INFO UNTUK ANDA

Benign-Paroxysmal-Positional-Vertigo.jpeg
10/Mar/2026

Halo Sobat eRSIy!
Pernah nggak sih tiba-tiba merasa pusing berputar saat bangun tidur, menoleh, atau menengadah? Rasanya seperti dunia ikut berputar dan bikin tubuh nggak nyaman. Banyak orang langsung panik dan mengira itu tanda penyakit serius. Padahal, kondisi tersebut bisa jadi disebabkan oleh Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), lho!

Yuk, kita kenalan lebih dekat dengan BPPV supaya tidak salah paham dan tahu cara menyikapinya

 

Apa Itu BPPV?

BPPV adalah salah satu penyebab paling umum dari vertigo atau pusing berputar. Kondisi ini biasanya muncul secara tiba-tiba dan dipicu oleh perubahan posisi kepala, seperti saat bangun dari tidur, berbaring, atau menoleh cepat.

Meski terasa mengganggu dan bikin panik, BPPV sebenarnya bersifat jinak dan tidak berbahaya, asalkan ditangani dengan tepat.

 

Kenapa BPPV Bisa Terjadi?

Di dalam telinga bagian dalam terdapat sistem keseimbangan yang membantu tubuh tetap stabil. Di area ini ada kristal kalsium kecil yang seharusnya berada di tempat tertentu. Nah, pada BPPV, kristal ini bisa berpindah ke saluran yang tidak semestinya.

Saat kepala bergerak, kristal yang “nyasar” tersebut mengirim sinyal yang salah ke otak. Akibatnya, otak mengira tubuh sedang berputar, padahal sebenarnya tidak. Inilah yang menyebabkan sensasi pusing berputar mendadak.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

BPPV biasanya ditandai dengan:

  • Pusing berputar yang muncul tiba-tiba
  • Mual, bahkan sampai muntah
  • Keringat dingin
  • Telinga berdenging
  • Gerakan mata yang tidak terkendali
  • Rasa tidak seimbang atau ingin jatuh

Gejala ini biasanya berlangsung singkat, tapi bisa muncul berulang dan cukup mengganggu aktivitas harian.

 

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami BPPV?

BPPV bisa dialami siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada:

  • Lansia
  • Orang yang pernah mengalami benturan atau cedera kepala
  • Mereka yang lama berbaring, misalnya setelah operasi
  • Orang dengan riwayat infeksi telinga bagian dalam

 

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Walaupun BPPV tergolong tidak berbahaya, disarankan segera ke fasilitas kesehatan jika pusing disertai dengan:

  • Lemah pada salah satu sisi tubuh
  • Bicara pelo
  • Penglihatan ganda
  • Penurunan kesadaran

Gejala tersebut bisa mengarah ke kondisi serius lain dan bukan BPPV, sehingga perlu penanganan medis segera.

 

Bagaimana Cara Mengatasi dan Mencegah BPPV?

Kabar baiknya, BPPV bisa ditangani dengan manuver atau latihan posisi kepala tertentu yang dilakukan oleh tenaga medis untuk mengembalikan kristal ke tempat semula.

Agar tidak mudah kambuh, dapat melakukan beberapa hal antara lain :

  • Menghindari gerakan kepala yang terlalu mendadak
  • Cukup istirahat dan kelola stres
  • Minum air putih yang cukup
  • Bangun dari posisi tidur secara perlahan

 

BPPV memang bisa membuat pusing berputar yang tidak nyaman, tetapi kondisi ini tidak berbahaya dan dapat ditangani. Yang terpenting, jangan panik dan jangan mendiagnosis diri sendiri. Jika pusing sering muncul atau mengganggu aktivitas, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan.

Yuk, lebih peduli dengan sinyal dari tubuh kita sendiri. Tetap sehat dan waspada.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


pernah-kepikiran-kalau-makanan-lezat-bisa-jadi-musuh-pencernaan.jpeg
27/Feb/2026

Halo Sobat eRSIy!Siapa sih yang tidak suka menikmati makanan lezat? Tapi, tahukah kamu bahwa tidak semua makanan yang menggoda lidah itu baik untuk kesehatan pencernaan kita? Kadang tanpa disadari, makanan yang terlihat enak dan menggugah selera justru bisa menjadi penyebab gangguan pada lambung, usus, atau sistem cerna secara keseluruhan. Yuk, kenali lebih dalam bagaimana menjaga pencernaan tetap sehat tanpa harus mengorbankan kenikmatan makan!

Apa Hubungan Makanan dengan Kesehatan Pencernaan?

Pencernaan yang sehat adalah kunci utama bagi tubuh yang bugar. Namun, kebiasaan makan yang tidak seimbang seperti terlalu banyak konsumsi makanan pedas, berlemak, tinggi gula, atau olahan cepat saji dapat membuat sistem pencernaan bekerja ekstra keras. Akibatnya, muncul keluhan seperti perut kembung, nyeri ulu hati, sembelit, bahkan diare. Selain itu, makanan yang tidak higienis atau sudah tidak layak konsumsi juga berpotensi membawa bakteri dan racun yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Jadi, jangan hanya tergoda rasa, tapi perhatikan juga kualitas dan kebersihannya, ya Sobat eRSIy!

Bagaimana Ciri-Ciri Makanan yang Sudah Tidak Layak Konsumsi?

Tenang dulu, Sobat eRSIy! Tidak sulit kok untuk mengenali makanan yang sebaiknya tidak kamu makan lagi. Berikut tanda-tandanya:

  • Makanan berbau asam, tengik, atau tidak sedap adalah tanda awal kerusakan.
  • Tekstur yang aneh misalnya daging atau sayuran yang berlendir atau lembek menandakan mulai busuk.
  • Rasa yang tidak wajar, sebaiknya jangan dilanjutkan.
  • Periksa tanggal pada kemasan sebelum dikonsumsi.
    Hati-hati juga dengan makanan yang tampak masih baik tapi disimpan terlalu lama di suhu ruang, terutama yang mengandung santan, susu, atau telur.

Tips Aman Memilih dan Mengkonsumsi Makanan

Agar pencernaan tetap sehat, yuk terapkan langkah-langkah sederhana ini:

  1. Pilih bahan makanan segar dan simpan sesuai petunjuk.
  2. Masak hingga matang sempurna untuk membunuh bakteri berbahaya.
  3. Hindari makan berlebihan, lebih baik porsi kecil tapi sering.
  4. Perbanyak konsumsi serat dari sayur dan buah.
  5. Minum air putih yang cukup setiap hari.
  6. Batasi makanan berlemak, pedas, dan bersoda.

Kesehatan pencernaan berperan penting bagi daya tahan, metabolisme, dan keseimbangan tubuh. Jika terganggu, penyerapan nutrisi menurun dan risiko penyakit meningkat. Jadi, nikmati makanan lezat dengan tetap memastikan kebersihan dan gizinya agar tubuh tetap sehat dan bugar.

Jika Sobat eRSIy mengalami gangguan pencernaan seperti nyeri perut, maag kambuh, mual, atau gangguan buang air, jangan biarkan berlarut-larut. Segera konsultasikan ke Poli Penyakit Dalam (Spesialis Penyakit Dalam) RSI Surabaya A. Yani untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


beda-keputihan-normal-atau-tidak-normal.jpeg
26/Feb/2026

Halo Sobat eRSIy!Keputihan atau vaginal discharge merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap wanita. Cairan lendir bening dan kental ini sebenarnya adalah cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan area kewanitaan, sekaligus melindungi dari infeksi. Namun, tahukah kamu bahwa tidak semua keputihan itu normal?

Dalam kondisi tertentu, keputihan bisa menjadi tanda adanya gangguan atau penyakit pada organ reproduksi. Yuk, kenali perbedaannya agar Sobat eRSIy bisa menjaga kesehatan reproduksi dengan lebih baik!

Kapan Keputihan Dikatakan Normal?

Keputihan normal biasanya muncul sebagai respon tubuh terhadap perubahan hormon. Cairan ini berfungsi membawa sel mati dan bakteri keluar dari vagina, sehingga membantu menjaga kebersihan dan kesehatannya.
Keputihan yang normal memiliki ciri-ciri:

  • Berwarna bening atau putih susu.
  • Tidak berbau menyengat.
  • Tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri.
  • Teksturnya bisa berubah tergantung siklus menstruasi.

Ciri Keputihan yang Tidak Normal

Nah, keputihan dikatakan tidak normal (abnormal) bila disertai gejala seperti:

  • Cairan berubah warna (kuning, hijau, abu-abu, atau kecokelatan).
  • Mengeluarkan bau tidak sedap atau amis.
  • Menyebabkan gatal, perih, atau rasa terbakar di sekitar vagina.
  • Disertai nyeri di panggul atau saat buang air kecil.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau penyakit menular seksual (PMS) seperti trikomoniasis, gonore, atau chlamydia. Bahkan, pada kasus tertentu, keputihan abnormal juga bisa menjadi tanda kanker serviks atau rahim.

Faktor Penyebab Keputihan Abnormal

  • Mengonsumsi pil KB atau obat kortikosteroid.
  • Menderita diabetes atau daya tahan tubuh lemah (misalnya akibat HIV/AIDS).
  • Sering berganti pasangan seksual atau tidak menggunakan kondom.
  • Terlalu sering membersihkan vagina dengan sabun berpewangi atau antiseptik.
  • Menopause yang menyebabkan dinding vagina menipis.

 

Jika sobat eRSIy yang mengalami keluhan keputihan tidak normal, nyeri panggul, atau gangguan organ reproduksi lainnya dapat melakukan pemeriksaan di Poli Kandungan (Spesialis Obgyn) RSI Surabaya A. Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Manfaat-puasa-untuk-tubuh-tak-hanya-sekedar-ibadah.jpeg
25/Feb/2026

Halo, sobat eRSIy
Puasa sering dipahami sebagai bentuk ibadah dan pengendalian diri. Namun tahukah sobat eRSIy, di balik menahan lapar dan haus, puasa juga menyimpan banyak manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh? Yuk, kita bahas bersama dari sisi medis dengan bahasa yang mudah dipahami.

1. Memberi Waktu Istirahat untuk Sistem Pencernaan

Saat berpuasa, organ pencernaan tidak bekerja terus-menerus seperti biasanya. Kondisi ini memberi kesempatan bagi lambung dan usus untuk “beristirahat”, sehingga proses regenerasi sel pencernaan dapat berjalan lebih optimal.

2. Membantu Mengontrol Berat Badan

Puasa yang dilakukan dengan pola makan seimbang saat sahur dan berbuka dapat membantu mengatur asupan kalori. Selain itu, tubuh akan menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, sehingga berperan dalam menjaga berat badan tetap ideal.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Puasa terbukti dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah. Jika dilakukan dengan benar, puasa juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, yang tentunya baik untuk kesehatan jantung.

4. Membantu Mengontrol Gula Darah

Saat puasa, sensitivitas insulin dalam tubuh dapat meningkat. Hal ini membantu tubuh mengatur kadar gula darah dengan lebih baik, terutama jika saat berbuka tidak berlebihan mengonsumsi makanan manis.

5. Meningkatkan Fungsi Otak dan Konsentrasi

Puasa dapat memicu peningkatan hormon dan protein yang berperan dalam kesehatan sel otak. Tak heran jika sebagian orang merasa lebih fokus dan jernih pikirannya saat berpuasa.

6. Mendukung Proses Detoksifikasi Alami Tubuh

Ketika tidak ada asupan makanan selama beberapa jam, tubuh akan lebih fokus membersihkan sel-sel rusak dan racun melalui mekanisme alami. Proses ini membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

7. Melatih Pengendalian Diri dan Kesehatan Mental

Selain manfaat fisik, puasa juga berdampak positif bagi kesehatan mental. Mengatur emosi, menahan keinginan, serta memperbanyak refleksi diri dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.

 Tips Agar Manfaat Puasa Optimal

  • Pilih makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka
  • Perbanyak konsumsi air putih
  • Dahulukan buah dan sayur saat berbuka
  • Hindari makan berlebihan dan terlalu manis
  • Tetap lakukan aktivitas fisik ringan

Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momen memperbaiki gaya hidup agar tubuh lebih sehat dan seimbang. Dengan menjalani puasa secara tepat, manfaatnya bisa dirasakan secara menyeluruh, baik fisik maupun mental.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


benarkah-puasa-harus-berbuka-dengan-yang-manis.jpeg
24/Feb/2026

Halo, sobat eRSIy ????
Saat adzan Magrib berkumandang, banyak dari kita langsung mencari kolak, es buah, atau minuman manis untuk berbuka puasa. Bahkan, muncul anggapan bahwa buka puasa “harus” diawali dengan yang manis. Tapi, benarkah itu yang paling baik untuk kesehatan?

Yuk, kita bahas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Apa yang Terjadi pada Tubuh Setelah Puasa?

Selama berpuasa sekitar 12–14 jam, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman. Akibatnya, kadar gula darah menurun dan tubuh menggunakan cadangan energi untuk tetap beraktivitas. Inilah sebabnya mengapa menjelang berbuka kita sering merasa lemas, pusing, atau kurang fokus.

Saat berbuka, tubuh memang membutuhkan energi kembali. Namun, cara mengembalikan energi ini juga perlu diperhatikan, agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Apakah Harus Selalu yang Manis?

  • Dalam jangka panjang, berisiko mengganggu kesehatan metabolik

Artinya, manis boleh, tapi tidak harus berlebihan dan tidak selalu jadi pilihan pertama.

Pilihan Lebih Sehat Saat Berbuka Puasa

Agar tubuh beradaptasi lebih baik setelah puasa, sobat eRSIy disarankan untuk tidak langsung “menghantam” lambung dengan gula tinggi. Berikut urutan berbuka yang lebih ramah untuk tubuh:

  1. Awali dengan air putih
    Air membantu mengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa dan mempersiapkan sistem pencernaan.
  2. Konsumsi buah atau sayur terlebih dahulu
    Buah dan sayur mengandung serat alami yang membantu:
  • Menahan lonjakan gula darah
  • Membuat kenyang lebih stabil
  • Menyiapkan pencernaan sebelum makan utama

Pilihan buah yang baik misalnya pepaya, apel, pir, atau potongan buah segar tanpa tambahan gula.

  1. Lanjutkan dengan makanan utama bergizi seimbang
    Pastikan ada karbohidrat, protein, sayur, dan lemak sehat dalam porsi yang wajar.
  2. Makanan manis boleh, tapi secukupnya
    Kolak, takjil, atau minuman manis tetap boleh dinikmati, asal tidak berlebihan dan sebaiknya dikonsumsi setelah perut terisi makanan yang lebih seimbang.

Kesimpulan

Sobat eRSIy, berbuka puasa tidak harus selalu dimulai dengan yang manis-manis. Yang terpenting adalah cara dan urutannya.
Memulai buka puasa dengan air putih, buah, dan sayur justru membantu tubuh beradaptasi lebih baik dan mencegah kenaikan gula darah secara drastis.

Ingat, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga momen untuk lebih peduli pada kesehatan tubuh. Jika sobat eRSIy ingin berkonsultasi terkait gizi seimbang selama berpuasa jangan ragu untuk datang ke Klinik Gizi RSI Surabaya A Yani.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Asap-Debu-Kota-Ancaman-Tersembunyi-untuk-Kesehatan-Pernapasan.jpeg
16/Feb/2026

Sobat eRSIy, Asap dan debu di Perkotaan seperti Surabaya yang setiap hari terpapar partikel debu, asap kendaraan, dan polutan dari aktivitas industri. Meskipun “terlihat biasa”, polusi udara ini adalah ancaman yang serius bagi sistem pernapasan kita. Perlahan memicu penyakit akut hingga kronis.

 

Apa itu polusi Udara?

Polusi udara adalah campuran partikel padat, cair, an gas berbahaya di udara. Beberapa komponen utama polusi yang berdampak terhadap kesehatan adalah. Partikulat halus sangat berbahaya karena mampu menembus hingga alveoli paru dan gas-gas pencemar seperti nitrogen, dioksida, sulfur dioksida, karbon monoksida, dan ozon.

 

Sumber sumber polusi sangat beragam antara lain :

  1. Emisi kendaraan bermotor
  2. Asap dari industri atau pembakaran
  3. Debu jalanan yang bertebangan akibat aktvitas transportasi dan pembuangan
  4. Pembakaran sampah yang masih banyak terjadi di perkotaan

 

Dampak polusi udara

  • Iritasi saluran pernapasan -> batuk, bersin, tenggorokan gatal
  • Asma Kambuh atau memperparah gejala asma
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terutama pada anak-anak
  • Risiko jangka panjang berupa kerusakan paru, penurunan fungsi paru, hingga kanker paru.

Tenang Sobat eRSIy, ada langkah pencegahan yang bisa dilakukan loh, yaitu

  1. Memperbanyak penggunaan masker
  2. Menjaga jarak (jika berada di area polusi)
  3. Menutup ventilasi saat kondisi polusi
  4. Mengurangi aktivitas luar
  5. Memantau kualitas udara
  6. Menjaga ketahanan tubuh
  7. Siaga gejala penyakit pernapasan

 

Asap dan debu kota mungkin tampak sepele, tapi efeknya bisa jauh lebih besar dari yang kita kira, terutama terhadap paru-paru dan jalan napas. Dengan mengetahui bahaya, mengenali gejala, dan menerapkan langkah perlindungan sederhana, kita bisa meminimalkan risiko.

 

Oleh karena itu sobat eRSIy apabila anda mengalami gejala seperti batuk terus menerus, dahak berlebih, sesak nafas, suara napas “mengi”, atau gejala ISPA yang berkepanjangan konsultasikan ke Poli Paru RSI Surabaya A.Yani

Jika anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI Surabaya A.Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505

0811363670 / 47 (customer care)

Atau anda bisa mengunjungi RSI Surabaya A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya.


Pentingnya-Kebutuhan-Vitamin-D.jpeg
10/Feb/2026

Sobat eRSIy, bayi membutuhkan vitamin D sejak hari pertama kelahirannya untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal. Vitamin D berperan penting dalam membantu perkembangan tulang, gigi, serta sistem kekebalan tubuh bayi agar kuat dan sehat.

 

Vitamin D tidak hanya penting untuk orang dewasa, tapi juga sangat diperlukan bayi, terutama yang mendapatkan ASI eksklusif. ASI memiliki nutrisi lengkap, namun kandungan vitamin D-nya relatif rendah sehingga seringkali bayi memerlukan asupan tambahan melalui suplemen.

 

Manfaat utama vitamin D bagi bayi:

  • Mendukung Pertumbuhan Tulang dan Gigi
    Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor, mineral penting yang memperkuat tulang dan gigi bayi. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rakitis, yaitu kondisi tulang lunak dan pertumbuhan terhambat.
  • Mendukung Perkembangan Otak
    Vitamin D juga berperan sebagai neurosteroid yang mendukung perkembangan dan fungsi otak bayi, termasuk membantu proses belajar, ingatan, dan pengaturan emosi.
  • Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
    Dengan vitamin D yang cukup, sistem imun bayi menjadi lebih kuat, sehingga risiko infeksi dan penyakit dapat berkurang.
  • Mencegah Risiko Penyakit Kronis di Masa Depan
    Cukup vitamin D sejak dini membantu metabolisme tubuh berjalan lancar, dan mendukung kesehatan jangka panjang bayi.

Bayi dianjurkan untuk mendapatkan 400 IU (10 mcg) vitamin D setiap hari dari berbagai sumber sejak lahir sampai usia 1 tahun. Selain dari sinar matahari yang cukup, makanan yang mengandung vitamin D juga penting. Beberapa sumber vitamin D yang baik adalah:

  • Kuning telur
  • Ikan berlemak seperti salmon dan sarden (jika usia bayi sudah memungkinkan)
  • Susu formula yang diperkaya vitamin D

Untuk bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, suplemen vitamin D biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk memastikan kebutuhan tubuh bayi terpenuhi

Pantau juga tanda-tanda gejala kekurangan vitamin D seperti pertumbuhan lambat, mudah sakit, atau kelainan bentuk tulang, dan konsultasikan dengan dokter bila perlu.

Memenuhi kebutuhan vitamin D sejak dini adalah investasi penting untuk kesehatan dan tumbuh kembang optimal buah hati anda.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505

0811363670 / 47 (customer care)

Atau anda bisa mengunjungi RSI Surabaya A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya.


Tips-menjaga-kulit-lansia-1200x1200.jpeg
09/Feb/2026

Seiring bertambahnya usia, kulit mengalami berbagai perubahan alami yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup lansia. Data menunjukkan bahwa sekitar 60% lansia mengalami masalah kulit, seperti kulit kering, gatal, hingga luka yang sulit sembuh. Oleh karena itu, menjaga kesehatan kulit pada usia lanjut menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh

 

Perubahan Kulit pada Lansia

Proses penuaan menyebabkan beberapa perubahan pada struktur dan fungsi kulit, antara lain:

  • Penipisan lapisan epidermis, sehingga kulit menjadi lebih mudah lecet
  • Berkurangnya kolagen, yang menyebabkan kulit kendur dan keriput
  • Penurunan kelenjar minyak dan keringat, sehingga kulit menjadi lebih kering
  • Perubahan pigmentasi, seperti munculnya bercak cokelat atau bintik penuaan

Perubahan-perubahan ini membuat kulit lansia lebih rentan terhadap iritasi dan infeksi

 

Masalah Kulit yang Sering Terjadi pada Lansia

Beberapa gangguan kulit yang umum dialami pada usia lanjut meliputi:

  • Kulit kering dan gatal
  • Luka dan lecet yang sulit sembuh
  • Infeksi kulit akibat jamur atau bakteri
  • Bintik penuaan dan gangguan pigmentasi

Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal yang menyertai proses penuaan

 

Faktor Risiko Gangguan Kulit

Faktor yang meningkatkan risiko masalah kulit pada lansia antara lain:

  • Faktor internal: usia, diabetes, dan hipertensi
  • Faktor eksternal: paparan sinar matahari, polusi udara, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, kebersihan kulit yang kurang baik, serta asupan nutrisi yang tidak seimbang

Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat mempercepat penuaan kulit dan memperburuk kondisi kulit lansia

 

Tips Perawatan Kulit untuk Lansia

Untuk menjaga kulit tetap sehat dan nyaman, lansia dianjurkan melakukan perawatan sederhana namun konsisten, seperti:

  • Minum air putih yang cukup setiap hari
  • Menggunakan pakaian yang longgar dan nyaman
  • Memilih sabun yang mengandung pelembap
  • Mengoleskan pelembap secara rutin setelah mandi

Langkah-langkah ini membantu menjaga kelembapan kulit dan mencegah iritasi

 

Perlindungan Kulit dari Faktor Lingkungan

Paparan sinar matahari berlebih dapat mempercepat kerusakan kulit. Oleh karena itu, lansia disarankan untuk:

  • Menggunakan tabir surya saat beraktivitas di luar rumah
  • Memakai topi, kacamata hitam, dan pakaian tertutup
  • Menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama

Upaya perlindungan ini penting untuk mencegah kerusakan kulit lebih lanjut

 

Gaya Hidup Sehat untuk Kulit Lansia

Selain perawatan dari luar, kesehatan kulit juga dipengaruhi oleh gaya hidup, antara lain:

  • Mengonsumsi buah dan sayur secara rutin
  • Memenuhi kebutuhan protein dan cairan
  • Menghindari rokok dan alkohol
  • Melakukan olahraga ringan secara teratur

Gaya hidup sehat membantu menjaga fungsi kulit dan memperlambat proses penuaan

 

Kapan Lansia Perlu Berkonsultasi ke Dokter?

Lansia disarankan segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami:

  • Luka yang sulit sembuh
  • Gatal hebat atau menetap
  • Infeksi kulit yang berulang
  • Muncul bercak atau benjolan kulit yang mencurigakan

Pemeriksaan dini membantu mencegah komplikasi dan memastikan penanganan yang tepat

 

Kulit yang sehat membuat lansia merasa lebih nyaman, percaya diri, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Dengan perawatan yang tepat, perlindungan dari faktor lingkungan, serta gaya hidup sehat, kesehatan kulit dapat tetap terjaga hingga usia lanjut. Edukasi dan kesadaran akan pentingnya perawatan kulit menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas hidup lansia

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Nutrisi-Tepat-Kunci-Pemulihan-Pasien-TB-dengan-Diabetes.png
05/Feb/2026

Tuberkulosis (TB) dan diabetes melitus (DM) merupakan dua penyakit kronis yang masih menjadi tantangan besar di bidang kesehatan. Ketika keduanya terjadi bersamaan pada satu pasien, kondisi ini dikenal sebagai beban ganda (double burden) yang dapat saling memperburuk. Oleh karena itu, selain pengobatan medis, pengaturan nutrisi yang tepat memegang peranan sangat penting dalam mendukung keberhasilan terapi dan proses pemulihan.

 

Hubungan Erat TB dan Diabetes

Diabetes melitus dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Kadar gula darah yang tinggi membuat sel imun tidak bekerja optimal, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi, termasuk TB. Tak hanya itu, diabetes juga dapat menurunkan efektivitas pengobatan TB.

Sebaliknya, infeksi TB merupakan stres berat bagi tubuh. Saat terinfeksi, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Kondisi ini membuat kontrol diabetes menjadi lebih sulit dan meningkatkan risiko komplikasi. Akibatnya, pasien dengan diabetes memiliki risiko hingga tiga kali lipat lebih tinggi untuk mengalami TB aktif.

 

Mengapa Nutrisi Sangat Penting?

Nutrisi yang tepat menjadi salah satu pilar utama untuk memutus “lingkaran setan” antara TB dan diabetes. Pola makan yang baik bertujuan untuk:

  1. Mengontrol kadar gula darah
  2. Meningkatkan status gizi
  3. Memperkuat sistem imun
  4. Mendukung efektivitas obat
  5. Mempercepat proses pemulihan

Tanpa asupan gizi yang adekuat, tubuh akan lebih sulit melawan infeksi dan merespons pengobatan dengan optimal.

 

Prinsip Pola Makan Sehat untuk Pasien TB dengan Diabetes

Pasien dianjurkan menerapkan prinsip 3J (Jumlah, Jenis, dan Jam makan) yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Pola makan seimbang dapat diterapkan melalui konsep piring sehat, yaitu:

  • ½ piring diisi sayuran rendah karbohidrat
  • ¼ piring diisi sumber karbohidrat kompleks
  • ¼ piring diisi sumber protein tinggi

Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, atau singkong lebih dianjurkan dibandingkan karbohidrat sederhana seperti gula pasir atau sirup. Sementara itu, sumber protein sehat dapat diperoleh dari ikan, telur, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe.

Makanan yang Dianjurkan dan Perlu Dibatasi

Beberapa jenis makanan yang dianjurkan antara lain:

  • Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan tomat
  • Buah dengan indeks glikemik rendah seperti apel, pir, dan pepaya
  • Lemak sehat dari alpukat dan kacang almond
  • Minuman tanpa gula seperti air putih dan teh tawar

Sebaliknya, pasien sebaiknya membatasi konsumsi:

  • Jeroan, kulit ayam, dan makanan berlemak tinggi
  • Gorengan, santan, dan makanan cepat saji
  • Minuman manis, kopi dengan gula, jus kemasan, serta buah kalengan

 

Contoh Jadwal Menu Sehari

Pola makan teratur membantu menjaga kestabilan gula darah dan energi tubuh. Contoh menu harian antara lain:

  • Sarapan: nasi merah, ayam tanpa santan, dan tumis sayur
  • Selingan pagi: buah apel dan kacang almond
  • Makan siang: ubi rebus, pepes ikan, dan sayur bening
  • Selingan sore: tahu rebus atau yogurt rendah lemak tanpa gula
  • Makan malam: kentang rebus, telur, dan capcay sayuran

 

Tips Praktis agar Nutrisi Tetap Optimal

Pasien TB dengan diabetes disarankan untuk:

  • Makan dalam porsi kecil tetapi sering jika nafsu makan menurun
  • Mencukupi kebutuhan cairan, minimal 8–10 gelas per hari
  • Mengonsumsi vitamin dan mineral sesuai anjuran dokter
  • Tidak mengonsumsi suplemen sembarangan tanpa konsultasi medis

 

Nutrisi Adalah Bagian dari Pengobatan

Pada pasien TB dengan diabetes, nutrisi bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari terapi. Asupan energi dan protein yang cukup akan membantu tubuh melawan infeksi dan mempercepat pemulihan. Konsistensi dalam menjalankan pola makan sehat serta kepatuhan minum obat menjadi kunci utama keberhasilan pengobatan.

Dengan pengelolaan nutrisi yang tepat dan pendampingan tenaga kesehatan, pasien TB dengan diabetes tetap memiliki peluang besar untuk pulih dan menjalani hidup yang lebih sehat.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Waspada-Penyakit-Leptospirosis.jpeg
30/Jan/2026

Sobat eRSIy, leptospirosis adalah penyakit yang dapat menyerang manusia melalui kontak dengan hewan yang terkontaminasi bakteri Leptospira. Lingkungan yang kotor dan tidak sehat bisa menjadi sarang bakteri ini, yang sering ditemukan di urine hewan seperti tikus, air kotor, atau lumpur. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk mencegah penularan penyakit ini.

 

Leptospirosis merupakan infeksi bakteri yang bisa masuk ke tubuh melalui luka atau selaput lendir ketika kita bersentuhan dengan air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan yang membawa bakteri Leptospira. Bakteri ini dapat bertahan lama di lingkungan yang basah dan kotor, terutama selama musim hujan dan ketika terjadi banjir.

 

Gejala Leptospirosis

Pada awalnya, leptospirosis sering kali tidak menunjukkan gejala atau bisa mirip flu, antara lain:

  • Demam tinggi dan menggigil
  • Sakit kepala dan nyeri otot, terutama pada betis dan punggung bawah
  • Mual, muntah, dan diare
  • Mata merah dan nyeri perut

Jika tidak diobati, penyakit ini dapat berkembang menjadi lebih serius, menyebabkan kuning pada kulit dan mata (jaundice), gangguan pernapasan, hingga kerusakan organ hati dan ginjal.

Langkah Mencegah Leptospirosis

  1. Menjaga Kebersihan Lingkungan
    Pastikan lingkungan rumah dan sekitarnya bersih dari kotoran hewan dan tumpukan sampah yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya tikus.
  2. Hindari Kontak dengan Air dan Tanah Tercemar
    Ketika banjir atau berada di area rawan leptospirosis, hindari kontak langsung dengan air dan lumpur yang berpotensi terkontaminasi.
  3. Gunakan Pelindung Diri
    Memakai alas kaki dan sarung tangan saat membersihkan area kotor atau saat bekerja di pertanian dan peternakan.
  4. Mengendalikan Populasi Tikus
    Lakukan pembersihan yang rutin dan pasang perangkap untuk mengurangi populasi tikus di sekitar rumah.
  5. Konsumsi Makanan dan Minuman Bersih
    Pastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi bebas dari kontaminasi kotoran hewan.

Manfaat Menjaga Lingkungan dari Leptospirosis

  1. Mencegah Penularan Penyakit Berbasis Lingkungan
    Lingkungan yang bersih mengurangi risiko kejadian leptospirosis dan penyakit infeksi lainnya.
  2. Mendukung Kesehatan Masyarakat Secara Keseluruhan
    Lingkungan yang sehat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi beban penyakit.
  3. Menjamin Keamanan dan Kenyamanan Tempat Tinggal
    Dengan mengelola sampah dan hewan pengerat, lingkungan menjadi aman dan nyaman untuk dihuni.

 

Itulah pentingnya menjaga lingkungan agar terhindar dari leptospirosis. Jika Sobat eRSIy mengalami gejala leptospirosis atau memerlukan informasi lebih lanjut, segera konsultasikan dengan dokter.

Terus jaga kesehatan otak dengan gaya hidup sehat agar tetap aktif dan produktif setiap hari

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505

0811363670 / 47 (customer care)

Atau anda bisa mengunjungi RSI Surabaya A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya.


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?