INFO UNTUK ANDA

artikel-2024-05-06T101458.082.png
06/May/2024

Jantung adalah bagian tubuh yang sangat penting yang bekerja sepanjang hidup seseorang. Jantung memompa darah ke seluruh tubuh, yang sangat penting untuk kelangsungan hidup.

Semua orang harus waspada terhadap sakit maag dan serangan jantung karena keduanya memiliki gejala yang mirip. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang sakit maag dan serangan jantung, serta bagaimana mengenali dan membedakan keduanya.

Sakit maag, juga dikenal sebagai dispepsia, adalah penyakit yang disebabkan oleh masalah pada lambung. Rasa tidak nyaman pada perut bagian tengah atas atau di sekitar ulu hati adalah gejala umum sakit maag. Beberapa gejala lain yang sering terjadi adalah perut kembung, mual, sensasi terbakar pada ulu hati, dan cepat kenyang. Penyakit ini biasanya tidak berbahaya, tetapi dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang yang menderitanya.

Mereka yang tidak makan tepat waktu sering mengalami sakit maag. Apakah Anda tahu bahwa sakit maag bukan hanya gejala masalah pencernaan? Penyakit ini juga bisa menjadi salah satu gejala serangan jantung, ternyata.

 

Hubungan Antara Maag Dengan Penyakit Jantung

Penyumbatan pembuluh darah koroner, yang menyuplai darah ke jantung, menyebabkan serangan jantung, atau infark miokard. Ketika pembuluh darah ini tertutup, aliran darah yang mengandung oksigen dan nutrisi ke jantung terhenti. Bisa menyebabkan kematian sel otot jantung jika situasi ini tidak ditangani.

Nyeri di dada sebelah kiri adalah gejala serangan jantung yang paling umum. Nyeri ini, yang seringkali terasa seperti ketiban benda berat, dapat menjalar ke leher, rahang, kedua lengan, atau punggung bagian atas. Biasanya, nyeri ini akan menjadi lebih buruk saat Anda beristirahat. Gejala lain seperti sesak napas, keringat dingin, badan lemas, pusing, dan bahkan pingsan juga dapat menjadi tanda serangan jantung.

 

Gejala Serangan Jantung yang Serupa dengan Sakit Maag

Serangan jantung juga dapat disebabkan oleh beberapa masalah pencernaan. Sakit maag, muntah, mual, dan nyeri ulu hati adalah beberapa gejala yang sering dikaitkan dengan serangan jantung. Gejala tambahan seperti sesak napas, keringat dingin, badan lemas, pusing, dan pingsan seringkali disertai dengan gejala-gejala ini. Wanita lebih rentan mengalami serangan jantung yang ditandai dengan sakit maag, terutama karena perubahan hormon atau gaya hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak mengabaikan gejala ini dan segera mendapatkan bantuan medis jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan.

 

Perbedaan Maag dan Serangan Jantung

Meskipun gejala sakit maag dan serangan jantung mirip, ada beberapa hal yang membedakan keduanya:

  • Rasa Nyeri
    Jika Anda mengalami sakit maag karena masalah pencernaan, Anda akan mengalami nyeri setelah makan dan menjadi lebih parah saat berbaring. Nyeri ini biasanya akan berkurang setelah Anda mengambil obat pereda maag. Anda juga mungkin merasa kenyang meskipun hanya makan sedikit. Selain itu, orang yang menderita sakit maag seringkali buang angin atau bersendawa.
    Sebaliknya, serangan jantung ditandai dengan nyeri dada yang terasa seperti ditekan. Nyeri ini dapat menjalar ke leher, rahang, kedua lengan, atau punggung bagian atas. Nyeri dada akibat serangan jantung tidak berhubungan dengan makan atau berkurang setelah mengambil obat pereda maag.
  • Gejala-gejala Penyerta
    Selain nyeri dada, gejala serangan jantung lainnya termasuk sesak napas, keringat dingin, badan terasa lemas, pusing, dan bahkan pingsan. Beberapa penderita juga mengalami mual atau muntah. Gejala-gejala ini seringkali disertai dengan gejala lain yang menunjukkan bahwa ada masalah dengan jantung. Namun, gejala sakit maag biasanya tidak disertai dengan sesak napas, keringat dingin, atau pingsan. Mereka lebih sering mengalami keluhan seperti mual, sendawa, dan perut terasa begah.
  • Saat Gejala Muncul
    Bagaimana gejala muncul adalah perbedaan lain antara sakit maag dan serangan jantung. Sakit maag biasanya menyebabkan nyeri dada beberapa saat setelah makan, atau bahkan jika tidak makan sama sekali. Serangan jantung, di sisi lain, dapat terjadi kapan saja, bahkan saat istirahat atau bahkan saat tidur.
  • Respon terhadap Penggunaan Obat
    Selain itu, respons terhadap obat dapat membantu membedakan antara sakit maag dan serangan jantung. Obat golongan nitrat yang diletakkan di bawah lidah dapat membuat nyeri dada akibat serangan jantung membaik. Jika nyeri dada tidak membaik setelah mengonsumsi obat ini, Anda harus segera periksa ke rumah sakit untuk memantau kondisi jantung Anda.
  • Identitas Penderita
    Karakteristik penderita juga dapat membedakan sakit maag dari serangan jantung. Pasien dengan diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan obesitas lebih sering mengalami serangan jantung, sementara ibu hamil, orang dengan kebiasaan makan yang tidak sehat, dan orang yang obesitas lebih sering mengalami sakit maag.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-05-04T093420.699.png
04/May/2024

Jantung manusia memiliki banyak sistem listrik yang kompleks, yang menyebabkan detak jantung. Sinyal listrik melewati empat ruang jantung: atrium (dua di atas) dan ventrikel (dua di bawah). Denyut jantung, juga dikenal sebagai denyut nadi, adalah ukuran berapa kali jantung berdetak per menit (bpm). Sinyal ini mendorong jantung untuk berdetak dengan ritme yang stabil. Ini sangat bervariasi secara individual dan dapat berubah seiring waktu.

Saat beristirahat, orang dewasa memiliki 60–100 detak jantung per menit, yang merupakan nilai normal. Untuk mengetahui detak jantung normal Anda, duduklah diam selama lima hingga sepuluh menit dan hitung berapa kali jantung Anda berdetak dalam satu menit. Mengetahui detak jantung normal Anda, terutama jika Anda menderita penyakit jantung, dapat membantu Anda meningkatkan kualitas hidup Anda.

Ada banyak variabel yang dapat memengaruhi detak jantung, seperti usia, kesehatan, dan gaya hidup. Ketika jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur, itu disebut aritmia, atau gangguan irama jantung. Ini dapat menyebabkan gejala seperti pusing, pingsan, dan sesak napas karena jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik, yang membuatnya berbahaya.

Sejenis aritmia yang ditandai dengan detak jantung yang lambat, biasanya kurang dari 60 detak per menit, dikenal sebagai bradykardia, dapat menyebabkan gejala seperti pusing, kelelahan, sesak napas, atau bahkan pingsan karena jantung tidak mampu memompa darah dengan cukup banyak selama aktivitas atau olahraga.

Salah satu penyebab bradikardia dapat dikaitkan dengan masalah pada sistem kelistrikan jantung. Masalah pada nodus sinoatrial, yang berfungsi sebagai pacemaker alami jantung, dapat menyebabkan impuls listrik yang lebih lambat, yang pada gilirannya dapat menyebabkan detak jantung yang kurang efisien. Bradikardia juga dapat disebabkan oleh jalur konduksi yang tidak berfungsi atau blok atrioventrikular.

Penyakit jantung bawaan, infeksi jaringan jantung, operasi jantung, hipotiroidisme, kerusakan akibat serangan jantung, dan penggunaan obat-obatan tertentu adalah faktor risiko lain yang dapat memengaruhi sistem kelistrikan jantung.

Atlet, misalnya, mengalami bradycardia, yang dianggap sebagai respons fisiologis terhadap tingkat kebugaran fisik yang tinggi, tidak selalu merupakan masalah kesehatan serius. Bradikardia, atau detak jantung kurang dari 60 denyut per menit, dapat terjadi pada atlet yang berlatih secara teratur dan intensitas tinggi. Adaptasi jantung terhadap latihan aerobik yang rutin dianggap sebagai penyebab fenomena ini.

Peningkatan volume darah yang dipompa jantung dapat dicapai melalui latihan aerobik yang teratur. Dengan kebugaran fisik yang meningkat, jantung atlet dapat memompa darah dengan lebih efisien dan tidak berdetak terlalu cepat saat istirahat. Akibatnya, beban kerja jantung berkurang dan detak jantung menjadi lebih lambat saat istirahat. Latihan rutin juga dapat berdampak pada sistem saraf otonom, yang mengatur detak jantung. Atlet sering mengalami tonus parasimpatis yang lebih tinggi, yang dapat menyebabkan detak jantung lebih lambat.

Dokter biasanya memulai diagnosis bradikardia dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mencatat riwayat kesehatan pasien. Selama pemeriksaan fisik, mereka akan memeriksa detak jantung pasien untuk mengidentifikasi kemungkinan anomali detak jantung. Selain itu, pasien diminta untuk menjelaskan secara detail gejala yang mungkin menunjukkan bradikardia. Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) akan dilakukan untuk memastikan apakah ada kecurigaan atau hasil pengukuran jantung yang tidak normal.

Mungkin diperlukan monitor Holter jika ada irama jantung yang tidak normal. Perangkat portabel ini memungkinkan tim medis untuk memantau jantung pasien selama waktu yang lebih lama dan membantu dalam diagnosis gangguan jantung yang tidak normal di luar rumah sakit.

Pilihan tambahan seperti ekokardiografi dapat dipertimbangkan, tergantung pada gejala dan hasil tes diagnostik. Gelombang suara ditransmisikan ke jantung melalui mesin transduser dalam prosedur non-invasif ini, yang menghasilkan gambar visual.

Untuk diagnosis tambahan, pengujian dengan meja tilt dan latihan mungkin diperlukan untuk mengevaluasi hubungan antara detak jantung dan posisi fisik serta pengaruh olahraga terhadap detak jantung. Selain itu, studi elektrofisiologi dapat membantu memahami sistem kelistrikan jantung.

Gagal jantung, sering pingsan, atau sinkop, dan, dalam kasus ekstrem, serangan jantung adalah komplikasi bradikardia yang berbahaya. Pengobatan mungkin tidak diperlukan untuk bradycardia borderline atau sporadis. Beberapa pilihan pengobatan dapat dipertimbangkan untuk kasus yang lebih parah. Misalnya, rejimen pengobatan dapat diubah atau dihentikan jika efek samping dari pengobatan menyebabkan perlambatan detak jantung. Pemasangan alat pacu jantung biasanya dapat mengatur ritme jantung dan mempercepat detak jika diperlukan.

Penting untuk diingat bahwa detak jantung yang lambat tidak selalu merupakan masalah serius, terutama jika terjadi selama 40 hingga 60 detak per menit saat beristirahat. Namun, jika Anda mengalami gejala ini atau detak jantung yang lambat terjadi secara teratur, konsultasikan dengan dokter Anda untuk pemeriksaan tambahan dan perawatan yang sesuai. Jika Anda ingin hidup dengan kualitas terbaik, Anda harus menjaga kesehatan jantung Anda.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-05-02T094733.487.png
02/May/2024

Salah satu jenis gangguan penglihatan yang disebut amblyopia (juga dikenal sebagai “mata malas”) terjadi pada salah satu atau kedua mata. Gangguan ini terjadi karena perkembangan visual kortikal salah satu atau kedua mata terhambat oleh penyakit okular selama masa kanak-kanak. Mata yang disebut “malas” memiliki kekuatan yang lebih besar daripada mata lainnya. Meskipun anak-anak dengan amblyopia tidak malas, mereka tidak dapat mengontrol cara mata mereka bekerja.

Ambilopia dapat muncul sejak masa kanak-kanak. 3% anak di seluruh dunia mengalami amblyopia. Untuk mencegah efek jangka panjang amblyopia pada anak, skrining dini dilakukan pada usia 3 hingga 5 tahun. Anak-anak di bawah 7 tahun lebih baik mendapatkan terapi amblyopia.

Anak-anak yang mengalami amblyopia biasanya menghadapi kesulitan untuk menjelaskan seberapa jauh atau dekat suatu barang. Ketika anak perlu melakukan tindakan seperti menyipitkan mata, memiringkan kepala, dan menutup satu mata, orang tua biasanya menyadarinya.

 

Faktor Mata Malas pada Anak

Beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan mengembangkan amblyopia pada anak antara lain:

  • Kelahiran bayi sebelum waktunya (Prematur)
  • Riwayat keluarga amblyopia, katarak juvenile, dan sebagainya
  • Syarat pertumbuhan

 

Penyebab Mata Malas pada Anak

Pada saat normal, otak mengirim sinyal ke kedua mata untuk melihat. Namun, jika salah satu mata memiliki sinyal yang lebih buruk daripada yang lain, otak merespon dengan mematikan sinyal mata yang lemah dan memindahkan sinyal ke mata yang lain. Amblyopia dapat disebabkan oleh kondisi mata berikut:

  • Sebelum usia tiga tahun, pergerakan mata yang tidak bersamaan dikenal sebagai strabismus atau mata juling.
  • Katarak, yaitu adanya kabut pada lensa mata yang membuat mata tampak kabur.
  • Masalah refraksi Terdiri dari masalah pandangan ganda, astigmatisma, myopia, dan hypermetropia. Kacamata atau kontak lensa biasanya dapat diatasi. Namun, jika pengobatan tidak dilakukan, otak akan mulai bergantung pada kekuatan mata yang lebih kuat.

 

Pengobatan Mata Malas pada Anak

Pengobatan amblyopia yang disebabkan oleh strabismus dan gangguan refraksi: Untuk anak dengan myopia, hipermitropia, dan astigmatisma, dokter biasanya merekomendasikan kaca mata atau lensa kontak. Anak akan didiagnosa dengan amblyopia jika dia tidak dapat melihat penuh (visus 6/6) setelah koreksi kacamata. Terapi berikutnya adalah:

  • Dengan menggunakan penutup mata pada mata yang memiliki penglihatan yang kuat, otak akan terbiasa mengirimkan sinyal ke mata yang memiliki penglihatan yang lemah. Mereka yang mengalami amblyopia harus menggunakan penutup mata dua jam sehari.
  • Mengobati mata yang kuat dengan atropine tetes mata. Terapi penglihatan mata anak Anda harus dilanjutkan untuk mencegah kekambuhan amblyopia, dan penglihatannya diharapkan pulih dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-04-20T103254.661.png
20/Apr/2024

Peradangan pada tendon supraspinatus terjadi karena gesekan tendon terhadap tulang bahu secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama, terutama saat berenang, melukis, atau bermain tenis. Tulang bahu ini dibentuk oleh caput humeri dengan bungkus kapsul sendi glenohumeral sebagai alasnya, dan akromion dan ligamentum coraco acromiale sebagai penutup bagian atasnya. Sebelum masuk ke dalam tuberkulum majus humeri, tendon otot supraspinatus akan melewati terowongan di daerah bahu. Terowongan ini dibentuk oleh kaput humeri (yang melindungi kapsul sendi glenohumerale) dan akromion dan ligamentum coraco acromiale sebagai penutup bagian atasnya.

Perubahan pada tendon disebabkan oleh kerobekan serabut tendon akibat trauma atau cedera. Cairan yang keluar dari sistem sirkulasi dapat menyebar ke celah tendon yang robek dan mengendap di sekitarnya, membentuk hematom. Hematom ini akan menekan ujung-ujung saraf sensasi di sekitarnya, meningkatkan rasa sakit. Apabila penekanan berulang yang menyebabkan peradangan ini berlanjut, tendon akan menebal. Ini menyebabkan gerakan tendon menjadi terbatas atau terhambat. sehingga aliran darah terganggu, menyebabkan tendinitis.

 

Gejala Supraspinatus Tendinitis

  • Nyeri memberikan tekanan pada area otot supraspinatus.
  • Nyeri ditekan pada tendon otot supraspinatus, tepatnya pada daerah tuberculum mayus humeri sedikit proximal. Nyeri juga ditemukan pada otot deltoid medial sebagai referensi. Arc yang menyebabkan sakit pada tendinitis suprapinatus berkisar antara 600 dan 1200 mm. Jika diperhatikan, rasa nyeri tersebar di seluruh area sendi bahu. Nyeri ini dapat menjadi kumatkumatan, yang muncul saat mengangkat bahu. Memakai baju, menyisir rambut, memasang konde, atau mengambil bumbu dapur dari rak gantung adalah keluhan umum.
  • Rasa nyeri menyebabkan keterbatasan gerak pada sendi bahu, terutama untuk gerakan abduksi dan eksorotasi.
  • Kelemahan dan atrofi otot

 

Cara Pengobatan Supraspinatus Tendinitis

  • Terapi dengan obat
    • Obat Ibuprofen
      Jenis NSAID yang dimaksudkan untuk mengurangi rasa sakit dengan waktu paruh yang cukup singkat. Sebagian diindikasikan untuk osteoarthritis dan rematoid arthritis yang menyebabkan nyeri yang ringan hingga sedang. Dosis berkisar antara 400 dan 800 mg.
    • Diclofenac Natrrium
      merupakan bahan kimia asam asetat heteroaril yang terbentuk dalam waktu singkat. Indikasi untuk ankylosing spondilitis, RA, dan osteoarthritis
    • Obat Piroksikam
      memiliki waktu paruh yang panjang, yaitu 50 jam, dan dapat diberikan satu kali setiap hari. ditunjukkan untuk kasus osteoarthritis dan RA.
  • Fisioterapi
    Massage ini bertujuan untuk meredakan nyeri dan ketegangan otot serta meningkatkan vaskularisasi. Secara umum, perawatan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

    • Untuk mengurangi spasme otot supraspinatus, berikan kompres hangat.
    • Teknik transver friction digunakan untuk melakukan massage pada tendon supraspinatus.
  • Ultra Sound (US)
    Terapi ultrasound menggunakan energi gelombang suara dengan frekuensi lebih dari 20.000 Hz, yang tidak dapat ditangkap oleh telinga atau pendengaran, dan merupakan salah satu modalitas fisioterapi yang paling sering digunakan di klinik untuk membantu pasien dengan masalah muskuloskeletal.
  • Latihan Terapetik
    Provokasi ke arah abduksi dengan gerakan isometrik/tahanan.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-04-19T142118.600.png
19/Apr/2024

Kanker kolon adalah kanker usus yang paling umum dan merupakan penyebab ketiga kematian akibat kanker terbanyak di dunia, baik pada pria maupun wanita. Pasien kanker sering mengalami masalah fisik dan nonfisik. Penyakit kanker tidak hanya menyebabkan masalah fisik, tetapi juga menyebabkan masalah psikologis. Sosial juga menyebabkan masalah ekonomi. Karena fakta bahwa kanker kolon dengan perforasi sangat berisiko, pasien yang memilikinya memiliki tingkat frekuensi kekambuhan yang lebih tinggi dari pasien yang tidak memilikinya.

Penyakit kanker kolon lebih sering terjadi di kolon sigmoid, yang merupakan bagian kolon yang paling umum terjadi obstruksi. Sebagian besar tumor terletak di distal fleksura splenica, dan sebagian besar perforasi terletak di tumor hampir 70 persen, dan perforasi terletak di proksimal tumor sebesar 30 persen. Pada pasien yang memiliki riwayat keluarga penderita kanker kolon, kejadian kanker kolon lebih tinggi.

 

Apa Saja Faktor Risiko Kanker Kolon

Beberapa faktor risiko kanker kolon termasuk pasien yang lebih tua, riwayat keluarga terkena kanker kolon, penyakit radang usus, gaya hidup yang tidak sehat, obesitas, dan penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid. Salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan perforasi pada kanker kolon adalah tindakan kolonoskopi, yang merupakan prosedur standar untuk mengidentifikasi kanker kolon yang terkait dengan perforasi iatrogenik atau trauma mekanis yang disebabkan oleh prosedur. Risiko perforasi juga dapat meningkat jika ada obstruksi yang memerlukan kolonoskopi.

 

Gejala dan Diagnosis Kanker Kolon

Dibandingkan dengan perforasi gastrointestinal lainnya, perforasi kolon adalah yang paling mengganggu. Peritonitis bakteri disebabkan oleh banyaknya bakteri di usus besar. Sebagian pasien menunjukkan gejala seperti abses mirip massa perut atau sepsis. Setelah tindakan kolonoskopi, beberapa pasien mengalami nyeri perut yang menetap dan distensi, yang menunjukkan bahwa ada luka di dalam perut. Akibatnya, perlu dilakukan evaluasi segera dari luka di dalam perut. Diagnosis perforasi kolon dapat dibuat berdasarkan temuan klinis dan radiografi. Keberadaan dan penyebab perforasi dapat diidentifikasi dengan beberapa modalitas pencitraan dan tes laboratorium. Untuk mengevaluasi pasien yang menunjukkan tanda-tanda perforasi, salah satu metode pilihan adalah tomografi komputer multi detektor (CT scan).

Tomografi komputer multidetektor memiliki sensitivitas yang tinggi untuk mendeteksi gas ekstraluminal dan melokalisasi lokasi perforasi dengan akurasi 82–90%. Komputer tomografi abdomen (CT) juga digunakan untuk menentukan diagnosis perforasi dan penyebabnya. Perforasi yang disebabkan oleh kanker kolon dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu perforasi bebas dan perforasi tertutup. Perforasi tertutup memiliki gambaran onkologis yang berbeda dari perforasi bebas karena peradangan lokal yang disebabkan oleh pembentukan abses lokal, yang dapat dilihat melalui pemeriksaan patologis atau tomografi komputer operasi.

Dibandingkan dengan perforasi bebas, pembentukan rongga abses ini menurunkan risiko penyebaran tumor (sel ganas). Pasien kanker kolon yang lebih tua cenderung mengalami komplikasi perforasi kolon. Mereka yang memiliki perforasi kolon akan mengalami sepsis, yang dapat menyebabkan peritonitis dan akhirnya mengakibatkan kematian.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-04-17T085834.232.png
17/Apr/2024

Kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk kesehatan tubuh, jadi tubuh yang sehat tidak tergantung pada apakah gigi dan mulutnya sehat atau tidak. Oleh karena itu, pembangunan di bidang kesehatan gigi harus diprioritaskan saat melaksanakan kemajuan di bidang kesehatan. Kerosakan struktur gigi yang menyebabkan lubang pada gigi dikenal sebagai karies. Karies gigi adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh demineralisasi email dan dentin yang erat terkait dengan konsumsi makanan yang memiliki sifat kariogenik. Bakteri penyebab karies Streptoccocus mutans adalah penyebab karies gigi. Karena anak-anak cenderung menyukai makanan manis, karies gigi sering terjadi pada anak-anak.

Kontrol plak adalah bagian penting dari perawatan gigi dan mulut. Cara paling mudah untuk mengontrol plak di rumah adalah dengan menyikat gigi. Penyakit ini menyebabkan gigi berlubang, yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan nyeri, rasa sakit, dan kehilangan gigi bahkan menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit berbahaya. Tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, infeksi, berbagai penyakit berbahaya, dan bahkan kematian. Permukaan gigi, bakteri kariogenik (yang menyebabkan karies), karbohidrat yang difermentasikan, dan waktu adalah beberapa faktor yang mendukung karies gigi. Anatomi gigi memengaruhi pembentukan karies juga. Karies dapat berkembang di celah dan alur gigi yang dalam. Tempat yang sering terselip makanan juga sering terkena karies.

 

Kenapa Karies Gigi Bisa Terjadi

Banyak faktor menyebabkan karies gigi. Host (gigi dan saliva), mikroorganisme (plak), substrat (karbohidrat), dan faktor waktu adalah beberapa penyebab karies. Selain itu, pengalaman sebelumnya dengan karies, status sosial ekonomi, usia, jenis kelamin, lokasi geografis, dan perilaku yang berkaitan dengan kesehatan gigi adalah faktor risiko tambahan yang berkontribusi pada intensitas karies. Akibatnya, karies ini disebabkan oleh aktivitas mikroba dalam karbohidrat yang dapat difermentasikan. Kerugian bahan organik gigi ini diikuti oleh demineralisasi jaringan kerasnya. Infeksi bakteri, kematian pulpa, dan infeksi yang menyebar ke jaringan periapikal dapat menyebabkan nyeri. Mengonsumsi makanan atau minuman yang manis, panas, atau dingin dapat menyebabkan rasa nyeri menjadi lebih buruk.

 

Cara Mencegah Karies Gigi

Beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil termasuk menjaga mulut tetap bersih, mendapatkan pendidikan tentang kesehatan gigi, mengurangi konsumsi gula dan diet, menggunakan fluor, dan mengetahui kondisi kesehatan gigi dan mulut Anda, antara lain:

  • Diet dan Konsumsi Karbohidrat atau Gula
    Untuk mencegah karies gigi pada anak-anak, lebih penting untuk mengurangi konsumsi gula dan mengontrol frekuensi asupan gula yang tinggi. Memberikan saran tentang pola makan yang sehat dan pilihan pengganti gula adalah cara untuk mencapai hal ini. Diet yang sehat merekomendasikan makan makanan yang mengandung protein dan fosfat yang cukup untuk meningkatkan sifat basa saliva. Anda juga harus makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan yang berserat dan berair, yang berfungsi untuk membersihkan dan merangsang sekresi saliva. Anda juga harus menghindari makanan yang terlalu manis dan berlemak, dan membatasi frekuensi makan Anda menjadi tiga kali sehari dan mengurangi keinginan untuk makan di antara jam makan.
  • Menjaga Kesehatan Mulut Anda
    Diakui bahwa menjaga kebersihan mulut memerlukan penyikatan gigi, penggunaan benang gigi (flossing), dan tindakan pencegahan profesional. Untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk membersihkan seluruh giginya, keahlian dan teknik penyikatan gigi harus lebih ditekankan. Segera setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam, setiap orang harus menyikat giginya dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluor. Untuk membersihkan gigi di antara gigi, juga dibutuhkan pemakaian benang gigi. Dokter gigi melakukan tindakan pencegahan profesional seperti skeling dan root planning.
  • Menggunakan Fluor
    Penggunaan fluor dapat dilakukan melalui fluoridasi air minum, pasta gigi, obat kumur, tablet fluor, dan aplikasi topikal. Cara yang paling efektif untuk mengurangi masalah karies di masyarakat umum adalah melalui fluoridasi air minum. Untuk anak yang berisiko tinggi atau selama terjadi kenaikan karies, penggunaan obat kumur disarankan. Untuk anak yang berisiko tinggi, topikal aplikasi fluor diberikan setiap empat atau enam bulan sekali. Penggunaan pasta gigi atau tablet fluor tidak cukup untuk mencegah atau menghambat perkembangan karies.
  • Pendidikan Mengenai Kesehatan Gigi
    Mempengaruhi atau mengajak orang lain untuk berperilaku sehat dikenal sebagai pendidikan kesehatan. Itu penting dalam hal perilaku hidup sehat karena tingkat kesehatan adalah salah satu faktor yang menentukan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Anak-anak yang berisiko tinggi terhadap penyakit gigi seperti karies dan penyakit periodontal memerlukan pendidikan kesehatan gigi tentang kebersihan mulut, diet, gula, dan kunjungan rutin ke dokter gigi. Informasi ini harus diberikan secara individual dan diberikan secara konsisten. Ini juga harus memberi tahu anak bahwa mereka bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan mulutnya.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-04-06T092209.877.png
06/Apr/2024

Salah satu jenis gangguan penglihatan yang disebut amblyopia (juga dikenal sebagai “mata malas”) terjadi pada salah satu atau kedua mata. Gangguan ini terjadi karena perkembangan visual kortikal salah satu atau kedua mata terhambat oleh penyakit okular selama masa kanak-kanak. Mata yang disebut “malas” memiliki kekuatan yang lebih besar daripada mata lainnya. Meskipun anak-anak dengan amblyopia tidak malas, mereka tidak dapat mengontrol cara mata mereka bekerja.

Ambilopia dapat muncul sejak masa kanak-kanak. 3% anak di seluruh dunia mengalami amblyopia. Untuk mencegah efek jangka panjang amblyopia pada anak, skrining dini dilakukan pada usia 3 hingga 5 tahun. Anak-anak di bawah 7 tahun lebih baik mendapatkan terapi amblyopia.

Anak-anak yang mengalami amblyopia biasanya menghadapi kesulitan untuk menjelaskan seberapa jauh atau dekat suatu barang. Ketika anak perlu melakukan tindakan seperti menyipitkan mata, memiringkan kepala, dan menutup satu mata, orang tua biasanya menyadarinya.

 

Faktor Mata Malas pada Anak

Beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan mengembangkan amblyopia pada anak antara lain:

  • Kelahiran bayi sebelum waktunya (Prematur)
  • Riwayat keluarga amblyopia, katarak juvenile, dan sebagainya
  • Syarat pertumbuhan

 

Penyebab Mata Malas pada Anak

Pada saat normal, otak mengirim sinyal ke kedua mata untuk melihat. Namun, jika salah satu mata memiliki sinyal yang lebih buruk daripada yang lain, otak merespon dengan mematikan sinyal mata yang lemah dan memindahkan sinyal ke mata yang lain. Amblyopia dapat disebabkan oleh kondisi mata berikut:

  • Sebelum usia tiga tahun, pergerakan mata yang tidak bersamaan dikenal sebagai strabismus atau mata juling.
  • Katarak, yaitu adanya kabut pada lensa mata yang membuat mata tampak kabur.
  • Masalah refraksi Terdiri dari masalah pandangan ganda, astigmatisma, myopia, dan hypermetropia. Kacamata atau kontak lensa biasanya dapat diatasi. Namun, jika pengobatan tidak dilakukan, otak akan mulai bergantung pada kekuatan mata yang lebih kuat.

 

Pengobatan Mata Malas pada Anak

Pengobatan amblyopia yang disebabkan oleh strabismus dan gangguan refraksi: Untuk anak dengan myopia, hipermitropia, dan astigmatisma, dokter biasanya merekomendasikan kaca mata atau lensa kontak. Anak akan didiagnosa dengan amblyopia jika dia tidak dapat melihat penuh (visus 6/6) setelah koreksi kacamata. Terapi berikutnya adalah:

  • Dengan menggunakan penutup mata pada mata yang memiliki penglihatan yang kuat, otak akan terbiasa mengirimkan sinyal ke mata yang memiliki penglihatan yang lemah. Mereka yang mengalami amblyopia harus menggunakan penutup mata dua jam sehari.
  • Mengobati mata yang kuat dengan atropine tetes mata. Terapi penglihatan mata anak Anda harus dilanjutkan untuk mencegah kekambuhan amblyopia, dan penglihatannya diharapkan pulih dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-04-02T103114.301.png
02/Apr/2024

Kondisi kelahiran setiap anak berbeda. Sebagian orang dilahirkan dengan kekurangan fisik atau mental, sementara yang lain dilahirkan dengan sempurna. Kemampuan berkomunikasi dan perkembangan anak yang terlahir sempurna pasti akan baik. Namun, berbeda dengan individu yang dilahirkan dengan kelainan. Anak yang disebut anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki karakteristik fisik, mental, dan perilaku sosial yang berbeda dari rata-rata anak normal. Ada manfaat dan kekurangan dari perbedaan. Adanya perbedaan ini akan memiliki efek yang berbeda bagi penyandangnya.

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki ciri-ciri unik yang berbeda dari anak biasa tanpa selalu menunjukkan kekurangan fisik, mental, atau emosi. Anak-anak dengan autisme dan ADHD adalah contoh anak dengan kebutuhan khusus. Namun demikian, keduanya jelas berbeda dalam hal kelainan yang diidapnya.

Autisme adalah gangguan perkembangan anak yang disebabkan oleh masalah pada sistem syaraf pusat yang mengganggu perilaku, komunikasi, dan interaksi sosial. Karena ADHD selalu berubah, terkadang lebih dikenal dengan istilah anak hiperaktif. Tidak dapat melakukan kegiatan yang diberikan kepadanya dengan duduk diam di satu tempat selama ± 5–10 menit.

 

Seperti Apakah ADHD dan Autisme Itu?

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perilaku yang ditandai dengan gangguan pemusatan perhatian, pembicaraan yang lepas kontrol, dan perilaku hiperaktif. ADHD adalah pola tetap yang mengganggu perhatian atau perilaku hiperaktif dan impulsif yang lebih sering dan lebih parah daripada yang biasa terlihat pada orang lain.

ADHD adalah gangguan kronis (menahun) yang dapat dimulai pada bayi dan dapat berlanjut sampai dewasa. Ini dapat memengaruhi kehidupan anak di sekolah, di rumah, dan di komunitasnya.  Ketika seseorang mengalami gejala ADHD, mereka mungkin kurang fokus, hiperaktif, dan implusif, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam sebagian besar aktivitas mereka.

Sebaliknya, autisme adalah kelainan perkembangan yang secara signifikan memengaruhi interaksi sosial dan komunikasi verbal, nonverbal, yang berdampak pada keberhasilan belajar individu tersebut. Melakukan kegiatan berulang dan gerakan stereotype, menolak perubahan lingkungan, dan memberikan respons yang tidak semestinya terhadap pengalaman sensori adalah tanda lain dari autisme.  Selain itu, autis dapat diartikan sebagai gangguan perkembangan komunikasi, kognitif, perilaku, sosialisasi, kemampuan belajar, dan sensoris. Ada sikap antisosial, gangguan perilaku, dan hambatan motorik kasar pada beberapa anak autis.

Autisme, juga dikenal sebagai Autistic Spectrum Disorder (ASD), adalah gangguan perkembangan fungsi otak yang kompleks dan sangat bervariasi, yang biasanya mencakup kemampuan berimajinasi, komunikasi, dan interaksi sosial. Salah satu jenis gangguan tumbuh kembang yang dikenal sebagai autisme terdiri dari sekumpulan gejala yang disebabkan oleh kelainan syaraf tertentu yang menyebabkan fungsi otak tidak bekerja secara normal, yang berdampak pada perkembangan, kemampuan komunikasi, dan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain.

 

Karakteristik ADHD dan Autisme

  • Karakteristik Attentions Deficit  Hyperactivity  Disorder  (ADHD):
    • Seseorang dengan ketunaan ini mungkin mengalami gangguan pemusatan perhatian karena indera atau perasaan yang muncul saat itu sangat tidak dapat diprediksi.
    • Gangguan pengendalian diri menyebabkan tindakan yang tidak sesuai dengan pemikiran. Seseorang yang mengalami ketunaan ADHD akan sangat terpengaruh oleh perasaan mereka dan akan bereaksi dengan cepat tanpa mempertimbangkan banyak hal.
    • Gangguan aktivitas yang berlebihan dapat dikenali sejak usia dini, dengan selalu ada gerakan dan biasanya sulit untuk tenang.
  • Karakteristik Autisme
    Sebagian orang dengan gangguan autisme mulai menunjukkan tanda-tandanya sejak bayi. Ciri yang paling menonjol adalah tidak melakukan kontak mata dan tidak menunjukkan reaksi yang signifikan terhadap ibunya atau pengasuhnya. Dengan bertambahnya usia, ciri ini semakin jelas. Perkembangannya sudah “relatif normal” pada sebagian kecil lainnya dari orang dengan autisme. Bayi mulai mengoceh, menatap, dan cukup menunjukkan reaksi pada orang lain, tetapi pertumbuhannya berhenti pada suatu titik sebelum usia tiga tahun dan terjadi kemunduran.
    Ia mulai menjauh dari orang lain, berhenti mengoceh, dan tidak bereaksi terhadap mereka.Oleh karena itu, diketahui bahwa seseorang baru dikatakan mengalami gangguan perkembangan dalam tiga aspek: keterbatasan dalam interaksi sosial dan emosional, keterbatasan dalam komunikasi timbal balik, dan minat yang terbatas disertai dengan gerakan-gerakan tanpa tujuan yang berulang.Mereka harus terlihat sebelum anak berusia tiga tahun. Mengingat fakta bahwa tiga komponen gangguan perkembangan di atas muncul dalam berbagai bentuk yang berbeda, dapat disimpulkan bahwa autisme sebenarnya adalah sekumpulan gejala dan ciri yang disebabkan oleh berbagai faktor yang sangat berbeda, saling berhubungan, dan unik untuk setiap anak.

 

Apa Perbedaan ADHD dan Autisme pada Anak

Anak-anak dengan ADHD memiliki gejala seperti gangguan pemusatan perhatian, gangguan pengendalian diri, dan gangguan aktivitas yang berlebihan, sementara beberapa kasus autisme menunjukkan tanda-tanda sejak bayi. Ciri yang paling menonjol adalah tidak melakukan kontak mata dan tidak menunjukkan reaksi yang signifikan terhadap ibunya atau pengasuhnya.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-04-01T085656.377.png
01/Apr/2024

Penyakit lidah atau gangguan lidah memang dapat menyebabkan rasa sakit yang menghalangi makan, menelan, dan bahkan berbicara. Lidah dapat sakit karena banyak penyakit. Ulasan lengkap dapat ditemukan di sini. Perubahan yang terlihat pada lidah dapat menunjukkan kondisi kesehatan kita secara keseluruhan. Namun, beberapa gangguan lidah membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Meskipun penyakit lidah mudah diperiksa, dokter terkadang menghadapi masalah dalam diagnosis dan pengobatannya, menurut penelitian American Family Physician. Untuk didiagnosa, riwayat kesehatan lengkap harus dikumpulkan, termasuk jangka waktu, gejala awal, dan penggunaan alkohol dan tembakau.

Sangat penting untuk memeriksa limfadenopati dan morfologi lidah. Senarai penyakit lidah yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut. Tidak menjaga lidah bersih hingga daya tahan tubuh yang lemah adalah beberapa alasan mengapa lidah mudah sakit. Untuk mencegah dan merawat penyakit lidah dengan benar, ketahuilah jenisnya. Orang memiliki kemampuan untuk mengecap, menelan, dan berbicara karena jaringan otot di lidah.

Selaput merah muda (mukosa) dan tonjolan-tonjolan kecil (papila lidah) melapisi organ pencernaan tidak bertulang ini. Ribuan saraf pengecap menciptakan tekstur kasar ini. Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, merokok, dan tidak menjaga lidah bersih dapat menyebabkan masalah lidah yang mengganggu fungsinya.

 

Macam-macam Jenis Penyakit Lidah

Ini adalah beberapa kondisi lidah yang mungkin terjadi, serta perawatan yang dapat dilakukan:

  • Leukoplakia
    Salah satu penyakit lidah yang disebut leukoplakia adalah bercak putih yang dapat muncul di permukaan lidah, gusi, dan dinding bagian dalam pipi. Penyakit ini dikaitkan dengan kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau, asam lambung, dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Pada kebanyakan kasus, leukoplakia akan sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus. Namun, Anda harus melihat dokter jika bercak putih tetap ada selama lebih dari dua minggu. Ini karena beberapa kasus leukopakia dapat menyebabkan kanker lidah.
  • Kandidiasis
    Jamur Candida albicans berkembang di lapisan lidah. Orang dengan daya tahan tubuh yang lemah atau yang sedang mengonsumsi kortikosteroid biasanya lebih rentan mengalami penyakit lidah ini. Orang tua, anak kecil, dan bayi juga lebih rentan mengalami penyakit lidah ini. Dokter akan memberikan pengobatan kandidiasis dengan obat antijamur.
  • Kanker Mulut
    Jika ada benjolan yang terus tumbuh atau membesar di lidah Anda, itu bisa menjadi pertanda kanker mulut. Perokok aktif dan orang yang mengonsumsi alkohol berlebihan lebih berisiko mengalami kanker mulut. Bentuk benjolan awal biasanya tidak sakit, tetapi penting untuk tidak mengabaikan fase ini.
  • Sindrom Lidah Perih
    Sindrom lidah perih, di mana lidah terasa seperti tersiram air panas, adalah masalah yang cukup umum. Sebagian wanita yang telah mengalami menopause juga dapat mengalami kondisi ini. Sindrom lidah perih biasanya hanya akibat dari masalah saraf ringan dan biasanya tidak berbahaya.
  • Lidah Hitam dan Berbulu
    Lidah Hitam dan Berbulu dapat memiliki penumpukan bakteri pada papila mereka. Bakteri inilah yang menyebabkan lidah berbulu dan hitam. Kondisi ini biasanya tidak dianggap serius. Meskipun demikian, Anda harus lebih memperhatikan kebersihan lidah dan mulut Anda. Kondisi ini lebih mungkin terjadi pada individu yang menjalani kemoterapi atau sering mengonsumsi antibiotik.
  • Glositis Atrofi
    Lidah membengkak dan kemerahan, dan teksturnya menjadi licin dan halus adalah tanda atrofi atau radang glositis pada lidah. Kekurangan vitamin B12, asam folat, atau zat besi dapat menyebabkan penyakit lidah ini. Menjaga kebersihan gigi dan mulut, memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, dan mengonsumsi obat antibiotik secukupnya dapat membantu menangani dan mencegah gejala glossitis atrofi. Penyakit lidah umu biasanya tidak serius dan dapat disembuhkan dengan cepat. Namun, jika Anda mengalami masalah dengan lidah atau mulut Anda, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter.
  • Cedera Lidah
    Tergigit tidak sengaja biasanya menyebabkan rasa sakit di lidah. Hal ini sangat mungkin terjadi saat Anda mengunyah. Selain itu, lidah juga kadang-kadang terasa sakit saat terluka, seperti ketika gigi Anda terjepit saat Anda terkena benturan, seperti kecelakaan atau jatuh. Selain itu, gangguan kejang seperti epilepsi juga dapat menyebabkan lidah terluka tanpa sadar. Berendam dengan air garam dapat meringankan rasa sakit dan mempercepat penyembuhan luka kecil. Namun, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat jika Anda mengalami cedera yang parah.
  • Sindrom Mulut Terbakar
    Ketika mulut Anda terasa panas tanpa henti tanpa alasan yang jelas, itu disebut sebagai sindrom mulut terbakar. Menurut Mayo Clinic, kondisi ini mempengaruhi semua bagian mulut, termasuk langit-langit mulut, bibir, gusi, bibir, dan lidah. Biasanya, sensasi terbakar cukup intens hingga terasa seperti melepuh. Kondisi ini biasanya memiliki gejala lain selain rasa sakit dan sensasi terbakar. seperti mulut kering dan haus hingga lidah memiliki rasa aneh seperti logam atau pahit Jika Anda mengalami salah satu penyakit lidah ini, segera kunjungi dokter terdekat Anda.
  • Lidah Stroberi
    Gejala demam berdarah adalah lapisan putih tebal dan papila merah cerah di lidah dalam beberapa hari pertama. Ketika pasien menunjukkan gejala seperti demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, muntah, dan sakit perut, kondisi ini juga mengkonfirmasi diagnosis. Pada hari kedua, bintik-bintik merah di dasar eritematosa, yang pertama muncul di leher dan dada, kemudian menyebar ke area lain. Dua hari kemudian, lapisan putih lidah terkelupas, meninggalkan warna merah dan papila yang menonjol tetap ada.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-03-30T090358.971.png
30/Mar/2024

Typhoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi tubuh dengan bakteri Salmonella typhi. Typhoid adalah infeksi akut yang biasanya menyerang saluran pencernaan dan memiliki gejala demam selama lebih dari 7 hari, masalah pencernaan, dan masalah kesadaran. Sangat sulit untuk membedakan penyakit ini dengan demam lainnya, tetapi penyakit ini biasanya diikuti oleh sakit kepala dan sakit perut, dan demam biasanya naik dan turun bergantian pada waktu tertentu, seperti saat tinggi pada malam hari.

Typhoid adalah penyakit infeksi yang terjadi di daerah tropis dan subtropis, terutama di daerah dengan sumber air yang tidak bersih dan sanitasi yang buruk. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi yang telah menyebar melalui makanan dan minuman yang tercemar. Orang yang menderita penyakit ini mungkin telah mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar ini.

 

Gejala Penyakit Typhoid

  • Demam meningkat setiap hari hingga 39–40 derajat Celcius
  • Serangan kepala
  • Lemah dan kelelahan
  • Menyerang otot
  • Berkeringat banyak
  • Batuk ringan
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan
  • Rasa sakit di perut
  • Diarrhea
  • Ruam pada kulit menyerupai bintik-bintik kecil merah muda
  • Menangis
  • Berbaring dengan kepala tegak dan mata setengah tertutup

 

Penularan Penyakit Typhoid

Infeksi typhoid melalui 5 F:

  • Makanan, termasuk makanan yang dikonsumsi dan didapati dari lingkungan yang tidak bersih, dapat menjadi sumber infeksi. Ini terutama benar jika kontaminasi terjadi karena pengolahan makanan yang tidak benar.
  • Penularan infeksi jari dapat terjadi jika jari tidak dicuci dengan benar setelah buang air kecil atau buang air besar.
  • Seseorang yang sudah terinfeksi bakteri penyebab typhoid, fomitus, dan bakteri yang muntahan dari penderita typhoid dapat menjadi cara lain untuk menularkan typhoid.
  • Lalat sangat suka hinggap di tempat dan benda yang kotor, yang dapat menjadi sarang bakteri Salmonella thypi. Lalat dapat membawa bakteri Salmonella thypi ke tempat dan benda kotor, yang kemudian masuk ke makanan dan menyebabkan kontaminasi.
  • Bakteri penyebab typhoid banyak ditemukan dalam kotoran dan feses pasien typhoid.

 

Komplikasi Penyakit Typhoid

  • Perdarahan yang terjadi di saluran pencernaan yang memerlukan transfusi darah
  • Kerusakan pada saluran pencernaan dapat menyebabkan peritonitis, yang dapat fatal.

Selain masalah yang disebutkan di atas, masalah tambahan mungkin muncul, antara lain:

  • Peradangan otot jantung, juga dikenal sebagai miokarditis
  • Endokarditis, atau peradangan selaput jantung dan katup
  • Pneumonia
  • Peradangan pankreas
  • Infeksi yang terjadi di kandung kemih
  • Peradangan selaput otak dan sumsum tulang belakang, juga dikenal sebagai meningitis

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?