INFO UNTUK ANDA

ARTIKEL-4.jpg
18/Nov/2024

Berdasarkan data riset kesehatan dasar tahun 2013, prevalensi PPOK di Indonesia mencapai 3,7%, atau sekitar 9,2 juta orang. PPOK bukan termasuk penyakit menular, PPOK adalah penyakit paru obstruktif yang dapat diobati, sehingga tatalaksananya lebih diupayakan pada pencegahan perburukan gejala maupun fungsi paru. PPOK disebabkan karena adanya korelasi erat antara paparan partikel atau gas berbahaya yang signifikan dan meningkatnya respons utama pada saluran napas dan jaringan paru.

Penyakit paru-paru obstruktif (PPOK) disebabkan oleh peradangan paru-paru yang kemudian berkembang dalam jangka waktu yang lama, menghalangi aliran udara dari paru-paru. Akibatnya, pengidap PPOK mengalami kesulitan bernapas karena pembengkakan dan produksi lendir atau dahak.

Risiko PPOK meningkat pada orang yang sudah lanjut usia dan yang merokok aktif dalam jangka waktu yang lama. PPOK menyerang orang yang merokok secara aktif maupun pasif sebagai akibat dari paparan asap rokok.

 

Mengapa Merokok Menjadi Penyebab Utama?

  1. Merusak Silia di Paru: Silia adalah rambut kecil di saluran pernapasan yang membantu membersihkan lendir dan partikel asing dari paru-paru. Nikotin dan bahan kimia yang terkandung dalam rokok merusak silia ini, membuat paru-paru lebih rentan terhadap infeksi dan penumpukan lendir.
  2. Merusak Elastisitas Paru: Asap rokok merusak alveoli, kantung udara kecil yang berfungsi untuk mengubah oksigen dan karbon dioksida dalam darah. Akibatnya, alveoli kehilangan elastisitasnya, yang menyebabkan udara terperangkap dan menyebabkan sesak napas.
  3. Menyebabkan Peradangan Kronis: Zat beracun yang ditemukan dalam rokok menyebabkan peradangan kronis di saluran napas. Peradangan ini secara bertahap merusak jaringan paru-paru, menyebabkan saluran napas menyempit, menyebabkan batuk terus-menerus dan kesulitan bernapas.

Gejala PPOK : 

  • Napas pendek, terutama saat melakukan aktivitas fisik.
  • Batuk kronis yang sering disertai dahak.
  • Lendir berlebihan di paru.
  • Mengi atau bunyi saat bernapas.
  • Infeksi saluran pernapasan yang sering terjadi.
  • Penurunan stamina dan energi.

Dampak Fatal dari Penyakit Paru Kronis: Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit paru kronis dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti gagal napas, di mana paru-paru tidak dapat lagi menyediakan tubuh dengan oksigen yang cukup. Selain itu, kondisi ini dapat memperburuk kesehatan jantung, menyebabkan tekanan darah tinggi di arteri paru, yang juga dikenal sebagai hipertensi paru, dan pada akhirnya menjadi ancaman bagi keselamatan jiwa.

Pencegahan PPOK : 

  1. Berhenti Merokok
  2. Olahraga Teratur
  3. Pastikan Lingkungan Bersih dan Sehat

 

Sumber : KEMENKES, sudah di parafrase, sumber bisa diganti poli Paru RSI Surabaya A Yani

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-3.jpg
12/Nov/2024

Penyakit stroke adalah keadaan medis yang terjadi secara mendadak dan sangat berbahaya. Penyakit stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu atau terputus, menyebabkan sel-sel otak rusak karena kekurangan oksigen dan nutrisi. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa, bahkan lansia. 

Dua kategori utama stroke adalah sebagai berikut:

  • Jenis stroke yang paling umum adalah stroke iskemik. 

Gumpalan darah atau plak lemak tersumbat pada pembuluh darah yang membawa darah ke otak, menghentikan aliran darah ke sebagian otak, menyebabkan sel-sel otak mati karena kekurangan oksigen. Akibatnya, stroke ini terjadi. Sekitar 80% kasus stroke adalah jenis stroke ini.

  • Stroke Hemoragik

Jenis stroke ini terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah, menyebabkan perdarahan di dalam otak. Hal ini dapat terjadi karena tekanan darah tinggi atau aneurisma (pelebaran pembuluh darah). Stroke hemoragik lebih jarang terjadi tetapi cenderung lebih serius. Faktor risiko untuk stroke termasuk tekanan darah tinggi, merokok, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, serta riwayat keluarga dengan stroke. Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat, seperti makanan tinggi lemak dan gula, kurangnya aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol berlebihan, juga dapat meningkatkan risiko stroke.

Sadarkah Anda bahwa kebiasaan yang dilakukan pasien menyebabkan stroke? Kebiasaan berikut dapat meningkatkan risiko terkena penyakit stroke.

  1. Merokok

Salah satu faktor risiko utama stroke adalah merokok. Rokok mengandung zat beracun yang memiliki kemampuan untuk merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Sekitar empat ribu senyawa kimia berbahaya ditemukan dalam asap rokok. Senyawa kimia tersebut menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah, menyebabkan perubahan dan kerusakan serta mempengaruhi fungsi fisiologis tubuh. Pada akhirnya, perubahan ini dapat meningkatkan risiko penyakit stroke.

  1. Alkoholisme berlebihan

Konsumsi alkohol berlebihan adalah salah satu penyebab utama stroke karena dapat meningkatkan tekanan darah, kolesterol, dan risiko pembekuan darah serta berbagai efek negatif pada jantung dan otak. Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat meningkatkan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko utama untuk stroke. Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko gumpalan darah, yang menghambat aliran darah ke otak.

  1. Kurang berolahraga

Tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan stroke semuanya dapat disebabkan oleh gaya hidup yang tidak aktif. Untuk mencegah stroke, cobalah untuk berolahraga setidaknya tiga puluh menit setiap hari. Anda dapat melakukan latihan sederhana di rumah bersama keluarga Anda atau dengan berjalan santai.

  1. Hipertensi, juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi adalah salah satu penyebab utama stroke, dan kebiasaan makan makanan tinggi garam juga dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga hipertensi adalah faktor risiko utama untuk stroke. Tekanan darah tinggi memiliki potensi merusak dinding pembuluh darah dan meningkatkan risiko pembekuan darah, yang merupakan konsekuensi langsung dari kondisi ini.

5: Diabetes

Diabetes dapat dikontrol dengan baik melalui perawatan medis dan gaya hidup sehat karena dapat merusak pembuluh darah dan saraf, meningkatkan risiko pembekuan darah, dan akhirnya stroke.

  1. Kegemukan

Karena obesitas berhubungan dengan faktor risiko lainnya, seperti diabetes dan hipertensi, risiko stroke meningkat. Pertahankan berat badan yang sehat dengan memakan makanan dengan porsi yang terkontrol dan berolahraga secara teratur.

  1. Kurangnya kemampuan untuk mengontrol stres

Untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan stroke, Anda dapat mengelola stres dengan melakukan hal-hal seperti meditasi, berolahraga, atau mendapatkan terapi profesional.

  1. Tidak pergi ke dokter secara teratur

Memeriksa dokter secara teratur dapat membantu menemukan faktor risiko penyakit stroke secara dini. Mengunjungi dokter Anda adalah penting. Anda dapat mengurangi risiko penyakit stroke dengan menghindari atau mengubah kebiasaan ini.

Ini adalah beberapa informasi tentang kebiasaan yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena stroke. Jika Anda belum mengalaminya, akan lebih baik untuk menghindari stroke dengan mengurangi atau menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di atas. Selain itu, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter di RS Islam Surabaya A Yani untuk mendapatkan informasi dan panduan yang lebih khusus sesuai dengan kebutuhan kesehatan Anda. Untuk menjaga kesehatan jantung dan otak Anda serta mencegah stroke, penting untuk menjalani gaya hidup sehat.

 

Sumber: https://www.emc.id/id/care-plus/kebiasaan-yang-dapat-meningkatkan-risiko-terkena-stroke

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL1.jpg
09/Nov/2024

Untuk memastikan bahwa tulang dan sendi Anda tetap sehat sehingga Anda dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan nyaman dan lancar, sangat penting untuk mengetahui cara menjaga kesehatan tulang dan sendi Anda.

Sendi berfungsi untuk menyambungkan dua tulang, seperti bahu, lengan, pergelangan tangan, jari, pinggul, pangkal paha, lutut, tungkai kaki, dan jari kaki, dan sangat penting untuk pergerakan tubuh. Beberapa jenis penyakit, seperti asam urat, osteoarthiritis, dan rheumatoid arthritis, dapat menyebabkan nyeri dan kaku di sendi.

Cara Menjaga Kesehatan Sendi: Anda dapat mengikuti beberapa rekomendasi berikut untuk tetap sehat:

  1. Berolahraga secara teratur : Berolahraga yang jarang dapat menyebabkan kelemahan pada otot, tulang, dan sendi, menurut beberapa penelitian. Berolahraga yang jarang juga diketahui meningkatkan risiko terkena radang sendi. Akibatnya, Anda harus berolahraga secara rutin selama 30 menit atau tiga hingga lima kali seminggu untuk tetap sehat. Berolahraga secara teratur tidak hanya memperkuat tulang dan sendi, tetapi juga memperkuat jantung dan melancarkan aliran darah.
  2. Berhenti merokok. Merokok adalah salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan paru-paru, dan kanker, dan merokok juga dapat mengganggu kesehatan persendian. Oleh karena itu, salah satu cara yang dapat Anda mulai untuk menjaga kesehatan sendi Anda dan tubuh secara keseluruhan adalah dengan berhenti merokok.
  3. Menjaga berat badan ideal: Menjaga berat badan ideal sangat penting untuk kesehatan dan kekuatan sendi Anda karena berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan pada sendi, khususnya sendi yang bertanggung jawab untuk menahan beban tubuh, seperti kaki dan lutut. Akibatnya, berat badan tetap proporsional, sehingga beban pada sendi berkurang, sehingga sendi lebih kuat dan lebih fleksibel.
  4. Perbaiki postur tubuh. Mengangkat benda berat atau melakukan gerakan berulang juga dapat mempercepat kerusakan sendi. Kemungkinan mengalami nyeri punggung atau lutut dapat meningkat sebagai akibat dari kebiasaan ini saat Anda merasa lelah setelah beraktivitas, barlatihlah  untuk duduk dan berdiri dengan posisi tegak dan beristirahat.
  5. Memenuhi kebutuhan vitamin D dan kalsium 2 vitamin tersebut sangat penting untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tulang dan sendi. Kekurangan kedua nutrisi ini dapat menyebabkan osteoporosis.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh Anda, Anda dapat mengambil suplemen vitamin D atau berjemur secara teratur di bawah sinar matahari pagi, tepatnya sebelum pukul 9:00 pagi. Namun, Anda dapat memenuhi kebutuhan kalsium Anda dengan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak kalsium, seperti kacang-kacangan, susu, keju, yoghurt, dan kacang-kacangan, serta suplemen kalsium tambahan.

Jika selama ini Anda kurang memperhatikan kesehatan sendi Anda, mulai sekarang cobalah untuk menerapkan teknik yang disebutkan di atas secara teratur. Namun, jika Anda mengalami keluhan tertentu pada sendi Anda, seperti kaku, bengkak, atau nyeri, segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan.

SUMBER : Alodokter, tapi sudah di parafrase, sehingga sumber bisa diganti Poli Orthopaedi RSI Surabaya A Yani

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL.jpg
05/Nov/2024

Diabetes memiliki efek negatif pada kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan gigi dan gusi. Akibatnya, pengidap diabetes lebih berisiko mengalami sakit gigi yang disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan mulut, seperti penyakit gusi dan gigi berlubang.

 

berikut ini masalah gigi dan mulut yang sering dialami oleh pengidap diabetes, yaitu : 

  • Gigi Berlubang

Secara alami, banyak jenis bakteri ada di dalam mulut. Kumpulan bakteri ini berinteraksi dengan gula dan pati dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi, menyebabkan plak, lapisan lengket pada gigi.

  • Gingivitis (Radang Gusi)

Kemampuan tubuh untuk melawan bakteri berkurang karena diabetes. Sehingga jika anda tidak menyikat dan flossing secara teratur, semakin lama plak dan karang gigi tertinggal di gigi, bagian gusi di sekitar pangkal gigi menjadi iritasi. Pada akhirnya, gusi mudah bengkak dan berdarah, yang disebut gingivitis.

  • Periodontitis (Penyakit Gusi Lanjut)

Gingivitis yang tidak diobati dapat menyebabkan periodontitis, infeksi yang dapat merusak jaringan lunak dan tulang yang menopang gigi. Akibatnya, gusi dan tulang rahang terlepas dari gigi, yang dapat menyebabkan gigi kendur dan copot.

pengidap diabetes disarankan konsultasi ke dokter gigi jika mengalami beberapa masalah kesehatan mulut seperti berikut :

  • Mengalami perdarahan atau nyeri pada gusi. Sering terkena infeksi.
  • memiliki bau mulut yang tak kunjung hilang
  • Untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi dan untuk mengelola diabetes, mengontrol kadar gula darah adalah penting.

Selain menjaga gula darah Anda, ada beberapa upaya untuk menjaga kesehatan gigi, yaitu : 

  • Sikat gigi setiap hari, setidaknya dua kali, pagi dan malam, Untuk menghindari iritasi gusi, gunakan sikat gigi berbulu lembut dan hindari menggosok dengan kuat.
  • Melakukan flossing gigi setidaknya sekali setiap hari dapat membantu menghilangkan plak di bawah garis gusi dan di antara gigi.
  • Kunjungi dokter gigi setidaknya dua kali setahun untuk pemeriksaan dan pembersihan gigi profesional.
  • Jika Anda melihat gusi Anda merah, bengkak, atau berdarah, segeralah kontrol ke Poli Gigi RSI Surabaya A Yani. 

 

Sumber : HALODOC, tapi sudah di parafrase, jadi CTA bisa dirubah ke Poli Gigi RSI Surabaya A Yani

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-6.jpg
01/Nov/2024

Jika Anda kekurangan vitamin B, Anda dapat mengalami masalah kesehatan seperti beri-beri, kesemutan, hingga anemia. Karena vitamin B dan vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air, mereka harus dikonsumsi secara rutin. Kompleks vitamin B, terdiri dari vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, dan B12, membantu tubuh mengolah dan mendapatkan energi dari makanan yang dikonsumsi serta memelihara kesehatan otot, mata, dan saraf. Dampak Kekurangan Vitamin B: Kekurangan vitamin B dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, tergantung pada jenis vitamin B yang hilang di dalam tubuh.

Kurang asupan vitamin B dapat menyebabkan masalah kesehatan berikut:

 

  1. Vitamin B1 (thiamine): Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan penyakit beri-beri dan penyakit Wernicke.Penyakit Wernicke mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan penglihatan berbayang, gangguan koordinasi otot, dan penurunan fungsi mental. Sebaliknya, penyakit beri-beri dapat dikenali dari gejala sesak napas, gerakan mata yang tidak normal, detak jantung meningkat, kaki bengkak, dan muntah-muntah.
  2. Vitamin B2 (riboflavin) : kekurangan vitamin B2 menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan produksi sel darah merah. 
  3. Vitamin B3 (niacin): Kekurangan vitamin B3 menyebabkan gangguan pencernaan, sariawan, muntah, kelelahan, depresi, dan masalah lain.
  4. Vitamin B5 (pantothenic acid): Sering dijumpai di hampir semua jenis sayuran.Namun, kekurangan vitamin B jenis ini dapat menyebabkan tubuh lelah, emosi, sakit kepala, perih pada lengan atau kaki, mual, rambut rontok, denyut jantung yang meningkat, dan masalah pencernaan.
  5. Vitamin B6 (pyridoxine): Kekurangan vitamin B6 dapat menyebabkan anemia dan gangguan kulit seperti ruam atau pecah-pecah di sekitar mulut.
  6. Vitamin B7 (biotin) : Berkurangnya vitamin B dapat menyebabkan rambut rontok, kulit kering, ruam bersisik di sekitar mata atau mulut, mata kering, kelelahan, dan depresi.
  7. Vitamin B9 (folat): Kekurangan vitamin B9 dapat menyebabkan anemia megaloblastik atau penurunan jumlah sel darah merah.
  8. Vitamin B12: Penyakit kuning (jaundice), anemia, kehilangan nafsu makan, gangguan penglihatan, susah buang air besar, detak jantung tidak teratur, dan sesak napas adalah tanda bahwa tubuh kekurangan vitamin B12.

Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin B Anda Sehari-hari Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin B Anda dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung nutrisi ini. Makanan dan minuman seperti bayam, telur, susu, daging ayam, dan yoghurt adalah beberapa contoh makanan yang mengandung vitamin B.

Selain dari makanan, Anda juga dapat mendapatkan vitamin B dari berbagai suplemen atau multivitamin. Namun, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan jenis suplemen dan dosis yang tepat untuk Anda konsumsi. 

 

SUMBER : Alodokter, tapi sudah di parafrase, sehingga sumber bisa diganti Poli Umum RSI Surabaya A Yani

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-5.jpg
28/Oct/2024

Imunisasi sebenarnya dapat mencegah banyak penyakit. Untuk memberikan imunisasi, vaksin adalah virus yang telah diubah, dibunuh, atau dimodifikasi (biasanya dari bagian-bagian virus atau bakteri). Setelah itu, vaksin akan diserap ke dalam tubuh Anda melalui metode suntikan atau oral.

 

Setelah itu, sistem kekebalan tubuh Anda akan bereaksi dengan membentuk antibodi, yang mirip dengan reaksi tubuh terhadap bakteri atau virus.

 

Tujuan dan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi

Tujuan imunisasi adalah mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat (populasi) atau bahkan menghilangkan penyakit tertentu di dunia.

Seperti yang telah disinggung, program imunisasi bertujuan untuk membasmi penyakit yang sedang merebak di tengah penduduk daerah atau negara tertentu. Tak hanya itu, Anda juga perlu mendapatkan imunisasi ulang pada waktu-waktu tertentu demi menjaga atau menaikkan sistem kekebalan tubuh.

Berikut ini daftar penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

  • hepatitis B;
  • poliomyelitis;
  • tuberkulosis;
  • difteri;
  • pertusis;
  • tetanus;
  • pneumonia dan meningitis yang disebabkan oleh Hemophilus Influenza tipe b

Berikut ini jadwal Imunisasi Dasar Lengkap :

 

CTA Poli Vaksin

 

SUMBER : KEMENKES

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


WhatsApp-Image-2024-10-24-at-11.13.20.jpeg
24/Oct/2024

Sumber : Kemenkes, Sudah di Parafrase, sehingga judulnya bisa diganti ke Poli Jantung RSI Surabaya A Yani

 

Tangan berkeringat adalah hal yang wajar terjadi, bukan tanda khas yang secara langsung menandakan adanya suatu kondisi gagal jantung. Tetapi ternyata terdapat studi yang menunjukkan adanya keterkaitan antara gejala ini dengan fungsi jantung itu sendiri.

 

Gagal jantung adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah seefisien yang seharusnya. Terdapat pemahaman pada masyarakat bahwa tangan yang sering berkeringat tanpa sebab adalah salah satu tanda terganggunya fungsi jantung tersebut. Tangan berkeringat adalah hal yang wajar terjadi, bukan tanda khas yang secara langsung menandakan adanya suatu kondisi gagal jantung. Tetapi ternyata terdapat studi yang menunjukkan adanya keterkaitan antara gejala ini dengan fungsi jantung itu sendiri.

 

Banyak orang mengalami hiperhidrosis pada tangan, juga dikenal sebagai berkeringat pada tangan, dalam berbagai situasi. Ini bisa terjadi saat cuaca panas, stres, atau cemas. Tubuh menggunakan keringat sebagai respons alami untuk mengatur suhu dan menjaga keseimbangan termal. Namun, ada kondisi kesehatan di mana tangan berkeringat tanpa alasan yang jelas.

 

Gagal jantung, atau melemahnya pompa jantung, dapat mengganggu sirkulasi darah dalam tubuh, termasuk sirkulasi darah ke tangan.Karena kondisi ini dapat menyebabkan tubuh merespons dengan berbagai cara, seperti sesak napas, kelelahan, bengkak pada tungkai, dan peningkatan produksi keringat, beberapa orang mungkin mengalami tangan berkeringat.

 

Bagaimana gagal jantung dapat menyebabkan tangan terkeringat?

 

Ada beberapa alasan mengapa berkeringat di tangan dapat dikaitkan dengan gagal jantung, meskipun gejala gagal jantung kadang-kadang tidak terlihat atau tidak jelas :

  1. Perubahan fisiologis
  2. Penumpukan cairan
  3. Tekanan darah rendah
  4. Stres pada Jantung

 

Oleh karena itu, Anda perlu waspada dan segera konsultasi ke dokter jika merasakan beberapa gejala sebagai berikut : 

  1. Sesak napas
  2. Mudah lelah
  3. Edema atau Pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki, atau perut 
  4. Nyeri dada
  5. Detak jantung terasa cepat atau tidak teratur

Tangan berkeringat biasanya terkait dengan aktivitas sehari-hari dan tidak berbahaya atau memerlukan perhatian medis segera. Namun, jika Anda atau keluarga Anda merasa khawatir tentang kesehatan jantung Anda, atau jika Anda memiliki gejala atau tanda-tanda yang terkait dengan gagal jantung, segera konsultasikan diri ke Poli Jantung RSI Surabaya A Yani. 

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


mager.jpeg
19/Oct/2024

Dalam bidang medis, malas bergerak adalah kondisi di mana seseorang tidak aktif secara fisik, seperti sering rebahan dan jarang bergerak. Istilah “mager” lebih umum digunakan. Seiring dengan kemajuan teknologi saat ini, banyak hal menjadi lebih praktis dan banyak orang mengadopsinya. bahkan dalam konteks pandemi COVID-19. Dengan ponsel dan kuota yang cukup, masyarakat dapat melakukan banyak hal dengan mudah tanpa keluar rumah.

Kegiatan pendidikan dan pekerjaan tertentu beralih menjadi daring. Dengan layanan pesan antar dan pengiriman barang yang tersedia melalui aplikasi, serta kemampuan untuk melakukan pembayaran dan perbankan secara online, orang semakin jarang keluar rumah. Apabila kondisi ini tidak diantisipasi dengan baik dan berlangsung lama, itu pasti menjadi masalah.

Malas bergerak adalah kebiasaan yang harus diubah, tetapi ada beberapa orang yang sudah merasa nyaman dengannya dan sulit untuk mengubahnya. Perlu diingat bahwa efek gaya hidup mager tidak langsung dirasakan, tetapi akan mulai dirasakan setelah bertahun-tahun menjalani rutinitas ini. WHO menyebut gaya hidup tidak bergerak sebagai salah satu dari sepuluh penyebab kematian terbesar di dunia. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) pada tahun 2008 menemukan bahwa kematian yang disebabkan oleh kebiasaan malas gerak adalah dua kali lebih banyak daripada kematian yang disebabkan oleh obesitas. Pola makan yang tidak seimbang dan kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol meningkatkan kemungkinan mengalami masalah kesehatan yang lebih parah.

Akibat malas gerak, ada banyak risiko kesehatan, termasuk:

Konsentrasi yang berkurang

Tulang belakang menjadi tegang saat bekerja sambil duduk lama atau membungkuk. Jika paru-paru kurang bergerak, sirkulasi akan terganggu dan kadar oksigen yang dapat didistribusikan ke seluruh tubuh akan berkurang. Mungkin ada penurunan konsentrasi karena otak kekurangan oksigen.

Meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke

Sebuah studi di Amerika Serikat yang dilakukan oleh Aerobics Research Center menemukan bahwa berolahraga dapat mengurangi risiko stroke pada pria hingga sebesar 60%. Studi lain, yang diterbitkan dalam Nurses’ Health Study, menemukan bahwa wanita yang cukup beraktivitas fisik memiliki peluang sebesar 50% untuk terhindar dari stroke dan serangan jantung. Ini menunjukkan bahwa orang yang kurang aktif dan terlalu sering duduk memiliki risiko stroke yang lebih tinggi.

Disfungsi fungsi kognitif

Aktivitas fisik dapat memperbaiki sel dan jaringan otak yang rusak dan meningkatkan aliran darah kaya oksigen ke otak. Akibatnya, kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan penurunan fungsi otak, yang pada gilirannya dapat menyebabkan gangguan kognitif dalam jangka panjang.

Resistensi terhadap insulin

Apabila seseorang menghabiskan sekitar 70% dari waktu seharian dengan duduk dan tiduran, mereka berisiko mengalami resistensi insulin, yang menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah dan meningkatkan risiko diabetes. Selain itu, orang cenderung mencari camilan yang tidak sehat, yang mungkin mengandung gula tinggi, yang meningkatkan risiko diabetes.

Penyebab osteoporosis

Karena kebiasaan malas gerak, tubuh kehilangan massa otot, yang pada gilirannya menyebabkan kelemahan otot. Tubuh juga akan mengambil kalsium dari tulang. Kepadatan tulang akan menjadi sangat rendah. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan tulang keropos, yang dikenal sebagai osteoporosis. Osteoporosis juga dapat berkembang pada anak-anak, bukan hanya orang tua.

 

Apakah Anda mengalami keluhan yang disebutkan di atas? Apakah selama ini Anda telah terbiasa menjadi malas bergerak? Ingat akibatnya. Untuk melawan rasa malas, mari kita mulai bergerak, lakukan peregangan, dan lakukan senam ringan sebisa mungkin. Kami sepakat untuk mengejar gaya hidup yang lebih sehat. Tetap semangat dan manfaatkan hidup kita untuk orang lain. Salam sehat kepada semua orang.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


kulit-lansia.jpg
02/Oct/2024

Indah Purnamasari, Sp.D.V.E; M.Ked.Klin

 

Seiring bertambahnya usia dan memasuki lanjut usia (lansia), kita dihadapkan pada berbagai tantangan masalah kesehatan. Diantaranya adalah keluhan nyeri sendi, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, katarak dan gangguan pendengaran; tak terkecuali kesehatan kulit pada lansia juga harus diperhatikan.

Proses penuaan adalah proses biologi yang dinamis yang pasti akan terjadi pada semua orang tak terkecuali disertai penurunan secara progresif dari fungsi dan kemampuan perbaikan dari organ (termasuk kulit). Penuaan yang baik adalah penuaan yang dapat dijalani dengan sukses dan bahagia Successfully Aging Elderly (SAE). Menurut World Health Organization (WHO) Batas usia lanjut atau tua adalah 65 tahun, namun batas ini turun menjadi usia 60 tahun di negara berkembang. Istilah ‘tua’ dibagi menjadi beberapa periode, yaitu older (≥ 60-65 tahun), very old (80-85  tahun)  dan  oldest old (≥ 85 tahun).

Penuaan kulit secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni penuaan intrinsik atau penuaan kronologis terkait dengan semakin bertambahnya usia dan penuaan ekstrinsik yang terkait dengan paparan faktor-faktor luar.

Penuaan intrinsik terjadi akibat proses penuaan yang normal dan terjadi pada semua individu. Penuaan instrinsik dipengaruhi oleh bertambahnya usia, ras, jenis kelamin, gen, hormon, dan sebagainya. Perubahan klinis pada penuaan intrinsik dapat dilihat pada kulit yang tidak terpapar sinar matahari secara langsung, Perubahan yang terjadi berupa penurunan fungsi sawar kulit, melambatnya turnover sel epidermis, serta vaskularisasi pada lapisan kulit berkurang, sehingga kulit menjadi atrofi. Sel yang paling terpengaruh adalah keratinosit dan fibroblas, yang mengalami penurunan jumlah. Selain itu, jumlah sel fibroblas, kolagen, serabut elastik, menurun pada lapisan dermis; berkurangnya jumlah folikel rambut, produksi sebum, kemampuan stratum korneum untuk mengikat air; sehingga menyebabkan kulit menjadi kering. Manifestasi klinis akibat penuaan intrinsik meliputi kulit kering, menipis, rapuh, muncul kerutan halus, warna kulit tampak transparan, kadang muncul seboroik/keratosis, milia, dan beberapa tumor jinak lainnya.

Penuaan kulit ekstrinsik atau photoaging merupakan proses penuaan yang terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, seperti pajanan sinar matahari kronis, polusi udara, rokok, alkohol, dan nutrisi yang buruk. Perubahan-perubahan pada kulit akibat penuaan ekstrinsik ini dapat terjadi

bahkan sebelum terjadinya proses penuaan intrinsik. Perubahan pada lapisan epidermis berupa peningkatan pigmentasi (misalnya lentigines atau hiperpigmentasi yang disertai atrofi), hiperkeratosis, elastosis dan basophilic appearance collagen yang menggantikan serabut kolagen. Penuaan ekstrinsik (photoaging) menimbulkan gejala klinis berupa kulit yang menebal dan teraba kasar, kerut dalam, banyak didapatkan pelebaran pembuluh darah kecil pada permukaan kulit/teleangiektasis, perdarahan didalam kulit/ekimosis, keratosis seboroik, bercak-bercak kecoklatan dikulit/lentigo, kulit kering/xerosis, warna kulit yang tidak merata, serta peningkatan jumlah lesi premaligna atau jinak.

Gambar 1. Perbedaan anatomi kulit dewasa dan lansia

PERMASALAHAN KULIT PADA LANSIA

Permasalahan kulit pada lansia sering tidak dikeluhkan sehingga tidak terlapor oleh pasien. Permasalahan kulit yang terabaikan akan menjadi masalah pada penurunan kualitas hidup kelompok lansia. Permasalahan kulit tersering pada lansia adalah kulit kering, gatal, bercak merah, maupun perih. Adanya berbagai keluhan pada penyakit kulit dapat menyebabkan peningkatan risiko infeksi pada kulit, akibat penyakit kulit yang mendasari maupun keluhan subyektif yang menyertainya.

Kulit kering atau xerosis kutis merupakan masalah yang paling sering pada lansia, dan menjadi penyebab tersering keluhan gatal pada lansia. Kulit kering adalah kondisi kulit yang mengalami kekurangan kandungan air pada lapisan kulit. Kondisi tersebut terjadi akibat menurunnya aktivitas kelenjar keringat, kelenjar minyak, gangguan produksi filaggrin, serta menurunnya jumlah pelembap alami kulit natural moisturizing factor (NMF) atau kondisi penyakit lainnya (gagal ginjal kronik, penyakit hati, aterosklerosis tungkai bawah, penyakit

 

autoimun, hepatitis C, defisiensi nutrisi (terutama zink dan asam lemak esensial), penyakit tiroid, gangguan neurologis (keringat berkurang). Faktor lingkungan juga berperan seperti musim dingin, penggunaan air conditioning (AC) dan kelembaban udara rendah di lingkungan yang panas, penggunaan sabun yang tidak tepat atau air yang terlalu panas untuk mandi, atau penggunaan bedak berlebihan yang merupakan bahan pengering untuk kulit kering.

Kulit kering terjadi terutama pada ekstremitas dengan gambaran klinis kulit kasar, bersisik, gatal, kemerahan, hingga kulit pecah-pecah. Apabila kulit yang gatal dan kering digaruk, akan rentan terjadi perlukaan atau infeksi kuman pada kulit. Oleh karena itu, lansia membutuhkan perawatan kulit dasar untuk sehari-hari.

Gambar 2. Gambaran kulit kering / xerosis kutis

(a) Kulit kasar dan bersisik; (b) keriput disertai sisik tipis; (c) eritema;

(d) sisik kasar dan retak-retak

Perawatan kulit pada lansia membutuhkan perhatian khusus, karena pada lansia sering mengalami lebih dari satu penyakit. Perawatan kulit lansia meliputi membersihkan kulit, mempertahankan hidrasi dan kelembaban kulit, melindungi kulit dan mencegah kerusakan kulit. Berikut hal-hal yang dapat diperhatikan pada perawatan kulit lansia:

  • Mencegah kerusakan kulit
    • Hindari kontak dengan bahan-bahan yang dapat menyebabkan iritasi atau alergi
    • Pada lansia yang sering tirah baring membutuhkan perubahan posisi miring kanan-kiri setiap 2 jam untuk menghindari luka atau infeksi diarea bokong
    • Mengeringkan kulit setelah dibersihkan dengan kain flannel atau handuk dengan menepuk untuk mencegah perlukaan atau maserasi
  • Membersihkan kulit
    • Mencuci kulit dengan air dan sabun dengan pH netral, tidak mengandung pewangi dan alkohol
    • Apabila menggunakan air hangat untuk membersihkan kulit, cukup selama 10 menit
  • Mempertahankan hidrasi dan kelembaban kulit
    • Gunakan pelembab segera setelah mandi
    • Gunakan pelembab dengan bahan oklusif/humektan /emolien atau kombinasi; bersifat hipoalergik dan non parfum
    • Perhatikan kebutuhan cairan tubuh
  • Melindungi kulit
    • Menghindari pajanan matahari dengan sinar ultraviolet B tertinggi, yaitu pada pukul 10 pagi sampai 2 siang.
    • Gunakan proteksi fisik seperti topi, kacamata hitam atau pakaian tertutup
    • Gunakan tabir surya berspektrum luas, minimal dengan sun protection factor (SPF) 30 dan berspektrum luas
    • Gunakan tabir surya baik didalam ruangan atau diluar ruangan
    • Gunakan tabir surya minimal 30 menit sebelum terpapar sinar matahari dan sebaiknya diulang tiap 2-4 jam terutama apabila diluar ruangan.
    • Gunakan tabir surya pada seluruh permukaan kulit yang terpapar sinar matahari, termasuk bibir

Faktor nutrisi juga sangat berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit lansia antara lain:

  1. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralisir radikal bebas sehingga mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, kanker dan lainnya. Antioksidan dapat ditemukan pada vitamin, mineral dan astaxanthin.
  2. Vitamin Vitamin A dapat meningkatkan produksi kolagen sehingga mengurangi munculnya kerutan halus. Vitamin A dapat kita peroleh dari telur, susu, keju, ubi, sereal, wortel, brokoli dan mangga.
  3. Vitamin Vitamin C dapat meningkatkan produksi kolagen sehingga meningkatkan elastisitas dan kekencangan kulit. Vitamin C dapat diperoleh dari buah jeruk, nanas, stroberi, mangga, paprika, tomat dan sayuran hijau.
  4. Vitamin D. Vitamin D mempercepat penyembuhan luka, mendukung sistem kekebalan kulit, dan melindungi terhadap Vitamin D dapat diperoleh dari ikan salmon, tuna, telur, susu, paparan sinar matahari.
  5. Vitamin E. Vitamin E merupakan antioksidan kuat untuk membantu melembapkan kulit, sehingga mengurangi munculnya garis halus dan kerutan. Vitamin E dapat diperoleh dari brokoli, bayam, kacang-kacangan, biji-bijian, mangga, kiwi dan alpukat.
  6. Vitamin Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah, mengurangi memar dan memperkuat dinding pembuluh darah. Vitamin K dapat diperoleh dari sayuran hijau, blueberry, keju, telur dan daging.
  7. Zat besi membantu meningkatkan kekuatan dan elastisitas kulit melalui produksi Zat besi dapat diperoleh dari daging merah, unggas, makanan laut, kacang-kacangan dan sayuran hijau.
  8. Seng bersifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi reaksi peradangan dan kerusakan akibat radikal Seng dapat diperoleh dari kerang, unggas, kacang-kacangan, gandum dan sereal.
  9. Tembaga memberi kekuatan dan elastisitas kulit, sehingga menjaga kulit tetap kencang dan kenyal. Tembaga dapat diperoleh dari kerang, kacang-kacangan dan biji-bijian.
  10. Astaxanthin berfungsi melindungi sel dari kerusakan dan meningkatkan fungsi serta sistem kekebalan tubuh.

Uraian diatas dapat membantu dalam perawatan kulit lansia. Mari bersama merawat kulit lansia agar terus terjaga kesehatannya. Seperti pepatah, usia hanyalah angka. Lansia pun berhak atas kulit yang sehat dan hidup yang berkualitas.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


softlens.jpg
30/Sep/2024

“Dok, mata saya kemerahan setelah seharian memakai softlens kemarin.”

Keluhan ini sering disampaikan oleh pasien, baik yang sudah biasa menggunakan softlens maupun yang baru pertama kali mencobanya. Berbagai alasan mendorong seseorang untuk memakai softlens, seperti untuk menggantikan kacamata, mengikuti tren, atau untuk meningkatkan penampilan, misalnya saat mengenakan busana tradisional atau tampil di depan umum.

Salah satu penyebab utama mata kemerahan ketika memakai softlens adalah penggunaan yang terlalu lama. Jika lensa kontak dibiarkan terlalu lama di mata, mata akan kekurangan kelembapan dan oksigen. Akibatnya, mata akan menyerap lapisan air mata dan menyebabkan mata menjadi kering. Kondisi ini bila dibiarkan terlalu lama akan disertai rasa perih, terbakar, ketidaknyamanan saat mata terbuka dan akan menyebabkan infeksi pada mata. Infeksi akibat penggunaan softlens yang kurang tepat dapat melukai kornea. Infeksi ini bisa disebabkan oleh bakteri atau jamur dan sering disertai gejala seperti penglihatan kabur, mata berair, dan banyak kotoran mata yang membuat penderita sulit membuka mata. Selain itu, mata kemerahan juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap bahan lensa kontak atau iritasi dari lingkungan luar. 

Untuk mengatasi mata kemerahan akibat penggunaan softlens, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Segera cuci tangan dan lepaskan softlens, cuci softlens dengan cairan pembersih khusus softlens kemudian simpan di tempatnya.
  2. Berhenti memakai softlens untuk sementara waktu.
  3. Jangan mencuci mata dengan air biasa atau air yang tidak bersih. Iritasi atau luka pada mata bisa menyebabkan infeksi.
  4. Hindari menggunakan obat tetes mata sembarangan. Konsultasikan dengan dokter atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan obat yang sesuai.
  5. Hindari mengucek mata atau mengusapnya dengan tisu atau saputangan.

Untuk mencegah infeksi mata akibat penggunaan softlens 

  1. Cuci tangan sebelum memegang softlens, cuci dengan air bersih dan sabun cuci tangan tanpa pewangi atau detergen berlebihan
  2. Sebelum memakai softlens ke mata cuci softlens dengan cairan pembersih khusus
  3. Pasang softlens yang sudah dicuci
  4. Gunakan softlens maksimal 7-8 jam perhari, dan selama memakai softlens tetap beri tetes pelembab mata setiap 2-3 jam sekali atau setiap mata terasa kering
  5. Cuci tangan sebelum melepas softlens dari mata, cuci dengan air bersih dan sabun cuci tangan tanpa pewangi atau detergen berlebihan
  6. Cuci softlens dengan cairan pembersih khusus sebelum dimasukan kembali ke tempat softlens
  7. Ganti air rendam softlens setiap hari apabila softlens tidak dipakai
  8. Ganti tempat softlens tiap 3 bulan sekali.

Sumber : Kemenkes RI dan dr. Kiajeng, Sp.M

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?