB aktif sering kekurangan gizi dan menderita defisiensi mikronutrien serta penurunan berat badan dan nafsu makan menurun. Malnutrisi meningkatkan risiko perkembangan dari infeksi TB.

 

KEBUTUHAN NUTRISI PADA PASIEN TUBERKULOSIS

ENERGI/KARBOHIDRAT

35-40 kkal per kilogram berat badan ideal.

PROTEIN

1.2 1,5 g per kilogram berat badan/ 75 100 g per hari

VITAMIN & MINERAL

Sebagai tambahan mikronutrien

 

TUJUAN

Terapi diit bertujuan memberikan makanan secukupnya guna memperbaiki dan mencegah kerusakan jaringan tubuh lebih lanjut. Energi / Karbohidrat untuk mencapai berat badan normal Protein tinggi untuk mengganti sel-sel yang rusak.

Makanan yang Harus Dihindari

Makanan dan minuman mengandung tanin

 

DIET TINGGI ENERGI TINGGI PROTEIN (TETP) PADA TB

  • Diet TETP 1 Karbohidrat 2600 kalori, Protein 100 g
  • Diet TETP 2 Karbohidrat 3000 kalori, Protein 125 g

 

SUMBER MAKANAN

  • Sumber energi bisa di dapat dari nasi, roti, gandum, ubi, dll.
  • Sumber protein hewani yang baik diberikan adalah ayam, daging, hati, telur, susu, dan keju sumber protein nabati adalah kacang-kacangan dan hasilnya, seperti tahu, dan tempe.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL1.jpg
30/Dec/2024

APA SIH HIV ITU??

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih, sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia.

 

PENYEBAB HIV

  • Terdapat 2 jenis penyebab AIDS, yaitu HIV-1 dan HIV-2
  • HIV-1 banyak ditemukan didaerah Barat, Eropa, Afrika Tengah, Selatan, dan Timur.
  • Sedangkan HIV-2 banyak ditemukan di afrika barat

 

HIV TIDAK MENULAR LEWAT

  • Ciuman
  • Pelukan
  • Toilet
  • Berenang
  • Sentuhan
  • Alat makan
  • Nyamuk
  • Tinggal serumah

 

APA SAJA GEJALANYA

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Nyeri sendi
  • Ruam kulit
  • Sakit tenggorokan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Infeksi jamur pada mulut

 

PENCEGAHAN HIV

Abstinence

Bagi yang belum menikah dianjurkan Tidak melakukan hubungan seksual.

Be Faithful

Bersikap saling setia dengan pasangan.

Condom

Cegah dengan menggunakan kondom setiap melakukan hubungan yang beresiko.

Don’t Inject

Dihindari penggunaan jarum suntik secara bergantian dan tidak steril.

Education

Aktif mencari informasi dan sebarkan informasi.

 

PROSES SKRINING HIV

Pemeriksaan HIV

  • Rapid Test HIV

Bahan yang dibutuhkan

  • Sampel darah

Proses Skrining HIV

  • Serum atau plasma di teteskan pada sumur Test
  • Tambahkan reagen HIV
  • Tunggu hasil kurnang lebih 10-15 menit

 

Gejala awal HIV biasanya muncul antara 2-6 minggu setelah terpapar. Biasanya HIV baru dapat terdeteksi 1-3 bulan setelah pasien sudah terinfeksi oleh virus HIV Gejala Akut, pada tahap ini infeksi HIV tidak akan menimbulakan gejala apapun dalam waktu yang cukup lama yakni sekitar 5-10 tahun.

 

HIV (Human Immunodeficiency)

  • HIV adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam sistem kekebalan tubuh manusia
  • Tidak semua pengidap HIV akan menularkan virus ke orang lain dan mengembangkan AIDS, karena kini sudah ada perawatan yang bisa mengontrol virus
  • Biasanya seseorang tidak mengalami gejala berat saat terinfeksi HIV, dan sebelum menerima pengobatan, pengidap HIV bisa menularkannya kepada orang lain.

 

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)

  • AIDS merupakan penyakit akibat infeksi HIV yang tidak mendapatkan perawatan yang benar.
  • Pengidap AIDS biasanya mengidapa gejala yang sangat berat dan banyak yang sampai kehilangan nyawa.

 

MELALUI APA HIV DAPAT MENYEBAR??

  • Cairan yang keluar dari tubuh manusia yang menderita HIV bisa menyebarkan virus HIV ke orang yang sehat seperti:
    • Darah
    • Sperma
    • Cairan vagina
    • ASI
  • Homoseksual (46% dari semua kasus), heteroseksual (11% semua kasus)
  • Hubungan seks oral
  • Hubungan seks melalui anus
  • Penyalahgunaan obat melalui intravena
  • Penggunaan jarum bersama-sama (akupuntur, jarum tattoo, jarum tindik)
  • Transfusi darah
  • Antara ibu & bayi selama masa hamil, kelahiran, dan masa menyusui
  • (90% dari kasus HIV yang menimpa anak-anak)
  • Pengguna narkoba

 

TIDAK SEMUA CAIRAN TUBUH BISA MENULARKAN HIV

  • Air liur/air ludah/saliva
  • Air keringat
  • Feses/kotoran/BAB/tinja
  • Air mata

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-5-1.jpg
20/Dec/2024

PENYAKIT JANTUNG

Penyakit Tidak Menular (PTM) yang disebabkan karena penebalan pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan tersumbatnya dan menyempitnya pembuluh darah koroner sehingga kurangnya aliran darah ke jantung dan terganggunya fungsi jantung. Penyakit ini bisa disebabkan karena wiwayat keluarga, merokok, dislipidemia, obesitas, diabetes melitus, dan hipertensi.

 

HIPERTENSI

Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah seseorang secara konsisten lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg. Penyakit ini sering tidak menimbulkan keluhan. Faktor yang menyebabkan hipertensi adalah faktor keturunan, gaya hidup tidak sehat, dan kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes atau obesitas.

 

TUJUAN DIET

  • Mencukupi kebutuhan gizi tanpa memperberat kerja jantung dan menjaga tekanan darah agar tetap normal
  • Mencapai berat badan normal gizi
  • Memenuhi kebutuhan pasien
  • Mengurangi penyumbatan darah risiko pembuluh

 

PRINSIP DIET

RENDAH KOLESTEROL & RENDAH GARAM

Hindari makanan yang digoreng dengan minyak yang sangat panas, berminyak, dan bersantan. Konsumsi garam maksimal 2-3 gram/hari (1/2 sdt)

 

BAHAN MAKANAN TIDAK DIANJURAN

  • Makanan Pokok: Roti manis, biskuit, Kue berlemak tinggi (pastry), ketan, mie instan, ubi, singkong, tape
  • Lauk Hewani: Daging, ayam dengan kulit, kuning telur, sosis, jeroan, kerang, keju, udang, susu full cream
  • Lauk Nabati: kacang merah, kacang tanah, kacang mede Sayuran: asparagus, bit, kol, sawi, lobak Buah: Nangka, durian, nanas, cempedak *Lemak: Minyak kelapa, santan, mentega
  • Minuman : Coklat, kopi, teh kental, minuman soda, alkohol

 

BAHAN MAKANAN DIANJURKAN

  • Makanan Pokok : Nasi, mie, bihun, kentang, pasta, tepung, terigu, sagu
  • Lauk Hewani: Ikan, ayam tanpa kulit, susu rendah lemak, putih telur
  • Lauk Nabati : Kacang kering (Kacang hijau, kedelai), tahu, tempe Sayuran Buncis, kacang panjang, wortel, tomat, toge, kangkung, selada Buah Pisang, apel, pepaya, jeruk, melon, semangka, alpukat Lain-lain: Madu

 

HAMBATAN

  • Kurangnya dukungan keluarga dalam menyediakan makanan rendah garam
  • Kejenuhan pasien menjalankan terapi diet
  • Kurangnya pengetahuan terkait nutrisi
  • Kebiasaan makan di luar rumah

 

SOLUSI

  • Memasak sendiri dengan bahan yang sehat, dan jumlah garam yang dianjurkan. Atau pisahkan masakan rumah sebelum diberikan garam
  • Lakukan perubahan pola makan secara bertahap, dan konsisten
  • Ikuti anjuran ahli gizi atau dokter, dalam menjalankan praktik diet
  • Membawa makanan sendiri dari rumah

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Mengenal-Kontrasepsi-Jangka-Panjang-MOW.jpg
02/Dec/2024

Pengertian

MOW merupakan salah satu cara kontrasepsi dengan tindakan pembedahan pada saluran indung telur wanita

 

Keuntungan

  • Metode kontrasepsi jangka panjang dan memiliki efektivitas yang sangat tinggi lebih dari 99%
  • Dapat dilakukan segera setelah melahirkan atau kapanpun
  • Tidak mempengaruhi proses menyusui (breastfeeding)
  • Tidak mempengaruhi hubungan suami istri
  • Tidak mempengaruhi kadar hormon
  • Tidak ada efek samping dalam jangka panjang
  • Pembedahan sederhana, dapat dilakukan anestesi lokal

 

Kelemahan

  • Kadang-kadang sedikit merasakan nyeri setelah tindakan
  • Kesuburan sulit kembali (rendahnya angka keberhasilan dilakukan penyambungan kembali)

 

Indikasi

  • Pasangan suami istri yang memutuskan tidak ingin memiliki
  • Pasangan suami istri yang ingin berhenti memiliki anak
  • Wanita yang memiliki resiko tinggi jika hamil

 

Kontraindikasi

  • Tidak dianjurkan bagi pasangan suami istri yang masih ingin memiliki anak
  • pasangan suami istri merasa tidak siap dalam mengambil keputusan bersama karena dikhawatirkan dapat menimbulkan penyesalan di kemudian hari

 

Metode

Metode yang dilakukan dengan cara mengikat atau memotong saluran telur untuk mencegah sperma bertemu dengan sel telur

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


22/Nov/2024

Varises pada kaki adalah kondisi medis di mana pembuluh darah vena di kaki melebar.

Banyak orang masih berpikir varises vena adalah masalah estetika. Penyebab utama varises adalah kegagalan katup pada vena untuk mencegah darah mengalir mundur. Dengan begitu, darah yang seharusnya mengalir ke jantung malah terkumpul di pembuluh darah.  Dalam kasus yang lebih parah,  dapat terjadi perdarahan dan luka kronis serta hiperpigmentasi (perubahan warna kulit tungkai menjadi kehitaman).

Penyebab Varises di Kaki

  • obesitas
  • Jenis kelamin: Risiko terkena varises pada kaki tiga kali lebih besar pada wanita.
  • Aktivitas sehari-hari, orang sering berdiri atau duduk untuk waktu yang lama.

Gejala Varises pada Kaki  dapat bervariasi, tetapi beberapa di antaranya adalah : 

  • Kaki terasa sakit dan kram.
  • Kadang-kadang ada rasa gatal dan rasa terbakar.
  • Pembuluh darah menonjol di bawah kulit.
  • Kaki menjadi bengkak saat bergerak dan mengecil saat bangun tidur.
  • Kulit di sekitar mata kaki berwarna hitam.
  • Luka di sekitar mata kaki muncul.

Untuk menghindari varises, Anda dapat melakukan beberapa hal, yaitu : 

  1. Berolahraga Secara Teratur
  2. Menurunkan Berat Badan
  3. Hindari Waktu Berdiri atau Duduk Terlalu Lama
  4. Hindari Memakai Pakaian Ketat
  5. Mengangkat Kaki

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?