INFO UNTUK ANDA

Amankah-untuk-dikonsumsi-sehari-hari-sebagai-pengganti-gula-1200x1200.jpeg

Halo, sobat eRSIy ????
Bagi banyak orang yang ingin mengurangi konsumsi gula baik karena diet, diabetes, atau ingin hidup lebih sehastevia sering menjadi pilihan pemanis alternatif. Tapi muncul pertanyaan penting: apakah stevia aman dikonsumsi setiap hari?

Yuk, kita bahas bersama dengan bahasa yang mudah dipahami.

Apa Itu Stevia?

Stevia adalah pemanis alami yang berasal dari daun tanaman Stevia rebaudiana. Rasa manisnya bisa hingga ratusan kali lebih manis dari gula, tetapi hampir tidak mengandung kalori dan tidak menaikkan kadar gula darah secara signifikan.

Karena itulah, stevia sering digunakan sebagai :

  • Pengganti gula untuk penderita diabetes
  • Pemanis bagi yang sedang diet
  • Alternatif bagi yang ingin mengurangi gula harian

Apakah Stevia Aman Dikonsumsi Setiap Hari?

Jawabannya: ya, stevia aman dikonsumsi sehari-hari, selama digunakan dalam batas wajar.

Stevia tidak menyebabkan lonjakan gula darah dan tidak memicu peningkatan berat badan seperti gula biasa. Oleh karena itu, stevia relatif aman untuk :

  • Penderita diabetes
  • Orang dengan risiko obesitas
  • Mereka yang sedang menjalani pola hidup sehat

Namun, seperti semua bahan makanan, konsumsi berlebihan tetap tidak dianjurkan.

Keunggulan Stevia Dibandingkan Gula

Beberapa manfaat stevia sebagai pengganti gula antara lain:

  • Tidak menaikkan gula darah secara drastis
  • Rendah kalori, cocok untuk diet
  • Tidak menyebabkan gigi berlubang
  • Bisa membantu mengontrol asupan gula harian

Stevia dapat digunakan untuk minuman, makanan, maupun masakan sehari-hari.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengonsumsi Stevia

Sobat eRSIy, meski stevia aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Perhatikan bentuk produknya
     Stevia di pasaran sering dicampur dengan bahan lain. Beberapa produk stevia bubuk atau cair mengandung pemanis tambahan yang tetap bisa menaikkan gula darah.
  • Gunakan secukupnya
     Karena rasanya sangat manis, gunakan dalam jumlah kecil. Terlalu banyak stevia bisa menimbulkan rasa pahit atau aftertaste pada sebagian orang.
  • Perhatikan reaksi tubuh
     Pada beberapa orang, konsumsi stevia berlebihan dapat menyebabkan kembung atau tidak nyaman di perut, meski jarang terjadi.

Sobat eRSIy
Stevia aman dikonsumsi sehari-hari sebagai pengganti gula, terutama bagi yang ingin mengurangi asupan gula atau memiliki kondisi tertentu seperti diabetes. Gunakan dalam jumlah wajar, pilih produk yang tepat, dan tetap terapkan pola makan seimbang.

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


pentingnya-vaksin-hpv-bagi-wanita-1200x1200.jpeg

Halo, sobat eRSIy ????
Tahukah kamu bahwa salah satu penyebab utama kanker serviks pada wanita adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV)? Kabar baiknya, risiko penyakit serius ini dapat dicegah sejak dini melalui vaksinasi HPV.

Yuk, kita kenali lebih jauh mengapa vaksin HPV sangat penting untuk wanita.

Apa Itu HPV?

HPV atau Human Papillomavirus adalah virus yang sangat umum dan dapat menular melalui kontak kulit, terutama lewat hubungan seksual. Sebagian besar infeksi HPV memang bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi beberapa jenis HPV berisiko tinggi dapat menetap dan menyebabkan kanker, khususnya kanker serviks.

Selain kanker serviks, HPV juga dapat menyebabkan:

  • Kutil kelamin
  • Kanker vagina
  • Kanker vulva
  • Kanker anus

Mengapa Wanita Perlu Vaksin HPV?

Kanker serviks sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak wanita baru menyadarinya saat kondisi sudah lanjut. Vaksin HPV bekerja dengan cara melindungi tubuh sebelum virus masuk dan menyebabkan infeksi.

Manfaat utama vaksin HPV bagi wanita antara lain:

  • Mencegah infeksi HPV berisiko tinggi
  • Menurunkan risiko kanker serviks secara signifikan
  • Melindungi kesehatan reproduksi jangka panjang
  • Investasi kesehatan sejak usia muda

Kapan Waktu Terbaik Mendapatkan Vaksin HPV?

Vaksin HPV paling efektif diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual, karena tubuh belum terpapar virus. Namun, wanita yang sudah menikah atau sudah pernah berhubungan seksual tetap dianjurkan untuk vaksin, karena vaksin masih memberikan perlindungan terhadap jenis HPV yang belum masuk ke tubuh.

Secara umum:

  • Usia anak dan remaja: perlindungan optimal
  • Wanita dewasa: tetap bermanfaat sebagai pencegahan

Apakah Vaksin HPV Aman?

Vaksin HPV telah digunakan secara luas dan aman. Efek samping yang mungkin muncul biasanya ringan dan sementara, seperti:

  • Nyeri atau kemerahan di area suntikan
  • Demam ringan
  • Rasa lelah sementara

Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risiko efek sampingnya.

Apakah Setelah Vaksin Tetap Perlu Skrining?

Ya, tetap perlu.
Vaksin HPV membantu mencegah sebagian besar penyebab kanker serviks, namun tidak melindungi dari semua jenis HPV. Oleh karena itu, wanita tetap dianjurkan melakukan pemeriksaan rutin seperti Pap smear atau IVA sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Sobat eRSIy ????
Vaksin HPV adalah langkah penting untuk melindungi wanita dari kanker serviks dan penyakit serius lainnya. Vaksin ini aman, efektif, dan menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri di masa depan.

Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.
Jaga kesehatan reproduksi sejak dini, demi masa depan yang lebih sehat.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


kenali-kebiasaan-sepele-yang-diam-diam-merusak-kesehatan-jantung.jpeg

Halo, sobat eRSIy
Sering merasa sudah hidup sehat, tapi jantung tetap berisiko bermasalah? Bisa jadi tanpa disadari, ada kebiasaan sepele sehari-hari yang perlahan merusak kesehatan jantung. Meski terlihat sepele, jika dilakukan terus-menerus, dampaknya bisa serius, lho.

Yuk, kenali kebiasaan apa saja yang perlu mulai kita waspadai.

 

1. Terlalu Lama Duduk dan Jarang Bergerak

Duduk terlalu lama, terutama saat bekerja atau menonton, dapat memperlambat aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Tips: Sempatkan berdiri atau berjalan ringan setiap 30–60 menit, meski hanya beberapa menit.

2. Sering Konsumsi Makanan Tinggi Garam dan Lemak

Makanan cepat saji, gorengan, dan camilan asin dapat meningkatkan tekanan darah dan kolesterol jika dikonsumsi berlebihan.

Tips: Batasi makanan olahan dan perbanyak konsumsi sayur, buah, serta makanan rumahan.

3. Kebanyakan Gula, Jarang Disadari

Minuman manis, teh kemasan, kopi dengan banyak gula, hingga camilan manis dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes, yang berdampak langsung pada kesehatan jantung.

Tips: Kurangi gula tambahan dan biasakan minum air putih.

4. Kurang Tidur atau Pola Tidur Tidak Teratur

Tidur yang kurang atau sering begadang dapat memicu tekanan darah tinggi dan gangguan irama jantung.

Tips: Usahakan tidur cukup 7–8 jam setiap malam dan tidur di jam yang sama.

5. Merokok dan Paparan Asap Rokok

Merokok merusak pembuluh darah dan membuat jantung bekerja lebih keras. Bahkan, perokok pasif pun tetap berisiko.

Tips: Berhenti merokok dan hindari lingkungan dengan asap rokok.

6. Stres Berkepanjangan

Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu gangguan jantung.

Tips: Kelola stres dengan relaksasi, olahraga ringan, ibadah, atau melakukan hobi yang disukai.

7. Jarang Cek Kesehatan

Banyak masalah jantung tidak bergejala di awal. Jarang cek tekanan darah, kolesterol, dan gula darah membuat risiko sering terlambat disadari.

Tips: Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, meski merasa tubuh baik-baik saja.

Sobat eRSIy, menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal olahraga berat atau diet ketat. Justru, kebiasaan kecil sehari-hari punya peran besar dalam menjaga atau merusak kesehatan jantung. Dengan mulai mengubah kebiasaan sepele menjadi lebih sehat, kita sudah melindungi jantung untuk masa depan yang lebih baik. Jika sobat eRSIy mengalami keluhan atau ingin berkonsultasi jangan ragu untuk datang langsung ke Poli Jantung di  RSI Surabaya A Yani

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


mitos-dan-fakta-mengenai-jerawat.jpeg

Halo, sobat eRSIy!
Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang paling sering dialami, baik oleh remaja maupun orang dewasa. Sayangnya, masih banyak mitos seputar jerawat yang beredar dan dipercaya begitu saja. Padahal, kesalahpahaman ini bisa membuat jerawat justru makin parah. Yuk, kita bahas satu per satu mitos dan fakta mengenai jerawat agar sobat eRSIy tidak salah langkah!

Apa Itu Jerawat?

Jerawat adalah kondisi peradangan pada kulit yang terjadi ketika pori-pori tersumbat oleh minyak (sebum), sel kulit mati, dan bakteri. Jerawat paling sering muncul di wajah, punggung, dada, dan bahu.

Mitos dan Fakta Seputar Jerawat

1. Mitos: Jerawat hanya dialami remaja

Fakta:
 Jerawat bisa dialami siapa saja, termasuk orang dewasa. Perubahan hormon, stres, penggunaan produk yang tidak cocok, hingga pola hidup tidak sehat dapat memicu jerawat di usia berapa pun.

2. Mitos: Wajah kotor adalah penyebab utama jerawat

Fakta:
 Jerawat bukan berarti wajah kotor. Terlalu sering mencuci wajah justru dapat menghilangkan minyak alami kulit dan memicu produksi minyak berlebih, yang akhirnya memperparah jerawat.

3. Mitos: Memencet jerawat bikin cepat sembuh

Fakta:
 Memencet jerawat dapat memperparah peradangan, menyebabkan infeksi, bahkan meninggalkan bekas hitam atau bopeng. Sebaiknya jerawat ditangani dengan perawatan yang tepat.

4. Mitos: Jerawat muncul karena sering makan cokelat

Fakta:
 Tidak semua cokelat menyebabkan jerawat. Namun, makanan tinggi gula dan lemak memang dapat memicu jerawat pada sebagian orang. Setiap orang bisa memiliki pemicu yang berbeda.

5. Mitos: Kulit berminyak tidak perlu pelembap

Fakta:
 Kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap. Tanpa pelembap, kulit bisa menjadi dehidrasi dan justru memproduksi minyak lebih banyak, yang berisiko memicu jerawat.

6. Mitos: Jerawat akan hilang sendiri tanpa perawatan

Fakta:
 Sebagian jerawat memang bisa membaik dengan sendirinya, tetapi jerawat yang tidak ditangani dengan baik bisa bertambah parah dan meninggalkan bekas.

Cara Mencegah dan Mengelola Jerawat

  • Cuci wajah 2 kali sehari dengan sabun yang lembut
  • Gunakan produk perawatan yang sesuai dengan jenis kulit
  • Hindari menyentuh dan memencet jerawat
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang dan cukup minum air
  • Kelola stres dan istirahat yang cukup

Kapan Harus ke Dokter?

Jika jerawat tidak kunjung membaik, semakin meradang, atau meninggalkan bekas yang mengganggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di RSI Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


kelopak-mata-turun.jpeg
14/Apr/2026

Halo, sobat eRSIy
Pernahkah kamu melihat kelopak mata tampak turun, sehingga mata terlihat selalu mengantuk atau bahkan sebagian tertutup? Banyak orang mengira hal ini hanya karena kelelahan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda ptosis.

Apa Itu Ptosis?

Ptosis adalah kondisi turunnya kelopak mata atas, baik pada satu mata maupun kedua mata. Kelopak mata yang turun ini dapat menutupi sebagian pupil, sehingga membuat mata terlihat lebih kecil dan mengganggu penglihatan.

Apa Penyebab Ptosis?

Ptosis bisa terjadi karena berbagai faktor, di antaranya:

  • Pertambahan usia, yang menyebabkan otot pengangkat kelopak mata melemah
  • Kelainan saraf atau otot
  • Ptosis bawaan sejak lahir
  • Cedera pada mata
  • Efek samping dari operasi mata tertentu

Apa Dampak Ptosis Jika Dibiarkan?

Ptosis yang ringan mungkin hanya memengaruhi penampilan. Namun jika cukup berat, kondisi ini dapat:

  • Mengganggu lapang pandang
  • Membuat mata cepat lelah
  • Menyebabkan sakit kepala
  • Pada anak, berisiko menghambat perkembangan penglihatan

Apakah Ptosis Bisa Diobati?

Kabar baiknya, ptosis bisa ditangani. Penanganan tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Mulai dari pemantauan rutin, penggunaan alat bantu tertentu, hingga tindakan medis atau operasi apabila diperlukan. Oleh karena itu, pemeriksaan oleh dokter mata sangat dianjurkan.

Kapan Harus Periksa ke Dokter Mata?

Segera periksakan diri jika kelopak mata terlihat turun terus-menerus, semakin berat, atau mulai mengganggu penglihatan. Deteksi dan penanganan dini dapat membantu mencegah masalah penglihatan di kemudian hari. Jika sobat eRSIy mengalami keluhan atau ingin berkonsultasi, jangan ragu untuk datang ke Poli Mata RSI Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Jantung-Sering-Berdebar-karena-Aritmia-Masih-Amankah-Berolahraga.jpeg
09/Apr/2026

Halo, sobat eRSIy!
Pernahkah merasa jantung tiba-tiba berdetak cepat dan tidak teratur tanpa sebab? Kondisi ini bisa menjadi tanda aritmia, yaitu gangguan irama jantung. Banyak orang dengan aritmia akhirnya takut berolahraga karena khawatir olahraga dapat memperburuk kondisi.
Yuk, kita pahami bersama apakah sebenarnya penderita aritmia masih boleh berolahraga?

Apa Itu Aritmia?

Aritmia adalah kondisi ketika jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Masalah ini terjadi karena gangguan pada sistem listrik jantung yang mengatur irama.

Beberapa jenis aritmia yang sering ditemui:

  • Palpitasi (jantung berdebar)
  • Atrial fibrillation
  • Premature beats
  • Tachycardia atau bradycardia

Tidak semua aritmia berbahaya, tapi beberapa dapat meningkatkan risiko komplikasi serius.

Kenapa Aritmia Membuat Jantung Berdebar?

Gangguan sinyal listrik jantung membuat detak jantung menjadi tidak stabil.
Akibatnya:

  • Merasa jantung berdebar cepat
  • Tubuh terasa lemas
  • Sesak atau dada terasa tidak nyaman
  • Kadang disertai pusing atau hampir pingsan

Gejala inilah yang membuat banyak orang ragu untuk berolahraga.

Apakah Penderita Aritmia Boleh Berolahraga?

Jawabannya: bisa, tapi harus sesuai anjuran dokter dan jenis aritmia yang dialami.
Pada banyak kasus, olahraga ringan hingga sedang justru dapat membantu memperkuat jantung dan menstabilkan irama.

Namun, ada beberapa kondisi yang membutuhkan evaluasi dokter terlebih dahulu, misalnya:

  • Aritmia yang menyebabkan pingsan
  • Aritmia yang belum terdiagnosis penyebabnya
  • Aritmia berisiko tinggi seperti ventricular tachycardia
  • Aritmia disertai penyakit jantung struktural

Jadi, keamanan olahraga sangat tergantung pada jenis aritmia, gejala, dan hasil pemeriksaan jantung.

Manfaat Olahraga untuk Penderita Aritmia

Jika dokter menyatakan aman, olahraga dapat memberikan banyak manfaat:

 1. Menguatkan otot jantung

Aktivitas fisik membantu jantung memompa darah lebih efisien.

 2. Mengurangi stres

Stres dapat memicu aritmia, sehingga olahraga ringan dapat membantu menenangkannya.

 3. Meningkatkan kualitas tidur

Tidur lebih baik membantu menstabilkan sistem saraf otonom yang berpengaruh pada irama jantung.

 4. Mengontrol faktor risiko

Seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, dan berat badan.

Jenis Olahraga yang Disarankan

Penderita aritmia umumnya aman melakukan:

  • Jalan kaki santai
  • Bersepeda ringan
  • Yoga dan latihan pernapasan
  • Renang ringan
  • Aerobik intensitas rendah

Mulailah perlahan dan tingkatkan intensitas secara bertahap.
Selalu hentikan olahraga jika muncul keluhan seperti berdebar hebat, pusing, atau sesak.

Olahraga yang Sebaiknya Dihindari

Hindari olahraga dengan intensitas sangat tinggi seperti:

  • Lari cepat jarak jauh
  • Angkat beban sangat berat
  • Olahraga intensitas tinggi (HIIT) yang memacu adrenalin

Jenis olahraga tersebut dapat memicu lonjakan detak jantung yang tidak stabil bagi penderita aritmia tertentu.

Kapan Harus Ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter bila kamu mengalami:

  • Jantung berdebar disertai pingsan
  • Nyeri dada
  • Sesak berat
  • Aritmia yang sering kambuh
  • Ingin memulai program olahraga tetapi memiliki riwayat aritmia

Kesimpulan

Aritmia bukan berarti kamu tidak boleh berolahraga.
Banyak penderita aritmia tetap bisa aktif dan sehat dengan olahraga yang tepat.
Kuncinya adalah mengetahui jenis aritmia, memahami batas tubuh, dan mengikuti saran dokter.

Sobat eRSIy, tetap jaga kesehatan jantungmu dan jangan ragu untuk berkonsultasi sebelum memulai aktivitas fisik baru, ya!

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rambut-rontok.jpeg
31/Mar/2026

Halo, sobat eRSIy!
Pernah merasa rambut rontok makin banyak setiap hari, sampai bikin cemas? Sebenarnya, rambut rontok bisa saja normal. Namun, pada kondisi tertentu, kerontokan berlebih bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Yuk, kita bahas bersama.

Rambut Rontok Normal, Seberapa Banyak?

Secara alami, manusia dapat mengalami kerontokan sekitar 50–100 helai rambut per hari. Hal ini merupakan bagian dari siklus pertumbuhan rambut dan umumnya tidak perlu dikhawatirkan selama rambut masih tumbuh kembali dengan normal.

Penyebab Rambut Rontok yang Masih Normal

  1. Perubahan hormon
    Kehamilan, melahirkan, atau menopause dapat memicu rambut rontok sementara.
    2. Stres fisik dan emosional
     Kurang tidur, kelelahan, atau stres berat dapat menyebabkan rambut rontok sementara (telogen effluvium).
    3. Pola makan tidak seimbang
     Kekurangan protein, zat besi, atau vitamin tertentu dapat memengaruhi kekuatan rambut.
    4. Perawatan rambut berlebihan
     Sering mencatok, mewarnai, atau mengikat rambut terlalu kencang dapat mempercepat kerontokan.

Kapan Rambut Rontok Perlu Diwaspadai?

Rambut rontok bisa menjadi tanda masalah serius bila disertai dengan:

  • Rambut menipis drastis atau muncul kebotakan
  • Rontok lebih dari 100 helai per hari dan berlangsung lama
  • Disertai gatal, nyeri, atau luka di kulit kepala
  • Mudah lelah, berat badan turun, atau gangguan siklus haid

Kondisi ini bisa berkaitan dengan anemia, gangguan tiroid, penyakit autoimun, infeksi kulit kepala, atau efek samping obat tertentu.

Cara Mengurangi dan Mencegah Rambut Rontok

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, kaya protein, zat besi, dan vitamin
  • Kelola stres dengan baik dan cukup istirahat
  • Gunakan produk perawatan rambut yang lembut
  • Hindari mengikat rambut terlalu kencang
  • Konsultasi ke dokter bila kerontokan tidak membaik

Kesimpulan

Rambut rontok tidak selalu berbahaya, tetapi kerontokan berlebih dan berkepanjangan patut diwaspadai. Mengenali penyebabnya sejak dini dapat membantu mencegah masalah yang lebih serius dan menjaga kesehatan rambut secara optimal. Jika sobat eRSIy memiliki keluhan mengenai rambut rontok, dapat berkonsultasi ke Poli Kulit dan Kelamin RSI Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Kesehatan-Tubuh-Cerminan-dari-Kesehatan-Pikiran.jpeg
28/Mar/2026

Yuk Mulai Mindful Life yang Tenang dan Bahagia!

Halo, sobat eRSIy!
Pernah nggak sih kamu merasa tubuh cepat lelah, sulit tidur, atau mudah sakit padahal pola makan sudah cukup baik?
Ternyata, kesehatan tubuh itu sangat dipengaruhi oleh kesehatan pikiran. Saat pikiran penuh tekanan, tubuh merespons lewat berbagai keluhan fisik. Inilah sebabnya sangat penting untuk mulai menerapkan mindful life, hidup dengan kesadaran penuh, agar tubuh dan pikiran tetap seimbang.

 

Bagaimana Pikiran Mempengaruhi Kesehatan Tubuh?

1. Stres Bisa Menurunkan Imunitas

Saat stres, tubuh mengeluarkan hormon kortisol berlebih yang jika dibiarkan terus-menerus dapat melemahkan daya tahan tubuh. Akibatnya, sobat eRSIy jadi lebih mudah terserang flu, gangguan pencernaan, atau kelelahan.

2. Pikiran Tak Tenang Bisa Ganggu Tidur

Kecemasan dan kekhawatiran sering membuat seseorang sulit tertidur atau tidur tidak nyenyak. Padahal kualitas tidur sangat penting untuk pemulihan tubuh.

3. Emosi Tertahan Bisa Muncul sebagai Keluhan Fisik

Beberapa orang merasakan pusing, nyeri otot, dada sesak, maag kambuh, atau jantung berdebar saat kondisi emosional sedang tidak stabil.

4. Mood Berpengaruh pada Pola Makan & Aktivitas

Saat sedang stres, seseorang bisa kehilangan nafsu makan atau justru makan berlebih. Motivasi untuk bergerak atau berolahraga pun bisa menurun.

 

Apa Itu Mindful Life?

Mindful life adalah cara menjalani setiap momen dengan lebih sadar. Dengan mindfulness, pikiran jadi lebih tenang, emosi lebih stabil, dan tubuh merasakan efek positifnya.

 

Manfaat Mindful Life untuk Kesehatan Tubuh & Pikiran

  • Mengurangi stres dan kecemasan
  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Membantu mengontrol emosi
  • Meningkatkan fokus dan produktivitas
  • Membuat tubuh lebih rileks dan responsif terhadap kebutuhan diri

 

Cara Memulai Mindful Life dengan Langkah Sederhana

1. Atur Napas dan Luangkan “Pause Time” 5 Menit Sehari tanpa distraksi apapun

2. Sadari Tubuhmu

3. Mindful Eating dengan nikmati makanan dengan perlahan, perhatikan rasa, tekstur, dan aroma tanpa terburu-buru.

4. Tulis Perasaan dalam Jurnal

 

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Ahli?

Jika sobat eRSIy merasa stres berkepanjangan, sering cemas, mudah marah, sulit tidur, sulit mengontrol perasaan, atau aktivitas harian mulai terganggu, jangan ragu mencari bantuan profesional.
Ingat, mencari bantuan bukan tanda lemah, melainkan bentuk keberanian untuk mencintai diri sendiri.

Yuk, Jaga Pikiran & Tubuh Sehat Bersama!

Sobat eRSIy, kalau ingin berdiskusi, curhat, atau mendapatkan penanganan yang lebih tepat terkait kondisi emosional atau kesehatan mental, Psikolog dan Poli Psikiatri RSI Surabaya A. Yani siap membantu dengan layanan profesional, ramah, dan penuh empati.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


cscr.jpeg
18/Mar/2026

Hai Sobat Ersiy,
Pernahkah Sobat merasakan penglihatan tiba-tiba menjadi kabur atau melihat garis lurus tampak bergelombang? Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada retina yang disebut Central Serous Chorioretinopathy (CSCR). Penyakit mata ini sering terjadi tanpa rasa nyeri, tetapi dapat mengganggu penglihatan jika tidak diperhatikan dengan baik. Yuk, kenali lebih jauh tentang CSCR agar kita bisa lebih waspada!

 

Apa Itu Central Serous Chorioretinopathy (CSCR)?

CSCR adalah gangguan pada retina, yaitu lapisan peka cahaya yang berada di bagian belakang bola mata dan berfungsi penting dalam proses melihat. Pada kondisi ini, terjadi kebocoran cairan dari pembuluh darah di lapisan koroid (lapisan pembuluh darah di bawah retina). Cairan tersebut kemudian menumpuk di bawah retina bagian tengah yang disebut makula, sehingga menyebabkan penglihatan menjadi kabur atau terdistorsi.

Dalam istilah medis, kondisi ini juga dikenal sebagai serous retinal detachment, yaitu pelepasan retina akibat penumpukan cairan di area makula.

 

Siapa yang Rentan Mengalami CSCR?

CSCR dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering ditemukan pada orang dewasa usia produktif. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami CSCR antara lain:

  • Lebih sering terjadi pada pria usia 20–50 tahun
  • Stres tinggi atau kepribadian yang mudah tegang
  • Penggunaan obat kortikosteroid (tablet, salep, semprot hidung, atau suntikan)
  • Gangguan hormon stres seperti peningkatan kortisol
  • Tekanan darah tinggi atau gangguan tidur
  • Merokok dan konsumsi kafein berlebihan

Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi aliran darah pada pembuluh mata dan meningkatkan risiko kebocoran cairan di bawah retina.

 

Bagaimana CSCR Bisa Terjadi?

CSCR terjadi melalui beberapa proses di dalam mata, yaitu:

  • Pembuluh darah pada lapisan koroid menjadi lebih mudah bocor.
  • Lapisan epitel pigmen retina yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan mengalami gangguan.
  • Cairan merembes ke ruang di bawah retina.
  • Retina bagian tengah (makula) terangkat sehingga penglihatan menjadi kabur.

Kondisi ini sering dipicu oleh stres berat atau penggunaan steroid, karena keduanya dapat meningkatkan hormon kortisol yang membuat pembuluh darah menjadi lebih permeabel atau mudah bocor.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala yang sering dirasakan oleh penderita CSCR antara lain:

  • Penglihatan tiba-tiba kabur pada satu mata
  • Garis lurus terlihat melengkung atau bergelombang
  • Warna tampak lebih pudar atau gelap
  • Sulit membaca huruf kecil atau fokus pada objek
  • Muncul bintik gelap di tengah penglihatan

Biasanya kondisi ini tidak menimbulkan rasa nyeri, sehingga sering kali baru disadari setelah penglihatan terganggu.

 

Bagaimana Cara Mengetahui CSCR?

Untuk memastikan diagnosis, dokter spesialis mata biasanya melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Optical Coherence Tomography (OCT) untuk melihat penumpukan cairan di bawah retina
  • Fluorescein Angiography (FA) untuk mengetahui lokasi kebocoran pada retina
  • Indocyanine Green Angiography (ICG) untuk menilai kondisi pembuluh darah koroid
  • Tes Amsler Grid, yaitu tes sederhana menggunakan pola kotak untuk memantau perubahan penglihatan sentral

 

Apakah CSCR Bisa Sembuh?

Kabar baiknya, Sobat Ersiy! Sebagian besar kasus CSCR dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu sekitar 2–4 bulan tanpa pengobatan khusus. Namun, pada beberapa kondisi tertentu, penanganan medis diperlukan, misalnya jika:

  • Cairan tidak hilang setelah lebih dari 3 bulan
  • Penyakit sering kambuh
  • Gangguan penglihatan cukup berat

Jika tidak ditangani dengan baik, CSCR yang kronis atau berulang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada makula dan penurunan penglihatan menetap.

 

Tips Mencegah CSCR

Sobat Ersiy juga bisa melakukan beberapa langkah sederhana untuk menjaga kesehatan mata, antara lain:

  • Kelola stres dengan baik, misalnya dengan olahraga ringan atau relaksasi
  • Hindari penggunaan obat steroid tanpa pengawasan dokter
  • Jaga tekanan darah dan pola tidur yang sehat
  • Batasi konsumsi kafein dan hindari merokok
  • Lakukan pemeriksaan mata secara rutin, terutama jika pernah mengalami CSCR sebelumnya

 

Ingat ya, Sobat Ersiy, gangguan penglihatan yang tiba-tiba tidak boleh dianggap sepele. CSCR memang sering dapat membaik dengan sendirinya, tetapi tetap perlu perhatian karena bisa menimbulkan gangguan penglihatan yang lebih serius jika berulang atau berlangsung lama.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Mengenal-Crao-stroke-mata-yang-bisa-menyebabkan-kebutaan-mendadak.jpeg
13/Mar/2026

Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba merupakan kondisi yang perlu diwaspadai. Salah satu penyebabnya adalah Central Retinal Artery Occlusion (CRAO), yaitu penyumbatan pada arteri retina yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan berat bahkan kebutaan.

CRAO sering disebut sebagai “stroke mata” karena mekanismenya mirip dengan stroke pada otak, yaitu terhentinya aliran darah akibat sumbatan pada pembuluh darah. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan segera.

 

Apa Itu CRAO?

Central Retinal Artery Occlusion (CRAO) adalah kondisi ketika arteri retina sentralis mengalami sumbatan, sehingga aliran darah menuju retina terganggu. Retina merupakan bagian mata yang berfungsi menerima cahaya dan meneruskannya ke otak untuk diproses menjadi penglihatan.

Jika aliran darah ke retina terhenti, jaringan retina dapat mengalami kerusakan dengan cepat. Akibatnya, penderita bisa mengalami kehilangan penglihatan secara mendadak pada satu mata.

 

Gejala CRAO yang Perlu Diwaspadai

Gejala utama CRAO biasanya muncul secara tiba-tiba. Beberapa tanda yang dapat terjadi antara lain:

  • Kehilangan penglihatan secara mendadak
  • Penglihatan menjadi sangat kabur atau bahkan kebutaan dalam waktu singkat
  • Pada beberapa kasus, gangguan penglihatan dapat membaik sementara kemudian memburuk kembali
  • Gejala yang berkaitan dengan peradangan arteri seperti sakit kepala, nyeri sendi, penurunan berat badan, atau demam

Gejala tersebut tidak boleh diabaikan, karena dapat menandakan adanya gangguan serius pada pembuluh darah mata.

 

Penyebab Terjadinya CRAO

CRAO terjadi ketika aliran darah ke retina terhambat. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan sumbatan tersebut antara lain:

  • Penumpukan plak pada pembuluh darah arteri
  • Adanya gelembung udara pada pembuluh darah arteri
  • Peradangan pada arteri retina
  • Pengaruh penggunaan obat tertentu seperti pengencer darah

Sumbatan tersebut menyebabkan jaringan retina tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga fungsi penglihatan terganggu.

 

Faktor Risiko CRAO

Beberapa kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami CRAO, di antaranya:

  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Diabetes mellitus
  • Penyakit jantung

Orang dengan penyakit tersebut perlu lebih waspada dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, karena gangguan pembuluh darah dapat memicu masalah pada mata.

 

Pemeriksaan untuk Mendiagnosis CRAO

Untuk memastikan diagnosis CRAO, dokter mata biasanya melakukan beberapa pemeriksaan, di antaranya:

  1. Funduskopi

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat kondisi retina secara langsung. Pada kasus CRAO, dokter dapat menemukan tanda khas yang disebut “cherry-red spot” pada retina.

  1. Optical Coherence Tomography (OCT)

OCT merupakan pemeriksaan pencitraan retina yang dapat menunjukkan perubahan pada jaringan retina, termasuk peningkatan refleksitas pada area retina yang mengalami kerusakan atau nekrosis.

Pemeriksaan tersebut membantu dokter menilai tingkat kerusakan retina dan menentukan penanganan yang tepat.

 

Cara Mencegah CRAO

Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko terjadinya CRAO, antara lain:

  • Tidak merokok
  • Mengurangi konsumsi gula dan garam
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur
  • Mengontrol tekanan darah secara rutin

Gaya hidup sehat berperan penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah, termasuk pembuluh darah pada mata.

 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Muncul Gejala?

Jika seseorang mengalami gejala seperti kehilangan penglihatan mendadak, langkah yang perlu dilakukan adalah:

  1. Tetap tenang dan segera mencari bantuan
  2. Segera menuju fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat

Penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah kerusakan retina yang lebih berat.

 

Pentingnya Deteksi dan Penanganan Dini

CRAO merupakan kondisi serius yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen jika tidak ditangani dengan cepat. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengenali gejalanya serta menjaga kesehatan pembuluh darah dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Jika mengalami gangguan penglihatan mendadak, segera konsultasikan dengan dokter mata agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?