INFO UNTUK ANDA

artikel-2024-08-10T094328.329.png
10/Aug/2024

Spondilitis tuberkulosis (TB), juga dikenal sebagai Pott’s disease, disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis yang menyerang tulang belakang. Bakteri tuberkulosis yang hidup di parenkim paru dapat menyebabkan TB paru, tetapi bakteri ini juga dapat menginfeksi organ tubuh yang lain, seperti tulang. Spondilitis tuberculosis, juga dikenal sebagai penyakit Pott, adalah infeksi TBC yang menyerang tulang belakang.

Jumlah kasus TB tertinggi di dunia berada di bawah India, Cina, dan Indonesia. Penyakit ini sulit didiagnosis secara dini, sehingga pasien sering menerima pengobatan ketika mereka sudah mengalami kelainan bentuk kifosis dan cedera neurologis. Saat terdapat kelainan bentuk tulang belakang yang parah dan gangguan neurologis yang signifikan seperti paraplegia atau kelumpuhan kaki, diagnosis biasanya baru dapat ditegakkan pada stadium lanjut.

 

Gejala Spondilitis TB

Gejala klinis pasien TB biasanya termasuk penurunan berat badan selama tiga bulan berturut-turut tanpa alasan yang jelas, demam yang berlangsung lama tanpa alasan yang jelas, pembesaran kelenjar getah bening, batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, berkeringat di malam hari, dan diare berulang yang tidak sembuh dengan pengobatan diare, disertai dengan benjolan di area perut dan tanda-tanda cairan di dalamnya. Nyeri punggung adalah gejala paling awal dan paling umum dari spondilitis TB. Nyeri ini berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan dan terjadi pada area tertentu atau menjalar, yang berasal dari peradangan atau saraf yang tertekan. Selanjutnya, spondilitis TB dapat menunjukkan gejala lain, seperti:

  • Tulang belakang yang kaku
  • Nyeri pada tulang atau jaringan sendi
  • Abses, bengkak pada sendi atau tulang
  • Gibbus atau tulang belakang bungkuk
  • Gejala neurologis seperti kelemahan, kelumpuhan, dan kesemutan anggota gerak

 

Faktor Risiko Spondilitis TB

Semua orang dapat terkena tuberkulosis, tetapi mereka yang memiliki faktor risiko berikut lebih rentan:

  • Memiliki riwayat penyakit tuberkulosis sebelumnya
  • Berhubungan dengan individu yang telah terinfeksi tuberkulosis selama waktu yang lama
  • Tinggal di kota dengan banyak orang
  • Menggunakan obat imunosupresan, seperti kortikosteroid
  • Memiliki salah satu atau lebih riwayat penyalahgunaan obat, diabetes melitus (DM), alkoholisme, malnutrisi, HIV (virus kekebalan manusia), kekurangan vitamin D, atau gangguan ginjal kronis.

 

Cara Penularan Spondilitis TB

Penderita tuberkulosis paru dapat mengalami spondilotis tuberkulosis, tetapi orang yang tidak pernah mengalami tuberkulosis sebelumnya juga dapat mengalaminya. Pada saat seorang penderita TB batuk, bersin, atau berbicara, Mycobacterium tuberculosis keluar ke udara melalui percikan air liur, juga dikenal sebagai droplet. Orang lain menghirup kuman TB ke paru-paru mereka melalui saluran pernafasan, di mana ia dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ini dikenal sebagai TB Ekstra Paru. Kuman TB dilawan oleh daya tahan tubuh. Orang yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat tetap sehat, tetapi orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah menjadi sakit TB. Pada spondilitis TB, kuman TB dapat masuk ke tulang belakang dan menyebabkan peradangan.

 

Komplikasi Spondilitis TB

Kifosis berat adalah komplikasi yang dapat terjadi dari spondilitis tuberkulosis. Ini terjadi karena kerusakan tulang yang parah yang menyebabkan paraplegia pada ekstremitas, yang dikenal sebagai paraplegia Pott.

 

Pencegahan Spondilitis TB

Satu-satunya cara untuk mencegah tuberkulosis adalah menghentikan penyebaran penyakit. Bayi yang diberi vaksin BCG (Bacillus Calmette Guerin) dapat mengurangi kemungkinan terkena infeksi tuberkulosis. Cara lain untuk mencegah penularan tuberkulosis adalah sebagai berikut:

  • Menjemur alas tidur untuk menghindari kelembapan
  • Sirkulasi udara rumah yang baik dan cukup sinar matahari
  • Menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri
  • Olahraga rutin
  • Konsumsi makanan yang kaya nutrisi
  • Jangan merokok
  • Jika Anda batuk, Anda dapat mengikuti kebiasaan sehat saat batuk, seperti memakai masker, minum obat yang diresepkan oleh dokter secara teratur, menutup mulut saat batuk dan bersin dengan tissue, buang tissue ke tempat sampah, dan cuci tangan dengan air dan sabun.

 

Pengobatan Spondilits TB

Pengobatan spondilitis tuberkulosis diutamakan dengan obat antituberkulosis dan imobilisasi menggunakan korset. Pengobatan dapat disesuaikan dengan informasi kepekaan kuman terhadap obat. Perbaikan gejala klinis pasien biasanya menentukan kelanjutan pengobatan. Tulang belakang dapat dilindungi dalam posisi ekstensi, terutama selama fase akut, jika diobati dengan korset. Dokter akan merekomendasikan operasi tulang belakang jika ada indikasi tuberkulosis spondilitis. Latihan Range of Motion (ROM) pada anggota gerak juga sangat penting dalam pengobatan spondilitis tuberkulosis. Tujuan latihan ROM adalah untuk menghindari atrofi dan kontraktur otot pada ekstremitas, terutama ekstremitas bawah, setelah penyakit tersebut disembuhkan.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-08-09T093812.170.png
09/Aug/2024

Salah satu masalah besar di dunia kesehatan, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, adalah penyakit jantung dan pembuluh darah. Penyakit jantung adalah penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan salah satu penyebab kematian tersering di Indonesia sebelum pandemi COVID-19 dalam tiga tahun terakhir. Data yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2021 menunjukkan bahwa penyakit jantung menyebabkan 17,8 juta kematian, atau satu dari tiga kematian di dunia setiap tahun. Serangan jantung adalah penyakit jantung yang paling sering menyebabkan kematian.

Lebih dari 40% kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah adalah akibat serangan jantung dan stroke. Jumlah kasus penyakit jantung meningkat dari 0,5% pada 2013 menjadi 1,5% pada 2018 menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Hingga saat ini, penyakit jantung masih merupakan biaya kesehatan terbesar di Indonesia.

Ketika aliran darah yang membawa oksigen ke otot jantung berhenti atau berkurang secara signifikan, itu disebut serangan jantung. Ini terjadi karena pembuluh darah koroner menyempit karena penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain yang membentuk plak. Apabila plak pecah, terjadi pembekuan darah, yang dapat menghambat aliran darah ke otot jantung, menyebabkan kematian atau kerusakan. Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, diet tinggi lemak dan kolesterol, konsumsi alkohol berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan stres mental, adalah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan plak dan serangan jantung. Usia, riwayat keluarga, dan gen juga dapat memengaruhi timbulnya plak pada pembuluh darah koroner. Selain itu, diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, penyakit pembuluh darah tepi, dan kondisi medis lainnya dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Serangan jantung, juga dikenal sebagai infark miokard, seringkali dikaitkan dengan penyakit pada pria, tetapi juga merupakan risiko serius bagi wanita. Studi menunjukkan bahwa gejala serangan jantung pada wanita seringkali berbeda dan lebih sulit untuk diidentifikasi dibandingkan dengan gejala pada pria. Gejalanya tidak selalu termasuk nyeri dada biasa yang dikaitkan dengan serangan jantung.

Pada tahap awal kondisi aterosklerosis, pasien mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi saat arteri jantung menyempit lebih dari 70%, gejala seperti nyeri otot atau kram otot dapat muncul. Pada beberapa orang, sistem sirkulasi kolateral, yaitu jaringan pembuluh darah terdekat yang memperluas untuk mengkompensasi pembatasan aliran darah, dapat membantu mereka menghindari serangan jantung, sehingga gejala awal dapat tersamarkan. Beberapa faktor risiko yang mungkin terjadi pada wanita termasuk:

  • Diabetes: Wanita dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi terjadi penyakit jantung dibandingkan dengan pria dengan diabetes. Diabetes juga dapat menyebabkan nyeri, meningkatkan risiko serangan jantung tanpa gejala.
  • Stres emosional dan depresi: Depresi dapat memengaruhi kesehatan jantung wanita dibandingkan dengan pria, dan membuat sulit menjalani gaya hidup sehat dan mengikuti pengobatan yang disarankan untuk kondisi kesehatan lainnya.
  • Merokok: Wanita memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi daripada pria karena merokok.
  • Kurang aktivitas: kurang aktivitas adalah faktor risiko utama penyakit jantung.
  • Menopause: Risiko penyakit pembuluh darah meningkat jika kadar estrogen rendah setelah menopause.
  • kehamilan komplikasi Wanita yang mengalami tekanan darah tinggi atau diabetes selama kehamilan memiliki risiko lebih besar untuk mengalami tekanan darah tinggi atau diabetes di kemudian hari.
  • Riwayat keluarga yang memiliki penyakit jantung dini, yang meningkatkan risiko pada wanita.
  • Riwayat penyakit inflamasi. RA, lupus, dan penyakit inflamasi lainnya dapat meningkatkan risiko pria dan wanita terkena penyakit jantung.

 

Gejala Serangan Jantung pada Wanita

Dibandingkan dengan pria, gejala serangan jantung pada wanita sering kali berbeda. Meskipun nyeri dada adalah gejala umum, wanita juga dapat mengalami ketegangan atau tekanan di dada, serta gejala lain seperti:

  • Rasa tidak nyaman di leher, rahang, bahu, punggung atas, atau perut
  • Sesak napas
  • Nyeri di salah satu lengan atau keduanya
  • Mual dan muntah
  • Keringat yang terlalu banyak
  • Rasa lelah atau pusing berputar
  • Tingkat kelelahan yang tidak lazim, dan
  • Rasa terbakar di dada yang berkaitan dengan masalah pencernaan

Wanita memiliki pembuluh darah yang lebih kecil yang tersumbat, yang membuat gejala mereka kurang jelas. Wanita juga dapat mengalami gejala saat istirahat atau tidur, dan stres emosional dapat menyebabkan serangan jantung. Selain itu, deteksi dini dan perawatan serangan jantung pada wanita dapat menjadi lebih sulit karena kurangnya kesadaran tentang masalah ini di kalangan wanita dan profesional kesehatan. Mengetahui gejala yang umum pada wanita dapat menjadi langkah penting dalam mendeteksi serangan jantung secara dini, yang meningkatkan tingkat keberhasilan penanganan dan harapan hidup.

 

Pencegahan Serangan Jantung

Ini adalah tindakan sehat yang penting untuk diingat untuk mencegah serangan jantung:

  • Diet seimbang
  • Istirahat cukup
  • Periksa kesehatan secara rutin
  • Berolahraga secara teratur
  • Kelola stress
  • Menghindari rokok

Risiko serangan jantung dapat diminimalkan jika tindakan pencegahan ini diterapkan dengan baik dan konsisten. Sangat penting untuk memahami perbedaan antara henti jantung dan serangan jantung. Serangan jantung dapat menyebabkan henti jantung, tetapi serangan jantung terjadi ketika aliran darah terhenti. Jadi, jika Anda mengalami gejala serangan jantung atau ragu-ragu tentang gejala tersebut, segera berkonsultasi dengan dokter Anda atau langsung ke fasilitas kesehatan terdekat.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-08-07T153325.728.png
07/Aug/2024

Dengan suasana hati yang rendah dan minat yang berkurang dalam kegiatan yang biasanya menyenangkan, gangguan depresi dikenal sebagai gangguan. Jika karakteristik ini dikombinasikan dengan sejumlah gejala lain, seperti penurunan nafsu makan atau makan berlebihan, insomnia atau kelelahan, lemas, harga diri rendah, perasaan tidak berharga atau bersalah, kesulitan berkonsentrasi, dan pikiran terus-menerus tentang bunuh diri.

Terapi kognitif berbasis kesadaran, juga dikenal sebagai Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT), adalah salah satu jenis psikoterapi yang dikembangkan untuk mengurangi tingkat depresi dan kekambuhan.

Dengan tujuan membantu orang yang mengalami kerentanan terhadap depresi, Zindel Segal, John Teasdale, dan Mark Williams mengembangkan program terapi kelompok manual yang dikenal sebagai MBT.

Kemampuan yang lebih besar untuk melakukan kontrol diri dan regulasi diri dikenal sebagai kesadaran. Kesadaran membantu seseorang menyesuaikan diri dengan kebutuhan, perasaan, dan nilai-nilai mereka sesuai dengan keadaan tertentu. Mindfulness dapat membantu seseorang memiliki kontrol diri yang baik dan meningkatkan kepekaan mereka terhadap hal-hal yang sedang terjadi. Saat seseorang berada dalam kondisi kesadaran, kesadaran akan membantu mereka melihat berbagai situasi yang tidak nyaman dan perasaan tertekan secara lebih jelas. Ini akan memberi mereka cara baru untuk melihat masalah dan solusi alternatifnya.

Kondisi mindful akan mengajarkan seseorang bahwa mereka memiliki kendali atas pilihan mereka dalam hidup. Ini akan mendorong sikap responsif dan penerimaan terhadap keadaan di sekitarnya, yang dapat membantu mereka berkembang, menguatkan, dan menyembuhkan.

Beberapa terapis mindfulness mungkin menggunakan pendekatan dan skrip yang berbeda, tetapi semua memiliki tujuan yang sama. Jumlah sesi yang diberikan juga bervariasi sesuai kebutuhan, dengan durasi setidaknya 60 menit. Berikut adalah beberapa contoh aktivitas yang dapat dilakukan dalam terapi mindfulness.

 

Mindfulness pada Nafas

Latihan napas adalah salah satu bentuk meditasi penting. Ini dapat membantu kita menyesuaikan diri dengan suatu sesi dan meningkatkan kesadaran kita akan bernapas. Metode yang biasa digunakan adalah ruang bernapas 3 menit.

 

Mindfulness pada Indra

Dimungkinkan untuk mencakup peningkatan kesadaran dari semua indera kita, termasuk penciuman, penglihatan, pendengaran, dan pergerakan. Tujuannya adalah untuk mendorong penerimaan dan orientasi terhadap lingkungan sekitar.

 

Melepaskan Emosi

Tujuan dari sesi ini adalah untuk melepaskan tekanan emosi. Ini bukan berarti kita menolak atau menghilangkan perasaan kita; sebaliknya, itu berarti kita belajar untuk menerima dan menerima setiap emosi yang sulit yang kita alami.

 

Mengenali Apa yang Kita Butuhkan

Dengan bantuan sesi ini, kita dapat lebih memahami apa yang kita butuhkan pada tingkat yang lebih dalam. Seperti perasaan kasih sayang, pengetahuan, dan dukungan

 

Menggunakan akronim RAIN untuk mengelola Emosi dan Pikiran yang Sulit

Recognize (kenali), Allow (terima), Investigate (identifikasi), dan Nourish adalah singkatan dari RAIN.

 

Body Scan (Pemindaian Tubuh)

meningkatkan kesadaran tubuh secara keseluruhan, dari kepala hingga kaki.

 

Klien yang menerima terapi kesadaran diri akan diarahkan untuk mencapai kesadaran diri melalui berbagai teknik relaksasi nafas dalam, visualisasi mental, dan meditasi. Ini adalah alasan mengapa terapi ini terbukti dapat mengurangi tingkat depresi mereka.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-08-06T111107.889.png
06/Aug/2024

Diet adalah rencana pola makan yang disesuaikan dengan tujuan seseorang untuk melakukannya. Diet rendah garam memungkinkan penderita hipertensi untuk mengurangi jumlah garam dapur dalam makanan dan minuman mereka. Penurunan tekanan darah dapat dicapai dengan memantau tekanan darah, mengubah gaya hidup Anda, dan mengonsumsi obat antihipertensi. berkaitan dengan perubahan gaya hidup, seperti diet rendah garam atau mengurangi asupan garam. Kelebihan garam dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan tubuh, seperti Edema atau Asites, serta hipertensi.

Tujuan diet rendah garam adalah untuk menurunkan tekanan darah dan mempertahankannya menuju normal. Diet rendah garam sangat penting untuk pasien hipertensi karena tingkat keparahannya bervariasi. Salah satu cara untuk mengontrol tekanan darah adalah dengan mengurangi asupan natrium Anda dengan menjaga diet Anda rendah garam. Untuk menjaga perubahan tekanan darah dan diet rendah garam, dukungan keluarga sangat penting. karena keluarga dapat membantu menjaga pola makan yang sehat, berpartisipasi dalam olahraga bersama, dan mengingatkan pasien untuk melakukan konsultasi tekanan darah secara teratur.

 

Tujuan Diet Rendah Garam

Diet rendah natrium dirancang untuk membantu menurunkan tekanan darah pasien hipertensi dengan menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan tubuh.

 

Syarat Diet Rendah Garam

  • Banyak energi, protein, mineral, dan vitamin yang diperlukan.
  • Makanan dibuat sesuai dengan kondisi penderita.
  • Jumlah natrium yang diberikan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit dan obat yang diberikan.

 

Pelaksanaan Diet Rendah Garam

mengontrol konsumsi natrium. Garam dapur adalah sumber utamanya. Karena hampir semua makanan mengandung natrium, baik hewani maupun nabati, Anda dapat mengonsumsi setengah hingga setengah sendok teh setiap hari.

 

Tingkatan Diet Rendah Garam

  • Pada penderita hipertensi berat, diet rendah garam tingkat I atau 200-400 mg Na. Perbanyak konsumsi air putih, sayuran, dan buah, dan hindari makanan dengan banyak natrium.
  • Diet rendah garam tingkat II 600-800 mg memungkinkan penambahan garam dapur dalam pengolahan makanan hanya setengan sendok teh atau 2 gram; penderita hipertensi yang tidak terlalu berat tetap harus menghindari makanan dengan kadar natrium tinggi.
  • Pada penderita hipertensi ringan, diet rendah garam III 1000-1200 mg Na dapat ditambahkan dengan satu sendok teh atau 4 gram garam dapur.

 

Penyajian Makanan Sehari-hari

  • Menggabungkan bahan-bahan seperti kencur, jahe, brambang bawang, gula, dan lain-lain untuk meningkatkan rasa tawar.
  • Untuk menghindari penggunaan garam yang berlebihan, bubuhkan garam sesekali di atas meja.
  • Meningkatkan asupan kalium Anda dengan buah dan sayuran.

 

Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan

  • Makanan Karbohidrat yang Disarankan:
    Beras, kentang, terigu, singkong, tepung tapioka, gula, dan makanan yang dibuat tanpa garam dapur
  • Bahan Karbohidrat yang Tidak Sebaiknya Dikonsumsi:
    Makanan yang dibuat dari hidrat arang dengan menambah garam dapur, baking powder, dan soda kue; contohnya adalah roti, biskuit, mie bihun, makaroni, dan kue kering.
  • Makanan yang Disarankan untuk Konsumsi Protein Hewani:
    Maksimal 100 gram daging, ayam, dan ikan setiap hari; 1 telur setiap hari; dan 200 gram susu setiap hari.
  • Makanan yang Tidak Sebaiknya Anda Makan yang Mengandung Protein Hewani:
    Sanden, ikan asin, makanan kalengan, telur asin, sosis, keju, kornet, ebi, atau udang kering
  • Makanan Protein Nabati yang Disarankan:
    Semua kacang-kacangan dan produknya diproses dan dimasak tanpa menggunakan garam.
  • Makanan Protein Nabati yang Disarankan:
    Semua kacang kacangan yang dimasak dengan natrium
  • Makanan Sayuran yang Disarankan:
    Sayuran segar dan sayuran yang disimpan tanpa garam dapur atau natrium benzoate
  • Makanan Sayuran yang Tidak Sebaiknya Anda Makan:
    Sayuran dalam kaleng, asinan, dan acar adalah contoh sayuran yang dimasak dan disimpan dengan garam dapur dan ikatan natrium lainnya.
  • Buah-buahan yang Dianjurkan :
    Semua buah-buahan segar, buah yang diawetkan tanpa garam dapur.
  • Buah-buahan yang Tidak Dianjurkan :
    Buah-buahan yang diawetkan dalam dapur.
  • Bahan Makan Lemak yang Dianjurkan :
    Minyak goreng, margarin, dan mentega tanpa garam.
  • Bahan Makan Lemak yang Tidak Dianjurkan :
    Margarin dan mentega biasa.
  • Minuman yang Dianjurkan:
    Teh, jus buah, jus sayuran, dan air putih.
  • Minuman Yang Tidak Dianjurkan :
    Minuman ringan, coklat, kafein, alkohol.
  • Bahan Makan Bumbu-bumbuan yang Dianjurkan :
    Semua bumbu-bumbu kering yang tidak mengandung garam dapur.
  • Bahan Makan Bumbu-bumbuan yang tidak Dianjurkan :
    Minuman ringan, coklat, kafein, alkohol, baking powder, soda kue, bumbu-bumbu yang mengandung garam dapur, seperti kecap, terasi, saus tomat, dan tauco.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-08-05T091903.414.png
05/Aug/2024

Senyawa vitamin A memainkan peran penting dalam mengatur pertumbuhan sel, diferensiasi sel, dan sintesis protein, yang membantu penglihatan, melindungi tubuh dari kanker, perkembangan embrio, dan menjaga kesehatan kulit. Retinal dan asam retinoat adalah bentuk aktif vitamin A yang berfungsi pada fungsi penglihatan, sedangkan asam retinoat berfungsi pada kulit, mempengaruhi proliferasi dan diferensiasi keratinosit. Oleh karena itu, gangguan keratinisasi seperti phrynoderma, dermatomalacia, xerosis, xerostomia, hyposmia, dan hypogeusia dikaitkan dengan penyakit kulit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Vitamin A berfungsi sebagai antioksidan, mengurangi ukuran dan sekresi kelenjar sebasea, dan menjaga proses diferensiasi keratinosit kulit tetap normal.

Oleh karena itu, vitamin A telah banyak dikembangkan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, termasuk akne vulgaris, psoriasis, likhen planus, foto penuaan dan kerusakan foto, dan keganasan kulit. Saat ini, berbagai macam vitamin telah banyak digunakan untuk memberikan nutrisi dan menjaga kulit tetap sehat, serta untuk mengobati berbagai penyakit kulit. Tubuh menggunakan kulit sebagai alat pertahanan utamanya terhadap ancaman dari luar, seperti radiasi ultraviolet, infeksi bakteri, dan stres mekanik dan kimia. Oleh karena itu, kulit harus diberikan pasokan mikronutrien yang cukup, termasuk berbagai jenis vitamin, untuk menjaga integritas dan fungsi bariernya.

 

Defisiensi Vitamin A

Kadar serum retinol dalam darah di bawah 20 g/dl (nilai normal plasma retinol adalah antara 20 dan 50 mcg/dL), dan kadar karotenoid di bawah 50 mcg/dL. Karakteristik manifestasi klinis dapat digunakan untuk mencurigai kekurangan vitamin A dalam tubuh dan hasilnya dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan kadar vitamin A serum (plasma retinol). Salah satu manifestasi klinis kekurangan Vitamin A dapat berupa masalah pada mata, kulit, atau mukokutaneus. Gangguan pada mata biasanya merupakan tanda pertama. Pada kondisi di mana vitamin A kurang, jaringan epitel di mata, paru-paru, dan usus menjadi rusak. Ini karena turnover atau pergantian sel epitel yang tinggi.

Phrynoderma, atau “kulit katak”, adalah kelainan kulit kering bersisik yang umum dialami pasien yang kekurangan vitamin A. Secara klinis, papula hiperkeratotik berkisar dari bentukan filiformis hingga papula kecil berbentuk kerucut dengan sumbatan intrafollicular sentral hingga papula besar dengan pusat bertanduk masif. Lesi pertama kali muncul pada permukaan ekstensor pada ekstremitas, bahu, dan kaki. Phrynoderma juga terjadi pada 5% pasien dengan manifestasi okular karena kekurangan vitamin A. Phrynoderma ini bukan contoh klinis spesifik dari kekurangan vitamin A; kekurangan vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin E, dan malnutrisi juga dapat menyebabkannya.

 

Pencegahan Defisiensi Vitamin A

Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung provitamin A banyak, seperti mangga, pepaya, dan sayuran berdaun hijau gelap, serta makanan hewani seperti kuning telur, ayam, dan hati. Untuk melindungi anak dari kekurangan vitamin A, anak-anak usia 6-11 tahun dapat menerima suplemen oral retinil palmitat 110 mg atau 66 mg retinil asetat (200.000 IU vitamin A) dan setengah dosis untuk anak-anak tersebut setiap 4-6 bulan.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-08-02T093842.600.png
02/Aug/2024

Pingsan, juga dikenal sebagai sinkop, adalah ketika seseorang tiba-tiba kehilangan kesadaran karena kekurangan nutrisi otak. Permulaan yang tiba-tiba, durasi yang pendek, dan pemulihan kesadaran kembali yang spontan adalah tanda pingsan. Kepanasan, kekurangan cairan, keringat berlebih, kelelahan, atau terkumpulnya darah di kaki karena perubahan posisi dari duduk atau tidur ke berdiri adalah beberapa penyebab ringan pingsan. Namun, kondisi yang berbahaya seperti penyakit jantung atau gangguan sistem saraf pusat juga dapat menyebabkan pingsan. Salah satu gejala henti jantung mendadak adalah pingsan, menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Wisten dan kolega pada Scandinavian Cardiovascular Journal. Artikel ini akan berkonsentrasi pada bagaimana penyakit jantung dapat menyebabkan pingsan.

 

Penyebab Pingsan pada Penyakit Jantung

Beberapa penyebab pingsan pada penyakit jantung adalah gangguan irama jantung, penyempitan pembuluh darah, gangguan katup jantung, penyumbatan pembuluh darah jantung, dan kelainan struktural jantung.

  • Aritmia adalah gangguan irama jantung
    Aritmia adalah keadaan di mana detak jantung yang tidak normal mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh. Aritmia jantung dapat menyebabkan pingsan, yang seringkali tidak terduga, menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Brignole dan kolega pada European Heart Journal. Pingsan dapat terjadi karena salah satu dari dua jenis aritmia: fibrilasi atrium, yang terjadi ketika serambi jantung berdetak secara tidak teratur dan tidak efisien, dan bradikardia, yang terjadi ketika detak jantung terlalu lambat. Kondisi ini dapat menyebabkan pingsan karena kurangnya aliran darah ke otak.
  • Penyakit katup jantung
    Kakunya katup aorta katup yang terletak antara bilik jantung kiri dan seluruh tubuh atau katup mitral kakunya katup ini dapat mengurangi aliran darah ke otak dan menyebabkan pingsan.
  • Penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah jantung
    Penyumbatan pembuluh darah koroner atau pembuluh darah jantung adalah ketika pembuluh darah yang mengirimkan darah ke jantung menyempit. Studi yang dipublikasikan pada American Journal of Emergency Medicine oleh Olde Nordkamp dan kolega menemukan bahwa penyakit jantung koroner adalah penyebab utama pingsan pada orang lanjut usia. Selain itu, studi yang dipublikasikan oleh Moya dan kolega pada European Heart Journal menemukan bahwa pingsan yang disebabkan oleh serangan jantung akibat penyumbatan memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan dengan pingsan yang disebabkan oleh penyebab non-jantung.
  • Kelainan struktural yang terjadi pada jantung
    Kelainan struktural jantung, termasuk penyakit jantung bawaan, juga dapat menyebabkan pingsan. Kelainan struktural ini dapat mengganggu aliran darah normal, menyebabkan pingsan. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Khairy dan kolega pada Canadian Journal of Cardiology, penyempitan saluran keluar jantung dapat dikaitkan dengan pingsan anak-anak yang menderita penyakit jantung bawaan.

 

Karakteristik Pingsan Karena Kelainan Jantung

Beberapa tanda pingsan yang menunjukkan kelainan jantung adalah: Pingsan yang disebabkan oleh kelainan jantung sangat berbahaya.

  • Pusing saat berbaring atau bergerak
  • Pingsan yang didahului oleh perasaan berdebar yang tiba-tiba
  • Riwayat kematian mendadak pada usia muda dengan sebab yang tidak jelas di keluarga
  • Riwayat penyakit jantung koroner atau gangguan struktur jantung

 

Hal yang Dilakukan Dokter

Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan jika dicurigai bahwa Anda mengalami pingsan akibat jantung. Selain melakukan wawancara untuk mengetahui ciri-ciri pingsan dan riwayat penyakit sebelumnya Anda, dokter juga akan melakukan pemeriksaan tambahan seperti elektrokardiografi (EKG), rekam jantung, ekokardiografi (USG), atau ultrasonografi (USG). Dalam beberapa kasus, dokter mungkin perlu memasang perekam listrik implan untuk melacak jantung Anda.

 

Pengobatan dan Pencegahan

Penanganan dan pencegahan pingsan yang disebabkan oleh penyakit jantung bergantung pada penyebab utamanya. Setelah tenaga medis melakukan evaluasi menyeluruh, pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien dapat disarankan. Beberapa bentuk perawatan yang mungkin digunakan termasuk:

  • Penggunaan Obat: Dokter dapat meresepkan obat untuk mengatasi masalah jantung yang menyebabkan pingsan.
  • Perubahan gaya hidup: Menjaga kesehatan jantung dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti makan makanan yang seimbang dan berolahraga secara teratur, dapat membantu.
  • Intervensi bedah: Kelainan jantung yang menyebabkan pingsan kadang-kadang memerlukan pembedahan.

Selain pengobatan medis, penting untuk mencegah pingsan akibat penyakit jantung:

  • Menghindari kekurangan cairan: Pastikan Anda minum cukup untuk menghindari dehidrasi, yang dapat menyebabkan tekanan darah turun.
  • Mengonsumsi makanan sehat: Menjaga pola makan yang seimbang dan kaya nutrisi dapat membantu kesehatan jantung Anda.
  • Mengendalikan Stres: Teknik seperti yoga atau meditasi dapat membantu menjaga detak jantung tetap stabil dan mencegah pingsan.
  • Mematuhi pengobatan: Anda harus mematuhi petunjuk dokter jika Anda diberi obat untuk masalah jantung.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-07-25T153059.657.png
25/Jul/2024

Arthritis, juga dikenal sebagai radang sendi, adalah kondisi di mana ada pembengkakan dan nyeri pada satu atau lebih persendian. Ada dua jenis artritis: osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.

Ini adalah osteoarthritis yang paling umum, yang menyebabkan tulang bergesekan satu sama lain dan menyebabkan sakit, kaku, atau bengkak pada sendi. Kondisi ini biasanya berdampak pada tangan, pinggul, lutut, leher, dan punggung bawah. Ini biasanya disebabkan oleh penuaan, tetapi juga dapat terjadi pada anak karena cedera olahraga seperti dislokasi.

Penyakit asam urat, juga dikenal sebagai RA, adalah kelainan autoimun yang disebabkan oleh inflamasi yang berlangsung lama. Ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh yang sehat, menyebabkan peradangan. Dalam situasi seperti ini, sendi dan bagian tubuh lainnya seperti pembuluh darah, mata, mulut, jantung, paru-paru, dan kulit terluka.

 

Gejala Radang Sendi

Jika Anda mengalami osteoatritis, kondisi Anda akan bertambah buruk setiap hari. Pada sore hari, Anda akan mengalami rasa sakit peradangan pada sendi Anda. Gejala lainnya termasuk nyeri dan kaku pada sendi, pembengkakan pada sendi, ketidakmampuan untuk bergerak, kemerahan dan rasa hangat pada sendi, pengurangan ukuran otot di sekitar sendi, dan penurunan kekuatan otot di sekitar sendi. Jika penyakit infeksi menyebabkan demam, Anda akan mendengar suara gesekan saat menggerakkan sendi Anda.

 

Faktor Risiko Radang Sendi

Faktor risiko termasuk:

  • Pekerjaan yang membutuhkan gerakan fisik berulang, seperti berlutut, mengangkat, dan menaiki tangga
  • Usia: Pengapuran sendi lutut dapat terjadi pada setiap usia, tetapi umumnya terjadi pada usia lebih dari lima puluh tahun.
  • Jenis kelamin: Ada jumlah perempuan yang lebih besar daripada pria.
  • Genetics
  • Berat badan yang berlebihan atau obesitas
  • Kurang berolahraga
  • Cidera di masa lalu
  • Infeksi

Dokter akan merekomendasikan pemeriksaan dan prosedur diagnostik untuk mengevaluasi kondisi Anda yaitu menggunakan pengujian laboratorium seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan urinalisis, dan analisis cairan sendi.

 

Perawatan Radang Sendi

Dokter akan menyarankan beberapa metode pengobatan berikut, tergantung pada jenis artritis yang Anda alami:

  • latihan yang bertujuan untuk mempertahankan kekuatan otot dan filamen yang diperlukan untuk menstabilkan sendi.
  • Obat seperti anti rematik untuk artritis rheumatoid
  • obat anti inflamasi non steroidal (OAINS) untuk mengurangi rasa sakit, bengkak, dan kekakuan.
  • Untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan sendi, steroid disuntikkan langsung ke dalamnya.
  • Fisioterapi untuk memperbaiki stabilitas sendi
  • Bedah untuk memperbaiki kerusakan atau mengganti sendi yang rusak secara signifikan

 

Komplikasi Radang Sendi

Baik sendi kecil seperti jari maupun sendi besar seperti pinggul atau lutut dapat mengalami artritis. Sendi yang kaku atau cacat dapat mengurangi mobilitas dan meningkatkan disabilitas. Banyak organ dalam tubuh dapat terkena artritis rheumatoid. Komplikasi seperti anemia, fibrosis paru-paru (penebalan dan berparut) serta serangan jantung dan stroke harus diobati segera.

Jika Anda mengalami penyebab dan gejala radang sendi yang disebutkan di atas, jangan biarkan mereka terus berlanjut; mereka dapat menjadi sangat berbahaya jika tidak diobati segera. Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan pengobatan yang cepat, temui dokter ortopedi.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2.png
15/Jul/2024

Penyakit jantung koroner adalah akibat dari penyumbatan arteri koroner, yang biasanya terjadi karena proses yang disebut aterosklerosis. Penyakit ini sekarang menjadi masalah kesehatan internasional yang memengaruhi negara maju dan berkembang. Diet tinggi lemak, merokok, kurang berolahraga, dan stres oksidatif adalah faktor risiko utama penyakit jantung koroner.

 

Stress Oksidatif dan Penyakit Jantung

Stres oksidatif terjadi ketika produksi spesies oksigen reaktif (ROS) dan spesies nitrogen reaktif (RNS) melebihi kemampuan tubuh untuk menetralisir dan menghilangkan mereka. ROS dan RNS adalah molekul yang sangat reaktif dan dapat merusak sel, protein, dan DNA.

 

Antiokdisan Pahlawan yang Tidak Dikenal

Antioksidan adalah jenis molekul yang memiliki kemampuan untuk menetralisir ROS dan RNS, sehingga mencegah kerusakan yang disebabkan oleh keduanya. Akibatnya, mereka dapat memainkan peran penting dalam mencegah dan mengobati penyakit jantung koroner. Menurut beberapa penelitian, konsumsi makanan yang mengandung banyak antioksidan dapat mengurangi oksidasi LDL, atau lipoprotein densitas rendah, yang menyebabkan pengerasan arteri.

 

Flavonoid: Antioksidan Kuat

Flavonoid adalah kelompok antioksidan yang ditemukan dalam banyak makanan, seperti teh dan buah-buahan. Mereka telah ditunjukkan memiliki berbagai aktivitas biologis, termasuk antioksidan, anti-inflamasi, dan antikanker. Flavonoid menghambat oksidasi LDL dan mengurangi peradangan, melindungi terhadap penyakit jantung koroner, menurut beberapa penelitian.

 

Metilasi Favonoid

Penambahan gugus metil ke molekul flavonoid, yang dikenal sebagai metilasi, telah ditunjukkan dapat meningkatkan stabilitas metabolik flavonoid dan meningkatkan transportasi mereka melintasi membran sel. Ini berarti bahwa flavonoid mungkin lebih efektif sebagai obat.

 

Astaxanthin: Antioksidan Super

Astaxanthin, antioksidan yang sangat kuat yang ditemukan dalam makanan seperti alga dan makanan laut, telah ditunjukkan memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk perlindungan terhadap kerusakan oksidatif dan peradangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa astaxanthin dapat mencegah dan membalikkan resistensi insulin dan steatohepatitis pada tikus yang makan diet tinggi lemak.

 

Pengaruh Antioksidan Pada Kesehatan Kardiobaskular

Studi menunjukkan bahwa konsumsi antioksidan dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular dalam berbagai cara. Misalnya, antioksidan dapat mencegah penyakit jantung koroner dengan mengurangi oksidasi LDL, mengurangi peradangan, dan melawan stres oksidatif.

Stres oksidatif adalah faktor penting dalam penyebab penyakit jantung koroner, yang merupakan masalah kesehatan global yang serius. Antioxidan seperti flavonoid dan astaxanthin sangat efektif dalam memerangi penyakit jantung koroner. Dengan mengurangi oksidasi LDL, peradangan, dan stres oksidatif, mereka dapat membantu mencegah dan mengobati penyakit ini.

Meskipun bukti yang mendukung manfaat antioksidan untuk kesehatan jantung semakin meningkat, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya bagaimana antioksidan berfungsi dan dosis terbaik untuk mencegah dan mengobati penyakit jantung koroner.

Penelitian di masa depan harus berkonsentrasi pada menguji efek antioksidan pada berbagai populasi dan kondisi, serta mempelajari bagaimana antioksidan dan obat-obatan lain berinteraksi. Selain itu, penelitian diperlukan untuk menemukan metode baru untuk meningkatkan asupan antioksidan melalui diet atau suplemen.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-07-13T123816.028.png
13/Jul/2024

Bersepeda bukan hanya olahraga yang menyenangkan, tetapi juga membantu menjaga kesehatan jantung Anda. Aktivitas ini tidak hanya menghasilkan endorfin, yang membuat orang bahagia, tetapi juga memiliki banyak manfaat untuk organ vital kita. Artikel ini akan membahas manfaat bersepeda untuk kesehatan jantung, serta referensi penelitian yang mendukungnya.

 

Pelatihan untuk Jantung dan Pembuluh Darah

Bersepeda adalah jenis latihan aerobik yang bagus karena memaksa jantung untuk bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, meningkatkan sirkulasi darah, dan menguatkan pembuluh darah, yang membantu jantung bekerja dengan lebih baik dan dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

 

Peningkatan Kesehatan Pembuluh Darah

Latihan aerobik seperti bersepeda juga baik untuk pembuluh darah karena membuat pembuluh lebih elastis, mengurangi risiko pembekuan darah, dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh. Semua ini adalah komponen penting untuk menjaga pembuluh darah sehat dan berfungsi dengan baik.

 

Menurunkan Tingkat Stress

Bersepeda adalah olahraga yang baik untuk kesehatan fisik dan mental karena melepaskan endorfin, hormon yang membantu mengurangi stres, dan menciptakan suasana hati yang lebih tenang dan rileks, yang dapat berdampak positif pada kesehatan jantung.

 

Meningkatkan Kondisi Fisik Keseluruhan

Bersepeda memiliki banyak manfaat untuk kesehatan jantung selain membantu meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Ini karena bersepeda menguatkan otot, meningkatkan keseimbangan, dan meningkatkan fleksibilitas otot. Semua ini dapat membantu kesehatan jantung secara langsung atau tidak langsung.

 

Memperbaiki Kualitas Tidur

Bersepeda secara teratur dapat meningkatkan kualitas tidur Anda. Tidur yang baik dan cukup adalah penting untuk kesehatan jantung dan tubuh Anda, dan berolahraga seperti bersepeda dapat membantu Anda mengatur pola tidur Anda dan mengurangi masalah tidur Anda.

Bersepeda bukan hanya cara yang menyenangkan untuk berkeliling atau berolahraga, tetapi juga merupakan investasi dalam kesehatan jantung kita. Bersepeda secara teratur membantu kita meningkatkan daya tahan jantung, mengurangi risiko penyakit jantung, dan mencapai keseimbangan ideal antara kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, mari kita bersepeda menuju jantung yang lebih sehat!

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-07-12T143754.505.png
12/Jul/2024

Tanaman Moringa oleifera (MOI), juga dikenal sebagai kelor, telah lama dikenal karena manfaat kesehatannya yang luar biasa. Tanaman ini telah digunakan secara tradisional dalam berbagai budaya sebagai obat herbal, dan berasal dari wilayah tropis dan subtropis. Berdasarkan pengalaman empiris, berbagai bagian dari tanaman ini, seperti akar, daun, dan biji, digunakan untuk mengobati berbagai penyakit inflamasi, infeksi, gangguan pencernaan, dan masalah jantung. Minyak biji MOI umumnya mengandung fenol, termasuk flavonoid, yang memiliki sifat antiradikal. Kemampuan kelor untuk meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah adalah salah satu manfaat utamanya yang semakin dikenal.

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui bagaimana kelor mempengaruhi kesehatan, terutama kesehatan jantung dan pembuluh darah. Penelitian eksperimental pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak tanaman kelor mengandung bahan aktif seperti coumarin dan polyphenol, yang memiliki sifat antioksidan dan anti inflamasi, yang membantu memperbaiki dan mencegah penyakit jantung.

Studi lain menunjukkan bahwa kandungan bioaktif pada daun MOI, seperti flovanoid, memiliki efek antioksidan yang membantu mengobati penyakit yang terkait dengan reaksi oksidatif, termasuk penyakit jantung dan pembuluh darah. Quercetin, yang diekstrak dari daun kering MOI, menurunkan kolesterol dan lemak jahat, menurunkan tekanan darah tinggi, dan memiliki efek antidiabetik pada hewan yang obesitas.

Kandungan karoten dalam ekstrak daun kelor melindungi membran lipid dari peroksidasi dan mencegah reaksi rantai radikal bebas terjadi. Selain itu, ekstrak daun kelor mengandung beta sitosterol, yang berfungsi untuk mengurangi kadar kolesterol melalui penurunan konsentrasi LDL dalam plasma dan mencegah reabsorbsi kolesterol dari sumber endogen. Kandungan flavonoid dan polyphenols memiliki kemampuan untuk meningkatkan Superoxide Dismutase (SOD) dan katalase serta menurunkan kadar lipid peroksidase, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penurunan kadar kolesterol.

Pada penelitian hewan yang mengalami kerusakan otot jantung, ekstrak butalonic dari MOI memiliki kandungan bioaktif yang melindungi jantung. Pada hewan studi yang memiliki tekanan darah tinggi, daun MOI dengan kandungan aktif niarzimin A, niarzimin B, dan niazimincin menurunkan kadar kolesterol.

Penelitian lebih lanjut dilakukan pada hewan studi (tikus) untuk mengetahui mekanisme oksidatif osmosis (MOI) yang menurunkan tekanan darah melalui peningkatan produksi nitrit oksida (NO). Pemberian ekstrak air MOI melalui cairan infus menunjukkan efek penurunan tekanan darah dalam jangka waktu yang lebih lama.

Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa temuan penelitian yang berbeda belum cukup untuk membuat rekomendasi resmi tentang kesehatan. Jika seseorang memiliki hipertensi atau masalah kesehatan lainnya, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum mengonsumsi suplemen atau mengubah pengobatan yang sudah diresepkan.

Untuk menghindari efek samping, moringa oleifera dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dari sumber yang dapat diandalkan dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum membuat keputusan tentang penggunaan moringa oleifera sebagai suplemen atau sebagai bagian dari pengobatan.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?