INFO UNTUK ANDA

artikel-2024-01-10T102616.890.png
10/Jan/2024

Bukan hal yang aneh jika rutinitas dan jadwal kita sehari-hari yang padat membuat kita ragu untuk berolahraga. Padahal, ada beberapa olahraga singkat yang bisa dilakukan di sela-sela kesibukan agar tubuh tetap sehat dan aktif.

Olahraga memiliki beberapa manfaat, antara lain menjaga berat badan tetap sehat dan terhindar dari penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Tidak hanya itu, olahraga dapat membantu Anda tetap bugar dan kuat, memungkinkan Anda menjalankan tugas sehari-hari dan beroperasi dengan lebih efisien.

 

Olahraga Singkat yang Bisa Dilakukan

Berikut daftar olahraga singkat yang bisa Anda lakukan setiap hari untuk menjaga kebugaran tubuh:

  • Squat
    Squat bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Aktivitas singkat ini bermanfaat untuk membakar kalori dan memperkuat otot tubuh bagian bawah seperti perut, pinggul, bokong, paha, dan betis. Lakukan gerakan squat sebanyak 15-20 kali (satu set).

    Untuk mendapatkan manfaat maksimal, lakukan 2 hingga 3 set squat setiap hari. Anda juga dapat memasukkan teknik ini dengan lompat atau lompat jongkok. Berikut cara melakukan squat:

    • Berdiri tegak, dengan kaki dibuka selebar bahu.
    • Jaga keseimbangan dengan merentangkan tangan ke depan tubuh.
    • Tekuk kaki Anda sambil mendorong bokong ke belakang, seolah-olah Anda hendak duduk. Pastikan paha dan bokong Anda sejajar dengan lutut.
    • Jaga punggung dan bahu Anda tetap lurus.
    • Tahan posisi ini selama beberapa detik sebelum kembali ke posisi awal.
  • Lunges
    Lunges, seperti halnya squat, adalah latihan cepat yang mengencangkan dan memperkuat otot-otot di tubuh bagian bawah. Selain itu, lunge dapat membantu Anda menurunkan berat badan, memperbaiki postur tubuh, dan melatih keseimbangan.

    Lakukan lunge sebanyak 15-25 repetisi pada setiap kaki. Langkah-langkah melakukan lunge adalah sebagai berikut:

    • Berdiri tegak dengan kaki kanan di depan kaki kiri, seolah-olah Anda hendak mengambil posisi.
    • Tekuk kaki kanan secara perlahan hingga paha dan bokong sejajar dengan lutut. Tahan posisi Anda selama beberapa detik.
    • Berdiri tegak lagi, seperti yang Anda lakukan di awal.
    • Ulangi latihan ini dengan kaki kiri.
  • Crunch
    Crunch membantu memperkuat otot perut dan punggung sekaligus meminimalkan perut kembung.

    Lakukan dua set crunch, dengan 15-24 repetisi setiap setnya. Untuk melakukannya, ikuti langkah-langkah di bawah ini:

    • Posisikan tubuh Anda telentang.
    • Tekuk lutut Anda dan pastikan telapak kaki Anda berada di lantai.
    • Letakkan tangan Anda bersilang di depan dada.
    • Angkat tubuh bagian atas hingga berlutut hingga perut kencang.
    • Berbaring kembali dan ulangi tindakan terakhir.
  • Plank
    Jika Anda ingin memiliki perut six pack, cobalah latihan plank cepat ini. Plank efektif untuk memperkuat otot perut, memperbaiki postur tubuh, dan meningkatkan kelenturan tubuh.

    Tindakan plank ini dapat dilakukan setelah latihan singkat lainnya seperti squat, crunch, atau push-up. Cara yang tepat untuk melakukan plank adalah sebagai berikut:

    • Berbaring tengkurap, lengan bawah di lantai.
    • Angkat tubuh Anda ke lengan bawah dan jari kaki.
    • Kencangkan otot perut dan pastikan kepala, punggung, pinggul, dan tumit lurus.
    • Tahan postur ini selama 30 hingga 60 detik.
  • Bridges
    Bridge efektif untuk memperkuat otot punggung bawah dan bokong. Bridges juga dapat membantu memperbaiki postur tubuh dan meringankan ketidaknyamanan punggung bagian bawah.

    Latihan singkat ini dapat dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah berikut:

    • Berbaring telentang dan buka kaki selebar bahu.
    • Posisikan kedua tangan berdekatan dengan tubuh Anda.
    • Tekuk lutut Anda dan letakkan tumit Anda di dekat bokong Anda.
    • Angkat pinggul sambil mengencangkan perut dan bokong.
    • Tahan posisi tersebut selama 20 hingga 30 detik.
    • Kembali ke posisi awal.
    • Ulangi 10-15 kali.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di

Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-01-09T153548.399.png
09/Jan/2024

Saat Anda terluka, Anda mungkin ingin segera membalutnya. Namun, hanya mengoleskan plester pada berbagai jenis luka saja tidak cukup untuk mengobatinya. Anda harus memahami cara merawat luka yang benar agar tidak terinfeksi atau menyebabkan kerusakan jaringan sehingga mencegah timbulnya bekas luka yang sulit dihilangkan.

 

Cara Merawat Luka Terbuka

Berikut ini adalah tindakan pertolongan pertama yang sebaiknya Anda lakukan dalam perawatan luka:

  • Mencuci tangan
    Sebelum mulai membersihkan luka, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kalau mau lebih praktis, cukup oleskan hand sanitizer pada kedua tangan dan biarkan hingga kering. Jika tersedia, kenakan sarung tangan medis untuk meningkatkan sterilitas. Menjaga tangan tetap bersih dan tertutup dapat membantu menghindari infeksi luka.
  • Tekan sisa bagian kulit yang berdarah
    Jika luka mengeluarkan banyak darah, tekan perlahan bagian kulit yang terluka dengan handuk bersih atau kain kasa steril selama beberapa menit atau sampai pendarahan luar berhenti. Sementara itu, goresan kecil tidak perlu dipencet karena pendarahan yang terjadi biasanya tidak parah. Menekan lukanya akan mencegah Anda kehilangan terlalu banyak darah.
    Prosedur terapeutik ini hanya berlaku untuk luka berdarah. Jika Anda mengalami luka bakar parah yang menyebabkan kerusakan jaringan parah, lewati langkah ini dan dapatkan bantuan medis secepat mungkin.
  • Bersihkan luka dengan air
    Bersihkan luka dengan air bersih mengalir selama 5-10 menit, pastikan tidak ada kotoran yang tertinggal pada luka. Bentuk perawatan luka ini menghilangkan mikroorganisme yang mungkin menyebabkan infeksi. Setelah itu, bersihkan luka dan sekitarnya dengan kain atau handuk bersih. Gosok perlahan hingga sebagian besar partikel halus dan kasar hilang.
  • Oleskan petroleum jelly atau salep antibiotic
    Jika perlu, tambahkan lapisan tipis petroleum jelly pada area luka. Petroleum jelly membantu menjaga area luka tetap basah, meminimalkan jaringan parut, dan menghilangkan rasa gatal. Krim atau salep antibiotik mungkin diperlukan pada luka yang dalam untuk mencegah infeksi dari kuman dan kotoran. Namun penggunaan obat ini dalam perawatan luka tidak boleh dianggap enteng. Sebelum memutuskan antibiotik, Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda.
    Bacitracin, polisporin, dan neosporin adalah beberapa antibiotik yang paling banyak diresepkan untuk pengobatan luka. Ingatlah bahwa Anda tidak perlu mengonsumsi antibiotik ini untuk mengobati luka kecil. Jika timbul ruam atau kulit Anda terasa nyeri, segera hentikan penggunaannya.
  • Tutupi dengan perban
    Sebenarnya tidak semua luka perlu dibalut. Jika lukanya kecil dan tidak dalam, Anda bisa membersihkannya tanpa perlu membalutnya dengan perban. Namun, jika Anda harus menggunakan perban, pastikan untuk memilih jenis perban yang sesuai dengan situasi Anda.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-01-08T131200.763.png
08/Jan/2024

Sakit belakang merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas. Oleh karena itu, memahami penyebab sakit kepala punggung, serta terapi dan pencegahannya, sangatlah penting. Sakit punggung bisa disebabkan oleh berbagai macam kelainan, mulai dari gangguan ringan hingga berat. Sakit kepala belakang seringkali disebabkan oleh parahnya nyeri dan gejala yang menyertainya.

Pengobatan sakit kepala belakang harus disesuaikan dengan gejala yang mendasarinya. Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan, seperti minum banyak air dan menggunakan obat pereda nyeri. Sementara itu, tindakan dasar seperti manajemen stres dan duduk atau berdiri dengan postur tubuh yang benar dapat membantu menghindari sakit kepala belakang.

 

Bagaimana Cara Mencegahnya

Penting untuk memahami cara mencegah sakit kepala belakang. Dengan begitu, Anda akan tahu persis apa yang harus dilakukan jika Anda mengalami sakit punggung. Selain itu, Anda juga harus mengetahui cara mencegah sakit kepala belakang agar gejala tersebut tidak terulang kembali dan Anda dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Anda dapat mencoba cara berikut untuk menghindari sakit kepala belakang:

  • Konsumsi makanan bergizi dan banyak air putih.
  • Pertahankan postur tubuh yang benar dengan duduk dan berdiri tegak.
  • Berolahragalah secara teratur.
  • Manajemen stres yang baik
  • Dapatkan tidur yang cukup.
  • Batasi konsumsi kopi dan alkohol Anda.

Sakit kepala belakang biasanya bukan masalah yang signifikan karena dapat diredakan atau dihilangkan dengan terapi rumahan yang mudah. Namun, jangan diabaikan karena bisa jadi itu merupakan gejala suatu penyakit yang memerlukan perhatian medis.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani diJl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-01-06T095558.594.png
06/Jan/2024

Anda disarankan untuk mengonsumsi buah dan sayur penambah darah untuk mencegah dan mengobati anemia. Anemia adalah kelainan di mana tubuh tidak memproduksi cukup sel darah merah. Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan, yang paling umum adalah kekurangan atau kekurangan zat besi. Namun kelainan ini dapat diatasi atau bahkan dicegah dengan mengonsumsi buah dan sayuran yang kaya zat besi.

 

Jenis Buah dan Sayur yang Cocok Bagi Penderita Anemia

Anemia defisiensi besi dapat diobati dengan berbagai macam buah dan sayur penambah darah, antara lain:

  • Bayam
    Bayam merupakan salah satu sayuran penambah darah yang sebaiknya dikonsumsi oleh penderita anemia. 1 cangkir bayam (180 gram) mengandung kurang lebih 6,5 miligram zat besi. Bayam tidak hanya tinggi zat besi, namun juga memiliki kandungan kalsium, serat, protein, serta vitamin A dan E. Nah, agar nutrisi pada bayam dapat dimanfaatkan dengan baik oleh tubuh, Anda harus memperhatikan cara pengolahannya. Pilihlah bayam segar dan persiapkan terlebih dahulu agar lebih mudah diserap tubuh.
  • Kedelai
    Satu cangkir kedelai mengandung lebih dari 5 miligram zat besi. Tak hanya itu, kedelai juga kaya akan serat, protein, asam amino, asam folat, dan vitamin E. Asam folat atau sering disebut dengan vitamin B9 dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan sel darah merah yang sehat. Hasilnya, kedelai memberikan dua unsur penambah darah sekaligus.
  • Brokoli
    Brokoli adalah sayuran lain yang masuk dalam daftar sayuran penambah darah. 1 mg zat besi terdapat dalam 1 porsi brokoli matang, setara dengan 150 gram. Brokoli mengandung vitamin C dalam jumlah tinggi, yang dibutuhkan tubuh untuk membantu menyerap zat besi.
  • Orange
    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, vitamin C diperlukan untuk membantu penyerapan zat besi. Oleh karena itu, Anda juga sebaiknya mengonsumsi buah-buahan kaya vitamin C seperti jeruk untuk memastikan penyerapan zat besi berjalan lancar. Jeruk bisa utuh atau dijus untuk mendapatkan manfaat nutrisinya.
  • Kurma
    Kurma mempunyai khasiat meningkatkan tekanan darah serta rasanya yang nikmat. 4 buah kurma atau setara dengan 100 gramnya mengandung 1 mg zat besi yang bermanfaat untuk perkembangan sel darah merah. Kurma bisa dikonsumsi mentah atau diolah menjadi minuman penambah darah seperti jus kurma atau smoothies.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani diJl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-01-05T140716.446.png
05/Jan/2024

Lidah putih, meski terlihat seperti itu, tidak boleh diabaikan. Sindrom ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk merupakan tanda atau gejala penyakit serius.

Lidah seringkali berwarna merah muda dan dilapisi bintil atau papila kecil. Papila bisa membesar dan permukaan lidah bisa menjadi putih dalam situasi tertentu. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh kekurangan cairan dalam tubuh atau mulut kering.

 

Kenapa Lidah Bisa Menjadi Putih

Kebersihan gigi yang buruk, dehidrasi, atau kekurangan nutrisi seperti buah dan sayur, semuanya bisa menjadi penyebab lidah putih. Jika disebabkan oleh berbagai penyakit tersebut, lidah putih hanya bersifat sementara dan dapat diobati dengan rutin membersihkan gigi dan lidah, minum air putih, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Sebaliknya, lidah yang putih mungkin merupakan indikasi masalah medis yang lebih serius. Beberapa penyakit lidah yang dapat menyebabkan lidah menjadi putih, antara lain:

  • Leukoplakia
    Leukoplakia ditandai dengan munculnya bercak putih di mulut, termasuk di lidah. Bercak putih akibat leukoplakia tidak bisa dihilangkan dengan pembersih lidah, meski tidak menimbulkan rasa sakit. Saat lidah meradang, leukoplakia bisa berkembang. Gangguan ini lebih sering terjadi pada perokok aktif atau orang yang sering mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah besar. Meski bukan penyakit yang mengancam jiwa, leukoplakia yang tidak diobati bisa berkembang menjadi keganasan.
  • Sariawan di mulut
    Sariawan mulut, yang biasa dikenal dengan kandidiasis mulut, disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida albicans di rongga mulut. Penyakit ini dapat menimbulkan plak putih di lidah yang terasa tidak enak atau nyeri, mirip seperti terbakar. Bayi, orang tua, penderita diabetes, orang yang menggunakan antibiotik jangka panjang, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan mereka yang memakai gigi palsu lebih rentan terkena kandidiasis mulut.
  • Liken planus pada mulut
    Oral lichen planus adalah suatu kondisi sistem kekebalan tubuh jangka panjang yang ditandai dengan terbentuknya garis dan bintik putih di mulut serta rasa nyeri di permukaan lidah. Selain itu, penyakit ini juga bisa disertai rasa perih di mulut dan gusi tampak merah dan iritasi. Orang yang mengonsumsi beta-blocker atau obat antiinflamasi nonsteroid lebih mungkin terkena penyakit ini. Selain itu, pasien dengan hepatitis B dan sirosis bilier primer lebih mungkin mengalami lichen planus oral.
  • Lidah geografis
    Lidah geografis adalah suatu kondisi di mana papila di permukaan lidah menghilang dan digantikan dengan “pulau” kemerahan dengan tepi putih. Meskipun etiologi pasti dari penyakit ini tidak diketahui, penyakit ini lebih sering terjadi pada mereka yang menderita eksim, diabetes tipe 1, atau radang sendi. Gangguan ini mungkin disebabkan oleh faktor keturunan atau penyakit lain seperti psoriasis dan lichen planus. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan etiologi yang tepat dari lidah geografis.
  • Tipes adalah sejenis demam
    Gejala demam tifoid berupa lidah berselaput dengan sisi berwarna merah tua dan bagian tengah berwarna putih. Gejala demam tifoid lainnya antara lain demam, badan lemas, pusing, dan diare. Demam tifoid lebih sering terjadi saat musim panas dan ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja atau urin penderitanya.
  • Sipilis
    Sifilis bisa muncul di mulut. Aktivitas seksual di mulut, seperti seks oral, bisa memicu penyakit ini. Penyakit sipilis di mulut ditandai dengan luka di lidah atau bagian dalam bibir yang menyerupai titik putih dan tidak menimbulkan rasa tidak nyaman.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani diJl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo,


artikel-2024-01-04T150220.310.png
04/Jan/2024

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular kronis dan menular yang dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh manusia, khususnya paru-paru. Jumlah cairan di pleura dapat meningkat pada penyakit seperti infeksi paru-paru kronis (TBC), pneumonia, emboli paru, lupus, artritis reumatoid, dan kanker paru-paru. Ini dikenal sebagai Efusi Pleura. Beberapa gejala efusi pleura yang mungkin muncul antara lain:

  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • Batuk
  • Nyeri saat menarik napas dalam

 

Pemeriksaan Penunjang TB pada Anak

Tes berikut digunakan untuk memastikan diagnosis TBC pada anak:

  • Foto Thorax
    Rontgen dada adalah metode pencitraan cepat yang merupakan salah satu instrumen paling sensitif untuk mengidentifikasi tuberkulosis paru. Infiltrat, konsolidasi, fibrosis, efusi pleura, dan gigi berlubang merupakan temuan radiografi yang paling umum. Bayangan dan bintik awan, kadang-kadang dikenal sebagai infiltrat, adalah kelainan radiologis yang terlihat pada kasus tuberkulosis paru. Infiltrat merupakan gambaran benang radioopak tipis yang dapat diamati pada bagian manapun pada lapang paru namun paling sering ditemukan di dekat apeks paru. Infiltrat sering ditemukan karena lesi paling awal pada pasien tuberkulosis paru berbentuk tidak merata dan nodular, yang menunjukkan proses penyakit aktif setelah 10 minggu infeksi.
  • Tes Mantoux atau Tes Kulit Tuberkulin
    Tes kulit tuberkulin, yang juga dikenal dengan tes Mantoux, dilakukan dengan menyuntikkan turunan protein murni (PPD). Pasien dengan risiko pajanan minimal (tidak ada risiko pajanan TBC) mendapat tes Mantoux positif jika terdapat indurasi pada area penyuntikan PPD yang membesar hingga berukuran 15 mm. Pasien dengan risiko menengah (pasien TBC, profesional kesehatan, dll.) menerima hasil Mantoux positif jika indurasi lebih dari 10 mm. Pasien risiko tinggi (HIV positif, riwayat TBC, dan kontak dekat dengan pasien TBC lain) mendapat hasil Mantoux positif jika indurasi lebih besar dari 5 mm. Hasilnya dibaca 48-72 jam setelah injeksi intradermal PPD 0,1 ml. Suntikan akan menghasilkan gelembung kulit pucat berdiameter 6-10 mm.
  • IGRA atau Uji Pelepasan Interferon
    Tes IGRA merupakan tes skrining TBC yang lebih tepat dengan sensitivitas setara dengan tes Mantoux. Tes ini dapat digunakan untuk menyaring infeksi tuberkulosis laten. Konversi positif pada uji pelepasan interferon-gamma mencerminkan reaksi hipersensitivitas tertunda terhadap protein Mycobacterium TB. Jika dibandingkan dengan tes Mantoux, pemeriksaan IGRA mempunyai kekurangan yaitu biayanya lebih mahal. Selain itu, tes IGRA memerlukan fasilitas laboratorium yang lebih memadai dan prosedur yang lebih rumit.
  • Analisis Bakteriologis
    Pengujian bakteriologis dilakukan untuk mengidentifikasi mikroorganisme TBC. Umumnya bahan pemeriksaan diambil dari dahak dan dikumpulkan setiap pagi selama tiga hari. Apabila salah satu atau kedua sampel pemeriksaan dahak menunjukkan hasil positif basil tahan asam (BTA), maka pemeriksaan dianggap positif. Apabila kedua pemeriksaan dahak menunjukkan temuan BTA negatif, maka pemeriksaan dianggap negatif. Pengujian bakteriologis tidak mahal, cepat, dan efektif dalam mengidentifikasi TB paru.
  • Kultur Sputum
    Kultur sputum adalah alat diagnostik yang sangat sensitif untuk mengisolasi Mycobacterium yang mendeteksi 10 hingga 100 basil atau kurang. Kultur dahak mempunyai spesifisitas >99% dalam mendiagnosis TB paru, sehingga merupakan pemeriksaan baku emas. Namun, temuan pemeriksaan ini mungkin memerlukan waktu hingga dua minggu.
  • Uji Xpert Gen MTB/RIF
    Uji Gene Xpert MTB/RIF menggunakan amplifikasi reaksi berantai polimerase (PCR) real-time multipleks. Berdasarkan metode DNA molekuler, pendekatan ini dapat mendeteksi mikroorganisme. Ini adalah tes diagnostik cepat dengan sensitivitas hingga 98%, khususnya dalam mendiagnosis resistensi rifampisin. Tes yang menggunakan RNA ribosom dan PCR DNA ini mungkin selesai dalam 24 jam.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

 

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-01-03T104108.868.png
03/Jan/2024

Makanan yang diberikan kepada pasien setelah operasi dikenal sebagai diet pasca operasi. Jenis pembedahan dan jenis penyakit penyerta mempengaruhi pengaturan makanan setelah pembedahan.

Tujuan dari diet pasca operasi adalah untuk menjamin status gizi pasien segera kembali normal guna mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh pasien, sebagai berikut:

  • Persyaratan dasar (cairan, kalori, protein) terpenuhi.
  • Menggantikan protein, glikogen, zat besi, dan nutrisi lain yang telah habis.
  • Ini menyeimbangkan elektrolit dan cairan.

Kebutuhan nutrisi pasien bedah = Pemberian makanan secara bertahap, dimulai dengan bentuk cair, saring, lunak, dan teratur. Jenis operasi dan kesehatan pasien mempengaruhi pemberian makan dari tahap ke tahap. Diet berikut diklasifikasikan menurut jenis operasinya:

  • Diet setelah operasi kecil
    Makanan diusahakan secepat mungkin kembali seperti biasa atau normal
  • Diet setelah operasi besar
    Makanan diberikan dengan hati-hati atau disesuaikan dengan toleransi pasien.

 

Jenis Diet dan Indikasi Pemberian Makan

  • Diet Pasca Operasi 1 (DPB 1):
    • Diet ini mengharuskan makanan dikonsumsi dalam waktu 6 jam setelah operasi.
    • Makanan yang disediakan berupa cairan bening.
    • Dilakukan secara oral dalam waktu sesingkat mungkin (pemberian makan dini).
    • Selain itu, nutrisi parenteral dapat diberikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi pasien.
  • Diet Pasca Operasi II (DPB 2):
    • Makanan diberikan dalam bentuk cairan kental, seperti kuah bening dan sirup.
    • Selama pasien dalam keadaan terjaga dan tidak tertidur, 8-10 kali setiap harinya.
    • Air jeruk dan minuman yang mengandung karbon dioksida tidak diperbolehkan pada diet pasca operasi II.
    • Karena akan berdampak pada keasaman sistem pencernaan dan mengandung gas dalam jumlah berlebihan.
  • DPB III (Diet Pasca Operasi 3):
    • DPB III diberikan kepada pasien setelah operasi gastrointestinal yang signifikan atau sebagai transfer dari DPB II.
    • Makanan yang disediakan disaring dan bisa dicampur dengan susu dan biskuit.
  • Diet Pasca Bedah IV (DPB 4):
    • Makanan diberikan dalam bentuk makanan lunak dan dibagi menjadi tiga kali makan lengkap dan satu atau dua kali snack sesuai kebutuhan kalori pasien.
    • Makanan yang disediakan lembut.
    • Jika makanan utama berupa bubur atau tim tidak disantap, maka snack berupa dua biskuit atau satu porsi puding dan satu gelas susu disajikan pada pukul 15.00 dan 21.00.
    • Makanan dengan bumbu kuat dan minuman yang mengandung karbon dioksida tidak disarankan untuk DPB IV.
    • Komponen makanan mekanis (volume makanan), termal (suhu), dan osmotik (konsentrasi) semuanya merupakan stimulus.

artikel-2024-01-02T133400.634.png
02/Jan/2024

Ketika ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuh kita, kita sering mendapat indikasi peringatan. Sensasi berdenyut atau “berdebar” di perut merupakan salah satu indikasi peringatan yang tidak boleh diabaikan. Meskipun pada awalnya tampak tidak berbahaya, hal ini kadang-kadang bisa menjadi indikasi penyakit yang berpotensi mengancam jiwa, terutama dilatasi darah besar-besaran di perut, yang juga dikenal sebagai aneurisma aorta perut AAA. Kita akan mengetahui apa itu AAA, mengapa penting untuk menyadarinya, dan bagaimana kita dapat melindungi diri dari potensi kesulitannya dalam postingan ini.

 

Apa Itu Aneurisma Aorta Perut (AAA)

Aorta adalah arteri darah utama tubuh. Aorta terbagi menjadi beberapa bagian, salah satunya adalah aorta perut. Aorta perut bertanggung jawab untuk mengangkut darah kaya oksigen dari jantung ke tubuh bagian bawah, termasuk perut dan kaki. Aneurisma adalah suatu kondisi di mana dinding arteri darah melemah dan menggembung. Aneurisma dapat terbentuk di arteri darah mana pun, termasuk di otak dan aorta. Aneurisma dapat memberikan tekanan pada jaringan tubuh dan organ di sekitarnya, terutama perut. Akibatnya, AAA kerap menimbulkan sensasi berdebar-debar di perut.

 

Faktor Risiko Aneurisma Aorta Perut (AAA)

Meskipun asal muasal aneurisma aorta secara spesifik tidak diketahui, berbagai faktor risiko telah ditemukan. Elemen-elemen tersebut adalah sebagai berikut:

  • Merokok
    Perokok lebih mungkin terkena aneurisma aorta dibandingkan bukan perokok.
  • Hipertensi
    Tekanan darah tinggi dapat merusak dinding aorta dan meningkatkan kemungkinan terjadinya aneurisma.
  • Genetika
    Peluang seseorang terkena aneurisma aorta dapat meningkat jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tersebut.
  • Usia
    Risiko aneurisma aorta meningkat seiring bertambahnya usia. AAA lebih mungkin menyerang orang lanjut usia atau mereka yang berusia di atas 60 tahun. Hal ini karena dinding pembuluh darah Anda semakin lemah seiring bertambahnya usia.

 

Apa Saja Tanda-tanda Aneurisma Aorta Perut (AAA)

Sensasi berdenyut atau berdenyut di perut, terutama di pusar, merupakan salah satu gejala yang paling khas. Denyut-denyut ini sering kali ditandai dengan sensasi detak jantung di perut. Pasien AAA mungkin mengalami nyeri menusuk di perut atau punggung bagian bawah. Ketidaknyamanan ini mungkin menetap atau hilang timbul. Gejala AAA lain yang tidak biasa dan terkadang tumpang tindih dengan gangguan lain termasuk mual, muntah, kurang nafsu makan, dan perubahan kebiasaan buang air besar.

Ketidaknyamanan di perut yang dimulai secara tidak terduga dan memburuk merupakan indikasi bahwa AAA telah pecah. AAA yang pecah adalah keadaan darurat medis yang memerlukan perhatian medis segera. Rasa sakitnya sering kali ditandai dengan rasa sakit yang sangat parah, dan dapat diikuti dengan mual, muntah, dan pingsan. Tubuh akan merespons stres akibat pecahnya AAA dengan menjadi lembap, berkeringat, atau pucat. Karena detak jantungnya lebih cepat, penderita AAA yang pecah mungkin mengalami jantung berdebar.


artikel-2023-12-20T112400.885.png
20/Dec/2023

Halitosis atau bau mulut adalah kondisi bau atau odor yang tidak disukai sewaktu terhembus udara, tanpa melihat apakah substansi odor berasal dari oral ataupun berasal dari non-oral. Kondisi mulut yang memicu terjadi bau mulut ialah kurangnya aliran saliva, meningkatnya bakteri gram negatif Anaerob, meningkatnya jumlah protein makanan, pH rongga mulut yang lebih bersifat alkali / basa dan meningkatnya jumlah sel-sel mati dan sel epitel Nekrotik didalam mulut. Halitosis / bau mulut yang tidak sedap yang dapat disebabkan karena adanya Volatile Sulfur Compounds (VSCs).

 

Kenapa Halitosis Bisa Terjadi

Penyebab halitosis antara lain :

  • Makanan atau Minuman
  • Kebersihan Mulut yang Tidak Terjaga
  • Pola Makan
  • Infeksi pada Mulut
  • Mulut Kering
  • Kebiasaan Merokok dan Mengonsumsi Minuman Beralkohol
  • Kondisi Kesehatan
  • Obat-obatan
  • Kehamilan

 

Apa Sajakah Gejalanya

Gejala halitosis antara lain :

  • Sering merasa tidak enak dalam mulut
  • Orang lain berkomentar tentang bau nafas, kemudian menawarkan sejenis permen atau obat penyedap bau napas
  • Tanpa sadar, penderita halitosis sering menggunakan produk penghilang bau mulut, penyegar napas atau semacamnya
  • Orang lain tidak mau berdekatan saat berbicara
  • Penderita halitosis merasakan mulut kering atau air liur lebih kental daripada biasanya

artikel-2023-12-19T090144.537.png
19/Dec/2023

Nutrisi yang tepat merupakan komponen kunci dalam pencegahan berbagai penyakit yang berhubungan dengan situasi kehidupan modern. Kanker, depresi, diabetes, dan penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit pembunuh utama yang disebabkan oleh pola makan yang buruk saat ini. Masalah terbesar saat ini dan di masa depan adalah menyediakan pangan yang cukup aman dan sehat bagi masyarakat. Makanan yang berasal dari hewan dan ikan, yang mengandung nutrisi penting seperti protein, lemak tak jenuh, dan mineral, akan terbatas. Seiring dengan meningkatnya kesadaran kesehatan global seiring dengan meningkatnya kejadian penyakit tidak menular, keinginan untuk menjalani gaya hidup yang lebih baik berdasarkan asupan makanan yang mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular juga meningkat.

Biji chia adalah biji minyak yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Mereka diproduksi untuk berbagai tujuan dan dibudidayakan secara luas di sejumlah negara. Biji chia dapat dimakan dan juga sebagai obat.

 

Apa Saja Manfaat Biji Chia Lainnya

  • Membantu dalam Pengendalian Berat Badan
    Biji chia mengandung serat dan protein yang dapat membantu Anda mengatur atau menurunkan berat badan. 28 gram chia seed menyediakan 10% serat yang dibutuhkan tubuh. Konsumsi serat dapat membantu menurunkan berat badan dan terhindar dari obesitas. Selain itu, kandungan protein pada biji chia turut berkontribusi terhadap keunggulan tersebut.
  • Meningkatkan Fungsi Kekebalan Tubuh
    Keunggulan lain dari chia seed adalah mampu meningkatkan kerja sistem kekebalan tubuh. Hal ini disebabkan adanya beberapa asam amino endogen pada biji chia. Asam glutamat, aspartat, alanin, serin, dan glisin dapat diperoleh dari biji-bijian ini.
  • Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular
    Biji chia kaya akan asam lemak omega-3 dan serat, keduanya bermanfaat bagi kesehatan jantung. Biji chia mengandung serat larut, yang membantu mengurangi kolesterol jahat dan mencegah penyakit jantung.
  • Meningkatkan Kesehatan Tulang
    Biji chia mengandung fosfor, kalsium, dan magnesium, yang merupakan elemen penting untuk kesehatan tulang. Memenuhi kebutuhan mineral tersebut dapat menyebabkan peningkatan kepadatan tulang, yang merupakan tanda kesehatan tulang.
  • Mengurangi Kadar Gula Darah
    Karena biji chia mengandung serat dan zat lainnya, maka dapat membantu mengatur kadar gula darah. Biji chia dapat meningkatkan sensitivitas insulin, membantu stabilisasi kadar gula darah setelah makan makanan tertentu.
  • Mencegah Paparan Radikal Bebas
    Keunggulan chia seed yang kedua adalah melindungi dari radikal bebas. Komponen antioksidan pada biji chia dapat melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Paparan radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan stres oksidatif dan kerusakan sel.
  • Pengurangan Peradangan pada Tubuh
    Peradangan kronis pada tubuh dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung dan kanker. Asam kafein, sejenis antioksidan yang terdapat pada biji chia, berfungsi melindungi tubuh dari potensi peradangan. Selain itu, chia seed mengandung asam lemak omega-3. Asam lemak omega-3, seperti asam lemak omega-6, membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
  • Menghilangkan Sembelit
    Biji chia juga bisa digunakan untuk meredakan sembelit. Mengonsumsi serat yang cukup mungkin dapat membantu Anda dalam mengatasi sembelit. Hal ini terjadi karena serat dalam tubuh mempunyai kemampuan untuk meningkatkan jumlah air dalam tinja. Akibatnya, tekstur feses dalam tubuh akan melunak. Feses akan mudah keluar jika teksturnya halus dan tidak keras, meski dengan kontraksi otot ringan.
  • Tingkatkan Energi Anda
    Biji chia ini mengandung vitamin B, seng, zat besi, dan magnesium, yang semuanya membantu optimalisasi energi. Oleh karena itu, disarankan untuk dikonsumsi setelah berolahraga atau selama masa pemulihan.
  • Jaga kesehatan kulit Anda.
    Seiring bertambahnya usia, kulit Anda mungkin menjadi lebih kendur. Biji chia dapat digunakan sebagai camilan bergizi untuk menjaga kesehatan kulit. Biji chia mengandung asam lemak omega-3 yang membantu kulit tumbuh lebih sehat dan kencang. Selain itu, antioksidan yang terkandung dalam biji chia melindungi tubuh dari sinar matahari yang dapat menyebabkan penuaan dini.
  • Menurunkan risiko terkena stroke
    Keunggulan lain dari chia seed adalah menurunkan risiko stroke. Hal ini disebabkan adanya asam lemak omega-3 bermanfaat dalam biji chia.
  • Pencegahan Kanker Kolorektal
    Biji chia kaya akan serat, yang membantu meningkatkan kesehatan pencernaan dan usus. Risiko kanker kolorektal dapat dikurangi dengan mengonsumsi makanan kaya serat.
  • Menjaga Kesehatan Hati Anda
    Biji chia kaya akan antioksidan seperti asam klorogenat, asam caffeic, myricetin, quercetin, dan kaempferol. Antioksidan ini bermanfaat bagi jantung dan hati.
  • Mencegah Artritis Reumatoid
    Biji chia mengandung asam lemak omega-3 yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Bahan ini berpotensi menurunkan risiko penyakit rheumatoid arthritis pada tubuh.
  • Mengurangi kolesterol
    Biji chia merupakan salah satu bentuk makanan bergizi yang dapat membantu menurunkan kolesterol. Oleh karena itu, sangat tepat untuk mengonsumsi hidangan ini secara rutin agar kadar kolesterol tetap terkendali.

rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?