INFO UNTUK ANDA

cacar-air.jpg
14/Jan/2026

Cacar air atau varicella adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, namun juga bisa terjadi pada orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau belum mendapat vaksin cacar air. Meski sering tergolong ringan, cacar air tetap perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan komplikasi bila tidak ditangani dengan baik

 

Gejala Cacar Air

Gejala awal biasanya berupa demam, badan terasa lemas, dan nafsu makan menurun. Setelah itu muncul ruam yang berkembang bertahap, mulai dari bintik merah, lenting berisi cairan, hingga akhirnya mengering menjadi keropeng. Ruam umumnya menyebar dari badan ke wajah dan anggota tubuh lain

 

Cara Penularan

Cacar air sangat mudah menular melalui percikan batuk atau bersin, kontak langsung dengan cairan lenting, serta benda yang terkontaminasi. Penularan dapat terjadi sejak dua hari sebelum ruam muncul hingga semua bintik mengering

 

Perawatan dan Pencegahan

Perawatan cacar air bertujuan meredakan gejala, seperti istirahat cukup, menjaga kebersihan tubuh, dan menghindari menggaruk bintik cacar. Pencegahan terbaik adalah vaksinasi varicella, disertai perilaku hidup bersih dan menghindari kontak dengan penderita

 

Cacar air merupakan penyakit menular yang umumnya sembuh sendiri, namun tetap perlu perhatian agar tidak menimbulkan komplikasi dan penularan lebih luas. Mengenali gejala sejak dini dan melakukan pencegahan yang tepat menjadi langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


toxic-neurophaty.jpg
29/Dec/2025

Toxic neuropathy atau neuropati toksik adalah kondisi gangguan saraf tepi yang terjadi akibat paparan zat beracun tertentu. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan saraf dalam menghantarkan sinyal ke otot maupun organ sensorik, sehingga menimbulkan berbagai keluhan seperti kesemutan, nyeri, hingga kelemahan otot.

Neuropati toksik umumnya berkembang secara bertahap, terutama bila seseorang terpapar zat berbahaya dalam jangka waktu lama, baik melalui lingkungan kerja, obat-obatan, maupun konsumsi zat tertentu.

 

Apa Itu Toxic Neuropathy?

Toxic neuropathy merupakan kerusakan saraf yang disebabkan oleh paparan bahan kimia atau toksin yang bersifat neurotoksik. Zat-zat ini dapat merusak struktur atau fungsi sel saraf, terutama saraf tepi (peripheral nerve), yang berperan dalam sensasi dan gerakan tubuh.

Berdasarkan mekanismenya, toksin dapat:

  • Mengganggu metabolisme sel saraf
  • Merusak mielin (selubung pelindung saraf)
  • Menyebabkan degenerasi akson saraf

 

Penyebab Toxic Neuropathy

Beberapa penyebab umum neuropati toksik meliputi:

  1. Paparan logam berat
    Seperti timbal, merkuri, arsenik, dan talium yang sering ditemukan di lingkungan industri atau akibat kontaminasi lingkungan.
  2. Zat kimia industri
    Termasuk pelarut organik (misalnya n-heksana), pestisida, dan bahan kimia tertentu yang dapat merusak saraf bila terhirup atau terserap kulit.
  3. Obat-obatan tertentu
    Beberapa obat kemoterapi, antibiotik, dan obat antikejang dapat menimbulkan efek samping neuropati bila digunakan jangka panjang atau dosis tinggi.
  4. Alkohol
    Konsumsi alkohol kronis dapat menyebabkan kerusakan saraf secara langsung serta memperburuk kekurangan nutrisi penting bagi saraf.

 

Gejala yang Dapat Muncul

Gejala toxic neuropathy bervariasi tergantung jenis toksin, lama paparan, dan saraf yang terdampak. Keluhan yang sering dialami antara lain:

  • Kesemutan atau rasa baal di tangan dan kaki
  • Nyeri seperti terbakar atau tertusuk
  • Kelemahan otot
  • Gangguan koordinasi dan keseimbangan
  • Penurunan refleks
  • Sensitivitas berkurang terhadap suhu atau nyeri

Pada kondisi berat, gangguan dapat berkembang menjadi kesulitan berjalan atau aktivitas sehari-hari terganggu secara signifikan.

 

Bagaimana Toxic Neuropathy Didiagnosis?

Diagnosis dilakukan melalui kombinasi:

  • Riwayat paparan toksin, termasuk pekerjaan dan penggunaan obat
  • Pemeriksaan fisik dan neurologis
  • Pemeriksaan penunjang, seperti elektromiografi (EMG), nerve conduction study (NCS), serta tes laboratorium untuk mendeteksi zat beracun dalam tubuh

Pemeriksaan menyeluruh penting untuk membedakan neuropati toksik dengan jenis neuropati lain.

 

Penanganan dan Pengobatan

Penanganan toxic neuropathy berfokus pada:

  1. Menghentikan paparan toksin
    Langkah paling penting untuk mencegah kerusakan saraf lebih lanjut.
  2. Terapi simptomatik
    Pemberian obat untuk mengurangi nyeri saraf, seperti analgesik atau obat neuropatik.
  3. Rehabilitasi dan fisioterapi
    Membantu mempertahankan kekuatan otot dan fungsi gerak.
  4. Perbaikan status nutrisi
    Terutama vitamin B kompleks yang berperan penting dalam kesehatan saraf.

Pemulihan dapat berlangsung lambat dan bergantung pada tingkat kerusakan saraf serta kecepatan penghentian paparan toksin.

 

Pencegahan Toxic Neuropathy

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menggunakan alat pelindung diri di lingkungan kerja berisiko
  • Menghindari paparan zat kimia berbahaya tanpa pengamanan
  • Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, terutama bagi pekerja industri

 

Toxic neuropathy adalah gangguan saraf serius yang disebabkan oleh paparan zat beracun, baik dari lingkungan, obat-obatan, maupun kebiasaan tertentu. Deteksi dini dan penghentian paparan toksin menjadi kunci utama dalam mencegah kerusakan saraf yang lebih berat. Dengan penanganan yang tepat dan gaya hidup sehat, gejala dapat dikendalikan dan kualitas hidup tetap terjaga.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Ulkus-Kornea-Luka-pada-Mata-yang-Bisa-Berujung-Kebutaan.jpeg
24/Dec/2025

Ulkus kornea merupakan salah satu penyakit mata serius yang perlu diwaspadai. Kondisi ini ditandai dengan luka terbuka pada kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata yang berperan penting dalam proses penglihatan. Ulkus kornea dapat disebabkan oleh infeksi maupun cedera, dan jika tidak ditangani dengan tepat, berisiko menimbulkan gangguan penglihatan permanen.

 

Apa Itu Ulkus Kornea?

Ulkus kornea adalah kerusakan atau luka pada selaput bening mata (kornea) yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, parasit, atau akibat trauma pada mata. Luka ini membuat kornea tidak lagi jernih sehingga cahaya tidak dapat masuk dengan baik ke dalam mata.

 

Penyebab Ulkus Kornea

Berdasarkan infografik, beberapa penyebab utama ulkus kornea meliputi:

  • Cedera atau trauma pada mata
  • Paparan bahan kimia
  • Infeksi bakteri, virus, atau jamur
  • Penggunaan lensa kontak yang tidak higienis

Cedera mata akibat kemasukan benda asing, tusukan lidi, sedotan, atau goresan tanaman juga dapat menjadi pintu masuk kuman penyebab infeksi.

 

Siapa yang Berisiko Mengalami Ulkus Kornea?

Tidak semua orang memiliki risiko yang sama. Kelompok yang lebih rentan mengalami ulkus kornea antara lain:

  • Pengguna lensa kontak
  • Orang yang sering berenang atau mencuci lensa kontak dengan air tidak steril
  • Penderita gangguan saraf yang membuat kelopak mata tidak bisa menutup sempurna
  • Orang dengan riwayat infeksi mata sebelumnya
  • Penderita penyakit mata tertentu seperti grave oftalmopati

 

Tanda dan Gejala Ulkus Kornea

Gejala ulkus kornea biasanya muncul cukup jelas dan tidak boleh diabaikan, antara lain:

  • Mata terasa nyeri
  • Mata merah dan berair
  • Pandangan kabur atau mengganjal
  • Sensitif terhadap cahaya (silau)
  • Kelopak mata membengkak
  • Muncul bercak putih pada kornea

Jika mengalami keluhan tersebut, segera periksakan diri ke dokter mata.

 

Jenis-Jenis Ulkus Kornea

Ulkus kornea dapat dibedakan berdasarkan penyebabnya, di antaranya:

  • Ulkus kornea bakterialis
  • Ulkus kornea virus
  • Ulkus kornea jamur
  • Ulkus kornea Acanthamoeba
  • Ulkus kornea Mooren
  • Ulkus kornea marginalis

Setiap jenis memerlukan penanganan yang berbeda sesuai penyebabnya.

 

Bahaya Ulkus Kornea Jika Tidak Diobati

Ulkus kornea yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti:

  • Infeksi yang semakin menyebar
  • Kornea berlubang
  • Membutuhkan operasi transplantasi kornea
  • Risiko kebutaan permanen

Oleh karena itu, ulkus kornea tidak boleh dianggap sebagai iritasi mata biasa.

 

Peran Lensa Kontak dalam Ulkus Kornea

Lensa kontak merupakan alat bantu penglihatan yang diletakkan langsung di permukaan kornea. Namun, penggunaan dan perawatan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko ulkus kornea.

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Tidak mencuci tangan sebelum memakai lensa kontak
  • Membersihkan atau menyimpan lensa dengan cairan yang tidak sesuai
  • Mengganti lensa tidak sesuai jadwal
  • Tidur menggunakan lensa kontak
  • Perawatan dan kebersihan lensa yang kurang baik

 

Cara Merawat Lensa Kontak dengan Benar

Untuk mengurangi risiko infeksi mata, pengguna lensa kontak disarankan untuk:

  • Selalu mencuci tangan sebelum menyentuh lensa
  • Menggunakan cairan pembersih khusus lensa kontak
  • Membersihkan dan menyimpan lensa dengan benar
  • Rutin mengganti tempat penyimpanan lensa
  • Menghindari penggunaan lensa terlalu lama
  • Melakukan pemeriksaan mata secara berkala

 

Ulkus kornea adalah penyakit mata serius yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan jika tidak ditangani dengan cepat. Menjaga kebersihan mata, menggunakan lensa kontak dengan benar, serta segera memeriksakan mata saat muncul keluhan merupakan langkah penting untuk mencegah kondisi ini. Edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan mata.

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


waspada-ISK.jpg
18/Dec/2025

Infeksi Saluran Kemih (ISK)
 Ini adalah infeksi yang terjadi pada bagian saluran kemih, yaitu :

  • Uretra (saluran tempat keluarnya urine)
  • Kandung kemih
  • Ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih)
  • Bahkan bisa sampai ke ginjal

Penyebab paling sering adalah bakteri, terutama E. coli dari usus, yang masuk ke saluran kencing.

Gejala ISK diantaranya :

  • Nyeri atau panas saat buang air kecil
  • Sering merasa ingin kencing, tapi urine keluar sedikit
  • Urine keruh atau berbau tidak sedap
  • Kadang disertai demam (bila infeksi sudah sampai ginjal)

Yuk kenali beberapa faktor penyebabnya agar sobat eRSIy dapat lebih waspada!

1. Bakteri dari Area Sekitar

Sebagian besar ISK disebabkan oleh bakteri E. coli yang biasanya hidup di usus. Bakteri ini bisa berpindah ke saluran kencing, terutama bila kebersihan area genital tidak dijaga dengan baik.

2. Wanita Lebih Rentan

Kenapa wanita lebih sering kena ISK? Karena saluran kencing wanita lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih. Selain itu, setelah menopause, kadar hormon estrogen menurun dan membuat perlindungan alami tubuh berkurang.

3. Menahan Kencing

Sering menunda ke toilet? Hati-hati, hal ini memberi waktu bagi bakteri untuk berkembang biak di kandung kemih.

4. Kurang Minum Air Putih

Kalau jarang minum, urine jadi sedikit dan jarang keluar. Akibatnya, bakteri tidak terbilas dan lebih mudah menempel di saluran kencing. Minumlah cukup air putih, minimal 2 liter per hari.

5. Faktor Medis

Beberapa kondisi bisa meningkatkan risiko ISK, misalnya:

  • Pemakaian kateter urine (selang kencing).
  • Penyakit seperti diabetes atau batu ginjal.
  • Pada pria, pembesaran prostat bisa membuat urine tidak keluar tuntas.

6. Usia dan Daya Tahan Tubuh

  • Anak-anak bisa terkena ISK bila kebersihan kurang terjaga.
  • Lansia lebih berisiko karena daya tahan tubuh melemah.

Kesimpulan

ISK bisa dicegah dengan cara sederhana: cukup minum air putih, tidak menahan kencing, jaga kebersihan area genital, serta kontrol penyakit yang sudah ada seperti diabetes atau batu ginjal. Jika Sobat eRSIy mengalami gejala seperti nyeri dan sering kencing namun sedikit-sedikit jangan ragu untuk memeriksakan diri ke Poli Urologi RSI Surabaya A Yani.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Jangan-Sepelekan-Glaukoma-Kongenital-Bisa-Ganggu-Penglihatan-Si-Kecil-Sejak-Lahir.jpeg
27/Oct/2025

Tidak semua gangguan penglihatan muncul saat seseorang beranjak dewasa. Ada penyakit mata bawaan yang bisa menyerang bahkan sejak bayi lahir, salah satunya adalah glaukoma kongenital.

Kondisi ini memang jarang terjadi, tetapi dampaknya bisa sangat serius bila tidak segera ditangani mulai dari gangguan penglihatan hingga kebutaan permanen.

 

Apa Itu Glaukoma Kongenital?

Glaukoma kongenital adalah penyakit mata bawaan yang muncul sejak bayi lahir atau di awal masa kehidupannya.

Penyakit ini terjadi karena gangguan pada saluran pembuangan cairan mata (aqueous humor), sehingga tekanan di dalam bola mata meningkat. Tekanan tinggi inilah yang dapat merusak saraf optik, bagian penting yang mengirimkan sinyal visual ke otak.

Jika dibiarkan, peningkatan tekanan ini dapat menyebabkan penurunan penglihatan permanen bahkan kebutaan.

“Glaukoma kongenital bukan disebabkan oleh infeksi atau kesalahan perawatan orang tua. Ini murni akibat gangguan perkembangan saluran cairan mata,” jelas tim dokter muda dari FK UNUSA – RSI Surabaya dalam presentasinya.

 

Apa Penyebabnya?

Penyebab utama glaukoma kongenital adalah gangguan perkembangan pada sudut drainase mata (trabekular meshwork) saluran tempat cairan mata seharusnya keluar.

Beberapa kasus berkaitan dengan faktor genetik atau keturunan, meski sebagian besar penyebabnya belum diketahui secara pasti.

Hal penting untuk diketahui: penyakit ini tidak menular dan tidak disebabkan oleh kebersihan bayi atau tindakan orang tua.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Orang tua perlu memperhatikan tanda-tanda berikut pada bayi atau anak kecil:

  • Mata sering berair dan tampak sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
  • Bayi sering menutup kelopak mata atau terlihat tidak nyaman.
  • Pandangan tidak fokus, bayi tidak mengikuti arah benda atau wajah orang.
  • Pada tahap lanjut bisa muncul:
    • Kornea tampak keruh atau membesar.
    • Mata merah dan terlihat lebih besar dari normal.

Jika satu atau lebih tanda tersebut muncul, segera periksakan anak ke dokter spesialis mata anak.

 

Bagaimana Dokter Mendiagnosisnya?

Pemeriksaan dilakukan secara hati-hati menggunakan alat khusus untuk mengukur tekanan bola mata (tonometri) dan melihat struktur dalam mata.

Karena pasiennya masih bayi, pemeriksaan ini biasanya dilakukan dalam kondisi bius ringan agar anak tidak bergerak.

Deteksi dini sangat penting, semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin besar peluang penglihatan anak dapat diselamatkan.

 

Cara Mengobati Glaukoma Kongenital

Berbeda dengan glaukoma pada orang dewasa, penanganan utama pada glaukoma kongenital adalah operasi.

Beberapa prosedur yang biasa dilakukan meliputi:

  • Goniotomi dan trabekulotomi, yaitu operasi untuk memperbaiki saluran pembuangan cairan mata agar tekanan berkurang.
  • Obat tetes mata biasanya hanya digunakan sebagai terapi pendukung, bukan pengobatan utama.

Setelah operasi, anak perlu menjalani kontrol rutin untuk memantau hasil operasi dan mencegah tekanan bola mata naik kembali.

 

Peran Penting Orang Tua

Dukungan orang tua menjadi kunci keberhasilan perawatan glaukoma kongenital. Hal-hal yang perlu dilakukan antara lain:

  • Waspada sejak dini terhadap tanda-tanda kelainan mata pada bayi.
  • Segera konsultasi ke dokter mata anak bila ada gejala mencurigakan.
  • Rutin kontrol setelah operasi sesuai jadwal.
  • Memberikan obat sesuai anjuran dokter, tidak menghentikan terapi tanpa izin.

 

Glaukoma kongenital memang penyakit yang serius, tetapi bukan tanpa harapan. Dengan deteksi dini, tindakan medis yang tepat, dan peran aktif orang tua, anak dapat memiliki penglihatan yang lebih baik di masa depan.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Mengenal-Gangguan-Cemas-Menyeluruh-Saat-Pikiran-Tak-Pernah-Benar-Benar-Tenang.png
23/Oct/2025

Pernahkah kamu merasa cemas tanpa henti, bahkan untuk hal-hal kecil yang belum tentu terjadi? Jika rasa khawatir itu muncul hampir setiap hari dan sulit dikendalikan, bisa jadi kamu mengalami gangguan cemas menyeluruh atau dalam istilah medis disebut Generalized Anxiety Disorder (GAD).

Gangguan ini bukan sekadar gugup menjelang ujian atau khawatir menghadapi pekerjaan. Pada penderita GAD, kecemasan hadir hampir terus-menerus bahkan ketika tidak ada ancaman nyata.

 

Apa Itu Gangguan Cemas Menyeluruh?

Gangguan cemas menyeluruh adalah kondisi ketika seseorang mengalami kekhawatiran berlebihan, tidak realistis, dan sulit dikendalikan yang berlangsung hampir setiap hari selama berbulan-bulan.

Rasa cemas ini sering kali disertai berbagai keluhan fisik dan emosional yang membuat penderitanya sulit fokus, mudah lelah, dan tidak bisa menikmati kehidupan sehari-hari.

 

Gejala yang Perlu Diperhatikan

Ciri khas gangguan ini bukan hanya perasaan takut atau panik, tapi kombinasi gejala fisik dan psikis yang sering muncul bersamaan.

Beberapa gejala umum meliputi:

  • Kekhawatiran berlebihan terhadap hal kecil maupun besar.
  • Sulit berkonsentrasi dan merasa “selalu di ujung tanduk”.
  • Gelisah, mudah lelah, atau sulit untuk benar-benar rileks.
  • Keluhan fisik seperti sakit kepala, gemetaran, jantung berdebar, sesak napas, pusing, atau gangguan pencernaan.
  • Gangguan tidur seperti sulit tidur atau mudah terbangun.

Gejala-gejala ini sering disalahartikan sebagai “lelah” atau “banyak pikiran”, padahal bisa jadi menandakan masalah kesehatan mental yang lebih serius.

 

Penyebab Gangguan Cemas Menyeluruh

Menurut para ahli, penyebab GAD bersifat multifaktorial artinya, tidak ada satu penyebab tunggal, melainkan kombinasi dari berbagai faktor seperti:

  1. Ketidakseimbangan zat kimia otak yang memengaruhi suasana hati dan respons stres.
  2. Trauma atau stres berkepanjangan, seperti kehilangan, tekanan pekerjaan, atau konflik keluarga.
  3. Pola pikir negatif yang membuat seseorang sulit melihat hal dari sisi positif.
  4. Faktor genetik, jika dalam keluarga ada riwayat gangguan kecemasan atau depresi.

 

Apa yang Terjadi Jika Dibiarkan?

Bila tidak ditangani, gangguan cemas menyeluruh bisa berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks.
Kecemasan kronis dapat menyebabkan:

  • Gangguan tidur dan kelelahan fisik.
  • Masalah pencernaan seperti maag atau mual kronis.
  • Penurunan konsentrasi dan produktivitas.
  • Gangguan hubungan sosial karena penderita cenderung menarik diri.
  • Bahkan berisiko berkembang menjadi depresi, gangguan panik, atau penyalahgunaan zat.

 

Cara Mengatasi Gangguan Cemas Menyeluruh

Kabar baiknya, GAD bisa diatasi dengan kombinasi terapi psikologis, pengobatan, dan perubahan gaya hidup.

  1. Konsultasi dengan profesional kesehatan mental
    Psikiater atau psikolog dapat membantu mendiagnosis dan memberikan terapi yang sesuai.
  2. Terapi Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
    Terapi ini membantu mengubah pola pikir negatif menjadi lebih rasional dan positif.
  3. Manajemen stres
    Lakukan kegiatan relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, yoga, atau jalan santai.
  4. Pola hidup sehat
    Tidur cukup, makan bergizi, dan hindari konsumsi kafein atau alkohol berlebihan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera temui profesional kesehatan mental jika kamu mengalami hal berikut:

  • Merasa cemas hampir setiap hari selama lebih dari enam bulan.
  • Sulit menjalani aktivitas harian karena kecemasan.
  • Mengalami gangguan tidur, nyeri, atau keluhan fisik tanpa penyebab jelas.
  • Muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau perasaan putus asa.

 

Tips Menghadapi Kecemasan Sehari-hari

Bagi kamu yang sering merasa cemas, beberapa langkah sederhana ini bisa membantu:

  • Atur waktu istirahat dan beri tubuh kesempatan untuk pulih.
  • Bicarakan perasaanmu dengan orang yang kamu percaya.
  • Hindari overthinking, fokus pada hal yang bisa kamu kendalikan hari ini.

 

Gangguan cemas menyeluruh bukan akhir dari segalanya. Dengan kesadaran, dukungan, dan penanganan yang tepat, setiap orang memiliki kesempatan untuk hidup lebih tenang dan bermakna.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


HEPATITIS.jpg
07/Oct/2025

Hepatitis adalah peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, obat-obatan tertentu, atau gangguan autoimun. Penyakit ini memiliki berbagai jenis, masing-masing dengan karakteristik, penyebab, dan tingkat keparahan yang berbeda.

Jenis-Jenis Hepatitis

1. Hepatitis A (HAV)

  • Penyebab: Virus hepatitis A.
  • Penularan: Melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi feses penderita.
  • Gejala: Demam, mual, muntah, nyeri perut, dan penyakit kuning.
  • Keparahan: Mayoritas ringan dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus.

2. Hepatitis B (HBV)

  • Penyebab: Virus hepatitis B.
  • Penularan: Melalui darah, cairan tubuh, hubungan seksual, dan dari ibu ke bayi saat persalinan.
  • Gejala: Sering tanpa gejala awal; dapat berkembang menjadi penyakit kuning, kelelahan, dan nyeri sendi.
  • Keparahan: Dapat menjadi kronis, menyebabkan sirosis, dan meningkatkan risiko kanker hati.

3. Hepatitis C (HCV)

  • Penyebab: Virus hepatitis C.
  • Penularan: Kontak dengan darah yang terinfeksi, seperti melalui transfusi darah atau penggunaan jarum suntik bersama.
  • Gejala: Sering tanpa gejala; jika kronis, dapat menyebabkan kerusakan hati serius.
  • Keparahan: Sering menjadi kronis dan merupakan penyebab utama sirosis dan kanker hati.

4. Hepatitis D (HDV)

  • Penyebab: Virus hepatitis D.
  • Penularan: Hanya terjadi pada individu yang sudah terinfeksi hepatitis B.
  • Gejala: Mirip dengan hepatitis B, tetapi lebih parah.
  • Keparahan: Dapat memperburuk kondisi hepatitis B dan meningkatkan risiko komplikasi hati.

5. Hepatitis E (HEV)

  • Penyebab: Virus hepatitis E.
  • Penularan: Melalui konsumsi air yang terkontaminasi feses penderita.
  • Gejala: Demam, mual, muntah, dan penyakit kuning.
  • Keparahan: Biasanya ringan, tetapi dapat berbahaya bagi ibu hamil.

Pencegahan dan Pengobatan

  • Vaksinasi: Tersedia untuk hepatitis A dan B.
  • Higiene: Menjaga kebersihan makanan dan minuman untuk mencegah hepatitis A dan E.
  • Penggunaan Jarum Suntik: Menghindari penggunaan jarum suntik bersama untuk mencegah hepatitis B dan C.
  • Pengobatan: Tergantung pada jenis hepatitis; beberapa memerlukan pengobatan antivirus atau transplantasi hati.

Memahami perbedaan jenis-jenis hepatitis penting untuk pencegahan dan penanganan yang tepat. Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan atau memiliki faktor risiko, konsultasikan dengan tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

(031) 8284505
0811363670 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Kanker-Paru-Sang-Penyebab-Kematian-Akibat-Kanker-Terbesar-di-Kalangan-Pria.jpg
28/Apr/2025

Pada tahun 2022, jumlah kasus kanker paru di Indonesia mencapai 38.904 kasus.

Suatu kondisi di mana sel tumbuh secara tidak terkendali di dalam organ paru-paru disebut kanker paru. Fungsi organ ini adalah menyebarkan oksigen ke dalam darah saat menghirup napas dan membuang karbondioksida saat menghela napas. 

Terdapat 2 jenis kanker paru, yaitu 

Merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru, karena rokok mengandung zat penyebab kanker (karsinogen) yang merusak sel pelapis paru-paru. Perokok berat mengalami kerusakan sel dan jaringan pelapis paru-paru akibat paparan berulang. 

 

Gejala Kanker Paru

Sebagian besar gejala kanker terjadi dalam organ paru, tapi juga mungkin dialami di beberapa bagian tubuh lain jika sel abnormal sudah menyebar. Gejala juga dibedakan berdasarkan intensitas keparahan penyakit. 

  • Ketidaknyamanan atau nyeri di dada.
  • Batuk yang tidak hilang atau semakin memburuk dari waktu ke waktu.
  • Masalah pernapasan.
  • Mengi.
  • Darah dalam dahak.
  • Suara serak.
  • Masalah dalam menelan.
  • Kehilangan selera makan.
  • Kehilangan berat badan tanpa alasan.
  • Merasa sangat lelah.
  • Peradangan atau sumbatan di paru-paru.
  • Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening di daerah paru-paru.

Komplikasi Kanker Paru

Kanker paru yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menimbulkan beberapa komplikasi, antara lain: 

  • Sesak napas. Kondisi ini terjadi akibat kanker memblokir saluran udara utama, sehingga menyebabkan cairan menumpuk di sekitar paru-paru.
  • Rasa sakit. Kondisi ini terjadi akibat kanker telah menyebar ke lapisan paru-paru atau ke area tubuh lain, seperti tulang.
  • Cairan di dada (efusi pleura). Kondisi ini terjadi akibat penumpukan cairan di ruang yang mengelilingi paru-paru (pleura).
  • Metastasis. Kondisi ini terjadi ketika sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain, seperti otak dan tulang.

Pencegahan Kanker Paru

Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker. Namun, kamu dapat menurunkan risikonya dengan melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Berhenti merokok. 
  • Hindari asap rokok.
  • Hindari paparan karsinogen. 
  • Konsumsi buah dan sayuran..
  • Berolahraga secara rutin 30 menit sehari

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


Apasih-Rematik-Itu.jpg
25/Apr/2025

Penyakit rematik adalah suatu kondisi medis yang mencakup sekumpulan penyakit (lebih dari 80 jenis) yang menyebabkan kelainan pada otot, sendi, dan struktur yang mengelilingi mereka. Berikut ini adalah dua kategori rematik yang berbeda:

  1. Rematik autoimun: rheumatoid arthritis (peradangan pada area sendi yang terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang persendian yang sehat) dan lupus (peradangan autoimun yang dapat menyerang organ tertentu, seperti sendi, kulit, dan ginjal).
  2. Rematik non-autoimun: Osteoarthritis (pengapuran sendi yang disebabkan oleh kerusakan tulang rawan) dan gout arthritis (asam urat tubuh yang terlalu tinggi yang menyebabkan radang sendi) 

 

Apakah Benar, Mandi Malam sebabkan Rematik? 

Mandi di malam hari tidak menyebabkan rematik, melainkan mitos. Namun, mandi malam dengan air dingin dapat memperparah kondisi seseorang yang sudah mengidap rematik

Hal ini dikarenakan udara dingin atau air dingin dapat mengakibatkan perubahan konsistensi cairan sendi yang dapat memperparah kekakuan otot dan sendi. 

Untuk mencegah terjadinya rematik, anda dapat melakukan : 

  1. Gaya hidup bersih dan sehat
  2. Jaga berat badan ideal
  3. Rutin berolahraga, selain untuk mencegah rematik, olahraga juga dapat mencegah osteoarthritis dan menjaga kesehatn sendi
  4. Kelola stres
  5. Hindari merokok atau asapnya, sebab Rokok mengandung zat kimia yang dapat menyebabkan peradangan pada sinovium, atau jaringan yang melapisi persendian, 
  6. Untuk mencegah rematik, Anda juga dapat mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3 dan vitamin D, mengurangi jumlah gula, garam, dan minuman bersoda yang Anda konsumsi, dan menghindari minuman beralkohol. 

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


WhatsApp-Image-2025-04-23-at-16.08.00.jpeg
24/Apr/2025

Lepra, juga dikenal sebagai kusta, adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae.  Penyakit kusta dapat menyebar melalui percikan ludah ketika pengidapnya batuk atau bersin. Kusta adalah jenis penyakit kulit yang dapat ditangani dan jarang menjadi penyebab kematian, tetapi infeksi bakteri yang menyebabkan kusta dapat menyebabkan kecacatan.Bakteri ini dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui droplet.

Bakteri ini membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang biak dalam tubuh pengidapnya. 

 

Selain penyebab utama di atas, beberapa faktor dapat menyebabkan kusta :

  • Sistem kekebalan tubuh terganggu
  • Berkunjung atau menetap ke kawasan endemik kusta
  • Bersentuhan dengan hewan yang dapat menyebarkan bakteri kusta, seperti armadillo

 

Jenis-jenis Kusta

Kusta terbagi menjadi enam jenis berdasarkan tingkat keparahan gejalanya, berikut masing-masing penjelasannya.

  • Lepromatous leprosy
  • Borderline lepromatous leprosy
  • Mid-borderline leprosy
  • Tuberculoid leprosy
  • Borderline tuberculoid leprosy
  • Intermediate leprosy

 

Gejala penyakit kusta

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bakteri kusta memerlukan waktu yang lama untuk berkembang biak, sehingga gejalanya biasanya tidak jelas pada awalnya dan muncul secara bertahap.

  • Anhidrosis adalah keadaan di mana kulit tidak mengeluarkan keringat.
  • Luka pada telapak kaki tidak terasa nyeri.
  • Kulit menjadi mati rasa, termasuk kehilangan kemampuan untuk merasakan sentuhan, tekanan, suhu, bahkan rasa nyeri. 
  • Kulit terasa kering dan kaku. 
  • Saraf membesar, biasanya pada lutut dan siku. 
  • Alis dan bulu mata rontok permanen. 
  • Mimisan. 
  • Timbul bercak dengan warna lebih terang
  • Terdapat benjolan atau bengkak pada wajah dan telinga. 
  • Otot pada kaki dan tangan melemah.
  • Mata kering dan jarang mengedip

 

Diagnosis Kusta 

Dokter melakukan diagnosis kusta dengan menanyakan gejala atau keluhan pasien lalu melihat apakah ada luka pada kulit. Dokter biasanya melakukan pemeriksaan pendukung jika kusta sudah cukup parah untuk mengetahui apakah bakteri telah menyebar ke organ lain. Yaitu dengan : 

  • Hitung darah lengkap
  • Pemeriksaan fungsi hati atau liver
  • Tes kreatinin
  • Menjalani biopsi saraf

 

Pengobatan Kusta

Dalam pengobatan kusta, metode utama adalah pemberian antibiotik. Penderita kusta akan diberi antibiotik selama 1-2 tahun, dan durasi, jenis, dan dosis antibiotik tersebut akan disesuaikan dengan jenis kusta yang diderita.

Pengobatan kusta yang paling umum di Indonesia adalah metode Multidrug Therapy (MDT), yang menggabungkan dua antibiotik atau lebih. Operasi biasanya dilakukan dengan tujuan jika dibutuhkan penanganan lanjutan:

  • Menormalkan fungsi tubuh
  • memperbaiki saraf dan bentuk tubuh yang rusak

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?