INFO UNTUK ANDA

anak-picky-eater.jpeg
11/Dec/2025

Halo Sobat Ersiy,Si kecil suka pilih-pilih makanan? Tenang, ini fase normal kok! Tapi, jangan sampai dibiarkan ya, karena bisa memengaruhi tumbuh kembangnya. Yuk, kita bahas cara tepat menghadapi anak picky eater.!

Picky eater atau kecenderungan memilih milih makanan pada anak-anak. Kondisi ketika anak mencoba jenis makanan baru dikenal atau jenis makanan yang sudah dikenal tetapi menolak konsumsi dalam jumlah yang cukup.

 

Normal ga sih?

Kebiasaan pilih pilih makanan ini normal dan sering terjadi pada usia 1-3 tahun, pada awal tahap pengenalan makanan atau proses transisi dari ASI dan MPASI. Walaupun normal tetapi hal ini akan membuat orang tua takut mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anaknya terganggu karena kekurangan zat gizi tertentu; takut stunting, takut tidak pintar dan tidak bisa tinggi. anak enggan untuk makan buah dan sayur, sukanya makanan instan atau jajanan kemasan yang banyak pengawet, penyedap dan pewarna.

 

Apa sih picky eater itu sebenarnya ?

Picky eater sebenarnya adalah fase normal pada tahap awal perkembangan anak, tetapi kebiasaan memilih milih makanan jika dibiarkan terus menerus akan menjadi penolakan makanan atau enggan makan makanan tertentu (selective eater) ketika remaja dan dewasa.

 

sikap orang tua yang bagaimana sih yang salah dalam menghadapi anak picky eater?

Sebagai orang tua ketika menghadapi anak yang memilih milih makanan, tidak boleh dengan amarah, memasukkan makanan dengan paksa ke mulut anak, hal ini akan membuat anak trauma.

 

Apa Solusinya ?

Carilah faktor penyebab mengapa anak demikian, apa karena rasa, tekstur, pengaruh lingkungan, kepribadian anak dan paparan makanan lainnya.

 

Bagaimana Peran Orang tua menghadapi anak picky eater yang benar?

  1. Menyajikan makanan dalam porsi kecil agar tidak terlalu banyak atau enek, lebih baik nambah lagi jika kurang daripada membuang sisanya
  2. Berikan contoh teladan ke anak, anak biasanya melihat kebiasaan orang tua. Ketika seorang anak melihat orang tuanya tidak suka sayur dan buah maka ada kecenderungan anak untuk mencontoh kebiasaan orang tuanya
  3. Memberikan akses yang mudah ke anak untuk mengambil makanan, misalkan menaruh makanan di meja yang tidak tinggi dan terlihat
  4. Memberikan contoh makan yang menyenangkan, misalkan ketika makan dengan ekspresi senang (lahap) dan merasa menikmati makanan lezat. Bisa juga dengan memberikan contoh saudara atau  kakak yang sedang makan makanan yang sama
  5. Mengenalkan makanan baru harus sabar dan berkali-kali, jika terjadi penolakan harus terus dicoba
  6. Konsultasi ke dokter anak atau ahli gizi

Penutup

Itu dia, Sobat eRSIy, kunci menghadapi anak picky eater adalah sabar, jangan memaksa, dan beri contoh yang baik. Jika mengalami keluhan atau ingin berkonsultasi, jangan ragu untuk datang ke Poli Anak Rumah Sakit Islam Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Tanda-Bahaya-kehamilan.jpeg
08/Dec/2025

Kehamilan adalah anugerah yang ditunggu oleh setiap pasangan suami istri, yang tentunya membawa harapan dan kebahagiaan. Namun, tidak semua kehamilan berjalan lancar. Beberapa kondisi tertentu bisa menjadi tanda bahaya yang perlu dikenali sejak dini.

Apa yang Dimaksud dengan Tanda Bahaya Kehamilan?

Tanda bahaya kehamilan adalah gejala atau kondisi yang menunjukkan adanya gangguan pada kehamilan yang bisa berisiko tinggi bagi keselamatan ibu dan bayi dalam kandungan.

Jenis Tanda Bahaya Kehamilan

1. Perdarahan dari Jalan Lahir

Perdarahan selama kehamilan, terutama dalam jumlah banyak atau disertai nyeri, bisa menjadi pertanda keguguran, plasenta previa (plasenta menutupi sebagian/seluruh jalan lahir), atau solusio plasenta (plasenta terlepas sebelum bayi lahir).

2. Nyeri Perut Hebat atau Kram Terus-Menerus

Nyeri hebat yang menetap di perut bagian bawah, jika disertai dengan perdarahan, risikonya menjadi lebih tinggi.

3. Gerakan Janin Berkurang atau Tidak Terasa

Janin mulai aktif bergerak di usia kehamilan 18–24 minggu. Jika ibu merasakan penurunan atau tidak ada gerakan janin sama sekali selama lebih dari 12 jam setelah usia kehamilan 24 minggu, segera periksakan diri.

4. Sakit Kepala Berat, Pandangan Kabur, dan Bengkak Parah

Gejala tersebut bisa menunjukkan preeklamsia, yaitu kondisi tekanan darah tinggi yang berbahaya pada kehamilan. Jika tidak ditangani, dapat berkembang menjadi eklamsia yang mengancam jiwa.

5. Demam Tinggi

Demam yang tidak kunjung reda bisa menandakan adanya infeksi yang berbahaya bagi ibu dan janin, termasuk infeksi saluran kemih atau infeksi sistemik lainnya.

6. Keluar Cairan dari Vagina Sebelum Waktunya

Jika cairan ketuban keluar sebelum waktu persalinan, ini bisa menjadi tanda ketuban pecah dini yang meningkatkan risiko infeksi dan kelahiran prematur.

7. Kejang atau Keadaan Tidak Sadar

Kejang selama kehamilan merupakan tanda bahaya serius, terutama jika berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menjadi pertanda eklamsia dan memerlukan penanganan segera.

8. Mual dan Muntah Berlebihan

Meski mual dan muntah umum terjadi di awal kehamilan, jika terjadi secara berlebihan hingga ibu tidak bisa makan atau minum sama sekali (hiperemesis gravidarum), maka perlu penanganan medis agar tidak terjadi dehidrasi dan gangguan elektrolit.

 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Tanda Bahaya?

Jika ibu mengalami satu atau lebih dari tanda di atas:

  • Jangan menunggu : segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.
  • Catat gejala dan waktunya : hal ini membantu tenaga medis memahami kondisi lebih cepat.
  • Bawa buku KIA atau catatan kehamilan : untuk memudahkan penanganan.

Setiap ibu hamil dan keluarga perlu memahami gejala-gejala yang mengindikasikan tanda bahaya kehamilan. Jangan ragu untuk periksakan kehamilan bunda secara rutin di Poli Kandungan Rumah Sakit Islam Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Yuk-Ketahui-Manfaat-Sensory-Play-untuk-Anak.jpg
27/Nov/2025

Apa Itu Sensory Play?

Sensory play merupakan permainan atau aktivitas yang merangsang satu atau lebih indera anak, termasuk juga indera keseimbangan dan kesadaran tubuh.

 

Mengapa Kegiatan Sensory Play Penting untuk Anak?

  1. Sebagian besar perkembangan otak terjadi sebelum usia 3 tahun
  2. Sensory play memperkuat koneksi saraf, meningkatkan fungsi ngatan, fokus, regulasi emosi, dan membantu anak dalam pemecahan masalahnya
  3. Bermain sensory membantu otak memproses rangsangan pancaindra, sekaligus melatih motorik halus dan kasar

Contoh Aktivitas Sensory Play yang Bisa Diberikan kepada Anak

  • Bermain dengan adonan kue, slime, atau pasir, untuk mengajarkan anak beragam tekstur
  • Bermain dengan jenis kacang yang berbeda bentuk dan warna, untuk mengajarkan anak beragam warna dan bentuk
  • Membiarkan anak untuk makan sendiri, bermain tebak rasa, bentuk, atau warna buah, untuk mengenalkan bau, tekstur, warna, hingga rasa makanan
  • Bermain dengan menumpuk gelas plastik berwarna untuk mengajarkan anak tentang beragam warna
  • Bermain dengan alat musik atau benda yang bisa mengeluarkan suara ketika dipukul, misalnya panci, ember, atau baskom

Manfaat Utama Sensory Play

  1. Interaksi dengan berbagai media (warna, tekstur, rasa) memperluas kosakata dan kemampuan deskriptif saat anak dan orang tua berdiskusi .
  2. Aktivitas seperti mencubit, menuang, atau memindahkan benda memperkuat koordinasi tangan-mata, sedangkan bermain di luar (lompat, lari, naik sepeda) memperbaiki keseimbangan dan kekuatan otot besar
  3. Sensory play mendorong pemecahan masalah (misal, mengelompokkan bentuk/warna), meningkatkan ingatan, konsentrasi, dan kemampuan berpikir fleksibel

Bermain bersama teman atau orang tua mengasah empati, kerjasama, keterampilan regulasi emosi seperti kesabaran dan kepercayaan diri

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Cuci-Hidung-Anak-Aman-Gak-Ya.jpeg
12/Nov/2025

Cuci hidung atau irigasi nasal merupakan metode yang aman dan efektif untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan anak. Praktik ini direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) sebagai bagian dari penanganan berbagai gangguan pernapasan.

Manfaat Cuci Hidung pada Anak

  1. Mengurangi Gejala Hidung Tersumbat
     Cuci hidung membantu membersihkan lendir, debu, dan alergen dari rongga hidung, sehingga mengurangi gejala hidung tersumbat akibat selesma, rinitis alergi, dan rhinosinusitis akut maupun kronik.
  2. Menurunkan Risiko Infeksi
     Dengan membersihkan rongga hidung secara rutin, cuci hidung dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan virus penyebab infeksi saluran pernapasan atas.
  3. Mengurangi Penggunaan Obat-obatan
     Praktik ini dapat mengurangi kebutuhan akan obat-obatan seperti dekongestan dan antibiotik, karena membantu meredakan gejala secara alami.
  4. Meningkatkan Fungsi Mukosiliar
     Cuci hidung memperbaiki fungsi mukosiliar hidung, yaitu mekanisme alami tubuh untuk membersihkan partikel asing, sehingga meningkatkan pertahanan terhadap infeksi.
  5. Membantu Penyaluran Obat
     Dalam beberapa kasus, cuci hidung dapat membantu dalam penyaluran obat ke dalam sinus, meningkatkan efektivitas pengobatan.

Cara Melakukan Cuci Hidung pada Anak

  • Persiapan: Gunakan larutan salin isotonik (NaCl 0,9%) yang steril. Siapkan alat seperti spuit atau alat semprot khusus cuci hidung.
  • Prosedur: Dengan anak dalam posisi duduk atau sedikit menunduk, semprotkan larutan ke salah satu lubang hidung dan biarkan cairan keluar melalui lubang hidung lainnya. Ulangi pada sisi yang berlawanan.
  • Frekuensi: Lakukan 1–2 kali sehari atau sesuai anjuran dokter, terutama saat anak mengalami gejala hidung tersumbat.

Kesimpulan

Cuci hidung adalah metode yang aman dan bermanfaat untuk anak dalam menjaga kesehatan saluran pernapasan. Dengan melakukan cuci hidung secara rutin, dapat membantu mengurangi gejala hidung tersumbat, menurunkan risiko infeksi, dan meningkatkan kualitas hidup anak. Konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan panduan yang sesuai dengan kondisi anak Anda

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Jangan-Sepelekan-Glaukoma-Kongenital-Bisa-Ganggu-Penglihatan-Si-Kecil-Sejak-Lahir.jpeg
27/Oct/2025

Tidak semua gangguan penglihatan muncul saat seseorang beranjak dewasa. Ada penyakit mata bawaan yang bisa menyerang bahkan sejak bayi lahir, salah satunya adalah glaukoma kongenital.

Kondisi ini memang jarang terjadi, tetapi dampaknya bisa sangat serius bila tidak segera ditangani mulai dari gangguan penglihatan hingga kebutaan permanen.

 

Apa Itu Glaukoma Kongenital?

Glaukoma kongenital adalah penyakit mata bawaan yang muncul sejak bayi lahir atau di awal masa kehidupannya.

Penyakit ini terjadi karena gangguan pada saluran pembuangan cairan mata (aqueous humor), sehingga tekanan di dalam bola mata meningkat. Tekanan tinggi inilah yang dapat merusak saraf optik, bagian penting yang mengirimkan sinyal visual ke otak.

Jika dibiarkan, peningkatan tekanan ini dapat menyebabkan penurunan penglihatan permanen bahkan kebutaan.

“Glaukoma kongenital bukan disebabkan oleh infeksi atau kesalahan perawatan orang tua. Ini murni akibat gangguan perkembangan saluran cairan mata,” jelas tim dokter muda dari FK UNUSA – RSI Surabaya dalam presentasinya.

 

Apa Penyebabnya?

Penyebab utama glaukoma kongenital adalah gangguan perkembangan pada sudut drainase mata (trabekular meshwork) saluran tempat cairan mata seharusnya keluar.

Beberapa kasus berkaitan dengan faktor genetik atau keturunan, meski sebagian besar penyebabnya belum diketahui secara pasti.

Hal penting untuk diketahui: penyakit ini tidak menular dan tidak disebabkan oleh kebersihan bayi atau tindakan orang tua.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Orang tua perlu memperhatikan tanda-tanda berikut pada bayi atau anak kecil:

  • Mata sering berair dan tampak sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
  • Bayi sering menutup kelopak mata atau terlihat tidak nyaman.
  • Pandangan tidak fokus, bayi tidak mengikuti arah benda atau wajah orang.
  • Pada tahap lanjut bisa muncul:
    • Kornea tampak keruh atau membesar.
    • Mata merah dan terlihat lebih besar dari normal.

Jika satu atau lebih tanda tersebut muncul, segera periksakan anak ke dokter spesialis mata anak.

 

Bagaimana Dokter Mendiagnosisnya?

Pemeriksaan dilakukan secara hati-hati menggunakan alat khusus untuk mengukur tekanan bola mata (tonometri) dan melihat struktur dalam mata.

Karena pasiennya masih bayi, pemeriksaan ini biasanya dilakukan dalam kondisi bius ringan agar anak tidak bergerak.

Deteksi dini sangat penting, semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin besar peluang penglihatan anak dapat diselamatkan.

 

Cara Mengobati Glaukoma Kongenital

Berbeda dengan glaukoma pada orang dewasa, penanganan utama pada glaukoma kongenital adalah operasi.

Beberapa prosedur yang biasa dilakukan meliputi:

  • Goniotomi dan trabekulotomi, yaitu operasi untuk memperbaiki saluran pembuangan cairan mata agar tekanan berkurang.
  • Obat tetes mata biasanya hanya digunakan sebagai terapi pendukung, bukan pengobatan utama.

Setelah operasi, anak perlu menjalani kontrol rutin untuk memantau hasil operasi dan mencegah tekanan bola mata naik kembali.

 

Peran Penting Orang Tua

Dukungan orang tua menjadi kunci keberhasilan perawatan glaukoma kongenital. Hal-hal yang perlu dilakukan antara lain:

  • Waspada sejak dini terhadap tanda-tanda kelainan mata pada bayi.
  • Segera konsultasi ke dokter mata anak bila ada gejala mencurigakan.
  • Rutin kontrol setelah operasi sesuai jadwal.
  • Memberikan obat sesuai anjuran dokter, tidak menghentikan terapi tanpa izin.

 

Glaukoma kongenital memang penyakit yang serius, tetapi bukan tanpa harapan. Dengan deteksi dini, tindakan medis yang tepat, dan peran aktif orang tua, anak dapat memiliki penglihatan yang lebih baik di masa depan.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


waspadai-flu-singapore.jpeg
13/Oct/2025

Penyakit tangan, kaki, dan mulut atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) yang sering disebut Flu Singapore menjadi salah satu penyakit yang umum menyerang anak-anak, terutama usia di bawah lima tahun. Meski terlihat ringan, penyakit ini sangat mudah menular dan bisa menimbulkan komplikasi bila tidak ditangani dengan baik.

 

Penyebab dan Cara Penularan

HFMD disebabkan oleh virus enterovirus nonpolio, terutama Coxsackievirus A16 dan Enterovirus 71. Virus ini dapat menyebar dengan cepat melalui kontak langsung dengan air liur, ingus, feses, atau cairan dari lepuhan penderita.
Selain itu, penularan juga bisa terjadi lewat permukaan benda yang terkontaminasi atau droplet dari batuk dan bersin. Bahkan setelah sembuh, virus masih bisa menular lewat feses selama beberapa minggu.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala awal HFMD sering kali mirip flu biasa, seperti:

  • Demam ringan hingga sedang
  • Sakit tenggorokan dan hilang nafsu makan
  • Sariawan atau luka di dalam mulut
  • Ruam dan lepuhan merah di telapak tangan, kaki, atau bokong
  • Anak menjadi rewel dan mudah menangis

Biasanya, penyakit ini dapat sembuh sendiri dalam waktu 7–10 hari, namun tetap perlu pemantauan agar tidak timbul dehidrasi akibat sulit makan dan minum.

 

Siapa yang Paling Rentan?

Anak-anak usia di bawah 5 tahun paling sering terinfeksi, terutama yang beraktivitas di lingkungan padat seperti daycare atau taman kanak-kanak. Anak dengan daya tahan tubuh rendah juga memiliki risiko lebih tinggi.

 

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Meskipun sebagian besar kasus ringan, HFMD dapat menyebabkan:

  • Dehidrasi
  • Infeksi sekunder pada luka
  • Radang otak (ensefalitis) atau meningitis virus, meski jarang terjadi

Pencegahan HFMD

Menjaga kebersihan adalah langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran virus ini:

  1. Cuci tangan dengan sabun secara rutin.
  2. Gunakan hand sanitizer jika air tidak tersedia.
  3. Bersihkan mainan dan benda yang sering disentuh anak.
  4. Jauhkan anak yang sakit dari keramaian selama masa menular (5–7 hari).
  5. Ajarkan etika batuk dan bersin yang benar.

Selain itu, vaksin EV71 kini telah tersedia di beberapa negara, termasuk Indonesia, dan terbukti aman serta efektif dalam mencegah kasus berat HFMD.

 

Fakta Penting yang Perlu Diketahui

  • HFMD bisa terjadi lebih dari sekali, karena disebabkan oleh berbagai jenis virus.
  • Penyakit ini dapat menular lewat toilet umum jika kebersihannya tidak terjaga.

 

Flu Singapore bukan penyakit berbahaya bila ditangani dengan cepat dan tepat. Namun, karena tingkat penularannya tinggi, pencegahan menjadi kunci utama.
Jika anak mengalami gejala seperti sariawan, ruam, atau demam, segera periksakan ke dokter agar mendapat diagnosis dan penanganan yang sesuai.

Menjaga kebersihan dan membiasakan perilaku hidup sehat bukan hanya mencegah HFMD, tapi juga membantu melindungi anak dari berbagai penyakit menular lainnya.

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Kerap-Menimbulkan-Perdebatan-Sebenarnya-Kapan-Waktu-Paling-Tepat-untuk-Tummy-Time.jpeg
02/Oct/2025

Tummy Time atau latihan tengkurap pada bayi sering kali menjadi perdebatan di kalangan orang tua, terutama mengenai kapan waktu yang tepat untuk memulainya. Namun, berdasarkan rekomendasi dari berbagai sumber medis terpercaya, tummy time sebaiknya dimulai sejak dini dan dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan bayi.

Apa Itu Tummy Time?

Tummy time adalah aktivitas menempatkan bayi dalam posisi tengkurap saat ia terjaga dan diawasi. Tujuannya adalah untuk memperkuat otot leher, bahu, lengan, dan punggung, serta mencegah kondisi kepala datar (plagiocephaly) akibat terlalu lama dalam posisi telentang. Aktivitas ini juga membantu perkembangan motorik kasar bayi, seperti kemampuan untuk berguling, duduk, merangkak, dan berjalan.

 

Kapan Waktu yang Tepat untuk Memulai Tummy Time?

Menurut American Academy of Pediatrics, tummy time dapat dimulai beberapa hari setelah bayi lahir, bahkan saat usia 2 minggu, asalkan bayi dalam kondisi sehat dan diawasi dengan baik.

Untuk bayi yang lahir prematur atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulai tummy time.

 

Durasi Tummy Time Sesuai Usia

Durasi tummy time sebaiknya ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan usia dan toleransi bayi. Berikut adalah panduan umum :

  • Usia 0–1 bulan: 2–3 menit per sesi, 2–3 kali sehari.
  • Usia 2–3 bulan: 20–30 menit per hari, dibagi dalam beberapa sesi.
  • Usia 4–6 bulan: 1–2 jam per hari, dibagi dalam beberapa sesi.
  • Usia >6 bulan: Lebih dari 2 jam per hari, tergantung kenyamanan bayi.

Durasi ini bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kenyamanan serta kesiapan bayi.

 

Tips Melakukan Tummy Time

Agar tummy time menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi bayi, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

  1. Pilih Waktu yang Tepat: Lakukan tummy time saat bayi dalam kondisi terjaga dan tenang, seperti setelah bangun tidur atau mengganti popok. Hindari melakukannya setelah menyusui untuk mencegah risiko muntah.
  2. Gunakan Alas yang Nyaman: Letakkan bayi di atas permukaan datar yang aman dan nyaman, seperti matras atau selimut tebal.
  3. Pendekatan Bertahap: Mulailah dengan durasi singkat dan tingkatkan secara bertahap sesuai dengan toleransi bayi.
  4. Interaksi Positif: Ajak bayi berbicara, bernyanyi, atau gunakan mainan berwarna cerah untuk menarik perhatiannya selama tummy time.
  5. Gunakan Cermin: Meletakkan cermin di depan bayi dapat merangsang minatnya dan mendorongnya untuk mengangkat kepala.
  6. Pengawasan Ketat: Selalu awasi bayi selama tummy time dan jangan biarkan ia tertidur dalam posisi tengkurap untuk menghindari risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).

Kesimpulan

Tummy time merupakan aktivitas penting yang mendukung perkembangan motorik dan fisik bayi. Memulainya sejak dini, dengan durasi dan frekuensi yang sesuai, dapat memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang Si Kecil. Namun, selalu perhatikan kenyamanan dan respons bayi, serta konsultasikan dengan dokter jika terdapat kekhawatiran atau kondisi kesehatan khusus.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Kenali-Ikterus-Neonatorum-Penyakit-Kuning-pada-Bayi-Baru-Lahir.jpeg
27/Sep/2025

Sobat eRSIy, pernahkah melihat bayi baru lahir yang kulitnya tampak kuning? Kondisi ini dikenal dengan istilah ikterus neonatorum atau penyakit kuning pada bayi. Ikterus neonatorum atau kondisi bayi kuning adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan perubahan warna kuning pada kulit atau bagian putih mata akibat penumpukan bilirubin (zat berwarna kuning) dalam darah. Secara klinis, warna kuning ini mulai terlihat di area wajah ketika kadar bilirubin mencapai 5–7 mg/dL.

Walaupun umumnya merupakan kondisi yang normal dan dapat membaik dengan sendirinya, orang tua tetap perlu memahami penyebab bayi kuning agar dapat memberikan perawatan yang sesuai. Beberapa penyebab umum ikterus neonatorum antara lain:

  • Ikterus fisiologis: Jenis yang paling sering terjadi, biasanya muncul pada hari ke-2 hingga ke-4 setelah lahir dan hilang dalam 1–2 minggu.
  • Ikterus akibat ASI: Bisa disebabkan oleh faktor dalam ASI (ikterus ASI) atau karena bayi tidak cukup menyusu.
  • Inkompatibilitas golongan darah: Jika golongan darah ibu dan bayi berbeda, bisa terjadi pemecahan sel darah merah yang berlebihan.
  • Infeksi atau gangguan hati: Pada kasus tertentu, ikterus bisa menjadi tanda adanya infeksi, kelainan hati, atau penyakit metabolik.
  • Kelahiran Prematur: Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu lebih berisiko mengalami kuning karena fungsi hati mereka belum sepenuhnya matang. Selain itu, sel darah merah pada bayi prematur cenderung lebih mudah pecah, sehingga produksi bilirubin menjadi lebih tinggi.

Bayi yang mengalami kuning umumnya tidak membutuhkan pengobatan khusus dan kondisi ini biasanya akan membaik dalam waktu 10 hingga 14 hari. Namun, jika pemeriksaan menunjukkan bahwa kadar bilirubin dalam darah terlalu tinggi, maka perawatan medis perlu segera diberikan.

Beberapa metode penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kuning pada bayi antara lain:

  1. Memberikan ASI atau susu secara rutin, minimal 8–12 kali dalam sehari untuk membantu proses pengeluaran bilirubin.
  2. Fototerapi (filtered sunlight), yaitu terapi menggunakan cahaya khusus berwarna biru yang disinarkan ke tubuh bayi, baik melalui lampu maupun selimut khusus.
  3. Transfusi tukar, yaitu prosedur medis untuk mengganti darah bayi dengan darah donor yang memiliki kadar bilirubin normal.

Meski dalam beberapa kasus paparan sinar matahari dapat membantu mengurangi gejala kuning, menjemur bayi di pagi hari sebenarnya kurang efektif dalam menurunkan kadar bilirubin. Selain itu, bayi usia 0–6 bulan yang terkena sinar matahari langsung tanpa pelindung berisiko mengalami iritasi atau luka bakar pada kulit. Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk memantau kondisi kuning pada bayi dua kali sehari, terutama dengan melihat perubahan warna pada putih mata dan kulit, guna memastikan apakah kondisinya membaik atau justru semakin parah.

Kondisi Bayi yang Memerlukan Pemeriksaan Dokter Segera:

  1. Warna kuning pada kulit bayi tampak semakin intens atau menyebar luas.
  2. Bayi tampak lemah, tidak mengalami pertambahan berat badan, atau menolak untuk menyusu.
  3. Bayi menangis dengan suara yang nyaring, melengking, dan tidak biasa.
  4. Gejala kuning tidak menghilang setelah lebih dari tiga minggu sejak kelahiran.

 

 

Sobat eRSIy dapat berkonsultasi di Poli Anak RSI Surabaya A Yani apabila buah hati mengalami gejala seperti di atas.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Yuk-Intip-Apa-saja-yang-perlu-disiapkan-jika-ibu-ingin-melahirkan-secara-normal.jpeg
02/Sep/2025

Setelah menjalani kehamilan selama berbulan-bulan, momen menjelang persalinan merupakan saat yang penuh harapan dan sekaligus menegangkan. Tidak sedikit ibu hamil yang menginginkan proses persalinan secara normal atau melalui vagina, termasuk mungkin di antara Sobat eRSIy yang sedang mempersiapkan momen istimewa ini.

Semua metode persalinan merupakan pilihan yang baik, tergantung pada kondisi ibu dan janin. Namun, bagi ibu yang berencana untuk melahirkan secara normal, terdapat beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan dengan baik. Apa saja yang perlu diperhatikan? Mari simak penjelasan berikut:

1. Lakukan Riset dan Tentukan Tempat Persalinan yang Tepat!

Pilihlah rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan, seperti klinik bersalin atau praktik bidan, yang memiliki reputasi baik dan didukung tenaga medis profesional. Sebaiknya, lokasi tempat persalinan juga dipertimbangkan agar tidak terlalu jauh dari tempat tinggal yang bertujuan untuk meminimalkan waktu tempuh, terutama jika terjadi kondisi darurat yang memerlukan penanganan segera.

2. Menjaga Pola Makan Sehat dan Seimbang

Saat hamil, ibu perlu memastikan pola makannya tetap sehat dan bernutrisi seimbang. Perlu diperhatikan jumlah kalori serta kandungan gizi dari setiap makanan yang dikonsumsi. Pola makan yang baik dapat membantu menjaga kesehatan ibu, mencegah berbagai gangguan selama kehamilan, dan mendukung proses persalinan yang lebih aman dan lancar.

3. Rutin Berolahraga

Melakukan aktivitas fisik secara teratur, seperti senam hamil menjelang persalinan, merupakan bagian penting dari persiapan kelahiran. Melalui olahraga, ibu dapat belajar mengontrol pernapasan, memperkuat otot-otot tubuh, serta meningkatkan kebugaran fisik guna menghadapi proses melahirkan dengan lebih siap.

4. Terapkan Pola Hidup Sehat

Kelancaran proses persalinan sangat dipengaruhi oleh gaya hidup ibu hamil. Salah satu hal terpenting adalah mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah setiap hari. Dengan cara ini, kebutuhan nutrisi ibu hamil dan janin dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus membantu mencegah berbagai penyakit.

5. Persiapkan Keperluan Persalinan

Selain berbagai hal yang telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa perlengkapan penting yang perlu disiapkan menjelang persalinan normal, antara lain:

  • Dokumen pribadi seperti KTP suami dan istri, yang dibutuhkan untuk keperluan administrasi dan pencatatan identitas.
  • Buku atau kartu pemeriksaan kehamilan sebagai bukti riwayat kontrol selama masa kehamilan.
  • Pakaian ganti, termasuk pakaian dalam, yang nyaman, longgar, dan mudah menyerap keringat.
  • Minyak telon serta pakaian dan perlengkapan bayi yang lengkap.
  • Perlengkapan mandi, seperti sabun, sampo, sikat gigi, pasta gigi, dan handuk.
  • Bantal dan guling sebagai persiapan tambahan untuk kenyamanan.
  • Makanan, minuman, dan camilan untuk menjaga energi selama proses menunggu persalinan.

6. Persiapkan Kondisi Mental

Usahakan untuk tidak diliputi rasa takut atau panik. Bangun kesiapan mental secara optimal dan tanamkan pikiran-pikiran positif. Sikap tenang ini akan membantu ibu tetap rileks dan mampu menghemat energi, sehingga tidak mudah lelah saat menghadapi proses persalinan.

7. Pelajari Teknik Pernapasan dan Yoga untuk Ibu Hamil

Menguasai teknik pernapasan yang benar dapat membantu ibu mengelola rasa sakit saat kontraksi, sekaligus menjaga suplai oksigen tetap optimal untuk ibu dan janin.

Selain itu, melakukan prenatal yoga atau senam hamil juga sangat bermanfaat. Kedua jenis aktivitas ini dapat memperkuat otot-otot yang berperan penting saat persalinan, serta membantu meredakan stres dan ketegangan menjelang kelahiran.

8. Patuhi Instruksi Dokter dan Tenaga Medis

Saat mendekati proses persalinan, dokter dan tenaga medis akan membantu mengatur posisi tubuh ibu dan memberikan panduan mengenai teknik mengejan yang tepat. Penting bagi ibu untuk mengikuti setiap arahan yang diberikan, termasuk menahan diri untuk tidak mengejan sebelum diminta, guna memastikan proses kelahiran berjalan aman dan lancar.

Proses melahirkan normal membutuhkan kesiapan menyeluruh, baik secara fisik maupun mental. Dengan menerapkan tips yang tepat dan dukungan dari tenaga medis, ibu bisa menghadapi persalinan dengan lebih tenang dan percaya diri. Ingat, setiap langkah kecil yang dipersiapkan adalah bagian penting menuju momen bertemu sang buah hati.

Jika sobat eRSIy ingin konsultasi mengenai kehamilan ataupun persalinan, jangan ragu untuk datang ke Poli Obgyn RS Islam Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


breast-care.jpg
24/Jun/2025

Perawatan payudara (Breast Care) adalah suatu cara merawat payudara yang dilakukan pada saat kehamilan atau masa nifas untuk produksi ASI, selain itu untuk kebersihan payudara dan bentuk puting susu yang masuk kedalam atau datar.

 

MANFAAT

  • Memelihara kebersihan payudara.
  • Melenturkan dan mengutakan puting susu.
  • Mempertahankan bentuk payudaranya agar tidak cepet berubah sehingga kurang menarik.
  • Menghindari putting susu lecet sewaktu dihisap oleh bayi.
  • Melancarkan aliran dan produksi ASI.
  • Mengatasi putting susu datar atau terbenam

 

Persiapan Alat

  • Baskom berisi ari hangat dan air dingin
  • Handuk kecil
  • Minyak kelapa / Baby Oil

 

LANGKAH-LANGKAH PERAWATAN PAYUDARA

  • Tempelkan kapas yang sudah diberi minyak kelapa atau baby oil selama ± 5 menit, kemudian puting susu dibersihkan.
  • Tempelkan kedua telapak tangan diantara kedua payudara. Urut payudara mulai dari atas, kesamping, lalu kearah bawah. Dalam pengurutan posisi tangan kiri kearah sisi kiri, telapak tangan kanan kearah sisi kanan.
  • Pengurutan diteruskan kebawah, kesamping selanjutnya melintang, lalu telapak tangan mengurut kedepan kemudian kedua tangan dilepaskan dari payudara, ulangi gerakan 20-30 kali.
  • Kedua tangan disimpan di bagian Tengah atau antara payudara, gerakan tangan ke arah atas pusat ke samping, ke bawah. Kemudian payudara diangkat sedikit dan dilepaskan, lakukan 20-30 kali.
  • Satu tangan menahan payudara dari bawah, tangan yang lain mengurut payudara dengan pinggir tangan dari arah pangkal ke puting susu, dilakukan 20-30 kali dilakukan pada kedua payudara secara bergantian.
  • Satu tangan menahan payudara di bagian bawah, tangan yang lain mengurut dengan bahu, jari tangan mengepal, lakukan pengurutan dari arah pangkal ke puting susu, dilakukan 20-30 kali secara bergantian.
  • Selesai pengurutan, payudara disiram dengan air hangat dan dingin bergantian selama ±5 menit, keringkan payudara dengan handuk bersih kemudian gunakan BH yang bersih dan menopang.
  • Bersihkan payudara terutama bekas minyak. Pakailah BH yang terbuka bagian depannya (untuk Ibu menyusui) dan yang menyangga buah dada atau langsung susui bayi.

 

WAKTU PELAKSANAAN PERAWATAN PAYUDARA

  • Pertama kali dilakukan pada hari kedua setelah melahirkan.
  • Dilakukan minimal 2x dalam sehari.

 

nyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?