INFO UNTUK ANDA

ARTIKEL2.jpg
17/Apr/2025

Pasti ada diantara Sobat eRSIy yang pernah mendengar rumor tentang pencabutan gigi yang menyebabkan terjadinya kebutaan. Akibatnya, masyarakat menjadi takut apabila akan mencabut giginya. Namun, apakah rumor tersebut benar adanya? 

Kondisi-kondisi yang Membutuhkan Tindakan Pencabutan Gigi

Pencabutan gigi merupakan salah satu tindakan yang paling banyak dilakukan oleh dokter gigi. Biasanya pencabutan dilakukan karena kondisi gigi berlubang yang sudah tidak dapat ditambal atau dipertahankan lagi, sehingga apabila tidak dilakukan pencabutan bisa membahayakan kesehatan jaringan di sekitarnya dan membahayakan kesehatan tubuh. 

 

Selain itu, berikut ini beberapa kondisi yang membutuhkan tindakan pencabutan gigi seperti 

 

  • Perawatan kawat gigi untuk memenuhi kebutuhan ruang
  • Gigi yang berada di garis fraktur atau patahan tulang rahang, agar tidak menghambat penyembuhan atau menyebabkan infeksi
  • Gigi yang mengalami overeruption (kelainan posisi)
  • Gigi yang patah atau retak
  • Penyakit periodental
  • Gigi yang mengalami gangguan pertumbuhan, seperti yang biasa terjadi pada geraham bungsu
  • Gigi supernumerary (gigi dengan jumlah yang berlebih)

Rumor di masyarakat yang menyebut bahwa cabut gigi, terutama gigi atas, bisa menyebabkan kebutaan adalah mitos belaka. Ini karena gigi dan mata tidak berhubungan secara langsung dengan cabang saraf yang berbeda. 

Saraf mata adalah saraf Optalmikus, sedangkan saraf gigi rahang atas adalah saraf Maksilaris dan saraf gigi rahang bawah adalah saraf Mandibularis. Saraf mata dan gigi keluar dari otak dalam keadaan terpisah juga melewati jalur yang berbeda. Sehingga, tindakan pencabutan gigi tidak akan terkait langsung dengan komplikasi yang melibatkan organ mata.

 

Pencabutan gigi yang dilakukan sesuai prosedur tidak akan menimbulkan efek negatif pada pasien asalkan pasien menginformasikan kepada dokter terkait riwayat penyakitnya seperti diabetes, hipertensi, ataupun penyakit jantung yang mungkin akan berpengaruh pada tindakan pencabutan yang berguna untuk mempersiapkan kondisi tubuh yang prima pada saat pencabutan gigi pasien. 

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-5.jpg
12/Apr/2025

Stroke adalah gangguan aliran darah ke otak akibat pembekuan darah (iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (hemoragik). Stroke dapat menyebabkan kematian sel otak dalam hitungan menit.

Bagian tubuh yang dikontrol oleh bagian otak yang rusak akan kehilangan kemampuan untuk berfungsi. Stroke biasanya terjadi pada orang di atas 60 tahun, tetapi stroke juga dapat terjadi pada usia muda. 

Penyebab Stroke di Usia Muda : 

  • Gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan minum alkohol
  • Tidak berolahraga
  • Konsumsi makanan instan terlalu sering
  • Konsumsi gorengan atau junk food berlebihan
  • Memiliki riwayat penyakit degeneratif, seperti diabetes, hipertensi, obesitas
  • Stres berat 

Namun, WHO menyatakan bahwa gejala klinis penyakit stroke dapat berkembang cepat, memberat, dan bertahan selama lebih dari satu hari. 

Stroke dapat menyebabkan kerusakan otak, kecacatan, atau bahkan kematian jika tidak ditangani segera.

 

Banyak mitos yang beredar tentang stroke, salah satunya adalah bahwa stroke hanya menyerang usia lanjut. Namun, stroke dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal usia. Maka, sobat eRSIy juga harus waspada ketika terdapat gejala sebagai berikut, yaitu : 

Gejala Stroke: 

  1. Wajah melemah satu sisi, tidak dapat tersenyum, dan mata terkulai
  2. Lengan melemah dan mati rasa
  3. Cara bicara tidak jelas atau kacau dan sulit memahami apa yang orang lain katakan
  4. Sulit berjalan karena kehilangan keseimbangan 
  5. Sakit kepala secara tiba-tiba

Namun, Sobat eRSIy tidak perlu khawatir, Stroke di usia muda dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti :

  • Mengonsumsi makanan sehat, seperti buah dan sayuran segar, serta makanan rendah lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol 
  • Membatasi konsumsi gula dan garam
  • Berolahraga secara teratur, seperti aerobik minimal 3 kali seminggu 
  • Menjaga kualitas dan waktu tidur, yaitu antara 7−8 jam sehari 
  • Menghindari asap rokok dan vape 
  • Mengelola stres 
  • Cek kesehatan secara rutin

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-4.jpg
10/Apr/2025

Human Metapneumo Virus (HMPV)

Human Metapneumovirus (HMPV) adalah virus RNA yang menyebabkan infeksi pernapasan pada manusia. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001 di Belanda.

 

Gejala Infeksi HMPV

  1. Batuk
  2. Pilek
  3. Demam
  4. Sakit tenggorokan
  5. Kesulitan bernapas (pada kasus yang parah)
  6. Bronkiolitis (peradangan saluran udara kecil)
  7. Pneumonia

 

Kelompok Rentan

  1. Anak-anak di bawah 5 tahun
  2. Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas
  3. Pasien dengan sistem imun lemah
  4. Pasien dengan penyakit pernapasan kronis

 

Cara Penularan

  1. Kontak langsung dengan penderita
  2. Udara (droplet)
  3. Sentuhan dengan permukaan terkontaminasi

 

Pencegahan

  1. Mencuci tangan secara teratur
  2. Menggunakan masker
  3. Menghindari kerumunan
  4. Vaksinasi (belum tersedia secara luas)
  5. Menggunakan disinfektan

 

Pengobatan

  1. Istirahat
  2. Hidrasi
  3. Obat antivirus (untuk kasus berat)
  4. Oksigenasi
  5. Perawatan suportif

 

Situasi Terkini

  1. Peningkatan Kasus: China melaporkan peningkatan kasus HMPV, terutama di kalangan anak-anak dan warga emas (lansia)¹.
  2. Pengawasan: Negara-negara seperti Hong Kong dan Jepang memperketat pemantauan dan mengambil langkah pencegahan ¹.
  3. Tidak Ada Vaksin: Belum ada vaksin untuk HMPV, sehingga pencegahan dan pengobatan fokus pada gejala.

 

Sumber

  1. WHO (World Health Organization)
  2. CDC (Centers for Disease Control and Prevention)
  3. Kementerian Kesehatan RI

 

Berikut beberapa penelitian dan informasi terbaru tentang Human Metapneumovirus (HMPV) pada tahun 2025:

 

# Penyebaran HMPV

– HMPV sedang merebak di China, terutama di wilayah utara, dengan peningkatan kasus yang signifikan.

– Virus ini menyebar dengan cepat melalui droplet yang dihasilkan saat seseorang batuk atau bersin, serta melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi 

 

# Gejala dan Komplikasi

– Gejala HMPV bervariasi, mulai dari ringan seperti batuk dan pilek, hingga lebih serius seperti pneumonia dan kegagalan pernapasan 

– Komplikasi berat seperti bronkiolitis dan pneumonia dapat memicu sesak napas, demam tinggi, dan mengi yang mengganggu aktivitas sehari-hari

 

# Pencegahan

– Tidak ada vaksin untuk HMPV, sehingga pencegahan menjadi kunci utama 

– Langkah-langkah pencegahan meliputi mencuci tangan secara teratur, menggunakan masker di tempat umum, dan membersihkan permukaan yang sering disentuh 

 

# Pengobatan

– Pengobatan antivirus spesifik untuk HMPV belum tersedia 

– Penanganan utama berfokus pada meredakan gejala dengan obat pereda nyeri dan demam seperti paracetamol atau ibuprofen

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-9.jpg
21/Mar/2025

Pemberian makanan tambahan pendamping ASI dimulai ketika usia bayi menginjak 6 bulan menurut WHO (World Health Organization), makanan pendamping ASI (MPASI) yang diberikan kepada bayi juga  harus mengandung proporsi karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin dan mineral.

Hal ini penting untuk bayi yang sedang mengalami masa pertumbuhan mereka. Pengolahan dan penyajian makanan harus dilakukan secara higienis. Berikut adalah contoh variasi bahan makanan di sekitar kita yang bisa diolah menjadi MPASI bernutrisi:

  • Nasi, ubi, singkong, kentang, dan gandum sebagai sumber karbohidrat.
  • Sumber protein hewani, seperti telur, ayam, hati ayam, ceker, daging sapi, ikan mas, ikan kembung, kerapu, dan udang, serta susu dan produk turunannya, seperti yogurt dan keju.
  • Sumber protein nabati terdapat dalam kacang-kacangan, seperti kacang polong, buncis, kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, dan olahan kedelai, seperti tahu dan tempe.
  • Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral, terutama vitamin A, vitamin C, zat besi, dan fosfor. Jenis sayuran yang bisa diolah menjadi makanan pendamping ASI misalnya bayam, kangkung, labu siam, labu kuning, wortel, brokoli, buncis, dan tomat.
  • Buah-buahan merupakan sumber vitamin A, B, B1, B6, mineral, dan serat. Utamakan memberi buah yang lunak atau berair seperti pisang, alpukat, papaya, manga, jeruk, melon, semangka.
  • Asam lemak, seperti dalam minyak zaitun, minyak kelapa, lemak sapi, dan brutu ayam juga dibutuhkan oleh bayi untuk menambah kalori dan mendukung perkembangan otak, saraf, menyerap vitamin, serta produksi hormon.

Tips MPASI agar bayi selalu lahap : 

  1. Sobat eRSIy bisa berkreasi dengan cara mengukus, merebus, atau menumis dengan tambahan bumbu aromatik, seperti bawang merah, bawang putih, serai, dan daun salam.
  2. Hindari menambahkan garam dan gula pada makanan bayi.
  3. Berikan makanan pendamping ASI 2-3  kali sehari, bersama dengan 1–2 kali makanan selingan. Porsinya dimulai dengan 3 sendok makan dan kemudian naik perlahan hingga 125 ml. 
  4. Sobat eRSIy dapat mulai menaikkan tekstur MPASI menjadi cincang halus hanya setelah Si Kecil berusia 9 bulan. Jika Si Kecil sudah terbiasa, teksturnya dapat dinaikkan menjadi cincang kasar. Perubahan tekstur dan porsi makan yang dilakukan secara bertahap akan membuat Si Kecil lebih mudah menyesuaikan diri dengan makanan keluarga di usia satu tahun.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-15-1.png
17/Mar/2025

Menjadi ibu merupakan anugerah terindah bagi setiap wanita yang telah berkeluarga. Tentunya semua orang tua berharap keturunannya lahir dengan sehat dan sempurna, oleh sebab itu, ibu hamil harus selalu memperhatikan apa yang dikonsumsi selama kehamilan. 

 

Saat hamil, penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin. Ini karena semua makanan yang dikonsumsi ibu hamil akan mempengaruhi janin dalam kandungannya. Ada makanan yang baik untuk pertumbuhan, tetapi ada pula yang membahayakan kesehatan janin, kira-kira apa saja ya makanan yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil? 

 

Susu atau keju yang belum dipasteurisasi 

Pasteurisasi adalah proses pemanasan yang membunuh bakteri dalam makanan atau minuman tanpa merusak nutrisinya. Oleh karena itu, sebaiknya Bumil tidak mengonsumsi susu yang belum dipasteurisasi karena bisa mengandung bakteri yang membahayakan kesehatan janin.

 

Makanan laut yang mengandung merkuri tinggi, seperti : 

Tenggiri, hiu, tuna, kerang, todak, dan swordfish adalah beberapa jenis ikan laut yang mengandung merkuri tinggi. Ibu hamil dapat mengalami masalah saraf, ginjal, dan sistem kekebalan tubuh jika terlalu banyak mengonsumsi makanan laut yang bermerkuri.

  • Ikan mentah atau yang dimasak kurang matang

  • Daging mentah atau kurang matang

  • Buah dan sayuran yang tidak dicuci

  • Jeroan

  • Telur mentah : Bakteri ini dapat menimbulkan infeksi yang membuat ibu hamil muntah-muntah, demam, diare, dan kram perut. Dalam beberapa kasus, kram perut akibat infeksi ini bahkan bisa menyebabkan kelahiran prematur.

  • Kafein : Selama hamil, konsumsi kafein dalam sehari sebaiknya tidak lebih dari 200 mg atau sekitar 2–3 gelas kopi, terutama pada trimester pertama kehamilan.

  • Alkohol

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-14.png
13/Mar/2025

Penyakit jantung merujuk pada sejumlah kondisi yang berdampak pada fungsi normal jantung. Beberapa jenis penyakit jantung meliputi penyakit jantung koroner, gagal jantung, aritmia, dan penyakit jantung bawaan. Kondisi-kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah dengan baik, mengakibatkan gangguan sirkulasi darah, dan berpotensi menjadi ancaman serius bagi kesehatan seseorang.

 

Penyebab penyakit jantung ?

Penyebab penyakit jantung dapat bervariasi tergantung pada jenisnya. Beberapa faktor risiko umum yang dapat berkontribusi terhadap penyakit jantung meliputi:

  • Kolesterol Tinggi: Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan penyakit jantung koroner.
  • Tekanan Darah Tinggi: Tekanan darah tinggi yang tidak terkelola dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung dan menyebabkan komplikasi seperti gagal jantung.
  • Merokok: Kebiasaan merokok dan paparan asap rokok dari orang lain dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner.
  • Diabetes: Diabetes yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah dan mengakibatkan kerusakan pada jantung.
  • Obesitas: Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan gagal jantung.
  • Kurang Aktivitas Fisik: Gaya hidup yang tidak aktif dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung.
  • Riwayat Keluarga: Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi serupa.
  • Stres: Stres yang berkepanjangan dapat berdampak pada kesehatan jantung.

 

Gejala Penyakit Jantung ?

Gejala penyakit jantung dapat bervariasi tergantung pada jenis penyakit yang dialami oleh individu. Beberapa gejala umum yang mungkin muncul antara lain:

  • Nyeri atau ketidaknyamanan di area dada (angina).
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas.
  • Kelelahan yang berlebihan.
  • Pusing atau kehilangan kesadaran.
  • Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau bagian tubuh lainnya.
  • Detak jantung yang tidak teratur atau berdebar-debar.
  • Nyeri atau ketidaknyamanan di bagian atas perut, punggung, atau lengan.

 

Apa saja pantangan makanan untuk penderita penyakit jantung yang wajib dihindari?

Makanan tinggi lemak dan kolesterol

Daging Olahan

Membatasi asupan garam

Makanan tinggi gula

Makanan Fast Food

 

Bagaimana cara penyegahannya ?

Pencegahan penyakit jantung sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah penyakit jantung meliputi:

  • Mengadopsi Gaya Hidup Sehat: Mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, berhenti merokok, dan mengelola stres dengan baik.
  • Memantau Tekanan Darah dan Kolesterol: Secara rutin memeriksa tekanan darah dan kadar kolesterol serta mengambil langkah-langkah untuk memastikan keduanya tetap dalam batas normal.
  • Menjaga Berat Badan yang Sehat: Memelihara berat badan ideal dengan menjaga keseimbangan antara asupan kalori dan aktivitas fisik.
  • Menghindari Konsumsi Alkohol Berlebihan: Mengurangi konsumsi alkohol yang berlebihan, karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Menjaga Kesehatan Mental: Mengelola stres dan menjaga kesehatan mental secara keseluruhan dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

 

Komplikasi 

Penyakit jantung dapat mengakibatkan komplikasi serius, antara lain:

  • Gagal Jantung: Suatu kondisi di mana fungsi jantung terganggu, sehingga kemampuan jantung untuk memompa darah dengan efektif menurun.
  • Serangan Jantung: Terjadi ketika aliran darah ke jantung terhenti atau terganggu, yang dapat merusak otot jantung.
  • Aritmia: Gangguan pada irama jantung yang dapat menyebabkan detak jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.
  • Stroke: Penyakit jantung yang tidak terkelola dengan baik dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-13.png
11/Mar/2025

Kesehatan yang optimal ditandai dengan berfungsinya sistem tubuh dengan baik. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap orang untuk mengenali dan mendeteksi berbagai masalah yang mungkin muncul dalam tubuh, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan segera dan mencegah perkembangan penyakit yang lebih serius.

Salah satu kondisi yang dapat mengganggu fungsi tubuh adalah penyakit ginjal kronis. Ginjal memiliki peran yang sangat penting dalam tubuh, seperti menyaring darah dan mengatur keseimbangan cairan. Apabila fungsi ginjal terganggu, hal ini dapat mengancam kesehatan individu.

Batu ginjal terbentuk akibat penumpukan limbah dalam darah yang mengkristal di ginjal. Ada empat jenis batu ginjal yang dikategorikan berdasarkan bahan penyusunnya, yaitu kalsium, asam urat, struvit, dan sistin.

Gejala batu ginjal pada wanita biasanya muncul ketika batu tersebut terjebak di saluran ureter yang sempit, yang mengakibatkan nyeri hebat secara tiba-tiba. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut kolik ginjal.

 

Gejala Batu Ginjal Seperti apa?

  1. Gejala yang paling sering terjadi adalah nyeri tajam dan kram yang dirasakan di punggung dan pinggang, yang dapat menjalar ke perut bagian bawah atau pangkal paha. Nyeri ini muncul secara tiba-tiba dan bersifat hilang timbul.
  2. Penderita mungkin juga merasakan dorongan kuat untuk buang air kecil, yang sering disertai dengan rasa nyeri atau sensasi panas saat buang air kecil. 
  3. Urine bisa berwarna gelap atau kemerahan karena adanya darah.
  4. Pada pria, nyeri juga dapat dirasakan di ujung penis. 
  5. Gejala lain yang mungkin muncul termasuk mual dan muntah.

 

Penyebab terjadinya batu ginjal ?

  1. Obesitas.
  2. Kurangnya konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup.
  3. Produksi urin yang rendah, yang bisa disebabkan oleh dehidrasi atau kurangnya asupan cairan.
  4. Sering mengonsumsi makanan yang tinggi protein.
  5. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam, yang dapat meningkatkan risiko pembentukan batu kalsium.
  6. Kondisi diare kronis atau masalah pada usus.
  7. Riwayat keluarga, seperti saudara atau orang tua yang memiliki penyakit batu ginjal, dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami batu ginjal.
  8. Kondisi medis lain, seperti kelainan pada kelenjar paratiroid, yang berperan dalam mengatur metabolisme kalsium dan dapat menyebabkan kadar kalsium yang tinggi dalam darah dan urin.

 

Bagaimana Cara Mencegah Batu Ginjal ?

  1. Lakukan kebiasaan minum secara teratur sepanjang hari.
  2. Minumlah air putih dalam jumlah yang cukup, sekitar 2,5–3 liter setiap hari.
  3. Pilihlah minuman dengan pH netral, seperti air putih atau susu.
  4. Terapkan pola makan yang seimbang dan bervariasi.
  5. Tingkatkan konsumsi sayuran, serat, dan buah-buahan.
  6. Hindari mengonsumsi suplemen dan vitamin secara berlebihan; sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika perlu mengonsumsi suplemen kalsium atau vitamin.
  7. Batasi asupan garam, tidak lebih dari 3 hingga 5 gram per hari.
  8. Kurangi asupan makanan yang dapat meningkatkan kadar asam urat.
  9. jaga berat badan tetap ideal (Indeks Massa Tubuh antara 18-25 kg/m²).
  10. Hindari konsumsi protein hewani yang berlebihan.
  11. Pastikan asupan kalsium yang memadai, yaitu 1000-1200 mg per hari.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-11.png
08/Mar/2025

Banyak orang yang sedang sakit tetap ingin berpuasa pada bulan Ramadan meski kondisi yang dideritanya tergolong kronis, Salah satunya adalah para pengidap penyakit jantung. Pengidap penyakit jantung memang mempunyai kondisi yang tidak memungkinkan mereka untuk menjalani ibadah puasa.

Ketika jantung mengalami gangguan, seperti masalah pada pembuluh darah, irama jantung, katup jantung, atau gangguan jantung bawaan, kondisi ini dikenal sebagai penyakit jantung. Bagi para pengidap penyakit ini, apakah mereka masih diperbolehkan untuk menjalani ibadah puasa.

Individu yang menderita penyakit jantung diperbolehkan untuk berpuasa selama bulan Ramadan, namun keputusan ini sangat tergantung pada kondisi fisik masing-masing. Setiap orang dapat memberikan respons yang berbeda terhadap puasa. Jika Anda memiliki jantung yang lemah atau merasa tidak sehat saat berpuasa, disarankan untuk mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan ibadah puasa.

 

Manfaat puasa bagi penderita penyakit jantung

Puasa dapat memberikan keuntungan bagi penderita penyakit jantung. Penelitian menunjukkan bahwa puasa mampu meningkatkan kadar kolesterol baik hingga 30–40% pada beberapa pasien. Selain itu, puasa juga berperan dalam mengendalikan kadar lemak secara keseluruhan, sehingga dapat mengurangi risiko komplikasi penyakit jantung. 

Dampak positif ini mungkin disebabkan oleh perubahan pola makan yang diterapkan oleh pasien selama bulan Ramadan, yang memungkinkan mereka untuk lebih efektif dalam mengatur asupan, porsi, dan jadwal makan harian mereka.

 

Risiko puasa bagi penderita peenyakit jantung

Walaupun puasa memiliki manfaat bagi kesehatan jantung, kurangnya asupan makanan dan minuman selama Puasa dapat meningkatkan risiko ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh, seperti natrium, kalium, dan magnesium. Elektrolit memainkan peran penting dalam kontraksi jantung, dan ketidakseimbangan elektrolit dapat menyebabkan aritmia, yaitu kondisi di mana detak jantung tidak teratur. 

Oleh karena itu, penderita penyakit jantung harus berhati-hati saat menjalani puasa. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai ibadah puasa.

 

Langkah-langkah Menjalani Ibadah Puasa Bagi Pengidap Penyakit Jantung

Meskipun kondisi kesehatan mungkin tidak mendukung untuk berpuasa, para pengidap penyakit jantung masih bisa menjalani ibadah ini dengan baik. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa diikuti:

  • Bagi mereka yang menderita penyakit serius seperti penyakit jantung, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai obat-obatan yang perlu dikonsumsi saat sahur dan berbuka. Ini penting karena puasa akan mengubah jadwal makan dan minum, termasuk waktu untuk mengonsumsi obat-obatan bagi pengidap penyakit jantung.
  • Bagi pengidap penyakit jantung, sangat penting untuk banyak minum air putih, karena hal ini dapat membantu meringankan beban kerja jantung. Dengan cukup mengonsumsi air, tubuh akan lebih mudah melarutkan garam dalam darah. Kadar garam yang tinggi dapat membuat darah menjadi lebih kental dan mengurangi volume darah secara keseluruhan. Ketika volume darah berkurang, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengimbangi kekurangan tersebut.
  • Pastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. Pengidap penyakit jantung sebaiknya menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh saat sahur dan berbuka, seperti makanan yang digoreng, daging berlemak, sosis, makanan yang diasinkan, dan junk food. Sebagai alternatif, mereka akan lebih aman jika mengonsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian saat berpuasa, karena makanan ini kaya akan serat dan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Selain itu, pengidap penyakit jantung juga dapat mengonsumsi, seperti : 

ikan

daging tanpa lemak

beras merah

 

oatmeal

 

ubi jalar 

untuk memenuhi kebutuhan protein dan karbohidrat. Makanan-makanan ini dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Jangan lupa untuk membatasi asupan garam dalam makanan.

Selain memperhatikan pola makan, sisihkan waktu untuk melakukan olahraga ringan yang tidak membebani jantung, selama kondisi tubuh Anda memungkinkan. Penting untuk selalu memantau aktivitas yang dilakukan, karena hal ini dapat membantu mencegah kontraksi pembuluh darah yang berisiko menyebabkan pembekuan darah. Oleh karena itu, selain rutin berolahraga ringan, pastikan juga untuk cukup beristirahat agar puasa Anda dapat berjalan dengan baik.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-12-1.png
08/Mar/2025

Saat bulan Ramadhan tiba, umat Muslim diharuskan untuk berpuasa dari makan dan minum sepanjang hari. Namun, puasa yang dilakukan sepanjang hari dapat mengakibatkan kehilangan cairan tubuh yang signifikan, sehingga berisiko menyebabkan dehidrasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh selama bulan Ramadhan.

Cairan dalam tubuh manusia memiliki peranan yang sangat vital, mengingat sekitar 70 persen dari tubuh kita terdiri dari air. Oleh karena itu, seseorang yang mengalami kekurangan cairan dapat menghadapi berbagai masalah kesehatan. Untuk itu, penting untuk memahami cara memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa agar terhindar dari dehidrasi.

 

Cara untuk memenuhi cairan tubuh saat puasa

Saat berpuasa, tidak ada makanan atau minuman yang diizinkan untuk dikonsumsi. Tubuh akan menggunakan cadangan karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi setelah semua kalori dari makanan habis. Namun, tubuh tidak dapat menyimpan atau menghemat air yang hilang melalui urin, pernapasan, dan keringat.

Salah satu risiko yang dapat timbul akibat kurangnya cairan saat berpuasa adalah dehidrasi. Namun, hal ini umumnya dipengaruhi oleh faktor cuaca dan lama waktu puasa yang dilakukan. Kekurangan cairan dapat menimbulkan masalah seperti sakit kepala, kelelahan, dan kesulitan berkonsentrasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui cara memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama puasa. Berikut ini beberapa metode yang bisa diterapkan:

  • Memenuhi kebutuhan cairan harian tubuh.

farafarse kalimat berikut Cara pertama yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh saat berpuasa adalah dengan memastikan bahwa kebutuhan harian tetap terpenuhi. Salah satu metode yang paling efektif adalah dengan banyak mengonsumsi cairan saat sahur dan berbuka puasa. Disarankan agar setiap orang dewasa mengonsumsi sekitar 2 liter air setiap harinya untuk mencegah dehidrasi.

  • Meperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan.

Dengan meningkatkan asupan sayuran dan buah-buahan, kamu dapat memastikan bahwa ini merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Dengan menerapkan kebiasaan baik ini, diharapkan tubuh dapat terhindar dari dehidrasi, karena sayur dan buah kaya akan cairan serta nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk lebih sering mengadopsi kebiasaan positif ini.

Itulah beberapa langkah yang bisa diambil untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama puasa. Dengan melaksanakan langkah-langkah tersebut, diharapkan kondisi tubuh tetap terjaga saat beraktivitas dan terhindar dari dehidrasi, sehingga produktivitas dalam menjalani aktivitas sehari-hari tetap terjaga.

  • Mengonsumsi sup saat berbuka puasa.

Sup adalah salah satu jenis makanan yang disarankan untuk dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan cairan tubuh saat berpuasa. Selain memiliki rasa yang enak, sup juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan. Mengonsumsi sup saat berbuka puasa, bersama dengan minum air putih, dapat membantu menjaga tubuh agar tidak mengalami dehidrasi.

Makanan ini juga memberikan kehangatan pada perut, yang dapat mencegah kembung atau ketidaknyamanan lainnya. Selain itu, cara ini dipercaya dapat membantu menjaga berat badan tetap stabil selama bulan puasa. Hal ini sangat penting karena ketidakteraturan dalam pola makan selama bulan puasa dapat menyebabkan seseorang mengalami penurunan atau peningkatan berat badan.

 

Strategi Memenuhi Cairan Tubuh Selama Puasa

Untuk memastikan kecukupan cairan saat berpuasa, kamu dapat menerapkan pola    2-4-2, yang terdiri dari:

  • 2 Gelas Air Putih saat Berbuka 

Minum air putih saat berbuka puasa sangat penting untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang setelah seharian beraktivitas. Biasakan untuk memulai berbuka dengan air putih sebelum melanjutkan dengan makanan lainnya. Pastikan untuk mengonsumsi setidaknya dua gelas air putih saat berbuka, yaitu satu gelas saat adzan Maghrib dan satu gelas menjelang adzan Isya.

  • 4 Gelas Air Putih saat Makan Malam

Disarankan untuk mengonsumsi air putih secara teratur di malam hari hingga menjelang tidur. Minumlah empat gelas air putih pada malam hari, dengan dua gelas saat makan dan dua gelas menjelang tidur. Mengonsumsi air putih sebelum dan sesudah makan dapat membantu memperlancar proses pencernaan.

  • 2 Gelas Air Putih saat Sahur

Sahur sangat penting untuk memberikan energi bagi tubuh selama puasa. Saat sahur, pastikan untuk minum setidaknya dua gelas air putih, yang bisa dibagi menjadi satu gelas saat bangun tidur dan satu gelas setelah makan sahur.

Dengan memenuhi kebutuhan cairan selama berpuasa, diharapkan tubuh dapat terhindar dari dehidrasi, sehingga kita dapat menjalankan puasa dengan sehat dan bersemangat.

puasa juga tidak menjadi alasan untuk mengabaikan gaya hidup sehat. Oleh karena itu, tetaplah menerapkan pola hidup sehat dengan memilih menu buka puasa yang bergizi seimbang dan melakukan aktivitas fisik ringan setiap hari.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


ARTIKEL-10-1.png
06/Mar/2025

PENJELASAN

Oftalmopati Grave (OG) atau Penyakit Mata Terkait Tiroid merupakan penyakit peradangan jaringan orbita yang terkait dengan penyakit autoimun tiroid.

 

FAKTOR RISIKO

Factor risiko yang dapat dirubah:

  • Kebiasaan merokok
  • Terapi radioiodine
  • Paparan stress oksidatif
  • Kadar TSH reseptor antibody (TRAb)
  • Hiperkolesterolemia
  • Factor risiko yang tidak dapat diubah:
  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Factor genetic

 

MEKANISME OG

OG merupakan penyakit peradangan autoimun dengan target jaringan ikat otot mata bagian luar dan sekitarnya, lemak di dalam mata, serta melibatkan kelenjar air mata pada sebagian kecil keluhan.

 

TANDA-TANDA PADA MATA

  • Bengkak pada kelopa mata
  • Kelopak mata tertarik keatas pada satu atau kedua mata dengan tanda khas pelebaran sisi luar
  • Mata menonjol satu sisi atau kedua mata
  • Sensasi berpasir yang terkadang disertai dengan mata merah
  • Kesulitan menggerakkan bola mata
  • Nyeri tekan pada mata
  • Juling

 

PENCEGAHAN

Hindari faktor risiko yang dapat diubah:

  • Hindari merokok
  • Hindari terapi iodin radioaktif (RAI)

Pelindung mata:

  • Tetes mata atau air mata buatan
  • Menggunakan kacamata renang di malam hari

Obat minum sesuai anjuran dokter:

  • Prednisone
  • Obat anti hiperkolesterol dari golongan statin

 

TERAPI

Derajat OG Ringan

  • Mengendalikan faktor risiko yang dapat dimodifikasi serta terapi topical pelindung mata secara memadai biasanya cukup.
  • Biasanya dokter memberikan suplemen selenium 200ug/hari dosisi tunggal selama 6 bulan jika diwilayah defisiensi selenium.
  • Biasanya dokter juga mempertimbangkan pemberian obat imunomodulator dosisi kecil maupun pembedahan.

Derajat OG Sedang-Berat

Tujuan terapi derajan ini adalah memperpendek fase aktif penyakit dan memperbaiki keluhan serta tanda dan gejala pada mata dan terapi yang dilakukan akan panjang sehingga harus bersabar.

Derajat OG Sangat Berat

Terapi pada derajat ini sesuai dengan kondisi keparahan mata pasien. Contoh keparahan yang bias disebabkan oleh penyakit OG adalah kerusakan kornea berat, perpindahan posisi lensa mata, kelainan saraf penglihatan dan lain-lain.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505
  • 082133222246 / 47 (customer care)

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?