INFO UNTUK ANDA

artikel-2024-02-06T160250.440.png
06/Feb/2024

Gangguan pernapasan dapat disebabkan oleh banyak penyakit. Ketika pernapasan terganggu, tubuh mengalami kesulitan memperoleh oksigen dan membuang karbon dioksida, yang dapat mengganggu fungsi berbagai organ tubuh.

Hidung, mulut, rongga sinus, tenggorokan, laring atau tempat pita suara, trakea, bronkus, dan paru-paru adalah bagian dari sistem pernapasan manusia. Selain itu, ada pembuluh darah, diafragma, otot pernapasan, pleura atau selaput paru-paru, tulang iga, dan alveoli atau kantung udara kecil.

Seluruh bagian sistem pernapasan bekerja sama untuk memastikan proses pernapasan berjalan lancar. Tujuannya adalah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh, menghilangkan karbon dioksida, dan menjaga pH tubuh seimbang.

Namun, sistem pernapasan kadang-kadang terganggu, yang menyebabkan kesulitan bernapas. Berbagai hal dapat menyebabkan gangguan ini, seperti polusi udara, asap rokok, zat yang menyebabkan alergi atau alergen, zat beracun, kecelakaan, faktor keturunan, hingga penyakit tertentu.

 

Apa Saja Penyakit yang Dapat Menyebabkan Gangguan Pernapasan

Gangguan pernapasan dapat disebabkan oleh banyak kondisi medis atau penyakit, termasuk:

  • Asma
    Asma terjadi ketika peradangan membengkak dan menyempit saluran pernapasan. Asma diduga disebabkan oleh masalah genetik atau keturunan serta kelainan sistem kekebalan tubuh.
    Ketika penderita asma terpapar faktor pemicu asma, seperti debu, bulu binatang, serbuk sari, asap rokok, dan udara dingin, gejala mereka dapat meningkat. Stres atau kelelahan juga dapat menyebabkan gejala asma meningkat.
    Asma masih belum disembuhkan sebagai gangguan pernapasan. Namun, gejala asma dapat dicegah dengan menghindari faktor pemicunya dan menggunakan obat hirup atau inhaler untuk mengontrol gejalanya.
  • Bronkitis kronis
    Penyakit yang menyebabkan gangguan pernapasan yang disebabkan oleh peradangan atau infeksi pada bronkus, yaitu saluran pernapasan yang menghubungkan tenggorokan dan paru-paru. Bakteri dan virus serta paparan zat iritatif seperti debu, asap rokok, dan polusi dapat menyebabkan bronkitis.
    Gejala penyakit ini termasuk batuk berdahak, demam, nyeri dada, sesak napas, dan lemas. Bronkitis akibat infeksi virus atau iritasi biasanya menimbulkan batuk berdahak yang jernih atau keputihan, sedangkan bronkitis akibat infeksi bakteri dapat menimbulkan dahak berwarna kekuningan atau kehijauan.
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
    Penyakit peradangan paru-paru (PPOK) adalah penyakit yang terjadi secara bertahap dan dapat memburuk seiring berjalannya waktu hingga menyebabkan kerusakan permanen pada paru-paru.
    Merokok atau menghirup asap rokok adalah penyebab paling umum dari penyakit gangguan pernapasan ini. Namun, paparan terhadap polusi udara, asap, gas kimia, dan debu juga dapat menjadi penyebab.
  • Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
    ARDS adalah penyakit pernapasan yang berbahaya yang menyebabkan masalah pada paru-paru yang menyebabkan sesak napas dan kekurangan oksigen. Penyakit ini biasanya muncul secara mendadak.
  • Syok anafilaktik
    Syok anafilaktik adalah reaksi alergi yang parah yang dipicu oleh zat pemicu atau alergen, seperti makanan atau obat-obatan tertentu, atau sengatan serangga atau gigitan serangga.
    Syok anafilaktik dapat menyebabkan gejala gangguan pernapasan, seperti batuk dan sesak napas, gatal-gatal, dada berdebar-debar, muntah, penurunan kesadaran, dan pembengkakan di beberapa area tubuh.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-02-05T150428.506.png
05/Feb/2024

Produksi urin terhambat oleh penyakit ginjal yang disebut anuria. Penderita anuria seringkali tidak buang air kecil selama 24 jam sebelumnya. Anuria adalah kondisi medis parah yang harus ditangani oleh dokter.

Biasanya, ginjal yang sehat dapat menghasilkan lebih dari 500 mililiter urin setiap hari. Namun, keluaran urin menurun secara signifikan pada individu yang menderita anurik, hingga 0–100 ml setiap hari. Penting untuk mengobati anuria. Masalah yang mengancam jiwa bisa muncul akibat penumpukan urin di dalam tubuh.

 

Kenapa Anuria Bisa Terjadi

Anuria adalah gejala masalah medis lain dan bukan penyakit tertentu. Penyakit medis yang mungkin menyebabkan anuria antara lain sebagai berikut:

  • Batu ginjal
    Mineral dalam urin dapat mengendap dan menumpuk hingga membentuk batu, yang disebut batu ginjal. Ukuran batu ginjal berkisar dari sebesar bola golf hingga sebesar pasir. Batu ginjal yang berukuran cukup kecil dapat berpindah melalui saluran kemih dengan sendirinya. Sebaliknya, batu ginjal yang berukuran besar memiliki kemampuan untuk menyumbat sistem saluran kemih dan menghentikan aliran urin, sehingga menyebabkan anuria.
  • Diabetes
    Diabetes yang tidak diobati dapat merusak arteri darah yang mensuplai ginjal. Ginjal tidak dapat berfungsi secara normal akibat penyakit ini, sehingga menghambat aliran darah ke organ-organ tersebut. Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan masalah yang disebut nefropati diabetik selain menurunkan fungsi ginjal.
  • Gagal ginjal
    Ketika ginjal tidak mampu menyaring darah dan membuang limbah dari tubuh, hal ini dikenal sebagai gagal ginjal. Gagal ginjal kronis merupakan akibat dari gagal ginjal yang dapat terjadi secara tiba-tiba atau bertahap dan menyebabkan kerusakan ginjal dalam jangka panjang. Anuria merupakan tanda gagal ginjal total. Baik gagal ginjal akut maupun kronis memerlukan perhatian medis dari dokter.
  • Penyakit ginjal yang persisten
    Hilangnya fungsi ginjal secara progresif merupakan ciri khas penyakit ginjal kronis. Ketika penyakit ginjal kronis mencapai tingkat lanjut, dapat mengakibatkan gagal ginjal, yang menyebabkan penumpukan cairan, elektrolit, dan sisa metabolisme dalam tubuh.
  • Tumor ginjal
    Kanker atau tumor ginjal dapat menghambat kemampuan ginjal dalam memproduksi urin. Selain itu, tumor ginjal memiliki kemampuan untuk mendorong dan menghalangi jalur keluar urin. Anuria disebabkan oleh tumor ginjal dalam kondisi ini.
  • Retensi urin
    Gangguan kandung kemih seperti retensi urin membuat pasien sulit buang air kecil. Infeksi saluran kemih (ISK), masalah pada saraf atau otot yang mengontrol proses buang air kecil, pembesaran prostat, dan efek samping obat-obatan tertentu merupakan beberapa penyakit yang dapat menyebabkan retensi urin.
  • Tekanan darah tinggi
    Mirip dengan diabetes, hipertensi yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan ginjal, penyempitan, dan melemahnya pembuluh darah. Ginjal kehilangan fungsinya dan tidak mampu menghasilkan urin akibat rusaknya pembuluh darah yang tidak mampu mengalirkan darah ke ginjal secara memadai.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel.png
01/Feb/2024

Minum air adalah salah satu praktik yang paling sering disarankan setelah bangun tidur. Alasannya adalah praktik sederhana ini memiliki beberapa manfaat kesehatan. Air adalah komponen penting yang menyumbang 50-60% komposisi tubuh Anda. Air memiliki beberapa kegunaan dalam tubuh, antara lain melancarkan pencernaan, menjaga keseimbangan suhu tubuh, dan membantu ginjal dalam membersihkan limbah dari tubuh.

Secara umum, semua organ tubuh memerlukan air agar dapat berfungsi secara efektif. Itu sebabnya Anda harus memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup. Salah satu waktu terbaik untuk minum air adalah ketika Anda bangun tidur.

 

Apa Manfaat Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, kita harus minum air putih yang cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan memastikan organ tubuh berfungsi dengan baik. Sayangnya, banyak orang yang kurang mengonsumsi air.

Selain itu, minum air putih setelah bangun tidur juga memiliki manfaat kesehatan lainnya, antara lain:

  • Mengontrol keinginan makan Anda
    Saat bangun tidur, Anda mungkin sering merasa lapar. Hal ini biasa terjadi karena perut Anda kosong sepanjang malam. Meski begitu, rasa lapar bisa menyebabkan makan berlebihan saat sarapan.
    Minum air setelah bangun tidur mungkin membantu Anda menahan keinginan untuk makan berlebihan. Sebab, mengonsumsi air putih akan mengisi lambung dan meregangkan dinding lambung sehingga menimbulkan dampak kenyang.
  • Menghilangkan racun dari dalam tubuh
    Minum air putih setelah bangun tidur memiliki manfaat tambahan yaitu membuang limbah berbahaya dari metabolisme tubuh dari malam sebelumnya. Racun tersebut pada akhirnya akan dikeluarkan melalui urin.
  • Menjaga kulit tetap sehat dan cantik
    Minum air setelah bangun tidur mungkin dapat membantu tubuh dan kulit tetap terhidrasi. Padahal, perilaku tersebut disebut dapat membantu mencegah timbulnya jerawat dan menjaga kelembapan wajah.
  • Meningkatkan metabolisme tubuh
    Minum air putih setelah bangun tidur juga disebut dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar kalori. Beberapa ahli bahkan merasa bahwa perilaku ini akan membantu Anda menurunkan berat badan.
  • Meningkatkan produktivitas
    Minum air putih setelah bangun tidur dapat meningkatkan energi dan membuat tubuh terasa segar. Dengan begitu, Anda akan lebih produktif. Namun perlu diingat bahwa Anda juga memerlukan asupan kalori sebagai sumber energi yang bisa diperoleh dengan mengonsumsi makanan bergizi untuk sarapan.
    Selain itu, agar tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari, minumlah air putih minimal 8 gelas setiap hari. Jika tubuh terhidrasi dengan cukup, rasa pusing saat bangun tidur bisa diatasi dan lebih fokus serta lebih mudah berkonsentrasi sehingga produktivitas kerja pun akan meningkat.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-01-19T105936.561.png
19/Jan/2024

Aspartam merupakan pemanis pengganti gula yang sering digunakan dalam berbagai makanan dan minuman. Penggunaan pemanis ini masih kontroversial karena dianggap menyehatkan, namun juga dikaitkan dengan efek kesehatan yang merugikan.

Aspartam mengandung dua asam amino: asam aspartat dan fenilalanin. Ketika aspartam masuk ke dalam tubuh, ia dipecah menjadi metanol, yang juga dihasilkan saat buah dikonsumsi.

Pemanis rendah kalori ini 200 kali lebih manis dari gula dan memiliki lebih sedikit kalori. Akibatnya, aspartam umumnya ditemukan dalam makanan dan minuman diet yang dipasarkan sebagai bebas gula, rendah gula, atau rendah kalori. Produk yang mengandung aspartam sering direkomendasikan untuk penderita pradiabetes dan diabetes karena dianggap lebih baik dibandingkan gula.

 

Apa Saja Manfaat Aspartam

Aspartam menyediakan sekitar 4 kalori per gram. Hal ini menjadikan aspartam sebagai pemanis rendah kalori yang digunakan sebagai pengganti gula untuk meminimalkan konsumsi kalori. Selain menurunkan konsumsi kalori, penggunaan aspartam memiliki manfaat lain. Berikut manfaat mengonsumsi aspartam sebagai pengganti gula:

  • Menurunkan berat badan
    Saat Anda mengganti gula dengan aspartam, Anda bisa menikmati rasa manis tanpa menambahkan terlalu banyak kalori. Hal ini bermanfaat untuk menurunkan dan menjaga berat badan tetap optimal. Saat mengikuti program penurunan berat badan, asupan kalori harus diatur atau bahkan dikurangi sehingga terjadi defisit kalori, sehingga tubuh dapat membakar cadangan lemak untuk dijadikan energi. Dengan begitu, Anda bisa menurunkan berat badan dan mencapai berat badan optimal.
  • Mengatur kadar gula darah
    Aspartam dinilai lebih aman dikonsumsi penderita diabetes karena tidak menyebabkan lonjakan gula darah. Hal ini memungkinkan kadar gula darah tetap terjaga, yang penting untuk pengelolaan diabetes.
  • Mencegah gigi berlubang
    Mengonsumsi makanan tinggi gula menjadi salah satu penyebab gigi berlubang dan karies gigi. Kerusakan gigi terjadi ketika bakteri Streptococcus mutans mengubah gula dan karbohidrat dari sisa makanan di gigi menjadi asam. Hal ini menyebabkan lapisan email gigi memburuk sehingga mengakibatkan gigi berlubang dan cedera serius. Mengonsumsi aspartam sebagai pengganti gula mengurangi paparan gula pada gigi Anda, sehingga menghilangkan nutrisi bakteri penyebab karies gigi.
    Selain manfaat kesehatan yang disebutkan di atas, banyak orang memilih menggunakan aspartam karena rasa manis yang dihasilkan pemanis buatan ini bertahan lebih lama di lidah dibandingkan gula pasir. Untuk mencapai keuntungan ini, aspartam sering dikombinasikan dengan pemanis buatan lainnya, seperti acesulfame potassium.

 

Cara Menggunakan Aspartam yang Bijak

Untuk menghindari dampak negatif penggunaan aspartam, perhatikan anjuran berikut saat menggunakannya:

  • Ketahui batas aman konsumsi aspartam, yaitu 40 miligram per hari.
  • Periksa label makanan dan minuman untuk mengetahui berapa banyak aspartam dalam produk. Langkah ini akan memungkinkan Anda menentukan asupan aspartam harian Anda.
  • Perhatikan dan pastikan Anda memahami penggunaan aspartam dan kombinasi pemanis lainnya pada makanan yang Anda konsumsi.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-01-18T111611.697.png
18/Jan/2024

Rehabilitasi medis adalah terapi yang mengembalikan fungsi fisik yang mengalami gangguan, seperti saraf terjepit, cedera, patah tulang, dan kelumpuhan akibat stroke. Setelah beberapa prosedur, pasien biasanya memerlukan rehabilitasi medis.

Ketika seseorang mengalami patah tulang, kelumpuhan, atau penyakit saraf, mereka mungkin mengalami masalah pergerakan tubuh atau bahkan gangguan. Hal ini tentunya dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang dan menyulitkan dalam menjalankan tugas atau pekerjaan sehari-hari.

Dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk mengikuti program rehabilitasi medis untuk membantu penyembuhannya dan mengajari tubuhnya untuk kembali melakukan mobilitas dan aktivitas secara teratur. Fisioterapi merupakan salah satu bentuk rehabilitasi medik.

 

Kondisi yang Membutuhkan Rehabilitas

  • Rehabilitasi pasien jantung
    Rehabilitasi jantung adalah terapi rehabilitasi medis yang membantu seseorang memulihkan dan meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darahnya. Rehabilitasi ini diperuntukkan bagi individu yang menderita gangguan kardiovaskular seperti serangan jantung atau gagal jantung, serta mereka yang menjalani operasi medis terkait jantung seperti angioplasti atau bedah jantung.
    Sebelum memulai rehabilitasi medis, pasien akan menjalani pemeriksaan oleh dokter untuk memeriksa fungsi jantung. Penilaian tersebut meliputi pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti rekam jantung (EKG), ekokardiografi, pemeriksaan darah untuk mengevaluasi kadar kolesterol dan enzim jantung, serta stress test yang dilakukan di atas sepeda atau treadmill.
    Setelah itu, dokter akan memberikan pengobatan atau intervensi medis untuk mengatasi kondisi pasien. Untuk membantu penyembuhan jantung, dokter akan memberikan pasien program rehabilitasi jantung yang mencakup olahraga atau pelatihan fisik serta instruksi hidup sehat.
  • Rehabilitasi bagi pasien stroke
    Rehabilitasi stroke merupakan langkah terapi yang penting bagi korban stroke. Terapi medis diyakini dapat membantu mereka mendapatkan kembali mobilitas dan kekuatan fisiknya. Setelah itu, pasien akan dilatih untuk melanjutkan tugas yang lebih mandiri.
    Beberapa program dan prosedur rehabilitasi stroke mencakup aktivitas fisik, seperti pelatihan keterampilan motorik, psikoterapi, terapi wicara, dan terapi okupasi.
  • Rehabilitasi pasien hernia nukleus pulposus
    Herniasi nukleus pulposus (HNP) adalah kelainan di mana sumsum tulang belakang menonjol keluar dari tulang belakang, sehingga menekan saraf di dalamnya. Penyakit ini biasa disebut dengan saraf terjepit. HNP dapat menyebabkan ketidaknyamanan parah pada punggung dan leher, kelemahan pada anggota tubuh, dan bahkan kelumpuhan. Dokter dapat mengobati penyakit ini dengan obat-obatan, terapi fisik, atau pembedahan.
    Biasanya, rehabilitasi medis untuk pasien HNP berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Tujuannya adalah untuk meringankan ketidaknyamanan punggung sekaligus memperbaiki posisi saraf dan tulang belakang pasien. Terapi panas, terapi listrik, latihan fisik atau latihan saraf terjepit, dan penggunaan korset tulang belakang yang disesuaikan adalah contoh terapi rehabilitasi medis untuk HNP.
  • Rehabilitasi bagi pasien penyakit paru obstruktif kronik
    COPD adalah suatu kondisi paru-paru kronis yang dapat membuat pasien kesulitan bernapas. Kondisi ini juga bisa menyebabkan kadar oksigen pasien turun. Rehabilitasi medis sangat penting untuk kondisi ini karena memungkinkan pasien untuk bernapas dan bergerak lebih bebas sekaligus mengurangi kekambuhan dan meredakan gejala.
    Regimen rehabilitasi medis pasien PPOK biasanya mencakup aktivitas fisik atau olahraga seperti bersepeda stasioner, senam, dan latihan penguatan otot pernapasan. Program ini juga akan melatih pasien PPOK untuk berhenti merokok.
  • Rehabilitasi pada individu yang menjalani amputasi
    Pasien yang pernah menjalani amputasi tentu akan merasa khawatir atau mungkin melankolis karena tubuhnya sudah tidak mampu lagi bergerak atau melakukan tugas yang sama seperti sebelumnya. Dokter seringkali melakukan program rehabilitasi medis untuk membantu pasien pulih dan melatih bakat mereka. Program ini akan melatih dan menginspirasi pasien untuk dapat beraktivitas dan melakukan tugas secara normal kembali. Rehabilitasi medis bagi pasien yang diamputasi mencakup instruksi penggunaan kaki palsu.
    Misalnya, ahli bedah akan melatih pasien yang kakinya diamputasi untuk berjalan kembali menggunakan kaki palsu atau prostesis.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-01-17T101828.082.png
17/Jan/2024

Cara mengatasi telinga berdenging kronis secara alami mungkin bisa menjadi pilihan terapi yang patut dipertimbangkan. Beberapa bahan alami, termasuk ginkgo biloba dan ginseng, terbukti membantu mengurangi telinga berdenging atau berdenging.

Hingga saat ini, belum ada obat khusus untuk mengatasi telinga berdenging kronis atau tinitus. Masalah ini terkadang dapat teratasi dengan sendirinya, namun terkadang dapat memburuk seiring berjalannya waktu. Sebagai alternatifnya, Anda bisa mencoba berbagai pengobatan alami untuk meredakan telinga berdenging kronis.

Jika tidak ditangani dengan baik, telinga berdenging kronis dapat menyebabkan ketegangan, sulit tidur, masalah fokus, migrain, kecemasan, bahkan depresi. Semua faktor ini tidak diragukan lagi dapat memperburuk gejala yang ada.

 

Bagaimana Cara Mengatasi Telinga Beerdengung Terus-menerus Secara Alami

Telinga berdenging terus menerus dapat disebabkan oleh berbagai macam keadaan, antara lain paparan suara keras, penumpukan kotoran atau cairan di telinga, usia, penggunaan obat-obatan tertentu, dan trauma kepala atau leher. Jika banyak terapi telah dicoba tetapi tidak efektif, Anda dapat mempertimbangkan pilihan terapi alami. Berikut adalah beberapa solusi alami untuk telinga berdenging kronis:

  • Pembersihan telinga di rumah
    Pengobatan telinga berdenging harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Jika karena penumpukan kotoran, gunakan obat tetes telinga yang dijual bebas untuk membersihkannya. Obat ini bekerja dengan cara melunakkan kotoran di telinga sehingga lebih mudah dihilangkan.
    Selain obat-obatan, Anda bisa menyembuhkan telinga berdenging kronis secara alami menggunakan baby oil, minyak mineral, atau larutan hidrogen peroksida. Jika telinga Anda berdenging terus atau memburuk, temui dokter. Biasanya, dokter akan menggunakan irigasi telinga untuk mengurangi penumpukan kotoran.
  • Dengarkan white noise
    Untuk meredakan telinga berdenging kronis secara alami, pertimbangkan untuk mendengarkan white noise. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan white noise dapat membantu mengurangi telinga berdenging. Ini adalah jenis perawatan suara yang menggabungkan banyak suara untuk menggantikan suara mendengung dengan sesuatu yang lebih pelan dan mantap.
    Untuk mendengarkan white noise, manfaatkan suara dengungan kipas angin atau televisi. Selain itu, Anda dapat membeli mesin white noise atau menggunakan program khusus yang memutar suara alam, seperti suara ombak atau hujan.
  • Mengkonsumsi Ginkgo biloba
    Mengonsumsi ginkgo biloba merupakan salah satu teknik mengobati telinga berdenging kronis secara alami. Obat herbal ini sering diresepkan oleh para ahli THT sebagai terapi lini pertama untuk tinnitus parah.
    Beberapa penelitian menemukan bahwa ginkgo biloba dapat meningkatkan aliran darah, mengurangi peradangan, dan meningkatkan fungsi sel saraf. Berdasarkan temuan penelitian tersebut, dampak tersebut diketahui dapat meringankan gejala telinga berdenging kronis. Namun, jika Anda sedang menggunakan obat anticemas, antikejang, antidepresan, pengencer darah, atau diabetes, sebaiknya periksakan ke dokter sebelum mengonsumsi suplemen ginkgo biloba.
  • Mengkonsumsi Ginseng Merah
    Selain ginkgo biloba, ginseng merah juga dapat digunakan untuk mengatasi telinga berdenging kronis secara alami. Menurut sebuah penelitian, mengonsumsi ginseng merah selama empat minggu mengurangi gejala telinga berdenging. Namun, efek ginseng merah untuk mengatasi telinga berdenging kronis perlu diteliti lebih lanjut.
  • Menjalani pengobatan akupunktur
    Berbagai penelitian menemukan bahwa terapi akupunktur dapat dimanfaatkan sebagai pilihan pengobatan alami untuk telinga berdenging kronis. Menurut penelitian terkini, akupunktur dapat mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan suara mendengung.
    Selama perawatan akupunktur, terapis memasukkan jarum yang sangat kecil ke titik tertentu di telinga. Terapi alternatif ini diduga mampu menghilangkan sumbatan dan memperbaiki aliran energi (qi) dalam tubuh.
  • Berlatih meditasi kesadaran
    Anda juga dapat menggunakan meditasi kesadaran untuk meredakan telinga berdenging kronis secara alami. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa meditasi mindfulness dapat membantu penderita tinitus mengalihkan fokus mereka dari sensasi yang tidak menyenangkan. Artinya, pasien tinitus akan belajar mengalihkan perhatiannya dari suara menderu di telinganya dan fokus pada hal lain. Selain itu, meditasi ini dapat membantu meredakan kekhawatiran dan ketegangan terkait telinga berdenging terus-menerus.
  • Latihan Yoga
    Jika telinga Anda terus berdenging, pertimbangkan untuk sering melakukan sesi yoga. Berlatih yoga setidaknya seminggu sekali dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, menenangkan pikiran, dan pada akhirnya meminimalkan gejala telinga berdenging kronis.
    Perawatan sehari-hari yang tepat, seperti membatasi paparan suara keras, dapat membantu mengurangi dan menghindari telinga berdenging. Jika Anda tidak dapat mencegahnya, kenakan pelindung telinga.

    • Jangan mendengarkan musik dengan volume berlebihan dengan headphone.
    • Batasi konsumsi alkohol, kafein, dan tembakau, karena dapat mengganggu aliran darah dan memperburuk telinga berdenging.
    • Tidur yang cukup, minimal 7-9 jam setiap malam.
    • Berolahragalah setidaknya tiga kali setiap minggu.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-01-15T102153.745.png
15/Jan/2024

Uretritis gonore adalah sejenis uretritis yang berkembang ketika kuman penyebab gonore menyerang uretra. Uretra adalah saluran yang mengangkut urin dari kandung kemih ke luar tubuh.

Saat terinfeksi, uretra membengkak dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat buang air kecil. Uretritis gonore menyebar melalui hubungan seksual tanpa kondom. Jika tidak diobati, infeksi bisa bertambah parah dan menyebar ke bagian tubuh lain.

 

Tanda dan Gejala Uretritis Gonore

Secara umum, kondisi urologi ini ditandai dengan adanya cairan berwarna putih susu pada urin. Gangguan ini juga dikenal sebagai “urin bernanah”. Selain itu, individu akan mengalami berbagai gejala tambahan.

Pria dengan uretritis gonore mungkin mengalami gejala seperti urin berwarna merah tua (hematuria), nyeri terbakar saat buang air kecil (disuria), demam (jarang), keluarnya cairan dari penis, gatal, kembung, dan nyeri saat diremas, serta rasa tidak nyaman saat ejakulasi.

Pada kebanyakan wanita, penyakit ini tidak menimbulkan gejala. Namun, infeksi dapat menyebabkan rasa berat di daerah panggul, yang sering kali disertai rasa sakit saat buang air kecil. Gejala lainnya antara lain demam, nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seks, nyeri pada perut bagian bawah, keputihan, bau vagina yang tidak sedap, dan pembesaran kelenjar getah bening di panggul.

 

Penyebab Uretritis Gonore

Uretritis gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi menular seksual. Akibatnya, mereka yang sering melakukan hubungan intim tanpa pengaman dan berganti-ganti pasangan lebih rentan terkena penyakit ini.

Selain itu, mereka yang memiliki riwayat penyakit menular seksual lainnya lebih mungkin terkena uretritis gonore. Bagi Anda yang daya tahan tubuhnya lemah juga harus mewaspadai penyakit ini.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-01-13T101104.303.png
13/Jan/2024

Oksigenasi adalah pendekatan terapeutik yang menggunakan oksigen untuk menyembuhkan penyakit tertentu. Oksigen dapat diberikan melalui selang yang dimasukkan di depan hidung, masker yang menutupi hidung dan mulut, atau ruangan dengan tekanan oksigen tinggi.

Perawatan oksigenasi sering kali diberikan ketika kandungan oksigen tubuh turun di bawah tingkat normal. Kadar oksigen darah normal untuk fungsi tubuh optimal adalah 95-100%. Tingkat ini dapat diperkirakan dengan oksimeter pulsa. Jika kadar oksigen dalam darah turun di bawah 95%, organ dan jaringan tubuh akan bekerja kurang efektif sehingga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

 

Kondisi yang Membutuhkan Oksigenasi

Beberapa kelainan medis memerlukan operasi oksigenasi dengan menggunakan selang (kanula) yang dimasukkan di depan hidung atau masker intermiten yang menutupi hidung dan mulut. Keadaan yang dipertimbangkan adalah:

  • Hipoksemia
    Hipoksemia adalah suatu kondisi dimana saturasi oksigen dalam darah turun di bawah 95%. Kekurangan oksigen dalam darah biasanya disebabkan oleh penyakit medis yang signifikan, seperti asma atau gagal jantung. Sesak napas, detak jantung cepat, kulit dan bibir membiru (sianosis), sakit kepala, bahkan pingsan merupakan gejala hipoksemia. Metode oksigenasi dapat digunakan untuk meningkatkan saturasi oksigen dalam darah, mencegah berbagai gejala yang disebutkan di atas.
  • Gangguan Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
    Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) menyebabkan penyumbatan aliran udara di saluran udara secara progresif dan jangka panjang. Pasien PPOK dengan gejala parah dan kadar oksigen darah rendah memerlukan perawatan jangka panjang, termasuk teknik oksigenasi. Pasien PPOK dapat menerima oksigen melalui selang hidung (nasal cannula), masker oksigen, atau bahkan operasi trakeostomi dan pemasangan alat pernapasan untuk meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh.
  • Serangan asma
    Asma disebabkan oleh peradangan yang menyempitkan saluran pernapasan. Bahkan anak penderita asma pun bisa belajar menghadapi kondisinya. Namun, jika serangan asma berkembang, obat-obatan dan oksigen diperlukan untuk mengatasi gejalanya. Oksigen dapat diberikan menggunakan masker oksigen atau intubasi untuk menanamkan alat pernapasan.
  • Pneumonia parah
    Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan yang serius. Pneumonia dengan gejala yang parah dapat mengganggu pengiriman oksigen ke sirkulasi sehingga memerlukan terapi oksigenasi agar tubuh tidak kekurangan oksigen.
  • Bayi prematur
    Bayi yang lahir prematur dapat mengalami sindrom gangguan pernapasan (RDS) atau displasia bronkopulmoner (BPD). Penyakit ini meningkatkan kemungkinan masalah paru-paru bayi baru lahir prematur. Pengobatan dan oksigenasi dapat membantu mengatasi masalah ini.
  • Apnea tidur
    Jika suplai oksigen dalam darah saat tidur di bawah normal, terapi oksigenasi mungkin diperlukan. Salah satu gangguan tidur yang dapat menyebabkan rendahnya distribusi oksigen ke organ dan jaringan tubuh adalah sleep apnea. Gangguan ini menyebabkan penderitanya kesulitan bernapas saat tidur.
  • Gagal jantung stadium akhir
    Jika jantung mengalami gangguan dalam memompa darah, otomatis hal ini berdampak pada suplai oksigen ke pembuluh darah. Selain pengobatan, terapi oksigenasi dapat dipertimbangkan untuk mengatasi kondisi ini.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-01-12T113630.013.png
12/Jan/2024

Hidung yang tersumbat mungkin sungguh tidak menyenangkan bukan? Namun, tak perlu khawatir karena mengobati hidung tersumbat tidaklah sesulit yang Anda bayangkan. Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan banyak perawatan mandiri di rumah.

Hidung tersumbat terjadi ketika jaringan dan pembuluh darah di sekitar hidung membengkak akibat infeksi atau peradangan. Hal ini dapat mengganggu proses pernapasan sehingga mengakibatkan keluaran cairan berlebihan, batuk, dan sakit tenggorokan.

Hidung tersumbat dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi virus, paparan alergen, atau masuknya benda asing. Hidung tersumbat juga bisa merupakan keluhan kehamilan, efek samping obat-obatan tertentu, atau indikasi suatu penyakit seperti sinusitis, polip hidung, atau penyimpangan septum.

 

Bagaimana Cara Menangani Hidung Tersumbat

  • Hirup uap hangat
    Menghirup uap hangat mungkin dapat membantu mengurangi hidung tersumbat dan masalah pernapasan. Caranya, cukup siapkan wadah berisi air hangat, lalu dekatkan wajah Anda di dekat wadah tersebut dan hirup uapnya. Namun, Anda harus berhati-hati saat menggunakan strategi ini. Jangan biarkan uap air panas membakar wajah Anda. Alternatifnya, mandi air hangat atau cuci muka dengan waslap yang dibasahi air hangat.
  • Posisikan kepala lebih tinggi saat berbaring
    Hidung yang tersumbat mungkin membuat Anda sulit bernapas dan menyebabkan Anda tidur nyenyak. Nah, untuk membantu Anda tertidur dan bernapas lebih lega, tinggikan kepala saat tidur. Gunakan bantal tambahan untuk membantu menopang kepala dan bahu Anda.
  • Minum banyak air
    Anda mungkin sadar bahwa minum air dapat membantu mengatasi hidung tersumbat. Minum air putih yang cukup dapat membantu mengencerkan lendir di hidung sehingga lebih mudah dikeluarkan. Anda dapat menghindari berbagai masalah kesehatan, termasuk dehidrasi, dengan minum banyak cairan.
  • Gunakan pelembab udara
    Humidifier dapat membantu mencegah hidung Anda semakin tersumbat, terutama jika Anda memiliki AC atau AC di kamar Anda. Alat ini dapat membantu menjaga kelembapan udara dan membatasi penyebaran debu di udara, sehingga membuat saluran pernafasan lebih terbuka dan pernapasan menjadi lebih mudah.
  • Cuci hidung Anda dengan air garam
    Selain menghilangkan debu dan partikel berbahaya dari saluran hidung, membersihkan hidung dengan air garam juga dapat membantu menghilangkan lendir. Untuk memulainya, campurkan 1 sendok teh garam dan sejumput soda kue ke dalam 2 gelas (500 mL) air hangat. Tuangkan larutan garam ke dalam wadah atau botol khusus, yang bisa dibeli di toko obat atau apotek. Miringkan kepala Anda dan arahkan corong botol ke salah satu sisi hidung Anda. Lalu, semprotkan secara agresif hingga cairan keluar melalui lubang hidung yang berlawanan. Untuk efek terbaik, bersihkan hidung Anda dengan air garam tiga hingga empat kali setiap hari.
  • Mengkonsumsi obat-obatan
    Obat-obatan, seperti dekongestan dalam bentuk obat semprot hidung atau tablet, dan antihistamin, juga dapat membantu meringankan hidung tersumbat. Jika Anda sedang hamil, menyusui, atau memiliki masalah kesehatan tertentu, pastikan Anda meminum resep sesuai petunjuk pada kemasan, atau kunjungi dokter terlebih dahulu untuk menentukan dosis yang aman.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


artikel-2024-01-10T104452.645.png
10/Jan/2024

Luka adalah rusaknya peran pelindung kulit yang disertai hilangnya jaringan epitel dan/atau cedera pada jaringan lain seperti otot, tulang, dan saraf yang disebabkan oleh berbagai sebab, antara lain tekanan, sayatan, dan luka bedah.

Cedera dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Bahaya mekanis termasuk cedera akibat benda tumpul, benda tajam, senjata, dan bahan peledak.
  • Fisik, seperti paparan suhu, panas, dingin, dan listrik.
  • Kimia, misalnya, mencakup paparan asam dan basa.

 

Apa Saja Jenis Luka

  • Luka terbuka
    Ini adalah luka yang terkena udara akibat cedera kulit yang tidak disertai atau disertai kerusakan jaringan. Luka terbuka adalah bentuk luka yang sangat umum. Contoh luka terbuka antara lain:

    • Abrasi (juga dikenal sebagai ekskoriasis) adalah luka yang terjadi ketika lapisan atas kulit (epidermis) bergesekan dengan permukaan kasar.
    • Luka sayatan, disebut juga luka potong (Vulnus scissum), terjadi ketika benda tajam dan rata, seperti silet atau pisau, menusuk kulit. Tepi lukanya tampak teratur. Misalnya luka operasi.
    • Luka robek (juga dikenal sebagai laserasi atau vulnus laseratum) adalah akibat pukulan keras dengan alat tumpul. Tepi luka seringkali tidak rata.
    • Luka tusuk (Vulnus punctum) disebabkan oleh benda tajam yang menusuk kulit, seperti jarum atau paku.
    • Luka gigitan (Vulnus morsum) adalah luka yang disebabkan oleh gigitan hewan atau manusia. Bentuk luka ditentukan oleh bentuk dan letak gigi yang menggigit.
    • Luka tembak adalah luka yang disebabkan oleh peluru senjata.
    • Luka bakar (combustio) adalah luka akibat kontak dengan api atau benda panas lainnya, bahan kimia, paparan radiasi, listrik, atau petir.
  • Luka Tertutup
    Ini adalah kerusakan jaringan dimana kulit tetap utuh atau tidak terpengaruh. Memar, juga dikenal sebagai Contusio dan Hematoma. Contusio (luka memar) adalah cedera jaringan yang merusak kapiler, sehingga darah mengalir ke jaringan sekitarnya. Biasanya disebabkan oleh kontak dengan benda tumpul. Hematoma adalah akumulasi lokal darah beku di suatu organ atau jaringan yang disebabkan oleh pecahnya dinding pembuluh darah.
  • Luka akut
    |Merupakan luka yang sembuh dalam waktu kurang dari 5 hari, diikuti masa hemostasis dan peradangan. Luka akut sembuh atau menutup pada jendela penyembuhan fisiologis 0-21 hari (Arisanty, 2013). Luka akut merupakan 13 luka parah yang seringkali memerlukan perawatan cepat dan dapat pulih dengan baik jika tidak timbul komplikasi. Contohnya seperti luka lecet, Luka robek, dan luka operasi tanpa masalah.
  • Luka kronis
    Merupakan luka yang berlangsung lama atau sering kambuh (kambuh) dan mengganggu proses penyembuhan, yang umumnya disebabkan oleh berbagai faktor dari pihak penderitanya. Luka kronis terkadang disebut sebagai kegagalan dalam penyembuhan luka.

 

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan dan membutuhkan penanganan untuk penyakit yang Anda alami, Anda bisa berkunjung ke RSI A. Yani agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kami di:

  • (031) 8284505

Atau Anda bisa mengunjungi RSI A. Yani di Jl. Achmad Yani No.2-4, Wonokromo, Surabaya


rsi lam putih

Kesembuhan datang dari Allah, keselamatan dan kepuasan pasien tanggung jawab kami

CopyRight, 2025. Yayasan RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA | Managed by Markbro

WeCreativez WhatsApp Support
Tim Customer Care Kami. Siap membantu!
Assalamu'alaikum, Apa yang bisa kami bantu?