INFO UNTUK ANDA

caring-1.png
11/Feb/2023

Berdasarkan fenomena yang ada dari berbagai macam kendala permasalahan tingkat kecemasan pasien, yang mempengaruhi tingkat kecemasan yang ada terutama informasi yang tidak jelas dari tim medis tentang penyakitnya yang kurang diuraikan oleh perawat atau dokter terhadap pasien yang mempengaruhi terjadinya ketidak tahuan pasien dan mempengaruhi kecemasan pasien terhadap penyakit yang dideritanya. Hal ini memberikan perilaku caring perawat yang tidak baik seperti komunikasi yang tidak baik, kasar, perawat yang tidak sigap dalam memberikan pengobatan pada pasien, tidak empati, lambat dalam bertindak sehingga 8 terkesan kurang professional. Dan masih banyak lagi contoh prilaku perawat dalam memberikan pelayanan pada pasien yang jauh dari apa yang diinginkan pasien. Dari beberapa situasi yang ditemui pasien pertama kali datang ke Rumah Sakit bisa memunculkan reaksi emosional dalam diri pasien. Reaksi emosional akan timbul oleh beberapa keadaan yang dilami pasien seperti kemarahan, berduka, harapan, cinta, depresi, tidak berdaya, kesepian atau kesetiaan. Salah satu reaksi emosional yang sering dialami pasien di Rumah Sakit yaitu kecemasan dengan berbagai tingkatan kecemasan yang berbeda dari setiap reaksi kecemasan yang dialami pasien. Kecemasan merupakan suatu perasaan yang tidak tereskpresikan dan tidak terarah karena suatu sumber ancaman atau pikiran yang tidak jelas dan tidak terindentifikasi. 9 Lebih dari dua pertiga pasien di Rumah Sakit yang memiliki gejala kecemasan dan depresi selam hari-hari pertama perawatan dan dapat berubah seiring dengan kondisi pasien selama perawatan. Kecemasan juga timbul sebagai akibat hasil perawatan yang tidak pasti, gejolak emosi, masalah keuangan, perubahan peran, gangguan rutinitas dan lingkungan rumah sakit yang asing. Salah satu penyebab kecemasan pasien adalah prilaku caring perawat yang kurang baik. Disini peneliti akan focus pada prilaku caring perawat yang diharapkan bisa menurunkan tingkat kecemasan pasien..Ketidak tahuan perawat tentang perilaku caring yang benar dapat berpengaruh terhadap motivasi perawat dalam menerapkan perilaku caring. Prilaku terbuka overt behavior seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan dan caring kepada pasien dapat menumbuhkan rasa percaya yang tinggi pasien 10 demi kesembuhannya dalam perawatan diruang rawat inap. Tenaga keperawatan sebagai pemberi pelayanan di rumah sakit, mempunyai daya ungkit yang besar dalam pelayanan keperawatan, karena didukung oleh proporsi tenaga terbesar dibandingkan dengan tenaga kesehatan lain. Tenaga keperawatan sebagai tenaga profesional memiliki kontribusi besar terhadap pelayanan prima yang diharapkan pasien di rumah sakit, karena perawat bertugas 24 jam setiap harinya dalam memantau perkembangan pasien. Perawat adalah orang yang paling dekat dengan pasien, yang tahu kondisi dan masalah yang dihadapi pasien, serta yang dapat menilai respon pasien secara terus.

Perilaku caring harus ditanamkan dan menjadi budaya yang melekat disetiap diri perawat, karena caring merupakan inti dalam praktek keperawatan. Setiap tindakan atau asuhan yang diberikan oleh perawat bukan hanya sekedar orientasi pada tugas semata (terselesaikannya pekerjaan), tetapi pada pemuasan kebutuhan pasien. Pemahaman perawat tentang perilaku caring perlu ditingkatkan, agar perawat dapat menerapkan perilaku caring tersebut pada pasien. Peningkatan pemahaman perawat tentang perilaku caring, salah satunya dapat melalui pelatihan. Pelatihan adalah metode terorganisasi yang memastikan bahwa seseorang mempunyai pengetahuan dan ketrampilan untuk tujuan khusus yaitu mereka mendapatkan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melakukan tugas kerja. Asuhan keperawatan tergambar pada sepuluh faktor carative yang digunakan oleh perawat dalam pemberian pelayanan 65 keperawatan pada klien (Watson, 1987). Dari salah satu atau beberapa sepuluh factor. Struktur ilmu caring dibangun dari sepuluh faktor karatif yang dikenal dengan Watson’s Ten Carative Factors yang meliputi:

  1. Membentuk sistem nilai humanisticaltruistik Nilai humanistik – altruistik merupakan nilai yang mendasari caring. Pemberian asuhan keperawatan berdasarkan pada nilai – nilai kemanusiaan (humanistik) dan perilaku mementingkan kepentingan orang lain diatas kepentingan pribadi (altruistik) (Tomey & Alligood 2006). Hal ini dapat dikembangkan melalui pemahaman nilai yang ada pada diri seseorang, keyakinan, interaksi dan kultur serta pengalaman pribadi. Perawatan yang berdasarkan nilai-nilai humanistik dan altruistik dapat dikembangkan melalui penilaian terhadap pandangan diri seseorang, kepercayaan, interaksi dengan berbagai kebudayaan dari pengalaman pribadi. Hal ini dianggap penting untuk pendewasaan diri perawat yang kemudian akan meningkatkan sikap altruistik. Perilaku perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang mencerminkan faktor humanistik dan altruistik adalah memanggil nama klien dengan hormat sesuai dengan nama panggilan klien sehari – hari yang klien senangi, merespon panggilan klien dengan cepat walaupun sedang sibuk, mendengarkan dan memperhatikan keluhan dan kebutuhan klien, bersikap hormat dan sabar menghadapi klien, menghargai dan menghormati pendapat klien, membimbing klien dalam tindakan untuk memenuhi kebutuhannya, tulus dalam memberikan tindakan keperawatan.                                                                                                                                                                                                                                             
  2. Menanamkan kepercayaan dan harapan (Faith – hope) Faktor karatif ini erat hubungannya dengan faktor karatif yang pertama yaitu nilai humanistik dan altruistik. Kepercayaan dan pengharapan sangat penting bagi proses karatif maupun kuratif (Tomey & Alligood 2006). Peran perawat adalah meningkatkan kesejahteraan klien dengan membantu klien mengadopsi perilaku hidup sehat. Perawat perlu memberikan alternatif-alternatif bagi pasien jika pengobatan modern tidak berhasil. Alternatif tersebut dapat berupa meditasi, penyembuhan sendiri, dan spiritual. Penggunaan faktor karatif ini akan tercipta perasaan lebih baik melalui kepercayaan dan keyakinan yang sangat berarti bagi seseorang secara individu (Dwidiyanti, 2007). Perilaku perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang mencerminkan faktor kepercayaan dan harapan adalah memberikan informasi pada klien tentang tindakan keperawatan dan pengobatan yang akan diberikan, bersikap kompeten dalam melakukan prosedur/ tindakan, mengobservasi efek medikasi/ obat pada klien, memotivasi klien untuk menghadapi penyakitnya secara realistik, membantu klien untuk memenuhi keinginannya terhadap alternatif tindakan keperawatan dan pengobatan untuk memperoleh kesehatan klien selama tidak bertentangan dengan penyakit dan kesembuhan klien, mendorong klien untuk melakukan hal – hal yang positif dan bermanfaat untuk proses penyembuhan.                                                                                             
  3. Mengembangkan Sensitifitas Untuk Diri Sendiri dan Orang Lain . Seorang perawat dituntut untuk mampu meningkatkan sensitivitas terhadap diri pribadi dan orang lain serta bersikap lebih otentik (Tomey & Alligood, 2006). Perawat juga perlu memahami bahwa pikiran dan emosi seseorang merupakan jendela jiwanya (Asmadi, 2008). Perawat harus belajar mengembangkan sifat sensitif dan peka terhadap perasaan pasien, sehingga dapat lebih ikhlas, otentik dan dan sensitif dalam memberikan asuhan keperawatan. Perilaku perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang mencerminkan faktor sensitifitas adalah perawat belajar menghargai kesensitifan dan perasaan klien, sehingga ia sendiri dapat menjadi lebih sensitif, murni, dan bersikap wajar pada klien, menunjukkan sikap penuh kesabaran dalam menghadapi keluhan klien, selalu siap membantu klien bila dibutuhkan.                                                                                                                                                                                                                                                                 
  1. Membina Hubungan Saling Percaya dan Saling Membantu Hubungan saling percaya antara perawat dan klien akan meningkatkan penerimaan terhadap perasaan positif dan negatif antara perawat – klien. Ciri–ciri hubungan saling percaya adalah harmonis, empati dan hangat. Perawat menunjukkan sikap empati dengan berusaha merasakan apa yang dirasakan oleh klien dan sikap hangat dengan menerima orang lain secara positif. Perilaku perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang mencerminkan faktor saling percaya dan saling membantu ini adalah perawat memberikan informasi yang jujur, memperlihatkan sikap empati dengan hangat pada klien, mengenalkan diri saat kontak dengan klien, menjelaskan tentang peran perawat, meyakinkan klien bahwa perawat selalu siap untuk membantu klien dalam proses penyembuhannya, menjaga privacy klien, membantu memenuhi kebutuhan klien dengan tulus.                                                                                                                                                                                                                                                               
  2. Meningkatkan dan menerima ekspresi perasaan positif dan negative Perasaan mempengaruhi pikiran seseorang. Hal ini perlu menjadi pertimbangan dalam memelihara hubungan. Perawat harus menerima perasaan klien serta memahami perilaku mereka (Asmadi, 2008). Perawat juga harus mempersiapkan diri dalam menghadapi ekspresi perasaan positif dan negatif klien dengan cara memahami ekspansi klien secara emosional maupun intelektual dalam situasi yang berbeda. Perilaku perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang mencerminkan faktor menerima ekspresi perasaan positif dan negatif adalah menyediakan waktu dan hadir didekat pasien untuk menampung dan mendukung ekspresi perasaan positif dan negatif klien, mendengarkan keluhan klien dengan sabar, memotivasi klien untuk mengungkapkan perasaannya.                                                                         
  3. Menggunakan metode pemecahan masalah yang sistematis dalam pengambilan keputusan Perawat menggunakan proses keperawatan yang sistematis dan terorganisasi sesuai dengan ilmu dan kiat keperwatan untuk menyelesaikan masalah klien (Watson, 1979 dalam Tomey & Alligood, 2006). Watson percaya bahwa tanpa pemecahan masalah yang sistematis, praktik keperawatan yang efektif adalah hal yang kebetulan dan berbahaya. Metode pemecahan masalah ilmiah merupakan metode yang memberi kontrol dan prediksi serta memungkinkan untuk koreksi diri. Perilaku perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang mencerminkan faktor pemecahan masalah yang sistimatis ini adalah perawat melakukan pengkajian, menentukan diagnosa keperawatan, membuat prencanaan, pelaksanaan dan evaluasi asuhan keperawatan yang diberikan sesuai dengan masalah klien, memenuhi keinginan dan kebutuhan klien yang tidak bertentangan dengan kesehatannya, melibatkan pasien dan keluarga dalam pemberian asuhan keperawatan.                                                                                                                                                                                                                                                               
  4. Meningkatkan proses belajar mengajar interpersonal Faktor ini adalah konsep penting dalam keperawatan, karena merupakan faktor utama ketika seseorang berusaha mengontrol kesehatan mereka sendiri setelah mendapatkan sejumlah informasi tentang kesehatannya (Watson, 1979 58 dalam Asmadi, 2008). Perawat memberikan informasi pada klien dan klien diberi tanggung jawab dalam proses kesehatan dan kesejahteraannya. Perawat memfasilitasi proses ini dengan teknik belajar mengajar yang bertujuan untuk memandirikan klien dalam memenuhi kebutuhan dirinya dan memberikan kesempatan pada klien untuk perkembangan pribadinya. Perilaku perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang mencerminkan faktor proses belajar mengajar ini adalah menetapkan kebutuhan personal klien, memberikan pengetahuan (pendidikan kesehatan) kepada klien, memberikan asuhan mandiri yaitu dengan mengajarkan cara memenuhi kebutuhan diri klien secara mandiri sesuai dengan kemampuan klien.                 
  5. Menyediakan lingkungan yang mendukung, melindungi dan atau memeperbaiki mental. Sosiokultural, dan spiritual Perawat harus menciptakan lingkungan internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap kesehatan dan penyakit individu, seperti menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan keleluasaan pribadi pada klien. Perawat dapat memberikan dukungan situasional, membantu individu mengembangkan persepsi yang lebih akurat, serta memberi informasi sehingga klien dapat mengatasi masalahnya (Tomey & Alligood, 2006; Asmadi, 2008). Perilaku perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang mencerminkan faktor menyediakan lingkungan yang mendukung adalah perawat mengenali pengaruh lingkungan internal dan eksternal klien terhadap kesehatan dan kondisi penyakitnya, memfasilitasi klien untuk bertemu dengan pemuka agama bila klien membutuhkan, membantu klien untuk menjalankan ibadah/ kegiatan agamanya, memotivasi klien untuk berdoa, membantu menghubungi keluarga yang dibutuhkannya.                                                                                                                                                                                                                                                         
  6. Membantu kebutuhan dasar manusia Perawat meyakini kebutuhan biophysical, psychophysical, psychosocial, dan intrapersonal klien. Kebutuhan biophysical seperti makan, eliminasi dan ventilasi. Kebutuhan psychophysical seperti kemampuan aktvitas dan seksualitas. Kebutuhan psychosocial seperti prestasi dan afiliasi. Kebutuhan intrapersonal seperti aktualisasi diri. Perawat membantu klien dengan senang hati ketika klien kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Perilaku perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang mencerminkan faktor membantu dalam kebutuhan dasar manusia ini adalah membantu klien memenuhi kebutuhan dasarnya seperti kebutuhan nutrisi, eliminasi, higiene, memperhatikan kenyamanan dan keamanan lingkungan klien, sering mengunjungi klien, mengobservasi kondisi kesehatan dan kebutuhan klien secara teratur.                                         
  7. Mengembangkan faktor kekuatan eksistensial-fenomenologi Perawat membantu klien untuk mengerti kehidupan dan kematian, sehingga dapat membantu klien dalam menentukan koping yang baik dalam menghadapi berbagai situasi yang berhubungan dengan penyakitnya. Perilaku perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang mencerminkan faktor kekuatan eksistensial – fenomenologis ini adalah memberikan kesempatan pada klien dan keluarga untuk melakukan kegiatan spiritual untuk penyembuhannya, memfasilitasi klien dan keluarga untuk melakukan terapi alternatif sesuai pilihannya yang tidak bertentangan dengan kondisi kesehatan dan penyakitnya serta sesuai persetujuan medis , memotivasi klien untuk berserah diri pada Tuhan YME, menyiapkan klen dan keluarga saat menghadapi fase berduka. Secara umum sikap dan perilaku perawat yang berhubungan dengan penerapan karatif caring diantaranya adalah perawat harus memahami nilai – nilai kemanusiaan, mementingkan kebutuhan klien daripada kebutuhan pribadi, mengembangkan hubungan yang efektif dengan klien, lebih sensitif terhadap diri sendiri dan klien, membina hubungan yang harmonis, jujur, terbuka, hangat dengan klien, memahami persepsi klien, memberikan rasa aman dan nyaman pada klien, memenuhi kebutuhan dasar klien, mendengarkan keluhan klien dengan sabar, memberikan kekuatan pada klien.                                                                                                                             

Menurut Mcdaniel dalam Watson (2012), perilaku caring mempunyai tiga hal yang tidak dapat dipisahkan yaitu perhatian, tanggung jawab, dan dilakukan dengan iklas. Sikap caring juga akan meningkatkan kepercayaan klien terhadap perawat dan mengurangi kecemasan klien. Kedua hal tersebut dapat memperkuat mekanisme koping klien s e h i n g g a m e m a k s i m a l k a n p r o s e s penyembuhaan. Kunci dari kualitas pelayanan asuhan keperawatan adalah perhatian, empati dan kepedulian perawat. Aktifitas yang Menunjukkan Caring Perawattor caratif diharapkan dapat mengidentifikasi tingkat kecemasan pasien dirawat inap. Peran perawat dalam meningkatkan hubungan antara perawatklien yang lebih efektif dalam meningkatkan kesehatan dan menolong klien beradaptasi dengan keadaan sehat sakit. Faktor ini merupakan gabungan dari nilai humanisticaltruistik dalam memfasilitasi promosi kesehatan melalui pemberian asuhan keperawatan secara holistik. Perawat harus mampu menjalin hubungan yang baik dengan klien, memperoleh informasi klien yang dibutuhkan selama merawat klien, dan perawat harus mampu mendorong klien untuk menemukan harapan.

oleh SULISTYORINI, S.Kep.,Ns


covid.png
06/Feb/2023

temuan sub-varian Covid-19, yang sementara disebut paling menular di dunia ini, berasal dari hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) dari satu orang asal Polandia. Penderita Covid-19 ini masuk ke Indonesia melalui Jakarta dengan hasil tes antigen negatif Covid-19. Covid-19 varian kraken ini sudah terdeteksi di Singapura, Prancis, Inggris, Jerman, sampai India. Covid-19 sub varian XBB 1.5 ini juga menjadi penyebab naiknya kasus Covid-19 di AS dan beberapa negara lain.

Gejala-gejala Covid-19 Varian Kraken

Untuk varian kraken sendiri memiliki gejala yang berbeda dengan varian omnicron dan turunannya. Gejala dari varian kraken antara lain :

  • Pilek
  • bersin
  • hidung tersumbat

Varian kraken dapat membuat pengidap mengalami pilek atau infuenza. Karena pilek tersebut membuat hidung jadi tersumbat dan pengidap sering mengalami bersin-bersin.

  • Nyeri otot di sekujur tubuh

Varian kraken bisa  membuat pengidap merasakan nyeri otot di hampir seluruh bagian tubuh.

  • Tenggorakan sakit

Pengidap varian kraken juga dapat merasakan rasa sakit di tenggorakan yang membuat pengidap kesusahan untuk menelan.

  • Sakit kepala

Gejala berikutnya adalah sakit kepala. Pengidap akan merasakan sensasi berdenyut di kepala mereka yang menyebabkan kepala jadi sakit dan berat.

  • Batuk kering dan terkadang batuk berdahak

Pengidap varian kraken juga mengalami batuk kering yang tidak kunjung berhenti. Terkadang mereka juga merasakan batuk berdahak.

Untuk mencegah gejala Covid-19 varian kraken yang cukup berat, sebaiknya melindungi diri dengan disiplin dengan menjalankan protokol Kesehatan yang teratur. Lakukan juga vaksinasi Covid-19 termasuk booster dan booster kedua untuk memperkuat imun tubuh dari Covid-19.


kolesterol.png
03/Feb/2023

Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh tubuh, dan juga berasal dari makanan yang terbuat dari daging hewan. Kolesterol membantu tubuh memproduksi vitamin D, sejumlah hormon, dan asam empedu untuk mencerna lemak. Dengan kadar yang sesuai kolesterol ini dibutuhkan oleh tubuh dalam membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi secara normal. Selain untuk pencernaan, kolesterol juga dibutuhkan untuk pembentukan vitamin D dan produksi hormon. Tetapi jika kolesterol di biarkan meninggi dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit. Kolesterol tinggi atau yang biasa disebut hiperkolesterolemia terjadi karena kadar kolesterol yang berada pada aliran darah melampaui kadar normal.

Faktor Kolesterol Tinggi

Ada beberapa faktor tingkat kolesterol menjadi tinggi. Berikut adalah faktor umum hal ini bisa terjadi :

  • Kurang berolah raga
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol terlalu berlebih
  • Diabetes
  • Lupus
  • Penyakit ginjal yang kronis
  • Usia diatas 40 tahun

Gejala Kolesterol Tinggi

Biasanya kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala. Namun, kebanyakan pengidap kolesterol tinggi merasakan gejala saat kolesterol tinggi mengarah pada pembentukan plak di arteri. Plak dapat mempersempit arteri sehingga lebih sedikit darah yang dapat melewatinya. Pembentukan plak mengubah susunan lapisan arteri. Saat hal ini terjadi pengendapan pada dinding arteri karena kadar kolesterol yang berlebihan, hambatan ada aliran darah di jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya bisa terjadi.

Pengobatan Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi bisa diobati dengan gaya hidup yang baik seperti olah raga teratur dan pola makan yang baik. Namun, ketika cara tersebut masih belum membuahkan hasil, biasanya dilakukan pengobatan lebih lanjut. Pengobatan tersebut juga melihat dari beberapa faktor tertentu seperti usia, Kesehatan, dan efek samping dari obat yang dikonsumsi. Berikut adalah pengobatan umum yang bisa dilakukan :

  • Statin

Pilihannya termasuk atorvastatin, fluvastatin, lovastatin, pitavastatin, pravastatin, rosuvastatin dan simvastatin.

  • Inhibitor Penyerapan Kolesterol

Misalnya obat ezetimibe, dapat membantu mengurangi kolesterol darah dengan membatasi penyerapan kolesterol makanan. Ezetimibe dapat digunakan dengan obat statin.

  • Resin Pengikat Asam Empedu. Misalnya obat cholestyramine, colesevelam dan colestipol, dapat menurunkan kolesterol secara tidak langsung dengan mengikat asam empedu.
  • Obat Penghambat PCSK9. Dapat membantu hati menyerap lebih banyak kolesterol LDL. Contoh obatnya adalah alirocumab dan evolocumab.

Untuk pengidap yang memiliki trigliserida tinggi, Dokter dapat meresepkan obat, antara lain :

  • Suplemen Asam Lemak Omega-3. Dapat membantu menurunkan trigliserida. Tersedia dengan resep atau over-the-counter (OTC).
  • Obat-obatan fenofibrate dan gemfibrozil, dapat mengurangi produksi kolesterol very-low-density lipoprotein (VLDL) hati dan mempercepat pembuangan trigliserida dari darah.
  • Dapat membatasi kemampuan hati untuk memproduksi kolesterol LDL dan VLDL.

tumor-otak.png
31/Jan/2023

Tumor otak adalah kondisi dimana sel-sel di dalam atau sekitar otak tumbuh secara abnormal. Sel-sel abnormal itu tumbuh tak wajar dan tidak terkendali. Tetapi, tumor di dalam otak ini tidak selalu berubah menjadi tumor ganas atau kanker. Tingkatan tumor otak terbagi dari tingkat 1 sampai 4. Pengelompokannya berdasarkan perilaku tumor tersebut. Misalnya, dinilai dari kecepatan pertumbuhan dan cara penyebarannya. Untuk tingkat 1 dan 2, tumor otak tergolong jinak, dan tidak berpotensi menjadi ganas. Sementara itu pada tingkat 3 dan 4 berbeda lagi. Di tingkat ini, tumor biasanya berpotensi menjadi kanker.

Gejala Tumor Otak

Gejala tumor otak bisa berbeda-beda pada setiap pengidapnya. Gejala yang dikeluhkan pengidap bisa dipengaruhi oleh berbagai hal. Mulai dari ukuran, lokasi tumor, dan kecepatan pertumbuhannya. Tumor otak mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun jika tumbuh secara perlahan-lahan. Berikut adalah tanda umum yang disebabkan oleh tumor otak :

  • Kesulitan berbicara
  • Pendengaran bermasalah
  • Kejang-kejang
  • Perilaku yang berubah
  • Mual dan muntah tanpa alasan
  • Keseimbangan terganggu
  • Sakit kepala yang semakin parah
  • Gerakan secara bertahap di lengan atau kaki mulai menghilang
  • Tidak dapat mengikuti perintah yang sederhana
  • Lelah dengan sangat cepat

Penyebab Tumor Otak

Tumor otak primer berasal dari jaringan yang dekat dengan tumor. Seperti di selaput penutup otak atau disebut meninges, saraf kranial, kelenjar pituitari, atau kelenjar pineal. Tumor otak primer dimulai ketika sel-sel normal mengembangkan perubahan dalam DNA. Kemudian DNA sel berisi instruksi yang memberi tahu sel apa yang harus dilakukan. Mutasi memberitahu sel-sel untuk tumbuh dan membelah dengan cepat, dan terus hidup ketika sel-sel sehat akan mati. Hasilnya adalah massa sel abnormal yang membentuk tumor.

Jenis-jenis Tumor Otak Primer

Ada beberapa jenis tumor otak primer yang berbeda. Jenis-jenis tersebut berdasarkan jenis sel yang terlibat, yaitu:

  • Glioma

Tumor ini dimulai di otak atau sumsum tulang belakang. Termasuk astrositoma, ependymoma, glioblastoma, oligoastrocytoma, dan oligodendroglioma.

  • Neuroma akustik

Ini adalah tumor jinak yang berkembang pada saraf yang mengontrol keseimbangan dan pendengaran yang mengarah dari telinga bagian dalam ke otak.

  • Kraniofaringioma

Tumor langka ini mulai tumbuh di dekat kelenjar pituitari otak, yang mengeluarkan hormon untuk mengontrol fungsi tubuh.

  • Medulloblastoma

Tumor otak in paling sering terjadi pada anak-anak, meskipun juga dapat terjadi pada usia berapapun. Medulloblastoma dimula di belakang bawah otak dan cenderung menyebar melalui cairan tulang belakang.

  • Meningioma

Ini adalah tumor yang muncul dari selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Kebanyakan meningioma tidak bersifat kanker.

  • Adenoma hipofisis

Merupakan tumor yang berkembang di kelenjar pituitari di dasar otak. Tumor ini dapat mempengaruhi hormon hipofisis yang efeknya dapat keseluruh tubuh.

  • Tumor sel germinal

Tumor ini dapat berkembang selama masa kanak-kanak di mana testis atau ovarium akan terbentuk. Namun, terkadang tumor sel germinal mempengaruhi bagian lain dari tubuh, seperti otak.

Pengobatan Tumor Otak

Untuk pengobatan tumor otak tergantung dari beberapa faktor yaitu Usia pengidap, jumlah tumor, lokasi tumor, Kesehatan pengidap secara keseluruhan, ukuran dan jenis tumor. Terapi radiasi mungkin dapat ditoleransi dengan baik oleh orang dewasa, tapi mungkin tidak pada anak-anak. Terapi radiasi dikhawatirkan berisiko menghambat perkembangan normal otak anak, terutama jika anak berusia di bawah usia lima tahun. Biasanya dokter menggunakan kombinasi terapi yang digunakan untuk mengobati tumor otak. Terapi untuk tumor otak ada beberapa pilihan, antara lain :

  • Radiosurgery

Ini adalah jenis terapi radiasi yang menggunakan sinar radiasi yang sangat terfokus (sinar gamma atau sinar proton) untuk menghancurkan tumor. Namun, perawatan ini tidak memerlukan sayatan.

  • Perawatan paliatif

Ini adalah bentuk perawatan khusus yang bermanfaat untuk mengelola gejala dan meningkatkan kenyamanan.

  • Shunt

Jika tumor menyebabkan tekanan di dalam tengkorak meningkat, pengidap mungkin perlu memiliki shunt (alat seperti pipa tipis) yang ditempatkan dengan cara operasi di otak. Alat tersebut berfungsi mengalirkan kelebihan cairan serebrospinal.

  • Imunoterapi

Perawatan yang juga disebut terapi biologis ini merupakan jenis perawatan yang menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Terapi ini merangsang sistem kekebalan tubuh agar lebih efektif.

  • Kemoterapi

Terapi ini terdiri dari obat antikanker yang membunuh sel-sel kanker di otak dan di seluruh tubuh. Pengidap akan mendapatkan kemoterapi melalui suntikan ke pembuluh darah atau meminumnya sebagai pil. Dokter biasanya merekomendasikan kemoterapi setelah operasi untuk membunuh sel kanker yang tertinggal, atau untuk mencegah pertumbuhan sel tumor yang tersisa.

  • Operasi otak

Ahli bedah saraf dapat mengangkat tumor melalui operasi otak.

  • Obat-obatan seperti manitol dan kortikosteroid

Obat-obatan ini dapat membantu mengurangi tekanan di dalam tengkorak dan pembengkakan di sekitar tumor.

  • Terapi radiasi

Sinar-X dosis tinggi dapat menghancurkan sel tumor otak atau mengecilkan tumor dalam jenis perawatan ini.


anak-musim-hujan.png
30/Jan/2023

Musim penghujan adalah musim di mana penyakit mulai berkeliaran. Di konsisi yang seperti ini sangatlah penting untuk menjaga daya taha tubuh, terutama bagi anak-anak yang daya tahan tubuhnya masih belum terbentuk sempurna. Di musim hujan anak dapat rentan terhadap berbagai jenis penyakit, seperti pilek, batuk, flu, demam, dan diare. Oleh karena itu, sebagai orang tua harus berperan besar dalam menjaga daya tahan tubuh anak untuk bisa melawan penyakit.

Tips Untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak

Untuk membantu para orang tua yang ingin menjaga daya tahan buah hati mereka, berikut adalah tips untuk menjaga daya tahan anak :

  • Mengatur jam tidur mereka

Kurangnya waktu tidur dapat melemahkan daya tahan tubuh anak sehingga mereka akan mudah terkena penyakit. Untuk waktu tidur yang optimal bagi anak dibutuhkan 9 sampai 11 jam per hari. Mulai biasakan untuk anak mulai tidur jam 8 malam untuk mencukupi kebutuhan jam tidur dan membuat tubuh mereka lebih segar di pagi hari.

  • Bersihkan rumah secara rutin

Lingkungan yang bersih adalah kunci dari kesehatan. Maka karena itu, lakukanlah pembersihan secara rutin rumah agar bakteri dan kotoran tidak menempel di seluruh bagian rumah. Pembersihan rutin juga dapat menghindarkan nyamuk yang mengakibatkan demam berdarah.

  • Pola makan yang teratur

Pola makan yang teratur dilakukan untuk menjaga anak agar tidak kekurangan asupan makan. Pola makan yang dibutuhkan anak ada tiga yaitu makan pagi (sarapan), makan siang dan makan malam. Pastikan makan yang disajikan bersih dan memiliki zat-zat yang dibutuhkan anak. Hal ini dilakukan agar anak tidak terkena diare dan maag.

  • Biasakan untuk mencuci tangan

Setelah beraktivitas, biasakan anak untuk mencuci tangan. Hal ini dilakukan agar kotoran dan bakteri yang berada di tangan anak-anak tidak menyebar dan berkembang yang bisa menjadi bakteri penyakit.

  • Penuhi kebutuhan vitamin

Vitamin sangat penting untuk pemerkuat kekebalan tubuh dari penyakit. Pastikan anak mendapatkan asupan vitamin yang dibutuhkan setiap harinya.


hemorrois.png
27/Jan/2023

Wasir adalah pembengkakan atau pembesaran pada pembuluh darah di bagian akhir usus besar dan anus. Wasir dapat diderita oleh berbagai usia, tetapi usia 50 keatas lebih sering terkena wasir. Wasir atau yang juga dikenal dengan ambeien biasanya tidak mengganggu. Namun, wasir juga bisa menimbulkan keluhan berupa rasa tidak nyaman, gatal, serta pendarahan dari anus. Wasir memiliki dua jenis yaitu wasir internal dan wasir eksternal. Pada wasir internal, pembuluh darah yang membengkak tidak terlihat dari luar. Sedangkan pada wasir eksternal, pembengkakan pembuluh darah tampak dari luar dan terasa lebih nyeri.

 

Gejala Wasir

Wasir secara umum sering ditandai dengan benjolan pada bagian luar anus. Selani benjolan tersebut, diikuti oleh gajala lainnya antara lain :

  • Rasa gatal di area anus
  • Rasa sakit di area anus
  • Pendarahan di area anus
  • Keluar lendir setelah BAB

Cara Mengobati Wasir

Wasir jika dibiarkan bisa menjadi berbahaya. Maka dari itu wasir harus segera ditangani. Berikut adalah cara menangani wasir :

  • Menggunakan salep untuk wasir
  • Konsumsi makanan yang memiliki serat
  • Meminum obat pelancar BAB
  • Operasi pengangkatan wasir

hernia.png
27/Jan/2023

Hernia adalah kondisi kesehatan yang terjadi saat lemak, jaringan, atau bagian dari organ tubuh mendorong melalui titik lemak atau lubang di otot perut atau jaringan ikat. Secara umum hernia adalah penyakit yang tidak terlalu berbahaya, namun hernia ini bisa berkembang dan menjadi penyakit yang membahayakan nyawa. Umumnya hernia yang menyerang orang dewasa paling sering terjadi di selangkangan atau perut. Saat seseorang mengidap hernia, ia mungkin melihat atau merasakan adanya tonjolan salah satu anggota tubuhnya. Pengidap mungkin juga mengalami rasa sakit yang memburuk selama aktivitas tertentu, misalnya ketika mengangkat benda atau berdiri dengan waktu yang lama.  Kebanyakan kondisi ini bersifat eksternal, artinya, jaringan mendorong melalui dinding perut ke arah luar tubuh. Hal tersebut sering menyebabkan tonjolan yang bisa terlihat. Namun hernia juga bisa terjadi secara internal, yang berarti tetap berada di dalam tubuh (di dalam perut).

 

Penyebab Hernia

Hernia terjadi karena adanya penuaan, melemahnya otot, dan ketegangan yang terjadi pada perut terus menerus. Ketegangan pada perut ini terjadi karena ada beberapa faktor antara lain :

  • Aktifitas fisik
  • Obesitas
  • Sembelit
  • Sering batuk
  • Angkat berat

Pada pria, hernia disebabkan oleh permasalahan di tempat turunnya testis sebelum atau setelah lahir. Saat otot-otot pada saluran ini tidak menutup secara normal, area tersebut bisa melemah dan menyebabkan kondisi ini terjadi.

Untuk wanita, hernia disebabkan selama kehamilan, saat tali pusar melewati lubang di otot perut bayi. Pembukaan biasanya menutup segera setelah bayi lahir. Jika otot tidak sepenuhnya menyatu di tengah dinding perut, hernia dapat terjadi saat lahir atau di hari berikutnya.

Jenis-jenis hernia

Hernia di bedakan jenisnya berdasarkan letak munculnya. Jenis-jenisnya antara lain :

Hernia Inguinalis

Hernia Inguinalis terjadi saat ada sebagian usus atau jaringan lemak di rongga perut yang mencuat ke selangkangan. Ini merupakan jenis yang paling sering terjadi dan pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.

Hernia Femoralis

Hernia Femoralis terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus yang mencuat ke bagian atas paha bagian dalam. Risiko wanita untuk terkena penyakit ini lebih tinggi daripada pria.

Hernia Umbilikus

Hernia Umbilikus terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus mendorong dan menonjol di dinding abdomen, dekat pusar. Jenis hernia ini bisa dialami oleh bayi akibat lubang besar tali pusat yang tidak tertutup dengan sempurna setelah bayi lahir. Sedangkan pada orang dewasa, pemicunya adalah adanya tekanan berlebihan pada abdomen.

Hernia Insisi

Hernia Insisi terjadi saat ada jaringan yang mencuat lewat luka operasi yang belum sembuh pada abdomen. Jenis ini termasuk salah satu risiko komplikasi pada operasi bagian perut.

Hernia Hiatus

Hernia Hiatus terjadi saat ada bagian lambung yang masuk lewat celah pada diafragma dan mencuat ke rongga dada. Meski terkadang tanpa gejala, nyeri ulu hati merupakan indikasi yang mungkin terjadi jika mengalami jenis ini.

Hernia Spigelian

Hernia Spigelian terjadi saat ada sebagian usus mendorong jaringan ikat perut dan menonjol di dinding perut depan kiri atau kanan bawah pusar.

Hernia Diafragma

Hernia Diafragma terjadi saat ada organ perut yang berpindah ke rongga dada melalui celah pada diafragma. Sama seperti Hernia Umbilikus, jenis ini juga bisa dialami oleh bayi akibat pembentukan diafragma yang kurang sempurna.

Hernia Epigastrik

Hernia Epigastrik terjadi saat ada jaringan lemak yang mencuat keluar dan menonjol pada dinding abdomen, di antara pusar dan tulang dada bagian bawah.

Hernia Otot

Hernia Otot terjadi saat ada sebagian otot yang mencuat pada abdomen. Jenis ini juga dapat terjadi pada otot kaki akibat cedera berolahraga.


kanker-lidah.png
26/Jan/2023

Kanker lidah adalah penyakit kanker yang tumbuh dan menyerang di jaringan lidah. Kanker lidah dapat ditandai dengan sariawan, bercak-bercak berwarna merah atau putih di lidah, dan sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh. Kanker lidah berkembang dari jaringan pada lidah yang mengalami kelainan dan tumbuh dengan tidak normal. Kelainan ini bisa terjadi di ujung lidah atau di pangkal lidah.

Penyebab Kanker  Lidah

Kanker lidah terjadi dikarenakan perubahan genetik pada sel-sel di jaringan lidah. Perubahan genetik ini menyebabkan sel pada jaringan di lidah tersebut tumbuh dengan tidak normal dan tidak terkendali sehingga menjadi sel kanker. Penyebab perubahan genetik ini sendiri belum diketahui secara pasti. Namun, laki-laki berusia kisaran 50 tahun yang anggota keluarganya memiliki riwayat menderita kanker lidah lebih berisiko menderita penyakit lidah ini. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan terjadinya kanker lidah:

  • Merokok
  • Mengkonsumsi minuman berkalkohol
  • Kesehatan rongga mulut yang tidak terjaga
  • Pola makan yang kurang sehat
  • HPV

 

Gejala kanker lidah

Selain gejala utama yang muncul seperti sariawan, bercak berwarna merah atau putih, dan sakit tenggorokan yang berlasung cukup lama, berikut adalah gejala lainnya yang bisa menjadi indikasi kanker lidah antara lain :

  • Perubahan pada suara
  • Rahang sulit digerakan
  • Rasa kebas pada mulut yang berlangsung lama

kanker-paru.png
26/Jan/2023

Kanker paru-paru adalah kanker yang terbentuk di paru-paru. Kanker ini merupakan salah satu kanker yang umum terjadi di Indonesia. Kanker paru-paru merupakan penyebab pertama kematian akibat kanker pada pria dan penyebab kedua kematian akibat kanker pada Wanita. Kanker paru-paru berawal dari bronki, atau saluran udara besar yang masuk ke paru-paru. Kanker paru tidak hanya terjadi di paru-paru tetapi juga di rongga mediastinum yaitu rongga di antara kedua paru kanan kiri.

Penyebab kanker paru-paru

Kanker paru-paru paling sering terjadi akibat terlalu banyak merokok. Namun orang yang tidak merokok juga dapat menderita kanker paru-paru, terutama jika sering menghirup udara kotor, tinggal di lingkungan yang tercemar, atau memiliki keluarga yang menderita kanker paru-paru.

Gejala kanker paru-paru

Kanker paru-paru memang sering tidak menunjukkan gejala awal. Itulah mengapa banyak orang tidak terdiagnosis sampai penyakitnya sudah memasuki stadium selanjutnya. Tetapi, ada juga beberapa tanda awal kanker paru yang bisa terjadi, antara lain:

  • Batuk yang tidak membaik
  • Pernafasan yang sering berubah
  • Rasa nyeri di bagian dada, bahu, atau punggung
  • Suara menjadi serak
  • Berat badan menurun derastis
  • Cepat Lelah

rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?